Selasa (9/11) pagi lalu, Yanni Krisnayanni memulai pendakian ditemani pemandu pendakian Andrean Saputra, memilih jalur pendakian Kersik Tuo. Pilihan tersebut lantaran berbeda dengan jalur Solok yang cukup ekstrim dan susah.

Pagi nan cerah, Yanni dan Andrean pun menggunakan ojek motor untuk menuju Pos Registrasi (R10), kemudian masih dengan ojek motor perjalanan yang melintas perkebunan teh dengan jalan makadam hingga gapura.

Pintu Rimba menjadikan awal pendakian Yanni dan Andrean, juga menjadikan awal dari gunung pertama selain ke enam gunung yang masuk dalam jajaran Seven Summit of Indonesia yang akan disambangi dari Tim JKW-PWI.

Memasuki Pos 1 yang ditandai dengan tanah lapang dan adanya bangku panjang (1.890 mdpl). Usai beristirahat sejenak, Yanni pun kembali melanjutkan pendakian landai yang tanpa terasa mulai menanjak untuk menuju Pos 2.

Seperti yang diketahui, bulan Nopember adalah bulan yang kurang bersahabat, karena musim penghujan menjadikan teman setia para pendaki, sehingga sepanjang jalur yang becek menjadi handicap tersendiri bagi para pendaki. “Iya kita harus pandai-pandai memilih jalan supaya terhindar dari tanah becek,” ungkap Adrean yang sudah tak terhitung menjadi pengantar para pendaki menuju puncak Kerinci.

Perjalanan selanjutnya membawa Yanni dan Andrean  memasuki Pos 2 atau Batu Lumut (2.010 mdpl), ditandai dengan tanah datar tanpa shelter, seperti juga di Pos 1 sampai Pos 3, lantaran di kawasan ini masih menjadi habitat harimau Sumatra.

Yanni kibarkan bendera Kingland Tire dan Kawasaki Motor Indonesia selaku pendukung perjalanan JKW PWI AndreanYanni kibarkan bendera Kingland Tire dan Kawasaki Motor Indonesia selaku pendukung perjalanan JKW-PWI (Andrean)

Pendakian dari Pos 2 menuju Pos 3 didominasi akar-akar pohon, juga dari Pos 3 untuk mencapai Pondok Panorama (2.225 mdpl). Meskipun terdapat tanah lapang yang mampu untuk mendirikan 1 tenda dome, juga terdapat sumber air ini, namun pihak Taman Nasional sama sekali tak menyarankan untuk berkemah di sepanjang pos 1 hingga pos 3 ini.

Dari pos 3, pendakian Gunung Kerinci yang sebenarnya mulai terasa, jalur berupa tanah padat didominasi akar-akar pohon lebih menanjak dari sebelumnya. Jalur ini akan berakhir di Shelter 1 (2.505 mdpl), menjadikan lokasi sedikit aman untuk mendirikan tenda.

“Tapi kita memutuskan untuk nge-camp di Shelter 3 (3.291mdpl), setidaknya selain dekat dengan sumber air juga memperpendek jalan menuju puncak,” kata Andrean mengakui yang bersiap akan menghadapi perjalanan sulit melintas akar-akar pohon.

Semula Yanni dan Andrean yang menjadwalkan Rabu (10/11/2021) tiba di puncak Gunung Kerinci. Namun karena hembusan angin dan badai yang terus menghadang. “Mau tidak mau kita memutuskan untuk nge-camp. Cuaca ekstrim tak bersahabat tersebut, menyebabkan satu frame pada tenda Andrean harus patah,” ujar Yanni yang memutuskan untuk melakukan summit pada hari Kamis (11/11) Pagi.

Sepanjang hari Rabu, di Shelter 3 tidak saja tendanya Yanni dan Andrean, tetapi juga terdapat pendaki lainnya dari Pekan Baru (Riau) dan Subang (Jabar) yang juga berencana untuk summit di hari Kamis. “Disini kita tidak saja dihantam badai angin tapi hujan. Jadi sempat kepikiran kalau kondisinya seperti ini terus, iya lebih baik turunlah,” celetuk Yanni yang akhirnya menjejakkan kaki di puncak Gunung Kerinci yang berketinggian 3.805mdpl.

Terlaksananya turing dan pendakian ke Gunung Kerinci, Tim JKW-PWI mengucapkan banyak terima kasih atas suppoting dari PT Kawasaki Motor Indonesia, PT United Kingland, Kemenpora, Continmoto Jakarta, Trooper Custom Helmet, Artha Graha Peduli, Djarum Foundation./JOURNEY OF INDONESIA

Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan (JKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kini sudah melintas ribuan kilometer yang mulai start tepat di hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2021 lalu. Tanpa terasa tim yang terdiri dari satu rider perempuan Yanni Krishnayanni (askara.co), dan tiga pria penunggang motor yaitu Agus Blues Asianto (trenzindonesia.com), Indrawan Ibonk (journeyofindonesia.com) serta Sonny Wibisono (otomotif1.com) saat ini sudah singgah di kaki gunung Kerinci, Kayu Aro, Jambi (16/11/21).

Ketiga rider itu beristirahat sembari mengabadikan momen foto bersama, sementara Yanni menjalani kegiatan hobinya yang akan capai rekor MURI, mendaki puncak gunung Kerinci.

Perjalanan melintas tujuh provinsi ini bukanlah trek yang biasa mereka lalui. Keempat rider yang berprofesi sebagai jurnalis harus menghadapi segala rintangan dan resiko yang dihadapinya, seperti medan yang berliku dan sangat bervariasi setiap harinya.

Belum lagi cuaca yang tak menentu, terik panasnya matahari serta hantaman air hujan yang deras menyelimuti tubuh mereka. Penunggang Kawasaki dan difasilitasi dengan ban Kingland tersebut tetap memacu motornya sesuai dengan rencana yang sudah ditentukan sebelumnya.

Kembangan ban Kingland Jaguar dengan di desain modern tetap tangguh di segala medan jalanan IbonkLewat balutan ban Kingland, tim Jelajah Kebangsaan Wartawan pede memacu gas tunggangannya (Ibonk)

"Teriknya matahari, butiran-butiran air hujan yang deras menyelimuti kami serta jalan bebatuan, aspal, rusak tidak menjadi kendala bagi kami berempat. Kami berempat yakin dengan fasilitas yang kami pergunakan ini. Apalagi Kingland tire sudah memasilitasi dengan ban unggulannya, Kingland Jaguar," kata Sonny Wibisono.

Sonny demikian nama panggilan untuknya ini menuturkan, walaupun Kingland sudah teruji ketangguhannya, namun ia dan tim sekarang ini benar-benar merasakan ketangguhan ban Jaguar yang dipasang di motor Kawasaki. Terbukti saat kami melintas diberbagai tikungan tajam, jalan pasir serta jalan yang licin. Jaguar tetap pada porosnya, menapak dan kokoh dijalan itu.

"Dari Jakarta hingga saat ini, kami tim JKW-PWI sudah menyelesaikan perjalanannya sejauh 1766 kilometer. Apalagi ketika tim melintas di kawasan puncak menuju Sungai Penuh, jalan yang kami lintas itu penuh dengan perjuangan. Bayangkan, jalan licin berlumur tanah merah basah akibat longsor. Namun ban Kingland tetap nyaman dikendarai. Kami tidak mengalami kendala apapun saat menggelindingkan Jaguar di trek itu," kata rider yang menggunakan Kawasaki W175 TR tersebut.

Kingland Jaguar yang di desain modern ini tetap memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengendara roda dua. "Ternyata ban Kingland tipe Jaguar ini bisa melibas segala medan. Bentuk kembangan alurnya juga menarik, lebih variatif. Ban ini cocok untuk touring jarak jauh. Ini yang kami buktikan ketangguhannya yang sudah melintas di tujuh provinsi, 265 jam perjalanan," ucapnya.

Ban Kingland Jaguar ini cukup cocok untuk touring jarak jauh IbonkBan Kingland Jaguar ini cukup cocok untuk touring jarak jauh (Ibonk)

Apalagi pihak Kingland Tire memberikan fasilitas ke tim JKW-PWI untuk melakukan pengecekan ban di titik titik yang telah ditentukan di Indonesia. "Kami yakin, perjalanan tim JKW-PWI makin mantap dan tetap safety," kata Sonny.

Joko Suseno, Marketing Division Head Kingland Tire mengatakan, pihak Kingland terus berkomunikasi dengan rider JKW-PWI. Rencana terdekat, jika tidak ada kendala tim teknis Kingland juga akan menuju Banda Aceh untuk bergabung dengan para tim JKW-PWI.

"Selain akan memantau secara fisik. Sekaligus kami dari Kingland akan uji produk baru di jalur Banda Aceh hingga Medan atau Riau. Setelah itu bila tidak ada hambatan kami akan memperkenalkan produk baru kami," kata Joko Suseno./ JOURNEY OF INDONESIA

Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI) yang terdiri dari 4 riders yakni Agus Blues Asianto, Yanni Krisnayanni, Indrawan Ibonk, dan Sonny Wibisono sudah memasuki hari ke 13 perjalanan dan telah menempuh sejauh 1766 km, sejak di lepas pada 28 Oktober 2021 silam dari halaman Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Beberapa kota juga sudah dilewati, mulai dari Jakarta, Banten, Lampung, Bangka, Palembang, Bengkulu dan saat ini tim tengah stay di provinsi Jambi, tepatnya di Kayu Aro yang berada di kaki Gunung Kerinci.

Desa Mekar Jaya yang berhawa sejuk berkisar antara 17-23 derajat celcius menjadi base camp sementara tim ini, sembari menantikan Yanni yang tengah muncak ke Gunung Kerinci. Gunung yang  dikenal sebagai gunung tertinggi di pulau Sumatra ini, juga dikenal juga sebagai  gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua dijadikan awal dari pendakian gunung pertama yang berada di tanah Sumatra.

Gunung yang terletak di perbatasan antara Provinsi Sumatra Barat dengan Provinsi Jambi, di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang Provinsi Sumatra Barat. Gunung ini juga menjadi batas antara wilayah Etnis Minangkabau dengan Suku Kerinci yang dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat Harimau Sumatra dan Badak Sumatra.

Andrean dan Yanni bersiap melakukan pendakian gunung Rinjani IbonkAndrean dan Yanni bersiap melakukan pendakian gunung Rinjani (Ibonk)

Memulai pendakian pada Selasa (9/11) pagi ini, Yanni disertai guide pendakian Andrean tampak optimis melangkahkan kaki mereka. Diharapkan keduanya akan kembali ke basecamp tim Jelajah Kebangsaan Wartawan dalam 2 hari mendatang.

Jauh sebelum memasuki wilayah Desa Mekar Jaya, Kayu Aro, Jambi. Pada hari Minggu (7/11), Tim JKW-PWI mengawali riding sejauh 291 km atau sekitar 8 jam perjalanan dari penginapan Dadari, Ketaun, Bengkulu Utara menuju penginapan Aroma, Sungai Penuh, Jambi.

Sementara itu perjalanan dari Ketaun hingga Ipuh memakan jarak tempuh sekitar 82 km. Tim menyusuri pantai pesisir barat yang ditingkahi pula di kanan kiri terhampar perkebunan sawit dengan kondisi jalan nyaris penuh lubang.

Lepas magrib dari Tapan (Sumbar) tim bergegas menuju Sungai Penuh (Jambi) yang berjarak sekitar 60 km. Suguhan pemandangan nan memukau, dan melalui jalan berkelok diantara perbukitan hutan dengan tebing dan jurang pada sisi kanan dan kirinya menjadi sebuah cerita tersendiri yang tak bisa dilupakan begitu saja.

Sebelumnya tim JKW-PWI sempat pula rasa was-was ketika melintas di wilayah Lampung atau Kepala Curup karena mendapat info jika daerah tersebut rawan kejahatan.

Puncak Rinjani terlihat cerah pada pagi hari ini IbonkPuncak Rinjani terlihat cerah pada pagi hari ini (Ibonk)

Nah, selanjutnya tim JKW-PWI kembali harus menghadapi perasaan cemas karena harus melewati lintasan hutan sejauh 60 km yang rawan longsor. Tim JKW-PWI sempat 5 kali melintasi jalanan yang beberapa waktu sebelumnya sempat tertimbun tanah lonsor dari tebing yang rata-rata jaraknya nyaris menembus 200-an meter dari setiap longsoran.

Yang agak mencemaskan dengan sempitnya lebar jalanan ditambah tanah merah bercampur air, sehingga motor hanya mampu dipacu 25km/jam. Khawatir jika terlalu kencang dan berpapasan dengan kendaraan didepannya, motor-motor dari Tim JKW-PWI akan selip. Sedangkan yang menguntungkan pada malam itu, cuaca tak turun hujan.

Akhirnya dari rasa penat, Tim JKW-PWI yang memutuskan bermalam di penginapan Aroma, Sungai Penuh, kemudian keesokan hari, Senin (8/11) barulah menjejakan kakinya di wilayah Kayu Aro, Jambi untuk long stay selama 3 hari di Nayla Homestay, Desa Mekar Jaya, Kayu Aro, Jambi.

Sementara menunggu Yanni merampungkan pendakian gunung, tiga rekannya di Tim JKW-PWI, Indrawan Ibonk, Sony Wibisono, serta Agus Blues Asianto akan melakukan eksplore wilayah disekitar Gunung Kerinci. Hal ini dilakukan sehubungan dengan laporan perjalanan Tim JKW-PWI, seperti memotret daerah pariwisata setempat atau fasilitas umum warga setempat akan mereka bukukan seusainya tim balik ke Jakarta.

Kegiatan JKW-PWI ini dapat terlaksana atas bantuan dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Asdep Olahraga Rekreasi, PT United Kingland, Artha Graha Peduli dan Artha Graha Network, Kawasaki, Djarum Fondation, Apparel Contin dan Trooper Custom Helmet. / JOURNEY OF INDONESIA

Menanggapi giat Jelajah Kebangsaan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI) yang akan dilepas pada tanggal 28 Oktober 2021 mendatang, Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan yang akan dilakukan oleh para wartawan yang ada di bawah naungan PWI tersebut.

Dikatakan oleh Atal S Depari, Tim JKW-PWI ini juga nantinya akan membukukan seluruh perjalanan tim yang tidak saja mengendari motor, tapi juga akan mendaki tujuh gunung tertinggi yang ada di Indonesia.

"Saya mendukung kegiatan dari teman-teman yang hobi turing ini untuk keliling nusantara, apalagi tidak sekedar naik motor, tapi juga akan membuat laporan tentang pariwisata yang akan dilalui mereka. Selain itu, ada program mengejar rekor Muri," ungkap Atal S Depari saat menerima perwakilan Kingland di Sekretariat PWI Pusat, Kamis (15/9/2021).

Sementara itu, GM Marketing Kingland, M Agung Yulianto mengatakan pihaknya berterimakasih sudah diajak bergabung dalam kegiatan JKW-PWI. "Kami melihat ada persamaan visi dengan Kinglandyaitu untuk memberikan dan menyebarkan semangat di tengah situasi pandemi. Semoga acara seperti ini bisa membagi semangat kepada masyarakat Indonesia di beberapa wilayah," tutur Agung.

Dan yang pasti Kingland ingin turut mendukung mensukseskan acara ini dengan memberikan produk terbaik bagi tim JKW-PWI agar bisa menjalan proses ini lancar dan selamat sampai selesainya program ini.

"Sudah saatnya memang, produsen produk indonesia bisa berkecimpung di kegiatan yang bisa membawa Indonesia lebih baik lagi," tutur M Agung Yulianto bersemangat./ JOURNEY OF INDONESIA

 

Kabar gembira kembali datang dari rencana perjalanan tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI). PT United Kingland/King Tire Indonesia, selaku produsen ban merek Kingland, telah menyatakan dukungan terhadap ekspedisi yang bakal menempuh 17.000 km itu.

Komitmen dukungan dari produsen ban legendaris itu tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Selasa (22/6) lalu, di Cibinong, Jawa Barat.

Penandatanganan MoU dihadiri oleh Brand & Product Specialist PT. King Tire Indonesia, Agung Yulianto; dan perwakilan Panitia Pelaksana JKW-PWI yang terdiri dari Sonny Wibisono, Agus Asianto, Fajar Irawan, dan Abdi Kurniawan. "Kami dari Kingland siap memberikan dukungan untuk terlaksananya kegiatan JKW-PWI, agar perjalanan tim motoris yang terdiri dari rekan-rekan wartawan menjadi semakin nyaman,” kata Agung Yulianto.

Kingland memastikan untuk memberi ban terbaiknya dalam pelaksanaan ekspedisi, yang rencananya dimulai pada Agustus mendatang, dengan titik start di Jakarta. "Semua roda dua yang akan diberangkatkan akan kami pasangkan ban Kingland. Begitu juga jika terjadi sesuatu dengan kondisi pakai ban maka kami akan segera menggantinya dengan ban yang baru. Kami akan koordinasikan dengan dealer Kingland di lokasi terdekat dengan rute yang akan dilalui," ujar Agung.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa jenis atau tipe ban yang akan dipasangkan pada setiap motor anggota tim JKW-PWI menyesuaikan dengan ukuran ban dari merek motornya. Kingland akan menyediakan ban untuk motor jenis matic dan sport.

Selain memberikan ban, pihak Kingland akan terus memantau kegiatan JKW-PWI di setiap kilometer perjalanannya. "Tujuan kami memantau dan memastikan bahwa perjalanan Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan ini tidak mengalami hambatan, dan produk dari PT King Tire Indonesia dapat mendukung kelancaran tim selama di perjalanan,” ucap Agung.

“Kami yakin bahwa produksi ban kami lebih nyaman dibandingkan dengan ban kompetitor lainnya, sehingga perjalanan semakin lancar sesuai dengan target yang telah direncanakan," imbuhnya.

Jelajah Kebangsaan Wartawan PWI PGTTJelajah Kebangsaan Wartawan - PWI (PGTT)

Tidak cuma itu. Kingland pun akan memberikan pergantian ban bila diperlukan peserta jurnalis yang merasa kurang nyaman meski kondisi ban yang mereka pakai masih baik atau normal.

Jarak tempuh 17.000 km adalah jarak yang sangat sesuai dengan kualitas bahan yang disematkan pada ban Kingland. Di setiap tapak ban, Kingland mempunyai garis khas yang kokoh terhadap kondisi jalan aspal, hujan dan bebatuan, bahkan ketika ban menggelinding di pasir. Ketangguhan produk Kingland akan semakin terbukti kala tim JKW-PWI melintas di 1.000 Tikungan (Flores). Kelok tersebut akan dimulai dari Larantuka hingga Labuan Bajo.

Kingland akan menjadi andalan para peserta ekspedisi saat menempuh tanjakan dan turunan tajam serta berkelok dengan pemandangan indah di tanah Flores. "Ban ini akan terlihat ketahanannya saat melintas jalan berkelok, khususnya saat melintasi 1.000 Tikungan serta jalan yang penuh tantangan lainnya, Bahkan kabarnya Tim JKW-PWI juga akan melintas Lautan Pasir Bromo, Dari Cemoro Lawang hingga Jemplang yang berjarak sekitar 18 km," tutur Agung.

Dia menambahkan, Kingland sangat bersyukur dapat berpartisipasi dalam kegiatan JKW-PWI. Bagi pihaknya, keterlibatan dalam kegiatan bersejarah ini akan semakin membuktikan kualitas performa ban Kingland.

Ketua Umum PWI Pusat, Atal S. Depari, yang bertindak sebagai pembina dan penanggung jawab kegiatan JKW-PWI menyatakan, tim motoris diprediksi menghabiskan empat bulan dalam penjelajahannya, dan diharapkan kembali masuk Jakarta pada 22 Desember 2021, tepat di perayaan Hari Ibu. "Insya Allah akan disambut oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, dan Ketua DPR RI, Puan Maharani,” ungkap Atal.

Sejauh ini, tekad tim JKW-PWI untuk berkeliling Indonesia terus menuai respons positif. Besarnya dukungan mengalir dari instansi pemerintahan, tokoh politik, sampai masyarakat luas.

Tim motoris PWI bakal melewati 15 pulau, 34 Provinsi, dan mendaki tujuh gunung tertinggi dengan total perjalanan 17.000 kilometer. Berangkat dari Jakarta, tim ini akan menuju pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Selanjutnya, menyeberang kembali ke NTT, NTB, Bali, Jawa, dan kembali berakhir di Jakarta./ JOURNEY OF INDONESIA