Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, untuk memajukan daerah pariwisata, maka pemerintah daerah bersama K/L terkait harus bersinergi dan terintegrasi dalam menyusun Protokol Keamanan dan Keselamatan Destinasi Pariwisata Nasional.

Selain itu, penerapan protokol harus lengkap disertai langkah pencegahan, mitigasi, dan tanggap darurat termasuk dari sisi potensi dan kejadian yang mengancam keamanan dan keselamatan wisatawan. Sehingga langkah simulasi ini menjadi hal penting untuk memastikan kesiapan seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Simulasi Protokol ini adalah yang pertama dilakukan di Indonesia dan akan dilakukan di Destinasi Pariwisata Nasional lainnya. Karena hal tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar simulasi protokol 3K yakni Kesehatan, Keamanan dan Keselamatan destinasi pariwisata nasional, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan melibatkan 23 Kementerian dan Lembaga.

Terpilihnya Labuan Bajo sebagai lokasi simulasi karena memiliki nilai strategis. Di antaranya pada 2023 Labuan Bajo akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asean Summit dan G20 sehingga perlu ada penyamaan perspektif media terhadap bentuk keselamatan dan keamanan bagi wisatawan yang hadir.

Simulasi protokol 3K merupakan rangkaian paling akhir dari langkah penyusunan dan penerapan protokol kesehatan hasil sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk penerapan protokol kesehatan, keamanan, dan keselamatan di destinasi sehingga semakin tercipta kepercayaan wisatawan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Simulasi protokol 3K yakni Kesehatan Keamanan dan Keselamatan IbonkAksi simulasi protokol 3K yakni Kesehatan, Keamanan dan Keselamatan (Ibonk)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan pada saat Simulasi Protokol 3K di Hotel Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo, Kamis (12/11/2020), bahwa penerapan protokol kesehatan, keselamatan, dan keamanan menjadi perhatian dan pertimbangan wisatawan saat akan datang ke destinasi pariwisata Indonesia.

Penerapan protokol tersebut menjadi kunci dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19.

"Simulasi ini sebagai bentuk pernyataan sikap kepada dunia luar bahwa Labuan Bajo siap menyambut wisatawan. Di era adaptasi kebiasaan baru, ini adalah momen pembenahan sekaligus momen kebangkitan pariwisata Indonesia menuju destinasi kelas dunia," kata Wishnutama.

Simulasi tersebut mengangkat tiga skenario, yakni skenario kebencanaan tsunami, skenario kecelakaan kapal, dan skenario kecelakaan perorangan (protokol penanganan serangan jantung) dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari BMKG, BNPB, TNI, Polri, Basarnas, BTNK, Kementerian Kesehatan, Tour Guide, Tim Terpadu, masyarakat, dan lainnya./ JOURNEY OF INDONESIA

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengidentifikasi berbagai strategi dalam pengembangan karya kreatif lokal sebagai upaya meningkatkan daya tarik wisata di Labuan Bajo, NTT.

Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Joshua Puji Mulia Simanjuntak, di Fairmont Hotel, Jakarta, Kamis (22/10/2020), bahwa saat ini wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara melakukan perjalanan wisata tidak hanya sekadar jalan-jalan santai atau melihat keindahan alam, tetapi pariwisata yang memberikan pengalaman bagi wisatawan itu sendiri.

“Salah satu upaya agar wisatawan memperoleh pengalaman dalam berwisata adalah melalui karya atau produk kreatif lokal seperti kriya, fesyen, kuliner, serta seni pertunjukan. Untuk itu, diperlukan strategi yang dapat mengembangkan kreatif lokal tersebut, khususnya di Labuan Bajo yang merupakan destinasi wisata kelas premium,” kata Josua Simanjuntak.

Oleh karena itu, Kemenparekraf/Baparekraf menginisiasi kegiatan diskusi kelompok terpumpun yang dimoderatori oleh Aloysius Baskoro Junianto akademisi dari subsektor Desain Produk, supaya pelaku industri ekonomi kreatif memperoleh informasi baru sehingga dapat menciptakan strategi terkait pengembangan dan inovasi di subsektor ekonomi kreatif di Labuan Bajo.

Selanjutnya Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo – Flores beserta Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat, Shana Fatina dan Agustinus Rinus, menjelaskan saat ini pihaknya sedang mendorong inkubasi berbagai karya kreatif seperti kuliner, fesyen, seni pertunjukan, seni musik, dan seni tari, dengan melibatkan komunitas lokal serta menceritakan profil potensi apa saja yang ada diwilayah Manggarai Barat.

"Temen-temen komunitas nanti bisa showcase dan berinteraksi dengan wisatawan. Mereka bisa menyuguhkan karya kreatif lokal yang otentik kepada wisatawan dengan konsep destinasi premium. Hal ini dilakukan agar wisatawan benar-benar bisa meperoleh pengalaman dan merasakan kemewahan yang tidak wisatawan temukan di tempat lain," kata Shana Fatina.

Sore hari di Labuan Bajo Ist

Sementara itu, Konsultan Ahli Kuliner, Vita Datau, mengatakan spending terbesar wisatawan yaitu untuk berbelanja makan, minuman, dan oleh-oleh. Hal ini dapat memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat lokal. Maka dari itu, atraksi kuliner di Labuan Bajo harus dikembangkan. “Sebagai contoh, terdapat sebuah desa di Manggarai Barat yang memproduksi gula sendiri. Ini merupakan potensi yang sangat baik untuk mengembangkan atraksi kuliner. Wisatawan bisa terjun langsung dalam proses pembuatan gula tersebut. Sehingga, bisa menciptakan daya tarik wisata kuliner baru,” kata Vita Datau.

Konsultan Ahli Kriya, Fauzy Prasetya Kamal, mengatakan bahwa sedikit pengrajin kriya yang bisa menuangkan keahliannya ke dalam pengetahuan, sehingga keahlian tersebut tidak memperoleh refund digenerasi berikutnya.

“Melihat kondisi tersebut, perlu ada peningkatan kompetensi SDM, agar pengrajin kriya memiliki kemampuan dalam menuliskan keahlian mereka. Karena dalam pengembangan karya kreatif tidak hanya produknya saja yang ditingkatkan, tetapi sumber daya manusianya juga perlu mendapat perhatian. Sehingga, regenerasi pengrajin kriya akan terus ada,” ujar Fauzy.

Konsultan Ahli Fesyen, Aprina Murwanti, menuturkan potensi lokal utama fesyen di Manggarai Barat yang dapat dikembangkan yaitu kain tenun. Namun, tantangan dalam mengembangkan kain tenun ini adalah belum terbentuknya ekosistem busana fesyen tenun.

“Untuk mendukung pengembangan produk fesyen tersebut diperlukan kolaborasi dengan desainer dalam mengelola busana secara berkelanjutan. Karena, para penenun belum terbuka sama sekali dengan dunia fesyen. Selain itu, perlu pengembangan ragam hias dan tekstur tenun, serta memberikan kesempatan kepada penenun untuk melakukan showcase,” ungkap Aprina.

Dengan pengembangan produk-produk kreatif lokal unggulan, dapat memberikan kontribusi pada pariwisata yang berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif di Labuan Bajo./ JOURNEY OF INDONESIA

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari pada Sabtu (12/9/2020) mengatakan bahwa desa wisata merupakan salah satu program prioritas Presiden yaitu menyejahterakan desa-desa di Indonesia. "Desa wisata menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata di DSP Labuan Bajo, kami fokus di 10 titik Desa Wisata,” kata Hari.

Hal tersebut disampaikannya pada saat kegiatan pengembangan desa wisata di destinasi super prioritas Labuan Bajo pada Rabu (9/9/2020) hingga Jumat (11/9/2020) di Desa Wisata Warloka, Desa Wisata Nggorang, Desa Wisata Papagarang, dan Desa Wisata Komodo.

Hari menuturkan pengembangan desa wisata ini dilaksanakan melalui bimbingan teknis yang bertujuan untuk memberikan pemahaman sapta pesona ke masyarakat desa wisata dan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan desa.

Materi bimbingan teknis tersebut diberikan oleh beberapa perwakilan dari instansi terkait seprti Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf/Baparekraf Wawan Gunawan, Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Shelliane Halia Ishak, Direktur Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Dwi Rudi Hartoyo, dan Tenaga Terampil Kantor Staf Presiden Alicia Shevanel.

Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan desa IstKegiatan gotong royong membersihkan lingkungan desa (Ist)

Sementara itu, Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf/Baparekraf Wawan Gunawan menambahkan pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dari kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat pedesaan yang berada di sekitar wilayah DSP.

"Kemenparekraf hadir di Desa Wisata DSP Labuan Bajo untuk memotivasi masyarakat. Pengembangan Desa Wisata dapat menjadi multiple effect pada peningkatan ekonomi masyarakat desa. Tentu harus dengan pengelolaan yang baik dan profesional, apapun bisa menjadi atraksi pariwisata tapi harus memenuhi unsur keseimbangan 4R (Raga, Rasa, Rasio, dan Ruh)," ungkap Wawan.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan baik dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Agustinus Rinus. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kemenparekraf/Baparekraf serta kementerian dan lembaga terkait yang berupaya membantu mengembangkan desa-desa wisata di daerahnya.

Adapun 10 titik desa tersebut tersebar di dua kabupaten penyangga DSP Labuan Bajo, yaitu tujuh desa di Manggarai Barat dan tiga desa di Ende.

Selanjutnya, Direktorat Pengembangan Destinasi Regional II akan melaksanakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas SDM Desa Wisata di DSP Mandalika dan Likupang pada akhir September hingga Oktober 2020./ JOURNEY OF INDONESIA

Destinasi super premium Labuan Bajo yang berada di Nusa Tenggara Timur dipromosikan dalam ajang “42nd International Fair of Tourism” yang berlangsung pada 20-23 Februari 2020 di Beograd, Serbia.

International Fair of Tourism ini diadakan setiap tahunnya dan menghadirkan sekitar 900 exhibitor dan dikunjungi oleh sekitar 65.000 ribu pengunjung. Partisipasi KBRI Beograd pada pameran ini merupakan salah satu program prioritas di tahun 2020.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beograd dengan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF).

Duta Besar RI untuk Serbia dan Montenegro M. Chandra Widya Yudha saat pembukaan International Fair of Tourism di Beograd, Kamis (20/2/2020), menjelaskan kegiatan pameran seperti ini berperan penting untuk strategi KBRI Beograd mempromosikan pariwisata Indonesia di Serbia dan kawasan sekitarnya.

“Berkat berbagai kegiatan promosi yang dilakukan, terlihat ada kenaikan signifikan wisatawan Serbia ke Indonesia sebesar 40 persen dibanding pada 2018. Tercatat wisatawan Serbia ke Indonesia pada 2019 sebanyak 5600 wisatawan,” katanya.

Pengunjung di stand Indonesia IstPengunjung di stand Indonesia (Ist)

Dubes Chandra Widya Yudha juga menjelaskan meskipun Bali menjadi destinasi favorit wisatawan Serbia, KBRI Beograd juga mempromosikan destinasi lainnya yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang sebagai 5 Destinasi Super Prioritas yang saat ini sedang didorong pembangunan infrastrukturnya.

“Labuan Bajo menjadi fokus utama pameran ini dikarenakan akan menjadi tempat penting penyelenggaraan Konferensi G20 dan Konferensi ASEAN. Selain BOPLBF, KBRI Beograd bekerja sama dengan Turkish Airlines, Jungle Tribe yang merupakan TA/TO Serbia dengan market share wisatawan ke Indonesia paling besar,” katanya.

Terpisah Dirut BOPLBF Shana Fatina juga menjelaskan, Labuan Bajo telah ditetapkan Presiden Jokowi sebagai destinasi wisata premium. Yang pengembangan infrastrukturnya ditargetkan selesai pada akhir 2020.

“Event ini menjadi salah satu momentum kita untuk memperkenalkan pariwisata di NTT. Selain Labuan Bajo dan Flores, NTT memiliki potensi pariwisata luar biasa, seperti Sumba dan Daratan Timor. Karena bicara pariwisata ini kan kita tidak hanya bicara soal atraksi alam, tetapi juga budaya dan manusianya,” katanya./ JOURNEY OF INDONESIA

Fasilitas wisata Meeting Incentive Conference Exhibition (MICE) di destinasi wisata super premium Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah seiring semakin banyaknya proyek infrastruktur yang dibangun.

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo juga berkesempatan untuk meresmikan salah satu amenitas hotel yang dijadikan tempat menyelenggarakan event MICE di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur yakni Hotel Inaya Bay dan Kawasan Marina, Labuan Bajo Senin (20/1/2020).

Prsiden mengatakan bahwa dirinya sangat senang di Labuan Bajo saat ini memiliki lokasi untuk menyelenggarakan event untuk menunjang industri pariwisata di sana. “Saya senang sekali melihat betapa bagusnya Hotel Inaya Bay ini. Saya tidak ingin berpanjang kata, semoga hotel ini bisa memberikan dukungan penuh bagi pariwisata di Labuan Bajo," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Negara juga mengatakan saat rapat bersama para Menteri Kabinet Indonesia Maju untuk membahas pengembangan destinasi wisata Labuan Bajo, pengembangan destinasi wisata Labuan Bajo yang bersegmen super premium terdapat beberapa hotel berbintang di Labuan Bajo dengan berbagai fasilitas yang ada. “Namun hal itu dirasa masih belum cukup, tetapi kita juga melihat masih sangat diperlukan lagi tambahan hotel untuk Labuan Bajo,” katanya.

Labuan Bajo IstLabuan Bajo (Ist)

Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam laporannya kepada Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa amenitas tersebut merupakan join venture antara PT Indonesia Ferry Property dengan PT Pembangunan Perumahan untuk membangun infrastruktur Kawasan Marina Labuan Bajo.

"Saat ini kita berada di Inaya Bay Komodo, hotel yang memiliki 147 kamar sekelas bintang 4 ini dilengkapi multifunction hall dengan kapasitas 1.000 orang. Ini merupakan multifunction hall pertama di Labuan Bajo yang bisa menampung orang dalam jumlah besar dan bisa menjadi venue dalam berbagai event MICE,” kata Wishnutama.

Menparekraf juga menggarisbawahi, pembangunan sarana pendukung di Labuan Bajo yang sedang gencar dilakukan, harus seirama dengan pembangunan SDM di sana. Masyarakat setempat tidak boleh hanya jadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku dan menerima dampak positif pembangunan pariwisata di daerahnya.

“SDM harus terus ditingkatkan keahliannya, serta kompetensinya. Dengan begitu, SDM tersebut bisa dilibatkan dalam pembangunan kawasan Labuan Bajo. Serta memberikan pelatihan bagi masyarakat setempat untuk menggarap produk-produk lokal, baik dari sisi pengemasan, desain, harga, dan lain-lain,” katanya./ JOURNEY OF INDONESIA

Page 2 of 5