Desa Wisata Alamendah memiliki potensi daya tarik bagi wisatawan berupa alam yakni Kawah Putih, daya tarik alam Ranca Upas, peternakan sapi perah, agrowisata pertanian sayur dan buah, Arboretum Park Alamendah, wisata edukasi berupa jelajah kopi, dan ada juga bird watching.

Di desa ini juga berkembang sentra ekonomi kreatif yang menjadi daya tarik di antaranya kesenian dog-dog, pencak silat, tarian jaipong, hingga alat musik khas Sunda berupa calung, kecapi, suling, dan karinding.

Desa Wisata Alamendah juga dikenal dengan agrowisata yang menyediakan wisatawan untuk memetik hingga menanam tanaman stroberi. Terdapat 5 jenis stroberi yang ditanam di Desa Wisata Alamendah, yakni KP Belut, Manora, Mencir, Cenia, dan Earlibret.

Nah, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat melakukan visitasi 50 Desa Wisata terbaik Indonesia Bangkit ADWI 2021, Jumat (10/9/2021), mengatakan Desa Wisata Alamendah menjadi salah satu simbol kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sebab, Desa Wisata Alamendah memiliki banyak potensi yang berdaya saing tinggi.

“Desa Wisata Alamendah ditetapkan sebagai 50 desa wisata terbaik. Atas nama Kemenparekraf, hari ini kami saat berbahagia bahwa Desa Wisata Alamendah ini menjadi satu simbol kebangkitan ekonomi,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf saat berkunjung ke agrowisata perkebunan stroberi di Desa Wisata Alamendah IstMenparekraf saat berkunjung ke agrowisata perkebunan stroberi di Desa Wisata Alamendah (Ist)

Desa Wisata Alamendah juga menjadi salah satu desa agronomi termaju dan terpadat di Kecamatan Rancabali dengan mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah petani dan pedagang. Namun, saat pandemi perekonomian di Desa Wisata Alamendah turut terdampak. “Jadi seiringnya PPKM, kita harapkan Desa Wisata Alamendah ini bisa segera pulih dan membuka berkah bagi masyarakat. InsyaAllah menjadi sejahtera,” ujar Sandiaga.

Sandiaga berharap dengan terpilihnya Desa Wisata Alamendah dapat menjadi bagi berkah bagi seluruh masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Sementara itu, Kepada Desa Alamendah, Awan Rukmawan, menjelaskan desanya memiliki atraksi andalan salah satunya bird watching. Dalam kegiatan ini, wisatawan dapat mengamati burung di alam bebas dengan mata telanjang, menggunakan alat bantu seperti teleskop atau teropong binokular, atau sekadar mendengarkan suara cuitan burung.

Uniknya lagi atraksi ini merupakan satu-satunya atraksi yang dikenakan biaya dalam mata uang dolar AS. “Di sini ada 124 jenis burung di antaranya ada burung elang jawa dan poksay. Wisatawan juga bisa kasih makan beberapa burung di sini,” ujarnya.

Desa dengan luas 2.265 km² ini juga menghadirkan wisata religi sehingga wisatawan dapat belajar mengaji, mengikuti kajian, hingga belajar dzikir.

Dalam kesempatan ini juga, Menparekraf juga berkunjung ke Curug Awi Langit sembari menikmati sajian atraksi pencak silat dalam air dengan background air terjun dan bebatuan. Ia pun sambil minum kopi khas alam. Dan di penghujung acara, Sandiaga memberikan karangan bunga atas lahirnya sapi ADWI yang lahir saat Alamendah masuk 100 besar. Ia juga memberikan 10 sepeda untuk Desa Wisata Alamendah./ JOURNEY OF INDONESIA

Menparekraf Sandiaga Uno saat Virtual Media Briefing "Berbagi Pengetahuan tentang Manfaat Teknologi Bagi Dunia Ekraf bersama AWS dan SiCepat, Selasa (7/9/2021) menjelaskan dengan adanya pandemi Covid-19, memicu terjadinya akselerasi proses digitalisasi.

Berdasarkan survei We Are Social pada April 2021, disebutkan sekitar 88,1 persen pengguna internet di Indonesia menggunakan layanan perdagangan elektronik (e-commerce) untuk berbelanja produk.

“Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang sangat signifikan pada semua sektor, termasuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Di masa penuh tantangan seperti saat ini, kita harus mampu menangkap peluang secara kreatif sebagai peluang untuk membangkitkan ekonomi dan menjadi pandemic winner,” katanya.

Dengan maraknya edutech, Sandiaga Uno juga menjelaskan, pemerintah harus dapat mengoptimalkan kegiatan bimbingan teknis yang biasanya memakan biaya tinggi karena dilakukan di berbagai titik di daerah, dengan menggunakan model pembelajaran jarak jauh yang sangat lebih efisien. Bahkan dapat menyambungkan pelatih-pelatih berkualitas bahkan dari luar negeri. Ini salah satu contoh pemanfaatan teknologi yang efisien bagi pasar dan pemangku kepentingan.

Pemerintah juga telah meluncurkan Gernas BBI untuk membantu UMKM untuk masuk ke platform digital. Hasilnya selama tahun 2020, ada 3,7 juta UMKM yang masuk ke platform digital, sehingga total ada 11,7 UMKM yang telah go-digital dari sebelumnya 8 juta UMKM. Total target 30 juta UMKM onboarding hingga akhir tahun 2023.

“Kuncinya adalah generasi muda. Mereka harus terus diajak dan di-guide untuk senantiasa cermat melakukan inovasi, adaptasi juga kolaborasi. Merekalah pemeran utamanya di tahun 2045 sebagai agen perubahan bukan generasi rebahan, diharapkan dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan ekosistem startup di Indonesia, khususnya dalam berinovasi dan berkontribusi dalam mewujudkan visi besar Indonesia menjadi negara maju dan kekuatan ekonomi digital terbesar di masa depan,” ungkap Sandiaga./ JOURNEY OF INDONESIA

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong potensi wisata edukasi peternakan di Desa Wisata Cisande, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hal tersebut dilakukannya pada saat visitasi 50 desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di Desa Wisata Cisande, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/9/2021). Dirinya menjelaskan, Desa Wisata Cisande, Kabupaten Sukabumi, memiliki potensi desa wisata berbasis edukasi peternakan. Desa Wisata Cisande menyuguhkan ragam kegiatan dengan nilai-nilai edukasi peternakan untuk wisatawan, seperti budidaya ikan hias dan lele. Namun menurutnya masih ada yang kurang untuk dikembangkan, yakni peternakan domba. Oleh karenanya, ia memberikan sepasang domba yang ia beri nama “AD dan WI” yang diharapkan dapat membantu Desa Wisata Cisande dalam mengembangkan desa wisata berbasis edukasi peternakan. Desa Wisata Cisande juga memiliki potensi kegiatan wisata edukasi lainnya seperti menghias layang-layang caping juga menanam padi. Desa tersebut juga memiliki segudang daya tarik berupa kegiatan outbond flying fox, panahan, river tubing, camping ground serta Bukit Cemara. Selain itu desa ini juga menonjolkan nilai budaya setempat dengan menghadirkan taman kuliner yang di dalamnya ada angkringan, warung kopi, dan kegiatan cooking traditional class khas Cisande.

Wisatawan juga dapat berkunjung ke rumah produksi kriya sandal jepit, rumah produksi permainan tradisional khas Cisande, rumah produksi anyaman bambu, rumah produksi abon lele, rumah produksi batik khas kecamatan Cicantayan, Sukabumi serta pakaian khas pangsi.

Menparekraf mencoba kegiatan cooking traditional class khas Cisande IstMenparekraf mencoba kegiatan cooking traditional class khas Cisande (Ist)

Dengan beragam potensi itu, Sandiaga menjelaskan bahwa Desa Wisata Cisande memiliki potensi wisata yang tidak hanya menarik, tapi juga berkelanjutan, punya potensi bersaing dengan desa wisata kelas dunia, hingga mampu mendorong pembangunan daerah kesejahteraan rakyat. “Desa Wisata Cisande sebagai peserta dari 1.831 jaringan desa wisata dan Jawa Barat menjadi perwakilan dari 50 desa wisata terbaik. Kita harapkan desa wisata ini dapat membangun Indonesia," ujar Sandiaga Saat tiba di Agrowisata Cisande, Menparekraf Sandiaga disambut oleh marching band Opa-Oma, yang pemainnya terdiri dari para lansia. Sandiaga juga menyawer pemain marching band Opa-Oma yang merupakan tradisi dari Desa Cisande. “Opa-Oma semangatnya luar biasa sekali dalam mendukung daya tarik wisata di desa ini. Semangatnya patut kita tiru,” ujar Sandiaga. Marching band Opa-Oma di Desa Wisata Cisande ini terbentuk sejak tahun 2015. Tujuan dibentuknya marching band ini adalah sebagai daya tarik di Desa Wisata Cisande. Uniknya, para pemain marching band Opa-Oma yang rata-rata berusia 50-70 tahun ini sebelumnya tidak memiliki pengalaman sebagai pemain marching band di usia muda. Selanjutnya, Sandiaga juga menjumpai booth souvenir fesyen (baju tani atau pangsi), kriya yang berupa kerajinan tangan bambu, bunga lipat dari uang, caping. Ia juga melihat proses pembuatan makanan khas Cisande, dan turut mencoba membuat nasi di tungku dan menggoreng comro bersama ibu-ibu setempat.

Sandiaga juga menyempatkan untuk memberi makan ikan dan bermain panah, hingga menerbangkan layang-layang bersama anak-anak di Desa Cisande./ JOURNEY OF INDONESIA

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, yakin bahwa subsektor kuliner yang ada di Kota Administrasi Jakarta Utara mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Hal ini dikarenakan di tengah pandemi dan tantangan ekonomi para pelaku ekonomi kretif Jakata Utara mampu menghasilkan berbagai macam produk kuliner yang bervariatif, semisal cilok keju, baby crab crispy, kunyit asem dan beras kencur, mie days, jamu gendong, susu kedelai gnv lezatos, bir pletok, kolang kaling, dapur roka sambel nusantara, hingga kebab hunter.

Dalam kesempatan itu, Menparekraf pun turut mencicipi salah satu produk kuliner yaitu Kebab Hunter, yang diracik sendiri oleh Ibu Istiqomah. Kebab Hunter ini memiliki saos spesial sehingga menghasilkan cita rasa yang unik dan khas ala Timur Tengah.

“Sebelumnya saya sudah pernah makan kebab di Timur Tengah, dan ini jauh lebih enak karena terasa gurih dan pedasnya pas. Not to hot, but not to soft. Ini kalau dihangatkan lagi pasti jauh lebih enak,” tuturnya.

Tidak hanya mencicipi kulinernya saja, Menparekraf juga turut membantu mempromosikan satu per satu produk kuliner tersebut.

Salah seorang petugas Wisata Alam Angke Kapuk IstSalah seorang petugas Wisata Alam Angke Kapuk (Ist)

Dengan adanya potensi subsektor kuliner di Jakarta Utara, Kemenparekraf/Baparekraf berupaya untuk menjadikan Kota Administrasi Jakarta Utara sebagai salah satu kota kreatif Indonesia. Oleh karenanya, kehadiran workshop ini sebagai pemantik untuk mendorong pelaku ekraf dalam menggali dan menumbuhkembangkan potensi daerah lokalnya dengan pemanfaatan teknologi digital.

“Kita harapkan kebangkitan khususnya di subsektor kuliner ini bisa membuka peluang kerja bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain potensi kuliner, Jakarta Utara yang terletak di pesisir utara memiliki hutan mangrove yang mampu menjadi daya tarik wisata dan perlu dilestarikan. Karena semakin banyak hutan mangrove di daerah Jakarta, jumlah oksigen akan semakin meningkat.

“Saya ingin berpesan, bahwa kita juga harus turut serta dalam menjaga lingkungan. Cintailah bumi kita. Karena hal ini sejalan dengan konsep pariwisata ke depan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan lingkungan,” ujarnya.

Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Hariyanto, menambahkan, salah satu tujuan utama dari workshop Pengembangan Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia adalah tindak lanjutnya.

“Jadi bagaimana workshop ini dapat mendorong Jakarta Utara segera melakukan uji petik penilaian mandiri kabupaten kota Indonesia. Sehingga, nantinya Jakarta Utara dapat segera melakukan uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif di Indonesia,” kata Hariyanto./ JOURNEY OF INDONESIA

Menparekraf Sandiaga Uno saat webinar yang diadakan Dinamika Umat (Dinamiku) Darul Hikam dengan tema "Harapan, Tantangan dan Peluang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif", Selasa (31/8/2021), menjelaskan pandemi Covid-19 memberikan tantangan berupa disrupsi digital yang terjadi pada setiap lini, serta memunculkan berbagai peluang hingga hilangnya berbagai mata pencaharian pada sektor parekraf.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bangkit dan pulih dengan menjadi entrepreneur yang memiliki kemampuan adaptasi dalam menggunakan teknologi serta digitalisasi.

Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan selama pandemi, BPS (Badan Pusat Staistik) mencatat penjualan online tertinggi masih dipegang sektor kuliner (makanan dan minuman) yang melonjak tajam lebih dari 1000 persen. Hal ini menjadi alasan kuat bagi penggiat usaha kuliner untuk terus beradaptasi dengan teknologi dan melakukan inovasi penjualan.

"Kami melihat bahwa transaksi daring yang terus meningkat menjadi 3,1 juta transaksi per hari. Ini adalah peluang untuk kita gunakan, dan kesempatan ekonomi kreatif untuk onboarding ke dalam ekosistem ekonomi digital. Saya mengajak untuk seluruh peserta dapat memikirkan pola entrepreneurship, kewirausahaan dan perniagaan, karena 9 dari 10 pintu rezeki itu ada di perniagaan maka kita harus tingkatkan perniagaan dan kewirausahaan melalui inovasi," ujar Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno IstMenparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (Ist)

Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga Uno juga menyampaikan Kemenparekraf saat ini fokus menggenjot pergerakan wisatawan domestik untuk menghidupkan pariwisata kembali.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk menarik wisatawan nusantara adalah dengan mengembangkan desa wisata. Sebab, desa wisata memiliki konsep wisata alam dan budaya yang diminati di masa pandemi. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Kemenparekraf akan terus mengembangkan wisata religi di Indonesia.

"Pemulihan dan perluasan pasar melalui wisatawan nusantara dengan konsep bangga berwisata #DiIndonesiaAja #IndonesiaCare. Untuk segmen wisata religi misalnya, lebih dari 11 miliar dolar AS dihabiskan oleh wisatawan Indonesia untuk berwisata di luar negeri. Salah satu yang bisa kita harapkan sambil kita menunggu kenormalan baru dalam berwisata religi di luar negeri, kita kembangkan wisata religi di dalam negeri," ujarnya.

Turut hadir juga dalam acara webinar anggota DPR RI Komisi II, Ketua Yayasan Darul Hikam Bandung, Sodik Mudhahid yang mengapresiasi kehadiran Menparekraf yang telah bergabung untuk memberikan arahan bagi para pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif.

"Mereka sangat ingin untuk berdialog langsung dengan Menparekraf untuk mendapatkan arahan informasi program yang bisa dikembangkan agar ekonomi kreatif bisa menjadi tulang punggung bagi pemulihan ekonomi nasional," ujarnya/ JOURNEY OF INDONESIA

Page 1 of 14