Cukup banyak yang menyadari bahwa seorang yang rendah hati akan senantiasa sadar keterbatasan kemampuan diri. Sikap rendah hati sangat berkaitan dengan kesabaran dan jauh dari kesombongan. Rendah hati adalah sikap yang harus dimiliki oleh semua orang. Terlebih, manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri.

Dalam dunia bisnispun, sikap rendah hati ini sangatlah diperlukan. Karena ketika terjadi sesuatu yang mungkin dapat membunuh bisnisnya, dia akan merespon secara positif sikap setiap kejadian. Namun apakah kehidupan orang yang rendah hati pun akan selalu tenang tanpa kegelisahan?

Hal tersebut diungkapkan oleh Muhammad Supriadi, saat menjadi pembicara Webinar gerakan #akuberdaya bertajuk Dare To Good, Pribadi Berkelas Memperlakukan Diri Sendiri dan Orang Lain dengan Penuh Penghargaan.

Supriadi adalah seorang Personal Power Specialist dari Asosiasi Tempa Trainers Guild (TTG) yang mengatakan rendah hati lekat dengan perilaku orang baik. Untuk menjadi orang baik sejatinya membutuhkan keberanian.

Kemudian dirinya memberi contoh sosok seorang pedagang Nasi Megono yang kerap ditemuinya saat melakukan olahraga pagi di sekitar tempat tinggalnya. Supriadi menyebutkan bahwa Pakdhe Yono, begitu Supriadi selalu menyapa, bukanlah seorang pedagang kebanyakan. Hal tersebut dirasakannya ketika pada suatu hari tak jauh dari pangkalan Pakde, tiba-tiba ada yang jualan dengan produk yang sama.

"Pakdhe apa nggak marah, ada pesaing?" tanya Supriadi. Lalu dijawab, "Biar saja Pak. Orang itu kan juga punya anak punya istri. Biarkan nanti orang yang menilai. Kalau mereka suka taste masakan yang saya jual, pasti mereka akan bertahan disini". Jawaban tersebut membuat Supriadi penulis buku berjudul Two Win Heart ini terharu. 

Kenyataannya, seiring berjalannya waktu dagangan pakdhe Yono malah semakin ramai. "Semua kejadian yang kita alami adalah sesuai dengan impact yang kita ciptakan sendiri. Pakdhe Yono mengajarkan kita, bagaimana kita merespon setiap kejadian secara positif sehingga mengem-power dia. Sikap baik pakdhe ini membawa dia pada kerendahan hati. Kemudian menjadi orang yang bijaksana," jelas Supriadi.

Jika diibaratkan, tangan kanan memegang teko berisi air mineral, sebelah kiri gelas. Orang yang rendah hati meletakkan hatinya lebih rendah dari teko. Pada saat air mineral dituangkan, akan masuk kedalam gelas. Tetapi orang yang tinggi hati, akan melakukan yang sebaliknya. Maka apa yang terjadi , air itu tidak akan pernah masuk ke dalam gelas itu. Dan dia tidak mendapatkan apa-apa kecuali kesombongan.

"Kita meniru cara Pakdhe Yono merespon kejadian yang mungkin bisa membunuh bisnisnya. Dia memilih respon yang memberdayakan dirinya," ungkap Supriadi menambahkan.

Terkait pemberdayaan diri, Supriadi memberi pertanyaan kepada audiens yang mengikuti webinarnya pada pagi hari di akhir Maret silam. "Bayangkan diri Anda dalam 5 tahun yang akan datang? Kalau ditanyakan hal ini, imajinasi apa yang muncul dalam benak Anda?" ujar serius.

Supriadi menjabarkan bahwa orang yang tidak mendesain apa-apa pada kehidupannya di masa depan, dapat dikatakan sebagai orang yang jahat terhadap diri sendiri. "Anda biarkan hidup anda seperti daun kering yang kemudian dibawa air. Tersangkut kesana kemari. Melihat orang sukses kepengen, melihat orang punya sesuatu kepengen", ungkapnya.

Untuk itu Supriadi memberi rumus sederhana agar kita dapat menyusun rencana masa depan dengan sebuah kata-kata SMART, yang meliputi:

Spesifik
Menciptakan mimpi yang spesifik, seperti memiliki rumah 2 lantai, dengan 5 kamar berkamar mandi didalam, bercat putih. Mimpi spesifik seperti ini mudah diterjemahkan oleh otak, ketimbang sekedar mimpi menulis buku dan bermanfaat untuk orang lain. Mimpi seperti ini sangat abstrak dan umum, sehingga tidak bisa diterjemahkan oleh otak.

Measurable, Terukur
Menjadi orang kaya , apa ukurannya? Mimpi menjadi orang kaya ini tidak bisa dieksekusi di level tindakan. Beda hal, ketika anda mengatakan saya ingin punya ruko 12.
Setiap bulan, jatuh tempo, maka saya menerima gaji dari hasil ruko sebanyak 12 pintu. Clear ya, bisa diukur 12 nya.  

Attainable
Jangan menetapkan mimpi yang tidak pernah bisa kita raih. Harus relavan dengan misi hidup anda. Kalau tidak relavan akan terjadi pertempuran di dalam diri anda sendiri.
Bayangkan jika anda orang tua memaksakan mimpi anda pada anak. Maka menjadi irrelevan untuk sang anak.

Pernah dengar kisah seseorang yang sudah berada di puncak sukses, tapi kemudian dia keluar dari kariernya. Kemudian dia menjadi penyanyi, musikus. Karena selama ini dia menjalani mimpi orang lain.

Reward
Time bound, berbatas waktu. Aanda harus tetapkan batas waktunya berapa lama. Saya dulu mengimajinasikan punya ruko 12 pintu. Ruko pertama saya ada 3 ruko, nanti yang menyewa adalah perusahaan-perusahaan besar. Kejadian nggak? Kejadian. Imajinasi saya menggerakkan diri saya.

"Setelah itu tuliskan mimpi anda. Tapi dalam setiap pelatihan-pelatihan, tidak banyak yang berani menuliskan mimpinya. Hidup ini milik anda, bukan milik orang lain. Tapi anda tidak mengerti bagaimana hidup anda 5, 10 tahun akan datang. Untuk menjadi baik butuh keberanian, imajinasikan ke dalam benak anda.

"Apa yang akan terjadi berikutnya? Anda akan mendapatkan kekuatan di dalam diri anda," jelas Supriadi./ JOURNEY OF INDONESIA

Selama dua tahun pandemi Covid menguasai dunia telah banyak merusak keadaan perekonominandunia, termasuk Indonesia. Namun kedatangan tahun baru 2022, diharapkan bisa membuat ekonomi bisa terus bertumbuh. Program kerja yang diusung Kemenparekraf, ditambah munculnya gerakan #akuberdaya yang diinisiasi Nina Septiana memperlihatkan adanya titik cerah dan munculnya momentum kebangkitan UMKM Indonesia.

Dalam sambutannya pada gelar Evapora Talk Series 35 yang mengangkat tema Kebangkitan UMKM Indonesia, Nina Septiana menyebut gerakan #akuberdaya berhasil mengajak Menteri Kemenparekraf, Sandiaga Uno hadir berbagi informasi untuk memberi motivasi dan sama-sama bangkit kembali, melalui berbagai platform pembelajaran yang sudah difasilitasi Evapora bekerja sama dengan gerakan #akuberdaya

Nina menyebut, sejak gerakan #akuberdaya dirilis di Jakarta, pada Oktober 2021, ada mimpi besar yang ingin ditujunya, yakni, “Ingin melejitkan keberdayaan perempuan Indonesia dan juga UMKM Indonesia!”. Nina mengaku tidak tanggung-tanggung dalam memasang target pemberdayaan tersebut, yakni ada satu juta UMKM Indonesia yang bisa diberdayakan selama satu tahun ke depan.

“Pada akhirnya gerakan ini bisa memperbaiki kondisi bangsa dan negara. Doakan agar gerakan #akuberdaya bisa terus menjadi bagian yang bisa terus melejitkan keberdayaan UMKM Indonesia.”

Pada sessi utama hadir DR. Indrawan Nugroho yang mengakui setelah dua tahun dalam situasi covid yang melemahkan perekonomian, pada akhirnya harus mulai menemukan, celah untuk melompat. “Yang sebelumnya mungkin masih ragu-ragu, banyak batasan, namun di awal 2022 ini, kita harus yakin menjalani bisnis. Allah SWT sudah mulai membuka pintu-pintu rezeki yang dulu mungkin sempat tertutup,” ungkap Indrawan.

Walaupun, masih ada ancaman Omnicron, namun Indrawan menyebut secara infrastruktur, market, pasar sudah terbuka, peluang-peluang sudah digelar, dan yang terpenting tetap harus dijaga prokesnya. Pandemi belum tuntas benar. Tapi mudah-mudahan banyak, kesempatan yang sudah terbuka, walaupun belum lebar banget!” ungkap Indrawan.

Indrawan menyebut, saat ini yang diperlukan adalah mau dengan cepat menangkap peluang secara tepat. Tentu saja bukan kecepatan yang sporadis, tetapi cepat yang tepat sasaran. Karena kalau serabutan menangkap peluang, tetapi kita tidak mampu men-deliver, akhirnya bisa buntungdibanding untungnya.

Evapora Talk Series 35 Ist

Speed is a key, tetapi sekali lagi, harus tepat sasaran. “Ibarat burung elang yang terbang dengan cepat di udara, dan bisa menangkap ikan di laut! Maka di tahun baru ini jadilah Elang yang siap menukik tajam, mengambil setiap peluang.”

Indrawan juga mengingatkan, sejak awal pademi, ia mengkampanyekan semangat ofensif bukan semangat defensif. “Tahun lalu di event Evapora, saya meneriakkan kata itu berulang-ulang seperti kaset rusak. Karena the best defence is offence. Karena dalam situasi yang paling sulit sekalipun. Kalau bicara bisnis pasti seperti itu.” Meskipun ofensif, Indra menyarankan agar tidak bergerak tanpa arah, dan statregi harus jelas.

Namun di luar itu, dirinta menyadari masih banyak UMKM yang merasa takut untuk membuat loncatan, mungkin karena punya pengalaman buruk dalam dua tahun terakhir dimana banyak yang menemui kegagalan, menghentikan cabang, mengurangi pegawai, bahkan terpaksa menutup usaha. Dan ini membuat trauma untuk membuat gebrakan.

Indrawan mengingatkan syarat utama seorang entrepreneur, sejatinya adalah harus memiliki optimisme yang kuat. “Jika tidak punya itu, lebih baik jadi pegawai dan bekerja di instansi. Dan hidup secara aman! Sementara enterprenuer akan selalu menghadapi tantangan yang terus menerus!”

Lebih lanjut ia menyebut, menjadi pengusaha harus punya semangat seperti kecoa.“Berkali-kali diinjak, tetap bisa lari dan hidup. Jadi semangat enterprenuer itu harus mirip kecoa!”

Indrawan dengan secara memikat juga memaparkan hasil riset tentang UMKM di industri kreatif yang membawanya berhasil meraih gelar Doktor di bidang Startegic Management. Ingin kepoin paparannya? Bisa disimak via Youtube https://youtu.be/t8tRL0kylhE dan juga ada paparan Menparekraf Sandiaga Uno juga di sini./ JOURNEY OF INDONESIA

Gerakan #akuberdaya yang digagas desainer Nina Nugroho, kembali berkolaborasi dengan Evapora, digital event organizer, menggelar Diskusi Publik Kementrian Koperasi dan UMKM bersama komunitas UMKM Indonesia ‘Peluang dan Strategi 2022’.

Sebanyak 8 tokoh dari komunitas UMKM berdiskusi langsung dan memberikan insight terkait kesiapan UMKM menghadapi tantangan di 2022. Para tokoh tersebut adalah Coach Ridwan Abadi dari SBC, Rachmat Sutarno M, dari KPMI, Iwan Kurniawan dari Gen Pro, Ridwan Hamid dari Aumi Kadin, Afdal Marda dari Forum UKM Rendang, Menhefari dari Dimensi, dan Subagiyo ST, dari Kul-Ind.

Dalam kesempatan tersebut, Mentri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dalam sambutannya mengakui peran UMKM sebagai tonggak perekonomian Indonesia. Sehingga pemerintah terus memperbaiki ekosistem supaya UMKM berkembang. Menurutnya, di masa pandemi ini UMKM yang mampu bertahan adalah yang terhubung dengan ekosistem digital, dengan memanfaatkan platform e-commerce, marketplace.

“Adaptasi, kreativitas dan inovasi adalah kunci keberlanjutan UMKM dimasa pandemi dan juga menghubungkan UMKM ke pasar global. Untuk itu, sudah saatnya dan mau tidak mau UMKM bertransformasi ke digital. Penetrasi digitalisasi, bagi UMKM akan mendapatkan margin lebih dan memangkas mata rantai penjualan,”papar Teten, lagi.

Usai memberi sambutan, diskusi dilanjutkan bersama Deputi Bidang Usaha Mikro, Eddy Satriya yang secara seksama mendengarkan sejumlah harapan dan insight dari 8 tokoh komunitas UMKM agar UMKM semakin bertumbuh di tahun depan. “Seiring pertumbuhan ekonomi yang kian menunjukkan tren yang positif, kami berharap pemerintah dapat melakukan stimulasi untuk menaikkan daya beli di masyarakat,” kata Luftiel Hakim, dari komunitas Tangan Di Atas (TDA).

Kemudian, Abah Iwan dari komunitas Genpro mendorong pemerintah untuk menggiatkan pusat inkubasi kelompok usaha berbasis digital. Seperti yang sudah berjalan adalah Tasik Digital Native. Dimana para generasi millennial terfasilitasi untuk menjalankan bisnis online.

Sementara itu Menhefari dari komunitas pebisnis online, Digital Marketing Enthusiast Indonesia (Dimensi) membawa sejumlah harapan dari membernya yang saat ini berjumlah 7800 orang di seluruh Indonesia.

Peserta Diskusi Publik Peluang Strategi 2022 IstPeserta Diskusi Publik Peluang & Strategi 2022 (Ist)

“Kami dari pebisnis online berharap pemerintah dapat mempercepat proses pemberian ijin edar dari BPOM dan sertifikat HAKI, Pak. Karena terus terang tanpa legalitas itu, kami nggak bisa jualan. Kalau nggak ada Haki, brand kami terancam ditiru. Ini jelas merugikan kami. Lalu terkait pelayanan pajak, kami dituntut untuk bayar pajak".

"Tolong kami diberikan pelatihan sederhana terkait pajak, karena kami sungguh-sungguh tidak mengerti bagaimana cara melaporkan pajak kami. Karena kami hanya pedagang kecil yang berusaha untuk bertahan hidup. Jadi pajak ini sangat menakutkan bagi kami. Terakhir, masalah ekspedisi, sistem COD yang semakin marak. Adakah bantuan hukum untuk UMKM, karena ada sekitar 40 teman kami yang disomasi oleh perusahaan ekspedisi terkait sistem COD ini,” kata Menhefari, bersemangat.

Kementerian Koperasi dan UKM melalui, Eddy Satriya, Deputi Bidang Usaha Mikro berjanji akan menindak lanjuti masukan dari para tokoh UMKM pada acara diskusi publik tersebut. “Terkait HAKI, pelatihan pajak sederhana dan ekspedisi harus dibahas tersendiri. Memang kalau produk UMKM dibajak, marketplace seharusnya memberikan perlindungan. Juga untuk BPOM, sudah ada kemudahan-kemudahan yang diberikan . Jadi sebelum ijin edar dari BPOM keluar, tetap bisa memasarkan produknya,” jelas Eddy Satriya.

Nina Nugroho sebagai penggagas gerakan #akuberdaya berharap diskusi public ini dapat menjawab tantangan untuk UMKM Indonesia agar dapat naik kelas di 2022.

“Dari webinar ini diharapkan semakin terlejitkan keberdayaan para UMKM. Dimana para pelaku UMKM dapat melihat peluang-peluang yang terbuka lebar di tahun 2022, sehingga mereka dapat menyusun strategi untuk pulih dan meroket,” pungkas Nina./ JOURNEY OF INDONESIA

Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021, Bank Indonesia bersama Indonesia Fashion Chamber (IFC) dan Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) menyelenggarakan Mastermind Class Modest Fashion. Acara yang diselenggarakan di JCC beberapa waktu lalu ini, menggundang 10 fashion desainer Indonesia terdepan di lini masing-masing yakni Dian Pelangi, Vivi Zubedi, Ria Miranda, Khanaan, Chyntia Mahendra, Irna Mutiara, Tuty Atib, Jeny Tjahyawati, Nina Nugroho dan Istafiana Candarini.

Acara yang juga dihadiri para ahli di bidang produk halal yaitu Sapta Nirwandar (Chairman of IHLC & Indonesia Tourism Forum), Jetti Rosila Hadi selaku (Vice Chairwoman IHLC), Diana Yumanita (Deputy Director Sharia Economy & Finance Department of Bank Indonesia), Ria R. Christiana (CEO DBRANCOM) serta Prof Carla Jones, antropolog dari Universitas Colorado, AS yang hadir secara virtual.

Mastermind Class sendiri adalah sebuah forum yang bertujuan untuk menjadikan para pengusaha modest fashion di Indonesia menyadari bahwa mereka adalah mastermind (orang dibalik) kesuksesan industri modest fashion Indonesia untuk bisa berjaya di pasar global. Selain untuk membentuk kesadaran tersebut, kegiatan ini juga dilengkapi dengan business linkage dimana akan dilakukannya perkenalan dari lembaga wakaf produktif untuk membuka potensi-potensi kerjasama antara pengusaha modest fashion dan lembaga wakaf produktif.

Dalam paparannya secara virtual, Prof Carla Jones menyebutkan selama ini Indonesia sebenarnya telah dikenal sebagai salah satu pusat fashion dunia, namun sayangnya, lebih kepada fast fashion yang dalam banyak hal berseberangan dengan prinsip sustainability yang kini tengah menjadi perhatian dunia, dalam upaya merawat bumi.

Sementara modest fashion mengusung sustainability, inclusivity dan equity yang merupakan hal pokok dalam konsep halal,  dan banyak dicari oleh konsumen di luar negeri, terutama Amerika Serikat. "Karena itu modest fashion dari Indonesia yang mengusung faktor-faktor tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan akan menjadi produk yang dicari oleh konsumen global", ungkap Carla Jones, antropolog yang banyak meneliti perkembangan Islam di Indonesia.

Carla Jones menambahkan bahwa saat ini lebih dari 2 miliar penduduk dunia yang beragama Islam ingin berpakain sesuai aturan agama namun tetap mementingkan pula keindahan, keinginan, sikap dan etika, faktor budaya ini menjadi penentu dibandingkan factor-faktor ekonomi lainnya.

Nina Nugroho CEO PT. Nina Nugroho Internasional bersama Sapta Nirwandar Chairman of IHLC IstNina Nugroho, CEO PT. Nina Nugroho Internasional bersama Sapta Nirwandar, Chairman of IHLC (Ist)

"Para ahli menghitung, pada tahun 2024-2025 masyarakat dunia akan membelanjakan 360 miliar dollar AS untuk busana. Tentu mereka ingin mengenakan busana sesuai karakter dan keyakinan sehingga merasa lebih nyaman dan oke", sebutnya.

Untuk itu desainer modest fashion Indonesia perlu melakukan sejumlah inovasi, diantaranya dengan mengkombinasikan bahan, desain dan bahkan brand ambassador antara dari dalam dan luar negeri. Dengan begitu, maka masyarakat global akan lebih mengenal karya busana Indonesia, tidak hanya sebagai fast fashion tetapi juga modest fashion yang sangat dekat dengan konsep sustainability.

Sesi acara mastermind class yang dipandu oleh Ria R. Christiana menjadi sesi interaktif dengan para desainer. Perbincangan tersebut membahas bagaimana mimpi-mimpi para desainer direalisasikan dalam real action dan membangun sinergi kolaborasi.

Dalam kesempatan tersebut, desainer Nina Nugroho menyampaikan mimpinya, yakni ingin membangun mentalitas perempuan Indonesia agar terlejitkan keberdayaannya. "Nina Nugroho tidak ingin hanya bisa berjualan, tetapi juga membangun value. Saat ini sedang mengkampanyekan Gerakan #akuberdaya yang bertujuan bersama melejitkan keberdayaan melalui apapun yang dimiliki", ungkap Nina.

Nina telah membangun kolaborasi dengan sejumlah stakeholder dan UMKM supaya bersama bergerak sehingga fashion Indonesia diakui secara global. "Kalau desainer lain bergerak dengan memberi pelatihan desain agar lebih berkualitas misalnya, maka Nina lebih menitikberatkan membangun sisi mentalitasnya. Bekerjasama dengan asosiasi trainer untuk menggebrak mental perempuan Indonesia, agar memiliki mental sekuat baja dan menjadi lebih berdaya," tutupnya optimis./ JOURNEY OF INDONESIA

Busana dan makeup merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan. Bahkan keduanya saling bersinergi memberi tampilan sempurna bagi para wanita. Pada event Professional Women’s Week (PWW) 2021, yang dilaksanakan Hybrid (online dan offline) dari tanggal 20-24 September kemarin, Wardah Cosmetics, salah satu local brand yang mengedepakan riasan aman dan halal, hadir menjadi narasumber pada acara talkshow di hari keempat.

Mengangkat tema “Professional Make up Look”, Ajeng Ayu Cahya Ditha, Wardah Demand Creation Manager mengulas penggunaan makeup dan skin care di masa pandemi ini. Menurutnya, meski bekerja dari rumah, namun meeting-meeting yang kerap dihadiri melalui zoom meeting mengharuskan para wanita tetap aware terhadap penampilan.

Bahkan manfaat berdandan itu tidak sekedar memberi penampilan yang terbaik dihadapan orang banyak, namun sekaligus menutupi kekurangan pada wajah kita. “Begitu pun dengan penggunaan skin care yang teratur bukan hanya membuat kulit sehat, tapi juga mampu membuat make up merekat sempurna pada kulit dan tidak mudah crack,” papar Ajeng.

Pada kesempatan yang sama, Wahyu Retnowati, Make Up Expert dari Wardah, mencontohkan cara makeup praktis perempuan, terutama pada hari hari belakangan ini, dimana masker menjadi sesuatu yang wajib. Dia menekankan pengaplikasian makeup pada bagian mata yang dapat diandalkan untuk memberi kesan terbaik untuk penampilan. “Intinya konsentrasikan makeup pada bagian mata. Bentuk alis secara natural, kenakan eye liner dan maskara,” ungkap Wahyu Retnowati yang akrab disapa Reret.

Reret memberi beberapa tip agar saat bepergian, para wanita tidak lupa membawa perlengkapan makeup ‘wajib’. “Seperti bedak cusion, lipstick, pensil alis , eye liner dan maskara sebaiknya jangan sampai ketinggalan ya. Benda-benda ini wajib ada di dalam tas para wanita,” katanya, seraya tersenyum.

Ajeng Ayu Cahya Ditha dan Wahyu Retnowati dari Wardah Cosmetics Nuhaa Ajeng Ayu Cahya Ditha dan Wahyu Retnowati dari Wardah Cosmetics (Nuhaa)

Pada sesi kedua, talkshow menghadirkan desainer Nina Septiana sekaligus penggagas Professional Women’s Week (PWW) 2021 yang mengangkat tema “Professional Modest Fashion”. Dikatakan Nina, terdapat beberapa elemen penting dalam berbusana agar wanita tampil lebih percaya diri, antara lain; skema warna yang semestinya dipilih bukan berdasarkan tren melainkan value atau maksud di balik warna tersebut.

“Pilihan warna memberikan asosiasi terkait perasaan tertentu. Misalnya, hati lagi mendung, jadi pakai warna hitam saja. Lagi ceria, baru jadian. Yang tadinya enggak suka warna pink sekarang pakai pink,” ujar Nina.

Begitu pula dengan biru yang memilik arti kepercayaan, kecerdasan, dan menimbulkan efek profesional khususnya navy blue. Cokelat berarti kuat sekaligus dapat diandalkan. Kuning menyiratkan optimisme.

Dalam soal design, garis cutting Nina Nugroho selalu menampilkan model yang clean dan tidak ribet, straight to the point, tegas, tidak terkesan menye-menye. Tidak heran, Nina selalu mengeluarkan rancangan dengan konsep 2 in 1, yaitu busana kantoran atau kasual yang membuat pemakainya seperti memakai 2 baju berlapis, padahal hanya memakai 1 lapis baju. “Konsepnya 2 in 1, seperti memakai 2 baju. Tapi sebenarnya 1 baju. Seperti memakai blazer dan kemeja. Sementara itu, pada bagian lengan baju, pasti selalu wudhu friendly,” urainya.

Lebih jauh, Nina menerangkan brand Nina Nugroho sejak awal dirancang untuk lebih memaksimalkan daya kaum perempuan. “Fashion itu bisa melejitkan keberdayaan wanita. Saya mau menyampaikan bagaimana hubungan fashion dengan keberdayaan perempuan,” papar ibu 4 anak ini.

Nina Septiana dan paparan ciri khas desain Nina Nugroho INuhaaNina Septiana dan paparan ciri khas desain Nina Nugroho (INuhaa)

Dalam sebuah riset di Amerika, Nina menemukan fakta bahwa fashion dan psikologi memiliki hubungan erat. “Seseorang yang menggunakan sebuah clothing spesifik, akan memberikan sebuah rasa tertentu, terkait performancenya. Ini yang disebut Psychological Statement,” jelasnya.

Rupanya pengalaman pribadi Nina juga membuktikan hasil riset tersebut. Dia banyak menerima ulasan positif dari para pengguna rancangan karyanya. “Mereka bilang merasa jadi lebih percaya diri, merasa bahagia, kelihatan lebih berwibawa, dan mampu mengerjakan hal hal yang lebih baik setelah menggunakan busana rancangan Nina Nugroho dan lain-lain.

Kuatnya karakter busana Nina Nugroho, bahkan membuat Nina punya pengalaman menarik pada suatu ketika dirinya tengah melakukan pemotretan koleksi busana terbaru sebelum pandemi Covid,19.

“Jadi ketika sedang pemotretan, tiba-tiba ada salah satu pelanggan mendekat dan bertanya; Mbak, ini pemotretan baju Nina Nugroho? Kebetulan saya sedang berada disana, saya jawab iya. “Kok tahu? Lalu dia menjawab... ya, dari desainnya sudah ketahuan."

"Waah disitu saya langsung bersyukur, Alhamdulillah ya busana Nina Nugroho lebih dikenal karakternya dibanding wajah saya. Ha ha ha, enggak apa-apa. Saya kerja keras saat ini bukan buat ingin tampil, tapi ingin suatu saat nanti bisa nyaman dan santai dengan keluarga,” tutup Nina./ JOURNEY OF INDONESIA

Page 1 of 4