Perkembangan teknologi digital menjadikan segalanya lebih mudah, salah satunya adalah kemudahan untuk mendapatkan tiket secara online. Namun pesatnya kemajuan tersebut tidak selamanya memberikan kenyamanan. Ada saja oknum yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan keadaan tersebut dengan mengaku sebagai sub-agen perjalanan online (online travel/OTA) yang tidak resmi saat ini.

Aktivitas mereka membuat konsumen harus berhati-hati dalam memesan tiket pesawat online, jangan tergiur harga tiket pesawat dengan diskon besar yang ditawarkan.

Biasanya, para pelaku penipuan melakukan modusnya dengan menawarkan tiket murah atau tiket promo melalui sosial media. Mereka mengaku sebagai agen atau bagian dari OTA. Para pelaku biasanya mengarahkan korban untuk menghubungi langsung pelaku via WhatsApp/telepon, untuk melancarkan aksi mereka. Setelah korban terbujuk, pelaku meminta korban untuk melanjutkan transaksi dengan memberikan nomor rekening pribadi. Mereka meminta korban untuk segera mentransfer ke rekening tersebut, dengan alasan ketersediaan kursi yang terbatas.

Dilatarbelakangi hal diatas, maka NusaTrip mengimbau agar Anda selalu waspada terhadap modus penipuan pemesanan tiket pesawat online. Pasalnya, masih ada saja traveler yang menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan NusaTrip. Agar tak tertipu oknum yang mengaku sub agen atau bagian dari OTA, NusaTrip berbagi tips aman untuk membeli tiket pesawat online:

Hati-hati dengan penawaran diskon besar harga tiket pesawat, artinya jangan mudah tergiur dengan harga tiket penerbangan yang ditawarkan oleh oknum yang mengaku sebagai sub agen perjalanan online (yang biasanya dilakukan melalui akun sosial media dan blog). Terlebih lagi dengan iming-iming “Diskon Tiket 20% - 40%,” tanpa adanya syarat dan ketentuan yang valid.

Tampilan Web NusaTrip IstTampilan Web NusaTrip (Ist)

Lakukan pemesanan dari agen travel online resmi dan terpercaya, yakni konsumen diharapkan memesan langsung dari situs agen perjalanan online resmi yang telah diketahui profesionalitasnya dan mempunya reputasi yang bagus. Karena melaui agen perjalanan online jadwal perjalanan serta harga tiket pesawat dari berbagai maskapai ditampilkan secara real time.

Hindari pemesanan tiket pesawat melalui telepon atau aplikasi pesan singkat, artinya sebauknya konsumen menghindari memesan tiket pesawat melalui telepon atau SMS/WhatsApp/LINE dari oknum yang belum dikenal, terlebih jika nomor telepon yang digunakan adalah nomor telepon pribadi.

Luangkan waktu untuk merencanakan perjalanan secara mandiri, yakni dengan adanya agen-agen perjalanan online di Indonesia, maka traveler semakin dimudahkan dalam merencanakan perjalanannya, baik rute dalam negeri dan internasional.

Konsumen mendapat keleluasaan dalam bertransaksi, artinya agen perjalanan online, memberikan para traveler keleluasaan untuk membandingkan dan memilih maskapai penerbangan, memberikan rincian data penumpang dan berbagai metode pembayaran yang disukai. Dan untuk itu semua hanya menghabiskan waktu beberapa menit saja. Penipu tidak memiliki teknologi yang dapat berintegrasi dengan sistem maskapai penerbangan, inilah mengapa agen perjalanan online yang tidak resmi (penipu) hanya melayani via SMS/WhatsApp/LINE atau telepon untuk membeli tiket pesawat.

Akun palsu yang mengatasnamakan NusaTrip IstContoh akun palsu yang mengatasnamakan NusaTrip (Ist)

NusaTrip juga menghimbau agar kamu selalu waspada terhadap modus penipuan pemesanan tiket pesawat online karena sampai detik ini masih ada traveler yang menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan NusaTrip. Setiap transaksi yang dilakukan dengan NusaTrip untuk proses pembayaran, tidak pernah menggunakan nomor rekening pribadi, melainkan menggunakan nomor rekening atas nama perusahaan, dengan nama yang tercantum adalah PT. Tunas Sukses Mandiri.

Dan untuk bantuan & pertanyaan seputar pemesanan tiket pesawat & hotel, NusaTrip menyediakan layanan Call Center (021) 5060 8747 atau melalui email di This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. & customer support 24 jam dan bisa diakses di halaman berikut: bit.ly/36P8ocW. Proses pemesanan tiket pesawat hanya dilakukan via website/mobile-site resmi NusaTrip.com dan aplikasi mobile NusaTrip bit.ly/2YX1iQg.

Adapun untuk Social Media sendiri, NusaTrip hanya memiliki masing-masing 1(satu) akun untuk social media Facebook, Twitter dan Instagram, yaitu @nusatrip untuk Instagram, @nusatrip.travel untuk Facebook dan @nusatrip untuk Twitter. Jadi, mohon berhati-hati dengan banyaknya akun palsu yang mengatasnamakan NusaTrip dalam menyediakan pelayanan tiket pesawat online./ JOURNEY OF INDONESIA

ShopBack ShopFest 2019, adalah festival belanja online akhir tahun dari ShopBack mencapai puncaknya pada Harbolnas atau Hari Belanja Online Nasional. Sebagai babak akhir dari ShopFest tersebut, ShopBack pun turut menghadirkan GASPOL atau Gerakan Seharian Promo Online pada 12.12 mendatang. Pada hari tersebut akan banyak promo menarik di platform mitra e-commerce pilihan untuk berbagai kebutuhan, baik fesyen, kecantikan, F&B, transportasi maupun travel.

Promo-promo yang dihadirkan pada 12.12 berupa potongan harga hingga 100% serta tambahan cashback hingga 100% di jam-jam tertentu dari mitra e-commerce seperti Lazada, Shopee, Blibli, JD.id dan Zalora. Khusus produk travel, ada cashback 100% untuk pemesanan hotel di merchant mitra ShopBack, seperti Booking.com, Agoda, Pegipegi, Tiket.com dan lainnya. Pengguna moda transportasi GoRide juga akan dimanjakan dengan voucher GoRide dengan potongan sampai dengan 80%. Selain itu, pengguna juga bisa mendapatkan berbagai voucher menarik dengan mengikuti game “Pejuang ShopBack” di aplikasi ShopBack pada 9-12 Desember 2019.

ShopBack ShopFest adalah festival belanja online yang diselenggarakan oleh ShopBack selama empat bulan, dari September hingga Desember. ShopBack sendiri merupakan aplikasi pre-ecommerce (aplikasi yang digunakan sebelum berbelanja online), yang memberikan keuntungan lebih kepada pengguna dengan menawarkan berbagai promo menarik dan cashback rewards yang berlimpah.

Tahun ini merupakan tahun yang luar biasa untuk ShopBack dalam penyelenggaraan ShopBack ShopFest 2019, karena berhasil mencatatkan peningkatan nilai transaksi hingga lebih dari enam kali lipat dibanding tahun lalu. Ini merupakan nilai transaksi tertinggi yang dicapai ShopBack selama tiga tahun penyelenggaraan ShopBack ShopFest di Indonesia.

Ilustrasi ShopBack ShopFest 2019 IstIlustrasi ShopBack ShopFest 2019 (Ist)

Galuh Chandra Kirana, Country General Manager ShopBack Indonesia mengatakan peningkatan nilai transaksi ini tidak lepas dari daya beli serta animo masyarakat Indonesia berbelanja online yang semakin tinggi. “Hanya dalam waktu tiga bulan penyelenggaraannya, ShopBack ShopFest telah mencatat rekor baru dan tentunya telah melampaui target di tahun ini.”

Berdasarkan data internal ShopBack, sepanjang penyelenggaraan ShopBack ShopFest 2019, kategori produk travel mengalami peningkatan yang paling signifikan. Tercatat nilai transaksi produk ini meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan rata-rata peningkatan pemesanan empat kali lebih banyak dibanding hari biasa. Selain produk travel, produk fesyen, kebutuhan rumah tangga, kecantikan dan elektronik tetap menjadi produk primadona dalam setiap festival belanja online.

Sementara itu, menurut Galuh, walaupun angka peningkatan nilai transaksi selama ShopFest 2019 telah melampaui target lebih awal, namun ShopBack tetap optimis dan menargetkan kenaikan nilai transaksi hingga tiga kali lipat lagi pada 12.12 mendatang.

Festival belanja online 12.12 atau Harbolnas merupakan puncak festival belanja online yang paling ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia. Terbukti, berdasarkan data Google baru-baru ini, pencarian mengenai 12.12 naik hingga 50 kali dibandingkan tahun sebelumnya.

“ShopBack berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat dalam belanja online dengan cerdas dan hemat. Dengan membuka ShopBack sebelum belanja online, masyarakat tidak hanya mendapatkan beragam potongan harga, namun juga mendapatkan cashback yang dapat dikumpulkan ataupun dicairkan menjadi uang tunai,” tutup Galuh./ JOURNEY OF INDONESIA

GoFood, merupakan layanan pesan-antar makanan online terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara, kemarin Jumat, 4/10 membagikan tren kuliner pilihan konsumen di sela-sela Jakarta Culinary Feastival (JCF) 2019 yang diselenggarakan di Senayan City Jakarta pada 3-6 Oktober 2019.

Dalam penjelasannya, VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek, Rosel Lavina menyatakan bahwa teknologi GoFood sukses mempertemukan konsumen dengan ribuan restoran dan pengusaha kuliner UMKM. "GoFood kini sudah berkembang lebih dari sekadar layanan pesan-antar makanan, tapi juga menjadi katalog kuliner terlengkap bagi konsumen dengan 400.000 merchant. Konsumen GoFood kian loyal, terbukti dengan pertumbuhan pengunjung aplikasi GoFood yang meningkat hingga 2,63 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.”

Kepercayaan mitra merchant dan pelanggan menjadikan GoFood pemimpin di industri, dimana hal ini diperkuat dengan pertumbuhan merchant di platform GoFood yang terus meningkat dalam satu tahun terakhir, yaitu mencapai 2,43 kali lipat. Selain itu, beberapa jenis kuliner kian mengalami transaksi yang meningkat hingga lebih dari 100%. Hal ini menjadikan GoFood sebagai barometer tren kuliner baru di Indonesia.

Pertumbuhan transaksi GoFood ini sedikit banyak dipengaruhi oleh program promosi yang terus ditawarkan kepada pelanggan dengan memberikan kesempatan bagi merchant untuk mengikuti program promo. Lewat program tersebut, merchant GoFood dapat meningkatkan penjualan hingga lebih dari 60%.

Pojok GoFood2 IstPojok GoFood (Ist)

Sebelumnya, kepercayaan pelanggan terhadap aplikasi GoFood juga diungkapkan oleh hasil riset Nielsen Singapura berjudul “Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market” yang mengungkapkan 84% konsumen yang menggunakan lebih dari satu aplikasi pesan-antar makanan menganggap GoFood menawarkan layanan terbaik dibandingkan rata-rata industri (39%). Alasannya beragam, mulai dari pilihan menu beragam (87%); pilihan merchant beragam (83%); aplikasi mudah digunakan (83%); menilai mitra driver Gojek ramah, sopan, dan informatif (82%); hingga layanan pesan-antar makanan tercepat (79%).

Lebih lanjut mengenai tren makanan yang paling banyak dipesan lewat aplikasi GoFood hingga Agustus 2019, makanan dengan bahan dasar ayam dan varian burger dengan bumbu lokal masih menjadi favorit konsumen. Diikuti oleh pilihan minuman favorit masyarakat, seperti minuman brown sugar, minuman gandum, regal drinks, dan boba. Pertumbuhan ini paling banyak dikontribusikan oleh konsumen di 5 wilayah dengan jumlah transaksi tertinggi, diantaranya Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar.

Di sela-sela sesi pemaparan tren makanan dan minuman di aplikasi GoFood 2019, hadir pula pemilik Tahu Yes, salah satu merchant GoFood Festival, Yesaya Surya yang menceritakan kisah suksesnya selama bergabung dengan GoFood. “Kami tidak pernah membayangkan sebelumnya bisa tumbuh seperti sekarang bersama GoFood, bahkan 40% dari transaksi kami sumbernya dari layanan pesan-antar makanan. Dengan teknologi mutakhir GoBiz, saya juga bisa mengatur cashflow, mengatur operasional resto, hingga mengatur promo secara mandiri. Bergabung dengan GoFood tidak hanya meningkatkan kuantitas transaksi, tapi juga meningkatkan kualitas produk yang kita tawarkan untuk kepuasan konsumen.”

Pojok GoFood Ist

Untuk memberikan akses pasar yang berkelanjutan bagi mitra merchant, GoFood kembali mengajak mereka untuk membuka gerai di JCF2019 berkolaborasi dengan ISMAYA LIVE untuk mempersembahkan GoFood Paradiso, sebuah zona dimana para foodies akan berpetualang menjelajahi surga kuliner ala GoFood untuk memenuhi hasrat kuliner idaman, memanjakan lidah pengunjung di area kuliner GoFood Festival, dan tentunya berkesempatan langsung memperoleh ragam promo dan voucher menarik dengan menghadirkan:

Instalasi GoFood Paradiso: Para pengunjung JCF 2019 area Fork Tent bisa menjelajahi langsung instalasi interaktif dan menemukan kejutan berupa voucher makan dan hadiah menarik di Journey to the Food Sanctuary, Bakso Meditation Room, Satay Mystical Trees, Boba Tea Sacred Pool, dan GoFood Prophecies Booth.

Food Miracle Cave: Para pengunjung JCF 2019 di area Spoon Tent berkesempatan untuk mendapatkan berbagai macam voucher dan merchandise eksklusif dari GoFood

GoFood Festival: menawarkan kuliner satu tempat serba nikmat dengan menghadirkan 23 merchant pilihan GoFood dari berbagai daerah di Indonesia yang menjadi favorit konsumen sepanjang tahun 2019./ JOURNEY OF INDONESIA

Ramadhan menjadi bulan penuh berkah termasuk bagi pelaku industri e-commerce. Pada Ramadhan platform e-commerce mencatat kenaikan transaksi 3-5 kali lipat dibanding bulan sebelumnya. ShopBack, platform cashback rewards dan aggerator e-commerce mencatat peningkatan transaksi hingga 3 kali lipat pada Ramadhan 2018. Tahun ini ShopBack menargetkan peningkatan jumlah order serta nilai transaksi sebesar 2 kali lipat dibandingkan Ramadhan tahun lalu.

Seperti yang disampaikan Yolanda Margaretha selaku Head of Business Development ShopBack Indonesia mengatakan Ramadhan memang selalu menjadi salah satu momentum yang dimanfaatkan para pelaku e-commerce untuk meningkatkan nilai transaksi.

“Daya beli masyarakat pada Ramadhan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini pun ditujukan dengan rata-rara belanja masyarakat pada Ramadhan tahun lalu yang mencapai Rp 1.2 juta, meningkat 74% dibanding tahun sebelumnya.”

Berdasarkan data Criteo baru-baru ini, penjualan di platform e-commerce mulai menanjak 10 hari menjelang Ramadhan dan berlanjut hingga penghujung Ramadhan. Hal yang sama pun juga tercatat pada data historis ShopBack, dimana transaksi tercatat mulai naik pada 10-11 hari menjelang Ramadan dan puncaknya pada minggu ketiga Ramadhan, saat masyarakat sudah mulai menerima bonus THR. Sedangkan untuk waktu belanja, pengguna lebih sering berbelanja pada pukul 11.00-15.00.

Ditambahkan oleh Yolanda, tahun ini ShopBack memprediksi nilai rata-rata belanja masyarakat pada Ramadhan tidak terlalu mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Namun, kami optimis, tahun ini jumlah pemesanan serta nilai transaksi di ShopBack bisa naik hingga 2 kali dibandingkan Ramadhan sebelumnya.”

Terkait pola perilaku belanja online saat Ramadhan tahun ini, ShopBack pun baru-baru ini melakukan survei terhadap lebih dari 6500 responden di lima kota besar di Indonesia, yakni Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar. Lebih dari setengah responden (53,5%) mengaku akan mengalokasi ¼ dari THR yang diterima untuk berbelanja online.

Data Shopback IstData Shopback (Ist)

Jika dilihat dari data riset ShopBack dalam dua tahun belakang, responden mulai bijak dalam memanfaatkan THR dalam berbelanja online. Responden yang memilih mengalokasikan hanya seperempat dari THR mereka untuk belanja online naik 38% dari 15% di 2017 menjadi 53% di 2019.

Berdasarkan hasil survey yang sama, beragam promo diskon dan cashback menjadi hal utama yang mempengaruhi responden dalam berbelanja online. menjelang dan saat Ramadhan, dengan persentase 79,4%. Diikuti dengan harga murah (8,4%) dan lebih efisien di posisi ketiga dengan persentase (4,5%).

Promo memang selalu menarik perhatian masyarakat dalam berbelanja. Karena itulah banyak platform e-commerce dan brand-brand lainnya berbondong-bondong menawarkan promo spesial Ramadhan.

“ShopBack senantiasa mendorong masyarakat untuk dapat berbelanja online dengan bijak, cermat dan hemat. Pada Ramadhan kali ini pun, ShopBack menggelar Gebyar Ramadhan Online, dengan promo diskon hingga 90% dan tambahan cashback hingga 5 kali lipat,” ujar Yolanda.

Sementara itu, produk fesyen selalu menjadi produk yang sering dibeli responden di platform online pada Ramadhan pada tiga tahun terakhir. Menariknya, produk digital (pulsa, paket data, token PLN, dan voucher game) menjadi lebih populer dalam dua Ramadhan terakhir./ JOURNEY OF INDONESIA