Gerakan #akuberdaya yang digagas desainer Nina Nugroho, kembali berkolaborasi dengan Evapora, digital event organizer, menggelar Diskusi Publik Kementrian Koperasi dan UMKM bersama komunitas UMKM Indonesia ‘Peluang dan Strategi 2022’.

Sebanyak 8 tokoh dari komunitas UMKM berdiskusi langsung dan memberikan insight terkait kesiapan UMKM menghadapi tantangan di 2022. Para tokoh tersebut adalah Coach Ridwan Abadi dari SBC, Rachmat Sutarno M, dari KPMI, Iwan Kurniawan dari Gen Pro, Ridwan Hamid dari Aumi Kadin, Afdal Marda dari Forum UKM Rendang, Menhefari dari Dimensi, dan Subagiyo ST, dari Kul-Ind.

Dalam kesempatan tersebut, Mentri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dalam sambutannya mengakui peran UMKM sebagai tonggak perekonomian Indonesia. Sehingga pemerintah terus memperbaiki ekosistem supaya UMKM berkembang. Menurutnya, di masa pandemi ini UMKM yang mampu bertahan adalah yang terhubung dengan ekosistem digital, dengan memanfaatkan platform e-commerce, marketplace.

“Adaptasi, kreativitas dan inovasi adalah kunci keberlanjutan UMKM dimasa pandemi dan juga menghubungkan UMKM ke pasar global. Untuk itu, sudah saatnya dan mau tidak mau UMKM bertransformasi ke digital. Penetrasi digitalisasi, bagi UMKM akan mendapatkan margin lebih dan memangkas mata rantai penjualan,”papar Teten, lagi.

Usai memberi sambutan, diskusi dilanjutkan bersama Deputi Bidang Usaha Mikro, Eddy Satriya yang secara seksama mendengarkan sejumlah harapan dan insight dari 8 tokoh komunitas UMKM agar UMKM semakin bertumbuh di tahun depan. “Seiring pertumbuhan ekonomi yang kian menunjukkan tren yang positif, kami berharap pemerintah dapat melakukan stimulasi untuk menaikkan daya beli di masyarakat,” kata Luftiel Hakim, dari komunitas Tangan Di Atas (TDA).

Kemudian, Abah Iwan dari komunitas Genpro mendorong pemerintah untuk menggiatkan pusat inkubasi kelompok usaha berbasis digital. Seperti yang sudah berjalan adalah Tasik Digital Native. Dimana para generasi millennial terfasilitasi untuk menjalankan bisnis online.

Sementara itu Menhefari dari komunitas pebisnis online, Digital Marketing Enthusiast Indonesia (Dimensi) membawa sejumlah harapan dari membernya yang saat ini berjumlah 7800 orang di seluruh Indonesia.

Peserta Diskusi Publik Peluang Strategi 2022 IstPeserta Diskusi Publik Peluang & Strategi 2022 (Ist)

“Kami dari pebisnis online berharap pemerintah dapat mempercepat proses pemberian ijin edar dari BPOM dan sertifikat HAKI, Pak. Karena terus terang tanpa legalitas itu, kami nggak bisa jualan. Kalau nggak ada Haki, brand kami terancam ditiru. Ini jelas merugikan kami. Lalu terkait pelayanan pajak, kami dituntut untuk bayar pajak".

"Tolong kami diberikan pelatihan sederhana terkait pajak, karena kami sungguh-sungguh tidak mengerti bagaimana cara melaporkan pajak kami. Karena kami hanya pedagang kecil yang berusaha untuk bertahan hidup. Jadi pajak ini sangat menakutkan bagi kami. Terakhir, masalah ekspedisi, sistem COD yang semakin marak. Adakah bantuan hukum untuk UMKM, karena ada sekitar 40 teman kami yang disomasi oleh perusahaan ekspedisi terkait sistem COD ini,” kata Menhefari, bersemangat.

Kementerian Koperasi dan UKM melalui, Eddy Satriya, Deputi Bidang Usaha Mikro berjanji akan menindak lanjuti masukan dari para tokoh UMKM pada acara diskusi publik tersebut. “Terkait HAKI, pelatihan pajak sederhana dan ekspedisi harus dibahas tersendiri. Memang kalau produk UMKM dibajak, marketplace seharusnya memberikan perlindungan. Juga untuk BPOM, sudah ada kemudahan-kemudahan yang diberikan . Jadi sebelum ijin edar dari BPOM keluar, tetap bisa memasarkan produknya,” jelas Eddy Satriya.

Nina Nugroho sebagai penggagas gerakan #akuberdaya berharap diskusi public ini dapat menjawab tantangan untuk UMKM Indonesia agar dapat naik kelas di 2022.

“Dari webinar ini diharapkan semakin terlejitkan keberdayaan para UMKM. Dimana para pelaku UMKM dapat melihat peluang-peluang yang terbuka lebar di tahun 2022, sehingga mereka dapat menyusun strategi untuk pulih dan meroket,” pungkas Nina./ JOURNEY OF INDONESIA

Dimasa pandemi seperti ini, banyak kebiasaan di masa normal tak lagi kita lakukan. Kebiasaan baru mau tidak mau menjadi sebuah keharusan untuk dilakukan seperti bekerja, belajar, olah raga atau kegiatan lain dengan cara-cara yang tentunya 180 derajat berbeda.

Pada akhirnya banyak kegiatan yang kita coba lakukan di rumah akhirnya berhasil menjadi hobi baru yang seperti memasak, belajar bahasa secara daring, melukis, olahraga, mencoba usaha baru hingga menemukan aktivitas permainan seru dengan anak di rumah. Semua kegiatan tersebut pastinya bisa membunuh rasa bosan dan pada saat bersamaan semakin menambah produktivitas selama di rumah saja.

Untuk memberikan gambaran aktivitas yang dapat dilakukan selama harus di rumah saja selama masa pandemi, berikut lima inspirasi aktivitas seru yang dapat dicoba:

1. Eksplorasi berbagai resep masakan
Selama pandemi, kita lebih memperhatikan makanan yang kita konsumsi sehingga mendorong kita untuk memasak. Selain sebagai hobi, banyak masyarakat yang semakin kreatif mempublikasikan hasil kreasi masakannya dalam bentuk video maupun foto di media sosial. Lebih dari sekedar tren, banyak juga yang menjadikan aktivitas ini sebagai usaha kecil-kecilan yang dijalani selama di rumah saja. Untuk membantu dalam mencatat berbagai resep makanan yang sudah dicoba dan berhasil, kita bisa menggunakan buku resep dari Papermark. Memiliki desain yang menarik dan pas dibawa kemana-mana, Recipe Journal dari Papermark ini pastinya juga bisa kita wariskan secara turun temurun ke anak atau saudara.

2. Mengekspresikan perasaan dengan melukis
Terkadang, seseorang membutuhkan wadah untuk mengekspresikan perasaan yang tidak dapat diungkapkan dalam kata-kata. Melukis dapat menjadi jalan keluar dari penat dari aktivitas belajar atau bekerja dari rumah. Papermark menawarkan berbagai jenis sketchbook, bahkan Papermark pun berkolaborasi dengan Bartega Studio menghadirkan Watercolor Sketchbook yang siap membawa penggunanya menjelajahi imajinasinya. Papermark x Bartega Studio Watercolor Sketchbook ini hadir dengan kertas color-pressed berkualitas tinggi dan harganya yang juga bersahabat. Pastinya Papermark.id memberikan keuntungan tambahan saat pelanggan bertransaksi dengan ShopeePay yang menyediakan berbagai promo menarik.

Papermark x Bartega Studio Watercolor Sketchbook PapermarkPapermark x Bartega Studio Watercolor Sketchbook (Papermark)

3. Meningkatkan kemampuan diri dan pengetahuan lewat webinar atau kursus online
Pandemi tidak sepenuhnya membawa dampak negatif lho bagi kita, di sisi lain ada banyak waktu luang yang bisa dimanfaatkan untuk menambah pengalaman atau kemampuan. Mengikuti webinar dengan berbagai tema seru atau kursus online dapat menjadi salah satu pilihannya. Kita bisa memperdalam pengetahuan kita soal investasi, memaksimalkan media sosial, video editing, belajar bahasa baru, hingga kelas untuk menemukan peluang usaha baru. Jangan sampai semua informasi terlupakan, gunakan buku catatan untuk merangkum semua informasi yang di dapat.

Selain tidak mudah hilang, dengan metode mencatat kita bisa lebih mudah mengingat informasi yang kita dapat. Papermark menyediakan banyak pilihan buku catatan sesuai kebutuhan, mulai dari lined notebook, grid notebook, hingga dotted notebook.

4. Self Journaling
Penting bagi setiap orang untuk menjaga agar kita selalu berfikiran positif dan selalu bersyukur di situasi sulit seperti saat ini. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui self journaling. Selain menjadi pengingat akan setiap kejadian penting setiap hari, self journaling ini dapat membantu kita dalam menentukan target-target yang ingin dicapai dan bagian dari intropeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Papermark pun menghadirkan Gratitude Journal dengan berbagai desain aestetik dengan tujuan agar banyak orang bisa melakukan self journaling dengan lebih menyenangkan. Kita juga bisa menambahkan inisial nama di sampul depan Gratitude Journal yang dipesan. Sangat menarik bukan?

5. Bermain Sambil Belajar dengan Anak-Anak
Momen selama di rumah saja ternyata membawa kita lebih dekat dengan orang-orang tersayang, salah satunya dengan anak atau saudara. Memfasilitasi momen berharga dengan anak-anak, Papermark menghadirkan TwinSee yang dapat dimainkan bersama oleh 2-8 orang dewasa dan anak anak. Selain untuk mengalihkan anak dari aktivitas yang monoton, TwinSee juga dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang mengasah kreativitas, ketelitian dan kedekatan anak dengan orang tua atau saudara. Satu paket TwinSee yang bisa dimainkan dengan banyak cara hingga 5 jenis permainan ini pun memiliki harga yang sangat terjangkau.

TwinSee Papermark

TwinSee (Papermark)

Papermark memiliki tujuan untuk menyediakan berbagai perlengkapan alat tulis dengan desain yang menarik dan dapat digunakan oleh masyarakat di segala aktivitas. Juliana, Co-Founder Papermark Indonesia menjelaskan bahwa pandemi dan situasi yang mengharuskan sebagian orang beraktivitas di rumah saja pastinya memberikan dampak pada produktivitas masyarakat.

"Namun saat ini banyak orang semakin kreatif dan bisa menemukan ide aktivitas kreatif dari rumah. Kami ingin menjadi bagian dari perjalanan mereka menemukan hobi atau aktivitas bersama keluarga melalui berbagai produk yang kami hadirkan. Agar dapat memberikan keuntungan bagi pelanggan, kami juga berkolaborasi dengan ShopeePay dengan promo cashback dan metode pembayaran digital di platform kami,” jelasnya.

Bagi pelanggan yang ingin membeli produk Papermark, secara mudah dapat mengakses seluruh produk melalui laman www.papermark.id maupun melalui official store Papermark di Shopee. Pelanggan disarankan untuk menggunakan ShopeePay sebagai metode pembayaran ketika bertransaksi di laman atau official store Papermark agar lebih menguntungkan./JOURNEY OF INDONESIA

Rindu masa-masa dimana Anda bisa berkeliling dunia? Agoda punya solusi sempurna agar gairah jalan-jalan tetap terjaga, semua dengan cara aman dari rumah sendiri! Bahkan di saat pemberlakuan lockdown, orang-orang masih memikirkan perjalanan.

Menurut survei yang dilakukan Agoda, 78% orang Indonesia sudah siap berwisata kembali setelah pandemi berakhir. Tujuh dari sepuluh destinasi impian yang paling sering dicari selama tahun 2020 memang masih didominasi destinasi domestik. Namun, keinginan wisatawan Indonesia untuk bepergian ke luar negeri mulai meningkat.

Meski rencana perjalanan belum bisa diwujudkan saat ini, kita masih dapat menjaga semangat perjalanan tetap hidup melalui keajaiban sinema. Di masa-masa isolasi mandiri, menonton film bisa mengalihkan sejenak dari rutinitas, sekaligus memuaskan keinginan untuk travel serta mengunjungi destinasi di negeri yang jauh.

Di sini, Agoda mencantumkan beberapa film dan serial TV yang akan membawa kita ke berbagai petualangan tanpa memandang usia. Dari perjalanan keluarga yang menghangatkan hati hingga petualangan romantis dengan pasangan, dan road trip menegangkan bersama teman-teman hingga perjalanan dengan orang yang lebih tua.

Pengalaman sinematik ini akan membantu diri kita untuk memuaskan keinginan berjalan-jalan tanpa meninggalkan sofa yang nyaman.

Petualangan Dongeng untuk Lovebirds
Crash Landing on You (2019 — 2020)
Mencari kisah romantis dan petualangan dengan seting lokasi menakjubkan? Serial Korea yang terkenal ini punya semuanya. Crash Landing on You adalah kisah Romeo dan Juliet jaman modern dengan sentuhan khas Korea. Bermula dari kecelakaan paralayang, pewaris kaya Yoon Se-ri menemukan dirinya di Zona Demiliterisasi Korea Utara. Dia ditemukan oleh Ri Jeong-hyuk, seorang perwira tentara Korea Utara yang memutuskan untuk membantunya bersembunyi dan kembali ke Korea Selatan. Walaupun ada ketegangan politik di antara kedua negara, kedua orang ini saling mengenal dan jatuh cinta.

Selain jalan ceritanya yang adiktif serta akting pemainnya yang kuat, sebagian besar daya tarik drama Korea ini terletak pada pemilihan lokasi yang sangat indah untuk menambah faktor romansanya. Faktanya, adegan pembuka cerita ikonik yang menampilkan Yoon Se-ri “mendarat/crash landing”, diambil di hutan indah Taman Nasional Hallasan di Pulau Jeju.

Pemandangan klasik lain diambil di Hatan River Sky Bridge, jembatan gantung Panjang di Pocheon, Korea Selatan yang menghadap pegunungan serta hutan yang dramatis.

Serial ini tidak hanya menampilkan pemandangan dan suasana Korea, namun juga menawarkan sekilas lokasi wisata di Swiss yang menggoda. Ini termasuk kota kosmopolitan Zurich dengan jalan-jalannya yang sudah ada sejak sebelum jaman pertengahan, bangunan bersejarah, pegunungan Alpen Swiss yang megah dan Danau Lungern yang menawan.

Susah Sinyal Ist

Film Susah Sinyal (Ist)

Penemuan Ikatan Keluarga
Susah Sinyal (2017)
Film ini mengisahkan tentang Ellen, seorang ibu tunggal dan pengacara sibuk, dengan anak remaja perempuannya, Kiara yang hubungannya kurang baik. Kiara lebih dekat dengan neneknya yang dipanggil Oma. Kepergian Oma yang tiba-tiba membuat Kiara merasa sendiri dan sangat kesepian. Ellen berusaha untuk mengisi kekosongan itu, namun hal itu ternyata tidak mudah.

Untuk mengurangi jarak di antara mereka, Ellen memutuskan untuk membawa anaknya berlibur ke lokasi eksotik nan cantik di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Sayangnya, tempat mereka berlibur tidak memiliki sinyal internet yang baik. Ellen tidak bisa bekerja, dan Kiara tidak bisa online. Ini adalah situasi yang tidak nyaman untuk ibu dan anak tersebut. Namun dengan segala argumen dan perbedaan pendapat, sinyal internet yang terbatas tersebut ternyata malah bisa memperbaiki hubungan mereka.

Sambil menikmati film drama komedi besutan Ernest Prakasa, penonton juga diajak melihat keindahan alam di Sumba Timur. Mulai dari Pantai Puru Kambera dengan pasir putih dan pohon cemaranya yang rindang, Bukit Tenau nan hijau yang membuat Anda seakan berada di negeri dongeng, Air Terjun Tanggedu yang dikelilingi perbukitan cantik seperti Grand Canyon National Park di Amerika, hingga Pantai Walaikiri dengan pohon-phon bakau kerdil yang tampak eksotis saat matahari terbenam.

Crazy Rich Asians (2018)
Film box office ini sempat membawa mata dunia ke Asia. Dengan latar social elite Singapura, perjalanan komikal ini mengangkat kisah hubungan anak seorang pengungsi Taiwan dengan anak lelaki keluarga kaya raya di Singapura. Didukung pemain papan atas seperti Constance Wu, Henry Golding, Michelle Yeoh dan Awkwafina yang sukses mencuri perhatian penonton, film ini mengisahkan ikatan yang menyatukan keluarga di Singapura dan sekitarnya.

Rachel yang baru saja bertunangan terbang dengan pesawat jet ke Singapura untuk menemui calon mertuanya. Cerita menjadi menarik saat terungkap latar belakang keluarga sang pacar, Nick, yang ternyata super kaya dengan gaya hidup budaya Asia yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Di sinilah petualangan Rachel dalam menjelajahi kehidupan glamor kaum jetset Asia dimulai.

Rachel yang awalnya sederhana, menjadi orang asing di pesta mewah, hingga gaya hidup dan fesyennya yang akhirnya memukau orang-orang ternama di Singapura. Kisah seseorang yang masuk ke lingkungan yang sangat berbeda ini terdengar seperti kisah nyata bagi banyak orang, dan cerita komedi ini berhasil menghibur dunia saat dirilis.

Anda tentu mengenali beberapa destinasi terkenal Singapura di beberapa scene film ini. Mulai dari Raffles Hotel yang ikonik, pusat kuliner Newton Food Center yang populer, hingga hutan buatan Supertree Grove yang mengesankan, semuanya berada di bawah bayangan Marina Bay Sands yang menakjubkan – semua yang terbaik dari Singapura ditunjukkan dalam Crazy Rich Asians.

Eksploitasi Petualang
Trinity, The Nekad Traveler (2017)
Meskipun travel bucket list Anda saat ini sulit diwujudkan, film Trinity, The Nekad Traveler, mungkin bisa menjadi penyemangat Anda untuk bepergian lagi setelah pandemi berakhir.
Film ini mengisahkan Trinity, wanita karir yang punya hobi melancong dan terobsesi memenuhi bucket list perjalanannya. Namun sebagai pekerja kantoran, ia harus pintar-pintar merayu bos dan mengatur cuti agar bisa melakukan perjalanan jauh.

Mengambil lokasi syuting di 3 negara yaitu Maladewa, Filipina serta Indonesia, film ini sukses menularkan virus ingin jalan-jalan. Dari menikmati eksotisme pantai-pantai di NTT, jalan-jalan di antara perbukitan karst Rammang-Rammang di Sulawesi, mengeksplorasi benteng Baluarte de San Diego di Intramuros, Manila, hingga menikmati kemewahan resor mewah di Maldives.

Dikemas secara fun dengan bumbu percintaan, persahabatan, dan rasa cinta tanah air, film ini dapat menginspirasi Anda untuk merancang perjalanan selanjutnya. Apalagi berbagai tips dan trik liburan diselipkan dalam film, mulai dari cara mencari tiket murah hingga panduan menikmati kuliner di berbagai tempat. Seperti menu legendaris Coto Makassar di Aroma Coto Gagak, Sulawesi hingga hidangan Filipina-Spanyol di Casa Roces, restoran favorit Presiden Aquino.

Nomadland IstFilm Nomadland (Ist)

Senior Travelling
Nomadland (2020)
Menyabet tiga Oscar di ajang penghargaan Academy Awards tahun ini, Nomadland bukanlah film perjalanan biasa. Film ini bercerita mengenai Fern, perempuan berusia 61 tahun dan kehidupannya sebagai nomad atau pengembara jaman modern, ketika dia mengembara di Amerika bagian barat untuk mencari pekerjaan.

Terinspirasi oleh buku non fiksi berjudul sama, Nomadland menggambarkan dunia warga Amerika berumur yang hidup sebagai transien setelah resesi tahun 2008, pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk melakukan pekerjaan musiman apapun yang bisa mereka temukan.

Saat kita melakukan perjalanan bersama Fern, dengan rumahnya yang merupakan mobil camper van, kita akan melihat uniknya berbagai pemandangan alam di lima negara bagian Amerika.

Beberapa lokasi yang menonjol antara lain formasi batu besar di Badlands National Park di Dakota Selatan, dengan berbagai ngarai yang dalam dan menara yang dramatis. Anda juga bisa melihat kecintaan Fern terhadap pohon redwood, yang disebut sebagai salah satu benda hidup tertinggi di dunia, saat dia menjelajahi hutan redwood rimbun di wilayah pantai California. Jika Anda suka dengan kebebasan ruang terbuka, Nomadland menampilkan potret wilayah barat liar yang sebenarnya.

Perjalanan Anak Muda
Emily In Paris (2020)
Anda sedang mengawali karir, dan bermimpi memiliki pekerjaan yang bisa membawa Anda keliling dunia atau memberikan Anda kesempatan untuk tinggal di negara asing? Manjakan fantasi keliling dunia Anda dengan serial komedi Emily in Paris.

Karakter Emily adalah eksekutif marketing berusia 20 tahunan dari Chicago yang mendapatkan pekerjaan di Paris. Dia harus beradaptasi dengan hidup di kota baru. Dia tidak bisa berbicara Perancis, merasa tidak siap dengan tanggung jawab kerja barunya dan tidak tahu apapun mengenai budaya setempat, namun Emily berusaha sekuat tenaga untuk beradaptasi.

Emily In Paris menawarkan pemandangan hebat kota Paris dan memberikan Anda tur sederhana ke banyak spot ikonik di kota ini, seperti Palais Garnier, rumah opera besar abad 19, Pont Alexandre III mewah yang membentang sepanjang sungai Siene; dan Rue de l'Abreuvoir yang disebut-sebut sebagai “jalan paling cantik di Paris” karena dihiasi dengan tanaman merambat dan arsitekturnya yang unik.

Serial ini juga menyoroti pemandangan yang lebih kontemporer. Dalam satu episode, Emily mengunjungi pameran lukisan Van Gogh di L'Atelier des Lumières, museum seni digital yang mengubah karya seni menjadi pengalaman multimedia yang imersif.

Inti dari serial ini adalah cara Emily menemukan pijakannya di lingkungan baru – sesuatu yang akan jadi hal yang biasa (dan menginspirasi) setiap anak muda yang ingin menemukan jalan hidupnya di dunia.

Apapun jenis perjalanan yang diidamkan, baik itu liburan keluarga, perjalanan solo mencari jati diri, atau petualangan warga senior yang menginspirasi, kita bisa beralih ke film untuk mengingat kembali kenangan perjalanan terbaik dan mendapatkan inspirasi untuk perjalanan baru./ JOURNEY OF INDONESIA

Pandemi Covid-19 membuat perekonomian nasional begitu terpukul, bahkan meski pemerintah menyatakan kini Indonesia telah lepas dari resesi namun tercatat pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta pada semester 1 masih minus 1,65%.

Besarnya potensi pengelolaan pelaku Ekraf secara profesional memiliki dampak besar terhadap DKI Jakarta. Bahkan, pertumbuhan sektor Ekraf DKI Jakarta telah melebihi pertumbuhan rata-rata ekonomi DKI Jakarta. Tercatat beberapa subsektor Ekraf DKI Jakarta berkembang secara pesat di masa pandemi.

Situasi tersebut mendorong Komite Ekraf Jakarta (KE JKT) menggelar Jakarta Metaverse pada 27-29 Agustus 2021. Jakarta Metaverse merupakan sebuah semangat pergerakan dan juga melting pot yang diinisiasi oleh para pelaku ekraf Jakarta dalam membangkitkan kolaborasi lintas sektor kreatif, yang menerobos batas, menciptakan kebaruan, dan mendisrupsi cara berfikir.

Mengusung tema 'The New Age of Creative Economy', KE JKT berupaya menghadirkan sebuah babak baru Ekraf DKI Jakarta yang bertujuan mengajak para pelaku untuk bisa beradaptasi, berinovasi agar dapat menciptakan suatu kreasi baru, kesempatan baru, untuk terciptanya ekosistem ekonomi baru.

Diaz Hensuk, Ketua KE JKT, menuturkan bahwa Jakarta Metaverse akan berupaya mendorong perspektif ekonomi baru melalui panel diskusi, keynote, dan juga penggalangan dana, yang secara langsung melibatkan inovator dan kreator di industri ekraf, secara inklusif. “Melalui Jakarta Metaverse kami berupaya menciptakan perspektif baru yang berdampak positif terhadap kemajuan industri ekraf di Jakarta. Sekaligus menjadi bagian dari dasar rancangan diskusi pengembangan peta jalan Ekraf DKI Jakarta kedepannya.”

“Kami mencoba menggagas ruang kolaborasi yang memungkinkan terciptanya diskusi dan sinergi yang berkesinambungan. Harapannya adalah terciptanya banyak kesempatan baru dalam penciptaan bisnis, akses terhadap jaringan, dan inovasi. Sehingga ekosistem Ekraf di DKI Jakarta akan semakin baik dan sejahtera kedepannya,” tutur Diaz.

Sederet nama yang telah terkonfirmasi menjadi pengisi acara melingkupi Irawan Karseno, Ari Juliano, Cahyadi Wanda, Shawn Liem, Ade Putri, Diaz Hensuk, Elwin Hendrijanto, Chitra Subyakto, Diana Nazir, Kukuh Rizal, Wilson Tjandra, Antonny Liem, hingga Hadi Ismanto./ JOURNEY OF INDONESiA

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mengasah dan meningkatkan keterampilan yang dimiliki di tengah tantangan pandemi Covid-19.

Dalam pembukaan “Glints X Virtual Career Week”, Rabu (21/7/2021), Sandiaga mengatakan masa pandemi Covid-19 memaksa para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan beradaptasi dalam berkarya. “Covid-19 ini memaksa kita untuk meningkatkan keterampilan kita karena 60 persen lapangan kerja yang akan kita temui di masa pandemi dan pascapandemi ini adalah lapangan kerja yang tidak ada sebelumnya,” kata Sandiaga.

Sandiaga menyebutkan pekerjaan-pekerjaan yang erat kaitannya dengan ekosistem digital dan virtualisasi ini muncul disebabkan oleh transformasi segala lini kehidupan ke aspek virtual. Sehingga, hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus dihadapi oleh masyarakat, termasuk para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Ada 34 juta pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif sekarang mengalami tekanan dan banyak di antara mereka yang kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Namun, saya yakin ekonomi kreatif kita bisa menghadapi tantangan tersebut dengan menghadirkan talenta-talenta yang bisa mengisi ekosistem ekonomi digital,” katanya.

Di sektor ekonomi kreatif sendiri, lanjut Sandiaga, sektor aplikasi, games, televisi, dan konten digital mengalami peningkatan di masa pandemi Covid-19. “Kalau kita melihat akselerasi digital ini mendorong masyarakat yang tadinya hanya berjualan secara online untuk menghadirkan konten-konten yang kreatif,” ucap Sandiaga.

Saat ini juga tengah mendorong digitalisasi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia lewat sejumlah program yang terangkum dalam “Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia”. “Lewat gerakan ini kita ingin menumbuhkan rasa bangga terhadap karya anak bangsa dan juga mendorong para pelaku ekonomi digital untuk selalu berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi,” ungkap Sandiaga.

Dalam kesempatan ini, Sandiaga juga merangkul Glints sebagai platform digital pengembangan karier bagi generasi milenial untuk bekerja sama Kemenparekraf/Baparekraf meningkatkan keterampilan dan talenta pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air. “Sehingga para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif bisa menjadi pandemic winner dengan tetap bertahan dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat kita terutama yang berhubungan dengan transformasi menuju digitalisasi,” ucapnya.

Sandiaga juga berpesan agar para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk terus bekerja keras, bekerja tuntas dan ikhlas, serta bekerja cerdas dengan memanfaatkan jejaring relasi yang ada. "Saya yakin dengan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi, teman-teman bisa membangun karier yang baik," tutur Sandiaga.

Acara ini juga dihadiri oleh Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam; dan dan Direktur Industri Kreatif Film, Televisi dan Animasi, Kemenparekraf/Baparekraf, Syaifullah./ JOURNEY OF INDONESIA

Page 1 of 4