Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengapresiasi produk wadah makanan ramah lingkungan “Plepah” yang diinisiasi oleh Footlose Initiative, sebagai salah satu upaya untuk mendukung tujuan agenda pembangunan berkelanjutan tahun 2030, khususnya pada produk ekonomi kreatif.

Pasalnya isu global yakni sampah styrofoam sebagai wadah makanan membutuhkan waktu 500 tahun untuk benar-benar terurai oleh tanah. Dari riset yang dilakukan Footlose Initiative di 18 kota, kontribusi sampah styrofoam sebesar 0,27 – 0,59 ton ke laut di Indonesia. Tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan biota-biota laut. Oleh karenanya, produk kreatif kriya berbahan dasar pelepah pinang ini sangatlah inovatif, adaptif, dan kolaboratif.

Salah satu anggota Footlose Initiative, Gamia Dewanggamanik, saat menjadi pembicara dalam World Conference on Creative Economy  (WCCE) 2021, secara daring, di Dubai, Selasa (7/12/2021), menjelaskan bahwa pada praktiknya produk ini dijalani berdasarkan pada community driven innovation, sehingga mencerminkan model inovasi inklusif.

Selain memberikan solusi alternatif menuju kemasan sekali pakai yang berkontribusi terhadap masalah sampah global. Pendekatan ini juga dapat memberikan kontribusi pada solusi berkelanjutan melalui konservasi lingkungan, penanaman kembali komoditas, dan menghasilkan stabilitas ekonomi bagi masyarakat lokal yang terlibat.

Plepah IstPlepah (Ist)

Dalam pengoperasiannya, Plepah menggunakan skema micro manufacturing. Skema ini dipilih agar teknologi yang digunakan bisa diadaptasi oleh masyarakat pedesaan di area-area terpencil.

“Kami percaya bahwa mendorong budaya praktik inovasi berbasis masyarakat dapat menjadi jalur alternatif menuju proses pembangunan yang lebih inklusif. Let’s connect and collaborate,” kata Gamia.

Sementara, Staf Ahli Bidang Manajemen Inovasi dan Kreativitas Kemenprekraf/Baparekraf, Josua Mulia Simanjuntak, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa ide produk Plepah ini berpotensi untuk menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah yang besar.

“Jika dilihat satu daerah saja potensinya bisa dioptimalkan hingga 600 juta packaging setiap tahunnya. Kita hitung bisa menyerap mungkin sampai 80.000 tenaga kerja di satu titik. Tentu ini perlu kita dukung pengembangannya, agar lapangan kerja terbuka seluas-luasnya, sehingga ekonomi dapat segera bangkit dan pulih kembali,” ujarnya./ JOURNEY OF INDONESIA

Desa Wisata Alamendah memiliki potensi daya tarik bagi wisatawan berupa alam yakni Kawah Putih, daya tarik alam Ranca Upas, peternakan sapi perah, agrowisata pertanian sayur dan buah, Arboretum Park Alamendah, wisata edukasi berupa jelajah kopi, dan ada juga bird watching.

Di desa ini juga berkembang sentra ekonomi kreatif yang menjadi daya tarik di antaranya kesenian dog-dog, pencak silat, tarian jaipong, hingga alat musik khas Sunda berupa calung, kecapi, suling, dan karinding.

Desa Wisata Alamendah juga dikenal dengan agrowisata yang menyediakan wisatawan untuk memetik hingga menanam tanaman stroberi. Terdapat 5 jenis stroberi yang ditanam di Desa Wisata Alamendah, yakni KP Belut, Manora, Mencir, Cenia, dan Earlibret.

Nah, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat melakukan visitasi 50 Desa Wisata terbaik Indonesia Bangkit ADWI 2021, Jumat (10/9/2021), mengatakan Desa Wisata Alamendah menjadi salah satu simbol kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sebab, Desa Wisata Alamendah memiliki banyak potensi yang berdaya saing tinggi.

“Desa Wisata Alamendah ditetapkan sebagai 50 desa wisata terbaik. Atas nama Kemenparekraf, hari ini kami saat berbahagia bahwa Desa Wisata Alamendah ini menjadi satu simbol kebangkitan ekonomi,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf saat berkunjung ke agrowisata perkebunan stroberi di Desa Wisata Alamendah IstMenparekraf saat berkunjung ke agrowisata perkebunan stroberi di Desa Wisata Alamendah (Ist)

Desa Wisata Alamendah juga menjadi salah satu desa agronomi termaju dan terpadat di Kecamatan Rancabali dengan mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah petani dan pedagang. Namun, saat pandemi perekonomian di Desa Wisata Alamendah turut terdampak. “Jadi seiringnya PPKM, kita harapkan Desa Wisata Alamendah ini bisa segera pulih dan membuka berkah bagi masyarakat. InsyaAllah menjadi sejahtera,” ujar Sandiaga.

Sandiaga berharap dengan terpilihnya Desa Wisata Alamendah dapat menjadi bagi berkah bagi seluruh masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Sementara itu, Kepada Desa Alamendah, Awan Rukmawan, menjelaskan desanya memiliki atraksi andalan salah satunya bird watching. Dalam kegiatan ini, wisatawan dapat mengamati burung di alam bebas dengan mata telanjang, menggunakan alat bantu seperti teleskop atau teropong binokular, atau sekadar mendengarkan suara cuitan burung.

Uniknya lagi atraksi ini merupakan satu-satunya atraksi yang dikenakan biaya dalam mata uang dolar AS. “Di sini ada 124 jenis burung di antaranya ada burung elang jawa dan poksay. Wisatawan juga bisa kasih makan beberapa burung di sini,” ujarnya.

Desa dengan luas 2.265 km² ini juga menghadirkan wisata religi sehingga wisatawan dapat belajar mengaji, mengikuti kajian, hingga belajar dzikir.

Dalam kesempatan ini juga, Menparekraf juga berkunjung ke Curug Awi Langit sembari menikmati sajian atraksi pencak silat dalam air dengan background air terjun dan bebatuan. Ia pun sambil minum kopi khas alam. Dan di penghujung acara, Sandiaga memberikan karangan bunga atas lahirnya sapi ADWI yang lahir saat Alamendah masuk 100 besar. Ia juga memberikan 10 sepeda untuk Desa Wisata Alamendah./ JOURNEY OF INDONESIA

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong potensi wisata edukasi peternakan di Desa Wisata Cisande, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hal tersebut dilakukannya pada saat visitasi 50 desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di Desa Wisata Cisande, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/9/2021). Dirinya menjelaskan, Desa Wisata Cisande, Kabupaten Sukabumi, memiliki potensi desa wisata berbasis edukasi peternakan. Desa Wisata Cisande menyuguhkan ragam kegiatan dengan nilai-nilai edukasi peternakan untuk wisatawan, seperti budidaya ikan hias dan lele. Namun menurutnya masih ada yang kurang untuk dikembangkan, yakni peternakan domba. Oleh karenanya, ia memberikan sepasang domba yang ia beri nama “AD dan WI” yang diharapkan dapat membantu Desa Wisata Cisande dalam mengembangkan desa wisata berbasis edukasi peternakan. Desa Wisata Cisande juga memiliki potensi kegiatan wisata edukasi lainnya seperti menghias layang-layang caping juga menanam padi. Desa tersebut juga memiliki segudang daya tarik berupa kegiatan outbond flying fox, panahan, river tubing, camping ground serta Bukit Cemara. Selain itu desa ini juga menonjolkan nilai budaya setempat dengan menghadirkan taman kuliner yang di dalamnya ada angkringan, warung kopi, dan kegiatan cooking traditional class khas Cisande.

Wisatawan juga dapat berkunjung ke rumah produksi kriya sandal jepit, rumah produksi permainan tradisional khas Cisande, rumah produksi anyaman bambu, rumah produksi abon lele, rumah produksi batik khas kecamatan Cicantayan, Sukabumi serta pakaian khas pangsi.

Menparekraf mencoba kegiatan cooking traditional class khas Cisande IstMenparekraf mencoba kegiatan cooking traditional class khas Cisande (Ist)

Dengan beragam potensi itu, Sandiaga menjelaskan bahwa Desa Wisata Cisande memiliki potensi wisata yang tidak hanya menarik, tapi juga berkelanjutan, punya potensi bersaing dengan desa wisata kelas dunia, hingga mampu mendorong pembangunan daerah kesejahteraan rakyat. “Desa Wisata Cisande sebagai peserta dari 1.831 jaringan desa wisata dan Jawa Barat menjadi perwakilan dari 50 desa wisata terbaik. Kita harapkan desa wisata ini dapat membangun Indonesia," ujar Sandiaga Saat tiba di Agrowisata Cisande, Menparekraf Sandiaga disambut oleh marching band Opa-Oma, yang pemainnya terdiri dari para lansia. Sandiaga juga menyawer pemain marching band Opa-Oma yang merupakan tradisi dari Desa Cisande. “Opa-Oma semangatnya luar biasa sekali dalam mendukung daya tarik wisata di desa ini. Semangatnya patut kita tiru,” ujar Sandiaga. Marching band Opa-Oma di Desa Wisata Cisande ini terbentuk sejak tahun 2015. Tujuan dibentuknya marching band ini adalah sebagai daya tarik di Desa Wisata Cisande. Uniknya, para pemain marching band Opa-Oma yang rata-rata berusia 50-70 tahun ini sebelumnya tidak memiliki pengalaman sebagai pemain marching band di usia muda. Selanjutnya, Sandiaga juga menjumpai booth souvenir fesyen (baju tani atau pangsi), kriya yang berupa kerajinan tangan bambu, bunga lipat dari uang, caping. Ia juga melihat proses pembuatan makanan khas Cisande, dan turut mencoba membuat nasi di tungku dan menggoreng comro bersama ibu-ibu setempat.

Sandiaga juga menyempatkan untuk memberi makan ikan dan bermain panah, hingga menerbangkan layang-layang bersama anak-anak di Desa Cisande./ JOURNEY OF INDONESIA

Menparekraf Sandiaga Uno saat hadir di acara Kabupaten Kota Kreatif (KaTa Kreatif) yang berlangsung di Hotel Truntum, Kota Padang, Minggu (29/8/2021), mengajak pelaku ekonomi kreatif di Kota Padang memperkuat kolaborasi untuk dapat bersama-sama bangkit dari dampak akibat pandemi Covid-19

Kerjasama atau kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif dikatakannya menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk dapat membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja. "Kolaborasi ini adalah upaya kita untuk bekerjasama meningkatkan inovasi dan pokok pikiran, tapi juga membuka pikiran bahwa sejatinya kita tidak seharusnya untuk saling bersaing, tapi bersanding. Bukan saling berkompetisi, tapi berkolaborasi," kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Ia memberikan contoh saat melakukan lari pagi di Pantai Padang. Ia bertemu dengan masyarakat yang mengeluhkan sedimentasi di pantai yang membuat ombak jadi berkurang sehingga mengurangi potensi wisata surfing wisatawan.

"Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah berkolaborasi. Pelaku usaha di Pantai Padang menyasar para (surfer) pemula dan yang profesional di Mentawai. Jadi tidak berkompetisi dengan Mentawai, tapi berkolaborasi, berinovasi, juga beradaptasi. Jadi kita bisa buat travel pattern yang akan sangat menarik bagi wisatawan," ujarnya.

Stimulasi berpikir seperti inilah yang coba dihadirkan Kemenparekraf bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam kegiatan KaTa Kreatif. Terlebih di Kota Padang yang memiliki potensi yang begitu besar. Tidak hanya di sektor pariwisata, tapi juga ekonomi kreatif. Utamanya di sektor kuliner dan fesyen.

Kemparekraf ajak pelaku ekraf kota Padang memperkuat kolaborasi untuk dapat bersama sama bangkit dari dampak akibat pandemi Covid 19 IstKemeparekraf ajak pelaku ekraf kota Padang memperkuat kolaborasi untuk dapat bersama-sama bangkit dari dampak akibat pandemi Covid-19 (Ist)

Workshop KaTa Kreatif sendiri akan dilaksanakan di 25 kabupaten dan kota di Indonesia. Padang merupakan kota ke-3 dalam penyelenggaraan KaTa Kreatif. Lewat kegiatan ini, Kemenparekraf berupaya menghadirkan satu ekosistem atau jejaring agar UMKM Kreatif dapat bangkit dan berkembang. "Ekonomi kreatif pada dasarnya adalah bagaimana kita memberikan nilai tambah. Melalui program ini diharapkan terstimulasi ide, gagasan, dan kreasi untuk menumbuhkembangkan ekonomi kreatif. Karena untuk 1 dolar investasi di ekonomi kreatif, akan menghasilkan enam kali lipat jumlah lapangan kerja," kata Sandiaga.

Menparekraf menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk membantu para pelaku ekonomi kreatif untuk tidak hanya dapat bertahan tapi juga terus tumbuh. Dengan terus memberi dukungan pelatihan juga pendampingan, termasuk dukungan pemasaran, membuat pelaporan keuangan, perizinan, dan akses pembiayaan. "Melalui adaptasi protokol kesehatan yang diiringi penurunan kasus COVID-19, kita akan terus menghadirkan program yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu," kata Sandiaga.

Wali Kota Padang, Hendri Septa, menjelaskan, ekonomi kreatif merupakan salah satu penopang perekonomian di kota Padang. Tercatat ada 34 ribu pelaku UMKM di kota Padang dan 62,91 persen diantaranya bergerak di sektor kuliner dan fesyen 13 persen.

Pendampingan dari Kemenparekraf akan semakin memperkuat visi kerja dari pemerintah Kota Padang untuk dapat mewujudkan peningkatan ekonomi kerakyatan. "Kami akan menjadikan ekonomi kreatif sebagai fokus ke depan, ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi kerakyatan berbasis komunitas," kata Hendri Septa./ JOURNEY OF INDONESIA

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendukung gerakan #CintaKitaBersama sebagai bentuk solidaritas bagi para pelaku dan industri hiburan di Tanah Air. Terlebih industri hiburan sebagai salah satu sektor industri yang paling terdampak oleh pembatasan mobilitas untuk menekan laju penularan Covid-19.

Gerakan #CintaKitaBersama sendiri digagas untuk menggalang solidaritas bagi pekerja dunia hiburan, melalui platform kolaborasi industri hiburan terbesar di Indonesia Eventori bekerja sama dengan Ikatan Manajer Artis Indonesia (IMARINDO).

Menparekraf Sandiaga Uno saat Peluncuran Gerakan #CintaKitaBersama secara virtual, Kamis (19/8/2021) menjelaskan, subsektor musik menjadi salah satu subsektor yang potensial di industri hiburan. Menurut, buku Outlook Pariwisata 2020/2021, pada 2020 subsektor musik memberikan kontribusi kepada PDB nasional sebesar Rp5,98 triliun. Sementara, proyeksi jumlah orang yang bekerja di subsektor musik sebanyak 63.676 orang. Hal ini menunjukkan kontribusi subsektor musik di Indonesia sangat besar.

“Kemenparekraf berupaya maksimal dalam melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi sebagai salah satu pilar dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 dengan terbentuknya herd immunity. Sehingga Indonesia bisa merdeka dari pandemi, bangkit secara ekonomi, tercipta kembali lapangan kerja, dan terwujudnya keadilan ekonomi. Kita bisa melewati situasi ini dengan mengedepankan gotong-royong dan empati, sehingga ekonomi bisa bangkit kembali,” katanya.

Dalam Peluncuran Gerakan #CintaKitaBersama hadir pula Ketua Umum IMARINDO, Nanda Persada; CEO Eventori Rio Abdurrachman, penyanyi asal Bali Cinta Wirawan; Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf/Baparekraf, Henky Manurung; dan Plt Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, Cecep Rukendi.

Suasana preskon Gerakan Solidaritas Pelaku Industri Hiburan IstSuasana preskon Gerakan Solidaritas Pelaku Industri Hiburan (Ist)

“Saya menyampaikan terima kasih untuk semua rekan-rekan musik di Indonesia, karena semangatnya yang tanpa kenal lelah. Ini adalah bukti bahwa kita punya talenta-talenta yang bisa bersaing di dunia. Semoga kegiatan ini menginspirasi musisi daerah dalam berkarya, mendukung industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk melanjutkan pembangunan Indonesia,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Sandiaga mengapresiasi gerakan tersebut. Nantinya Gerakan #CintaKitaBersama akan menginisiasi sebuah upaya monetisasi dari paltform youtube yang hasilnya nanti akan disumbangkan bagi para pekerja hiburan yang terdampak pandemi.

Cara berpartisipasinya pun sederhana, cukup dengan menonton video musik “Kita Bersama” yang dibawakan Cinta Wirawan. Setelah itu Eventori dan IMARINDO akan mengonversi view di YouTube menjadi sejumlah rupiah yang akan dibagikan ke para pekerja industri hiburan. Dalam periode satu bulan, 19 Agustus – 19 September 2021, diharapkan terkumpul satu juta view sehingga ditargetkan meraup dana Rp50 juta yang nantinya akan dibagikan dalam bentuk bantuan kepada pekerja industri hiburan.

CEO Eventori Rio Abdurrachman menambahkan di tengah kesulitan masih ada musisi yang membuat lagu, pembuat film memproduksi gambar di layar, serta berbagai ragam pertunjukan hijrah ke media digital. Namun tidak semua merasakan peluang yang sama. Banyak dari pekerja industri hiburan yang kehilangan pekerjaan, punya problem kesehatan, dan masih banyak lagi./ JOURNEY OF INDONESIA

 

Page 1 of 17