Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, meninjau kesiapan Pusat Informasi Geopark Danau Toba di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Saat peninjauan pada Kamis (31/12/2020), Sandiaga mengatakan sedang berupaya memantau kesiapan sarana dan prasarana di kawasan Danau Toba yang merupakan salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP).

"Kita ingin meninjau bagaimana sarana dan prasarana yang ada di DSP Danau Toba supaya nantinya setelah pandemi Danau Toba dapat menjadi ikon pariwisata Indonesia yang baru. Supaya nanti pada 2021 pariwisata kita bisa siap untuk bangkit," kata Sandiaga.

Dalam peninjauan tersebut, Sandiaga didampingi oleh Bupati Simalungun, JR Saragih; Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya; Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani; Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam; Direktur Pengembangan Destinasi Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Oni Yulfian; dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Utara, Ria Telaumbanua.

Sandiaga mengungkapkan pengembangan DSP Danau Toba merupakan tanggung jawab bersama para stakeholder terkait seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku wisata dan ekonomi kreatif di sekitar kawasan Danau Toba. Sehingga, perlu ada kolaborasi dan komitmen kuat antara stakeholder terkait untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Danau Toba.

Pengembangan DSP Danau Toba merupakan tanggung jawab bersama para stakeholder terkait IstPengembangan DSP Danau Toba merupakan tanggung jawab bersama para stakeholder terkait (Ist)

“Banyak kearifan lokal dan budaya di sini yang harus kita jaga dan kembangkan, tinggal kita membuat strategi yang tepat untuk dikembangkan, seperti calender of event-nya bisa dibuat sport tourism event, dari segi produk seperti ulosnya juga harus diseragamkan dan lainnya. Sehingga perlu ada kolaborasi dan koordinasi yang kuat di antara para stakeholder untuk menjadikan Danau Toba sebagai ikon pariwisata kelas dunia,” katanya.

Mengenai pembangunan infrastruktur penunjang di kawasan DSP Danau Toba, Sandiaga menuturkan ia telah mendapatkan komitmen dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dari segi pendanaan dan kesiapan pembangunan infrastruktur. "Saat saya koordinasi dengan Pak Luhut, saya mendapatkan komitmen bahwa dari segi pendanaan dan kesiapan akan diberikan agar infrastruktur ini semakin terbangun di wilayah DSP Danau Toba," ujar Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga juga mengimbau agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan K4 (Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Kelestarian Lingkungan) atau CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environment Sustainability) di daerah./ JOURNEY OF INDONESIA

Dalam acara penyerahan uang santunan atas Lahan Zona Otorita Danau Toba di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba dan Groundbreaking Dukungan PT Pertamina dan PT Pegadaian di 10 Desa Wisata di Kawasan Danau Toba, Jumat (10/7/2020), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio berkomitmen meningkatkan potensi wisata di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara.

Pihaknya berkeyakinan dengan mendorong pengembangan ekonomi kreatif yang akan dapat meningkatkan kualitas serta kesejahteraan dari para pelaku industri kreatif yang ada di sekitar Danau Toba. “Creative Hub menjadi wadah bagi pelaku kreatif lokal di Destinasi Pariwisata Super Prioritas untuk memaksimalkan potensi masyarakat, melalui kegiatan seperti workshop, showcase, event kreatif mingguan, dan sebagainya,” kata Wishnutama.

Industri kreatif yang terbantu tersebut termasuk para pengrajin suvenir, seniman, pengusaha kuliner, dan fotografer. Selain itu, creative hub ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan untuk datang ke Danau Toba. “Pariwisata harus bisa menyejahterakan masyarakat setempat, tidak boleh hanya menjadi penonton,” ungkap Wishnutama.

Selain itu, Wishnutama juga mengapresiasi penetapan Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO. Penetapan ini, lanjut Wishnutama, membuktikan bahwa Danau Toba dapat menjadi destinasi wisata kelas dunia.

“Danau Toba juga telah ditetapkan menjadi salah satu dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Presiden sudah berkali-kali ke Danau Toba untuk memastikan bahwa pembangunan di kawasan Danau Toba dapat berjalan dengan lancar, sehingga menunjang kegiatan pariwisata,” katanya.

Danau Toba IstDanau Toba (Ist)

Acara ini juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, Dirut Pegadaian Kuswiyoto, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Komisaris Utama Pertamina, Wakapolda Sumut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Bupati Toba Samosir Darwin Siagian beserta Forkompimda, serta perwakilan tokoh masyarakat sekitar Danau Toba.

Penyerahan bantuan secara simbolis bagi 204 warga di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba yang lahannya terdampak pembangunan Kawasan Pariwisata di Lahan Zona Otorita Danau Toba mendapat santunan bantuan mencapai Rp26.137.298.000.

Pada kesempatan tersebut, Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, berpesan agar masyarakat dan pemerintah Provinsi Sumatra Utara dan pemerintah daerah di sekitar Danau Toba menjaga fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata di sekitar Danau Toba. Ia juga meminta agar warga setempat dan pemerintah setempat untuk menjaga kebersihan di sekitar Danau Toba.

“Kalau wisatawan lihat daerah itu bersih kalau terpelihara orang akan datang. Kalau tidak dijaga orang tidak akan datang,” tutup Luhut./ JOURNEY OF INDONESIA

Seusai meninjau infrastruktur jembatan di Tano Ponggol, Kabupaten Samosir, Rabu (31/7/2019), Kepala Negara mengatakan bahwa komitmen pemerintah untuk membenahi dan menata lokasi wisata serta pembangunan infrastruktur pendukungnya akan berjalan secara paralel atau bersamaan. Juga persiapan infrastruktur dan produk-produk unggulan sektor pariwisata di Danau Toba, Sumatera Utara, dikembangkan sebagai faktor pendukung promosi tersebut.

“Setelah selesai, Insya Allah tahun depan kita promosikan, meskipun saat ini sudah kita promosikan. Namun tahun depan kita lakukan marketing secara besar-besaran,” kata Presiden Joko Widodo.

Kepala Negara besarta Ibu sudah tiga hari melakukan kunjungan kerja di Kawasan Danau Toba, meninjau sejumlah titik yang menjadi daya tarik di sektor pariwisata mulai dari Kabupaten Tapanuli Utara, Samosir, Toba Samosir (Tobasa), hingga Humbang Hasundutan. Presiden pun berkomitmen untuk membenahi kawasan Danau Toba agar menjadi destinasi wisata yang terintegrasi dan menarik.

“Tadi pagi juga saya melihat desa adat (Huta Siallagan), desa ulos, semuanya juga akan direhab total. Pasarnya juga, mulai pasar suvenir (Pasar Onan Baru) kemudian pasar yang di sini juga akan dikerjakan tahun ini dan tahun depan,” kata Presiden. Termasuk pengembangan infrastruktur pariwisata seperti Jetty, Dermaga, pelabuhan, hingga jembatan.

“Dua dermaga pelabuhan akan diselesaikan semua. Kapalnya juga akan dibelikan lagi, ditambah. Dermaganya juga akan diselesaikan semua, setelah itu kita akan promosikan, akan marketing secara besar-besaran Danau Toba,” ujar Kepala Negara..

Presiden Joko Widodo tengah meninjau infrastruktur jembatan di Tano Ponggol Kabupaten Samosir KomblikparPresiden Joko Widodo tengah meninjau infrastruktur jembatan di Tano Ponggol, Kabupaten Samosir (Komblikpar)

Selain itu Presiden mengakui banyak produk atau potensi pariwisata yang bisa menarik wisatawan ke wilayah itu. Untuk itu peran pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah sangat diperlukan secara sinergi.

Sehingga pengembangan kawasan Danau Toba ini, diperlukan pembangunan dan penataan lokasi wisata serta pembangunan infrastruktur pendukungnya akan berjalan secara paralel atau bersamaan. Tak hanya itu, pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga akan menjadi prioritas dalam mendukung pengembangan kawasan wisata Danau Toba.

Diluar itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga menjelaskan program prioritas dalam pengembangan atraksi, akses dan amenitas (3A) di salah satu Danau vulkanik terbesar itu terus diperhatikan agar semakin mempermudah wisatawan mancanegara berkunjung. “Dalam framework pengembangan destinasi itu kita selalu menggunakan konsep 3A, Atraksi, Akses dan Amenitas. Dan jika ingin menjadi global player, harus menggunakan global standart,” kata Menpar

Presiden RI berada di The Kaldera KomblikparPresiden RI berada di The Kaldera (Komblikpar)

Terkait isu lingkungan di Danau Toba, Presiden menegaskan akan menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Salah satu persoalan yang ada di Danau Toba adalah pencemaran air dari pakan ikan akibat maraknya Keramba Jaring Apung (KJA). “Termasuk itu akan kita selesaikan. Sudah ada expert nya, khusus untuk urusan air yang gatal. Sudah ada. Kemudian yang kedua, masalah hutan akan kita ambil kemudian kita tanami lagi,” ujarnya.

Para ahli tersebut, lanjut Kepala Negara, nantinya akan melakukan kajian menyeluruh untuk mencari solusi atas persoalan lingkungan yang ada di kawasan Danau Toba. “Nanti dilihat. Ini expert-nya kalau sudah kajiannya komplet, tapi yang jelas itu akan dicarikan solusi. Syukur enggak ditutup. Kalau ditutup ya itu memang kalau enggak ada solusi. Dilihat perubahannya akhir tahun depan,” tutup Presiden./ JOURNEY OF INDONESIA

Pemerintah memastikan pembangunan aksesibilitas menuju Danau Toba di Sumatera Utara akan selesai pada 2020. Kepastian itu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Utara untuk meninjau kesiapan aksesibilitas di sekitar kawasan Danau Toba.

Presiden memulainya dengan melakukan peninjauan ke Pelabuhan Muara di Kabupaten Tapanuli Utara yang sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada 2020. “Jadi kita akan berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait desain bangunan arsitektur pelabuhan-pelabuhan penyeberangan di Danau Toba,” kata Menhub Budi Karya Sumadi usai mendampingi Presiden meninjau Pelabuhan Muara di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Dari 12 Pelabuhan Penyeberangan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba yang dibangun Kementerian Perhubungan, empat di antaranya telah dilakukan pengembangan hingga 2019 dan akan selesai pada 2020 yaitu Pelabuhan Simanindo, Ambarita, Muara, dan Tigaras.

Sementara tiga pelabuhan lainnya yang mulai dibangun pada 2019 dan akan selesai pada 2020 yaitu Pelabuhan Marbun Toruan, Tongging, dan Balige. Ada satu pelabuhan yang mulai dibangun pada 2018 dan telah selesai pada 2019 yaitu Pelabuhan Ajibata. Total investasi untuk pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Penyeberangan di Danau Toba sampai dengan 2020 mencapai Rp469 miliar yang berasal dari APBN.

Total dukungan investasi Kementerian Perhubungan dari sektor Perhubungan Darat untuk pengembangan KSPN Danau Toba sampai dengan tahun 2020 mencapai Rp644,6 miliar.

Selain dari sektor perhubungan darat, di sektor perhubungan udara, Kemenhub juga akan memperpanjang runway Bandara Sibisa yang menjadi pintu masuk Kawasan Danau Toba dari 1200 meter menjadi 1900 meter, sehingga dapat didarati pesawat jenis ATR-72.

Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Utara untuk meninjau kesiapan aksesibilitas di sekitar kawasan Danau Toba KomblikparPresiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Utara untuk meninjau kesiapan aksesibilitas di sekitar kawasan Danau Toba Komblikpar

Terkait infrastruktur jalan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR saat ini tengah menyelesaikan pekerjaan pelebaran alur Tano Ponggol di Danau Toba Kabupaten Samosir. Pelebaran tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada wisatawan dapat mengelilingi Pulau Samosir menggunakan kapal pesiar berukuran besar.

“Sebelumnya alur Tano Ponggol mempunyai lebar rata-rata 25 meter dalam kondisi dangkal, untuk itu kita lebarkan menjadi 80 meter dan tambah kedalamannya sehingga kapal pesiar bisa keliling Pulau Samosir sepenuhnya. Saat ini progresnya sudah sekitar 74 persen dan insya Allah akhir tahun bisa diselesaikan,” kata Menteri Basuki.

Proyek pelebaran alur Tano Ponggol dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dengan kegiatan utama adalah pelebaran dan pendalaman alur sehingga akan dapat dilewati oleh kapal pesiar.

Alur Tano Ponggol akan dilakukan pelebaran dari 25 meter menjadi 80 meter sepanjang 1,2 km dan ditambah kedalamannya dari 3 meter menjadi 8 meter. Pekerjaan tersebut akan memindahkan tanah sebanyak 571.562 m3 untuk mendapatkan elevasi dasar alur pada 897 mdpl. Kontrak pekerjaannya dimulai Desember 2017 dan akan selesai Desember 2019 dengan anggaran mencapai Rp313 miliar.

Sementara itu, Menpar Arief Yahya memastikan pembangunan fasilitas pendukung pariwisata kawasan sekitar Danau Toba, Sumatera Utara, dari unsur atraksi, aksesibilitas, dan amenitas berjalan sesuai yang direncanakan./ JOURNEY OF INDONESIA

Saat melakukan kunjungan kerja Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya pada Minggu (28/07) menilai, Kawasan Geosite Sipinsur di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, dianggap bisa menjadi atraksi tersendiri di sekitar Kawasan Danau Toba khususnya bagi wisatawan milenial.

Menurut Menpar, lokasi Geosite Sipinsur hampir mirip dengan Orchid Forest di Cikole, Lembang, Bandung, yang memiliki konsep untuk memanjakan wisatawan milenial. Kalau dibuat rumah dan jalan gantung seperti Cikole tentu ini konsepnya anak muda, apalagi ditambah dengan spot selfie.

Geosite Sipinsur menjadi salah satu kawasan wisata utama di Kabupaten Humbang Hasundutan. Luasnya sekitar 2 hektare dan berada di ketinggian 1.213 meter di atas permukaan laut. Kawasan hutan pinus ini berfungsi juga sebagai camping ground, yang juga menyediakan fasilitas taman bermain untuk anak-anak.

Kunjungan Menpar ke kawasan Danau Toba secara khusus meninjau langsung kesiapan infrastruktur dan sektor pariwisata di Danau Toba yang ditetapkan sebagai salah satu destinasi super prioritas sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Kunjungan Menpar ke kawasan Danau Toba untuk meninjau kesiapan infrastruktur dan sektor pariwisata KomblikparKunjungan Menpar ke kawasan Danau Toba untuk meninjau kesiapan infrastruktur dan sektor pariwisata di daerah ini (Komblikpar)

Pada kesempatan yang sama, Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor, mengatakan Kawasan wisata Sipinsur sendiri masih dikelola oleh Pemerintah daerah. Dan akan terus dibenahi sebagai daya tarik untuk wisatawan ke Danau Toba khususnya di wilayah Humbahas.

“Geosite Sipinsur ramai dengan wisatawan pada hari libur atau akhir pekan. Jumlahnya bisa mencapi 5 ribu wisatawan. Kami terus memperbaiki berbagai atraksi disini sebagai daya tarik, salah satunya menyiapkan tempat musik yang biasa digunakan saat akhir pekan,” sebut Dosmar Banjarnahor.

Dari Geopark Sipinsur ini, wisatawan akan langsung berhadapan dengan pulau kedua di tengah Danau Toba yang lebih kecil, Pulau Sibandang. Pulau ini bisa dicapai dalam waktu 10-15 menit dari pelabuhan Muara, sekitar 30 menit perjalanan menuruni bukit dan jalan berkelok dari Geopark Sipinsur.

Geopark Sipinsur sangat mudah dijangkau. Hanya sekitar 18 kilometer dari Bandara Silangit di Siborong-borong, Tapanuli Utara.

Setelah dari Geosite Sipinsur Menpar Arief Yahya bersama rombongan juga meninjau langsung destinasi-destinasi di sekitar Kabupaten Humbahas. Mulai dari pemandian Aek Sipangolu hingga Situs Cagar Budaya Istana Raja Sisingamangaraja ./ JOURNEY OF INDONESIA

Page 1 of 2