Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Banten, Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, Tanjung Lesung ditegaskan dan kawasan Selat Sunda aman untuk dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

Penyataan Menpar tersebut disampaikannya saat konferensi pers dalam acara “Sosialisme Jurnalisme Ramah Pariwisata Dalam Rangka Gerakan Sadar Wisata” yang digelar di Tanjung Lesung Beach Hotel, Banten, Jawa Barat pada Senin (1/4), didasari atas pengamatan intensif Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pasca tsunami Selat Sunda sebelumnya telah menunjukkan penurunan aktivitas dan tidak ada fenomena bertumbuh.

“Saya tegaskan lagi radius aman itu 2 km dari kawah Anak Krakatau, bukan dari pesisir pantai. Dengan demikian kawasan wisata di Selat Sunda aman dikunjungi wisatawan,” ujar Menpar

Begitu pula pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang telah melakukan aktivasi dan pemanfaatan teknologi mitigasi bencana.

Menpar juga menjelaskan bahwa PVMBG dan Badan Geologi Kementerian ESDM pada 25 Maret 2019 telah menurunkan status Gunung api Anak Krakatau dari level III (Siaga) menjadi level II (Waspada) dengan radius aman menjadi 2 km dari sebelumnya 5 km dari kawah.

Pengunjung tengah menikmati keindahan Tanjung Lesyng Resort IbonkPengunjung tengah menikmati keindahan Tanjung Lesung Resort (Ibonk)

“Pada 25 Maret kemarin status diturunkan dari level 3 (siaga) menjadi level 2 (waspada). Jarak status siaga adalah 5 km, sedangkan status waspada adalah 2 km dari kawah gunung tersebut. Sedangkan jarak kawah Krakatau ke bibir pantai di Tanjung Lesung berkisar 50 sampai 60 km. Semoga pengumuman ini menjadi titik balik dari pariwisata Selat Sunda,” jelasnya.

Tak hanya itu, semua alat deteksi dini kebencanaan juga telah dipasang di beberapa titik di sekitar Gunung Krakaratau. “Semua peralatan early warning system atau water level juga telah dipasang oleh BMKG dan setelah itu BNPB juga akan memasang pelampung-pelampung deteksi, jika kecepatan dan ketingggian ombak tertentu akan terdeteksi,” jelasnya lagi.

Pasca tsunami lalu, Kemenpar membentuk tim Selat Sunda Aman yang diketuai Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti yang juga sebagai Ketua Tim Manajemen Krisis Kemenpar untuk melakukan pemantauan serta memastikan agar seluruh program pemulihan sektor pariwisata Selat Sunda berjalan sesuai rencana, baik dari unsur Sumber Daya Manusia (SDM), pemasaran, maupun destinasi terdampak.

Sementara itu, untuk menggairahkan minat kunjungna wisatawan dikawasan KEK Tanjung Lesung, berbagai program menarik dan fasilitas baru mulai dibangun. Seperti yang disampaikan oleh Poernomo Siswoprasetijo selaku Presiden Direktur PT Banten West Java (BWJ), “Dari Tanjung Lesung kita sedang mengembangkan program selain wisata pantai juga wisata desa. Kita juga mempersiapkan berbagai amenitas seperti Beach Club Lalassa,” tutup Purnomo./ JOURNEY OF INDONESIA

Tim Percepatan 10 Top Destinasi Prioritas, yang oleh Menpar Arief Yahya sering dijuluki "10 Bali Baru" semakin dipercepat. Tiap Minggu, tim yang dipimpin Hiramsyah Sambudy Thaib ini mencatat perkembangan demi perkembangan di lapangan, terkait dengan 3A, yakni Akses, Atraksi, dan Amenitas yang sudah dicapai, dan pekerjaan yang sedang dilakukan seminggu ke depan.

Salah satunya, yang dilaporkan Ida Irawati, PIC Destinasi Tanjung Lesung, Banten. Apa yang terjadi di Banten? "Soal aksesibilitas, progress jalan tol Serang-Panimbang, BPJT merencanakan, akhir Januari 2017 ini sampai di tahap proses tanda tangan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). Lalu soal perubahan RTRW, Pemprov Banten untuk mengakomodir jalan tol Serang-Panimbang itu, sedang diproses Bappeda Pemprov Banten dengan Kemen-ATR," jelas Ida.

Selain itu, soal re-aktivasi KA dengan Kemenhub dari Rangkasbitung-Pandeglang-Saketi-Labuhan, sudah dilaksanakan Studi Trase & DED Tahun 2016. Termasuk proses Amdal di tahun 2017 ini. "Bupati Pandeglang sudah mengirimkan surat kepada KemenPUPR atas kondisi ruas jalan Nasional yang rusak di daerah Labuan-Cibaliung, dan jalan hancur akibat banjir dari Labuan-Citeureup. "Jembatan dan gorong-gorong juga waspada roboh. Saat ini tengah diproses di Balai IV, KemenPUPR," ungkapnya.

"Rencana Pembangunan Infrastruktur Terpadu dari BPIW, KemenPUPR tahun 2017 untuk KEK Tanjung Lesung sudah tertuang dalam DIPA 2017 sebagai bentuk dukungan Infrastructure untuk 10 Destinasi Pariwisata Prioritas," tambah Ida.

Bagaimana dengan Atraksi? Tahun Baru 2017 di KEK TanjungLesung, okupansi kunjungan wisatawan di Villa Kalicaa & Hotel 100% disambut dengan tarian kolosal historis Tanjung Lesung oleh para siswa siswi Kampung Cikadu, buffer zone KEK Tanjung Lesung.

Lalu, Program Calendar of Event 2017 Pemprov Banten, ada Banten Beach Festival, Seba Baduy & Festival Tanjung Lesung. Sedangkan Calender of event dari Pengelola Tanjung Lesung 2017 sendiri, Cross Triathlon Event, Amazing Family Race serta memperkuat peranan ASITA Banten dalam membuat paket paket program sebagai upaya peningkatan kunjungan wisatawan ke Tanjung Lesung.

"Kami juga sedang mempersiapkan program sosialisasi Digital Market Place, dengan Indonesia Travel Xchange (ITX) yang diendors Kemenpar untuk memberikan materi Go Digital pada para pelaku bisnis pariwisata di Banten dan Tanjung Lesung. Karena trend saat ini, semua travellers sudah 75% search dan share dengan digital. Bahkan sampai booking dan payment, sudah dilakukan dengan smartphone atau komputer personal mereka," jelas Ida. /JOURNEY OF  INDONESIA