JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk arus lalu lintas Jakarta Selatan menjelang waktu berbuka puasa, sebuah pemandangan hangat tersaji di persimpangan lampu merah Trakindo, Cilandak. Sejumlah insan pers yang biasanya sibuk memburu berita, kali ini turun ke jalan untuk menjalankan misi kemanusiaan. Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI) menunjukkan eksistensinya bukan sekadar sebagai wadah profesi, melainkan juga sebagai motor penggerak kepedulian sosial melalui pembagian ratusan paket takjil.
Aksi yang berlangsung khidmat ini menyasar para pejuang jalanan, mulai dari pengendara sepeda motor, pengemudi angkutan umum, hingga warga sekitar yang masih terjebak dalam kemacetan menjelang azan maghrib. Paket yang berisi aneka makanan ringan dan air mineral tersebut dibagikan secara estafet oleh para jurnalis yang tergabung dalam YPJI. Kehadiran mereka di tengah kemacetan suasana sore dan beranjak hujan menjadi oase tersendiri bagi masyarakat yang belum sempat mencapai tujuan saat waktu berbuka tiba.
Ketua Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia, Andi Arif, yang memimpin langsung jalannya kegiatan ini menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan refleksi dari semangat kebersamaan. Menurutnya, momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk mempererat ikatan emosional antara jurnalis dengan warga yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem pemberitaan mereka. Andi menekankan bahwa jurnalis tidak boleh kehilangan kepekaan sosialnya meski disibukkan dengan rutinitas pekerjaan yang sangat dinamis.
“Bulan Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk berbagi dan memperkuat rasa kebersamaan. Kami ingin hadir di tengah masyarakat dengan memberikan sedikit kebahagiaan bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba,” ujar Andi Arif di sela-sela kesibukannya membagikan paket tersebut.
Lebih lanjut, Andi Arif menjelaskan bahwa inisiatif ini juga bertujuan untuk menanamkan jiwa filantropi di kalangan awak media. Ia berharap kontribusi kecil ini dapat memberikan dampak positif dan menjadi teladan bagi gerakan serupa di tempat lain. “Semoga kegiatan kecil ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi pengingat bahwa berbagi di bulan Ramadhan adalah hal yang sangat mulia,” tambahnya.
Dukungan terhadap langkah nyata ini juga datang dari jajaran petinggi yayasan. Dewan Pembina YPJI, Nina Nugroho, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para pengurus dan anggota YPJI yang tetap meluangkan waktu di tengah padatnya jadwal liputan. Baginya, semangat untuk menyisihkan waktu demi kepentingan publik di luar tugas jurnalistik adalah hal yang patut dibanggakan.
“Salut kepada temen-temen pengurus yang mau menyisihkan waktunya dan mau berbag,” ucap Nina singkat memberikan testimoni dukungannya terhadap aksi sosial tersebut.
Respons positif pun mengalir dari para pengguna jalan. Banyak pengendara yang mengaku merasa sangat terbantu, mengingat sulitnya mencari hidangan berbuka di tengah kemacetan Jakarta yang kerap tidak terduga. Kehadiran para jurnalis di lampu merah Trakindo ini setidaknya mampu meringankan dahaga para komuter sebelum sampai di kediaman masing-masing.
Sebagai bagian dari program kerja selama bulan suci, Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia tidak akan berhenti pada aksi kali ini saja. Jika tidak ada aral melintang, YPJI telah menjadwalkan kegiatan serupa yang akan kembali digelar pada Jumat, 13 Maret mendatang. Melalui rangkaian kegiatan ini, YPJI juga membuka pintu kolaborasi bagi berbagai pihak terkait yang memiliki visi serupa untuk meningkatkan kepedulian sosial dan memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat luas./ JOURNEY OF INDONESIA | Nuhaa
















