Saturday, January 31, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Pentingnya Peran Musik dalam Film di Mata Rako Prijanto dan Tya Subiakto

by Ibonk
19/07/2023
Reading Time: 4 mins read
Pentingnya Peran Musik dalam Film di Mata Rako Prijanto dan Tya Subiakto

Webinar Peran Musik dalam Film (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Musik merupakan elemen yang cukup strategis dalam lingkup media cipta. Begitu juga perannya dalam sebuah tayangan film, apapun genre film yang membungkusnya. Emosi yang dibangun dalam film melalui musik, akan membawa perasaan penonton lebih dalam dan berkesan.

Jadi sesungguhnya musik dalam sebuah film bukan sekedar pelengkap yang asal bunyi. Lika dipertajam, musik di dalam sebuah film sesungguhnya bisa menjadi penanda geografis dari daerah mana cerita film itu berasal.

Baca juga :

Eksplorasi Luka dan Kedewasaan, Safira Zaza Hidupkan Kembali ‘Salah Tapi Baik’

Menembus Batas Tradisi, Strategi DEBZ Hadirkan Lunar Collection 2026 ke Selera Gen-Z dan Urban

SCTV Suguhkan Program Religi dan Hiburan Bermakna dalam Tema “Ramadan Penuh Cinta”

Hal tersebut disampaikan oleh Rako Prijanto seorang sutradara film dan penulis naskah dalam webinar bertajuk “Peran Musik dalam Film” yang digelar oleh Panitia Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XIII di Jakarta, Sabtu 15 Juli 2023. Tak sendiri, hadir juga Tya Subiakto sebagai narasumber yang juga merupakan ilustrator musik sekaligus sutradara dan penyanyi.

Rako Prijanto yang pernah menyutradarai film “Sang Kyai” mengatakan musik dalam film sejatinya dibagi dua: yakni musik scoring yang memberi irama musik sebagai latar belakang dan original soundtrack. Scoring dan soundtrack sangat efektif dalam menyampaikan apa yang ingin dirasakan oleh film itu. ”Jadi, musik sangat membantu setiap scene agar cerita sampai ke perasaan penonton,” ujar sutradara berusia 50 tahun yang pernah meraih Piala Maya 2016.

Menurut Rako, theme song dalam sebuah film juga bisa menjadi karakter film tersebut. Dirinya memisalkan jika kita tiba-tiba mendengar sebuah nada, kita langsung bisa tahu nada itu ciri khas dari film Indiana Jones, Superman atau Star Wars.

”Intinya musik dalam film peranannya penting, dan tidak bisa dipisahkan dalam sebuah cerita.” tegas Rako.

Pada kesempatan itu, Rako juga menjelaskan seandainya dalam satu produksi film bergenre thriller, di dalamnya ada satu scene menggambarkan romance. ”Maka tidak bisa warna musik scoring-nya mendadak berubah jadi romance. Memang perlu ada warna romance-nya namun tetap harus ada unsur thriller-nya,” jelas Rako lagi.

Pada akhir sesinya dalam webinar bertajuk “Peran Musik dalam Film” , Rako mengatakan bahwa muatan musik atau scoring musik diselaraskan dengan durasi film. Dan yang terpenting sejaun mana keperluannya. ”Kalau terlalu banyak. Apalagi penempatan tidak tepat, pasti bakal akan mengganggu perasaan penonton,” katanya.

Rako mengingatkan, film berbeda dengan opera atau cabaret yang membutuhan latar belakang musik dari depan sampai belakang. “Dalam film, terkadang ada bagian tertentu yang memang harus di mute. Kalau tidak, nanti grafik emosi penonton malah bisa terlalu lelah,” katanya.

Film Sang Pencerah jadi salah satu pembuktian ilustrasi musik terbaik yang di garap Tya Subiakto (Ist)

Sementara itu, musisi Tya Subiakto mengatakan seseorang yang ditunjuk sebagai penata musik, mempunyai kesepakatan pada dua orang, yakni produser dan sutradara. “Karena mereka yang tahu karakter cerita, bagaimana alur dan konklusi filmnya,” kata Tya yang pernah menata musik untuk lebih dari 60 judul film, di antaranya “Ayat-Ayat Cinta”, “Habibi & Ainun”, “Sang Pencerah”.

Jika seseorang tertarik menjadi penata musik, kata Tya, sebaiknya dibekali dengan ilmu yang lain seperti fotografi. Agar paham sudut pandang dan bahasa yang kerap dipakai oleh sutradara.

“Di samping itu perlu juga membekali diri dengan pengetahuan tentang scenario film, meski tidak perlu mendalam. Karena di setiap skenario terdiri dari tiga babak atau delapan sequences. Dari sana kita bisa mengatur musiknya. Misalkan, di bagian opening tidak terlalu tinggi, atau tidak mewah,” ungkap Tya yang mengawali karier lewat film “Sang Dewi” (2007).

Tak hanya itu, Tya juga menyebutkan bahwa seorang Ilustrator Musik harus paham tentang sejarah musik. Seperti dalam menggarap tema cerita tahun 1920, harus paham di jaman itu musik apa yang sedang berkembang.

“Misalnya musik jazz, harus dipertajam lagi, era itu apa yang sedang hits. Apakah Dixie atau apa? Jangan sampai salah. Bisa-bisa diketawain penonton yang tahu sejarah!” ungkap Tya yang memenangkan Ilustrator Terbaik dalam Festival Film Bandung lewat “Ayat-Ayat Cita” (2008) dan “Sang Pencerah” (2011)

Tya mengaku masih sering menghadapi alasan klasik tentang budget produksi film yang terbatas, tapi produser menginginkan musik filmnya digarap megah menggunakan orchestra. Dan mengusulkan untuk menggunakan digital music orchestra.

Menurut Tya hal itu tidak masalah. “Sepanjang kita menguasai digital musik orchestra seperti apa. Dan saya tidak mau mengarapnya hanya menggunakan satu keyboard, tetap harus belajar prinsip orchestra. Bahwa dalam keluarga string section, misalnya, harus lengkap ada violin, viola, cello, contra bass,” ungkap Tya yang mengaku tantangan terberat sebagai illustrator adalah terbatasnya waktu pengerjaan alias dateline.

Dalam pengamatan Tya, jika seseorang mengaku telah menjadi penata musik professional, ia harus bisa menjaga profesionalisme dengan cara membuat musik karya sendiri. “Profesional itu juga termasuk tidak mengambil musik orang lain dan tidak menggunakan template dari musik orang lain!” kata Tya mengingatkan./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: FFWIFilm IndonesiaJourney of IndonesiaPeran Musik dalam FilmRako PrijantoTya Subiakto
Share71Tweet44

Related Posts

Transformasi Belanja Harian Jadi Perjalanan Global Melalui Kolaborasi ZU dan AirAsia rewards
News

Transformasi Belanja Harian Jadi Perjalanan Global Melalui Kolaborasi ZU dan AirAsia rewards

29/01/2026
Diplomasi Pariwisata di Cebu, Upaya Indonesia Mengejar Kualitas dan Keberlanjutan Global
News

Diplomasi Pariwisata di Cebu, Upaya Indonesia Mengejar Kualitas dan Keberlanjutan Global

28/01/2026
Transformasi IOITE 2026, Mengintegrasikan Solusi Perjalanan Insentif dan Retensi Karyawan dalam Satu Ekosistem
Events

Transformasi IOITE 2026, Mengintegrasikan Solusi Perjalanan Insentif dan Retensi Karyawan dalam Satu Ekosistem

27/01/2026
Primaya Hospital Bekasi Timur Perkuat Layanan Medis Terpadu Lewat Doctor’s Award
News

Primaya Hospital Bekasi Timur Perkuat Layanan Medis Terpadu Lewat Doctor’s Award

25/01/2026
Indosiar Jaga Takhta Televisi di Bulan Ramadan 1447 H, Hadirkan Dakwah, Entertainment hingga Sepak Bola
News

Indosiar Jaga Takhta Televisi di Bulan Ramadan 1447 H, Hadirkan Dakwah, Entertainment hingga Sepak Bola

24/01/2026
Next Post
ABI Berkomitmen Ciptakan Masyarakat Yang Harmonis

ABI Berkomitmen Ciptakan Masyarakat Yang Harmonis

ADVERTISEMENT

Recomended

Eksplorasi Luka dan Kedewasaan, Safira Zaza Hidupkan Kembali ‘Salah Tapi Baik’
Music

Eksplorasi Luka dan Kedewasaan, Safira Zaza Hidupkan Kembali ‘Salah Tapi Baik’

30/01/2026
Menembus Batas Tradisi, Strategi DEBZ Hadirkan Lunar Collection 2026 ke Selera Gen-Z dan Urban
Fashion

Menembus Batas Tradisi, Strategi DEBZ Hadirkan Lunar Collection 2026 ke Selera Gen-Z dan Urban

30/01/2026
SCTV Suguhkan Program Religi dan Hiburan Bermakna dalam Tema “Ramadan Penuh Cinta”
Entertainment

SCTV Suguhkan Program Religi dan Hiburan Bermakna dalam Tema “Ramadan Penuh Cinta”

30/01/2026
Transformasi Belanja Harian Jadi Perjalanan Global Melalui Kolaborasi ZU dan AirAsia rewards
News

Transformasi Belanja Harian Jadi Perjalanan Global Melalui Kolaborasi ZU dan AirAsia rewards

29/01/2026
Padukan Inovasi, Lifestyle dan Entertainment, IIMS 2026 Siap Dilangsungkan
Automotive

Padukan Inovasi, Lifestyle dan Entertainment, IIMS 2026 Siap Dilangsungkan

29/01/2026
Jejak Komitmen Marcell Siahaan dan Rima Melati Adams dalam Retrospeksi ‘Mulanya Disini’
Music

Jejak Komitmen Marcell Siahaan dan Rima Melati Adams dalam Retrospeksi ‘Mulanya Disini’

29/01/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.