JAKARTA – Tren gaya hidup masyarakat urban saat ini tidak lagi hanya terpaku pada konsumsi produk, melainkan pada pencarian nilai tambah dari setiap transaksi yang dilakukan. Menangkap fenomena tersebut, platform loyalitas ZU resmi menjalin kemitraan strategis dengan AirAsia rewards untuk mengintegrasikan ekosistem poin mereka.
Kolaborasi ini menandai babak baru dalam industri loyalitas di Indonesia, di mana poin yang dikumpulkan dari belanja kebutuhan pokok kini dapat digunakan untuk menjelajahi dunia.
Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta pada Kamis (29/1/2026), kedua perusahaan sepakat untuk membuka akses penukaran ZU Point menjadi AirAsia points. Langkah ini memungkinkan lebih dari 2 juta anggota aktif ZU untuk memanfaatkan poin belanja mereka dari berbagai jaringan ritel seperti Hypermart, Bank Nobu, hingga tenant di Lippo Malls, untuk ditukarkan dengan tiket dari 700 maskapai global maupun satu juta pilihan akomodasi di seluruh dunia melalui aplikasi AirAsia MOVE.
CEO ZU, Angkasa yang memandang bahwa integrasi ini adalah bentuk respons terhadap perilaku konsumen yang menginginkan fleksibilitas tinggi. Menurutnya, aktivitas bepergian telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern yang memerlukan dukungan ekosistem finansial yang inklusif. “Dengan mengintegrasikan kedua program loyalitas, kami menghadirkan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengubah momen harian sederhana menjadi pengalaman perjalanan yang bermakna. Kami merasa antusias dalam memfasilitasi para pengguna ZU untuk menjelajahi keindahan berbagai destinasi global, melalui pemanfaatan AirAsia points di aplikasi MOVE,” ungkap Angkasa dalam keterangan resminya.
Visi untuk mendemokratisasi perjalanan juga menjadi landasan bagi AirAsia rewards. Sebagai bagian dari AirAsia MOVE, program loyalitas ini tidak lagi sekadar tentang penerbangan, melainkan telah berevolusi menjadi mata uang perjalanan yang holistik. Data internal menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, pemanfaatan poin oleh pengguna di Indonesia memberikan penghematan yang signifikan, mencapai nilai lebih dari Rp790 juta.
Sementara Country Head AirAsia rewards Indonesia, Arifin Prasetyo menjelaskan bahwa kemitraan ini merupakan perwujudan dari visi mereka dalam memperluas relevansi poin sebagai instrumen transaksi global. Ia mencermati adanya tren yang terus meningkat dalam perilaku penukaran poin untuk kebutuhan travel dan gaya hidup. “Perilaku penukaran points menjadi salah satu tren transaksi yang kami amati di MOVE.
Sepanjang 2025, total penghematan pengguna MOVE Indonesia dari pemanfaatan points tercatat setara lebih dari Rp790 juta. Hal ini sejalan dengan komitmen MOVE untuk mendemokratisasi perjalanan agar semakin inklusif dan terjangkau,” jelas Arifin Prasetyo.
Sebagai bentuk apresiasi bagi pengguna di masa awal peluncuran, kedua belah pihak menawarkan program eksklusif yang berlangsung hingga 28 Februari 2026. Selama periode ini, pengguna dapat menikmati bonus 50 persen AirAsia points dan cashback 50 persen ZU Point untuk setiap transaksi penukaran. Paket penukaran yang tersedia saat ini mencakup konversi 5.000 ZP menjadi 50 AirAsia points, serta 15.000 ZP untuk 175 AirAsia points.
Proses penukaran pun dirancang dengan kemudahan akses teknologi. Pengguna cukup mengakses menu ZU melalui aplikasi Styles, HiCard, atau Nobu Go, kemudian memilih menu tukar poin ke arah AirAsia rewards. Dengan memasukkan ID anggota AirAsia MOVE, poin akan langsung terkirim secara otomatis dan siap digunakan untuk memesan tiket pesawat, hotel, hingga produk bebas bea (duty-free).
Zup Loyalti Indonesia sendiri terus memposisikan diri sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai merek dalam satu platform terpadu. Fokus mereka tidak hanya terbatas pada keuntungan finansial, tetapi juga membangun hubungan emosional antara merek dan konsumen. Di sisi lain, AirAsia rewards yang kini menjangkau seluruh kawasan Asia Tenggara semakin memperkuat posisinya melalui mitra di kategori gaya hidup dan layanan keuangan.
Ke depan, sinergi antara ZU dan AirAsia rewards diproyeksikan akan terus melahirkan inovasi lintas ekosistem. Fokus utama pengembangan akan tetap berada pada kemudahan pengguna dalam mengumpulkan nilai dari setiap aktivitas ekonomi mereka, sekaligus memberikan nilai tambah yang relevan dengan kebutuhan perjalanan di masa depan./ JOURNEY OF INDONESIA | Nuhaa

















