Tuesday, January 27, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Widyawati, Sesalkan Film “Ambu” Tidak Beredar di Seluruh Bioskop Tanah Air

by Yulia Dewi
19/01/2020
Reading Time: 3 mins read
Widyawati, Sesalkan Film “Ambu” Tidak Beredar di Seluruh Bioskop Tanah Air

Widyawati (Yulia)

Share on FacebookShare on Twitter

Aktris senior Widyawati baru saja mendapat penghargaan Asia-Pacific Film Festival (APFF) ke-59 di Macau dengan kategori Best Supporting Actress lewat perannya di film “Ambu” sebagai Ambu Misnah. Piala dan penghargaan ini diserahkan oleh ketua PPFI, H. Deddy Mizwar di Preview Room, Sinematek Indonesia yang disaksikan oleh seluruh pengurus PPFI, penulis skenario Titien Wattimena dan para undangan lainnya.

Selain Widyawati, penghargaan juga diberikan untuk film “Kucumbu Tubuh Indahku” dengan kategori Best Original Story yang disutradarai dan ditulis oleh Garin Nugroho. Sementara penghargaan diterima oleh Teuku Rifnu Wikana yang mewakilinya.

Baca juga :

Menggantikan Detak Jantung Ibu dengan Algoritma, Refleksi Kehilangan dalam Film “Esok Tanpa Ibu”

Menakar Kedewasaan Emosi dalam Sadali, Ketika Cinta Bukan Sekadar Soal Memilih

Jejak Baru Oliver Roberts di ‘Asmara Gen Z’, Antara Restu Ibu dan Mentoring Sang Kakak

Istri almarhum aktor Sophan Sophiaan ini merasa bersyukur dengan penghargaan yang diterima untuk kedua kalinya ini. Sebelumnya ditahun 2010, aktris kelahiran 12 Juli 1950 ini mendapat penghargaan yang sama lewat film “Perempuan Berkalung Sorban”. Namun, kali ini sebagai pemain di film “Ambu” ia merasa sangat sedih dan menyesali karena filmnya tidak beredar di seluruh bioskop tanah air.

“Siapapun tentunya sangat bersyukur, Alhamdulillah sampai saat ini saya masih bisa eksis di dunia film dengan berdiri di sini. Dan penghargaan ini harus saya syukuri, namun yang sangat saya sesalkan sekaligus membuat saya sedih. Film ini hanya beredar di Jawa Barat saja,” ujar Widyawati, pada Kamis (16/1/2020).

Salah satu alasan yang tidak masuk akal adalah karena film Ambu adalah film yang berbahasa Sunda. Sangat menyedihkan, sementara menurutnya film yang berbahasa asing justru mendapat porsi lebih banyak di bioskop. “Ini sangat menyedihkan buat saya. Karena buat saya film barat kok bisa tampil diseluruh layar bioskop, sementara yang kita tahu bahasa Sunda adalah bahasa daerah kita di Indonesia. Salah satunya yang digunakan Suku Baduy. Apa alasannya? Ini yang bikin saya tidak mengerti. Kebetulan saya dapat penghargaan ini, jadi saya bisa bicara soal ini,” imbuh Widyawati.

Penyerahan Piala dan penghargaan APFF oleh ketua PPFI, H. Deddy Mizwar kepada pemenang yang disaksikan oleh pengurus PPFI, Titien Wattimena (Yulia)

Artis yang masih tetap cantik diusianya yang sudah menginjak 69 tahun ini berharap pemerintah daerah bisa memproduksi film dengan berbahasa daerahnya masing-masing. Agar film Indonesia bisa dibawa ke luar negeri dan semua orang bisa lebih mengenal Indonesia. “Setelah film Ambu saya dengan senang hati menerima tawaran untuk main di film yang berbahasa daerah. Itu sesuatu budaya yang harusnya kita hargai. Tidak hanta tentang Baduy, karena masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang perlu diangkat, karena negeri ini sangat luar biasa cantik dan kaya,” bebernya.

Dengan adanya ajang festival Asia Pacific ini, Widyawati juga berharap film Indonesia bukan hanya dikenal di Asia saja tapi lebih dari itu. Yang terpenting menurutnya adalah memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia luar.

“Kita harus bisa menghormati kebudayaan kita sendiri. Seperti film Ambu yang meraih penghargaan di film festival di Asia Pacific saja, mungkin bisa lebih dari itu untuk memperkenalkan budaya kita. Tentunya itu menjadi harapan kita semua,” tutup Widyawati.

Film “Ambu” mengambil latar belakang masyarakat Baduy, di Banten, Jawa Barat yang sampai saat ini masih mempertahankan culture dari adat leluhurnya. Dalam film itu, Widyawati bermain bersama aktris Laudya Cynthia Bella. Tapi karena masalah peredaran, film ini hanya meraih jumlah penonton sebanyak 47.000 saja.

Menurut ketua PPFI, H. Deddy Mizwar yang hadir pada kesempatan yang sama, masalah tata edar ini adalah hal penting yang harus segera dibenahi oleh pemerintah./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: FilmWidyawati
Share29Tweet18

Related Posts

Menelusuri Jejak 30 Tahun Miles Films: Saat Musik Tak Sekadar Latar
FIlm

Menelusuri Jejak 30 Tahun Miles Films: Saat Musik Tak Sekadar Latar

24/01/2026
Menggantikan Detak Jantung Ibu dengan Algoritma, Refleksi Kehilangan dalam Film “Esok Tanpa Ibu”
FIlm

Menggantikan Detak Jantung Ibu dengan Algoritma, Refleksi Kehilangan dalam Film “Esok Tanpa Ibu”

20/01/2026
Menakar Kedewasaan Emosi dalam Sadali, Ketika Cinta Bukan Sekadar Soal Memilih
FIlm

Menakar Kedewasaan Emosi dalam Sadali, Ketika Cinta Bukan Sekadar Soal Memilih

19/01/2026
Jejak Baru Oliver Roberts di ‘Asmara Gen Z’, Antara Restu Ibu dan Mentoring Sang Kakak
FIlm

Jejak Baru Oliver Roberts di ‘Asmara Gen Z’, Antara Restu Ibu dan Mentoring Sang Kakak

17/01/2026
Joko Anwar Tembus Berlinale 2026, Mengurai Borok Kekuasaan Lewat ‘Ghost in the Cell’
FIlm

Joko Anwar Tembus Berlinale 2026, Mengurai Borok Kekuasaan Lewat ‘Ghost in the Cell’

16/01/2026
Next Post
Dian Sastrowardoyo Ambil Tantangan Baru Lewat Film Guru-Guru Gokil

Dian Sastrowardoyo Ambil Tantangan Baru Lewat Film Guru-Guru Gokil

ADVERTISEMENT

Recomended

Padukan Apresiasi dan Harmoni Musik, ZAP Bikin Pecah Malam bertajuk “ZAPHRODITE Friends & Family Gathering 2026”
Show

Padukan Apresiasi dan Harmoni Musik, ZAP Bikin Pecah Malam bertajuk “ZAPHRODITE Friends & Family Gathering 2026”

27/01/2026
Manifestasi Kepercayaan Diri, Men/O/Logy dan ZAP Dorong Standar Baru Perawatan Pria serta Kesehatan Modern
Lifestyle

Manifestasi Kepercayaan Diri, Men/O/Logy dan ZAP Dorong Standar Baru Perawatan Pria serta Kesehatan Modern

27/01/2026
Menyesap Makna Filosofis dan Kelezatan “The Feast of Fortune” di Artotel Harmoni Jakarta
Hotels

Menyesap Makna Filosofis dan Kelezatan “The Feast of Fortune” di Artotel Harmoni Jakarta

26/01/2026
Primaya Hospital Bekasi Timur Perkuat Layanan Medis Terpadu Lewat Doctor’s Award
News

Primaya Hospital Bekasi Timur Perkuat Layanan Medis Terpadu Lewat Doctor’s Award

25/01/2026
Dwiki Dharmawan dan Anagnorisis, Cendera Matanya dari Yunani
Music

Dwiki Dharmawan dan Anagnorisis, Cendera Matanya dari Yunani

25/01/2026
Bounce Street Asia Bintaro Resmi Beroperasi Sebagai Pusat ‘Sportainment’ Keluarga
Health

Bounce Street Asia Bintaro Resmi Beroperasi Sebagai Pusat ‘Sportainment’ Keluarga

24/01/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.