Lola Amaria: Film Asing Masih Jadi Tuan Rumah di Indonesia

By Ismed Nompo June 03, 2021 378
Lola Amaria: Film Asing Masih Jadi Tuan Rumah di Indonesia Lola Amaria selaku produser film, sutradara, artis dan penggiat perfilman Indonesia (Ist)

Ada pertanyaan krusial yang sering ditanyakan kepada insan perfilman di Indonesia, bagaimana caranya membuat film Indonesia agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri?

Nah, pertanyaan ini juga akhirnya mengemuka dalam Sosialisasi BSM Kebangkitan Perfilman dan Bioskop Pasca Program Vaksinasi Covid-19, secara virtual di Jakarta, Rabu (2/6/2021) kemarin.

Menurut produser film, sutradara, artis dan penggiat perfilman Indonesia Lola Amaria, pertanyaan sederhana itu, membutuhkan jawaban yang tidak sederhana. Karena, meski pertanyaan itu acap diulang-ulang, tapi sampai sekarang film Indonesia tetap belum mampu menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini.

Yang terjadi justru sebaliknya, film import-lah yang justru menjadi tuan di Indonesia. Karena proteksi atas film nasional dan perlakuan yang diterima film produksi anak negeri, dalam peredarannya ditentukan di pemilik jaringan bioskop secara sepihak.

"Bagaimana bisa menjadi tuan rumah jika satu bioskop ada lima layar. Dan empat layar itu, digunakan untuk memutar film asing dan hanya satu layar untuk memutar film Indonesia. Itu namanya film asing menjadi tuan rumah di negeri Indonesia," kata Lola Amaria dalam sesi Q n A di virtual meeting yang diinisiasi Lembaga Sensor Film (LSF).

Lola Amaria InstagramLola Amaria (Instagram)

Lola menambahkan, bioskop hanya pro pada film yang menguntungkan mereka. Karena sistem yang dibangun pemilik jaringan bioskop sudah berjalan seperti itu, dari lama. "Atau film yang berbujet promo sangat besar. Apalah kita-kita ini, yang bikin film aja bujetnya kecil," kata Lola sembari menekankan di masa pandemi yang membekap dunia ini, bukan hanya bioskop yang terkena dampak signifikan. Sektor yang lain, seperti pariwisata, penerbangan, perhotelan, media, juga sektor lainnya juga mengalami pukulan telak yang serupa.

Selain itu, masih menurut Lola Amaria, media tonton karya kreatif seperti film, bukan hanya ada di bioskop. Ada Over The Top (OTT) dan media digital lainnya, karenanya dia tetap meminta ekosistem perfilman harus mampu dan mulai mencari alternatif penayangan film di luar bioskop yang sangat hegemonis.

Dalam acara yang juga menghadirkan Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Indonesia (GPBSI) Djonny Syahruddin, dan narasumber lainnya.

Oleh Lola Amaria, ia mengkritik tema Kebangkitan Perfilman dan Bioskop Pasca Program Vaksinasi Covid-19. "Harusnya temanya Kebangkitan Perfilman Indonesia dan Bioskop Pasca Program Vaksinasi Covid-19. Karena yang paling pertama dan utama yang harus diperhatikan adalah ekosistem pendukung utama perfilman Indonesia, yaitu orang-orang kreatif seperti kami. Sebagai backbone perfilman Indonesia," tekan Lola Amaria./ JOURNEY OF INDONESIA