<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Brandon Salim Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/brandon-salim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/brandon-salim/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Dec 2021 06:15:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Brandon Salim Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/brandon-salim/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Dignitate, Pentingnya Komunikasi Dalam Menjalin Hubungan</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dignitate-pentingnya-komunikasi-dalam-menjalin-hubungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulia Dewi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2020 06:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Al Ghazali]]></category>
		<category><![CDATA[Arief Didu]]></category>
		<category><![CDATA[Bramanta Sadhu]]></category>
		<category><![CDATA[Brandon Salim]]></category>
		<category><![CDATA[Budiman Sudjatmiko]]></category>
		<category><![CDATA[Caitlin Halderman]]></category>
		<category><![CDATA[Dinda Kanya Dewi]]></category>
		<category><![CDATA[Fajar Nugros]]></category>
		<category><![CDATA[Giorgino Abraham]]></category>
		<category><![CDATA[Izabel Jahja]]></category>
		<category><![CDATA[Joshua Suherman]]></category>
		<category><![CDATA[Kenneth Santana]]></category>
		<category><![CDATA[Kiara Mckenna]]></category>
		<category><![CDATA[Lania Fira]]></category>
		<category><![CDATA[lbnu Jamil]]></category>
		<category><![CDATA[Lia Waode]]></category>
		<category><![CDATA[Manoj Punjabi]]></category>
		<category><![CDATA[Mat Oii]]></category>
		<category><![CDATA[MD Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Naimma Aljufri]]></category>
		<category><![CDATA[Sonia Alyssa]]></category>
		<category><![CDATA[Sophia Latjuba]]></category>
		<category><![CDATA[Teuku Ryzki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=1075</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membuka awal tahun MD Pictures baru saja merilis sebuah tema film romantis yang kali ini diangkat dari wattpad laris dengan judul &#8220;Dignitate: Karena Terlalu Gengsi Menyatakan Rasa&#8221;. Dilatarbelakangi tulisan karya Hana Margaretha yang telah dibaca lebih dari 9 juta pembaca dan menjadi best seller inilah mengapa MD Pictures tertarik untuk mengangkat ke layar lebar. &#8220;Saya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dignitate-pentingnya-komunikasi-dalam-menjalin-hubungan/">Dignitate, Pentingnya Komunikasi Dalam Menjalin Hubungan</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Membuka awal tahun <em>MD Pictures</em> baru saja merilis sebuah tema film romantis yang kali ini diangkat dari wattpad laris dengan judul &#8220;Dignitate: Karena Terlalu Gengsi Menyatakan Rasa&#8221;. Dilatarbelakangi tulisan karya <strong>Hana Margaretha</strong> yang telah dibaca lebih dari 9 juta pembaca dan menjadi <em>best seller</em> inilah mengapa MD Pictures tertarik untuk mengangkat ke layar lebar.</p>



<p>&#8220;Saya yakin dari sisi cerita sangat menarik. Waktu diceritakan isi bukunya saya merasa tertarik dengan potensi dan isinya, karakternya juga masih <em>relatable </em>dan sangat Indonesia banget. Kali ini awal tahun saya awali dengan drama, ada komedinya juga. Variasi itu bagus juga kalau kita sajikan diawal, itu yang penting ada sesuatu yang ingin kita sajikan di sini,&#8221; kata <strong>Manoj Punjabi</strong>, Produser dari MD Pictures diacara <em>press screening</em> film Dignitate pada Senin (20/1/2020).</p>



<p>Novel ini menceritakan dua karakter yang bernama Alfi (<strong>Al Ghazali</strong>) dan Alana (<strong>Caitlin Halderman</strong>). Alfi seorang siswa di SMA Sanjaya yang terkenal sarkas, dingin, galak bahkan sampai mendapat julukan GGS alias Ganteng-Ganteng Seram.</p>



<p>Cerita diawali dengan kepindahan seorang siswi baru bernama Alana yang mempunyai masalah disekolah asalnya hingga harus pindah sekolah. Alana yang mempunyai kepribadian yang polos, periang, dan baik hati ini sangat bertolak belakang dengan sifat Alfi yang cuek dan kasar. Walau duduk sebangku, sifat keduanya yang bertolak belakang membuat Alfi dan Alana kerap bertengkar.</p>



<p>Namun seketika keceriaan Alana menghilang, ketika tiba-tiba Alana melihat Alfi bertengkar dengan sosok lelaki yang bernama Regan. Siapakah Regan? Kenapa Alana sangat takut jika melihat Regan, apa sesungguhnya yang terjadi dengan Alana?</p>



<p>Bagaimana kemudian sikap Alfi dalam menghadapi peruhahan slkap Alana? Perlahan waktupun menjawab apa yang ditakutkan Alana terhadap sosok Regan akhirnya terungkap. Alfi yang tak ingin dicap sama dengan Regan akhirnya berbuat sesuatu yang akhirnya mencelakakan dirinya. Bagaimana kisah Alfi dan Alana selanjutnya?</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Manoj_Punjabi_selaku_produser_tengah_memberikan_penjelasan_terkait_film_Dignitate_IG_Manoj_Punjabi.jpg" alt="" class="wp-image-1077" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Manoj_Punjabi_selaku_produser_tengah_memberikan_penjelasan_terkait_film_Dignitate_IG_Manoj_Punjabi.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Manoj_Punjabi_selaku_produser_tengah_memberikan_penjelasan_terkait_film_Dignitate_IG_Manoj_Punjabi-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Manoj_Punjabi_selaku_produser_tengah_memberikan_penjelasan_terkait_film_Dignitate_IG_Manoj_Punjabi-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Manoj Punjabi selaku produser tengah memberikan penjelasan terkait film Dignitate (IG Manoj Punjabi)</em></figcaption></figure></div>



<p>Di film ini, banyak pesan yang ingin disampaikan, terutama dalam hal komunikasi. Komunikasi sangat penting dalam hal hubungan keluarga, pertemanan maupun dalam hubungan kekasih. Benang merah inilah yang ingin disampaikan oleh sutradara <strong>Fajar Nugros</strong>.</p>



<p>&#8220;Di film ini kita belajar dan memahami betapa pentingnya komunikasi dalam sebuah hubungan, baik itu hubungan keluarga dan pertemanan. Film ini bukan hanya sekedar menyampaikan pesan penting apa yang harus disampaikan dan bukan sekedar film remaja yang temanya baper baperan saja. Tapi kita berusaha menyampaikan jika dalam keluarga komunikasi tidak baik, maka anak akan cari informasi dari luar yang belum tentu benar,&#8221; kata Fajar Nugros kepada awak media.</p>



<p>Dramaturgi yang ditampilkan cukup berhasil disampaikan difilm ini, akting Al Ghazali yang biasanya terlihat kaku, dalam film ini Al sedikit meraih kemajuan. Bisa dibilang ini film drama yang cukup berhasil bagi Al Ghazali dalam berakting. Baik dialog, maupun banyolan yang ditampilkan terlihat natural mengalir tanpa diatur.</p>



<p>Walau menampilkan beberapa konflik yang cukup berat bagi remaja, kekonyolan dan dialog khas remaja secara segar ditampilkan di film ini. Sehingga durasi yang cukup panjang ini sangat terbantu dengan celetukan-celetukan dan tingkah konyol para pelakonnya masing-masing.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Para_pendukung_film_Dignitate_IG_Manoj_Punjabi.jpg" alt="" class="wp-image-1078" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Para_pendukung_film_Dignitate_IG_Manoj_Punjabi.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Para_pendukung_film_Dignitate_IG_Manoj_Punjabi-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Para_pendukung_film_Dignitate_IG_Manoj_Punjabi-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Para pendukung film Dignitate (IG Manoj Punjabi)</em></figcaption></figure></div>



<p>Secara cerita film ini cukup lengkap merepresentasikan kehidupan para tokoh yang sangat relate dengan kondisi saat ini. Selain menampilkan kisah cinta remaja yang bikin baper, Dignitate juga merupakan paket lengkap kisah remaja dengan konflik yang menyentuh dari berbagai aspek. Kata lainnya disebut dengan <em>all in one story</em>.</p>



<p>Selain konflik dalam hubungan percintaan, ternyata didalamnya juga diulas konflik hubungan keluarga dan pertemanan. Namun sayangnya, konflik yang ditampilkan akhirnya menjadi terkesan biasa saja ketika <em>plot twist</em> yang disajikan bak cerita dalam sinetron yang biasa terjadi di akhir cerita. Tapi sah-sah saja sih, ketika sang sutradara ingin film ini bukan hanya sekedar menyampaikan pesan tapi juga hiburan bagi yang menontonnya.</p>



<p>&#8220;Film ini film remaja, maka endingnya kita pingin bikin penonton ketika selesai nonton film ini ada perasaan bahagia. Orangkan ke bioskop ingin cari hiburan, ya udah kita akhiri dengan rasa bahagia,&#8221; imbuh <strong>Fajar Nugros</strong>.</p>



<p>Film &#8216;Dignitate’ didukung oleh para bintang muda dan aktor serta aktris kenamaan, seperti : Al Ghazali, Caitlin Halderman, <strong>Giorgino Abraham</strong>, <strong>Teuku Ryzki</strong>, <strong>Sophia Latjuba</strong>, <strong>Izabel Jahja</strong>, <strong>Sonia Alyssa</strong>, <strong>Naimma Aljufri</strong>, <strong>Kiara Mckenna</strong>, <strong>Lania Fira</strong>, <strong>Kenneth Santana</strong>, <strong>Bramanta Sadhu</strong>, <strong>Dinda Kanya Dewi</strong>, <strong>Arief Didu</strong>, <strong>Mat Oii</strong>, <strong>Budiman Sudjatmiko</strong>, <strong>Brandon Salim</strong>, <strong>Joshua Suherman</strong>, <strong>lbnu Jamil</strong> dan <strong>Lia Waode.</strong></p>



<p>Penasaran lihat akting Al Ghazali yang &#8216;jutek&#8217; abis? Dignitate akan mulai tayang di bioskop seluruh tanah air mulai tanggal 23 Januari 2020./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dignitate-pentingnya-komunikasi-dalam-menjalin-hubungan/">Dignitate, Pentingnya Komunikasi Dalam Menjalin Hubungan</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1075</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Yo Wes Ben 2, Ketika Budaya Jawa dan Sunda Bertemu</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/yo-wes-ben-2-ketika-budaya-jawa-dan-sunda-bertemu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulia Dewi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Mar 2019 08:33:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Anggika Bolsterli]]></category>
		<category><![CDATA[Anya Geraldine]]></category>
		<category><![CDATA[Arief Didu]]></category>
		<category><![CDATA[Bayu Skak]]></category>
		<category><![CDATA[Brandon Salim]]></category>
		<category><![CDATA[Cut Meyriska]]></category>
		<category><![CDATA[Fajar Nugros]]></category>
		<category><![CDATA[Gading Marten]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran Rakabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Joshua Suherman]]></category>
		<category><![CDATA[Laura Theux]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<category><![CDATA[Siti Badriah]]></category>
		<category><![CDATA[Starvision]]></category>
		<category><![CDATA[Timo Scheunemann]]></category>
		<category><![CDATA[Tutus Thomson]]></category>
		<category><![CDATA[Yo Wes Ben 2]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=725</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kesuksesan Yo Wes Ben yang meraih sukses dengan meraup sebanyak 800.000 ribu penonton dan mendapatkan penghargaan pada Festival Film Bandung 2018 sebagai kategori Film Remaja yang Memuat Kearifan Lokal, rasanya tak salah jika akhirnya Starvision kembali membuat sekuelnya yang berjudul Yo Wes Ben 2. Film yang kental dengan keberagaman bahasa daerah ini berhasil menempati posisi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/yo-wes-ben-2-ketika-budaya-jawa-dan-sunda-bertemu/">Yo Wes Ben 2, Ketika Budaya Jawa dan Sunda Bertemu</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kesuksesan Yo Wes Ben yang meraih sukses dengan meraup sebanyak 800.000 ribu penonton dan mendapatkan penghargaan pada Festival Film Bandung 2018 sebagai kategori Film Remaja yang Memuat Kearifan Lokal, rasanya tak salah jika akhirnya Starvision kembali membuat sekuelnya yang berjudul <strong>Yo Wes Ben 2</strong>.</p>



<p>Film yang kental dengan keberagaman bahasa daerah ini berhasil menempati posisi <em>box office</em>, Yo Wes Ben 2 datang dengan semangat kedaerahan dibalut dengan cinta, persahabatan dan keluarga yang dibumbui dengan komedi kocak hampir disetiap dialog dan scene yang ditampilkan. Film garapan sutradara <strong>Fajar Nugros</strong> dan <strong>Bayu Skak</strong> ini mengkombinasikan dua budaya Jawa dan Sunda dengan latar belakang sebagian berada di daerah Bandung.</p>



<p>Cerita diawali dengan para personil Yo Wes Ben yang terdiri dari Bayu (Bayu Skak), Doni (<strong>Joshua Suherman</strong>), Nando (<strong>Brandon Salim</strong>), dan Yayan (<strong>Tutus Thomson</strong>) bersiap meninggalkan bangku SMA. Bayu yang berpacaran dengan Susan (<strong>Cut Meyriska</strong>) harus putus di tengah jalan, karena ternyata Susan akan melanjutkan sekolahnya di Jerman. Usai diputus Susan, Bayu dihadapkan dengan permasalahan keluarganya. Ibunya yang hanya penjual pecel tak bisa membayar kontrakan rumahnya dan terancam diusir dari kontrakannya.</p>



<p>Bayu yang juga tinggal bersama sang paman, Cak Jon (<strong>Arief Didu</strong>) kemudian mencari akal bagaimana mengumpulkan uang untuk membayar kontrakan rumahnya. Dengan memanfaatkan kepopuleran Yo Wes Ben di kota Malang, jadi harapan Bayu untuk menyelesaikan masalah keuangannya.</p>



<p>Namun celakanya, masing-masing personil mempunyai masalah. Mulai dari Yayan yang menikah, Nando yang dihadapkan dengan krisis keluarga karena ayahnya akan menikah lagi sampai dengan masalah Doni yang berambisi ingin memiliki pacar. Persoalan semakin rumit ketika Cak Jon yang ditunjuk sebagai manager Yo Wes Ben tak mampu mencarikan <em>job </em>untuk mereka.</p>



<p>Krisis keuangan yang menimpa Bayu membuatnya melupakan Susan. Bayu kemudian memecat Cak Jon dari manajer Yo Wes Ben dan mempercayakan Yo Wes Ben kepada Cak Jim (<strong>Timo Scheunemann</strong>), bule yang mengklaim dirinya sudah membesarkan banyak artis nasional bersama dengan asistennya, Mia (<strong>Anggika Bolsterli</strong>). Namun, Bayu dan kawan kawan harus hijrah ke Bandung, kota yang dianggap dapat menghasilkan band-band nasional yang terkenal.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="640" height="360" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/Bayu_Skak__Anya_Geraldine_Ist.jpg" alt="" class="wp-image-727" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/Bayu_Skak__Anya_Geraldine_Ist.jpg 640w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/Bayu_Skak__Anya_Geraldine_Ist-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption><em>Bayu Skak &amp; Anya Geraldine (Ist)</em></figcaption></figure></div>



<p>Tiba di Bandung, Bayu dan Yo Wes Ben harus menghadapi masalah. Ketika tiba di Bandung, ternyata semua yang dijanjikan Cak Jim tidak terbukti. Kredibilitas Cak Jim yang katanya telah mengorbitkan beberapa artis nasional malah mencurigakan. Bayu yang butuh uang harus menggadaikan komitmennya dengan Yo Wes Ben, band inipun akhirnya terpecah. Nando dan Yayan tidak sependapat dengan Bayu, merekapun memutuskan untuk berpisah. Di tengah kemelut yang menimpa mereka, Bayu jatuh cinta dengan Asih (<strong>Anya Geraldine</strong>) yang mempunyai bapak yang galak. Bayu pun berusaha menaklukan hati bapaknya Asih. Bagaimana kemudian nasib Bayu dan Yo Wes Ben?</p>



<p>Film yang tayang pada 14 Maret 2019 ini hampir seluruhnya menggunakan bahasa Jawa dan Sunda. Namun penonton tak perlu khawatir dengan penggunaan bahasa ini, film ini telah dilengkapi dengan subtittle bagi untuk kedua bahasa tersebut. Sehingga dialog yang mengundang tawa pun tetap dapat dinikmati.</p>



<p>Dua sutradara di film ini terlihat sangat mampu mengolah kalimat demi kalimat sehingga menghasilkan komedi yang mengocok perut. Walau dengan bahasa Jawa dan Sunda, masing-masing karakter mampu memerankan dengan baik.</p>



<p>Adegan kocak dan istilah dalam bahasa Jawa populer pun kerap ditampilkan di sini, ketika kata &#8220;<em>Djancuk</em>&#8221; menjadi sebuah kata yang mampu mengundang tawa meski kerap dilontarkan. Apalagi ketika dua bahasa ditemukan, dalam salah satu <em>scene </em>yang menampilkan dialog antara orang Jawa dan Sunda. Masing-masing yang tidak paham dengan apa yang diucapkankannya sanggup mengundang gelak tawa penonton.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="640" height="360" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_Yowis_Band_2_Ist.jpg" alt="" class="wp-image-728" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_Yowis_Band_2_Ist.jpg 640w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_Yowis_Band_2_Ist-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption><em>Yowis Band 2 (Ist)</em></figcaption></figure></div>



<p>Yo Wes Ben 2 dari sisi cerita semakin berkembang, terutama adanya karakter-karakter baru yang diperankan di film ini. Film ini bukan hanya menampilkan dua budaya, namun memberikan beberapa pesan positif seperti norma agama, persahabatan, nilai-nilai sosial dan kehidupan.</p>



<p>Lihat saja bagaimana cerita ini tidak mudah ditebak dan sarat dengan falsafah hidup dalam budaya Sunda, di mana salah satu tokoh bapak yang memproteksi anaknya ketika didekati oleh seorang laki-laki. Sang bapak menguji calon kekasih anaknya dengan falsafah sunda &#8220;<em>Cageur, bageur, bener, pinter, singer</em> (mawas diri)&#8221;, meski sang anak sangat menyukai laki-laki itu tapi harus patuh dengan sikap ayahnya. Ini merupakan salah satu sikap dan nilai yang sudah jarang diterapkan saat ini.</p>



<p>Daya tarik visual dalam Yo Wes Ben 2 juga masih memanjakan mata, seperti indahnya pemandangan warna warni di kota Malang dan juga suasana segar di kota Bandung. Sebuah kombinasi yang unik dari film ini, di mana dua budaya antara Jawa dan Sunda disatukan menjadi suguhan yang menarik dan kocak untuk disimak.</p>



<p>Ditambah dengan kemunculan beberapa tokoh seperti Cak Jim yang diperankan oleh Timo Scheunemann yang berdarah Jerman, Anggika Bolsterli berdarah Swiss, Brandon Salim (Chinese) dan <strong>Laura Theux</strong> berdarah Perancis. Semangat persatuan juga ingin disampaikan di film ini.</p>



<p>“Karena kita bagian dari republik (Indonesia) jadi ayolah bersatu. Kita saudara semuanya, kita mulai mencoba menjaga persatuan melalui film ini. Ini adalah sebuah gerakan yang tulus untuk meredam isu perbedaan antar golongan,” tukas Bayu di acara press screening Yo Wes Ben 2, di Jakarta, Rabu (6/3).</p>



<p>Hadir juga beberapa tokoh sebagai cameo di Yo Wes Ben 2, seperti Gubernur Jawa Barat, <strong>Ridwan Kamil</strong>, <strong>Gading Marten</strong>, <strong>Siti Badriah</strong>, dan <strong>Gibran Rakabumi </strong>yang masing-masing mampu menghadirkan suasana segar di film ini. Sebuah film sederhana dan menghibur dengan kearifan lokal yang patut untuk disimak./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="jeg_video_container jeg_video_content"><iframe loading="lazy" title="YOWIS BEN 2 - Official Trailer" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/QvEKEl_mrgA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/yo-wes-ben-2-ketika-budaya-jawa-dan-sunda-bertemu/">Yo Wes Ben 2, Ketika Budaya Jawa dan Sunda Bertemu</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">725</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
