<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cek Khodam Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/cek-khodam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/cek-khodam/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Jul 2026 09:04:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.3</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Cek Khodam Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/cek-khodam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Cek Khodam: Saat Cicilan Lebih Seram dari Hantu, Tayang 16 Juli</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/cek-khodam-saat-cicilan-lebih-seram-dari-hantu-tayang-16-juli/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2026 08:25:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Benidictus Siregar]]></category>
		<category><![CDATA[Cek Khodam]]></category>
		<category><![CDATA[Dee Company]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor Komedi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jeropoint]]></category>
		<category><![CDATA[Jirayut]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Saputra Kori]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=24262</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Ketakutan warga Indonesia rupanya sudah bergeser. Bukan lagi pocong, kuntilanak, atau genderuwo yang paling ditakuti, melainkan cicilan menunggak, dompet kosong, dan tanggal tua. Premis satire itulah yang diangkat Dee Company lewat film horor komedi Cek Khodam, yang akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 16 Juli 2026. Menjelang penayangan perdana, para pemeran [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/cek-khodam-saat-cicilan-lebih-seram-dari-hantu-tayang-16-juli/">Cek Khodam: Saat Cicilan Lebih Seram dari Hantu, Tayang 16 Juli</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Ketakutan warga Indonesia rupanya sudah bergeser. Bukan lagi pocong, kuntilanak, atau genderuwo yang paling ditakuti, melainkan cicilan menunggak, dompet kosong, dan tanggal tua. Premis satire itulah yang diangkat <a href="https://www.deecompany.co.id" data-type="link" data-id="https://www.deecompany.co.id">Dee Company</a> lewat film horor komedi <strong>Cek Khodam</strong>, yang akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 16 Juli 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menjelang penayangan perdana, para pemeran utama membagikan pengalaman mereka dalam sesi konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat (10/7/2026). </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jirayut</strong>, yang menjalani debut sebagai pemeran utama layar lebar lewat film ini, mengaku dilanda perasaan campur aduk karena harus membawakan dialog dalam porsi yang jauh lebih banyak dibanding proyek-proyek sebelumnya.<br>&#8220;Perasaanku campur aduk karena ini pertama kali aku banyak omongnya di film. Jadi deg-degan, takut tak sesuai ekspektasi orang-orang,&#8221; aku Jirayut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski sempat diliputi kegugupan, Jirayut menyebut dukungan dari seluruh pemain dan kru selama syuting membantunya beradaptasi dengan tuntutan karakter yang harus bermain di dua kutub emosi sekaligus, yakni horor dan komedi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara sang sutradara, <strong>Jeropoint</strong> memang merancang Cek Khodam sebagai film yang tidak bertumpu pada satu unsur genre saja. Dalam peluncuran <em>trailer</em> di Metropole XXI pada akhir Juni lalu, ia menjelaskan bahwa horor, komedi, dan drama sengaja digerakkan bersamaan agar setiap karakter mendapat porsi yang berarti bagi jalannya cerita. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan itu pula yang membuat <strong>Saputra Kori</strong>, pemeran karakter Wira, tertarik bergabung dalam proyek ini. Menurutnya, satu naskah yang memadukan berbagai tantangan akting sekaligus menjadi daya tarik tersendiri, ditambah rekam jejak sang sutradara. &#8220;Karena disini kayak satu skrip, <em>challenge</em> nya semua dikumpulin jadi satu. Selain itu juga karena ada <em>director</em> namanya Jeropoint, aku langsung tertarik buat join,&#8221; ucap Kori.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kori menambahkan, banyak adegan komedi dalam film ini lahir dari improvisasi para pemain di lokasi syuting. Jeropoint disebut memberi ruang cukup luas bagi seluruh pemeran untuk menuangkan ide secara spontan, sebuah proses yang menurutnya membuat interaksi antarkarakter terasa lebih hidup dan tidak dibuat-buat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikesempatan yang sama, <strong>Benidictus Siregar</strong> yang memerankan karakter Bima mengaku langsung tertarik begitu membaca premis cerita. Ia menilai Cek Khodam menawarkan sudut pandang yang terbalik dari kebiasaan cerita horor pada umumnya, di mana kali ini para khodam justru yang membutuhkan manusia untuk bertahan. </p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Cek-Khodam-menawarkan-diri-sebagai-tontonan-horor-komedi-yang-dekat-dengan-keresahan-penonton-Indonesia-masa-kini-Yayo.jpg" alt="" class="wp-image-24263" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Cek-Khodam-menawarkan-diri-sebagai-tontonan-horor-komedi-yang-dekat-dengan-keresahan-penonton-Indonesia-masa-kini-Yayo.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Cek-Khodam-menawarkan-diri-sebagai-tontonan-horor-komedi-yang-dekat-dengan-keresahan-penonton-Indonesia-masa-kini-Yayo-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Cek-Khodam-menawarkan-diri-sebagai-tontonan-horor-komedi-yang-dekat-dengan-keresahan-penonton-Indonesia-masa-kini-Yayo-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Cek-Khodam-menawarkan-diri-sebagai-tontonan-horor-komedi-yang-dekat-dengan-keresahan-penonton-Indonesia-masa-kini-Yayo-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Cek-Khodam-menawarkan-diri-sebagai-tontonan-horor-komedi-yang-dekat-dengan-keresahan-penonton-Indonesia-masa-kini-Yayo-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Cek Khodam menawarkan diri sebagai tontonan horor komedi yang dekat dengan keresahan penonton Indonesia masa kini (Yayo)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ini gimana nih kebalikan ternyata khodam-khodam ini yang butuh manusia, biasanya kan manusia yang butuh khodam untuk nyari duit, nah dari situ aku tertarik. Jadi kayanya ini akan fun banget, dan ternyata ketika syuting sangat-sangat fun,&#8221; ungkap Beni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beni juga menambahkan bahwa suasana produksi yang berlangsung santai memudahkan seluruh pemain membangun <em>chemistry </em>satu sama lain, yang pada akhirnya membuat unsur komedi dalam film terasa lebih alami dan tidak canggung di layar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi produksi, produser <em>Dee Company</em>, <strong>KK Dheeraj</strong>, mengungkapkan bahwa naskah Cek Khodam sebenarnya sudah melalui proses pengembangan yang cukup panjang sebelum sampai ke versi final. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sesi <em>Press Screening</em> di Epicentrum Walk, Jumat (10/7/2026), ia menyebut cerita ini sengaja dipilih karena kedekatannya dengan keresahan yang dialami masyarakat sehari-hari. &#8220;Diskusi saya sama pak Jero, kita mau angkat sesuatu yang relate di masyarakat. Ini sebenarnya script ke tiga Cek Khodam dan saya pikir ini<em> script </em>yang oke,&#8221; ujar KK Dheeraj.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara garis besar, Cek Khodam berkisah tentang tiga sahabat, Sakti (Jirayut), Wira (Saputra Kori), dan Bima (Benidictus Siregar), yang membuat konten mistis di media sosial tanpa menyadari dampaknya bagi dunia gaib. Aksi mereka membuat Angka Ketakutan Manusia (AKM) anjlok drastis, sehingga hantu dan khodam yang dulu ditakuti kini justru dijadikan bahan tertawaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi ini memaksa Panglima Khodam turun langsung ke dunia manusia untuk memulihkan martabat dunia gaib, sebuah misi yang alih-alih berjalan mulus justru menciptakan rentetan kekacauan baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain tiga pemeran utama, film ini juga diperkuat barisan pemain yang cukup panjang, di antaranya Tante Lala, Kak Gem, Angie Williams, Fahira Almira, Roewina Umboh, Fanny Fadillah, Adi Sudirja, Ence Bagus, Sadana Agung, Cetul Leatherart, dan Mikayla Sofia. Kehadiran para komedian dalam jajaran pemain disebut menjadi salah satu kekuatan film, karena mampu menghadirkan sentuhan humor yang spontan tanpa mengurangi ketegangan sisi mistisnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan perpaduan satire sosial, komedi keseharian, dan pengalaman personal para pemerannya, Cek Khodam menawarkan diri sebagai tontonan horor komedi yang dekat dengan keresahan penonton Indonesia masa kini. Film garapan Dee Company dan sutradara Jeropoint ini siap menyapa layar bioskop di seluruh Indonesia mulai 16 Juli 2026./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/cek-khodam-saat-cicilan-lebih-seram-dari-hantu-tayang-16-juli/">Cek Khodam: Saat Cicilan Lebih Seram dari Hantu, Tayang 16 Juli</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24262</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cek Khodam, Krisis Dunia Gaib dan Debut Jirayut di Layar Lebar</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/cek-khodam-krisis-dunia-gaib-dan-debut-jirayut-di-layar-lebar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 02:14:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Benedictus Siregar]]></category>
		<category><![CDATA[Cek Khodam]]></category>
		<category><![CDATA[Dee Company]]></category>
		<category><![CDATA[Dheeraj Kalwani]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Horor Komedi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jeropoint]]></category>
		<category><![CDATA[Jirayut]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Saputra Kori]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=23930</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Bayangkan dunia di mana hantu justru gentar menghadapi manusia, bukan sebaliknya. Premis itulah yang diangkat film horor komedi terbaru Cek Khodam, produksi Dee Company, yang akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 16 Juli 2026. Alih-alih menyuguhkan ketakutan klasik manusia terhadap makhluk gaib, film ini membalik logika horor bahwa para penghuni dunia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/cek-khodam-krisis-dunia-gaib-dan-debut-jirayut-di-layar-lebar/">Cek Khodam, Krisis Dunia Gaib dan Debut Jirayut di Layar Lebar</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Bayangkan dunia di mana hantu justru gentar menghadapi manusia, bukan sebaliknya. Premis itulah yang diangkat film horor komedi terbaru Cek Khodam, produksi <a href="https://www.deecompany.co.id" type="link" id="https://www.deecompany.co.id">Dee Company</a>, yang akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 16 Juli 2026. Alih-alih menyuguhkan ketakutan klasik manusia terhadap makhluk gaib, film ini membalik logika horor bahwa para penghuni dunia khodam yang panik karena rasa takut manusia kepada mereka terus merosot.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena &#8220;cek khodam&#8221; yang pernah ramai diperbincangkan di media sosial menjadi pijakan awal cerita. Namun di tangan sutradara Jeropoint, tren tersebut dikembangkan menjadi kisah yang menyoroti pergeseran ketakutan manusia modern. Bukan lagi sosok hantu yang paling ditakuti, melainkan cicilan menumpuk, dompet kosong, dan datangnya tanggal tua. Pergeseran itu digambarkan lewat ukuran fiktif bernama <em>Angka Ketakutan Manusia atau AKM,</em> yang terus menurun hingga membuat dunia khodam berada di ambang kepunahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Krisis itu bermula dari ulah tiga sahabat, Sakti, Wira, dan Bima, yang tanpa sengaja terseret dalam pergolakan yang menentukan nasib dua dunia, manusia dan khodam.<em> </em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Produser Dee Company</em>, <strong>Dheeraj Kalwani</strong>, mengatakan ide cerita ini lahir dari pengamatan terhadap perubahan cara masyarakat memandang hal-hal mistis. &#8220;Cek Khodam lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan masyarakat. Kami melihat bagaimana tren ini menjadi bagian dari percakapan sehari-hari dan kemudian mengembangkannya menjadi sebuah horor komedi yang segar, lucu, dan relevan dengan kehidupan saat ini,&#8221; ujar Dheeraj Kalwani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karakter Sakti dalam film ini diperankan Jirayut, yang sebelumnya lebih dikenal publik sebagai penyanyi dan presenter. Cek Khodam menjadi debut layar lebarnya, sekaligus kepercayaan besar yang diberikan Dee Company kepadanya. Dheeraj menyebut kehadiran Jirayut menjadi salah satu kekuatan utama film ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami sangat antusias memperkenalkan Jirayut dalam debut film layar lebarnya. Kami percaya energi, komedi,dan kedekatannya dengan masyarakat akan menjadi salah satu daya tarik utama film ini,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, ide besar di balik cerita ini justru lahir dari pengamatan personal Jeropoint terhadap perilaku masyarakat saat berhadapan dengan hal-hal mistis. Ia melihat ironi yang menurutnya layak diangkat menjadi horor komedi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Viral itu hanya pintu masuk. Yang lebih penting adalah bagaimana membuat cerita yang relevan dengan kehidupan kita. Saya melihat ada ironi besar. Dulu manusia takut pada setan, sekarang kalau ada tempat angker justru yang dicari kamera untuk bikin konten. Semua sudah dijadikan hiburan”, kata Jeropoint.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Jeropoint-Yay.jpg" alt="" class="wp-image-23931" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Jeropoint-Yay.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Jeropoint-Yay-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Jeropoint-Yay-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Jeropoint-Yay-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Jeropoint-Yay-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Jeropoint (Yay)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Cek Khodam juga menjadi proyek horor komedi pertama yang ditulis dan disutradarai Jeropoint secara langsung. Baginya, kekuatan film ini tidak hanya berhenti pada unsur lucu dan menegangkan, tetapi juga pada relasi antarkarakter yang dibangun di sepanjang cerita. &#8220;Ini memang film horor komedi pertama yang saya tulis dan sutradarai. Tapi saya tidak ingin hanya menyajikan horor dan tawa. Ada cerita yang ingin kami bangun. Ada hubungan keluarga, persahabatan, dan tentang bagaimana orang-orang saling merangkul dalam situasi yang tidak terduga”, tutur Jeropoint.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan visual Cek Khodam pun sengaja dibuat berbeda dari film horor pada umumnya. Jeropoint, yang juga dikenal akrab dengan eksplorasi tempat-tempat bertema mistis, memilih warna-warna cerah dan dinamis untuk menggambarkan emosi para karakter, alih-alih nuansa gelap yang biasa identik dengan genre horor. &#8220;Kami membuat horor yang colorful. Tidak selalu gelap dan suram. Film ini lahir dari cara generasi sekarang memandang dunia, termasuk bagaimana mereka melihat hal-hal mistis. Itu yang ingin kami tampilkan”, ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah karakter gaib turut mewarnai cerita, mulai dari Noni Belanda, Genderuwo, hingga Pocong Karuhun, yang hadir bukan untuk menakut-nakuti, melainkan berjuang mempertahankan eksistensi dunia mereka. Di sisi manusia, deretan pemain pendukung seperti Saputra Kori, Benedictus Siregar, Kak Gem, Tante Lala, Angie Williams, Fahira Almira, Roewina Umboh, dan Fanny Fadillah turut melengkapi jajaran pemeran Cek Khodam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menjelang penayangannya, Jeropoint berharap penonton tidak sekadar melihat film ini sebagai produk yang mengekor tren viral semata, melainkan pengalaman menonton yang menggabungkan horor, komedi, dan drama secara berimbang. &#8220;Dalam film ini, penonton bisa tertawa, tegang, dan ikut merasakan perjalanan para karakternya. Kami membuat film ini dengan penuh kesenangan dan berharap penonton juga merasakan hal yang sama saat menontonnya di bioskop”, ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan premis yang membalik arah ketakutan antara manusia dan dunia gaib, Cek Khodam menawarkan cara baru memandang genre horor komedi di Indonesia. Pertanyaan besar yang disisakan bukan lagi soal seberapa takut manusia pada hantu, tetapi seberapa jauh para hantu masih bisa membuat manusia bergidik di tengah hiruk-pikuk masalah hidup sehari-hari./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/cek-khodam-krisis-dunia-gaib-dan-debut-jirayut-di-layar-lebar/">Cek Khodam, Krisis Dunia Gaib dan Debut Jirayut di Layar Lebar</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">23930</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
