<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dameria Hutabarat Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/dameria-hutabarat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/dameria-hutabarat/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Feb 2026 18:05:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Dameria Hutabarat Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/dameria-hutabarat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Jazz, Progressive Rock, Piano dan Valentine’s Day</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/jazz-progressive-rock-piano-dan-valentines-day/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 17:26:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Dameria Hutabarat]]></category>
		<category><![CDATA[Dotty Nugroho]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Jazz]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Piano]]></category>
		<category><![CDATA[Progressive Rock]]></category>
		<category><![CDATA[Valentine’s Day]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=21919</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah catatan pinggir dari Gideon Momongan…. JAKARTA &#8211; Bagaimana kalau mencoba suatu pengalaman berbeda banget. Khusus di Hari Kasih Sayang, Valentine’s Day. Bukan sekedari Pink, Love. Tapi kalau dengan musiknya, solo piano? Dan dengan suguhan karya-karya bagus yang kental suasana jazz, fusion, klasik sampai progressive rock.  Maka adalah seorang, Dameria Hutabarat seorang musisi, pianis, dalam sekian waktu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/jazz-progressive-rock-piano-dan-valentines-day/">Jazz, Progressive Rock, Piano dan Valentine’s Day</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading"><em>Sebuah catatan pinggir dari Gideon Momongan….</em></h2>



<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Bagaimana kalau mencoba suatu pengalaman berbeda banget. Khusus di Hari Kasih Sayang, Valentine’s Day. Bukan sekedari <em>Pink, Love</em>. Tapi kalau dengan musiknya, solo piano? Dan dengan suguhan karya-karya bagus yang kental suasana jazz, fusion, klasik sampai progressive rock. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka adalah seorang, <strong>Dameria Hutabarat</strong> seorang musisi, pianis, dalam sekian waktu lamanya berkubang di khasanah musik iklan. S<em>amen-werken</em> dengan sang suami terkasih, <strong>Dotty Nugroho</strong>, menjadikan mereka pasangan pemusik iklan/jingle terkemuka, terdepan di sekian waktu lamanya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah menariknya nih, sesekali kedua laki-bini ini suka aja, tampil dengan konsep masing-masing. Masing-masing masih berupaya menyediakan waktu untuk mengerjakan proyek musiknya. Ya tampil di panggung, baik dengan band, solo ataupun rekaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pilihan musiknya, ya yang disukai yang seringkali didengar dan diresapi saban hari. Lantas memperkaya wawasan dan kemampuan bermusik mereka, secara  sadar atau ga. Suka ataupun tidak suka. Mungkin juga musik-musik yang disukai, bisa bikin awet muda kan? Aliran darah lancar? Bisa ga? Biasanya sih gitu, bukan? Tanyain deh ke pasangan itu….</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="900" height="450" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.34-PM-2.jpg" alt="" class="wp-image-21921" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.34-PM-2.jpg 900w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.34-PM-2-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.34-PM-2-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.34-PM-2-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.34-PM-2-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Bisa juga. Misal dengerin komposisi dari seorang&nbsp;<strong>Lyle Mays</strong>. Pianis, belakangan lebih dikenal sebagai pemain synthesizer. Musiknya “unik dan khas”. Nama ini populer di kalangan musisi di sini, tak hanya sebatas kibordis. Yang menarik racikan bunyi-bunyiannya dari peranti synthesizersnya sempat menjadi semacam trend di tahun 1980-an dulu di Indonesia sini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mays, tandem “sehidup-semati”nya <strong>Pat Metheny</strong>, dalam komposisi-kompisisi pribadinya mengandung unsur <em>meditative</em>. Menurut Dameria Hutabarat, progres<em>i chord</em> nya Mays relatif cantik. Yang membuatnya menyukai Mays, karena permainan pianonya seringkali dikombinasikan dengan nuansa <em>soundscape</em> yang dihasilkan dari <em>sound</em>synthesizernya. Sehingga, tambah Dameria, memberi kebebasan bagi pendengarnya untuk berimajinasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan seolah Mays menyodorkan ruang tersendiri bagi setiap pendengar musiknya, untuk seperti membuat film di kepalanya sendiri masing-masing. Bermain-main dengan imajinasi masing-masing dilatari permainan musik Mays, yang seringkali&nbsp;<em>emang sih kek</em>&nbsp;“menerbangkan” pendengarnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak heran, ia menyuguhkan 2 komposisi milik Mays, &#8216;Close to Home&#8217; (<em>Released</em> 1986, lewat <em>self-titled debut album</em>nya) dan &#8216;Mirror of the Heart&#8217; (juga dari album yang sama). Dameria juga membawakan karya Pat Metheny, “September Fifteenth”, salah satu inspirasinya dari berpulangnya pianis legendaris, Bill Evans.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan lagu karya Metheny tersebut, berasal dari album&nbsp;<strong>As Falls Wichita, So Falls Wichita Falls</strong>. Dimana pada album tersebut, Mays ikut bermain, tentunya. Selain perkusionis,&nbsp;<strong>Nana Vasconcelos</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konser Dameria Hutabarat tersebut bertitel,&nbsp;<strong>Journey to the Sooundscape</strong>. Digelar di&nbsp;<em>venue</em>,&nbsp;<strong>Ruang Tamu Tony</strong>(Prabowo). Di Kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Venue yang unik, karena memang ditempatkan di ruang tamu kediaman seniman musik,&nbsp;<strong>Tony Prabowo</strong>. Ada sekitar 60 orang penonton yang menyesaki ruang tamu tersebut.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="900" height="450" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.34-PM.jpg" alt="" class="wp-image-21923" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.34-PM.jpg 900w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.34-PM-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.34-PM-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.34-PM-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.34-PM-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Konser sendiri dibuka dengan komposisi untuk solo piano oleh <strong>Phillip Glass</strong>, “Etude No.1 &amp; .2”. Lalu berlanjut, “The Fugue” yang adalah karya <strong>Keith Emerson</strong>. Menyoal pada Keith Emerson, kibordist dari kelompok progressive-rock, Emerson, Lake &amp; Palmer. Dameria bahkan pernah pada beberapa tahun lalu, membentuk grup band khusus memainkan beberapa komposisi grup yang masuk kategori <em>the early progressive-rock supergroup</em> itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dameria mengaku memang menyukai beberapa komposisi karya yang kental nuansa progressive rock pada E, L &amp; P tersebut. Dan karya The Fugue, memang adalah&nbsp;<em>part</em>&nbsp;dari solo piano Keith Emerson. Dameria juga membawakan, “Lachesis from the Three Fates”, masih dari Keith Emerson.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada satu nama lain, <strong>Hiromi Uehara</strong>, pianis jazz muda Jepang yang dikenal lewat <em>energetic live performance</em>nya. Bagus juga, Dameria menonton dan meresapi sajian jazz piano oleh Hiromi. Satu  karya Hiromi yang diambil adalah, “Wake Up and Dream”, dari album <strong>Spark</strong>  / <strong>The Trio Project</strong> (Hiromi dengan Anthony Jackson dan Simon Phillips).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Dameria, Hiromi memang menarik hatinya, karena keunikan ide bermusiknya yang memadukan jazz, klasik sampai progressive rock. Sebenarnya dia sangat melopdius dan Dameria menyukai karya-karya melodius dari Hiromi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada juga karya the legendary, mendiang Chick Corea, “Childrens’ Song No. 1,2,3 and 5” yang dimainkan Dameria dengan cukup ekspresif. Sementara sebagai penutup, penonton disuguhkan, “Over the Rainbow”, karya ballad “populer” dari&nbsp;<strong>Keith Jarret</strong>. Rasanya menjadi satu-satunya lagu, yang paling dikenal semua penonton…</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="900" height="450" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.33-PM.jpg" alt="" class="wp-image-21920" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.33-PM.jpg 900w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.33-PM-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.33-PM-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.33-PM-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-16-at-5.00.33-PM-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Tapi kemudian atas permintaan&nbsp;<em>audience</em>&nbsp;malam itu, Dameria menyuguhkan&nbsp;<em>encore</em>. Pilihannya jatuh pada karya yang aslinya adalah komposisi untuk solo gitar, “A Map of the World” karya Pat Metheny. Dan berakhirlah konser solo yang menyenangkan itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada kesempatan konser malam tersebut, Dotty Nugroho juga turun tangan. Dotty bertugas khusus, menambahkan nuansa s<em>patial</em> melalui permainan <em>effects </em>seperti <em>reverb</em> dan <em>delay</em>. Yang diterima telinga penonton dari 8 <em>speakers </em>yang diletakkan secara <em>surround</em> di areal konser.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menjadikan sebuah pengalaman spesial dalam soal menikmati sebuah&nbsp;<em>recital&nbsp;</em>piano, terutama dengan suguhan berbagai “lintas genre”. Dotty juga mengemas penampilan sang istri ke dalam sebuah album rekaman. Sebagai dokumentasi saja, disimpan sebaik-baiknya, tutur Dotty.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seusai konser, sebagian besar penonton masih berada di venue. Beramah tamah dengan minuman penyegar dan penganan yang disediakan. Terlihat beberapa nama seniman seperti sutradara Riri Riza, sutradara pertunjukkan, Jay Subyakto, tokoh <em>show-production</em>, Toto Arto. Lalu ada aktor, Arswendy Nasution, pianis jazz kontemporer muda, Sri Hanuraga, Kibordis dan <em>Music Director</em>, Krisna Prameswara dan musisi progressive-rock, Iwan Hasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada pula tokoh penggerak jazz, Chico Hindarto, pematung Dolorosa Sinaga, musisi kontemporer Arjuna Hutagalung, juga Erros Djarot, Doddy Soekasah. Selain itu hadir tokoh pers, Goenawan Mohamad dan juga sang tuan rumah, Tony Prabowo.*/ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | *dM</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/jazz-progressive-rock-piano-dan-valentines-day/">Jazz, Progressive Rock, Piano dan Valentine’s Day</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21919</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
