<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Desa Bawomataluo Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/desa-bawomataluo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/desa-bawomataluo/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Jun 2022 11:51:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Desa Bawomataluo Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/desa-bawomataluo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Ingin Menyaksikan Nias Masa Silam, Datanglah ke Desa Bawomataluo</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/culture/ingin-menyaksikan-nias-masa-silam-datanglah-ke-desa-bawomataluo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ibonk]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Sep 2019 01:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Bukit Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Bawomataluo]]></category>
		<category><![CDATA[Hombo Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Lompat Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Nias]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Fataele]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=1534</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika berkesempatan bisa berkunjung ke Nias, kurang lengkap tanpa berkunjung ke Desa Bawomataluo. Desa ini merupakan ikon wisata budaya dan sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional oleh Kemendikbud tahun 2017, dengan Surat Keputusan (SK) No.168/M/2017. Desa Bawomataluo sendiri memiliki banyak atraksi budaya seperti relik megalitik, rumah tradisional, tradisi lompat batu, dan lain-lain. Kabarnya, desa itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/culture/ingin-menyaksikan-nias-masa-silam-datanglah-ke-desa-bawomataluo/">Ingin Menyaksikan Nias Masa Silam, Datanglah ke Desa Bawomataluo</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jika berkesempatan bisa berkunjung ke Nias, kurang lengkap tanpa berkunjung ke <strong>Desa Bawomataluo</strong>. Desa ini merupakan ikon wisata budaya dan sudah ditetapkan sebagai <em>Cagar Budaya Nasional</em> oleh Kemendikbud tahun 2017, dengan Surat Keputusan (SK) No.168/M/2017.</p>



<p>Desa Bawomataluo sendiri memiliki banyak atraksi budaya seperti relik megalitik, rumah tradisional, tradisi lompat batu, dan lain-lain. Kabarnya, desa itu sudah ada sejak lebih dari 300 tahun. Tak heran, desa ini memiliki banyak nilai sejarah dan tradisi unik. Belum lagi menjadi tujuan liburan yang direkomendasikan bagi mereka yang berkunjung ke Pulau Nias.</p>



<p>Berada di Kabupaten Nias Selatan, dan berada di daerah perbukitan, Bawamataluo sendiri memiliki arti Bukit Matahari. Di desa ini, pengunjung bisa melihat tangga batu dan beberapa rumah tradisional.</p>



<p>Uniknya lagi rumah-rumah ini memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Pondasinya terbuat dari kayu dan ruma-rumah ini memiliki ruangan yang terbuat dari daun sagu. Sejatinya kita menemukan atap ijuk. sebagai pelindung utama tiap rumah dari panas dan hujan. Namun sayangnya saat ini mayoritas atap rumah adat tersebut sudah digantikan dengan atap seng.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Salah-satu-tarian-penyambutan-tamu-di-desa-Bawomataluo-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-1536" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Salah-satu-tarian-penyambutan-tamu-di-desa-Bawomataluo-Ibonk.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Salah-satu-tarian-penyambutan-tamu-di-desa-Bawomataluo-Ibonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Salah-satu-tarian-penyambutan-tamu-di-desa-Bawomataluo-Ibonk-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Masyarakat tengSalah satu tarian penyambutan tamu di desa Bawomataluo (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="has-text-align-left">Yang tidak bisa dilepaskan begitu saja untuk dilihat di desa ini adalah tradisi uniknya yang disebut Hombo Batu (Lompat Batu). </p>



<p>Kegiatan ini adalah bagian dari desa dan telah dilakukan selama beberapa generasi. Anak laki-laki berkumpul di suatu tempat dan bersiap untuk lulus ujian dengan melakukan lompat batu. Ujian tersebut menentukan kematangan anak laki-laki. Di masa lalu, aksi ini dilakukan sebagai kualifikasi untuk bergabung dalam perang lokal.</p>



<p>Bagi wisatawan yang menyaksikan performa seperti itu pasti menyenangkan dan mendebarkan. Itu karena ada risiko terluka di kalangan peserta.</p>



<p>Daya tarik terbaik lainnya yang bisa dinikmati wisatawan di Desa Bawomataluo adalah Tari Fataele atau Tarian Perang. Beberapa penari pria berkumpul untuk melakukan gerakan tarian yang unik, sebagai simbol keberanian lokal.</p>



<p>Mereka tampil lewat kostum yang terlihat begitu besar, menghadirkan beberapa warna dan ornamen. Mereka juga menggunakan tombak dan pedang sebagai atribut tari.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Masyarakat-tengah-mempertontonkan-Tari-Fataele-atau-tarian-perang-Ibonk-1.jpg" alt="" class="wp-image-1537" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Masyarakat-tengah-mempertontonkan-Tari-Fataele-atau-tarian-perang-Ibonk-1.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Masyarakat-tengah-mempertontonkan-Tari-Fataele-atau-tarian-perang-Ibonk-1-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Masyarakat-tengah-mempertontonkan-Tari-Fataele-atau-tarian-perang-Ibonk-1-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Masyarakat tengah mempertontonkan Tari Fataele atau tarian perang (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Pesona lain dari Desa Bawomataluo adalah kehadiran kursi kuno Raja Nias. Kursi ini terbuat dari batu, memiliki panjang 10 meter. Biasanya, raja menggunakannya saat menyampaikan pesan kepada bangsanya. Selain dari tempat duduk, pengunjung juga bisa menemukan patung-patung kuno, yang digunakan untuk menyembah para dewa.</p>



<p>Desa Bawomataluo adalah aset yang sangat berharga dan wajib dilestarikan. Dengan segala tradisi, adat istiadat dan budaya yang dimiliki, menjadikan desa tersebut sebagai daya tarik yang kuat untuk mendatangkan wisatawan./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/culture/ingin-menyaksikan-nias-masa-silam-datanglah-ke-desa-bawomataluo/">Ingin Menyaksikan Nias Masa Silam, Datanglah ke Desa Bawomataluo</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1534</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
