<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dewa Budjana Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/dewa-budjana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/dewa-budjana/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Apr 2026 13:01:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Dewa Budjana Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/dewa-budjana/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Apakah Ini Konser Terakhir Dewa Budjana…?</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/apakah-ini-konser-terakhir-dewa-budjana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 09:33:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Dewa Budjana]]></category>
		<category><![CDATA[Gitari]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Konser Tunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Musisi]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=22758</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah catatan pinggir dari Gideon Momongan…. JAKARTA &#8211; Bersyukurlah seorang gitaris yang asal Klungkung, Bali ini berada di grup besar macam GIGI. Sebagai salah satu founder, dan lantas menjadi motor utama kelompok pop rock tersebut, ia mendapatkan keleluasaan untuk terus berkiprah secara solo. Membawakan karya-karya musik tersendirinya. Sebenarnya emang benar, udah lama juga ga tampil [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/apakah-ini-konser-terakhir-dewa-budjana/">Apakah Ini Konser Terakhir Dewa Budjana…?</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading"><em>Sebuah catatan pinggir dari Gideon Momongan….</em></h2>



<p>JAKARTA &#8211; Bersyukurlah seorang gitaris yang asal Klungkung, Bali ini berada di grup besar macam GIGI. Sebagai salah satu founder, dan lantas menjadi motor utama kelompok pop rock tersebut, ia mendapatkan keleluasaan untuk terus berkiprah secara solo. Membawakan karya-karya musik tersendirinya.</p>



<p>Sebenarnya emang benar, udah lama juga ga tampil secara solo lagi? Iya ya? Terakhir kali kapan sih? Udah lama juga kayaknya ya. Dalam catatan, ada penampilan gitaris bernama lengkap I Dewa Gede Budjana ini di kesempatan Java Jazz Festival di bulan Maret 2019. Dimana beberapa bulan kemudian, Budjana juga tampil dalam konser duo-nya dengan sahabat baiknya, Tohpati dengan nama Janapati di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.</p>



<p>Tentu saja penting baginya mempunyai ruang gerak lumayan leluasa, melanjutkan terus karir solonya. Dimana ide-ide bermusiknya yang berbeda dari apa yang dimainkannya bersama grup pop rock GIGI, dapat dikeluarkannya dengan bebas. Tentunya, karya musik solonya juga memiliki penggemar tersendiri.</p>



<p>Nah apakah memang musik serupa karya musik solo Budjana tersebut, mungkin memang penontonnya sedikit, jadi kesempatan manggungnya terbatas? Rasanya sih ga begitulah.. Bukan ke situ kan ya, Budj. Eh apa karena musikmu terlalu eksklusif? Bukan ga banyak pendengar atau penggemarnya. Tapi banyak orang ga begitu mudah memahami musikmu. Budjana tertawa lebar, ya sama aja dong!</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/ewa-Budjana-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-22760" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/ewa-Budjana-Gideon-Momongan.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/ewa-Budjana-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/ewa-Budjana-Gideon-Momongan-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/ewa-Budjana-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/ewa-Budjana-Gideon-Momongan-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /></figure>
</div>


<p>Dalam karir solonya ia leluasa melakukan pelbagai eksplorasi bermusik. Kemana-mana mainnya, atau wilayah mainnya. Sebut saja, beraneka “bunyi”nya. Dan adalah hal yang menakjubkan, Eh asal tahu saja, kan sebagian besar rekaman solo projectnya dibuatnya di negeri orang, di USA terutama. Dan karena album-album solonya disebarluaskan di luar negeri, maka pendengar dan lantas jadi penggemarnya, memang banyak juga yang berdomisili di Eropa, Amerika, negara-negara di Asia. Musiknya terasa internasional. Sudah melanglang buana, paling tidak secara nama, tapi kesempatan manggung relatif minim di tanah air?</p>



<p>Tapi pada akhirnya, datanglah kesempatan untuk tampil berkonser secara solo lagi. Pada 10 April 2026, kesempatan itu datang. Ia sendiri yang melakukan upaya pendekatan, penjajakan dengan pihak venue. Dan adalah Deheng House, yang lantas membuka pintu mereka lebar-lebar untuk Dewa Budjana bisa tampil secara solo. Pucuk dicinta ulam tiba ya, Budj? Iapun kembali mengajak beberapa musisi yang sudah mendukung penampilan panggung solo projectnya selama ini. Antara lain, pianis, Irsa Destiwi. Kemudian bassist, Shadu Rasjidi. Serta drummer, Yandi Andaputra. Mereka sudah mendukung Budjana lebih dari 15 tahun-an terakhir.</p>



<p>Lantas Budjana mengajak Februdio Alexander “Dio” Siahaan, kibordis. Dio adalah adik kandung kibordis yang mendukung Budjana sebelumnya, Marthin Siahaan. Marthin saat ini berdomisili di San Bernardino, Los Angeles, USA.</p>



<p>Budjana juga menemukan seorang Jaeko Siena, pemain perkusi etnik (talempong, suling dan voicing) yang tengah menimba ilmu musik di Jogjakarta. Mereka kabarnya berkenalan melalui sosial media. Selain itu, secara khusus Budjana kali ini mengajak gitaris, Endah Widiastuti dari duo Endah&amp;Rhesa untuk berkolaborasi. Beberapa tahun belakangan ini, Budjana kerapkali bekerjasama dengan Endah dalam komunitas Gitaris Untuk Negeri.</p>



<p>Pada konser, tetiba Budjana memanggil naik panggung, Saat “Borneo” Syah (suling pralon, voicing). Bang Saat ini sebenarnya sudah lumayan lama juga senantiasa mendukung penampilan solo Budjana, di beberapa kesempatan. Ada juga pemain rebab muda, Fathurachman, yang dipanggil Budjana untuk main bareng.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Dewa-Budjana-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-22759" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Dewa-Budjana-Gideon-Momongan.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Dewa-Budjana-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Dewa-Budjana-Gideon-Momongan-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Dewa-Budjana-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Dewa-Budjana-Gideon-Momongan-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /></figure>
</div>


<p>Konsernya sendiri menghadirkan kejutan manis di awal. Dimana 3 personil GIGI tampil sebagai host yang khusus membuka konser. Armand Maulana, Gusti Hendy dan Thomas Ramdhan maju ke depan dan bercerita mengenai gitaris mereka, Budjana yang akan tampil dalam konser solonya.</p>



<p>Dan kehadiran ketiga GIGI, sohib kental Budjana sebagai host Istimewa di pembuka, seolah secara simbolis GIGI merestui Budjana meneruskan karir solo nya, Budjana pun menyajikan tak kurang dari 19 nomer lagu. Diambil dari tak kurang dari 15 album rekaman solonya yang telah dihasilkannya selama ini. Ia memilih memainkan, ada 3 lagu ditempatkannya di segmen pembuka. “Naurora”, “Jayaprana” dan “Dedariku” sebagai sajian pertama.</p>



<p>Budjana dan kawan-kawannya langsung seolah memaku penonton untuk menikmati musik mereka. Ada suasana etnik, terutama Bali. Sedikit nuansa rock dan juga jazz. Penonton yang nyaris memenuhi venue berkapasitas 350 orang itu, langsung dijejali bebunyian musik yang seperti mengandung aneka enerji. Kontan memacu adrenalin? Mungkin Sebagian terkesima juga. Ya kali ya….</p>



<p>Dentuman musik seperti meminta penonton berkonsentrasi ke atas panggung. Janganlah banyak bercakap-cakap satu sama lain. Mari marilah melihat ke panggung, nikmati saja. Jangan juga mondar-mandir. Lupakan duka nestapa, mari menyegarkan jiwa dan raga bersama…. Aha!</p>



<p>Konser ini dibagi oleh Budjana, ke dalam beberapa segmen. Pada segmen kedua Budjana menyajikan, “Duaji Guruji” kemudian “Mahandini” dan “Surya Namaskar”. Berikutnya dihidangkan “Dawaiku”, disambung “Caka 1922 (Nyepi). Berlanjut dengan “As You Leave My Nest”, “Karma”, dengan kehadiran Endah Widiastuti, pada vokal.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Dewa-Budjana-Endah-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-22761" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Dewa-Budjana-Endah-Gideon-Momongan.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Dewa-Budjana-Endah-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Dewa-Budjana-Endah-Gideon-Momongan-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Dewa-Budjana-Endah-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Dewa-Budjana-Endah-Gideon-Momongan-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /></figure>
</div>


<p>Di segmen berikutnya, dimainkan berturutan, atau bersambungan, “Joged Kahyangan”, “Gangga” dan “Hyang Giri”. Disambung dengan “Pranayama”, yang dijadikan judul pementasan ini diambil dari judul album terbaru Budjana. Yang diikuti nomer berikutnya, “On The Way Home” dan “Queen Kanya”.</p>



<p>Adapun sebagai sajian penutup dari konser yang memakan waktu lebih dari 1,5 jam ini adalah “Dreamland” dari album Home, yang dirilis tahun 2005. Kemudian salah satu lagu dari album Surya Namaskar, “Dalem Waturenggong”.</p>



<p>Menyaksikan dan menikmati, kemudian meresapi musik dan lagu karya Dewa Budjana, bisa jadi merupakan pengalaman istimewa yang menyegarkan jiwa dan raga, bagi yang baru pertama kali berkesempatan menonton. Pasti ada dong, yang baru perdana menonton konser Budjana? Meresapi dan mengikuti bebunyian dari lagu ke lagu, adalah semacam suatu perjalanan spiritual yang di satu sisi, menyegarkan hidup. Selain memberi ruang dan waktu untuk berkontemplasi sejenak, duajenak. Bolehlah sampai tigajenak. Asal janganlah tertidur pulas, repot nanti begitu terjaga, tata lampu panggung sudah terang benderang.</p>



<p>Secara keseluruhan memang memiliki kesempatan menonton solo konser Budjana, adalah sebuah kesukacitaan. Apalagi kesempatan tersebut yang terakhir, ternyata berjarak beberapa tahun. Tentu saja hati penuh harap, akan beroleh “pengalaman” menerima aksentuasi, aroma dan rasa yang berbeda lagi.</p>



<p>Kreatifitas Budjana dalam mengolah musik, yang menyerap pelbagai unsur musik, terasa menarik sebenarnya. Walau didominasi lagu-lagu tanpa syair. Musiknya ada banyak unsur musik seperti jazz fusion, sedikit pop atau sedikit sentuhan ballad. Agak rock mengarah pada progressive-rock ada juga. Dan menyelip sesekali yang berserakan di sana-sini, <em>ambience</em> yang agak tebal dari warna <em>world-music</em>.</p>



<p>Pada konser Jumat 10 April, ada banyak teman-teman baik sesama gitaris yang datang menonton. Antara lain Noldy Benyamin, Baim, Abdee “Slank” Negara, Agam Hamzah, Gerald Situmorang, Lian Panggabean, sampai Damon Koeswoyo. Ada juga datang gitaris rock legendaris, Ian Antono. Bahkan hingga Raja Dangdut, Rhoma Irama. Tentu ada, Tohpati.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Budj-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-22765" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Budj-Gideon-Momongan.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Budj-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Budj-Gideon-Momongan-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Budj-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Budj-Gideon-Momongan-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /></figure>
</div>


<p>Sebuah gathering gitaris Indonesia yang tak sengaja terjadi. Itupun masih ditambah kehadiran trio rocker 1970-an dari grup Giant Step, Triawan Munaf, Jelly Tobing dan Adhi Sibolangit. Juga drummer senior, Jimmy Manoppo. Ada juga wakil dari Forum Festival Jazz di Indonesia, Chico Hindarto dan Bagas Indyatmono. Mantan manager dari GIGI, Dhani Pette. Hingga mantan drummer dari GIGI, Budhy Haryono yang kini drummer dari Karimata. Gitaris muda, Daniel Dyonisius, penyanyi Dian Mayasari, Kemala Ayu sampai Neea Rachma. </p>



<p>Turut menonton juga, Andre Hehanusa. Dan tokoh world music, Franki Raden. Serta teman baik lama Budjana yang kerapkali membantunya sebagai executive producer di beberapa album solo yang dikerjakan di luar negeri, Lemmy Ibrahim.</p>



<p>Ada satu hal menarik paska konser Pranayama dari Dewa Budjana ini. Tetiba beberapa sahabat baik Budjana tergerak untuk berkomentar lumayan panjang, dalam sebuah catatan berupa tulisan. Mereka posting di sebuah WAG para musisi, penyanyi, wartawan dan pelaku musik. Surprised tentu saja, mendadak mereka menjelma menjadi penulis (musik)! Also, surprised surprised. Apresiasi tinggi untuk teman baik mereka kan.</p>



<p>Seru deh pokoknya. Well, ok then. Selanjutnya, ditunggu konser berikutnya ya, Budj. Tentu saja, kudu didahului dengan release album baru. Sukses selalu, bli. Etapi, emang konser kemarin konser solo terakhir? Kenapa? Bukan, bukan kok. Ga lah. Itu hanya nyambung iseng dari berita yang tetiba viral mengenai keretakan GIGI, yang konon akan ditinggal pergi (lagi!) oleh bassist, Thomas Ramdhan. Eh beneran?</p>



<p>Ga tau juga ya. Pihak GIGI sendiri sampai tulisan ini dibuat, belum memberikan penjelasan konkrit. Tapi gosipnya sudah mulai bergerak “liar”….*/<strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Gideon Momongan</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/apakah-ini-konser-terakhir-dewa-budjana/">Apakah Ini Konser Terakhir Dewa Budjana…?</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22758</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Konser Kolaborasi Gitaris demi Pulihkan Sumatra dari Dampak Bencana</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/konser-kolaborasi-gitaris-demi-pulihkan-sumatra-dari-dampak-bencana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 05:09:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Show]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Bencana Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Bentara Budaya Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Kemanusiaan Kompas]]></category>
		<category><![CDATA[Dewa Budjana]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Ilham Khoiri]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Konser Gitaris Indonesia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=21525</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Suara distorsi gitar yang gahar bersahut-sahutan dengan petikan akustik yang lembut di Studio 1 Stasiun Kompas TV pada Senin (26/1/2026). Malam itu, musik bukan sekadar menjadi entitas hiburan, melainkan instrumen kepedulian. Sebanyak 18 gitaris lintas generasi, 9 penyanyi, dan 15 pelukis bersatu dalam sebuah konser kolaborasi apik untuk menggalang dana bagi pemulihan wilayah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/konser-kolaborasi-gitaris-demi-pulihkan-sumatra-dari-dampak-bencana/">Konser Kolaborasi Gitaris demi Pulihkan Sumatra dari Dampak Bencana</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>JAKARTA – Suara distorsi gitar yang gahar bersahut-sahutan dengan petikan akustik yang lembut di Studio 1 Stasiun Kompas TV pada Senin (26/1/2026). Malam itu, musik bukan sekadar menjadi entitas hiburan, melainkan instrumen kepedulian. Sebanyak 18 gitaris lintas generasi, 9 penyanyi, dan 15 pelukis bersatu dalam sebuah konser kolaborasi apik untuk menggalang dana bagi pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra.</p>



<p>Langkah nyata ini merupakan respons atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Daerah Istimewa Aceh pada akhir November 2025 lalu. Inisiasi yang digagas oleh Kompas ini menandai kali kelima para gitaris Indonesia bahu-membahu dalam misi sosial serupa, membuktikan bahwa solidaritas seniman tak pernah luntur oleh waktu.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Andre-Dinuth-Tantri-Syalindri-Arda-Hatan-Ian-Antono-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-21527" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Andre-Dinuth-Tantri-Syalindri-Arda-Hatan-Ian-Antono-Gideon-Momongan.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Andre-Dinuth-Tantri-Syalindri-Arda-Hatan-Ian-Antono-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Andre-Dinuth-Tantri-Syalindri-Arda-Hatan-Ian-Antono-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Andre Dinuth, Tantri Syalindri, Arda Hatan, Ian Antono (Gideon Momongan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Panggung malam terasa magis di bawah arahan Andre Dinuth sebagai<em> music director.</em> Dengan kawalan home-band yang diisi oleh Yoiqball (drum), Dio Siahaan (keys), dan Samuel Song (bass), para gitaris tampil memukau. Deretan nama besar seperti Dewa Budjana, Ian Antono, Eross Candra, Eddi Kemput hingga Eet Sjahranie menunjukkan taringnya. Tak ketinggalan Endah Widiastuti, Ridho Hafiedz, Baim, Ezra Simanjuntak, Stanly Bactian, Tohpati, Jubing Kristianto, Kongko Pambudi, Kin the Fly, Ramadhista Akbar, Denny Chasmala, hingga Gugun Blues Shelter turut memperkaya tekstur suara di atas panggung.</p>



<p>Suasana haru sekaligus membangkitkan semangat mulai terasa saat lagu &#8216;Tinggal Ma Jo Ho Inang&#8217; berkumandang sebagai pembuka. Rentetan repertoar yang dibawakan oleh penyanyi papan atas seperti Tantri Syalindri, Arda Hatna, Dira Sugandhi, hingga Ipang Lazuardi membawa penonton dalam perjalanan emosional. Lagu-lagu daerah seperti &#8216;Bungong Jeumpa&#8217; dan &#8216;Kampuang Nan Jauh di Mato&#8217; hadir sebagai bentuk penghormatan bagi tanah Sumatra yang 3sedang berduka.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Baim-Eross-Candra-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-21528" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Baim-Eross-Candra-Gideon-Momongan.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Baim-Eross-Candra-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Baim-Eross-Candra-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Baim &amp; Eross Candra (Gideon Momongan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Tidak hanya lagu daerah, lagu-lagu hit seperti &#8216;Bendera&#8217; dan &#8216;Dan&#8217; turut menghentak studio, sebelum akhirnya ditutup dengan optimisme lewat tembang &#8216;Laskar Pelangi&#8217;.</p>



<p>Aksi kemanusiaan ini tidak hanya berhenti di atas panggung musik, di lobi studio sengaja dipajang karya-karya dari 15 pelukis yang dilelang untuk tujuan yang sama. Selain lukisan, empat buah gitar juga menjadi objek lelang, di mana tiga di antaranya membawa nilai sejarah tinggi karena dibubuhi tanda tangan seluruh gitaris yang terlibat.</p>



<p>Hingga konser yang ditayangkan secara live streaming tersebut berakhir, dana yang terkumpul mencapai Rp 874.335.000. Angka ini akan digabungkan dengan dana yang sebelumnya telah dihimpun melalui Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) sebesar Rp5 miliar.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Ridho-Hafiedz-Ipang-Lazuardi-Gugun-Blues-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-21530" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Ridho-Hafiedz-Ipang-Lazuardi-Gugun-Blues-Gideon-Momongan.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Ridho-Hafiedz-Ipang-Lazuardi-Gugun-Blues-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Ridho-Hafiedz-Ipang-Lazuardi-Gugun-Blues-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Ridho Hafiedz, Ipang Lazuardi, Gugun Blues (Gideon Momongan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p><strong>Ilham Khoiri</strong>, <em>General Manager of Bentara Budaya and Communication Management Corpcom Kompas Gramedia</em>, menegaskan bahwa dana tersebut akan difokuskan untuk pemulihan jangka menengah dan panjang. “Dana Kemanusiaan Kompas akan menyalurkan bantuan itu untuk membantu pemulihan Sumatra, terutama pada aspek infrastruktur pendidikan, membangun sekolah mulai dari TK, SD, SMP sampai SMA, dan juga membantu fasilitas kesehatan yang dibutuhkan masyarakat,” papar Ilham Khoiri.</p>



<p>Bagi para musisi, keterlibatan mereka adalah bentuk syukur sekaligus tanggung jawab sosial. <strong>Dewa Budjana</strong>, yang menjadi salah satu koordinator bersama Endah Widiastuti, berharap aksi ini bisa menggerakkan hati masyarakat luas untuk terus berdonasi mengingat proses pemulihan pascabencana tidak bisa dilakukan dalam sekejap. “Kemungkinan memang proses recovery berlangsung cukup panjang. Semoga masyarakat ikut tergerak untuk menyumbang,” terang Dewa Budjana.</p>



<p>Pengumpulan dana ini kabarnya akan tetap dibuka hingga pertengahan Februari 2026. Kolaborasi seni ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara media, musisi, dan pelukis mampu menciptakan resonansi kepedulian yang kuat, setidaknya untuk memberikan harapan baru bagi saudara-saudara di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh yang tengah berupaya bangkit dari puing-puing bencana./<strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/konser-kolaborasi-gitaris-demi-pulihkan-sumatra-dari-dampak-bencana/">Konser Kolaborasi Gitaris demi Pulihkan Sumatra dari Dampak Bencana</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21525</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pernikahan Semalam, Blues dengan Jazz. Menyenangkan!</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/pernikahan-semalam-blues-dengan-jazz-menyenangkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 00:32:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Blues]]></category>
		<category><![CDATA[Deheng House]]></category>
		<category><![CDATA[Dewa Budjana]]></category>
		<category><![CDATA[Gugun Blues Shelter]]></category>
		<category><![CDATA[Jammin']]></category>
		<category><![CDATA[Kofi & Ti Lounge]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=21352</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah catatan pinggir dari Gideon Momongan…. JAKARTA &#8211; Dua anak muda. Keduanya bisalah disebut sebagai, “Pendekar Gitar” yang sebenar-benarnyalah “pendekar”. Dengan gitar di tangan mereka, gagah betul nampaknya! Dan apalagi kalau gitar itu, sudah mereka mainkan. Suasananya itu lho… Satu pendekar bernama Gugun Blues Shelter. Gugun adalah blueser sejati. Maksudnya, lebih tepat di sini dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/pernikahan-semalam-blues-dengan-jazz-menyenangkan/">Pernikahan Semalam, Blues dengan Jazz. Menyenangkan!</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading"><em>Sebuah catatan pinggir dari Gideon Momongan….</em></h2>



<p>JAKARTA &#8211; Dua anak muda. Keduanya bisalah disebut sebagai, “Pendekar Gitar” yang sebenar-benarnyalah “pendekar”. Dengan gitar di tangan mereka, gagah betul nampaknya! Dan apalagi kalau gitar itu, sudah mereka mainkan. Suasananya itu lho…</p>



<p>Satu pendekar bernama Gugun Blues Shelter. Gugun adalah blueser sejati. Maksudnya, lebih tepat di sini dalam konteks ini, pendekar blues. Satunya lagi, Dewa Budjana. Bisa kali disebut jazzer sejati. Tapi masalahnya dia ga hanya piawai memainkan jazz. Pendekar jazz? Ia lebih <em>all-round</em> nih…</p>



<p>Lihatlah contoh berikut ini. Itu ada ya penonton yang rikues bawain satu aja lagu GIGI, <em>bisa ga?</em> MC bertanya pada Dewa Budjana dan juga Gugun Blues Shelter. Keduanya tersenyum lebar, nanti-nanti sajalah ya. Pada acara hari ini belum memungkinkan nih. Faktor sebagai gitaris GIGI, kelompok pop-rock, nampaknya yang lebih dikenal atawa lebih populer untuk penonton malam itu. So, Budjana rocker lah….</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Gugun-Blues-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-21359" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Gugun-Blues-Gideon-Momongan.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Gugun-Blues-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Gugun-Blues-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Gugun Blues (Gideon Momongan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Ini pertama kali nih kami main berdua ya, ucap Budjana dengan pandangan mata pada Gugun. Gugun menganggukkan kepala. Agak nekad, tapi toh kejadian juga. Walau mungkin terbilang persiapan rada mepet. Maka tak heran, mereka berdua dalam sesi kolaborasi bermain berdua, ga bisa menghadirkan walau hanya satu-dua lagu karya Budjana.</p>



<p>Perlu persiapan lebih khusus, lebih banyak waktu dong, terang Gugun. Anak-anak (band pengiring dari Gugun Blues Shelter, maksudnya) memang agak keberatan mainin lagu-lagunya Budjana. Waktu nyiapinnya ga bisa sebentar. Karena lagu-lagunya susah. Budjana tertawa, ya tidak seperti itu sebenarnya.</p>



<p>Menurut Budjana, ada kok lagu-lagunya yang terbilang lebih mudah untuk dimainkan banyak orang. “Nanti gw cariin, gw ajuin ya,”timpal Budjana. Dijawab Gugun, “Boleh, boleh. Nanti di kesempatan berikut saja, asal waktu latihannya cukup ya Mas Budj.” Jadi kolaborasi dua gitar tersebut, akan berlanjut? Yang jelas, Malam Minggu 17 Januari kemarin, suasana di Kofi &amp; Ti Lounge, Deheng House di Kawasan Taman Kemang, terbilang ramai. </p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Gugun-Blues-Shelter-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-21360" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Gugun-Blues-Shelter-Gideon-Momongan.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Gugun-Blues-Shelter-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Gugun-Blues-Shelter-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Jammin&#8217; (Gideon Momongan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Nyaris semua seats yang tersedia terisi penuh. Ini acaranya Gugun dan band trionya, jelas Budjana. “Gua jadi bintang tamu. Mainin 5 lagulah gitu. Gugun akan main dulu bertiga di depan,” terang Budjana lagi.</p>



<p>Sesuai skenario tersebut, Gugun tampil bertiga. Ia didukung bassis, Angga Pratama. Dan dengan drummer yang berpenampilan vintage abis, Refki Nanda. Mereka memainkan beberapa nomer lagu, yang langsung menghangatkan suasana. Kalau saja nontonnya sambil minum hot americano, tentu bakal lebih menghangatkan badan? Bisa jadi. Nonton blues, dengan black coffee, <em>well why not? And, cigar?</em> Serasa Sultan….?</p>



<p>Iya coba dengan cigar alias cerutu. Karena sponsor acara tersebut adalah Dos Hermanos, cigar lokal keluaran kelompok usaha Djarum. Blues with cigar? Dengerin aja, harusnya sih cocok-cocok ajalah.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Battle-guitar-Dewa-Budjana-Gugun-Blues-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-21361" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Battle-guitar-Dewa-Budjana-Gugun-Blues-Gideon-Momongan.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Battle-guitar-Dewa-Budjana-Gugun-Blues-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Battle-guitar-Dewa-Budjana-Gugun-Blues-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Battle guitar Dewa Budjana &amp; Gugun Blues (Gideon Momongan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Gugun membuka penampilan dengan komposisi miliknya, “Bad Politician”, yang menjadi single yang dirilis 3 tahun silam. Lalu ada lagu lainnya,“I Want you she so heavy” yang disambung langsung dengan “Miss You”nya The Rolling Stones. Itu antara lain repertoar yang dihidangkan Gugun bertigaan.</p>



<p>Gugun memainkan beragam lagu, ada yang cover. Tapi dominan menyelipkan lagu-lagu karyanya sendiri. “Jingga” dan “Hitam Membiru” misalnya. Atau ada juga lagu hangat karyanya yang lain, “Way Back Home”, “When I see You Again” dan “Soul on Fire”.</p>



<p>Trionya bermain efektif nan efisien. Langsung menebarkan suasana menyenangkan dan menghibur. Blues dengan sisipan konotasi rock, yang dipimpin sayatan gitar Gugun, sungguh sebuah hiburan menghabiskan malam minggu yang lumayan mengasyikkan.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Dewa-Budjana-expression-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-21357" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Dewa-Budjana-expression-Gideon-Momongan.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Dewa-Budjana-expression-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Dewa-Budjana-expression-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Dewa Budjana expression (Gideon Momongan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Dan Dewa Budjana kemudian didaulat naik panggung. Mereka memainkan “Cause We Ended as a Lover”, yang dipopulerkan oleh Jeff Beck, lagu yang dirilis perdana tahun 1975. Ah sebuah sajian dua gitaris, sahut-sahutan, yang menyenangkan untuk disimak. Disusul karya Gugun, “Funk #2”. Berlanjut dengan karya Gugun yang lain, dari album Coming Out, “Stay With Me Tonight”. Disusul komposisi berikut, “Woman Life Blues”.</p>



<p>Kolaborasi apik dua gitaris berbeda aliran kesukaan itu, ditutup “jammin’ nan seru dan membara”. Dimana mereka memilih membawakan, “Stratus” karya drummer legendaris, Billy Cobham. Lagu tersebut dari album Spectrum, salah satu album terlaris dari Billy Cobham, yang dirilis tahun 1973.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Dewa-Budjana-Gugun-Blues-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-21356" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Dewa-Budjana-Gugun-Blues-Gideon-Momongan.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Dewa-Budjana-Gugun-Blues-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Dewa-Budjana-Gugun-Blues-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Dewa Budjana &amp; Gugun Blues (Gideon Momongan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Berakhirlah pertemuan dua orang berkwalifikasi pendekar tersebut.. Penonton sih terlihat puas. Malam yang mungkin bisa dibilang, lumayan sempurna. Blues mendominasi, jazz seolah memberi sentuhan yang tak kalah asyik dan lantas memperkaya sajian musiknya. Nontonnya dengan hot coffee dan cerutu? Oh mungkin bisa jadi pengalaman baru yang perlu dilestarikan. Hot Coffee diganti Hot Cappuccino, boleh tidak….</p>



<p>Dan akankah perjumpaan Gugun dan Budjana akan berlanjut? Atau diteruskan dengan Gugun berjumpa dan main bareng gitaris berkarakter lain, dari genre music lain? <em>Well, wait and see, brothers and sisters. Enjoy!</em>/ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | <em>*dM</em></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/pernikahan-semalam-blues-dengan-jazz-menyenangkan/">Pernikahan Semalam, Blues dengan Jazz. Menyenangkan!</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21352</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
