<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Diskusi Ekonomi Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/diskusi-ekonomi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/diskusi-ekonomi/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Sep 2023 16:08:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Diskusi Ekonomi Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/diskusi-ekonomi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Indonesia Dipastikan Mampu Hadapi Kontraksi Ekonomi Dunia, Asalkan Fokus Energi Terbarukan dan Investasi Sesuai Profil Risiko</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/news/indonesia-dipastikan-mampu-hadapi-kontraksi-ekonomi-dunia-asalkan-fokus-energi-terbarukan-dan-investasi-sesuai-profil-risiko/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Administrator]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Sep 2023 09:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Mana Pulungan]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[EPS growth]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[The Fed]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Makna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=9704</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keadaan ekonomi global saat ini diketahui tengah mengalami ketidakpastian akibat pengaruh kebijakan suku bunga The Fed, kenaikan harga minyak dunia, serta efek perang berkepanjangan Rusia dan Ukraina. Semua ini dilatarbelakangi oleh kenaikan harga minyak, salah satunya minyak mentah berjangka Brent menjadi 92,06 dolar AS per barel atau naik sekitar 1,42 dolar AS. Sementara The Fed [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/indonesia-dipastikan-mampu-hadapi-kontraksi-ekonomi-dunia-asalkan-fokus-energi-terbarukan-dan-investasi-sesuai-profil-risiko/">Indonesia Dipastikan Mampu Hadapi Kontraksi Ekonomi Dunia, Asalkan Fokus Energi Terbarukan dan Investasi Sesuai Profil Risiko</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Keadaan ekonomi global saat ini diketahui tengah mengalami ketidakpastian akibat pengaruh kebijakan suku bunga <a href="https://www.federalreserve.gov">The Fed</a>, kenaikan harga minyak dunia, serta efek perang berkepanjangan Rusia dan Ukraina. Semua ini dilatarbelakangi oleh kenaikan harga minyak, salah satunya minyak mentah berjangka Brent menjadi 92,06 dolar AS per barel atau naik sekitar 1,42 dolar AS. </p>



<p>Sementara The Fed diproyeksikan akan tetap mempertahankan suku bunga pada kisaran 5,25-5,50 persen. Terlebih, serta imbas perang Rusia-Ukraina masih memaksa suplai komoditi menjadi lebih terbatas.</p>



<p><strong>Abdul Manap Pulungan</strong> selaku <em>Peneliti dari Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan INDEF</em> menuturkan bahwa gejolak ekonomi dunia itu memberikan pengaruh berbeda di tiap negara, termasuk Indonesia.</p>



<p>Dalam kesempatan <em>talkshow</em> bertemakan <em>“Outlook Ekonomi Dunia dan Pengaruhnya Bagi Indonesia”</em> di Jakarta tersebut Abdul Manap Pulungan menjabarkan, misalnya di Amerika, yang keadaannya berbeda dengan Inggris dan Eropa. Amerika hanya bermasalah di inflasi, sementara di sisi tingkat pengangguran, Amerika terbilang cukup bagus sehingga tekanan dari harga minyak global ini akan relatif minor bagi Amerika.</p>



<p>Tetapi bagi negara yang situasinya berbeda seperti Inggris dan negara-negara Eropa lainnya, tentu dampaknya akan lebih terasa karena negara-negara tersebut memiliki masalah tingkat inflasi yang tinggi dan juga pengangguran yang tinggi,” ujarnya pada Kamis (14/9/2023).</p>



<p>&#8220;Saya melihat kenaikan harga minyak ini sebetulnya temporer saja, tidak akan signifikan seperti tahun 2022,” ujarnya.</p>



<p>Sementara terkait <a href="https://journeyofindonesia.com/news/tumbuh-makna-tingkatkan-literasi-investasi-dan-keuangan-bagi-masyarakat/">kebijakan</a> suku bunga The Fed, bahwa bank sentral AS itu memiliki pengaruh yang kuat untuk mengubah situasi ekonomi global. “Ketika The Fed mengubah suku bunganya tentu akan diikuti oleh negara lain. The Fed adalah <em>leader</em> di pasar keuangan global. Jadi, apa yang dilakukan The Fed umumnya akan diikuti oleh bank sentral lainnya, karena The Fed menjadi benchmark bagi negara-negara lain untuk suku bunganya. Oleh karena itu, ada istilah ketika The Fed bersin maka negara-negara lain akan mabok,” ungkap Abdul Manap.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/09/Abdul-Manap-Pulungan-Peneliti-dari-Pusat-Ekonomi-Makro-dan-Keuangan-INDEF-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-9706" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/09/Abdul-Manap-Pulungan-Peneliti-dari-Pusat-Ekonomi-Makro-dan-Keuangan-INDEF-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/09/Abdul-Manap-Pulungan-Peneliti-dari-Pusat-Ekonomi-Makro-dan-Keuangan-INDEF-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/09/Abdul-Manap-Pulungan-Peneliti-dari-Pusat-Ekonomi-Makro-dan-Keuangan-INDEF-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Abdul Manap Pulungan, Peneliti dari Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan INDEF (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Lalu bagaimana dampak gejolak ekonomi dunia di Indonesia? Abdul meyakini bahwa Indonesia akan mampu melewati situasi dari gejolak tersebut, mengingat Indonesia pernah melewati situasi tekanan ekonomi yang lebih sulit. Hanya saja, Indonesia menurutnya, perlu melakukan penyesuaian secara mendalam dan melakukan langkah-langkah strategis agar turbulensi ekonomi dunia tidak mendorong hal terburuk terjadi di tingkat domestik.</p>



<p>“Saya melihat, Indonesia cenderung siap menghadapi gejolak ekonomi global saat ini. Karena Indonesia sudah pernah melewati situasi yang lebih buruk dari itu. Tinggal bagaimana kita melakukan penyesuaian internal dari kenaikan harga minyak itu. Sebenarnya sudah banyak wacana-wacana yang berkembang terkait bagaimana meningkatkan diversifikasi produksi yang tidak hanya terbatas pada bahan-bahan mentah seperti minyak, tetapi bisa shifting ke energi terbarukan,” ujarnya.</p>



<p>Abdul menekankan bahwa mesti ada kebijakan strategis untuk menekan negara-negara produsen minyak, agar kedepan pembatasan produksi minyak dunia dapat dikontrol sebagaimana mestinya. Terlebih di dalam negeri, kenaikan harga minyak dunia tersebut tentu dapat mendorong pemerintah Indonesia dalam menaikan harga BBM. Hal tersebut dapat dilakukan demi merawat fiskal agar tetap defisit dibawah 3%.</p>



<p>Sementara itu, Founder Tumbuh Makna, Muliadi San, menganalisis lebih jauh mengenai kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menjelaskan bahwa dalam konteks pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya dalam perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), masih dapat dikategorikan tergolong cukup stabil dalam merespons gejolak ekonomi dunia yang terjadi belakangan ini.</p>



<p>“Saya melihat valuasi IHSG kita cenderung atraktif. Kami telah mengumpulkan data di berbagai tahun. Berdasarkan data dari 2013 sampai 2022, pada bulan September itu, IHSG ada di zona merah sebanyak 6 tahun dari 10 tahun. Artinya adalah di bulan September, IHSG itu kecenderungannya mengalami koreksi. Sementara di bulan Oktober, IHSG kita selama 8 tahun ada di zona hijau, dan hanya 2 tahun berada di zona merah. Jadi probabilitasnya di bulan Oktober IHSG itu mengalami kenaikan. Secara statistik hal ini cukup menarik untuk pasar saham kita di sisa bulan semester II 2023,” jelasnya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/09/Muliadi-San-Founder-Tumbuh-Makna-Ist-1.jpg" alt="" class="wp-image-9708" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/09/Muliadi-San-Founder-Tumbuh-Makna-Ist-1.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/09/Muliadi-San-Founder-Tumbuh-Makna-Ist-1-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/09/Muliadi-San-Founder-Tumbuh-Makna-Ist-1-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Muliadi San, Founder Tumbuh Makna (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Oleh karena itu, menurutnya, terdapat peluang yang baik di sisi ekonomi yang lain di Indonesia. Hal tersebut, dalam analisanya, justru bisa dimanfaatkan dengan baik dan rasional oleh berbagai investor. Namun, ia menyampaikan, para investor tentu harus memahami profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan melakukan investasi. Contohnya dengan melakukan strategi pendekatan profil risiko agar dapat melakukan investasi secara kondusif dan aman.</p>



<p>“Saya melihat untuk 12 bulan ke depan tentunya sentimen pasar akan lebih kondusif dan konstruktif. Sisi kondusif disini terlihat karena adanya faktor risiko perubahan moneter dan fiskal yang akan lebih minim. Jadi pertimbangan sektor dan kelas aset yang lebih diuntungkan untuk diterapkan di portofolio akan lebih mudah diprediksi. Sementara untuk sisi konstruktif memiliki arti bahwa akan ada hal yang baik dan prospektif di dalam sektor IHSG. Ini terlihat karena pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia masih cukup positif. Itu yang membuat kami bertahan dengan pandangan bahwa IHSG masih berpotensi mencapai level 7.400, dengan pertimbangan<em> EPS growth</em> di angka 9%-10%,” katanya.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa obligasi dengan durasi tenor menengah bisa menjadi pilihan yang tepat bagi para investor, karena itu salah satu pilihan yang menarik di tahun 2024. “Jika melihat data-data yang ada, tentu saya sangat optimis dengan saat ini, khususnya dengan obligasi-obligasi yang tenornya menengah sehingga dapat menjadi satu pilihan menarik bagi para investor,” sebutnya lagi.</p>



<p>Sementara untuk investor yang cenderung konservatif, bisa melihat peluang pada Sukuk Ritel 019 yang telah diterbitkan Kementerian Keuangan yang dapat membantu progres kegiatan investasi dan mendorong pemerintah melakukan perkembangan ekonomi nasional./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/indonesia-dipastikan-mampu-hadapi-kontraksi-ekonomi-dunia-asalkan-fokus-energi-terbarukan-dan-investasi-sesuai-profil-risiko/">Indonesia Dipastikan Mampu Hadapi Kontraksi Ekonomi Dunia, Asalkan Fokus Energi Terbarukan dan Investasi Sesuai Profil Risiko</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9704</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tak Perlu Panik, Suku Bunga The Fed Naik? Ini Sektor Investasi Paling Bergairah</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/news/tak-perlu-panik-suku-bunga-the-fed-naik-ini-sektor-investasi-paling-bergairah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ibonk]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Aug 2023 10:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Benny Sufami]]></category>
		<category><![CDATA[Bhima Yudhistira Adhinegara]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Suku Bunga]]></category>
		<category><![CDATA[Talkshow]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Makna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=9210</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed) saat ini berada di level 5,25-5,50 persen. Angka ini disebut menjadi yang tertinggi sejak lebih dari dua dekade lalu. Lalu apa dampaknya bagi ekonomi global dan bagaimana pengaruhnya terhadap ekonomi domestik Indonesia? Paparan tersebut tersaji dalam diskusi Talkshow Tumbuh Makna yang menawarkan tema “Pengaruh Kenaikan Suku Bunga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/tak-perlu-panik-suku-bunga-the-fed-naik-ini-sektor-investasi-paling-bergairah/">Tak Perlu Panik, Suku Bunga The Fed Naik? Ini Sektor Investasi Paling Bergairah</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Suku bunga acuan <em>The Federal Reserve (The Fed)</em> saat ini berada di level 5,25-5,50 persen. Angka ini disebut menjadi yang tertinggi sejak lebih dari dua dekade lalu. Lalu apa dampaknya bagi ekonomi global dan bagaimana pengaruhnya terhadap ekonomi domestik Indonesia?</p>



<p>Paparan tersebut tersaji dalam diskusi <em><a href="https://journeyofindonesia.com/news/tumbuh-makna-tingkatkan-literasi-investasi-dan-keuangan-bagi-masyarakat/">Talkshow</a> Tumbuh Makna</em> yang menawarkan tema “Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The Fed Terhadap Ekonomi Global dan Indonesia”. Dalam agenda yang dilakukan di Jakarta tersebut, dihadiri narasumber <em>Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS)</em> <strong>Bhima Yudhistira Adhinegara</strong> dan <em>Co-Founder Tumbuh Makna</em> <strong>Benny Sufami</strong>. ​</p>



<p><a href="https://twitter.com/i/flow/login?redirect_after_login=%2Fbhimayudhistira">Bhima Yudhistira Adhinegara</a> menjelaskan, kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat sangat jelas memiliki pengaruh bagi negara-negara berkembang. Namun bagi Indonesia, kenaikan ini ternyata tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Mengapa?</p>



<p>Faktornya banyak, karena menaikan suku bunga secara agresif dapat berdampak pada pinjaman konsumen yang akan jauh lebih mahal dan akan mengganggu pemulihan konsumsi domestik. Selain itu, banyak industri yang juga akan terpengaruh dengan kenaikan suku bunga tersebut,” ungkap Bhima yang dikutip hari ini Senin, 14/8/2023.</p>



<p>Lebih jauh, Bhima bahkan menganalisis bahwa roda ekonomi Indonesia lebih terhubung dengan pergerakan Tiongkok ketimbang Amerika, sehingga kenaikan suku bunga The Fed tidak secara otomatis mengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Karena Tiongkok adalah salah satu negara asal investasi yang terbesar, dan mitra investasi Indonesia. Kedua, mereka adalah mitra dagang. Kita ekspor ke Tiongkok itu bisa seperempat dari total ekspor Indonesia, kira-kira sekitar 25 persen kita kirim ke Tiongkok, dan itu tentu sangat mempengaruhi,” lanjutnya.</p>



<p>Bahkan Bhima kembali menjelaskan dengan mengambil riset sebuah studi, bahwa setiap satu persen penurunan ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat, pengaruhnya ke Indonesia hanya 0,01 persen.</p>



<p>Berbeda apabila ekonomi Tiongkok turun 1 persen saja dalam PDB mereka, maka imbas ke Indonesia bisa mencapai 0,3 persen. “Jadi kita lebih sensitif dengan ekonomi Tiongkok. Sehingga kenaikan suku bunga AS belum tentu berdampak langsung ke capital market maupun surat utang di Indonesia, setidaknya dalam jangka waktu yang dekat,” tambahnya.</p>



<p>Meski fundamental ekonomi nasional kuat, Bhima menyatakan bahwa pada tahun depan Indonesia perlu mewaspadai gejolak ekonomi yang akan terjadi. Semester II 2023 dan 2024 akan banyak dinamika yang terjadi. The Fed tetap penting untuk diperhatikan tapi mesti ditambah dengan faktor-faktor lainnya sehingga bisa dimitigasi beberapa risiko. Inflasi di Indonesia saat ini masih bisa ditahan, cadangan devisanya masih bagus, suku bunga pun masih bisa ditahan, tapi jika Amerika suku bunganya masih terus 5,25 persen, maka kita harus tawarkan bunga.</p>



<p>“Karena bila ada penyesuaian jangka panjang, kasihan industri karena suku bunga pinjaman juga akan menjadi mahal dan pengaruhnya juga pada penyaluran pertumbuhan kredit perbankan dan berdampak pada imbal hasil yang harus ditawarkan oleh berbagai instrumen investasi di Indonesia,” katanya.</p>



<p>Bhima meyakini ekonomi kuartal III 2023 nanti akan banyak tantangan yang mesti diwaspadai, terutama mengenai ketidakseimbangan antara pendapatan dan kebutuhan.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/08/Talkshow-Tumbuh-Makna-dengan-tema-Pengaruh-Kenaikan-Suku-Bunga-The-Fed-Terhadap-Ekonomi-Global-dan-Indonesia-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-9212" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/08/Talkshow-Tumbuh-Makna-dengan-tema-Pengaruh-Kenaikan-Suku-Bunga-The-Fed-Terhadap-Ekonomi-Global-dan-Indonesia-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/08/Talkshow-Tumbuh-Makna-dengan-tema-Pengaruh-Kenaikan-Suku-Bunga-The-Fed-Terhadap-Ekonomi-Global-dan-Indonesia-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/08/Talkshow-Tumbuh-Makna-dengan-tema-Pengaruh-Kenaikan-Suku-Bunga-The-Fed-Terhadap-Ekonomi-Global-dan-Indonesia-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Talkshow Tumbuh Makna bertema Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The Fed Terhadap Ekonomi Global dan Indonesia (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>“Di kuartal III ini, ada kebutuhan yang terus meningkat, meskipun inflasi kita terbilang cukup baik dan terkendali bahkan agak sedikit menurun, tapi yang perlu diketahui di kuartal II adalah ini tidak ada momen musiman dimana masyarakat bergerak untuk berwisata secara masif, itu tantangannya. Di kuartal III biasanya belanja pemerintah mulai meningkat tetapi belum setinggi di kuartal IV. Meski begitu, kemungkinan pertumbuhan pada kuartal III berada pada kisaran 4,9 persen,” katanya.</p>



<p>Senada dengan apa yang disampaikan Co-Founder Tumbuh Makna, Benny Sufami yang memprediksi situasi ekonomi global saat ini tidak memberikan tekanan yang signifikan bagi ekonomi domestik di Indonesia. Hal itu didapati karena fakta bahwa ekonomi nasional pada kuartal II sangat baik, khususnya angka PDB Indonesia yang berada di atas 5 persen dengan tren inflasi yang relatif stabil, yang tentunya menunjukan sentimen positif.</p>



<p>“Berdasarkan data riset yang Tumbuh Makna peroleh, ekonomi kuartal II 2023 PDB kita 5,17 persen. IMF menyatakan bahwa maksimal pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan bertumbuh maksimal 3 persen, itu sudah cukup bagus bagi ekonomi domestik kita. Itu sudah cukup baik di tengah kondisi tekanan ekonomi global. Kedua, data inflasi awal bulan sudah diumumkan, dan hasilnya inflasi harga konsumen lebih rendah dari kuartal sebelumnya yakni dari 3,52 persen ke 3,08 persen (yoy),” katanya.</p>



<p>“Untuk peluang, kami melihat ada di pasar saham dan pasar obligasi, valuasinya juga masih sangat menarik. Tantangannya adalah investor hanya perlu lebih bersabar. Sebab kita lihat di semester I, Indeks Harga Saham Gabungan stagnan, sementara di semester kedua ini lah kami melihat akan sangat menarik.” ujarnya.</p>



<p>Lalu mengapa IHSG bisa menarik dan perlu ditunggu investor? Benny melihat peluang IHSG akan naik kembali terbuka. “Jadi di semester II, kami melihat peluang naiknya IHSG sangat terbuka. Yang pertama karena penurunan harga komoditas sudah terbatas. Kedua, karena adanya kegiatan domestik yang disinyalir akan meningkat, sebab KPU dan DPR hingga pemerintah sendiri sudah menyetujui budget Pemilu sekitar Rp76 triliun,&#8221; ungkap Benny.</p>



<p>Benny optimistis bahwa IHSG akan menguat. Analisa ini diperkuat berdasarkan riwayat data IHSG jelang pemilu di tahun politik. Berdasarkan data yang dikumpulkan, biasanya 6 bulan sebelum pemilu IHSG mengalami kenaikan. Ini pernah terjadi misalnya di tahun 2014 dan 2019.</p>



<p>&#8220;Di mana pada tahun 2014, 6 bulan sebelum pemilu, IHSG mengalami kenaikan 19,6 persen, lalu pada tahun 2019 pun IHSG mengalami kenaikan 11,7 persen. Memang tidak ada jaminan ini akan berulang, tapi polanya selalu seperti itu. Untuk itu, kami optimistis di semester II ini, IHSG bisa mengalami kenaikan,” ujarnya.</p>



<p>Ia pun meyakini bahwa pasar obligasi akan naik dan itu merupakan kesempatan yang mesti dimanfaatkan oleh para investor. Hal ini dapat dilihat ada ruang untuk Bank Indonesia di awal tahun 2024 untuk menurunkan tingkat suku bunga.</p>



<p>&#8220;Kami ambil benchmark-nya, untuk surat utang negara (SUN) Seri 10 tahun, saat ini yield-nya berada pada posisi 6,3 persen dan kami melihat tahun depan itu bisa di posisi 6,1 persen. Jadi ada potensi kenaikan harga obligasi. Ada kesempatan dan peluang untuk dimanfaatkan menjadi keuntungan. Ke depan dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup terjaga di atas 5 persen, bahkan walaupun turun di angka 4,8 persen atau 4,9 persen, kami masih melihat peluang investasi, khususnya di equity dan obligasi,” tutup Benny yakin./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/tak-perlu-panik-suku-bunga-the-fed-naik-ini-sektor-investasi-paling-bergairah/">Tak Perlu Panik, Suku Bunga The Fed Naik? Ini Sektor Investasi Paling Bergairah</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9210</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ditengah Gejolak Global, Fundamental Ekonomi Indonesia Dinyatakan Kuat dan Rupiah Stabil</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/news/ditengah-gejolak-global-fundamental-ekonomi-indonesia-dinyatakan-kuat-dan-rupiah-stabil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ibonk]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jul 2023 22:27:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Makna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=8708</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gejolak perekonomian global masih dalam kondisi tidak pasti. Efek berkepanjangan konflik Rusia dan Ukraina, perang dagang semikonduktor dua kekuatan ekonomi dunia antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, serta krisis energi dunia masih menjadi faktor yang mempengaruhi ekonomi domestik suatu negara. Bahkan dalam Global Economic Prospects edisi Juni 2023, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara-negara maju [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/ditengah-gejolak-global-fundamental-ekonomi-indonesia-dinyatakan-kuat-dan-rupiah-stabil/">Ditengah Gejolak Global, Fundamental Ekonomi Indonesia Dinyatakan Kuat dan Rupiah Stabil</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Gejolak perekonomian global masih dalam kondisi tidak pasti. Efek berkepanjangan konflik Rusia dan Ukraina, perang dagang semikonduktor dua kekuatan ekonomi dunia antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, serta krisis energi dunia masih menjadi faktor yang mempengaruhi ekonomi domestik suatu negara. Bahkan dalam Global Economic Prospects edisi Juni 2023, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara-negara maju masih akan melambat di level 0,7% pada 2023 dari kondisi 2022 yang tumbuh 2,6%. Proyeksi ini melihat bahwa masih ada tekanan terhadap negara-negara dari turbulensi ekonomi global yang belum baik.</p>



<p>Terlebih pada Juni 2023, The Fed menahan suku bunga acuan di rentang 5%-5,25%. Keputusan ini dinilai mengakhiri tren kenaikan suku bunga secara beruntun. Kenaikan suku bunga tersebut disebut berbagai pihak dalam rangka mencegah inflasi berlebihan dan menjaga stabilitas ekonomi. Pada sisi lain, Tiongkok mengalami perlambatan ekonomi yang signifikan dengan hanya membukukan produk domestik bruto (PDB) sebesar 4,5% pada kuartal pertama 2023. Pada April 2023, impor Tiongkok mengalami kontraksi tajam sebesar 7,9%, sementara ekspor hanya 8,5%, dibandingkan Maret lalu yang berada pada kisaran 14,8%.</p>



<p>Menanggapi tren ekonomi global yang mengalami tekanan, <em>Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (I<a href="https://indef.or.id/en/">NDEF</a>)</em> <strong>Eko Listiyanto</strong> menjelaskan bahwa efek dan tekanan ekonomi yang dihadapi para negara-negara besar di dunia, tentu dapat berimbas secara global. “Raksasa ekonomi dunia ini ketika bermasalah tentu akan mempengaruhi ekonomi global, sehingga diharapkan pertumbuhannya selalu baik. Tapi dalam konteks Tiongkok, nyatanya saat ini belum seperti yang diharapkan,” tuturnya saat diskusi ekonomi Tumbuh Makna dengan tema “Pengaruh Tingkat Suku Bunga AS dan Perlambatan Ekonomi Tiongkok Terhadap Ekonomi Indonesia”, di Satrio Tower, Jakarta.</p>



<p>Eko menambahkan, dalam konteks ekonomi Tiongkok, diproyeksikan pertumbuhannya dapat mencapai sampai 6%, namun kemudian berbagai indikatornya tidak terlihat menuju pertumbuhan yang cukup. “Revisinya ada di angka 5 setengah dan angka ini pun sebenarnya belum cukup maksimal, karena untuk sekelas Tiongkok minimal di angka 7% bila ingin pulih. Hal ini berbeda dengan Indonesia yang hanya di angka 5% saja sudah cukup. Sementara itu, untuk Amerika sendiri, tingkat inflasinya sudah cukup rendah di angka 3%, tinggal ditunggu saja, apakah konsisten atau sifatnya sementara,” katanya.</p>



<p>Meski gejolak ekonomi global sedang tinggi, Eko meyakini fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, Menurut Eko, fenomena ekonomi global tidak langsung berdampak dengan ekonomi Indonesia. Karena menurutnya, ekonomi Indonesia sumber utamanya adalah domestik yang memungkinkannya akan terus tumbuh dan kebal dengan tekanan dari luar.</p>



<p>“Indonesia bagaimana? Ekonomi Indonesia driver utamanya adalah domestik. Jadi selama domestiknya masih bisa bergulir, sebetulnya kita masih bisa tumbuh sekitar 4,8%. Memang tidak se-impresif pemerintah yang memiliki target 5,3%, tapi kalau sedikit di bawah 5% menurut saya masih mungkin yah, karena mempertimbangkan kelesuan yang terjadi pada tataran ekonomi global,” kata Eko menambahkan.</p>



<p>Eko juga mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam hal efektifitas pembelanjaan agar mencapai target pajak yang sesuai dari sisi penerimaan. Terlebih Eko mendorong agar pemerintah melakukan government spending agar anggaran negara segara dapat dipompa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. “Sejauh ini ekonomi nasional masih terbilang stabil. Oleh karena itu, sudah saatnya melakukan government spending. Anggaran ini harus segera dipompa untuk ke ekonomi riil, dieksekusi di sektor rill untuk kemudian menghasilkan PDB,” tuturnya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Fenny-Tjahyadi-Co-Founder-Tumbuh-Makna-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-8711" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Fenny-Tjahyadi-Co-Founder-Tumbuh-Makna-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Fenny-Tjahyadi-Co-Founder-Tumbuh-Makna-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Fenny-Tjahyadi-Co-Founder-Tumbuh-Makna-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Fenny Tjahyadi, Co Founder Tumbuh Makna (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Sementara itu, <em>Co-Founder Tumbuh Makna</em>, <strong>Fenny Tjahyadi</strong> mengatakan bahwa indikator perlambatan ekonomi di Indonesia belum terlihat, meskipun telah terjadi tekanan global kenaikan suku bunga AS. Salah satu faktor ekonomi Indonesia masih sehat, menurut Fenny, antara lain adalah nilai tukar mata uang Indonesia, yakni rupiah yang masih terbilang stabil di antara nilai tukar mata uang negara lainnya di dunia.</p>



<p>“Melihat pasar makro di Indonesia pada beberapa bulan terakhir lebih cenderung ke arah positif. Melihat tanda-tanda ini, jadi analisanya adalah perlambatan ekonomi di Indonesia sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Ini dapat dilihat ketika terjadi inflasi yang mengalami perlambatan pasca libur hari raya waktu itu. Bahkan pada Juli ini inflasi sudah masuk ke rentang target Bank Indonesia. Awal bulan Juli pun inflasi kita turun ke level 3,52%. Untuk kategori transportasi mengalami deflasi sebesar 0,1%. Sedangkan untuk sektor makanan dan minuman inflasinya melambat di bawah 0,5 persen,” katanya menjelaskan.</p>



<p>Bahkan Fenny melihat, BI kemungkinan akan menurunkan suku bunga dalam beberapa waktu ke depan sehingga dinilai sangat kondusif dan sangat bagus bagi para investor untuk mengambil peluang yang ada. Selanjutnya dari sektor IHSG 2023, Fenny menilai, valuasi yang terjadi saat ini sangat menarik untuk para investor. “Jadi valuasi ini mirip dengan awal pandemi. Jadi sebenarnya cukup berpeluang untuk bisa mengambil posisi lagi di pasar, hanya saja para investor perlu mewaspadai potensi risiko yang ada,” ujarnya.</p>



<p>Dari sektor saham, Fenny melihat setidaknya ada dua sektor yang memilki potensi bagus, terutama menjelang pemilu 2024, yakni sektor properti dan telekomunikasi. “Kalau sektor mungkin bisa mempertimbangkan sektor-sektor yang terdampak oleh penurunan suku bunga tadi, mungkin misalnya seperti properti atau menjelang pemilu ini, sektor telekomunikasi dengan penunjangnya itu juga akan menarik,” tambah Fenny menganalisa.</p>



<p>Melihat kondisi global dan pasar yang begitu dinamis, <em>Analis dan Perencana Keuangan</em> <strong>Benny Sufami</strong> menekankan bagi para investor untuk sabar dalam melakukan investasi pada 2023. Menurutnya, potensi pasar yang saat ini sangat menarik dan menguntungkan harus dapat dicermati dengan baik dan tepat. “Investor harus sabar dan menunggu karena ada potensi yang cukup menarik pada 2023 ini. Tren ini seperti Maret 2020 lalu di mana akan ada pertumbuhan yang positif sehingga dalam 12 bulan kita bisa melesat bila berkaca pada awal pandemi,” ujarnya.</p>



<p>Meski optimis melihat data makro pada 2023 ini, Benny menekankan bahwa para investor harus tetap berpatokan pada profil risiko masing-masing. “Saya rasa dengan fakta dan data yang ada, kita mesti optimis ekonomi kita akan berkembang. Hanya saja kita mesti hati-hati dalam mengambil kesempatan ini. Dalam konteks investasi, investor perlu memahami risikonya, sesuai dengan profil risiko masing-masing, baru kemudian melihat return-nya,” katanya./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/ditengah-gejolak-global-fundamental-ekonomi-indonesia-dinyatakan-kuat-dan-rupiah-stabil/">Ditengah Gejolak Global, Fundamental Ekonomi Indonesia Dinyatakan Kuat dan Rupiah Stabil</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8708</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Doku Talk Hadirkan Tema Menakar Efek Awan Gelap Ekonomi Global di Indonesia</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/news/doku-talk-hadirkan-tema-menakar-efek-awan-gelap-ekonomi-global-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ibonk]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2022 05:05:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Doku Talk]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=4488</guid>

					<description><![CDATA[<p>Walau dinamika ekonomi global masih terus bergejolak, namun daya topang ekonomi Indonesia disebut-sebut masih aman, dan pada akhir tahun diprediksi mengalami pertumbuhan. Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 akan sesuai dan bisa melebihi target pemerintah pada level 5,2%. Lalu bagaimana pendapat analis ekonomi merespons situasi ekonomi ini? Terkait akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/doku-talk-hadirkan-tema-menakar-efek-awan-gelap-ekonomi-global-di-indonesia/">Doku Talk Hadirkan Tema Menakar Efek Awan Gelap Ekonomi Global di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Walau dinamika ekonomi global masih terus bergejolak, namun daya topang ekonomi Indonesia disebut-sebut masih aman, dan pada akhir tahun diprediksi mengalami pertumbuhan. Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 akan sesuai dan bisa melebihi target pemerintah pada level 5,2%. Lalu bagaimana pendapat analis ekonomi merespons situasi ekonomi ini?</p>



<p>Terkait akan hal ini, Doku Talk yang merupakan platform diskusi literasi keuangan dan pasar modal di Indonesia mencoba aktif membicarakan tema-tema diskusi keuangan terkini di Indonesia. Fokus Doku Talk ialah memberikan publik informasi akurat dan valid mengenai literasi keuangan. Untuk kali ini Doku Talk mengangkat tema &#8220;Menakar Efek Awan Gelap Ekonomi Global di Indonesia&#8221;, yang ditayangkan melalui channel YouTube Doku Talk, Senin 3 Oktober 2022 lalu.</p>



<p>Seperti yang disebutkan oleh <em>Deputy Director INDEF</em> <strong>Eko Listiyanto</strong>, bahwa tantangan ekonomi sudah mulai terasa dari beberapa bulan sebelumnya. Terutama dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan perubahan nilai tukar rupiah. “Kalau nilai tukar sudah melemah, artinya ada problem dalam optimisme. Namun, harapan untuk mencapai pertumbuhan di akhir tahun 5% masih ada. Artinya kemungkinan akan tumbuh 5%,” ungkapnya dalam serial diskusi bulanan literasi investasi dan perencanaan keuangan, serta pasar modal di Indonesia, Doku Talk.</p>



<p>Sementara tentang pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini, menurut analisis Eko, disebut dalam batas wajar dibandingkan dengan pelemahan nilai tukar mata uang di berbagai negara lainnya. “Tidak ada yang bisa menghindari dampak dari kenaikan suku bunga Amerika Serikat yang agresif, ya respon di Indonesia terutama menaikkan suku bunga acuan, terus juga menjaga agar tidak kehabisan energi (BBM).&#8221;</p>



<p>Eko juga menyampaikan, berdasarkan kekuatan penopang ekonomi dalam negeri itu, economy outlook 2023 di Indonesia hanya terjadi perlambatan, tidak sampai kepada resesi ekonomi. “Implikasinya tentu permintaan komoditas menurun, dan harganya juga akan menurun, dampaknya ke penerimaan negara yang mengalami penurunan. Pemerintah harus menjaga dan mencari <em>support</em> untuk harga komoditas yang mungkin tidak setinggi saat ini di tahun depan. Ini yang harus dipikirkan oleh <a href="https://journeyofindonesia.com/news/menparekraf-dorong-pengembangan-wisata-berbasis-alam-di-desa-wisata-campaga/" class="ek-link">pemerintah</a> untuk menjaga APBN dalam pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.</p>



<p>Meski begitu, menurut Eko, Indonesia menjadi salah satu negara yang akan kuat menahan gejolak ekonomi yang akan terjadi di masa depan. Negara-negara lain mungkin mengalami resesi, namun di Indonesia, hal itu tidak akan sampai terjadi karena adanya daya tahan dan penopang ekonomi dari berbagai aspek yang sudah dan akan dilakukan. “Dugaan saya tidak akan sampai terjadi resesi di tahun depan, tapi memang ada penurunan ekonomi. Ekonomi masih bergerak, tapi tidak seperti tahun ini,” imbuhnya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/10/Talkshow-Menakar-Efek-Awan-Gelap-Ekonomi-Global-di-Indonesia-Doku-Talk-2-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-4489" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/10/Talkshow-Menakar-Efek-Awan-Gelap-Ekonomi-Global-di-Indonesia-Doku-Talk-2-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/10/Talkshow-Menakar-Efek-Awan-Gelap-Ekonomi-Global-di-Indonesia-Doku-Talk-2-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/10/Talkshow-Menakar-Efek-Awan-Gelap-Ekonomi-Global-di-Indonesia-Doku-Talk-2-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Talkshow Menakar Efek Awan Gelap Ekonomi Global di Indonesia Doku Talk 2 (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Menanggapi dinamika isu ekonomi global dan penguatan pertumbuhan nasional, <em>Director Batavia Prosperindo Aset Manajemen</em> <strong>Eri Kusnadi</strong> mengatakan bahwa ekonomi Indonesia masih dalam keadaan yang tangguh. “Saya rasa sampai dengan 2022 masih cukup oke. Walaupun kita tidak bisa melihat semua indikatornya bagus dalam bentuk ideal. Tapi secara prakteknya, bagus beneran. Contohnya yield obligasi, lalu nilai tukar rupiah, bahkan untuk pasar saham, kita masih menjadi salah satu di dunia yang masih positif dalam year to date-nya,” tuturnya.</p>



<p>Eri menyebut kondisi yang terjadi saat ini justru harus disikapi dengan bijak bagi para investor dalam melakukan tindakan. “Kita harus disiplin sesuai dengan profil risiko kita. Memang mungkin kalau suku bunga naik, obligasi bisa saja kurang menarik. Tapi bagi investor yang konservatif, ya tidak harus pindah ke pasar saham juga. It’s creating another problem. Kita harus disiplin dari profil risiko, perencanaan keuangan, jangka waktu, dan kebutuhan kelas aset yang mana.” ujar Eri.</p>



<p>Untuk investor pasar saham, kata Eri, para investor itu harus disiplin dalam melakukan averaging. “Bukan lihat tanggal atau bulan, namun dapat melihat posisi. Kalau misalkan dari posisi terakhir dibandingkan dengan sekarang selisihnya sudah lumayan, kita melakukan averaging. Karena terlepas dari fundamental ekonominya yang kuat, kalau kita bicara pasar saham tidak dapat dihindari berita dan sentimen jangka pendek. Jadi harus jeli melakukan averaging,” analisisnya.</p>



<p>Sementara itu, <em>Praktisi Perencanaan Keuangan dan Investasi</em> <strong>Benny Sufami</strong> mengemukakan pendapatnya bahwa kondisi ekonomi yang saat ini terjadi justru dapat memberikan peluang bagi para investor dalam mengembangkan perencanaan keuangannya. Menurutnya, banyak aspek-aspek investasi yang masih bisa dijajaki di dalam situasi seperti ini. “Kita mesti optimistis dengan berbagai situasi. Kondisi ini harus dapat kita manfaatkan dengan mengatur pola perencanaan keuangan yang sehat. Kita harus efektif dan efisien dalam mengatur keuangan kita,” ujarnya.</p>



<p>Benny menjelaskan secara sederhana praktek keuangan yang teratur. Misalnya, bagi mereka yang dalam sebulan mendapatkan penghasilan, mulai melakukan perencanaan anggaran yang baik, teratur, dan disiplin. “Buat anggaran bulanan, kalau bisa tambah pemasukan dan kontrol pengeluaran. Kemudian, sisihkan penghasilan untuk ditabung. Buat laporan keuangan mingguan, jika perlu harian. Dan jangan lupa, melakukan investasi untuk masa depan dengan portofolio yang sesuai,” ungkapnya./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/doku-talk-hadirkan-tema-menakar-efek-awan-gelap-ekonomi-global-di-indonesia/">Doku Talk Hadirkan Tema Menakar Efek Awan Gelap Ekonomi Global di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4488</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
