<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Drama Keluarga Indonesia Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/drama-keluarga-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/drama-keluarga-indonesia/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Jun 2026 03:38:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Drama Keluarga Indonesia Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/drama-keluarga-indonesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Poster dan Trailer &#8220;Andai Waktu Bisa Diulang Kembali&#8221; Resmi Dirilis</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/poster-dan-trailer-andai-waktu-bisa-diulang-kembali-resmi-dirilis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 03:38:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Andai Waktu Bisa Diulang Kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Davina Karamoy]]></category>
		<category><![CDATA[Drama Keluarga Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Farhan Rasyid]]></category>
		<category><![CDATA[Film IndonesiaM Amrul Ummami]]></category>
		<category><![CDATA[FMM Studios]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Poster dan Trailer Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=23944</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Rumah produksi FMM Studios bersama Langit Pictures Indonesia resmi memperkenalkan poster dan trailer perdana film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali dalam acara peluncuran yang berlangsung di Travoy Hub, Jakarta. Lewat materi promosi ini, publik untuk pertama kalinya diajak menyelami kisah Dinar, perempuan muda yang harus menghadapi pilihan-pilihan berat ketika cinta, keluarga, dan tekanan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/poster-dan-trailer-andai-waktu-bisa-diulang-kembali-resmi-dirilis/">Poster dan Trailer &#8220;Andai Waktu Bisa Diulang Kembali&#8221; Resmi Dirilis</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA – Rumah produksi FMM Studios bersama <a href="https://langitpicturesindonesia.com" type="link" id="https://langitpicturesindonesia.com">Langit Pictures Indonesia</a> resmi memperkenalkan poster dan trailer perdana film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali dalam acara peluncuran yang berlangsung di Travoy Hub, Jakarta. Lewat materi promosi ini, publik untuk pertama kalinya diajak menyelami kisah Dinar, perempuan muda yang harus menghadapi pilihan-pilihan berat ketika cinta, keluarga, dan tekanan ekonomi datang bersamaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proyek ini disutradarai oleh M. Amrul Ummami, sutradara yang sebelumnya dikenal lewat film Lebih Dari Selamanya. Peran Dinar dipercayakan kepada aktris Davina Karamoy, berpasangan dengan Farhan Rasyid yang menghidupkan karakter Faiz. Sejumlah nama lain seperti Vonny Anggraini, Nadzira Shafa, dan Bismo Satrio turut melengkapi jajaran pemain film bergenre drama keluarga ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak awal terlibat, Davina mengaku skenario film ini menyentuhnya secara personal. &#8220;Cerita ini bermakna banget dan banyak hal positif, yang meaningful dari film ini,&#8221; kata Davina Karamoy dalam keterangan tertulis sebelumnya. Ia menambahkan bahwa rasa tersentuh itu sudah muncul sejak pertama kali membaca sinopsis dan naskah, jauh sebelum proses syuting yang berlangsung sejak Desember 2024 di kawasan Jabodetabek dimulai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada trailer yang ditayangkan, alur cerita memperlihatkan kedekatan Dinar dengan Mama Endang, sosok ibu yang membesarkannya seorang diri dengan penuh kasih. Di balik ketegaran itu, Mama Endang ternyata menanggung dua beban berat tanpa sepengetahuan putrinya: utang peninggalan mendiang suami dan penyakit kanker yang terus menggerogoti kondisinya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Para-pemain-tengah-membuka-selubung-poster-Andai-Waktu-Bisa-Diulang-Kembali-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-23945" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Para-pemain-tengah-membuka-selubung-poster-Andai-Waktu-Bisa-Diulang-Kembali-Ist.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Para-pemain-tengah-membuka-selubung-poster-Andai-Waktu-Bisa-Diulang-Kembali-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Para-pemain-tengah-membuka-selubung-poster-Andai-Waktu-Bisa-Diulang-Kembali-Ist-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Para-pemain-tengah-membuka-selubung-poster-Andai-Waktu-Bisa-Diulang-Kembali-Ist-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Para-pemain-tengah-membuka-selubung-poster-Andai-Waktu-Bisa-Diulang-Kembali-Ist-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Para pemain tengah membuka selubung poster Andai Waktu Bisa Diulang Kembali” (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Di tengah situasi rumit tersebut, hadir Faiz yang membawa warna baru dalam hidup Dinar. Sosok ini diterima dengan hangat oleh Mama Endang dan mulai membuat Dinar berani membayangkan masa depan yang lebih cerah. Farhan Rasyid mengaku menjalani proses screen test untuk peran ini dengan harapan besar bisa terlibat dalam cerita yang menurutnya berbeda dari drama percintaan kebanyakan. &#8220;…karena pengen banget jadi bagian dari film ini,&#8221; tutur Farhan Rasyid mengenai alasannya bergabung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun kebahagiaan itu tidak berjalan mulus. Dinar dihadapkan pada kenyataan bahwa ia membutuhkan biaya besar untuk melanjutkan kuliah, melunasi utang, sekaligus membiayai pengobatan sang ibu. Tekanan demi tekanan itu membuat hidupnya berada di titik paling genting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konflik mencapai puncaknya ketika sosok Firman muncul dan menawarkan jalan keluar atas seluruh masalah finansial Dinar. Tawaran tersebut datang dengan konsekuensi yang tidak ringan, memaksa Dinar memilih antara terus bertahan dengan segala keterbatasannya atau menerima bantuan yang berpotensi mengorbankan harga dirinya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat poster dan trailer perdana ini, Andai Waktu Bisa Diulang Kembali menegaskan posisinya sebagai drama keluarga yang mengangkat tema kasih ibu, cinta, dan pertaruhan harga diri di tengah tekanan hidup. FMM Studios sendiri bukan nama baru di genre ini, setelah sebelumnya menghasilkan film-film bertema keluarga seperti Mengejar Halal dan Satu Hari dengan Ibu. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 30 Juli 2026./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk<br></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/poster-dan-trailer-andai-waktu-bisa-diulang-kembali-resmi-dirilis/">Poster dan Trailer &#8220;Andai Waktu Bisa Diulang Kembali&#8221; Resmi Dirilis</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">23944</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Refleksi Berharga dari Layar Lebar, Memuliakan Ibu lewat Sentuhan Hadrah Daeng Ratu</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/refleksi-berharga-dari-layar-lebar-memuliakan-ibu-lewat-sentuhan-hadrah-daeng-ratu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[Drama Keluarga Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Jangan Buang Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Hadrah Daeng Ratu]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Leo Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Nirina Zubir]]></category>
		<category><![CDATA[Refal Hady]]></category>
		<category><![CDATA[Sinopsis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=23708</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA — Ruang ruji panti jompo kerap kali menjadi titik nadir bagi sebuah hubungan darah antara anak dan orangtua. Di balik dinding-dinding sunyinya, tersimpan lapisan cerita tentang dilema, keterbatasan ekonomi, hingga pengikisan empati. Potret sosial yang jamak ditemui dalam realitas urban inilah yang mendasari lahirnya karya terbaru dari rumah produksi Leo Pictures, sebuah film drama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/refleksi-berharga-dari-layar-lebar-memuliakan-ibu-lewat-sentuhan-hadrah-daeng-ratu/">Refleksi Berharga dari Layar Lebar, Memuliakan Ibu lewat Sentuhan Hadrah Daeng Ratu</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA — Ruang ruji panti jompo kerap kali menjadi titik nadir bagi sebuah hubungan darah antara anak dan orangtua. Di balik dinding-dinding sunyinya, tersimpan lapisan cerita tentang dilema, keterbatasan ekonomi, hingga pengikisan empati. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Potret sosial yang jamak ditemui dalam realitas urban inilah yang mendasari lahirnya karya terbaru dari rumah produksi Leo Pictures, sebuah film drama keluarga bertajuk<em> &#8220;Jangan Buang Ibu</em>&#8220;. Dijadwalkan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026, sinema ini hadir bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebuah refleksi sekaligus tamparan keras bagi generasi muda dalam memandang arti berbakti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Geliat antisipasi sebetulnya sudah terasa sejak akhir Mei lalu. Melalui rangkaian Gala Premiere keliling Indonesia yang menjangkau 20 kota mulai 30 Mei hingga 23 Juni 2026, karya sutradara Hadrah Daeng Ratu ini sukses memanen air mata. Di setiap kota yang disinggahi, bangku penonton dilaporkan terisi penuh, menyisakan isak haru yang membuktikan bahwa narasi yang diangkat sangat dekat dengan denyut kehidupan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara garis besar, film ini menyoroti kehidupan Ristiana, seorang ibu tunggal yang diperankan oleh <strong>Nirina Zubir</strong>. Pasca ditinggal oleh sang suami yang dimainkan oleh <strong>Dwi Sasono</strong>, Ristiana harus berjuang seorang diri di tengah impitan kesederhanaan demi membesarkan ketiga buah hatinya, yakni Tama, Dewi, dan Tria. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, roda waktu berputar kejam. Ketika anak-anak tersebut tumbuh dewasa dan menghadapi kompleksitas hidup mereka masing-masing, Ristiana yang mulai rentan justru harus menghadapi kenyataan pahit, &#8216;dibuang&#8217; ke panti jompo lantaran anak-anaknya merasa tak lagi mampu merawatnya di rumah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produser sekaligus <em>CEO <a href="https://www.instagram.com/leopictures_official/" type="link" id="https://www.instagram.com/leopictures_official/">Leo Pictures</a></em>, <strong>Agung Saputra</strong>, mengungkapkan bahwa esensi dari film ini adalah sebuah undangan untuk pulang dan menengok kembali kedalaman hati sanubari kita masing-masing. “Jangan Buang Ibu adalah sebuah kisah yang akan mengajak kita kembali memahami arti cinta, pengorbanan, dan kehadiran seorang ibu dalam hidup kita. Semoga kita juga bisa berefleksi untuk terus bisa memuliakan seorang ibu yang telah melahirkan kita,” ujar Agung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Daya tarik utama dari film ini tidak hanya bertumpu pada premis cerita yang melankolis, melainkan juga pada totalitas departemen keaktrisan. Nirina Zubir menghadapi tantangan akting yang luar biasa berat dengan mengeksplorasi tiga fase usia yang berbeda, mulai dari umur 40 tahun, 50 tahun, hingga bertransformasi penuh menggunakan riasan prostetik menjadi sosok nenek berusia 60 tahun dengan kerutan yang mendalam di wajah. Transformasi fisik ini diimbangi dengan pendalaman karakter yang prima untuk menangkap gestur tubuh orang tua yang mulai digerogoti usia.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Nirina-Zubir-cukup-berhasil-memerankan-tokoh-ibu-dalam-beberapa-era-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-23710" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Nirina-Zubir-cukup-berhasil-memerankan-tokoh-ibu-dalam-beberapa-era-Ist.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Nirina-Zubir-cukup-berhasil-memerankan-tokoh-ibu-dalam-beberapa-era-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Nirina-Zubir-cukup-berhasil-memerankan-tokoh-ibu-dalam-beberapa-era-Ist-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Nirina-Zubir-cukup-berhasil-memerankan-tokoh-ibu-dalam-beberapa-era-Ist-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Nirina-Zubir-cukup-berhasil-memerankan-tokoh-ibu-dalam-beberapa-era-Ist-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Nirina Zubir cukup berhasil memerankan tokoh ibu dalam beberapa era (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Proses melepaskan diri dari karakter Ibu Ristiana ternyata menyisakan impresi yang mendalam pada personaliti Nirina dalam kehidupan sehari-hari. “Di film Jangan Buang Ibu, Nirina mendapat tantangan untuk memerankan karakter dengan tiga periode waktu yang berbeda; 40, 50, dan 60-an tahun. Terbayang nggak sih kita memproyeksikan diri kita sendiri 20 tahun yang akan datang, yang kita belum tahu seperti apa? Makanya setiap gerak-geriknya, jalannya, cara tatapan matanya, untuk Nirina lepas agak susah,” ujar Nirina Zubir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan ritme hidup pun ia rasakan pasca-produksi usai. “Salah satu perubahan Nirina setelah memerankan Ibu Ristiana adalah sekarang Nirina kalau ngomong lebih santai. Jauh daripada Nirina dulu. Dulu kalau ngomong tuh berapi-api. Tapi setelah memerankan karakter Ibu Ristiana, seperti ada pertanyaan ‘Buat apa sih buru-buru? Santai aja lagi,&#8221; tambah Nirina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sisi emosional yang kuat juga terpancar dari Refal Hady, yang didapuk memerankan tokoh Tama, anak sulung yang memikul beban berat sebagai tulang punggung keluarga setelah kepergian ayahnya. Menghadapi konfrontasi batin antara tuntutan realitas hidup dan baktinya kepada orang tua membuat karakter Tama menjadi representasi dari kegelisahan banyak anak sulung di dunia nyata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Refal, keterlibatannya dalam proyek ini terasa sangat personal dan emosional, terlebih ia harus menyaksikan respons emosional penonton sepanjang kegiatan roadshow. “Film ini memperlihatkan perjuangan seorang ibu yang selalu memprioritaskan anak-anaknya dari kecil, dengan susah payah, sosok ibu yang tangguh, dan tanpa kehadiran sosok ayah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi ketika besar, anak-anaknya mengalami dilema antara harus memprioritaskan ibu atau tidak. Ini dilema yang sekarang jadi realitas keadaan banyak dari kita,” ujar Refal Hady. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengalaman akting ini sekaligus membangkitkan kembali memori pribadinya akan sosok sang bunda yang telah tiada. “Ini sangat jadi pembelajaran bagiku. Dan menjadi refleksi, apalagi karena Mamaku sudah tidak ada. Aku jadi makin rindu sama almarhumah Mama. Seorang ibu adalah sosok yang tidak pernah tergantikan,” tambah Refal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditopang oleh jajaran pemain papan atas seperti Amanda Manopo, Saputra Kori, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, dan Humaira Jahra, film ini menjanjikan sebuah ansambel akting yang solid. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekuatan di balik layar pun tidak main-main, dengan keterlibatan nama besar seperti Luna Maya dan Yasmin Napper yang duduk di kursi Produser Eksekutif bersama Nur Iman Syafe’i dan Evi Surahmawati. Kombinasi penyutradaraan Hadrah Daeng Ratu yang jeli melihat lanskap emosi manusia dengan naskah yang membumi membuat Jangan Buang Ibu menjadi menu tontonan wajib pada bulan Juni ini, sebagai pengingat hangat di tengah dinginnya hiruk-pikuk dunia modern./<strong><em> JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Ismed Nompo</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/refleksi-berharga-dari-layar-lebar-memuliakan-ibu-lewat-sentuhan-hadrah-daeng-ratu/">Refleksi Berharga dari Layar Lebar, Memuliakan Ibu lewat Sentuhan Hadrah Daeng Ratu</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">23708</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
