<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DreadOut Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/dreadout/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/dreadout/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2023 04:57:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>DreadOut Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/dreadout/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>DreadOut, Misteri Lorong Alam Gaib Lewat Latar Belakang Budaya Sunda</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dreadout-misteri-lorong-alam-gaib-lewat-latar-belakang-budaya-sunda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulia Dewi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2019 08:53:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Caithlin Halderman]]></category>
		<category><![CDATA[Cathy Natafitria]]></category>
		<category><![CDATA[Ciccio Manassero]]></category>
		<category><![CDATA[CJ Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Happiness]]></category>
		<category><![CDATA[DreadOut]]></category>
		<category><![CDATA[Iryadillah]]></category>
		<category><![CDATA[Jefri Nichol]]></category>
		<category><![CDATA[Kimo Stamboel]]></category>
		<category><![CDATA[LytoGame]]></category>
		<category><![CDATA[Marsha Aruan]]></category>
		<category><![CDATA[Nimpuna Sinem]]></category>
		<category><![CDATA[Rachmat Imron]]></category>
		<category><![CDATA[Rima Melati]]></category>
		<category><![CDATA[Sky Media]]></category>
		<category><![CDATA[Susan Sameeh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=611</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membuka awal tahun 2019, sebuah film yang diadaptasi dari sebuah game DreadOut dirilis. Ini merupakan film bergenre horor pertama yang diangkat dari game horor karya developer Indonesia (Digital Happiness) yang telah sukses secara Internasional. Game ini sendiri memang berasal dari para creator game asal Bandung, Rachmat Imron. Film garapan rumah produksi Goodhouse.id ini didukung oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dreadout-misteri-lorong-alam-gaib-lewat-latar-belakang-budaya-sunda/">DreadOut, Misteri Lorong Alam Gaib Lewat Latar Belakang Budaya Sunda</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Membuka awal tahun 2019, sebuah film yang diadaptasi dari sebuah <em>game </em><strong>DreadOut</strong> dirilis. Ini merupakan film bergenre horor pertama yang diangkat dari game horor karya developer Indonesia (<em>Digital Happiness</em>) yang telah sukses secara Internasional. Game ini sendiri memang berasal dari para creator game asal Bandung, <strong>Rachmat Imron</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film garapan rumah produksi <a href="http://Goodhouse.id" class="ek-link">Goodhouse.id</a> ini didukung oleh beberapa partner, yaitu CJ Entertainment, Sky Media, Nimpuna Sinema dan LytoGame. LytoGame merupakan perusahaan game terbesar di Indonesia yang mendukung diangkatnya game DreadOut ke layar lebar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kimo Stamboel</strong> sebagai sutradara memang ingin mempertahankan identitas dari game DreadOut yang berasal dari Jawa Barat. &#8220;<em>Gue </em>me-<em>respect</em> <em>game </em>aslinya dan bahasanya, ada bahasa Sunda dan juga mengambil latar belakang budaya Sunda. Penciptanya yang meng-<em>create </em>itu,&#8221; kata Kimo Stamboel di Grand Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (2/1/2019).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film ini merupakan sebuah prekuel dari <em>game </em>yang menceritakan kelompok siswa SMA yang berharap mendapatkan popularitas di media sosial.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/02_DreadOut_Istimewa.jpg" alt="" class="wp-image-613" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/02_DreadOut_Istimewa.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/02_DreadOut_Istimewa-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Salah satu adegan dalam film DreadOut (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Film diawali oleh sebuah ritual yang diikuti oleh beberapa orang dewasa dan satu anak kecil. Dalam ritual tersebut ada seorang sosok yang terbujur kaku dengan ditutupi oleh kain batik yang meronta-ronta ingin terlepas dari pegangan beberapa orang pria. Sosok tersebut mengeluarkan bunyi seperti sebuah monster yang tidak suka kenyamanannya diusik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain diperlihatkan bagaimana satu orang perempuan yang dipaksa untuk membacakan sebuah mantra. Belakangan diketahui mantra tersebut digunakan untuk mengambil sebuah keris dari dalam tubuh yang tertutup kain. Di ruangan itu juga ada seorang anak kecil yang ketakutan melihat ritual tersebut. Keris pun berhasil dikeluarkan, dan beberapa orang polisi tiba-tiba masuk membubarkan ritual tersebut. Sampai di sini penonton pun dibuat menerka-nerka kejadian selanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa tahun kemudian, ada sekelompok siswa SMA ini pergi ke apartemen kosong, mereka sengaja mengunjungi apartemen tersebut dimalam hari untuk merekam kegiatan mereka selama di sana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun karena rasa penasaran, salah seorang dari mereka Linda (<strong>Caithlin Halderman</strong>) tanpa sengaja membuka portal misterius dan menyeret mereka ke dalam petualangan menyeramkan dan mengancam jiwa mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari awal cerita penonton disuguhkan dengan <em>jumpscare </em>yang naik turun. Meskipun terkadang penonton kecele dengan suasana tegang yang ditampilkan, DreadOut memberikan rasa berbeda ketika memperlihatkan sosok hantu yang kerap muncul di film-film horor. Efek suara tidak mengejutkan, sehingga adegan tetap dapat dinikmati penonton. Kimo cukup baik memainkan emosi penonton dengan efek dramatis yang ditampilkan.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_DreadOut_Istimewa.jpg" alt="" class="wp-image-614" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_DreadOut_Istimewa.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_DreadOut_Istimewa-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Salah satu adegan dalam film DreadOut (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Suasana berubah tegang ketika kelima remaja tersebut tanpa sengaja masuk ke lorong gaib di dalam apartemen. Ketiga orang berhasil kembali ke dunia nyata, namun Linda dan Jessica (<strong>Marsha Aruan</strong>) masih terperangkap di dunia lain dan mendapat teror dari makhluk yang mengerikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sini adegan terasa lambat dan membosankan, <em>jumpscare </em>yang diperlihatkan ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi yang sudah dibayangkan sebelumnya. Sosok hantu yang muncul sedemikian mudahnya diusir hanya dengan bermodalkan sinar dari <em>flash </em>ponsel yang dibawa Linda dari dunia nyata. Lucu? Sah aja sih, namanya juga hantu millenial. Lucunya lagi ponselnya masih tetap hidup ketika berpindah ke dunia lain yang harus melalui sebuah putaran air.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film ini bergenre horor survival, tapi horor yang ditampilkan tidak membuat penonton <em>ngos-ngosan</em> dari berbagai rintangan yang ditampilkan. Hantu yang muncul memang menyeramkan tetapi hanya ditampilkan sekedarnya saja. Kemunculan hantu berkebaya merahpun tak mampu membuat penonton ketakutan, dengan menggunakan bahasa Sunda sosok misteri ini agak tidak nyambung dengan diawal cerita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun dia mencari keris yang entah dari mana datangnya tiba-tiba ada di tangan Linda. Sedikit nyambung dengan alur di awal cerita, tapi sama sekali tidak ditampilkan asal usul si Kebaya Merah. Kimo cukup berhasil menampilkan sebuah kolam berair di dalam apartemen sebagai pintu ke alam gaib. Tapi sepanjang <em>scene </em>DreadOut tidak bisa membawa penonton ke suasana yang mencekam.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/04_DreadOut_Istimewa.jpg" alt="" class="wp-image-615" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/04_DreadOut_Istimewa.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/04_DreadOut_Istimewa-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Salah satu adegan dalam film DreadOut (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Adegan hanya terpaku kedua lokasi apartemen dan alam gaib yang memperlihatkan sebuah hutan dan rumah adat Sunda. Keluar masuk, tanpa ada kejutan lain yang biasa ditampilkan di film horor survival. Jujur capek nontonnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin yang patut diapresiasi adalah dari sisi <em>CGI</em>, sang sutradara cukup apik menampilkan beberapa adegan ketika si Kebaya Merah (<strong>Rima Melati</strong>) melayang-layang di udara. Begitupun dengan kemunculan hantu yang muncul dari dalam tanah dan beberapa adegan seram lainnya. semuanya kelihatan natural. Dari salah satu scene, Kimo juga terlihat apik menempatkan camera sehingga adegan yang ditampilkan sangat mirip di dalam gamenya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">DreadOut sendiri tidak menampilkan adegan sadis yang berdarah-darah, hanya ada salah satu <em>scene </em>saja yang memperlihatkan satu karakter yang terpotong tangannya. Dari sisi cerita, DreadOut menampilkan alur yang kurang kuat. Akan tetapi plot twist pada akhir cerita disajikan dengan tidak terduga, meskipun masih bisa ditebak sih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada film DreadOut, selain tiga nama diatas film ini masih diperkuat dengan kehadiran Erik (<strong>Jefri Nichol</strong>), Dian (<strong>Susan Sameeh</strong>), Beni (<strong>Iryadillah</strong>), Alex (<strong>Ciccio Manassero</strong>), dan Ira (<strong>Cathy Natafitria</strong>). Semuanya mampu membuat suasana menjadi hidup. Akting para pemain terutama Caitlin Halderman cukup baik, sehingga penonton tidak menduga kalau ini adalah film horor Caitlin pertama kalinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu hal yang membuat risih adalah dialog antar pemain, memang sih film ini ingin menampilkan latar belakang budaya Sunda. Alangkah baiknya jika para pemain yang terlibat mendalami dialog Sunda. Jadi yang disebut bukan hanya nama salah satu binatang saja (<em>Anj****</em>), cukup mengganggu dengarnya. Apa iya bahasa Sunda identik hanya dengan satu kata itu saja? Gak ada lucunya sama sekali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">DreadOut awalnya menyasar penonton usia remaja, tapi bagi yang belum berusia 17+ dilarang untuk menontonnya, meskipun tidak ada adegan romantis sedikitpun. Penasaran? DreadOut sudah mulai tayang sejak tanggal 3 Januari 2019 kemarin./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="jeg_video_container jeg_video_content"><iframe loading="lazy" title="Official Trailer DREADOUT (2019) - Caitlin Halderman, Jefri Nichol" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/N9ymyIhAUV0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dreadout-misteri-lorong-alam-gaib-lewat-latar-belakang-budaya-sunda/">DreadOut, Misteri Lorong Alam Gaib Lewat Latar Belakang Budaya Sunda</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">611</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berikut Cerita Mistis Dibalik Syuting DreadOut</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/berikut-cerita-mistis-dibalik-syuting-dreadout/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulia Dewi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jan 2019 04:11:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[DreadOut]]></category>
		<category><![CDATA[Irsyadillah]]></category>
		<category><![CDATA[Kimo Stamboel]]></category>
		<category><![CDATA[Marsha Aruan]]></category>
		<category><![CDATA[Rima Melati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=633</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hantu Kebaya Merah merupakan sosok penting dan ikonik dalam film DreadOut. Sosok seram berkebaya merah lengkap dengan sanggulnya ini mampu membuat penonton film besutan Kimo Stamboel menjadi merinding. Rima Melati menceritakan pengalamannya selama syuting film DreadOut di mana dirinya dituntut untuk menggunakan sling selama proses syuting, ”Aku harus pakai sling terus menerus, karena Kebaya Merah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/berikut-cerita-mistis-dibalik-syuting-dreadout/">Berikut Cerita Mistis Dibalik Syuting DreadOut</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Hantu Kebaya Merah merupakan sosok penting dan ikonik dalam film <strong>DreadOut</strong>. Sosok seram berkebaya merah lengkap dengan sanggulnya ini mampu membuat penonton film besutan <strong>Kimo Stamboel</strong> menjadi merinding.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rima Melati</strong> menceritakan pengalamannya selama syuting film DreadOut di mana dirinya dituntut untuk menggunakan <em>sling </em>selama proses syuting, ”Aku harus pakai sling terus menerus, karena Kebaya Merah itu banyak adegan melayang dan jujur aja <em>scene </em>aku di film ini berat banget. lni jadi pengalaman baru buat aku, tapi yang pasti ini seru banget.&#8221; kata Rima dalam acara Media Gathering DreadOut di Jakarta, Kamis (17/1).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu Rima harus menjalankan proses <em>make up</em> selama lima jam untuk menjadi sosok Kebaya Merah. <em>Make up</em> Kebaya Merah dilakukan secara Iangsung oleh <em>make up artist</em> yang sudah berpengalaman untuk merias wajah berkarakter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">”Aku sempat kaget melihat hasil <em>make up</em>-nya, seram banget! Kebayang dong ya, pas ngaca lihat mukaku berubah drastis, keren banget. Salut buat tim make up dari DreadOut. Aku berasa kebaya merah itu <em>real </em>banget dan aku pas meranin karakter kebaya merah berasa kebaya merah itu nyatu banget,” sambung Rima Melati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rima merasa tidak menjadi dirinya sendiri, apalagi film ini merupakan film horor pertamanya sejak vakum dibidang akting. “Aku kayak orang lain gitu, berasa bukan Rima yang meranin sosok kebaya merah tapi berasa real kebaya merah. DreadOut ini film horor pertamaku setelah rehat, suatu kebanggan sendiri bisa <em>join </em>di film ini. Aku terima kasih kepada tim yang sudah kasih kesempatan buatku,” ujarnya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/02_Rima_Yulia.jpg" alt="" class="wp-image-635" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/02_Rima_Yulia.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/02_Rima_Yulia-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Rima Melati yang berperan sebagai Hantu Kebaya Merah (Yulia)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya Rima, selama proses syuting DreadOut menyisakan cerita mistis yang dialami oleh <strong>Marsha Aruan</strong>. Saat berperan sebagai Jessica, Marsha harus memerankan tokoh yang menjadi sasaran serangan Hantu Kebaya Merah. Setelah terjebak di portal gaib, Jessica di sandera dan dikendalikan oleh Kebaya Merah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ternyata dalam adegan tersebut benar dihadiri sosok gaib, hal lini diceritakan Marsha saat bertemu dengan media di Cirebon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Marsha Aruan menceritakan pengalaman mistisnya saat syuting film DreadOut. “Sepupuku ada yang indigo gitu. Dia bisa lihat hantu. Aku awalnya nggak tahu apa-apa, kan. Terus diceritain kalau pas adegan itu (dikendalikan Hantu Kebaya Merah) di belakang kita (Marsha dan Rima Melati) ada satu sosok lagi. Muka hantunya ketutupan sama rambut panjang, terus pakai baju merah gitu lah. Mirip kuntilanak.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">la pun bercerita kalau tim promo DreadOut pernah beberapa kali melihat Hantu Kebaya Merah di dekat kantornya daerah Cipete dan Hantu Kebaya Merah yang dia temui berambut panjang dan terurai ke depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengalaman mistis lainnya juga dialami oleh <strong>Irsyadillah </strong>yang memerankan sebagai Beni, di lokasi syuting. Irsyad mengaku sempat bertemu dengan sosok ibu-ibu yang awalnya dikira istri salah satu kru ternyata sosok makhluk halus. “Jadi aku sama Cicio itu sedang lewat kemah para kru, aku lihat ada seorang ibu sama anak kecil di dalam tenda. Aku terus sapa ibu itu. Saat aku tanya salah satu kru, ternyata dia nggak ada ajak istrinya. Dan mereka bilang gak ada orang di tenda tersebut. Jadi aku dan Cio langsung merinding. Untung gak diganggu yang aneh-aneh selama syuting” tuturnya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_DreadOut_Istimewa-1.jpg" alt="" class="wp-image-636" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_DreadOut_Istimewa-1.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_DreadOut_Istimewa-1-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>DreadOut (Istimewa)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Sesama pemain yang berada dalam set saat itu, Irsyadillah mengungkapkan, ”Kita baru sadar sehabis rilis <em>teaser</em>. Pocong yang di calling itu cuma ada 10 atau 11 paling. Tapi habis take foto bersama pemain dan kru, ternyata di foto jumlah pocongnya bertambah satu atau dua.” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Wida Handoyo</strong> mengungkapkan, &#8220;Sangat senang dengan antusiasme dan apresiasi positif masyarakat, hingga saat ini film DreadOut telah menembus 800.000 penonton. Hal ini membuktikan bahwa film yang diangkat dari adaptasi game memiliki potensi yang menjanjikan di Indonesia”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film DreadOut mengambil Iatar cerita sebelum kejadian dalam <em>game </em>terjadi (<em>prekuel</em>). Film DreadOut menceritakan sekelompok siswa SMA yang berharap mendapatkan popularitas di media sosial. Sekelompok siswa SMA ini pergi ke apartemen kosong, mereka sengaja mengunjungi apartemen tersebut di malam hari untuk merekam kegiatan mereka selama di sana. Tidak sengaja, salah satu anggota kelompok, Linda, membuka portal misterius dan membangunkan setan yang dapat menyeret mereka ke dalam neraka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film DreadOut disutradarai dan diproduseri oleh Kimo Stamboel (”Rumah Dara&#8221;, ”Killers&#8221; ”Headshot”), Wida Handoyo (”Petak Umpet Minako&#8221;), dan Edwin Nazir (&#8220;9 Summers 10 Autumns”) telah rilis 3 Januari 2019./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/berikut-cerita-mistis-dibalik-syuting-dreadout/">Berikut Cerita Mistis Dibalik Syuting DreadOut</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">633</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
