<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dyan Sunu Prastowo Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/dyan-sunu-prastowo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/dyan-sunu-prastowo/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Sep 2025 11:41:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Dyan Sunu Prastowo Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/dyan-sunu-prastowo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>“Jangan Panggil Mama Kafir”, Film Keluarga Yang Sarat Emosi dan Pesan Mendalam</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/jangan-panggil-mama-kafir-film-keluarga-yang-sarat-emosi-dan-pesan-mendalam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 11:40:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Drama]]></category>
		<category><![CDATA[Dyan Sunu Prastowo]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Giorgino Abraham]]></category>
		<category><![CDATA[Humaira]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan Panggil Mama Kafir]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Maxima Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Michelle Ziudith]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=20158</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Sebuah kisah penuh haru tentang cinta, janji, dan perbedaan iman akan segera hadir di layar lebar. Rumah produksi Maxima Pictures bersama Rocket Studio Entertainment menghadirkan film terbaru berjudul Jangan Panggil Mama Kafir, yang dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 Oktober 2025. Film garapan sutradara Dyan Sunu Prastowo ini menyuguhkan drama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/jangan-panggil-mama-kafir-film-keluarga-yang-sarat-emosi-dan-pesan-mendalam/">“Jangan Panggil Mama Kafir”, Film Keluarga Yang Sarat Emosi dan Pesan Mendalam</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA – Sebuah kisah penuh haru tentang cinta, janji, dan perbedaan iman akan segera hadir di layar lebar. Rumah produksi Maxima Pictures bersama Rocket Studio Entertainment menghadirkan film terbaru berjudul <a href="https://www.instagram.com/reel/DNdD0_TSFSN/">Jangan Panggil Mama Kafir</a>, yang dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 Oktober 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film garapan sutradara <strong>Dyan Sunu Prastowo</strong> ini menyuguhkan drama keluarga yang sarat emosi, menyingkap perjalanan seorang ibu dalam memperjuangkan anaknya di tengah perbedaan keyakinan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cerita berpusat pada Maria (<strong>Michelle Ziudith</strong>), seorang perempuan Nasrani yang menikah dengan pria Muslim, Fafat (<strong>Giorgino Abraham</strong>). Dari pernikahan ini lahir seorang putri kecil bernama Laila (<strong>Humaira</strong>). Sesuai janji pada sang ayah, sejak lahir Laila dipersiapkan untuk memeluk agama Islam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kehidupan Maria berubah drastis ketika Fafat meninggal dunia. Ia harus menjalani peran sebagai ibu tunggal, berjuang membesarkan Laila seorang diri. Konflik semakin menguat ketika Umi Habibah (Elma Theana), ibu dari Fafat menggugat hak asuh cucunya di pengadilan. Puncak emosi film terjadi ketika Laila, dalam kepolosannya, mengucapkan kalimat yang mengguncang semua pihak, “Jangan Panggil Mama Kafir.”</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/Fafat-Maria-dan-Humaira-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-20159" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/Fafat-Maria-dan-Humaira-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/Fafat-Maria-dan-Humaira-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/Fafat-Maria-dan-Humaira-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Fafat, Maria dan Laila (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Menurut Dyan Sunu Prastowo, film ini lahir dari kenyataan yang dekat dengan masyarakat. “Film ini lahir dari kisah nyata perjuangan seorang ibu lintas iman memperjuangkan hak asuh anaknya. Sebuah perjalanan emosional yang hangat namun penuh tantangan, mengingatkan kita bahwa cinta tak mengenal batas perbedaan, ruang, dan waktu,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Michelle Ziudith, peran sebagai Maria bukan sekadar akting. Ia mengaku banyak belajar dari sosok ibu tunggal yang diperankannya. “Tantangan terbesarku adalah menjadi ibu yang harus tegar demi anak. Pesanku sederhana, seorang ibu harus bisa mencintai dirinya sendiri lebih dulu agar kasih sayangnya kepada anak semakin penuh,” kata Michelle.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Giorgino Abraham menilai peran Fafat yang singkat justru menjadi fondasi cerita. “Peran Fafat memang tidak banyak muncul, tapi menjadi pengantar penting. Yang menarik, karakter ini menunjukkan cinta tanpa paksaan serta menghargai perbedaan dengan toleransi tinggi,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Elma Theana menambahkan, sosok Umi Habibah yang diperankannya adalah potret nyata banyak orang tua. “Umi Habibah keras karena ingin melindungi. Saya yakin penonton bisa melihat sisi manusiawinya, meski caranya berbeda,” ucapnya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/Salah-satu-scene-film-Jangan-Panggl-Mama-Kafir-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-20161" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/Salah-satu-scene-film-Jangan-Panggl-Mama-Kafir-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/Salah-satu-scene-film-Jangan-Panggl-Mama-Kafir-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/09/Salah-satu-scene-film-Jangan-Panggl-Mama-Kafir-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Salah satu scene film Jangan Panggl Mama Kafir (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Selain Michelle, Giorgino, Humaira, dan Elma, film ini juga menghadirkan Kaneishia Yusuf, Indra Birowo, TJ Ruth, Dira Sugandi, Ence Bagus, Emmie Lemu, Gilbert Patiruhu, Pratiwi Dwiarti, hingga Runny Rudiyanti. Kehadiran aktor lintas generasi ini membuat kisah Jangan Panggil Mama Kafir semakin kaya akan nuansa emosional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film ini juga menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-21 <a href="https://www.instagram.com/maximapictures/?hl=en">Maxima Pictures</a>, produser Yoen K dan Zoya Salsabila berharap karya ini bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga ruang refleksi bagi masyarakat dalam memandang perbedaan iman dan kehidupan keluarga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Trailer resmi film dapat disaksikan di kanal <em>YouTube</em> MaximaChannel8, sementara informasi tiket akan tersedia melalui aplikasi pemesanan bioskop. Dengan tema yang menyentuh dan jajaran pemain kuat, Jangan Panggil Mama Kafir digadang-gadang menjadi salah satu film drama keluarga paling ditunggu di penghujung tahun 2025. Jangan Lewatkan kisah tentang cinta, janji, dan perjuangan seorang ibu lintas iman ini dapat disaksikan di bioskop seluruh Indonesia mulai 16 Oktober 2025./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="jeg_video_container jeg_video_content"><iframe title="Jangan Panggil Mama Kafir - Teaser Trailer 3" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/-hwM4AbFV5Y?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/jangan-panggil-mama-kafir-film-keluarga-yang-sarat-emosi-dan-pesan-mendalam/">“Jangan Panggil Mama Kafir”, Film Keluarga Yang Sarat Emosi dan Pesan Mendalam</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20158</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Film Ketindihan, Angkat Fenomena Sleep Paralysis dengan Bumbu Mistik</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/film-ketindihan-angkat-fenomena-sleep-paralysis-dengan-bumbu-mistik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2025 17:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[A&Z Films]]></category>
		<category><![CDATA[Anami Films]]></category>
		<category><![CDATA[Dyan Sunu Prastowo]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Haico Van Der Veken]]></category>
		<category><![CDATA[Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Imagine]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[MVP Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Ten Cuts]]></category>
		<category><![CDATA[Tobali FIlm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=16792</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Ketindihan adalah sebuah film horor yang merupakan hasil karya dari rumah produksi Imagine bekerja sama dengan beberapa pihak seperti Anami Films, MVP Pictures, Tobali FIlm, A&#38;Z Films, dan Ten Cuts. Film ini dibintangi oleh Haico Van Der Veken akan tayang di layar lebar tanah air awal tahun ini tepatnya pada hari Kamis, 9 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/film-ketindihan-angkat-fenomena-sleep-paralysis-dengan-bumbu-mistik/">Film Ketindihan, Angkat Fenomena Sleep Paralysis dengan Bumbu Mistik</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Ketindihan adalah sebuah film horor yang merupakan hasil karya dari rumah produksi <a href="https://im-a-gin-e.com">Imagine</a> bekerja sama dengan beberapa pihak seperti Anami Films, MVP Pictures, Tobali FIlm, A&amp;Z Films, dan Ten Cuts. Film ini dibintangi oleh <strong>Haico Van Der</strong> <strong>Veken</strong> akan tayang di layar lebar tanah air awal tahun ini tepatnya pada hari Kamis, 9 Januari 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film Ketindihan sendiri mengangkat fenomena yang tak asing bahkan sering terjadi di masyarakat Indonesia. Ketindihan atau sleep paralysis merupakan keadaan seseorang yang merasa sulit bergerak saat bangun tidur. Namun, banyak pengertian yang mengarahkannya pada fenomena mistik dan irasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film yang disutradarai oleh <strong>Dyan Sunu Prastowo</strong>, sosok yang dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam menggarap film-film horor ini, juga menggaet Chetan A. Samtani sebagai produser dan Widi Lestari sebagai penulis naskah. Sementara itu, penulis naskahnya, Widi Lestari, berhasil meramu cerita yang tidak hanya mengerikan, tapi juga penuh dengan ketegangan emosional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini merupakan sebuah film horror yang berbalut drama family serta <em>toxic relationship</em>. Dengan unconventional treatment membuat karakter film ini mempunyai nilai jual yang berbeda dengan film horror yang beredar saat ini,” ungkap Dyan Sunu Prastowo saat<em> press conference </em>terkait film terbarunya tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film ini menceritakan perjalanan hidup seorang atlet tenis muda bernama Tania (Haico Van Der). Memiliki keinginan untuk menjadi atlet profesional, Tania dilatih oleh sang ayah yang memiliki ambisi agar anaknya dapat memenangi perlombaan tenis dan dapat meraih medali emas Olimpiade.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/01/Poster-Ketindihan-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-16794" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/01/Poster-Ketindihan-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/01/Poster-Ketindihan-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/01/Poster-Ketindihan-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Suatu malam, untuk mengatasi perasaan kesepiannya, Tania bersama teman-temannya memutuskan untuk melakukan ritual mistis. Mereka memanggil Beuno, jin yang dikenal suka mengincar manusia dalam tidur mereka. Dari sinilah teror horor dimulai. Sejak itu, Tania mulai dihantui oleh ketindihan yang membuat tidur menjadi mimpi buruk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tania mengalami fenomena mistik dan teror dari temannya bernama Nurul yang telah meninggal akibat bunuh diri, dikarenakan ritual yang mereka lakukan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak itu hidup Taniapun menjadi tak mudah, karena banyak fenomena irasional yang mengganggunya. Keluarga yang kacau dan hubungan asmara yang kompleks pun membuat hidupnya kacau balau. Ketika teror dari arwah Nurul kian menguat, nyawanya dan orang-orang yang berada di sekitarnya pun terancam. Walaupun pada akhirnya, Tania mulai mengetahui siapakah wujud tak terlihat yang menerornya selama ini. Tania merasa harus menghentikan teror ini dengan cara apapun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film Ketindihan tidak hanya menampilkan fenomena-fenomena <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/film-horor-temurun-hadirkan-teror-mencekam-dalam-kisah-keluarga-berdarah/">horor</a> secara penuh, akan tetapi tema-tema seperti pertemanan, keluarga, kebatinan juga dihadirkan dalam film ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain Haico Van Der Veken yang berperan sebagai Tania, film ini juga melibatkan banyak nama lain sebagai pendukung seperti Kevin Ardilova sebagai Coki, Ali Fikry sebagai Timo, Wulan Guritno sebagai Samantra, Donny Damara sebagai Beni, Agnes Naomi sebagai Minke, Luana Dutra sebagai Nurul, ataupun Gesya Shandy sebagai Silmi./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/film-ketindihan-angkat-fenomena-sleep-paralysis-dengan-bumbu-mistik/">Film Ketindihan, Angkat Fenomena Sleep Paralysis dengan Bumbu Mistik</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">16792</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
