<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Film Indonesia Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/film-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/film-indonesia/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Jul 2026 08:58:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Film Indonesia Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/film-indonesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Foufo, Upaya Bayu Skak Angkat Wajah Baru Madura di Layar Lebar</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/foufo-upaya-bayu-skak-angkat-wajah-baru-madura-di-layar-lebar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 03:17:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Bayu Skak]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Sci-Fi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Foufo]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[SinemArt]]></category>
		<category><![CDATA[Skak Studios]]></category>
		<category><![CDATA[Tretan Muslim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=24128</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Saat sebagian besar rumah produksi tanah air masih berkutat di ranah horor dan komedi, Bayu Skak memilih jalan berbeda. Lewat Foufo, film produksi Skak Studios bersama Sinemart yang tayang serentak di bioskop mulai Kamis, 9 Juli 2026, ia menghadirkan genre fiksi ilmiah yang jarang disentuh sineas Indonesia, dengan budaya Madura sebagai jantung ceritanya. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/foufo-upaya-bayu-skak-angkat-wajah-baru-madura-di-layar-lebar/">Foufo, Upaya Bayu Skak Angkat Wajah Baru Madura di Layar Lebar</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Saat sebagian besar rumah produksi tanah air masih berkutat di ranah horor dan komedi, Bayu Skak memilih jalan berbeda. Lewat Foufo, film produksi Skak Studios bersama Sinemart yang tayang serentak di bioskop mulai Kamis, 9 Juli 2026, ia menghadirkan genre fiksi ilmiah yang jarang disentuh sineas Indonesia, dengan budaya Madura sebagai jantung ceritanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan itu bukan tanpa alasan. <strong>Bayu Skak</strong>, yang merangkap peran sebagai <em>sutradara, produser, sekaligus aktor </em>dalam proyek ini, mengakui bahwa minimnya produksi film sci-fi lokal banyak dipicu oleh mahalnya biaya efek visual. Meski genre horor komedi terbukti selalu ramai penonton, ia enggan menjadikan Skak Studios sekadar pengikut tren yang sudah ada. </p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau dari kami di <a href="https://skakstudios.com" type="link" id="https://skakstudios.com">Skak Studios</a> harapannya dalam berkarya itu harus ada yang baru. Karena pada dasarnya di atas kreatif kami harus inovatif. Kalau bisa kami upayakan harus bisa disruptif,” ujar Bayu Skak pada saat press screening .</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari semangat itulah premis Foufo lahir. Jika film-film alien pada umumnya memilih kota besar seperti Los Angeles atau New York sebagai lokasi pendaratan, Bayu Skak justru menjatuhkan makhluk luar angkasanya di Madura. Benturan budaya antara sosok alien dan keseharian masyarakat Madura inilah yang menurutnya menjadi sumber komedi sekaligus pembeda utama film ini dari karya sejenis.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Adegan-Muslim-dan-Foufo-di-film-Foufo-Skak-Studios-SinemArt.jpg" alt="" class="wp-image-24129" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Adegan-Muslim-dan-Foufo-di-film-Foufo-Skak-Studios-SinemArt.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Adegan-Muslim-dan-Foufo-di-film-Foufo-Skak-Studios-SinemArt-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Adegan-Muslim-dan-Foufo-di-film-Foufo-Skak-Studios-SinemArt-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Adegan-Muslim-dan-Foufo-di-film-Foufo-Skak-Studios-SinemArt-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Adegan-Muslim-dan-Foufo-di-film-Foufo-Skak-Studios-SinemArt-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Adegan Muslim dan Foufo di film Foufo (Skak Studios &amp; SinemArt)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Foufo mengikuti kisah Muslim, diperankan oleh <strong>Tretan Muslim</strong>, seorang pengepul barang rongsokan di kawasan Surabaya Utara yang menanggung beban sebagai anak tertua setelah sang ayah meninggal dunia. Sebagai keluarga Madura yang taat beragama, memberangkatkan sang ibu, Saiqonah, untuk naik haji menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus ia penuhi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan susah payah Muslim berhasil mengumpulkan uang muka sebesar 15 juta rupiah, namun pelunasan sisa biaya haji terus mengejar tenggat waktu. Ketika permohonan pinjaman ke bank berjalan tersendat, seorang temannya menyarankan jalan pintas mencuri besi rel kereta dari jalur yang sudah tidak beroperasi, sebuah ide yang ditolak keras oleh Muslim karena bertentangan dengan keyakinannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Titik balik cerita muncul ketika sebuah benda asing jatuh dari langit setelah tertabrak batu di angkasa. Dari reruntuhan pesawat itu, Muslim menemukan sosok alien yang kemudian ia beri nama Foufo, mengikuti kebiasaan dialek Madura yang gemar membalik suku kata terakhir ke depan, seperti sate menjadi <em>te-sate</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran Foufo perlahan mengubah nasib keluarga Muslim, mulai dari menyembuhkan katarak sang ibu hingga membantu memulihkan kondisi kesehatan iparnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi <strong>Bayu Skak</strong>, tema perjuangan seorang anak membahagiakan ibunya sengaja dipilih karena sifatnya yang universal dan bisa menyentuh penonton lintas negara maupun latar belakang budaya. “Nilai yang sangatlah universal, dan bisa dinikmati oleh kalangan manapun, orang Amerika juga punya ibu kan, orang Eropa juga punya ibu kan,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara <em>produser eksekutif</em> <strong>David Suwarto</strong> mengatakan bahwa kolaborasi SinemArt bersama Skak Studios di film Foufo adalah melanjutkan kolaborasi sukses kami sebelumnya. Bayu Skak datang dengan ide yang out of the box dan saya yakin film ini akan sangat menghibur dengan komedi-komedi yang aneh, receh, namun juga ceritanya yang membumi dan menyentuh tentang anak<br>yang ingin membahagiakan ibunya,” tambahnya</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Salah-satu-adegan-di-film-Foufo-Skak-Studios-SinemArt.jpg" alt="" class="wp-image-24130" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Salah-satu-adegan-di-film-Foufo-Skak-Studios-SinemArt.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Salah-satu-adegan-di-film-Foufo-Skak-Studios-SinemArt-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Salah-satu-adegan-di-film-Foufo-Skak-Studios-SinemArt-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Salah-satu-adegan-di-film-Foufo-Skak-Studios-SinemArt-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Salah-satu-adegan-di-film-Foufo-Skak-Studios-SinemArt-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Salah satu adegan di film Foufo (Skak Studios &amp; SinemArt)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Alur cerita kian rumit ketika uang tabungan haji yang telah susah payah terkumpul justru raib sebagian akibat ulah salah satu anggota keluarga sendiri. Di tengah keterbatasan itu, kondisi Foufo pun kian melemah dan hanya bisa diselamatkan jika pesawatnya kembali dapat diaktifkan, dengan kunci utama berupa keris peninggalan mendiang ayah Muslim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi ini akhirnya memaksa Muslim dihadapkan pada dilema besar, antara mengutamakan keberangkatan haji sang ibu atau menyelamatkan nyawa sahabat luar angkasanya. Pilihan sulit inilah yang oleh sejumlah pengamat disebut menjadi lapisan drama yang membuat Foufo tak sekadar tampil sebagai komedi ringan, melainkan turut menyisipkan momen mengharukan di tengah tawa penonton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Tretan Muslim, memerankan karakter Muslim di film Foufo menjadi tantangan baru. Selama ini, Tretan selalu bermain di ranah komedi. Namun, di film ini ia dituntut untuk menampilkan karakter yang serius dan memiliki lapisan drama yang dalam. </p>



<p class="wp-block-paragraph">“Di sini aku malah tidak boleh berkomedi, malahan aku harus nangis. Jadi ini sangat menantang bagiku, diberikan tanggung jawab dengan karakter yang sangat berbeda, dan pertama kalinya menjadi pemeran utama. Film Foufo ini juga menjadi kebanggaan saya, sebagai orang Madura, bisa menjadi bagian dari film berbudaya Madura pertama di Indonesia,” ujar Tretan Muslim dihadapan para jurnalis.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="jeg_video_container jeg_video_content"><iframe title="FOUFO - Official Trailer" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/U5W4IuVb9sY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu nilai jual terbesar Foufo terletak pada komitmennya menghadirkan Madura secara otentik, bukan sekadar latar tempelan. Proses produksi melibatkan casting terbuka terhadap sekitar 2.500 calon pemain baru di Surabaya, dengan hasil akhir sekitar 80 persen pemeran film ini berasal dari kalangan lokal Madura maupun Jawa Timur. Dialog dalam film pun mengalir dalam tiga bahasa sekaligus, yakni Indonesia, Jawa, dan Madura, sesuai konteks masing-masing adegan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan ini juga membawa misi tersendiri bagi rumah produksi, yaitu meluruskan stigma negatif yang kerap melekat pada masyarakat Madura, khususnya terkait citra sebagai pencuri besi tua. Foufo ingin menegaskan bahwa perilaku menyimpang semacam itu hanyalah persoalan oknum, bukan representasi masyarakat Madura secara keseluruhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi visual, film berdurasi 120 menit dengan rating usia 13 tahun ke atas ini mengandalkan teknologi CGI garapan tim lokal Surabaya untuk menghidupkan karakter alien Foufo, sebuah upaya yang oleh sejumlah pihak dinilai cukup ambisius mengingat keterbatasan anggaran dibandingkan produksi sci-fi Hollywood.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menjadi ajang comeback Bayu Skak di genre baru, Foufo juga menandai debut Tretan Muslim sebagai pemeran utama di layar lebar, setelah sebelumnya lebih dikenal lewat konten komedi digital. Ia didampingi jajaran pemain lain seperti Habib Jafar, Benedictus Siregar, Mieke Shahir, dan Siti Kamariyah yang berperan sebagai Saiqonah, ibu dari tokoh Muslim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foufo dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai Kamis, 9 Juli 2026, menandai upaya Bayu Skak dan Skak Studios menghadirkan warna baru di tengah industri perfilman nasional yang selama ini masih didominasi genre horor dan komedi./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk<br><br></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/foufo-upaya-bayu-skak-angkat-wajah-baru-madura-di-layar-lebar/">Foufo, Upaya Bayu Skak Angkat Wajah Baru Madura di Layar Lebar</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24128</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rindu yang Tak Pernah Selesai, Cinta Lama Abi dan Sita Hidup Lagi di CLBK</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/rindu-yang-tak-pernah-selesai-cinta-lama-abi-dan-sita-hidup-lagi-di-clbk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 03:22:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Lama Babak Kedua]]></category>
		<category><![CDATA[CLBK]]></category>
		<category><![CDATA[Drama Komedi Romantis]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Iskak Khivano]]></category>
		<category><![CDATA[Ivander Tedjasukmana]]></category>
		<category><![CDATA[MIR Productions]]></category>
		<category><![CDATA[Sintya Marisca]]></category>
		<category><![CDATA[Slamet Rahardjo]]></category>
		<category><![CDATA[Widyawati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=23940</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Tidak semua kisah cinta benar-benar usai ketika dua orang memilih berpisah. Ada yang justru disimpan diam-diam selama puluhan tahun, menunggu waktu yang tepat untuk kembali dipertemukan. Premis itulah yang menjadi nyawa film terbaru garapan rumah produksi MIR Productions, Cinta Lama Babak Kedua, yang lebih dikenal lewat akronimnya, CLBK. Film ini dijadwalkan tayang serentak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/rindu-yang-tak-pernah-selesai-cinta-lama-abi-dan-sita-hidup-lagi-di-clbk/">Rindu yang Tak Pernah Selesai, Cinta Lama Abi dan Sita Hidup Lagi di CLBK</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Tidak semua kisah cinta benar-benar usai ketika dua orang memilih berpisah. Ada yang justru disimpan diam-diam selama puluhan tahun, menunggu waktu yang tepat untuk kembali dipertemukan. Premis itulah yang menjadi nyawa film terbaru garapan rumah produksi MIR Productions, Cinta Lama Babak Kedua, yang lebih dikenal lewat akronimnya, CLBK. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 2 Juli 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Daya tarik utama CLBK terletak pada pertemuan kembali dua aktor senior Tanah Air, Slamet Rahardjo dan Widyawati, yang dipercaya menghidupkan dua karakter sentral, Abi dan Sita. Di film ini, Slamet berperan sebagai Akung Abi, sosok kakek yang disapa demikian oleh cucunya, sementara Widyawati menjadi Eyang Sita. Keduanya digambarkan pernah menjalin hubungan asmara di masa muda, namun kisah itu berakhir tanpa penyelesaian dan meninggalkan luka yang tidak pernah benar-benar sembuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Slamet dan Widyawati, syuting CLBK bukan sekadar proyek baru, melainkan reuni dari pertemanan panjang keduanya di dunia perfilman. &#8220;Luar biasa senang ya, karena kami sudah sahabat lama. Kami sering bermain bersama,&#8221; kata Slamet Rahardjo dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (26/6/2026). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Senada juga dengan yang disampaikan oleh Widyawati, yang  mengaku tidak menemui kesulitan membangun chemistry dengan Slamet sebab keduanya sudah lama saling mengenal di luar lokasi syuting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih dari sekadar drama asmara dua lansia, CLBK menempatkan konflik tersebut sebagai pemicu persoalan yang menjalar ke generasi berikutnya. Cerita berputar pada Raka (Iskak Khivano) dan Ambar (Sintya Marisca), sepasang kekasih yang sedang menyiapkan pernikahan impian mereka. Rencana itu mendadak terguncang begitu Sita, yang tidak lain adalah nenek Raka, menyadari bahwa Abi, kakek dari Ambar, merupakan cinta lamanya yang dahulu meninggalkan luka mendalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ambar yang berusaha menjadi penengah justru membuka kembali persoalan yang selama ini terkubur. Niat baiknya untuk mendamaikan Abi dan Sita memunculkan ketegangan baru, bahkan ikut menyeret hubungannya dengan Raka ke ujung tanduk karena keduanya sama-sama merasa perlu membela keluarga masing-masing. Situasi kemudian berbelok arah saat Sita dan Abi tanpa sengaja dipertemukan kembali di Bandung. Pertemuan itu, alih-alih meredakan konflik, justru menyalakan kembali bara cinta lama yang selama puluhan tahun terkubur, dan membuat persoalan kedua keluarga semakin rumit.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="680" height="850" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Poster-resmi-Film-Cinta-Lama-Babak-Kedua-yang-tayang-di-bioskop-Indonesia-mulai-2-Juli-2026-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-23941" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Poster-resmi-Film-Cinta-Lama-Babak-Kedua-yang-tayang-di-bioskop-Indonesia-mulai-2-Juli-2026-Ist.jpg 680w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Poster-resmi-Film-Cinta-Lama-Babak-Kedua-yang-tayang-di-bioskop-Indonesia-mulai-2-Juli-2026-Ist-240x300.jpg 240w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Poster resmi Film Cinta Lama Babak Kedua yang tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026 (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Sutradara sekaligus salah satu penulis skenario, Ivander Tedjasukmana, mengaku ide cerita ini sudah lama mengendap dalam catatannya sebelum akhirnya benar-benar digarap. &#8220;Film ini sudah lama tersimpan dalam <em>library</em> saya, hampir 10 tahun. Baru dapat kesempatan tahun lalu bisa diproduksi, dan tayang 2026 ini,&#8221; kata Ivander.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengarahkan dua aktor senior dalam satu film, lanjutnya, menjadi pengalaman berharga tersendiri. &#8220;<em>Mendirect</em> dua orang senior dalam satu frame itu jadi tantangan tersendiri untuk saya. Tapi namanya senior, dikasih arahan sedikit sudah langsung paham. Saya belajar banyak sama mereka,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan menghadirkan kisah cinta lintas tiga generasi ini bukan tanpa alasan. <em>Eksekutif Produser CLBK,</em> <strong>Sunil Mirpuri</strong>, menyebut keunikan premis sebagai pertimbangan utama timnya memilih proyek ini. &#8220;Satu kata yakni unik. Ceritanya menghadirkan tiga generasi dengan kisah cinta lintas generasi. Yang menarik, semua konflik terjadi dalam dua keluarga yang saling berkaitan,&#8221; ujar Sunil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, benang merah cerita ini sangat mungkin ditemukan dalam kehidupan nyata banyak keluarga Indonesia. &#8220;Film ini memperlihatkan bagaimana sebuah keluarga berusaha menyelesaikan masalah tanpa harus terjadi perang besar. Kita melihat dukungan antaranggota keluarga, kepanikan pasangan muda yang terancam gagal menikah, tetapi di sisi lain mereka juga tetap menyayangi kakek dan neneknya yang ternyata pernah saling mencintai.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Co-Producer sekaligus Founder <a href="https://www.mirproduction.com" type="link" id="https://www.mirproduction.com">MIR Productions</a>,</em> <strong>Vladimir Rama</strong>, menambahkan bahwa premis tidak biasa inilah yang menjadi modal utama CLBK untuk bersaing di tengah ramainya genre horor yang selama ini mendominasi bioskop Tanah Air. &#8220;Premis film ini tidak biasa, meskipun pengalaman di dalamnya bisa saja terjadi pada kita semua. Kita butuh film-film seperti ini untuk bisa dinikmati oleh pecinta film Indonesia. Saya puas dengan hasilnya,&#8221; ujar Rama. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengaku sengaja tidak memulai perjalanan rumah produksinya lewat film horor, dan memilih drama komedi keluarga sebagai proyek perdana karena dianggap lebih memahami pendekatan serta strategi penggarapannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menghidupkan kisah cinta Abi dan Sita di usia muda pada era 1970-an, tim produksi menggarap ulang sejumlah lokasi di kawasan Bandung, termasuk Jalan Braga dan area sekitar Museum Asia Afrika, agar tampak sezaman dengan latar waktu cerita. Karakter Abi dan Sita muda diperankan oleh Yusuf Mahardhika dan Gisellma Firmansyah, yang kehadirannya membantu penonton memahami bagaimana kisah cinta yang dahulu begitu indah berubah menjadi luka yang terus membayangi hingga puluhan tahun kemudian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Skenario CLBK ditulis oleh Ivander Tedjasukmana bersama Cindy Robertha Biere dan Tritya Krissanti, dengan posisi produser diisi oleh Yogi Arifiandy dan Vladimir Rama. Selain Slamet Rahardjo, Widyawati, Sintya Marisca, dan Iskak Khivano, jajaran pemain juga diperkuat Sarah Sechan, Kiki Narendra, Iyang Dharmawan, Febry Khey, dan Annisa Kaila. Film berdurasi sekitar 106 menit ini telah mengantongi klasifikasi usia 13 tahun ke atas dari Lembaga Sensor Film, dan dilengkapi sejumlah <em>original soundtrack</em>, di antaranya &#8216;Lirik Puitis&#8217; yang dibawakan Vladimir Rama bersama Marsha Aruan, &#8216;Restu di Langit&#8217; oleh Ian Saybani, serta &#8216;Kembali&#8217; yang dinyanyikan Mutiara Azka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat balutan drama keluarga, komedi, dan romansa lintas generasi, film ini mengajak penonton merenungi satu pertanyaan sederhana namun menggugah. Apakah itu cinta lama, betapa pun lama terkubur, sepertinya cukup layak diperjuangkan kembali?/ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/rindu-yang-tak-pernah-selesai-cinta-lama-abi-dan-sita-hidup-lagi-di-clbk/">Rindu yang Tak Pernah Selesai, Cinta Lama Abi dan Sita Hidup Lagi di CLBK</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">23940</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Horor Berbalut Tawa, Film Dukun Magang Siap Menghibur Penonton Bioskop</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/horor-berbalut-tawa-film-dukun-magang-siap-menghibur-penonton-bioskop/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 08:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Chiska Doppert]]></category>
		<category><![CDATA[Dukun Magang]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Fajar Nugra]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jefan Nathanio]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Komedi Horor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=23756</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Industri film horor Indonesia kembali kedatangan warna baru yang menyegarkan. Bioskop tanah air bersiap menayangkan &#8220;Dukun Magang&#8221; mulai 18 Juni 2026. Berbeda dengan pakem horor konvensional yang kerap menguras adrenalin melalui ketegangan tiada henti, film produksi Dens Vision Multimedia dan Wahana Pictures ini justru memberanikan diri mengusung konsep unik yakni 80 persen komedi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/horor-berbalut-tawa-film-dukun-magang-siap-menghibur-penonton-bioskop/">Horor Berbalut Tawa, Film Dukun Magang Siap Menghibur Penonton Bioskop</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA – Industri film horor Indonesia kembali kedatangan warna baru yang menyegarkan. Bioskop tanah air bersiap menayangkan &#8220;Dukun Magang&#8221; mulai 18 Juni 2026. Berbeda dengan pakem horor konvensional yang kerap menguras adrenalin melalui ketegangan tiada henti, film produksi <a href="https://www.instagram.com/densvisionmultimedia_/" type="link" id="https://www.instagram.com/densvisionmultimedia_/">Dens Vision Multimedia</a> dan <a href="https://www.instagram.com/wahanapicturesid/" type="link" id="https://www.instagram.com/wahanapicturesid/">Wahana Pictures</a> ini justru memberanikan diri mengusung konsep unik yakni 80 persen komedi dan 20 persen horor.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Sutradara</em> <strong>Chiska Doppert</strong> mengungkapkan bahwa film Dukun Magang dihadirkan sebagai tontonan segar bagi masyarakat selama musim liburan. Kekuatan utama film ini terletak pada dinamika antarpemain yang sangat cair di lokasi syuting. Saking fleksibelnya, para aktor kerap melakukan improvisasi yang memicu gelak tawa, hingga membuat tim produksi kesulitan menentukan kapan harus menghentikan adegan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami punya pemain yang sangat fleksibel. Banyak adegan berkembang secara organik. Kadang justru kami bingung kapan harus cut karena interaksinya terus mengalir dan semakin seru,” ungkap Chiska Doppert saat sesi konferensi pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Narasi film ini berpusat pada kegelisahan Raka Mahardika, mahasiswa tingkat akhir yang terjebak dalam kebuntuan skripsi. Dalam upaya putus asa untuk meluluskan studinya, Raka yang skeptis memilih topik penelitian tentang dunia perdukunan di Desa Kalimati. Petualangan akademis ini membawanya ke desa terpencil yang menyimpan tradisi gaib kental, ditemani oleh Sekar, rekan kampus yang memahami adat setempat, serta Boiman, sahabat Raka yang penakut namun humoris.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Dodit-Mulyanto-turut-meramaikan-film-Dukun-Magang-Eny.jpg" alt="" class="wp-image-23759" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Dodit-Mulyanto-turut-meramaikan-film-Dukun-Magang-Eny.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Dodit-Mulyanto-turut-meramaikan-film-Dukun-Magang-Eny-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Dodit-Mulyanto-turut-meramaikan-film-Dukun-Magang-Eny-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Dodit-Mulyanto-turut-meramaikan-film-Dukun-Magang-Eny-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Dodit-Mulyanto-turut-meramaikan-film-Dukun-Magang-Eny-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Dodit Mulyanto turut meramaikan film Dukun Magang (Eny)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jefan Nathanio</strong>, pemeran Raka, mengaku karakter yang ia mainkan memiliki kemiripan dengan sifat aslinya yang rasional. “Salah satu kekuatan film ini adalah rasa skeptis terhadap dunia perdukunan yang diperankan oleh tokoh Raka. Saya sering bercanda kalau Raka itu Jefan Nathanio versi masa depan. Dia rasional, skeptis, dan selalu mempertanyakan apa yang terjadi di sekitarnya,” ujar Jefan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di balik layar, kematangan komedi dalam film ini bukan terjadi secara kebetulan. Fajar Nugra, yang memerankan Boiman, menuturkan bahwa seluruh porsi humor telah dirancang dengan presisi sejak proses penulisan naskah hingga pembacaan bersama. “Semua komedi sudah dibuat sebelum syuting, di proses menulis dan diproses reading. Syuting tinggal jalanin apa yang sudah dibuat.<br>Jadi saat syuting bisa fokus sama acting dan gimana cara bawain karakternya, karena komedinya sudah matang sebelum syuting,” jelas Fajar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain komedi, film berdurasi 100 menit ini juga mengeksplorasi mitos yang jarang diangkat ke layar lebar, yakni hierarki kekuatan sosok Kuntilanak. Berbeda dengan imaji kuntilanak berbaju putih yang lazim dikenal masyarakat, film ini memperkenalkan sosok Kuntilanak Hitam yang digambarkan memiliki level kekuatan lebih tinggi.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/DUkun-Magang-siap-mengocok-perut-penonton-mulai-18-Juni-2026-Eny.jpg" alt="" class="wp-image-23758" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/DUkun-Magang-siap-mengocok-perut-penonton-mulai-18-Juni-2026-Eny.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/DUkun-Magang-siap-mengocok-perut-penonton-mulai-18-Juni-2026-Eny-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/DUkun-Magang-siap-mengocok-perut-penonton-mulai-18-Juni-2026-Eny-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/DUkun-Magang-siap-mengocok-perut-penonton-mulai-18-Juni-2026-Eny-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/DUkun-Magang-siap-mengocok-perut-penonton-mulai-18-Juni-2026-Eny-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Dukun Magang siap mengocok perut penonton mulai 18 Juni 2026 (Eny)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Hana Saraswati, pemeran Sekar, mengungkapkan bahwa riset mengenai mitos ini menjadi pengalaman baru baginya. “Untuk kuntilanak, memang ternyata selama ini kan yang kita tahu kuntilanak tuh gitu aja bentuknya. Warnanya putih, rambutnya panjang, adanya di atas pohon. Tapi setelah kita pelajari lebih lanjut, ternyata kuntilanak itu bisa beda warnanya sesuai dengan kekuatannya. Ada yang merah, ada yang hitam,” tutur Hana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah semakin memuncak ketika Raka, yang terpaksa &#8220;magang&#8221; kepada Mbah Djambrong yang diperankan oleh <strong>Adi Sudirja</strong>, tanpa sengaja melepaskan entitas Kuntilanak Hitam. Hal ini memaksa Raka untuk belajar ilmu gaib dengan cepat demi menyelamatkan Desa Kalimati dari teror yang mengancam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Didukung oleh deretan komika dan aktor berbakat seperti Dodit Mulyanto, Wira Nagara, Mang Osa, Mo Sidik, dan Salsabila Zahra, Dukun Magang menjanjikan pengalaman menonton yang dinamis. Perpaduan antara situasi mistis di Desa Kalimati dan karakter-karakter jenaka menjadi daya tarik yang membuat film ini layak disaksikan sebagai hiburan yang menghibur sekaligus menegangkan./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Ismed Nompo</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/horor-berbalut-tawa-film-dukun-magang-siap-menghibur-penonton-bioskop/">Horor Berbalut Tawa, Film Dukun Magang Siap Menghibur Penonton Bioskop</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">23756</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Refleksi Berharga dari Layar Lebar, Memuliakan Ibu lewat Sentuhan Hadrah Daeng Ratu</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/refleksi-berharga-dari-layar-lebar-memuliakan-ibu-lewat-sentuhan-hadrah-daeng-ratu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[Drama Keluarga Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Jangan Buang Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Hadrah Daeng Ratu]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Leo Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Nirina Zubir]]></category>
		<category><![CDATA[Refal Hady]]></category>
		<category><![CDATA[Sinopsis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=23708</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA — Ruang ruji panti jompo kerap kali menjadi titik nadir bagi sebuah hubungan darah antara anak dan orangtua. Di balik dinding-dinding sunyinya, tersimpan lapisan cerita tentang dilema, keterbatasan ekonomi, hingga pengikisan empati. Potret sosial yang jamak ditemui dalam realitas urban inilah yang mendasari lahirnya karya terbaru dari rumah produksi Leo Pictures, sebuah film drama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/refleksi-berharga-dari-layar-lebar-memuliakan-ibu-lewat-sentuhan-hadrah-daeng-ratu/">Refleksi Berharga dari Layar Lebar, Memuliakan Ibu lewat Sentuhan Hadrah Daeng Ratu</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA — Ruang ruji panti jompo kerap kali menjadi titik nadir bagi sebuah hubungan darah antara anak dan orangtua. Di balik dinding-dinding sunyinya, tersimpan lapisan cerita tentang dilema, keterbatasan ekonomi, hingga pengikisan empati. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Potret sosial yang jamak ditemui dalam realitas urban inilah yang mendasari lahirnya karya terbaru dari rumah produksi Leo Pictures, sebuah film drama keluarga bertajuk<em> &#8220;Jangan Buang Ibu</em>&#8220;. Dijadwalkan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026, sinema ini hadir bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebuah refleksi sekaligus tamparan keras bagi generasi muda dalam memandang arti berbakti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Geliat antisipasi sebetulnya sudah terasa sejak akhir Mei lalu. Melalui rangkaian Gala Premiere keliling Indonesia yang menjangkau 20 kota mulai 30 Mei hingga 23 Juni 2026, karya sutradara Hadrah Daeng Ratu ini sukses memanen air mata. Di setiap kota yang disinggahi, bangku penonton dilaporkan terisi penuh, menyisakan isak haru yang membuktikan bahwa narasi yang diangkat sangat dekat dengan denyut kehidupan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara garis besar, film ini menyoroti kehidupan Ristiana, seorang ibu tunggal yang diperankan oleh <strong>Nirina Zubir</strong>. Pasca ditinggal oleh sang suami yang dimainkan oleh <strong>Dwi Sasono</strong>, Ristiana harus berjuang seorang diri di tengah impitan kesederhanaan demi membesarkan ketiga buah hatinya, yakni Tama, Dewi, dan Tria. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, roda waktu berputar kejam. Ketika anak-anak tersebut tumbuh dewasa dan menghadapi kompleksitas hidup mereka masing-masing, Ristiana yang mulai rentan justru harus menghadapi kenyataan pahit, &#8216;dibuang&#8217; ke panti jompo lantaran anak-anaknya merasa tak lagi mampu merawatnya di rumah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produser sekaligus <em>CEO <a href="https://www.instagram.com/leopictures_official/" type="link" id="https://www.instagram.com/leopictures_official/">Leo Pictures</a></em>, <strong>Agung Saputra</strong>, mengungkapkan bahwa esensi dari film ini adalah sebuah undangan untuk pulang dan menengok kembali kedalaman hati sanubari kita masing-masing. “Jangan Buang Ibu adalah sebuah kisah yang akan mengajak kita kembali memahami arti cinta, pengorbanan, dan kehadiran seorang ibu dalam hidup kita. Semoga kita juga bisa berefleksi untuk terus bisa memuliakan seorang ibu yang telah melahirkan kita,” ujar Agung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Daya tarik utama dari film ini tidak hanya bertumpu pada premis cerita yang melankolis, melainkan juga pada totalitas departemen keaktrisan. Nirina Zubir menghadapi tantangan akting yang luar biasa berat dengan mengeksplorasi tiga fase usia yang berbeda, mulai dari umur 40 tahun, 50 tahun, hingga bertransformasi penuh menggunakan riasan prostetik menjadi sosok nenek berusia 60 tahun dengan kerutan yang mendalam di wajah. Transformasi fisik ini diimbangi dengan pendalaman karakter yang prima untuk menangkap gestur tubuh orang tua yang mulai digerogoti usia.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Nirina-Zubir-cukup-berhasil-memerankan-tokoh-ibu-dalam-beberapa-era-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-23710" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Nirina-Zubir-cukup-berhasil-memerankan-tokoh-ibu-dalam-beberapa-era-Ist.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Nirina-Zubir-cukup-berhasil-memerankan-tokoh-ibu-dalam-beberapa-era-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Nirina-Zubir-cukup-berhasil-memerankan-tokoh-ibu-dalam-beberapa-era-Ist-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Nirina-Zubir-cukup-berhasil-memerankan-tokoh-ibu-dalam-beberapa-era-Ist-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/06/Nirina-Zubir-cukup-berhasil-memerankan-tokoh-ibu-dalam-beberapa-era-Ist-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Nirina Zubir cukup berhasil memerankan tokoh ibu dalam beberapa era (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Proses melepaskan diri dari karakter Ibu Ristiana ternyata menyisakan impresi yang mendalam pada personaliti Nirina dalam kehidupan sehari-hari. “Di film Jangan Buang Ibu, Nirina mendapat tantangan untuk memerankan karakter dengan tiga periode waktu yang berbeda; 40, 50, dan 60-an tahun. Terbayang nggak sih kita memproyeksikan diri kita sendiri 20 tahun yang akan datang, yang kita belum tahu seperti apa? Makanya setiap gerak-geriknya, jalannya, cara tatapan matanya, untuk Nirina lepas agak susah,” ujar Nirina Zubir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan ritme hidup pun ia rasakan pasca-produksi usai. “Salah satu perubahan Nirina setelah memerankan Ibu Ristiana adalah sekarang Nirina kalau ngomong lebih santai. Jauh daripada Nirina dulu. Dulu kalau ngomong tuh berapi-api. Tapi setelah memerankan karakter Ibu Ristiana, seperti ada pertanyaan ‘Buat apa sih buru-buru? Santai aja lagi,&#8221; tambah Nirina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sisi emosional yang kuat juga terpancar dari Refal Hady, yang didapuk memerankan tokoh Tama, anak sulung yang memikul beban berat sebagai tulang punggung keluarga setelah kepergian ayahnya. Menghadapi konfrontasi batin antara tuntutan realitas hidup dan baktinya kepada orang tua membuat karakter Tama menjadi representasi dari kegelisahan banyak anak sulung di dunia nyata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Refal, keterlibatannya dalam proyek ini terasa sangat personal dan emosional, terlebih ia harus menyaksikan respons emosional penonton sepanjang kegiatan roadshow. “Film ini memperlihatkan perjuangan seorang ibu yang selalu memprioritaskan anak-anaknya dari kecil, dengan susah payah, sosok ibu yang tangguh, dan tanpa kehadiran sosok ayah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi ketika besar, anak-anaknya mengalami dilema antara harus memprioritaskan ibu atau tidak. Ini dilema yang sekarang jadi realitas keadaan banyak dari kita,” ujar Refal Hady. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengalaman akting ini sekaligus membangkitkan kembali memori pribadinya akan sosok sang bunda yang telah tiada. “Ini sangat jadi pembelajaran bagiku. Dan menjadi refleksi, apalagi karena Mamaku sudah tidak ada. Aku jadi makin rindu sama almarhumah Mama. Seorang ibu adalah sosok yang tidak pernah tergantikan,” tambah Refal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditopang oleh jajaran pemain papan atas seperti Amanda Manopo, Saputra Kori, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, dan Humaira Jahra, film ini menjanjikan sebuah ansambel akting yang solid. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekuatan di balik layar pun tidak main-main, dengan keterlibatan nama besar seperti Luna Maya dan Yasmin Napper yang duduk di kursi Produser Eksekutif bersama Nur Iman Syafe’i dan Evi Surahmawati. Kombinasi penyutradaraan Hadrah Daeng Ratu yang jeli melihat lanskap emosi manusia dengan naskah yang membumi membuat Jangan Buang Ibu menjadi menu tontonan wajib pada bulan Juni ini, sebagai pengingat hangat di tengah dinginnya hiruk-pikuk dunia modern./<strong><em> JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Ismed Nompo</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/refleksi-berharga-dari-layar-lebar-memuliakan-ibu-lewat-sentuhan-hadrah-daeng-ratu/">Refleksi Berharga dari Layar Lebar, Memuliakan Ibu lewat Sentuhan Hadrah Daeng Ratu</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">23708</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ghost in the Cell, Ketika Hantu Jadi Cermin Sistem Indonesia yang Busuk</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/ghost-in-the-cell-ketika-hantu-jadi-cermin-sistem-indonesia-yang-busuk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 03:48:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Bioskop Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ghost In The Cell]]></category>
		<category><![CDATA[Horor Komedi]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Anwar]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Sinema Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=22747</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Tidak mudah membuat film horor komedi yang juga bisa membuat penonton merasa miris tentang negara mereka sendiri. Tapi itulah yang dicoba Joko Anwar dalam karya ke-12 nya Ghost in the Cell, yang akan memenuhi layar bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Sejak perdana di Berlinale 2026 bulan lalu, film ini sudah menciptakan buzz [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/ghost-in-the-cell-ketika-hantu-jadi-cermin-sistem-indonesia-yang-busuk/">Ghost in the Cell, Ketika Hantu Jadi Cermin Sistem Indonesia yang Busuk</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Tidak mudah membuat film horor komedi yang juga bisa membuat penonton merasa miris tentang negara mereka sendiri. Tapi itulah yang dicoba Joko Anwar dalam karya ke-12 nya <a href="https://www.instagram.com/p/DVLFyb7D0tV/" type="link" id="https://www.instagram.com/p/DVLFyb7D0tV/">Ghost in the Cell</a>, yang akan memenuhi layar bioskop Indonesia mulai 16 April 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak perdana di Berlinale 2026 bulan lalu, film ini sudah menciptakan buzz yang luar biasa. Hak penayangan film telah dibeli oleh 86 negara di berbagai benua. Di Indonesia sendiri, sebelum tayang lebar, film sudah diputar di 16 kota dengan tiket yang sold out. Jumlah itu saja sudah menunjukkan sesuatu masyarakat lapar akan cerita yang bisa membuat mereka tertawa sambil menggeram.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ceritanya sederhana tapi mengena, dimana di lapas Labuhan Angsana, seorang tahanan baru datang. Kemudian, satu per satu narapidana mati dengan cara yang sangat mengerikan. Yang membedakan film ini dari film horor biasa adalah &#8220;alasan&#8221; kematian itu, ada hantu yang membunuh berdasarkan aura atau energi paling negatif seseorang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep ini jadi jembatan sempurna untuk membawa pesan yang ingin Joko sampaikan yakni tentang korupsi, ketidakadilan, dan bagaimana sistem lapas memberikan privilese kepada narapidana dengan uang atau koneksi tertentu, sementara yang lain tersiksa. &#8220;Karena situasi Indonesia sudah terlalu absurd, jadi kalau mau membuat film tentang Indonesia juga harus bisa menangkap kesan ini. Misinya supaya penonton bisa tertawa, tapi lalu sadar bahwa kita sedang melihat diri kita sendiri,&#8221; ungkap Joko Anwar dalam pemaparan resmi film.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Ghost-in-the-Cell-segera-tayang-pada-16-April-2026-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-22748" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Ghost-in-the-Cell-segera-tayang-pada-16-April-2026-Ist.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Ghost-in-the-Cell-segera-tayang-pada-16-April-2026-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Ghost-in-the-Cell-segera-tayang-pada-16-April-2026-Ist-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Ghost-in-the-Cell-segera-tayang-pada-16-April-2026-Ist-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Ghost-in-the-Cell-segera-tayang-pada-16-April-2026-Ist-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Ghost in the Cell segera tayang pada 16 April 2026 (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan itu menangkap esensi dari apa yang ingin dilakukan Joko. Dia tidak hanya ingin membuat film yang menghibur, tapi juga yang membuka mata dengan cara yang tidak menggurui.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang menarik, <a href="https://www.instagram.com/p/DVLFyb7D0tV/" type="link" id="https://www.instagram.com/p/DVLFyb7D0tV/">Ghost in the Cell</a> bukan film yang pesimis. Justru sebaliknya, dibalik semua horor, korupsi, dan ketidakadilan yang digambarkan, ada sebuah pesan tentang harapan. &#8220;Saya memilih untuk percaya, harapan itu masih ada. Kalau tidak ada, tidak ada lagi kekuatan untuk bangun setiap pagi. Setidaknya, sekian persen masyarakat Indonesia masih ada yang jujur, dan masih ada yang mau menyuarakan. Saya percaya semangat itu tidak akan pernah mati, karena itu yang membuat kita masih mau bernapas dan bersuara,&#8221; kata Joko Anwar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesan itu terwujud dalam inti cerita film: para narapidana dan bahkan sipir akhirnya belajar bekerja sama untuk melenyapkan &#8220;hantu&#8221; yang sesungguhnya—sistem yang korup dan penindas. Ini bukan hanya narasi tentang melawan supernatural, tapi tentang kolektivitas dan keberanian untuk bersatu melawan ketidakadilan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tia Hasibuan</strong>, <em>produser film</em>, menceritakan pengalaman saat world premiere di Berlin: &#8220;Saat world premiere di Berlinale, banyak dari penonton merasakan keresahan yang sama yang ada di film ini, tentang sistem yang korup dan semangat harapan terhadap perubahan menjadi lebih baik. Meski peristiwanya di Indonesia, tetapi seluruh aspek yang ada di film ini sangat universal, bahkan dari joke dan satir yang ada di film.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini poin penting. <em>Ghost in the Cell</em> bukan film yang hanya bicara untuk penonton Indonesia. Isu korupsi, sistem yang busuk, individu yang tidak peduli sambil meneruskan tradisi ketidakadilan. Itulah mengapa 86 negara tertarik untuk menayangkan film ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan 108 pemeran yang terlibat mulai dari nama besar seperti Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Lukman Sardi, hingga wajah-wajah baru yang jadikan film ini menjadi panggung kolaborasi besar. Bukan sekadar kumpulan aktor ternama, tapi ensemble yang dirancang untuk mengeksplorasi kedalaman karakter masing-masing.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Suasana-press-conference-film-Ghost-in-the-Cell-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-22749" style="width:850px;height:auto" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Suasana-press-conference-film-Ghost-in-the-Cell-Ist.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Suasana-press-conference-film-Ghost-in-the-Cell-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Suasana-press-conference-film-Ghost-in-the-Cell-Ist-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Suasana-press-conference-film-Ghost-in-the-Cell-Ist-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Suasana-press-conference-film-Ghost-in-the-Cell-Ist-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Suasana press conference film Ghost in the Cell (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Abimana, yang memainkan Anggoro, menjelaskan bagaimana Joko bekerja dengan para aktor. &#8220;Secara keaktoran, sudah disiapkan arc character masing-masing. Anggoro, yang saya perankan, terikat dengan ibu dan keluarga. Di dalam penjara pun dia ciptakan keluarga yang dia pilih,&#8221; ujar Abimana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang unik adalah pendekatan Joko terhadap aksi. Tidak hanya tentang pukulan dan kejar-kejaran semata, tapi tentang ritme dan beat yang tepat. Abimana menambahkan: &#8220;Dalam akting itu bukan saja soal karakter, tetapi juga ada beat tempo. Misalnya dalam satu adegan <em>fighting</em>, tidak hanya satu beat tempo serius. Tapi juga jadi dance lalu ke drama, itu <em>beat</em>nya berbeda. Kalau para aktornya tidak mengerti beat yang digunakan, itu akan susah dan membuat berantakan syutingnya,&#8221; ungkap Joko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adegan aksi film ini melibatkan ratusan orang yang dikerjakan dalam satu<em> long take</em> dan ini bukan pekerjaan mudah. Ini membuktikan bahwa Joko tidak hanya brilliant dalam <em>storytelling,</em> tapi juga obsesif dalam detail eksekusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Genre horor-komedi sering menjadi jebakan. Terlalu banyak lucu dan cerita kehilangan dampak, terlalu serius dan komedinya terasa paksa. Joko, yang sudah berpengalaman menggabungkan genre sejak film debutnya tahu bagaimana menyeimbangkan keduanya. Di Ghost in the Cell, horor dan komedi tidak bersaing. Mereka bekerja sama untuk menciptakan pengalaman yang unik. Saat penonton tertawa, itu bukan karena mereka lupa bahwa mereka melihat cerita yang dark. Itu karena mereka sadar betapa <em>absurd</em> situasi yang sedang dimainkan, sama seperti situasi nyata di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ghost in the Cell bukan hanya film yang datang untuk menghibur akhir pekan penonton. Ini adalah karya yang ingin berbicara kepada Anda tentang sistem, tentang kemanusiaan, tentang harapan, dan tentang kekuatan kolektivitas. Bahwa bahkan di tempat paling gelap sekalipun di dalam penjara, di bawah sistem yang korup, ada kemungkinan untuk bersatu dan melawan./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Nuhaa</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/ghost-in-the-cell-ketika-hantu-jadi-cermin-sistem-indonesia-yang-busuk/">Ghost in the Cell, Ketika Hantu Jadi Cermin Sistem Indonesia yang Busuk</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22747</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Joko Anwar Tembus Berlinale 2026, Mengurai Borok Kekuasaan Lewat &#8216;Ghost in the Cell&#8217;</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/joko-anwar-tembus-berlinale-2026-mengurai-borok-kekuasaan-lewat-ghost-in-the-cell/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 08:01:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Berlin International Film Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Berlinale 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Come and See Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ghost In The Cell]]></category>
		<category><![CDATA[Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Anwar]]></category>
		<category><![CDATA[Legacy Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi Film]]></category>
		<category><![CDATA[Rapi Films]]></category>
		<category><![CDATA[Sinema]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=21345</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Dunia sinema internasional kembali melirik narasi tajam dari tanah air. Sutradara kenamaan Joko Anwar melalui karya terbarunya, Ghost in the Cell, dipastikan akan mengibarkan bendera Indonesia di ajang Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. Film ini terpilih masuk dalam kategori &#8216;Forum&#8217;, sebuah ruang kurasi yang dikenal sangat selektif dan prestisius di festival film [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/joko-anwar-tembus-berlinale-2026-mengurai-borok-kekuasaan-lewat-ghost-in-the-cell/">Joko Anwar Tembus Berlinale 2026, Mengurai Borok Kekuasaan Lewat &#8216;Ghost in the Cell&#8217;</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Dunia sinema internasional kembali melirik narasi tajam dari tanah air. Sutradara kenamaan <a href="https://www.instagram.com/jokoanwar/?hl=en">Joko Anwar</a> melalui karya terbarunya, <a href="https://www.instagram.com/p/DMhrnKrPccM/?hl=en">Ghost in the Cell</a>, dipastikan akan mengibarkan bendera Indonesia di ajang Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. Film ini terpilih masuk dalam kategori &#8216;Forum&#8217;, sebuah ruang kurasi yang dikenal sangat selektif dan prestisius di festival film kelas A tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berlinale Forum bukanlah sekadar panggung pemutaran biasa. Seksi ini memiliki reputasi sebagai rumah bagi film-film yang memiliki visi sinematik progresif, berani secara estetika, serta memiliki ketajaman dalam membedah realitas sosial dan politik. Dengan terpilihnya Ghost in the Cell, Joko Anwar memperpanjang tradisi sinema yang mendorong batas-batas konvensional, menawarkan perspektif tidak lazim di tengah dominasi genre horor yang kian menjamur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemilihan film ini ke dalam kategori Forum bukan tanpa alasan yang kuat. Sejarah mencatat bahwa seksi ini pernah menjadi tempat bagi karya-karya besar yang memiliki identitas artistik kuat namun tetap menyentuh isu sosial yang mendalam, seperti Snowpiercer karya Bong Joon-ho maupun fenomena horor Korea Exhuma. Masuknya Ghost in the Cell menempatkan film ini sejajar dengan karya-karya yang mampu menjaga keseimbangan antara kualitas arthouse dan daya pikat genre bagi publik luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami sangat bangga film Ghost in the Cell terpilih di section ini di Berlinale karena section ini dikenal sebagai section yang secara kuratorial selalu memilih film yang bukan sekadar mengandalkan cerita, tetapi juga relevansinya kuat dengan situasi sosial dan politik negara asal setiap film yang masuk seleksi ini,” kata Joko Anwar menjelaskan alasan di balik kebanggaannya terhadap pencapaian ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara naratif, Ghost in the Cell mengambil latar tempat yang mencekam, sebuah penjara di Indonesia yang menjadi muara kekerasan dan ketidakadilan. Melalui medium horor, film ini tidak hanya bertujuan meneror penonton secara fisik, tetapi juga membongkar bagaimana sistem kekuasaan bekerja melindungi dirinya sendiri di balik jeruji besi. Film ini menjadi kritik pedas terhadap institusi yang seharusnya berfungsi sebagai ruang hukuman namun justru berubah menjadi arena opresi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan internasional film ini akan dimulai dengan world premiere yang dijadwalkan berlangsung di bioskop bersejarah Delphi Filmpalast am Zoo pada 13 Februari 2026. Sepanjang rangkaian Berlinale yang berlangsung dari 12 hingga 22 Februari 2026, film ini akan diputar sebanyak tiga kali di hadapan komunitas sinema global, mulai dari kritikus, kurator, hingga pelaku industri papan atas dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan menembus pasar internasional ini juga dipandang sebagai jaminan mutu bagi penonton domestik. Produser film Ghost in the Cell, <strong>Tia Hasibuan</strong>, menekankan bahwa apresiasi dari Berlin adalah sinyal positif bagi kualitas produksi yang mereka usung. “Ini sekaligus sinyal yang membuat Ghost in the Cell sebagai film yang menjanjikan kekuatan cerita, Bahasa sinema, dan gagasan yang kuat dan menarik untuk segera dinikmati penonton bioskop Indonesia,” kata Tia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film yang diproduksi oleh Come and See Pictures berkolaborasi dengan RAPI Films dan Legacy Pictures ini juga menarik perhatian pasar global melalui keterlibatan Barunson E&amp;A sebagai sales agent untuk perilisan internasional. Langkah ini semakin mengukuhkan posisi film Indonesia yang kini semakin berani melakukan eksplorasi teknis dan substansi. Setelah melalui perjalanan panjang di Berlin, film ini dijadwalkan segera menyapa penonton di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada tahun ini juga./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Ismed Nompo</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/joko-anwar-tembus-berlinale-2026-mengurai-borok-kekuasaan-lewat-ghost-in-the-cell/">Joko Anwar Tembus Berlinale 2026, Mengurai Borok Kekuasaan Lewat &#8216;Ghost in the Cell&#8217;</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21345</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Telusuri Labirin Kekuasaan dan Mistik Lewat Film &#8220;Ratu Malaka&#8221; Karya Angga Dwimas Sasongko</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/telusuri-labirin-kekuasaan-dan-mistik-lewat-film-ratu-malaka-karya-angga-dwimas-sasongko/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 02:31:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi]]></category>
		<category><![CDATA[Angga Dimas Sasongko]]></category>
		<category><![CDATA[Cinema]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ganindra Bimo]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Birowo]]></category>
		<category><![CDATA[JAFF]]></category>
		<category><![CDATA[Jihane Almira]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja-NETPAC Asian Film Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lutesha]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ratu Malaka]]></category>
		<category><![CDATA[Verdi Solaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Visinema]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=21275</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Lanskap perfilman aksi Indonesia bersiap menyambut sebuah visi baru yang tidak hanya mengandalkan ketangkasan fisik, tetapi juga kedalaman pembangunan dunia imajiner. Setelah sukses mencuri perhatian di ajang Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025, Visinema secara resmi membuka tabir pertama dari proyek ambisius mereka yang bertajuk Ratu Malaka. Melalui unggahan di kanal digital resmi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/telusuri-labirin-kekuasaan-dan-mistik-lewat-film-ratu-malaka-karya-angga-dwimas-sasongko/">Telusuri Labirin Kekuasaan dan Mistik Lewat Film &#8220;Ratu Malaka&#8221; Karya Angga Dwimas Sasongko</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Lanskap perfilman aksi Indonesia bersiap menyambut sebuah visi baru yang tidak hanya mengandalkan ketangkasan fisik, tetapi juga kedalaman pembangunan dunia imajiner. Setelah sukses mencuri perhatian di ajang Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025, Visinema secara resmi membuka tabir pertama dari proyek ambisius mereka yang bertajuk <em><a href="https://www.youtube.com/watch?v=5p561-eXVjY">Ratu Malaka</a></em>. Melalui unggahan di kanal digital resmi, publik diajak mengintip potongan-potongan visual yang meng<em>gambarkan </em>sebuah semesta fiksi yang gelap, di mana hukum dan ritual berkelindan dalam satu napas yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran Ratu Malaka menjadi catatan penting bagi perjalanan karier <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Angga_Dwimas_Sasongko">Angga Dwimas Sasongko</a>. Setelah dua tahun belakangan lebih banyak mencurahkan energinya di balik meja kepemimpinan sebagai nakhoda <a href="https://www.instagram.com/visinemaid/?hl=en">Visinema Group</a>, Angga kini kembali turun langsung ke kursi sutradara. Langkah ini menandai kembalinya sang sineas ke genre aksi, setelah sebelumnya ia mendobrak pakem melalui Mencuri Raden Saleh dan ledakan adrenalin dalam 13 Bom di Jakarta. Namun, kali ini Angga melangkah lebih jauh dengan menyisipkan elemen mistis ke dalam struktur aksi kriminal yang menjadi tulang punggung ceritanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam narasi yang dibangun, Ratu Malaka bukan sekadar latar tempat, melainkan sebuah entitas yang hidup. Visinema mendeskripsikan dunia ini sebagai sebuah kerajaan bayangan yang lahir dari visi tajam sang sutradara. Melalui akun resmi @RatuMalakaFilm, diungkapkan bahwa, “Hari ini, Ratu Malaka membuka pintunya untuk pertama kali. Ini adalah first look dari dunia yang lahir dari visi dan imajinasi Angga Sasongko — sebuah kerajaan bayangan, di mana kekuasaan disusun oleh hukum, ritual, dan mitosnya sendiri, serta dibentuk oleh pilihan paling gelap manusia.”</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Ratu-Malaka-merupakan-film-di-bawah-bendera-Visinema-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-21278" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Ratu-Malaka-merupakan-film-di-bawah-bendera-Visinema-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Ratu-Malaka-merupakan-film-di-bawah-bendera-Visinema-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Ratu-Malaka-merupakan-film-di-bawah-bendera-Visinema-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Ratu Malaka merupakan film di bawah bendera Visinema (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Proses kreatif di balik layar menitikberatkan pada kekokohan struktur cerita atau world building. Angga Dwimas Sasongko yang juga bertindak sebagai penulis naskah menjelaskan bahwa tantangan terbesar film ini adalah menciptakan ekosistem cerita yang utuh dan memiliki logika internal yang kuat. Menurut Angga, “Ratu Malaka menuntut pendekatan world building yang intensif. Di sini, kami membangun dunia imajinasi yang utuh, dengan aturan, struktur kekuasaan, dan lapisan mistisnya sendiri. Malaka hadir lebih dari latar, namun menjadi dunia yang hidup dan menentukan pilihan setiap karakternya.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Visual perdana yang dibagikan kepada publik memperlihatkan atmosfer yang mencekam sekaligus elegan. Marcella Zalianty tampil dengan aura dominan, duduk dengan tenang namun memancarkan otoritas besar di tengah kepungan figur-figur yang mengancam. Kontras dengan ketenangan tersebut, Claresta Taufan yang melakoni debut aksi layar lebarnya terlihat dalam kondisi terdesak di bawah tatapan dingin karakter yang diperankan Wulan Guritno. Di sudut lain, ketegangan fisik direpresentasikan secara apik melalui sosok Dion Wiyoko yang bersiap dengan senjata di tengah kepulan percikan api, memberikan sinyal kuat akan skala aksi yang akan disuguhkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memastikan kualitas koreografi aksi mencapai standar internasional, Visinema menggandeng Chan Man-ching sebagai koordinator stunt. Rekam jejak Chan yang pernah menangani film legendaris seperti Rush Hour serta berbagai proyek bersama Jackie Chan, memberikan jaminan akan estetika laga yang berkelas. Ia berkolaborasi dengan talenta lokal, Reza Hilman, aktor sekaligus mantan atlet pencak silat yang pernah mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan gaya bertarung yang unik, menyesuaikan dengan nuansa mistik dan kriminal yang menjadi napas film ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Naskah Ratu Malaka sendiri diracik oleh Angga bersama Irfan Ramli, penulis yang telah teruji lewat raihan Piala Citra FFI. Kehadiran nama-nama besar seperti Jihane Almira, Lutesha, Ganindra Bimo, hingga aktor watak sekelas Indra Birowo dan Verdi Solaiman, semakin mengukuhkan film ini sebagai salah satu proyek paling diantisipasi. Meski para penggemar harus bersabar karena film ini baru dijadwalkan menyapa layar bioskop pada tahun 2027, first look ini telah berhasil menanamkan rasa penasaran tentang bagaimana sejarah luka dan mitos akan menentukan takdir para karakter di dalam semesta fiksi yang kelam tersebut./ </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="jeg_video_container jeg_video_content"><iframe loading="lazy" title="RATU MALAKA - The new epic action film from Angga Dwimas Sasongko | In Cinemas 2027" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/5p561-eXVjY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/telusuri-labirin-kekuasaan-dan-mistik-lewat-film-ratu-malaka-karya-angga-dwimas-sasongko/">Telusuri Labirin Kekuasaan dan Mistik Lewat Film &#8220;Ratu Malaka&#8221; Karya Angga Dwimas Sasongko</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21275</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dilema di Persimpangan Iman dan Restu dalam &#8220;Patah Hati yang Kupilih&#8221;</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dilema-di-persimpangan-iman-dan-restu-dalam-patah-hati-yang-kupilih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 01:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[Danial Rifki]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ketika Cinta Iman dan Restu Orangtua Tak Sejalan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Patah Hati yang Kupilih]]></category>
		<category><![CDATA[Sinemaku Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Umay Shahab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=21076</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Persoalan cinta di Indonesia sering kali tidak sesederhana pertemuan dua hati, melainkan sebuah negosiasi panjang dengan nilai-nilai yang tumbuh di lingkungan sekitar. Menjelang akhir tahun 2025, Sinemaku Pictures mencoba membedah kerumitan tersebut melalui karya terbaru mereka bertajuk &#8220;Patah Hati yang Kupilih&#8221;. Film ini bukan sekadar romansa picisan, melainkan sebuah refleksi mendalam mengenai bagaimana [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dilema-di-persimpangan-iman-dan-restu-dalam-patah-hati-yang-kupilih/">Dilema di Persimpangan Iman dan Restu dalam &#8220;Patah Hati yang Kupilih&#8221;</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Persoalan cinta di Indonesia sering kali tidak sesederhana pertemuan dua hati, melainkan sebuah negosiasi panjang dengan nilai-nilai yang tumbuh di lingkungan sekitar. Menjelang akhir tahun 2025, <a href="https://www.instagram.com/sinemaku_pictures/?hl=en">Sinemaku Pictures</a> mencoba membedah kerumitan tersebut melalui karya terbaru mereka bertajuk &#8220;Patah Hati yang Kupilih&#8221;. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Film ini bukan sekadar romansa picisan, melainkan sebuah refleksi mendalam mengenai bagaimana iman, tradisi keluarga, dan tanggung jawab hidup sering kali berdiri berseberangan dengan keinginan pribadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui tangan dingin sutradara <strong>Danial Rifki</strong>, penonton diajak menyelami kehidupan Ben (<strong>Bryan Domani</strong>) dan Alya (<strong>Prilly Latuconsina</strong>), sepasang insan yang sempat dipisahkan oleh perbedaan keyakinan namun tetap terikat oleh sebuah konsekuensi besar dari masa lalu mereka. Hubungan mereka kini bertransformasi menjadi sesuatu yang jauh lebih kompleks dari sekadar rindu, mereka harus berperan sebagai orangtua tanpa pernah bisa bersatu kembali sebagai pasangan. Di sinilah letak kekuatan narasi film ini, di mana cinta tak lagi menjadi solusi, melainkan sebuah ruang untuk belajar merelakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Isu perbedaan iman yang diangkat bukan lagi sekadar bumbu konflik, melainkan fondasi utama yang menguji batas kedewasaan setiap karakter. Danial Rifki menekankan bahwa film ini adalah ruang untuk memahami perspektif manusia saat dihadapkan pada pilihan sulit. “Ketika membicarakan perbedaan, kita sebenarnya sedang membicarakan cara manusia memandang hidup. Film ini mencoba menghadirkan ruang bagi penonton untuk memahami perasaan setiap karakter dan berdiskusi tentang pilihan-pilihan sulit yang harus diambil,” kata Danial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, kehadiran sosok orangtua dalam Patah Hati yang Kupilih memberikan lapisan konflik yang sangat relevan dengan dinamika keluarga di Indonesia. Orangtua kerap diposisikan sebagai figur yang berniat melindungi masa depan anak-anak mereka, namun tanpa disadari, perlindungan tersebut justru menjelma menjadi tekanan yang membatasi ruang gerak batin sang anak. Konflik ini menyoroti bagaimana restu sering kali menjadi penentu arah hidup yang tak bisa ditawar, meski harus mengorbankan kebahagiaan personal.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Para-pemain-yang-terlibat-di-film-Patah-Hati-yang-Kupilih-Denny-Natanael-Pohan.jpg" alt="" class="wp-image-21077" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Para-pemain-yang-terlibat-di-film-Patah-Hati-yang-Kupilih-Denny-Natanael-Pohan.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Para-pemain-yang-terlibat-di-film-Patah-Hati-yang-Kupilih-Denny-Natanael-Pohan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Para-pemain-yang-terlibat-di-film-Patah-Hati-yang-Kupilih-Denny-Natanael-Pohan-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Para pemain yang terlibat di film Patah Hati yang Kupilih (Denny Natanael Pohan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Produser Umay Shahab mengungkapkan bahwa Sinemaku Pictures ingin menghadirkan cerita yang lebih matang dan mampu memantik diskusi publik. Dalam pandangannya, realitas kehidupan sering kali berada di area abu-abu, bukan sekadar hitam atau putih yang mudah diputuskan. “Patah Hati yang Kupilih berbicara tentang perbedaan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bukan untuk menghakimi, tetapi untuk mengajak penonton berdiskusi dan merenungkan pilihan hidup yang sering kali tidak hitam-putih,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan karakter Alya menjadi poin emosional tersendiri dalam film ini, menggambarkan ketangguhan seorang perempuan yang harus memikul peran ibu tunggal di bawah bayang-bayang ketidakpastian. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Ben merepresentasikan sisi laki-laki yang berjuang menyeimbangkan antara tanggung jawab moral, kasih sayang, dan keikhlasan. Keduanya berupaya menavigasi hidup di tengah keterbatasan ruang untuk bersama, sambil terus dihantui oleh pertanyaan tentang masa depan yang mungkin tak akan pernah sejalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menampilkan akting terbaik dari Bryan Domani dan Prilly Latuconsina, film ini juga menghadirkan Humaira Jahra, Marissa Anita, Rowiena Umboh, Willem Bevers, Akbar Indian, Halda Rianta, dan Niky Putra. Dengan pendekatan visual yang tenang namun sarat emosi, film ini dijadwalkan menyapa penonton di bioskop-bioskop tanah air mulai 24 Desember 2025. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Patah Hati yang Kupilih pada akhirnya menjadi sebuah pengingat bahwa dalam hidup, terkadang mencintai tidak berarti memiliki, dan ada jenis-jenis patah hati yang memang harus dipilih demi kebaikan yang lebih besar./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Denny Nathanael Pohan</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dilema-di-persimpangan-iman-dan-restu-dalam-patah-hati-yang-kupilih/">Dilema di Persimpangan Iman dan Restu dalam &#8220;Patah Hati yang Kupilih&#8221;</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21076</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Horor Tradisi Nusantara Bangkit, “Danyang Wingit Jumat Kliwon” Catat Antusiasme Penonton</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/horor-tradisi-nusantara-bangkit-danyang-wingit-jumat-kliwon-catat-antusiasme-penonton/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 10:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Riyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Celine Evangelista]]></category>
		<category><![CDATA[Danyang Wingit Jumat Kliwon]]></category>
		<category><![CDATA[Film Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Khanza Film Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=20563</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA — Gelombang antusiasme penonton terhadap film Danyang Wingit Jumat Kliwon menandai babak baru bagi kebangkitan horor lokal. Hanya beberapa jam setelah konferensi pers digelar, lebih dari 3.000 tiket untuk Gala Premiere langsung habis terjual. Fenomena ini menegaskan bahwa film horor berbasis kultur Nusantara terus menemukan ruang hangat di hati penonton Indonesia. Diproduksi oleh Khanza [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/horor-tradisi-nusantara-bangkit-danyang-wingit-jumat-kliwon-catat-antusiasme-penonton/">Horor Tradisi Nusantara Bangkit, “Danyang Wingit Jumat Kliwon” Catat Antusiasme Penonton</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA — Gelombang antusiasme penonton terhadap film <a href="https://www.instagram.com/khanza.film/?hl=en">Danyang Wingit Jumat Kliwon</a> menandai babak baru bagi kebangkitan horor lokal. Hanya beberapa jam setelah konferensi pers digelar, lebih dari 3.000 tiket untuk Gala Premiere langsung habis terjual. Fenomena ini menegaskan bahwa film horor berbasis kultur Nusantara terus menemukan ruang hangat di hati penonton Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diproduksi oleh <a href="https://www.instagram.com/khanza.film/?hl=en">Khanza Film Entertainment</a>, karya ini disutradarai sekaligus diproduseri oleh <strong>Agus Riyanto</strong>, dengan naskah dari penulis kawakan Dirmawan Hatta. Keduanya menggabungkan kekuatan narasi dan nilai budaya dalam satu bingkai sinema yang intens, mistis, sekaligus manusiawi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Danyang Wingit Jumat Kliwon bukan sekadar kisah teror supranatural. Film ini memadukan atmosfer ritual, pusaka, dan mitos danyang dengan drama psikologis tentang harga ambisi manusia. Teror yang dihadirkan bukan hanya dari sosok tak kasat mata, melainkan dari keputusan dan kerentanan manusia sendiri. Pesan moralnya tegas, ketika hasrat akan kekuasaan dan keabadian menelan akal sehat, manusia bisa tampil jauh lebih menakutkan daripada iblis yang diceritakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Celine Evangelista</strong> tampil sebagai Citra, seorang sinden muda yang direkrut ke dalam padepokan. Di balik perannya yang tampak luhur, Citra tanpa sadar dipersiapkan sebagai tumbal terakhir dalam ritual keabadian. Demi mendalami karakter ini, Celine melakukan riset mendalam—menyaksikan langsung pertunjukan wayang, belajar nembang, dan berlatih bersama <em>acting coach</em>.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/Celine-Evangelista-memerankan-Citra-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-20564" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/Celine-Evangelista-memerankan-Citra-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/Celine-Evangelista-memerankan-Citra-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/11/Celine-Evangelista-memerankan-Citra-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Celine Evangelista memerankan Citra (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">“Saya menonton pertunjukan wayang secara langsung dan riset dari banyak aspek, karena nembang itu tidak mudah. Proses belajarnya cukup menantang, tapi justru itu yang membuat saya tertarik mengambil film ini. Saya juga ingin membuat orang-orang lebih peduli terhadap kesenian tradisional,” ungkap Celine.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, sang sutradara, Agus Riyanto, menegaskan bahwa film ini ingin menempatkan nilai budaya di atas bayang-bayang mistisnya. “Kita ingin mengangkat bahwa nilai budaya harus di atas nilai mistis yang tertinggal di dalamnya. Pada akhirnya penonton setelah keluar dari ruangan bioskop, membawa pesan, wayang adalah budaya Indonesia yang indah yang harus diperkenalkan ke setiap generasi, bukan hal-hal mistis yang dapat disalahgunakan untuk hal buruk,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan pijakan tersebut, Danyang Wingit Jumat Kliwon menjelma menjadi lebih dari sekadar tontonan menegangkan. Ia menghadirkan lapisan-lapisan emosi tentang keluarga, kepercayaan, dan pilihan moral, membuat teror terasa personal dan relevan. Film ini bukan hanya membangkitkan sosok danyang dari cerita rakyat, tetapi juga menggugah kesadaran penonton tentang hubungan manusia dengan tradisi dan spiritualitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ludesnya lebih dari 3.000 tiket Gala Premiere menjadi sinyal kuat bahwa perpaduan horor tradisi dan drama psikologis memiliki daya tarik yang sulit ditolak. Di tengah maraknya film impor, Danyang Wingit Jumat Kliwon hadir sebagai penanda bahwa horor lokal berbasis kearifan budaya masih punya magnet yang tak kalah kuat sekaligus membuktikan bahwa kisah dari tanah sendiri mampu mengguncang layar bioskop nasional./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA </em></strong>| iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/horor-tradisi-nusantara-bangkit-danyang-wingit-jumat-kliwon-catat-antusiasme-penonton/">Horor Tradisi Nusantara Bangkit, “Danyang Wingit Jumat Kliwon” Catat Antusiasme Penonton</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20563</post-id>	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Waktu Maghrib 2&#8221; Siap Teror Bioskop Mulai 28 Mei 2025</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/waktu-maghrib-2-siap-teror-bioskop-mulai-28-mei-2025-lebih-mencekam-lebih-gelap-lebih-banyak-anak-kerasukan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2025 17:10:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Anantya Kirana]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Horror]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kebon Studio]]></category>
		<category><![CDATA[Legacy Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Rapi Films]]></category>
		<category><![CDATA[Rhaya Flicks]]></category>
		<category><![CDATA[Sekuel]]></category>
		<category><![CDATA[Sidharta Tata]]></category>
		<category><![CDATA[Sky Media]]></category>
		<category><![CDATA[Waktu Maghrib 2]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=18792</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Ketegangan akan kembali menyelimuti layar lebar tanah air dengan hadirnya Waktu Maghrib 2, sekuel horor produksi Rapi Films yang siap tayang mulai 28 Mei 2025. Disutradarai oleh Sidharta Tata dan diproduseri Gope T. Samtani, film ini menjanjikan pengalaman horor yang jauh lebih mencekam dibanding pendahulunya yang sukses besar pada 2023. Tak sekadar mengandalkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/waktu-maghrib-2-siap-teror-bioskop-mulai-28-mei-2025-lebih-mencekam-lebih-gelap-lebih-banyak-anak-kerasukan/">&#8220;Waktu Maghrib 2&#8221; Siap Teror Bioskop Mulai 28 Mei 2025</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA – Ketegangan akan kembali menyelimuti layar lebar tanah air dengan hadirnya <a href="https://www.google.com/search?client=safari&amp;rls=en&amp;q=waktu+maghrib+2&amp;ie=UTF-8&amp;oe=UTF-8">Waktu Maghrib 2</a>, sekuel horor produksi Rapi Films yang siap tayang mulai 28 Mei 2025. Disutradarai oleh Sidharta Tata dan diproduseri Gope T. Samtani, film ini menjanjikan pengalaman horor yang jauh lebih mencekam dibanding pendahulunya yang sukses besar pada 2023.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak sekadar mengandalkan jump scare, Waktu Maghrib 2 menggali lebih dalam akar ketakutan kolektif masyarakat Indonesia lewat mitos jin Ummu Sibyan. Sosok makhluk gaib ini dikenal dalam budaya lokal sebagai entitas jahat yang mengincar anak-anak dan wanita hamil saat azan maghrib berkumandang. Atmosfer kelam dan narasi yang menyatu dengan mitologi lokal menjadikan film ini tak hanya menegangkan, tetapi juga relevan secara budaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kengerian semakin nyata dengan keterlibatan puluhan anak dalam adegan kerasukan yang intens, menjadikan sekuel ini sebagai salah satu film horor lokal paling ambisius tahun ini. Dalam salah satu adegan klimaks, sekelompok anak tanpa sengaja memicu kutukan setelah pertengkaran di lapangan bola saat senja, hingga satu per satu mereka diteror oleh kekuatan tak kasat mata yang memburu mereka di tengah hutan Desa Giritirto.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Sang sutradara</em>, <strong>Sidharta Tata</strong>, menjanjikan peningkatan signifikan dari sisi teknis dan sinematik. “Di film ini, horor tidak hanya datang dari rasa takut personal, tetapi juga dari suasana kolektif—bagaimana satu desa hidup dalam teror yang tak terjelaskan,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa penggunaan elemen-elemen visual seperti pencahayaan remang dan efek praktikal digunakan secara maksimal untuk menciptakan nuansa mencekam yang lebih realistis.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Anantya Kirana</strong>, aktris muda yang memerankan karakter Wulan, mengungkapkan bahwa proses syuting penuh tantangan, terutama saat menjalani adegan kerasukan. “Aku harus benar-benar keluar dari diri aku sendiri, jadi anak yang kesurupan, yang enggak bisa dikontrol. Tantangan fisiknya juga berat karena kami banyak pakai sling untuk adegan yang intens,” ungkap Anantya yang baru berusia 15 tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain Anantya, deretan aktor dan aktris muda berbakat lainnya seperti Omar Daniel, Sulthan Hamonangan, Ghazi Alhabsyi, Muzakki Ramdhan, hingga Fita Anggriani turut memperkuat sisi akting film ini. Performanya yang solid akan membuat penonton betah sekaligus tegang sepanjang durasi film.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diproduksi oleh Rapi Films bersama Sky Media, Rhaya Flicks, Legacy Pictures, dan Kebon Studio, Waktu Maghrib 2 hadir sebagai lanjutan dari kisah mistis yang sebelumnya berhasil menempati posisi puncak box office film horor Indonesia. Kali ini, ancamannya lebih nyata, penyampaiannya lebih berkelas, dan ketegangannya dijamin membuat jantung berdegup sejak menit pertama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi penggemar horor tanah air, film ini adalah tontonan wajib. Catat tanggalnya—Waktu Maghrib 2 resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 28 Mei 2025./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Ismed Nompo</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/waktu-maghrib-2-siap-teror-bioskop-mulai-28-mei-2025-lebih-mencekam-lebih-gelap-lebih-banyak-anak-kerasukan/">&#8220;Waktu Maghrib 2&#8221; Siap Teror Bioskop Mulai 28 Mei 2025</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">18792</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
