<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indeks Keyakinan Konsumen Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/indeks-keyakinan-konsumen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/indeks-keyakinan-konsumen/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Sep 2025 13:21:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Indeks Keyakinan Konsumen Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/indeks-keyakinan-konsumen/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Anis Byarwati Soroti Turunnya Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja dan Keyakinan Konsumen</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/news/anis-byarwati-soroti-turunnya-indeks-ketersediaan-lapangan-kerja-dan-keyakinan-konsumen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2025 00:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Byarwati]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Keyakinan Konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=20112</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati, menyoroti kondisi perekonomian nasional yang dinilai menghadapi tantangan serius setelah Bank Indonesia (BI) melaporkan penurunan dua indikator penting, yakni Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Menurut Anis, pelemahan kedua indeks ini harus segera direspons pemerintah karena erat kaitannya dengan daya beli [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/anis-byarwati-soroti-turunnya-indeks-ketersediaan-lapangan-kerja-dan-keyakinan-konsumen/">Anis Byarwati Soroti Turunnya Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja dan Keyakinan Konsumen</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA – Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, <strong><a href="https://journeyofindonesia.com/news/anis-byarwati-minta-bps-buka-metodologi-pdb-demi-transparansi-dan-kepercayaan-publik/">Anis Byarwati</a></strong>, menyoroti kondisi perekonomian nasional yang dinilai menghadapi tantangan serius setelah Bank Indonesia (BI) melaporkan penurunan dua indikator penting, yakni Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Anis, pelemahan kedua indeks ini harus segera direspons pemerintah karena erat kaitannya dengan daya beli masyarakat serta arah pemulihan ekonomi nasional. “Menurunnya optimisme terhadap pekerjaan berpotensi menekan konsumsi rumah tangga, karena masyarakat akan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Jika berlanjut, hal ini dapat melemahkan permintaan domestik dan memperlambat pemulihan ekonomi nasional,” ujar Anis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/9/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bank Indonesia dalam laporannya pada 10 September 2025 menyebutkan bahwa IKLK pada Agustus tercatat di angka 93,2. Angka ini menempatkan IKLK di bawah level 100 atau zona pesimis selama empat bulan berturut-turut sejak Mei 2025. Kondisi ini, kata Anis, menunjukkan masyarakat semakin khawatir terhadap ketersediaan lapangan kerja. Padahal, ketersediaan pekerjaan menjadi salah satu penopang utama konsumsi rumah tangga yang menggerakkan roda ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain IKLK, BI juga mencatat penurunan Indeks Keyakinan Konsumen pada Agustus 2025. IKK turun menjadi 117,2 dari posisi 118,1 pada Juli. Meski angka tersebut masih di zona optimis karena berada di atas 100, penurunannya dinilai signifikan. “Angka 117,2 adalah yang terendah sejak September 2022 atau hampir tiga tahun terakhir. Eksekutif perlu merespons penurunan IKK ini karena berkaitan langsung dengan pola belanja masyarakat,” kata <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_XI_Dewan_Perwakilan_Rakyat_Republik_Indonesia">Anggota Komisi XI DPR RI</a> itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anis menekankan pentingnya langkah strategis dari Menteri Keuangan yang baru untuk memperkuat konsumsi masyarakat. Ia menilai, meningkatnya konsumsi dapat mendorong investasi dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. “Salah satu solusi yang bisa ditempuh adalah menaikkan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP). Ide ini sudah pernah kami sampaikan dua tahun lalu. Kebijakan tersebut berpotensi mendorong perekonomian sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” paparnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, lanjut Anis, pemerintah juga bisa mengeluarkan kebijakan fiskal ekspansif. Bentuknya bisa berupa subsidi, pemotongan pajak, maupun penyaluran bantuan tunai langsung (cash transfer). “Langkah-langkah itu akan memperkuat optimisme konsumen dan membantu menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ujarnya./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/anis-byarwati-soroti-turunnya-indeks-ketersediaan-lapangan-kerja-dan-keyakinan-konsumen/">Anis Byarwati Soroti Turunnya Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja dan Keyakinan Konsumen</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20112</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pendapatan Negara Masih di Bawah Target, Anis Byarwati Desak Langkah Masif dan Strategis</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/news/pendapatan-negara-masih-di-bawah-target-anis-byarwati-desak-langkah-masif-dan-strategis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2025 02:52:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Byarwati]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Keyakinan Konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi XI DPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=18123</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Realisasi pendapatan negara hingga akhir kuartal I 2025 tercatat sebesar Rp516,1 triliun, masih tertinggal jauh dari belanja negara yang mencapai Rp620,3 triliun. Kondisi ini menjadi sorotan Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, yang menilai perlunya langkah-langkah masif untuk meningkatkan penerimaan negara, terutama dari sektor perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Menurut [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/pendapatan-negara-masih-di-bawah-target-anis-byarwati-desak-langkah-masif-dan-strategis/">Pendapatan Negara Masih di Bawah Target, Anis Byarwati Desak Langkah Masif dan Strategis</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA – Realisasi pendapatan negara hingga akhir kuartal I 2025 tercatat sebesar Rp516,1 triliun, masih tertinggal jauh dari belanja negara yang mencapai Rp620,3 triliun. Kondisi ini menjadi sorotan <a href="https://journeyofindonesia.com/news/anis-byarwati-lpdp-harus-prioritaskan-beasiswa-afirmasi-demi-pemerataan-pendidikan/">Anggota Komisi XI DPR RI</a>, Anis Byarwati, yang menilai perlunya langkah-langkah masif untuk meningkatkan penerimaan negara, terutama dari sektor perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Anis, pencapaian penerimaan pajak per Maret 2025 baru mencapai 16,1 persen dari target APBN. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 dan 2023 yang masing-masing mencapai lebih dari 20 persen dan 24,96 persen. “Kondisi ini tak lepas dari pengaruh ekonomi global, fluktuasi tarif, serta efektivitas sistem perpajakan seperti Coretax yang masih perlu diperbaiki,” ujarnya di Jakarta, Senin (22/4/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menyoroti perlambatan pada sektor komoditas sebagai salah satu penyebab menurunnya pendapatan negara. Penurunan harga komoditas global, menurutnya, sangat sensitif terhadap kinerja penerimaan negara, baik dari sisi pajak maupun PNBP. “Pemerintah seharusnya sudah mengantisipasi dampak ini lebih awal,” tegas <a href="https://www.instagram.com/anis.byarwati/?hl=en">Anis Byarwati</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski begitu, Anis mengapresiasi tren positif penerimaan pajak secara tahunan (year-on-year) per Maret 2025 yang mulai tumbuh. Ia menyebut bahwa hal ini patut dipertahankan dengan menjaga momentum dan meningkatkan efisiensi administrasi pajak. “Realisasi kumulatif dari Desember 2024 hingga Maret 2025 menunjukkan perbaikan yang layak diapresiasi,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya percepatan realisasi anggaran oleh berbagai kementerian dan lembaga. Menurut Anis, lambatnya penyerapan anggaran kerap menjadi hambatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Ketika ketidakpastian global terus meningkat, semua lini pemerintah harus bergerak cepat dan solid,” imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anis juga menyarankan agar pemerintah lebih agresif dalam membuka akses pasar ekspor, khususnya ke Amerika Serikat. Ia mengungkapkan potensi tambahan pendapatan sebesar USD6,4 miliar jika Indonesia mampu mengambil 10% pangsa pasar dari negara-negara sejenis. “Penetrasi pasar ini akan berdampak langsung pada peningkatan lapangan kerja di sektor padat karya,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia pun mengingatkan bahwa tren penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) selama tiga bulan berturut-turut sejak Januari 2025 harus menjadi perhatian serius. “Ini sinyal bahwa masyarakat mulai kehilangan optimisme terhadap kondisi ekonomi. Pemanfaatan APBN perlu diarahkan ke sektor-sektor dengan efek ganda tinggi agar daya beli masyarakat kembali meningkat,” pungkasnya./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Ismed Nompo</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/pendapatan-negara-masih-di-bawah-target-anis-byarwati-desak-langkah-masif-dan-strategis/">Pendapatan Negara Masih di Bawah Target, Anis Byarwati Desak Langkah Masif dan Strategis</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">18123</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
