<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jawa Timur Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/jawa-timur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/jawa-timur/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Aug 2024 07:37:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Jawa Timur Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/jawa-timur/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Gapura Wringin Lawang, Pintu Gerbang Menuju Ibukota Majapahit</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/travel/tourism/gapura-wringin-lawang-pintu-gerbang-menuju-ibukota-majapahit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Aug 2024 04:47:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Jati Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gapura Wringin Lawang]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Trowulan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=14830</guid>

					<description><![CDATA[<p>MOJOKERTO &#8211; Keberadaan Kerajaan Majapahit sampai kini masih menarik untuk ditelusuri. Salah satu destinasi wisata sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit di Trowulan yang menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi adalah Gapura Wringin Lawang. Gapura Wringin Lawang atau sering disebut Candi Wringin Lawang merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang terletak di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/tourism/gapura-wringin-lawang-pintu-gerbang-menuju-ibukota-majapahit/">Gapura Wringin Lawang, Pintu Gerbang Menuju Ibukota Majapahit</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">MOJOKERTO &#8211; Keberadaan Kerajaan Majapahit sampai kini masih menarik untuk ditelusuri. Salah satu destinasi wisata sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit di Trowulan yang menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi adalah <em><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gapura_Wringinlawang">Gapura Wringin Lawang</a></em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gapura Wringin Lawang atau sering disebut Candi Wringin Lawang merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang terletak di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Bangunan ini bertipe candi bentar atau gapura yang terbentuk dari dua bangunan kembar tanpa atap. Para ahli menduga bahwa pada zaman dulu fungsi bangunan Gapura Wringin Lawang adalah sebagai salah satu pintu gerbang menuju salah satu kompleks ibu kota Majapahit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai pintu gerbang atau gapura, candi bentar memiliki ciri khusus, yakni adanya dua bagian yang sama sebangun dan simetris, serta tidak beratap dan tidak memiliki daun pintu. Gapura Wringin Lawang mewakili jenis candi bentar yang besar di Jawa Timur.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/Struktur-batu-bata-terekspos-di-Gapura-Wringin-Lawang-iBonk.jpg" alt="" class="wp-image-14833" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/Struktur-batu-bata-terekspos-di-Gapura-Wringin-Lawang-iBonk.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/Struktur-batu-bata-terekspos-di-Gapura-Wringin-Lawang-iBonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/Struktur-batu-bata-terekspos-di-Gapura-Wringin-Lawang-iBonk-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Struktur batu bata terekspos di Gapura Wringin Lawang (iBonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Melihat tipe bangunan dan <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/tourism/grebeg-sudiro-hadirnya-sebuah-akulturasi-budaya-tionghoa-dan-jawa/">lokasi</a>nya, Gapura Wringin Lawang diduga merupakan pintu gerbang menuju salah satu kompleks bangunan yang berada di kota Majapahit. Pasalnya, wilayah Trowulan di Mojokerto diperkirakan sebagai pusat ibu kota Kerajaan Majapahit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut dari berbagai sumber, penemuan Gapura Wringin Lawang dicatat pertama kalinya oleh Wardenaar pada 1815. Saat itu, Wardenaar mendapat tugas dari Sir Thomas Stamford Raffles untuk mencatat peninggalan arkeologi di daerah Mojokerto. Data dari Wadenaar dimasukkan ke dalam buku Rafless, The History of Java (1817), yang mencantumkan sketsa Gapura Wringin Lawang dengan nama Gapura Jati Pasar, sesuai nama desanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nama Gapura Wringin Lawang baru ditemukan pada 1907 dalam tulisan Knebel. Dalam Bahasa Jawa, Wringin Lawang berarti pintu beringin. Masyarakat sekitar memang menyebutnya Gapura Wringin Lawang karena cerita turun-temurun yang menyebut bahwa dulu ada dua pohon beringin yang mengapit bangunan gapura.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="800" height="400" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/Gapura-Wringin-Lawang-yang-merupakan-salah-satu-pintu-gerbang-menuju-salah-satu-kompleks-ibu-kota-Majapahit-iBonk-.jpg" alt="" class="wp-image-14831" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/Gapura-Wringin-Lawang-yang-merupakan-salah-satu-pintu-gerbang-menuju-salah-satu-kompleks-ibu-kota-Majapahit-iBonk-.jpg 800w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/Gapura-Wringin-Lawang-yang-merupakan-salah-satu-pintu-gerbang-menuju-salah-satu-kompleks-ibu-kota-Majapahit-iBonk--300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/Gapura-Wringin-Lawang-yang-merupakan-salah-satu-pintu-gerbang-menuju-salah-satu-kompleks-ibu-kota-Majapahit-iBonk--768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/Gapura-Wringin-Lawang-yang-merupakan-salah-satu-pintu-gerbang-menuju-salah-satu-kompleks-ibu-kota-Majapahit-iBonk--360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/08/Gapura-Wringin-Lawang-yang-merupakan-salah-satu-pintu-gerbang-menuju-salah-satu-kompleks-ibu-kota-Majapahit-iBonk--750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Gapura Wringin Lawang salah satu pintu gerbang menuju salah satu kompleks ibu kota Majapahit (iBonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Saat ditemukan, Gapura Wringin Lawang kondisinya tidak lagi utuh. Pada awal 1990-an, dilakukan pemugaran untuk memperbaiki sebagian tubuh dan puncak gapura sisi utara yang telah hilang. Setelah dilakukan pemugaran, Gapura Wringin Lawang saat ini memiliki panjang 13 meter, lebar 11,5 meter dan tinggi 15,5 meter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jarak antara dua bangunan gapura selebar 3,5 meter, dengan tangga berjumlah tujuh undakan di bagian barat, dan tangga berjumlah empat undakan di bagian timur. Tidak banyak diketahui tentang masa pembangunan maupun fungsi Gapura Wringin Lawang. Para ahli menduga bahwa bangunan ini berasal dari abad ke-14 dan dibangun sebagai pintu gerbang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi pelancong yang tertarik, bisa datang ke situs ini di waktu operasional yang dimulaipada pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Tiket masuk untuk mengunjungi candi ini dikenakan biaya sebesar Dewasa: Rp4.000 dan Anak-Anak: Rp2.000./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong>/ Morteza</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/tourism/gapura-wringin-lawang-pintu-gerbang-menuju-ibukota-majapahit/">Gapura Wringin Lawang, Pintu Gerbang Menuju Ibukota Majapahit</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">14830</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Anak Garuda, Kisah Inspiratif Dari Para Pejuang Milenial</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/anak-garuda-kisah-inspiratif-dari-para-pejuang-milenial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulia Dewi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2020 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Ajil Ditto]]></category>
		<category><![CDATA[Alim Sudio]]></category>
		<category><![CDATA[Butterfly Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Clairine Clay]]></category>
		<category><![CDATA[Faozan Rizal]]></category>
		<category><![CDATA[Geraldy Kreckoff]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Julianto Eka Putra]]></category>
		<category><![CDATA[Kiki Narendra]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Rania Putrisari]]></category>
		<category><![CDATA[Rebecca Klopper]]></category>
		<category><![CDATA[Tissa Biani]]></category>
		<category><![CDATA[Verdi Solaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Violla Georgie]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=1058</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) yang berada di Kota Batu, Malang, Jawa Timur kembali memproduksi sebuah film baru yang berlatar belakang kisah nyata. Dibawah naungan rumah produksi Butterfly Pictures, film yang bertajuk &#8220;Anak Garuda&#8221; ini terinspirasi dari kisah nyata perjuangan 7 anak milenial dari SPI, mereka adalah Robert, Olfa, Wayan, Sheren, Dila, Sayidah, dan Rohana. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/anak-garuda-kisah-inspiratif-dari-para-pejuang-milenial/">Anak Garuda, Kisah Inspiratif Dari Para Pejuang Milenial</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) yang berada di Kota Batu, Malang, Jawa Timur kembali memproduksi sebuah film baru yang berlatar belakang kisah nyata. Dibawah naungan rumah produksi <em>Butterfly Pictures</em>, film yang bertajuk &#8220;Anak Garuda&#8221; ini terinspirasi dari kisah nyata perjuangan 7 anak milenial dari SPI, mereka adalah <strong>Robert</strong>, <strong>Olfa</strong>, <strong>Wayan</strong>, <strong>Sheren</strong>, <strong>Dila</strong>, <strong>Sayidah</strong>, dan <strong>Rohana</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Awalnya memang dari Robert yang memimpin multi media di SPI yang punya cita-cita pingin punya PH (Rumah Produksi), ketika ada seorang pengusaha besar mau mensponsori dengan syarat harus <em>true story</em>, kenapa ngga. Akhirnya kita bikin film ini,&#8221; kata <strong>Julianto Eka Putra</strong> atau biasa disapa <strong>Koh Jul</strong>, sang inisiator kepada awak media di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin (13/1/2020).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui tangan dingin penulis <strong>Alim Sudio</strong> dan digarap oleh sutradara <strong>Faozan Rizal</strong> dan <strong>Verdi Solaiman</strong>. Sederet nama bintang muda juga diminta memerankan tujuh tokoh nyata ini, <strong>Tissa Biani</strong> sebagai Sayidah, <strong>Violla Georgie</strong> sebagai Yohana, <strong>Ajil Ditto</strong> sebagai Robert, <strong>Clairine Clay</strong> sebagai Olfa, <strong>Geraldy Kreckoff</strong> sebagai Wayan, <strong>Rania Putrisari</strong> sebagai Sheren, <strong>Rebecca Klopper</strong> sebagai Dila dan <strong>Kiki Narendra</strong> berperan sebagai Koh Jul.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditemui saat <em>press screening</em> dan Gala Premier film Anak Garuda, Verdi Solaiman yang juga bertindak sebagai produser dan co-sutradara menyatakan sangat terinspirasi kisah perjuangan yang ada di SPI. &#8220;Aslinya, saya ini memang sangat terkesan dengan siswa-siswi di sini. Tak cuma sanggup mengatasi hambatan pribadi yang rumit, seperti <em>self-esteem</em> dan percaya diri, mereka semua serius mengasah <em>skill </em>agar bisa jadi usahawan muda yang sukses, lalu mereka juga mampu membentuk tim kerja yang efisien dan <em>valuable</em>. Padahal mereka masih sangat muda,&#8221; beber Verdi.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Para_pendukung_film_Anak_Garuda_Yulia.jpg" alt="" class="wp-image-1060" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Para_pendukung_film_Anak_Garuda_Yulia.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Para_pendukung_film_Anak_Garuda_Yulia-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Para_pendukung_film_Anak_Garuda_Yulia-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Para pendukung film Anak Garuda (Yulia)</em></figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan latar belakang perjuangan ketujuh anak milenial ini hingga sampai ke Eropa, film ini sangat cocok untuk anak muda yang ingin mengejar cita-cita. Ketujuh anak-anak yang berasal dari kalangan yang kurang beruntung ini berhasil membuat sebuah film yang inspiratif bukan hanya bagi kaum muda tapi juga keluarga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ini sebuah film yang berlatar belakang kisah nyata, cerita mereka apa adanya tidak dibuat-buat. Disaat semua kita pasrah dengan yang terjadi ada power yang bisa dibanggakan. Seperti impian jadi nyata. Mereka didik untuk gak pernah nyerah, ada banyak banget kisah nyata yg luar biasa menarik, memilah cerita mereka agar pas menjadi satu keutuhan itu yg membuat tantangan tidak mudah. Setiap karakternya merepresentasikan anak muda saat ini,&#8221; ujar Alim Sudio.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketujuh anak muda yang juga hadir pada kesempatan yang sama merasa bangga kisah hidup mereka diangkat ke layar lebar, apalagi dalam film ini mereka juga terlibat langsung dalam produksi film Anak Garuda. &#8220;Bangga banget kisah hidup kita diangkat ke layar lebar, jujur sampai gak bisa ngomong saking bahagianya. Apalagi sejak kecil saya pingin banget ke Menara Eifel dan ini pengalaman yang luar biasa bisa dibagikan kepada penonton bagaimana perasaan kita waktu di sana,&#8221; ungkap Olfa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tissa Biani yang berperan sebagai Sayidah mengaku bertemu dengan pengalaman baru dan mengalami banyak pelajaran yang bisa diambil. &#8220;Senang banget, banyak banget pelajaran yang saya ambil mulai arti hidup dan perjuangan hidup sesungguhnya. Apalagi dari karakter yang aku perankan, banyak pelajaran yang aku ambil juga dari sotu termasuk ketemu dengan keluarga baru,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film yang mengambil syuting di beberapa kota di Eropa dan Kota Batu Malang ini akan tayang mulai 16 Januari 2020 di seluruh bioskop tanah air. SPI adalah sekolah bagi para anak yang kurang beruntung, dibuka sejak tahun 2007. Berdiri di atas tanah seluas 21 hektar sebagian besar dialokasikan untuk unit-unit bisnis yang dikelola para siswa dan alumni, mulai dari peternakan, pertanian, perhotelan, pertunjukan, pariwisata, hingga produksi film./<strong><em> JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/anak-garuda-kisah-inspiratif-dari-para-pejuang-milenial/">Anak Garuda, Kisah Inspiratif Dari Para Pejuang Milenial</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1058</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Film Eggnoid Release Pemutaran Perdana di Surabaya</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/film-eggnoid-release-pemutaran-perdana-di-surabaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulia Dewi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Nov 2019 02:54:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Anandia Nurita]]></category>
		<category><![CDATA[Anggika Bolsterli]]></category>
		<category><![CDATA[Archie The RedCat]]></category>
		<category><![CDATA[Fatih Unru]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kevin Julio]]></category>
		<category><![CDATA[Luna Maya]]></category>
		<category><![CDATA[Marissa Anita]]></category>
		<category><![CDATA[Martin Anugrah]]></category>
		<category><![CDATA[Morgan Oey]]></category>
		<category><![CDATA[Naya Anindita]]></category>
		<category><![CDATA[Reuben Elishama]]></category>
		<category><![CDATA[Reza Nangin]]></category>
		<category><![CDATA[Sheila Dara]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=1005</guid>

					<description><![CDATA[<p>CGV Marvell City Mall dipenuhi oleh anak muda Surabaya untuk bertemu dengan Eggy (Morgan Oey) dan Ran (Sheila Dara), yang beradu peran dalam film terbaru dari Visinema Pictures: ‘Eggnoid’. Didampingi produser Anandia Nurita dan sutradara Naya Anindita, antrian penonton sudah terlihat sejak sore hari di area lobi CGV. “Seneng banget dan merasa terhormat, menyaksikan antusiame [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/film-eggnoid-release-pemutaran-perdana-di-surabaya/">Film Eggnoid Release Pemutaran Perdana di Surabaya</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">CGV Marvell City Mall dipenuhi oleh anak muda Surabaya untuk bertemu dengan Eggy (<strong>Morgan Oey</strong>) dan Ran (<strong>Sheila Dara</strong>), yang beradu peran dalam film terbaru dari Visinema Pictures: ‘Eggnoid’. Didampingi produser <strong>Anandia Nurita</strong> dan sutradara <strong>Naya Anindita</strong>, antrian penonton sudah terlihat sejak sore hari di area lobi CGV.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Seneng banget dan merasa terhormat, menyaksikan antusiame dari anak muda Surabaya mulai dari <em>goes to school &amp; goes to campus</em>, sampai akhirnya di hari ini kita nayangin pertama kali film Eggnoid secara utuh dan disaksikan oleh temen temen yang ada di Surabaya. Antriannya panjang banget dan selama nonton semua bisa ketawa-tawa liat kegemasan Ran dan Eggy. Hari ini jadi salah satu hari paling berkesan buat hidup kami, ungkap Anandia Nurita selaku produser dalam siaran tertulis pada Minggu (24/11).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Surabaya seru banget, apalagi di dalam studio semua pada gemes dan happy, aku bangga banget ternyata hasil kerja kerasku udah bisa dinikmati teman-teman di Surabaya, gak sabar buat liat respon teman-teman di kota lain“, timpal Morgan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dipilihnya Surabaya menjadi kota pertama karena melihat antusiasme penonton film Indonesia di kota ini yang begitu besar. Para pemain dan kru sebelum menghadiri pemutaran, sehari sebelumnya sudah berbagi cerita dengan teman-teman dari SMAN 2 Surabaya dan Universitas Kristen Petra. Naya dan Nurita berbagi cerita tentang proses pembuatan film Eggnoid.</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="jeg_video_container jeg_video_content"><iframe loading="lazy" title="OFFICIAL TEASER FILM EGGNOID" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/u_1-Yrw1how?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Film Eggnoid adalah versi layar lebar dari komik digital webtoon karya <strong>Archie The RedCat</strong> yang telah dibaca oleh jutaan orang di beberapa negara. Film kedua belas dari Visinema ini dibintangi oleh Morgan Oey, Sheila Dara, <strong>Kevin Julio</strong>, <strong>Luna Maya</strong>, <strong>Anggika Bolsterli</strong>, <strong>Reza Nangin</strong>, <strong>Martin Anugrah</strong>, <strong>Fatih Unru</strong>, <strong>Reuben Elishama</strong> dan <strong>Marissa Anita</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam film ini diceritakan jika selama dua tahun terakhir, Ran dan Eggy telah menjadi sepasang sahabat yang tak terpisahkan. Ran yang dulu kesepian dan penuh dengan kesedihan kini menjadi sosok yang lebih bahagia berkat Eggy. Perasaan yang awalnya hanya sebagai sahabat, pelan-pelan berubah menjadi cinta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun sayangnya, Eggy bukan manusia biasa, melainkan Eggnoid yang dikirim dari masa depan. Sebagai Eggnoid, Eggy memiliki aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar. Kini, Eggy terancam dikirim pulang ke masa depan dan berpisah dengan Ran selamanya karena salah satu aturan besar yang tidak boleh ia langgar adalah jatuh cinta dan pacaran dengan Ran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tertarik menontonnya? Film Eggnoid akan rilis serentak di seluruh bioskop mulai 5 Desember 2019./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/film-eggnoid-release-pemutaran-perdana-di-surabaya/">Film Eggnoid Release Pemutaran Perdana di Surabaya</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1005</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Yuk, Lihat Penyu Belimbing Bertelur di Kawasan Konservasi Meru Betiri</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/travel/yuk-lihat-penyu-belimbing-bertelur-di-kawasan-konservasi-meru-betiri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Morteza]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2019 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Sukamade]]></category>
		<category><![CDATA[Penny Belimbing]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Nasional Meru Betiri]]></category>
		<category><![CDATA[TNMB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=1550</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika ingin melihat langsung habitat Penyu Belimbing sambil merasakan sensasi berpetualang di alam terbuka, silakan berkunjung ke Pantai Sukamade yang masuk dalam Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Jawa Timur. Di taman nasional yang secara administratif berada di dua kabupaten di Jawa Timur, yakni Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember ini menjadi rumah bagi 449 jenis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/yuk-lihat-penyu-belimbing-bertelur-di-kawasan-konservasi-meru-betiri/">Yuk, Lihat Penyu Belimbing Bertelur di Kawasan Konservasi Meru Betiri</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jika ingin melihat langsung habitat Penyu Belimbing sambil merasakan sensasi berpetualang di alam terbuka, silakan berkunjung ke Pantai Sukamade yang masuk dalam Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Jawa Timur. Di taman nasional yang secara administratif berada di dua kabupaten di Jawa Timur, yakni Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember ini menjadi rumah bagi 449 jenis flora dan 325 fauna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak ayal sejak beberapa tahun terakhir, Meru Betiri yang di dalamnya terdapat kawasan hutan dan pantai, menjadi salah satu lokasi wisata favorit berbasis ecotourism. Berdasarkan data sejarah TNMB, Belanda sudah menjadikan Meru Betiri sebagai kawasan yang wajib dilestarikan pada 1929.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu aktivitas favorit wisatawan adalah melihat proses bertelur Penyu Belimbing di pesisir Pantai Sukamade. Selain Penyu Belimbing, pesisir pantai ini juga kerap menjadi tempat berkembang biak Penyu Sisik, Penyu Hijau, dan Penyu Ridel/Lekang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biasanya penyu bertelur itu mulai dari pukul 19.00 WIB sampai subuh. Mereka memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga jam mulai dari membuat lubang hingga kembali lagi ke laut.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Petugas-konservasi-saat-mengambil-telur-penyu-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-1551" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Petugas-konservasi-saat-mengambil-telur-penyu-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Petugas-konservasi-saat-mengambil-telur-penyu-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Petugas-konservasi-saat-mengambil-telur-penyu-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Petugas konservasi saat mengambil telur penyu (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Proses bertelur penyu-penyu di sana sangat alami. Sehingga tidak setiap saat penyu-penyu itu singgah ke Pantai Sukamade. Jika beruntung, wisatawan bisa melihat aktivitas penyu bertelur di pesisir pantai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wisatawan boleh melihat penyu yang bertelur dengan beberapa syarat seperti tidak boleh berisik, tidak menyalakan cahaya seperti senter. Serta menjaga jarak dengan penyu yang sedang ingin berterlur dan tidak boleh di depan penyu. Tapi karena ini berlangsung alami maka bisa saja satu malam tidak ada penyu yang naik untuk bertelur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara garis besar ekowisata adalah benchmark yang paling bagus dalam menerapkan konsep <em>Sustainable Tourism Development (STD)</em> sekaligus menyasar high-end tourist. Hal ini dikarenakan pengembangan ekowisata tidak sama dengan mass tourism yang hanya mengejar kuantitas kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), melainkan lebih fokus mengincar wisman berkualitas.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Barisan-mobil-offroad-4x4-menjadi-kendaraan-wajib-di-kawasan-Konservasi-Menu-Betiri-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-1552" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Barisan-mobil-offroad-4x4-menjadi-kendaraan-wajib-di-kawasan-Konservasi-Menu-Betiri-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Barisan-mobil-offroad-4x4-menjadi-kendaraan-wajib-di-kawasan-Konservasi-Menu-Betiri-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Barisan-mobil-offroad-4x4-menjadi-kendaraan-wajib-di-kawasan-Konservasi-Menu-Betiri-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Barisan mobil offroad 4&#215;4 menjadi kendaraan wajib di kawasan Konservasi Menu Betiri (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Kawasan Taman Nasional Meru Betiri dapat dicapai melalui empat jalur jalan darat, baik dari Jember maupun Banyuwangi. Untuk mengunjungi taman nasional ini, sebaiknya datang saat musim kemarau, karena jalur menuju tempat ini sangat rentan terhadap banjir saat musim hujan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendaraan yang digunakan juga membuat pengalaman wisatawan lebih mengesankan. Yakni mobil dengan penggerak empat roda, mengingat kondisi jalan yang bebatuan, berlumpur, dan melewati beberapa sungai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum menuju ke Pantai Sukamade, pengunjung akan melewati dua pantai yang cukup terkenal. Yaitu Pantai Rajegwesi yang dikenal dengan karangnya yang indah serta Teluk Ijo, sebuah teluk yang memiliki warna biru kehijau-hijauan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ayo.. datanglah dan selamat mendapatkan pengalaman berbeda yang langka./<strong><em> JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/yuk-lihat-penyu-belimbing-bertelur-di-kawasan-konservasi-meru-betiri/">Yuk, Lihat Penyu Belimbing Bertelur di Kawasan Konservasi Meru Betiri</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1550</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menikmati Pesona Bukit Jaddih Madura</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/travel/menikmati-pesona-bukit-jaddih-madura/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ibonk]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2019 01:31:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Bukit Jaddih]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Pesona Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wonderful Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=1469</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika memiliki waktu dan kesempatan berkunjung ke Madura, upayakanlah untuk sekedar &#8220;melongok&#8221; kebeberapa tempat indah di daerah ini. Salah satunya adalah Bukit Jaddih, yang terletak di Kecamatan Socah, Desa Jaddih Kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur. Bukit Jaddih merupakan lokasi penambangan bongkahan kapur putih oleh para pekerja penambang kapur. Bongkahan kapur putih itu tidak berbentuk alami, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/menikmati-pesona-bukit-jaddih-madura/">Menikmati Pesona Bukit Jaddih Madura</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jika memiliki waktu dan kesempatan berkunjung ke Madura, upayakanlah untuk sekedar <em>&#8220;melongok&#8221;</em> kebeberapa tempat indah di daerah ini. Salah satunya adalah <strong>Bukit Jaddih</strong>, yang terletak di Kecamatan Socah, Desa Jaddih Kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukit Jaddih merupakan lokasi penambangan bongkahan kapur putih oleh para pekerja penambang kapur. Bongkahan kapur putih itu tidak berbentuk alami, tapi hasil dari pahatan para penambang kapur yang bekerja selama bertahun-tahun. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, hasil pahatan dari para penambang inilah yang menjadikan tempat ini terlihat eksotis dan sedikit demi sedikit mulai menundang para pengunjung yang penasaran untuk melihat bukit ini. Jika perjalanan di mulai dari pusat kota Bangkalan, kita bisa menempuh jarak sekitar 10 km untuk sampai ke Bukit Jaddih. Disana kita dapat melihat seluruh keindahan yang terbentang di bukit jaddih ini dari puncak bukitnya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi yang perlu diingat adalah rute yang dilewati memang bukan jalan yang cukup lebar. Pengendara roda empat harus berhati-hati jika bersisian satu dengan yang lainnya agar tidak terperosok kepersawahan warga disisi kanan kirinya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="640" height="360" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Akses-jalan-ke-Bukit-Jaddih-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-1470" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Akses-jalan-ke-Bukit-Jaddih-Ibonk.jpg 640w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Akses-jalan-ke-Bukit-Jaddih-Ibonk-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption><em>Akses jalan ke Bukit Jaddih (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Begitu juga dengan akses ke bukit Jaddih dirasakan cukup menantang. Pengendara harus berhati-hati melalui jalan tanah yang membelah perkampungan warga. Mobil harus perlahan dan bergantian jika kebetulan bersiborok dengan kendaraan pengunjung ataupun truk yang mengangkut bongkahan kapur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya setelah melewati beberapa <em>handicap</em>, mata kita akan dipuaskan dengan indahnya pahatan bukit kapur dilatarbelakangi oleh bukit-bukit yang hijau dan indah. Teriknyanya matahari Madura, akan menambah kesan eksotis tempat ini. Suasana kontras antara bukit kapur yang di dominasi warna putih, langit biru dan latar belakang hijau perbukitan menjadi kesan tersendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belum lagi jika kita melihat di tengah-tengah bongkahan kapur tersebut terdapat danau kecil yang diberi nama Goa Pote. Mata air itu muncul dari sumber hasil penggalian kapur. Di danau ini juga terdapat penyewaan perahu agar kita bisa mengelilingi danau tersebut, setiap orang dikenai biaya Rp.10.000 untuk bisa berkeliling.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari Goa Pote ini, kita lanjut saja naik ke atas maka tibalah di Bukit Jaddih. Di bukit ini kita masih bisa melihat aktivitas penambang kapur bekerja. Suara mesin terdengar jelas memotong bukit kapur menjadi balok kapur besar. Bekas potongan yang terukir di dinding bukit menjadikan lebih indah.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="640" height="360" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Bukit-Jaddih-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-1471" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Bukit-Jaddih-Ibonk.jpg 640w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Bukit-Jaddih-Ibonk-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption><em>Bukit Jaddih (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Bagi yang ingin mendingikan tubuh dari sergapan teriknya matahari dapat menyegarkan tubuh di kolam renang. Di lokasi ini terdapat kolam berenang sederhana tapi cukuplah untuk menyegarkan tubuh. Untuk masuk kolam berenang kita harus membayar Rp.10.000 untuk per orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi yang tidak begitu suka untuk bersampan ataupun bermain di kolam berenang, dapat mengeksplor keindahan setiap sudut bukit Jaddih dalam bingkai foto. Anda bisa berfoto-foto sampai puas untuk menambah isi sosmed anda. Bukit Jaddih ini juga ternyata sering dijadikan tujuan untuk melakukan foto <em>prewedding</em>, karena keindahan dan keunikannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi yang tertarik untuk berwisata ke Bukit Jaddih ini, disarankan untuk datang pada pagi hari. Persiapkan juga kacamata hitam, payung ataupun topi lebar untuk menahan teriknya matahari. Disamping itu juga siapkan mental dan kesabaran anda ketika berada disana. Apa pasal? Karena banyaknya pungutan dari pihak-pihak setempat yang sedikit banyak akan membuat kita sebagai wisatawan sedikit risau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pungutan pertama ketika kita memasuki akses menuju bukit Jaddih, disitu sudah ada pungutan dari warga setempat berkisar Rp. 10.000,- per mobil. Lalu kembali di hadang restribusi masuk sebesar Rp. 20.000,- per mobil. Tidak sampai disitu saja, terdapat 3 titik parkir disana dan tiap titik kita harus bayar.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="640" height="360" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Bukit-Jaddih-akses-ke-Goa-Pote-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-1472" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Bukit-Jaddih-akses-ke-Goa-Pote-Ibonk.jpg 640w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Bukit-Jaddih-akses-ke-Goa-Pote-Ibonk-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption><em>Bukit Jaddih akses ke Goa Pote (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Titik pertama kalau kita tiba di Goa Pote, jika berhenti di titik tersebut kita wajib bayar parkir sebesar Rp.10.000,- Lalu titik kedua di bukit Jaddih, ketika<em> Journey Of Indonesia</em> memutuskan untuk parkir di situ dikenakan biaya parkir Rp.15.000,-.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu titik ketiga ada di sekitar kolam renang. Disitu juga juga akan dikenakan biaya parkir tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Jadi untuk menghindari kedongkolan ada baiknya anda parkir di satu titik saja dan berjalan kaki ke titik lainnya sambil mengambil foto dan hitung-hitung olah raga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di luar itu semua, bukit Jaddih cukup pantas untuk anda kunjungi jika anda sewaktu-waktu berkunjung ke Surabaya ataupun Madura./<strong><em> JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/menikmati-pesona-bukit-jaddih-madura/">Menikmati Pesona Bukit Jaddih Madura</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1469</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelajahi 6 Pesona Ranu di Lumajang</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/travel/jelajahi-6-pesona-ranu-di-lumajang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ibonk]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2018 13:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah Ranu]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pesona Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ranu Bedali]]></category>
		<category><![CDATA[Ranu Klakah]]></category>
		<category><![CDATA[Ranu Kumbolo]]></category>
		<category><![CDATA[Ranu Pakis]]></category>
		<category><![CDATA[Ranu Pani]]></category>
		<category><![CDATA[Wonderful Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=1325</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabupaten Lumajang Jawa Timur, sepertinya memang ditakdirkan untuk menawarkan pesonanya kepada para pencinta keindahan alam. Memanggil jutaan jiwa-jiwa petualang diseluruh pelosok negeri untuk segera melebur ke dalam indahnya ciptaan sang Khalik. Tak hanya menyegarkan pandangan, tetapi juga membuka jiwa yang lelah dengan rutinitas yang membuat jenuh. Memerdekakan jiwa sekaligus mengagumi apa yang diciptakan olehNya. Tak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/jelajahi-6-pesona-ranu-di-lumajang/">Jelajahi 6 Pesona Ranu di Lumajang</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kabupaten Lumajang Jawa Timur, sepertinya memang ditakdirkan untuk menawarkan pesonanya kepada para pencinta keindahan alam. Memanggil jutaan jiwa-jiwa petualang diseluruh pelosok negeri untuk segera melebur ke dalam indahnya ciptaan sang Khalik. Tak hanya menyegarkan pandangan, tetapi juga membuka jiwa yang lelah dengan rutinitas yang membuat jenuh. Memerdekakan jiwa sekaligus mengagumi apa yang diciptakan olehNya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya harus menempuh perjalanan sulit untuk mendaki gunung Semeru, untuk sampai ke Mahameru, puncak yang diidam-idamkan para pendaki sebagai puncak para dewa. Ada hal lain yang bisa mewakili kepuasan jiwa, yakni menjelajahi berbagai ranu di kabupaten ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang <em>JOI</em> rasakan sendiri belum lama ini, ketika mendapat kesempatan untuk menginjakkan kaki di 6 ranu terkemuka di Lumajang diantara ranu-ranu lainnya yang masih tertidur dan siap untuk bangun dengan pesona yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Ranu Regulo</em></strong><br>Ranu Regulo merupakan deretan dari 3 danau cantik yang berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di kaki gunung Semeru. Letaknya di ketinggian sekitar 2100 mdpl dengan luas sekitar 0,75 hektar. Ranu Regulo berada di desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro. Sebuah desa tertinggi yang bisa dijangkau kendaraan roda 4, sebagai pos pendaftaran bagi pendaki yang ingin muncak ke Mahameru. Berlokasi tidak jauh dari Ranu Pani dan bisa ditempuh berjalan kaki hanya 15-20 menit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ranu Regulo tergolong sunyi, kita bisa mendengar kicauan merdu burung-burung liar. Terdapat dermaga kecil membuat tempat ini terasa eksotis untuk diabadikan. Anda bisa bermalam dengan membangun kemah disitu atau datanglah selepas subuh untuk menangkap pemandangan eksotis dari terbitnya matahari.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Ranu-Pani-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-1327" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Ranu-Pani-Ibonk.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Ranu-Pani-Ibonk-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption><em>Ranu Pani (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Ranu Pani</em></strong><br>Danau yang kedua yakni Ranu Pani, yang menjadi pos awal dari para pendaki untuk menuju Ranu Kumbolo. Luas Ranu Pani diperkirakan 1 hektar dan suhu di Ranu Pani pun hampir sama dengan Ranu Regulo. Pemandangan disini pun tidak kalah menarik, anda akan melihat perbukitan indah yang ditanami hasil bumi milik masyarakat sekitar dan aktifitas masyarakat Tengger saat mereka bekerja di ladang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang perlu diperhatikan di kedua ranu tersebut adalah:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Jika ingin bermalam di Ranu Regulo ataupun Ranu Pane untuk menyiapkan pakaian hangat yang digunakan di suhu ekstrem, karena suhu disini bisa mencapai -5 derajat celcius.</li><li>Apabila anda ingin bermalam dengan tenda di dekat danau, sebaiknya ambil jarak minimum 15 meter dari bibir danau.</li><li>Apabila ingin memanfaatkan air danau untuk sebaiknya ambil menggunakan wadah yang bersih lalu gali tanah berdiameter minimum 20 cm dengan kedalaman 20 cm menjauh dari danau. Agar mencegah tercemarnya air danau dari kotoran maupun sisa-sisa minyak dari peralatan masak. Lubang tersebut berfungsi untuk menyaring air kotor dan akan kembali ke danau dengan air yang bersih.</li><li>Kumpulkan sampah pada kantong plastik, lalu bawalah kembali sampah dan buang di penampungan sampah dekat pos Ranu Pane.</li><li>Meminimalisir penggunaan tisu basah, disarankan untuk memakai tisu kering yang dibasahkan oleh air. Karena bahan tisu basah sulit untuk terurai oleh alam.</li><li>Dilarang membuat api unggun, bukan hanya menimbulkan kebakaran hutan tetapi lebih kepada tidak memotong kayu sembarangan untuk bahan perapian.</li><li>Dilarang untuk berenang ataupun mandi (menggunakan sabun mandi, sampo, pasta gigi) di danau. Bukan hanya mencemarkan air danau saja tetapi berenang di danau airnya sangat dingin mampu membuat tubuh kram dan kaku bisa mengakibatkan kita tenggelam.</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Ranu Kumbolo</em></strong><br>Danau ketiga yakni Ranu Kumbolo, yang letaknya masuk ke dalam jalur pendakian gunung Semeru. Danau dengan luas sekitar 15 hektar ini adalah yang paling cantik dan mampu menghipnotis para pendaki karena panoramanya. Sensasi lain dari danau ini adalah kita dapat menikmati keindahan Galaksi Bima Sakti dan hamparan bintang pada malam hari. Munculnya matahari di balik bukit menjadi hal yang banyak ditunggu para pendaki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Termasuk legenda tentang Tanjakan Cinta yang sampai sekarang masih banyak diyakini. Peraturan di danau ini, dipastikan tak jauh berbeda dengan kedua ranu sebelumnya diatas.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Ranu-Klakah-di-pagi-hari-dilatarbelakangi-oleh-Gunung-Lemongan-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-1328" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Ranu-Klakah-di-pagi-hari-dilatarbelakangi-oleh-Gunung-Lemongan-Ibonk.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Ranu-Klakah-di-pagi-hari-dilatarbelakangi-oleh-Gunung-Lemongan-Ibonk-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption><em>Ranu Klakah di pagi hari dilatarbelakangi oleh Gunung Lemongan (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Ranu Klakah</em></strong><br>Ada 3 danau di sekitar kecamatan Klakah, ketiganya mempunyai lanskap yang berbeda-beda tentunya. Sensasi matahari terbit berlatarkan gunung Lemongan yang tingginya 1668 mdpl menjadi primadona disini. Gunung Lemongan merupakan gunung berapi tipe maar (istirahat) dimana garis tengahnya berkisar antara 150-700 meter. Beberapa maar mempunyai danau diantaranya Ranu Klakah, Ranu Bedali dan Ranu Pakis. Danau ini terletak di Kecamatan Klakah, 20-25 km di sebelah utara kota Lumajang dengan perjalanan 40 menit.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Ranu Pakis</em></strong><br>Ranu Pakis mempunyai panorama yang hampir sama dengan Ranu Klakah, banyak bagan apung budidaya ikan air tawar dan para nelayan yang menjala ataupun menebar jaring disini. Tetapi jikalau pagi hari di cuaca cerah, berjalanlah sedikit ke atas anda akan melihat Ranu Pakis di kelilingi hijaunya pepohonan rindang dengan berlatarkan gagahnya gunung Semeru. Pemukiman warga sekitar nan sederhana dan masjid kecil yang menjadi ikon di Ranu Pakis ini terlihat dari ketinggian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Danau ini berada di Kecamatan Klakah, 20-25 km di sebelah utara kota Lumajang dengan perjalanan 40 menit.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Ranu-Bedali-nan-elok-dari-ketinggian-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-1329" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Ranu-Bedali-nan-elok-dari-ketinggian-Ibonk.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Ranu-Bedali-nan-elok-dari-ketinggian-Ibonk-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption><em>Ranu Bedali nan elok dari ketinggian (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Ranu Bedali</em></strong><br>Yang menjadi panorama indah di Ranu Bedali ini kita bisa melihatnya dari ketinggian. Dimana danaunya di selimuti oleh belantara hutan indah dari kejauhan dan melihat aktifitas nelayan menjala ikan dari ketinggian. Disini juga sengaja disiapkan spot foto bertemakan cinta yang ditandai ikon berbentuk hati dan kata-kata indah yang dapat menggambarkan isi hati seorang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anda juga bisa menyusuri turun hingga ke bibir danau untuk menuju ke Air Terjun Indrawati selama kurang lebih 30 menit berjalan kaki. Danau ini terletak di Kecamatan Klakah, 20-25 km di sebelah utara kota Lumajang dengan perjalanan 40 menit. / <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/jelajahi-6-pesona-ranu-di-lumajang/">Jelajahi 6 Pesona Ranu di Lumajang</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1325</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
