<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jazz Indonesia Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/jazz-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/jazz-indonesia/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Feb 2026 18:30:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Jazz Indonesia Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/jazz-indonesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Alonzo Brata, Antara Al Jarreau sampai Frank Sinatra</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/alonzo-brata-antara-al-jarreau-sampai-frank-sinatra/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 01:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Alonzo Brata]]></category>
		<category><![CDATA[Giant Baby Steps]]></category>
		<category><![CDATA[Jazz Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Starcreation ID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=22124</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah catatan pinggir dari Gideon Momongan…. JAKARTA &#8211; Masih sangat muda, itu modal bagusnya. Kerapkali, begitu ia tampil menyanyi dimanapun, ada saja publik yang menontonnya, jadi terkesiap. Eh tepatnya terkesimalah. Siapa dia ini? Suaranya bagus amat… Nah, lewat warna khas vokalnya tersebutlah, kok seperti selera “lebih dewasa” dari usianya. And, so far it seems so good. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/alonzo-brata-antara-al-jarreau-sampai-frank-sinatra/">Alonzo Brata, Antara Al Jarreau sampai Frank Sinatra</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading"><em>Sebuah catatan pinggir dari Gideon Momongan….</em></h2>



<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Masih sangat muda, itu modal bagusnya. Kerapkali, begitu ia tampil menyanyi dimanapun, ada saja publik yang menontonnya, jadi terkesiap. Eh tepatnya terkesimalah. Siapa dia ini? Suaranya bagus amat…</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, lewat warna khas vokalnya tersebutlah, kok seperti selera “lebih dewasa” dari usianya. And, <em>so far it seems so good. Well, I think so</em>…. Makin banyak yang mengenal, mengetahui bahkan kemudian mulai menyukainya. Ya setelah terkejut atau terkesima itu tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang membuatnya jadi tambah menarik sebenarnya, tubuhnya itu tinggi besar. Suaranya juga berkonotasi baritone, tebal dengan artikulasi jelas. <em>It sounds that he got interesting clearly on his low-voice.</em> Dalam dan jelas. Yang menarik, jenis suaranya itu membuatnya unik, khas dan “tiada duanya. Paling tidak sampai saat ini ya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada usianya yang baru 18 tahun, <strong>Alonzo Brata</strong> menghasilkan album, <strong>Giant Baby Steps</strong>. Album tersebut dirilis Februari 2022 dengan sektor musik ditangani oleh pianis, <strong>Nial Djoeliarso</strong>. Album yang cukup mencuri perhatian khalayak, sekali lagi dikarenakan warna suaranya. Bulat dan tebal serta <em>perfect-pitch</em> pula.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album <em>jazz-swing</em> tersebut terpilih masuk nominasi pada ajang prestisius, <strong>Anugerah Musik Indonesia</strong> pada tahun 2022. Kemudian disusul album berikutnya, sebuah album <em>Christmas Song</em>, <strong>Tap Into the Holidays</strong> yang merupakan album berisi lagu-lagu natal tradisional. Musiknya kembali lagi ditangani oleh Nial Djoeliarso.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Alonzo-Brata-mebuka-tahun-2026-merilis-single-dulu-berjudul-Simple-Pleasure-dM.jpg" alt="" class="wp-image-22127" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Alonzo-Brata-mebuka-tahun-2026-merilis-single-dulu-berjudul-Simple-Pleasure-dM.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Alonzo-Brata-mebuka-tahun-2026-merilis-single-dulu-berjudul-Simple-Pleasure-dM-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Alonzo-Brata-mebuka-tahun-2026-merilis-single-dulu-berjudul-Simple-Pleasure-dM-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Alonzo-Brata-mebuka-tahun-2026-merilis-single-dulu-berjudul-Simple-Pleasure-dM-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Alonzo-Brata-mebuka-tahun-2026-merilis-single-dulu-berjudul-Simple-Pleasure-dM-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Sebuah album <em>standard</em> yang menarik, menjadi <em>backsound</em> suasana Natal dimana-mana. Nikmat betul, segar, nyaman didengar lamat-lamat di <em>lounge,</em> <em>lobby hotel</em> ataupun suasana perayaan Natal di keluarga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di penghujung 2025 lalu, Alonzo beruntung beroleh kesempatan tampil di beberapa acara. Ia menyajikan lagu-lagu dari album terbarunya tersebut dan <em>audience</em> yang menyaksikan <em>performance</em> dari Alonzo rata-rata memberi apresiasi bagus. Mereka terhibur. Sebuah langkah bagus tentu untuk lebih memperkenalkan Alonzo ke Masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memasuki tahun 2026 ini, pihak management Alonzo Brata, <em>Starcreation.id </em>mengatakan telah menyiapkan beberapa <em>music-project</em> bagi Alonzo. Sebagian besar telah selesai dikerjakan sebenarnya dan sebagian lagi memasuki tahap akhir. Yang asyik untuk dinantikan <em>release</em>-nya adalah, kabarnya program berikut Alonzo sejatinya adalah <em>jazz &amp; beyond</em>. Jadi tak berhenti hanya di sajian album rekaman jazz saja. Aha!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Alonzo Brata membuka tahun 2026, merilis <em>single</em> dulu berjudul ”Simple Pleasure”. Dari album bertitel sama dan akan dirilis, dalam beberapa bulan ke depan. Single tersebut hasil kerjabareng Alonzo dan penyanyi cum penulis lagu, <strong>Rifki Soeria.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Single yang renyah, ringan,<em> joyful and entertain. </em>Lagu yang ditulis Alonzo dan Rifki ini mempertemukan Starcreation dengan <strong>Suara Biru Production</strong>. Melibatkan gitaris muda <strong>Abraham Song</strong> dan aranjer <strong>Dava Giustizia</strong>, yang bertindak sebagai produser. Rekaman single juga didukung <strong>Timothy Hutagalung</strong> (drums),<strong> Joshua Alexander</strong> (<em>upright-bass</em>) dan pianis, Nial Djoeliarso. Trumpet oleh <strong>Vermal</strong>, <strong>Ricky Danni</strong> pada saxophone serta <strong>Evan Sinaga</strong>, trombone. Alhasil, musiknya terasa ramai dan riuh. Menyenangkan mendengarkannya. Sebuah lagu yang mengasyikkan. </p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Alonso-Brata-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-22126" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Alonso-Brata-Gideon-Momongan.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Alonso-Brata-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Alonso-Brata-Gideon-Momongan-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Alonso-Brata-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Alonso-Brata-Gideon-Momongan-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Alonso Brata (Gideon Momongan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Serasa kita bak diterbangkan ke sebuah pojok daerah Brooklyn, NYC. Di pinggiran&nbsp;<em>St. Leonard Street</em>, New York. Jalanan sekitaran&nbsp;<em>Knitting Factory</em>&nbsp;misalnya? Ini memang lagu yang cocok jadi “lagu tema tongkrongan”…</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tongkrongan di New York atau New Orleans? Eh siapa tahu lantas jadi lagu yang <em>manstap</em> nemenin nongkrong di Jakarta. Di <em>Senoparty</em> kali? Suasana lagunya itu soalnya. Sahut-sahutan ala <em>Canon</em> gitu lhow, asyik betul! Relatif baru sih….</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, materi lagu selain single tersebut, sangat layak untuk dinanti-nantikan. Akankah memang ada semacam pelebaran pada bebunyian musik di album tersebut? Karena kalau saja kita menyimak dari single, ada tema-tema “relatif baru” yang menyegarkan. Yang punya potensi, menarik perhatian publik. Dalam hal ini, publik milenial, bahkan juga zilenial&nbsp;<em>a.k.a gen-z</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, memang selalu menarik menanti kiprah lanjutan Alonzo Brata, pria muda gagah bertinggi 183 cm dan berat badan sekitar 88-89 kg, yang spesifik ini. Akan kemana lagi musik yang melatari perjalanan bermusik, penyanyi muda penggemar berat Al Jarreau ini selanjutnya?&#8230; etapi, bukannya Alonzo disebut-sebut sebagai Frank Sinatra muda…? Sesekali malah mengingatkan kita pada…<strong>Engelbert Humperdinck</strong> atau yang mudaan deh. <strong>Michael Buble</strong>?<em> Well ok then. Please welcome</em>, Alonzo Brata!/ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA </em></strong>| *dM</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/alonzo-brata-antara-al-jarreau-sampai-frank-sinatra/">Alonzo Brata, Antara Al Jarreau sampai Frank Sinatra</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22124</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peter F Gontha: Jelang 20 Tahun JJF dan New Baby PFG &#038; The Groove Syndicate …</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/profile/peter-f-gontha-jelang-20-tahun-jjf-dan-new-baby-pfg-the-groove-syndicate/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2025 03:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>
		<category><![CDATA[Dewi Gontha]]></category>
		<category><![CDATA[Java Jazz Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Jazz]]></category>
		<category><![CDATA[Jazz Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[JJF]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Peter F Gontha]]></category>
		<category><![CDATA[Peter Frans Gontha]]></category>
		<category><![CDATA[PFG]]></category>
		<category><![CDATA[PFG & The Groove Syndicate]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=17888</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Saatnya sekarang untuk menonton dan menyaksikan Java Jazz Festival nya ya? Tidak turun tangan lagi? Peter Frans Gontha (PFG) tersenyum sembari mengatakan, rasanya ia sudah bisa mempercayai sepenuhnya anaknya, Dewi Gontha, untuk memimpin penyelenggaraan festival tersebut. Kepercayaan itu sudah dia berikan dengan sadar, sejak beberapa tahun lalu. Teristimewa kala ia memperoleh tugas sebagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/profile/peter-f-gontha-jelang-20-tahun-jjf-dan-new-baby-pfg-the-groove-syndicate/">Peter F Gontha: Jelang 20 Tahun JJF dan New Baby PFG &amp; The Groove Syndicate …</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Saatnya sekarang untuk menonton dan menyaksikan <a href="https://www.javajazzfestival.com">Java Jazz Festival</a> nya ya? Tidak turun tangan lagi? <strong>Peter Frans Gontha (PFG)</strong> tersenyum sembari mengatakan, rasanya ia sudah bisa mempercayai sepenuhnya anaknya, Dewi Gontha, untuk memimpin penyelenggaraan festival tersebut. Kepercayaan itu sudah dia berikan dengan sadar, sejak beberapa tahun lalu. Teristimewa kala ia memperoleh tugas sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Polandia dari 2014 hingga 2019.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini, apa yang akan dilakukan seorang pebisnis, yang memasuki usia 77 tahun ini? Terhadap festival yang dibangunnya, dan mulai diselenggarakannya sejak tahun 2005 tersebut yang tanpa terasa sudah memasuki usia ke 20 tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua bermula ketika PFG menelepon dan mengundang saya untuk datang ke kediamannya. Tidak ditanya lagi, untuk keperluan apa? Ada acara khusus apa? Pasti ada hal penting yang ingin dia sampaikan secara “khusus”. Dan, tentu saja adalah menjadi hal yang “baik dan bagus untuk kehidupan”, bagi orang yang diundang beliau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan akhirnya diketahui, ketika memasuki studio pribadinya PFG sedang bermusik, ditemani para musisi, gabungan senior dan yang relatif “junior”. Bermusik lagi? Mengisi waktu santai, seperti yang sebelum ini ya? Perlu diketahui, karir musik seorang PFG memang memiliki catatan tersendiri. Musik pada akhirnya, tak lagi terlihat, hanya sebagai “hobby” semata. Apakah dirinya serius? Bagaimana tidak, ia bahkan sempat menghasilkan album rekaman kan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satunya adalah  album Kolaborasi, dimana saat itu PFG bernyanyi duet dengan beberapa penyanyi yang di produseri Alm. Dodo Zakaria. Selain itu ada juga album dari Iga Mawarni yang dirilis tahun 1998, dua tahun sebelum album Kolaborasi dirilis. PFG tampil membawakan 1 lagu, berduet dengan Iga Mawarni, &#8216;Jangan Di Bibir Saja&#8217;.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/Peter-F-Gontha-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-17891" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/Peter-F-Gontha-Gideon-Momongan.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/Peter-F-Gontha-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/Peter-F-Gontha-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Peter F Gontha (Gideon Momongan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Jadi di antara kesibukannya berbisnis, ataupun menjadi salah satu petinggi di berbagai perusahaan, sebutlah Bimantara dan Chandra Asriserta jaringan televisi swasta seperti RCTI misalnya, PFG masih memiliki waktu untuk bermusik. Waktu itu, seringkali PFG sendiri mengatakan ia senang banget bermusik. Menyanyi sambil main piano misalnya. Itu refreshingnya, diantara kepenatan dalam ikut mengurus berbagai perusahaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PFG, memulai karir “non musik”nya sebagai banker di Citibank, berlanjut ke American Express Bank for Asia. Yang lantas menghantarnya masuk di Bimantara Group, dan lantas duduk sebagai Vice President. Ia memang berasal dari keluarga pemusik. Ayahnya Victor Willem Gontha, dulunya juga aktif bermusik. Bermain bersama pemusik kenamaan seperti Bubi Chen, Jack Lesmana dan Maryono. Demikian pula dengan ibunya, Alice Sinsoe-Deij. Sehingga tak heranlah PFG, kelahiran Semarang, 4 Mei 1948 ini, akhirnya juga berkecimpung di musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai pada tahun 2005, iapun menggelar Java Jazz Festival, sebuah jazz festival berskala internasional bertempat di Balai Sidang Senayan (Jakarta Convention Centre). Ini merupakan konsep jazz festival hasil pemikirannya. Ia berjalan sendiri, setelah sebelumnya sempat ikut mendukung JakJazz, Jakarta International Jazz Festival (sebelum tahun 2000-an, bersama mendiang Ireng Maulana).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengenang, saat itu ia serius mengadakan festival tersebut. “Tapi saya pikir, ya mungkin hanya akan berjalan 3 atau 4 tahun saja”. Lanjutnya lagi, paling lama mungkin 5 tahun deh begitu. Eh ternyata bisa jalan terus. Tentu saja, ada banyak pihak yang mendukung, yang memungkinkan Java Jazz Festival bisa terus berjalan rutin sebagai agenda tahunan, hingga saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ya saya menjalankannya dengan terutama di dukung putri saya, Dewi Gontha. Dan kini Dewi sudah bisa menjalankannya sendiri. Ia didukung tim yang solid dan sangat memadai dalam menyelenggarakan festival jazz sebesar Java Jazz&#8221;, ungkap PFG.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, PFG tetap mendukung Java Jazz Festival dong? Tentu saja. “Saya tetap monitor dari kejauhan. Kalau diminta saran, baru saya bantulah. Saat ini saatnya saya menikmati Java Jazz Festival, menontonnya selama 3 hari penyelenggaraannya. Bertemu banyak orang. Dan, bermusik lagi”, terang PFG sambil senyum lebar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum ini, PFG acapkali tampil bernyanyi dan bermusik pada beberapa edisi Java Jazz Festival. Tapi tahun ini, PFG tampak “lebih serius” dengan menyiapkan sebuah grup band baru, memimpin, memilih para musisi dan mengatur song-list yang akan dimainkan bandnya itu.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/PFG-The-Groove-Syndicate-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-17890" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/PFG-The-Groove-Syndicate-Gideon-Momongan.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/PFG-The-Groove-Syndicate-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/03/PFG-The-Groove-Syndicate-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>PFG &amp; The Groove Syndicate (Gideon Momongan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Lewat nama <em>PFG &amp; The Groove Syndicate</em>, ia mengajak para musisi muda seperti Tiyo Alibasyah (gitaris, ikut mengkoordinir band ini), Dave Rimba (drums), Rio Fritz Torang (keyboard) dan ada Damez Nababan, saksofonis, yang sekaligus menjadi guru <em>saxophone</em> dari PFG. Ada juga Musisi senior, Teffy Mayne (keyboard), serta bassis kawakan, Jeffrey Tahalele. Kali ini PFG memang menjadi lead-vocalist dengan didampingi oleh Pinky Safira dan Judy Kartadikaria. Pinky adalah vokalis jazz wanita yang telah malang melintang di panggung jazz, terutama di clubs atau café sejak 1990-an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia pernah dikenal sebagai vokalis yang selamat dari serangan bom teroris di kota Amman, Jordania. Ledakan bom bunuh diri itu terjadi pada 9 Oktober 2005, menewaskan bassis jazz, Perry Pattiselanno. Beruntunglah Pinky, juga pianis Sukat Puspaningrat, yang ikut bermain saat itu, selamat. Hanya mengalami luka-luka. Sementara itu vokalis cowok, Judy Kartadikaria, sebenarnya lebih dikenal sebagai penyanyi pop-rock. Ia kini bergabung dengan kelompok rock, Cockpit, selain juga kerapkali menjadi vokalis kelompok pop rock, Colors Band.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PFG &amp; The Groove Syndicate adalah kelompok musik yang tujuannya menghibur banyak orang. Pilihan musiknya, lebih banyak yang medium beat, ada juga yang terasa danceable. “Kami memainkan lagu-lagu dari Incognito, Shakatak misalnya. Pokoknya lagu-lagu yang lebih kental suasana groove nya. Memang grup yang pengennya mengajak orang goyang, bersenang-senang, setiap tampil,” terang PFG lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya… memang menarik bahwa PFG kemudian lebih memilih <em>“back to the stage, for sure”</em>, dan tampil <em>“try out”</em> di acara Press-Conference Java Jazz Festival. Selain penampilan di salah satu<em> lounge</em> di sebuah hotel di Selatan Jakarta, PFG memang terlihat bersukacita. Terasa betul jika dirinya menjadi lebih sehat dan segar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>So, good luck, meneer PFG. This is the time for you to listening, sitting, enjoying and… groovin’, isn’t this?</em> Sukses selalu. Dan salam sehat, <em>chief…. </em>/ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Gideon Momongan</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/profile/peter-f-gontha-jelang-20-tahun-jjf-dan-new-baby-pfg-the-groove-syndicate/">Peter F Gontha: Jelang 20 Tahun JJF dan New Baby PFG &amp; The Groove Syndicate …</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">17888</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
