<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jelajah Kebangsaan Wartawan Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/jelajah-kebangsaan-wartawan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/jelajah-kebangsaan-wartawan/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2023 09:17:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Jelajah Kebangsaan Wartawan Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/jelajah-kebangsaan-wartawan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-PWI Kunjungi Situs Arkeologi Liang Bua Di Ruteng</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/travel/tim-jelajah-kebangsaan-wartawan-pwi-kunjungi-situs-arkeologi-liang-bua-di-ruteng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nuhaa]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2022 18:13:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah Kebangsaan Wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[JKW-PWI]]></category>
		<category><![CDATA[Liang Bua]]></category>
		<category><![CDATA[Ruteng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=1208</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memasuki provinsi ke-25, Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan (JKW)–PWI yang terdiri dari Sonny Wibisono, Indrawan Ibonk, Adji Tunang Pratama dan Yanni Krishnayanni berkesempatan mengunjungi situs arkeologi bersejarah Liang Bua yang terletak di desa Liang Bua Kecamatan Rawung Utara, Kabupaten Manggarai, Flores. Liang Bua terletak diperbukitan karst pernah digunakan sebagai hunian pada jaman prasejarah. Latar mulut gua [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/tim-jelajah-kebangsaan-wartawan-pwi-kunjungi-situs-arkeologi-liang-bua-di-ruteng/">Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-PWI Kunjungi Situs Arkeologi Liang Bua Di Ruteng</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Memasuki provinsi ke-25, Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan (JKW)–PWI yang terdiri dari <strong>Sonny Wibisono</strong>, <strong>Indrawan Ibonk</strong>, <strong>Adji Tunang Pratama</strong> dan <strong>Yanni Krishnayanni </strong>berkesempatan mengunjungi situs arkeologi bersejarah<strong> Liang Bua</strong> yang terletak di desa Liang Bua Kecamatan Rawung Utara, Kabupaten Manggarai, Flores.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Liang Bua terletak diperbukitan karst pernah digunakan sebagai hunian pada jaman prasejarah. Latar mulut gua yang lebar dan dalam dengan atap yang tinggi berhias tonjolan batu stalagnit dengan permukaan gua yang luas dan datar. Liang Bua merupakan gua tempat ditemukannya fosil kerangka manusia kerdil purba dan beberapa kerangka hewan purba lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai situs arkeologi, Liang Bua juga menjadi obyek kegiatan penelitian arkeologi yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional yang juga melibatkan beberapa peneliti dari mancanegara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut <strong>Octavianus Rosari</strong> atau biasa dipanggil <strong>Ovan</strong>, seorang pemandu gua di Liang Bua, mengatakan, di situs ini pernah ditemukan fosil kerangka manusia kerdil purba di lapisan Plestosen akhir di kedalaman 595 cm. Dalam penumuan fosil manusia purba ini ditemukan 9 individu fosil Homo Floresiensis namun hanya satu fosil yang dalam keadaan hampir utuh yang diperkirakan berjenis kelamin wanita dewasa usia 25 – 30 tahun.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Kontur-dinding-batu-di-dalam-Liang-Bua-JKW-PWI.jpg" alt="" class="wp-image-1209" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Kontur-dinding-batu-di-dalam-Liang-Bua-JKW-PWI.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Kontur-dinding-batu-di-dalam-Liang-Bua-JKW-PWI-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Kontur-dinding-batu-di-dalam-Liang-Bua-JKW-PWI-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Kontur dinding batu di dalam Liang Bua (JKW-PWI)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Selain itu turut pula ditemukan kerangka fosil beberapa hewan purba dilokasi penggalian arkeologi Liang Bua. “Tinggi manusia kerdil yang ditemukan kira-kira setinggi 106 cm, dan ada beberapa kerangka hewan juga yang ditemukan seperti komodo, gajah purba dan burung marabou yang saat ini hanya dapat ditemukan di Afrika. Sementara di Manggarai sini burung ini sudah dinyatakan punah,” ungkap Ovan kepada tim JKW-PWI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam bahasa setempat Liang Bua dapat diartikan sebagai “Gua yang sejuk”. “Dalam bahasa lokal Liang berarti “Gua” dan Bua artinya “Sejuk”,” jelas Ovan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Liang Bua sendiri sudah lama dipergunakan oleh penduduk setempat. Sewaktu di jaman penjajahan, gua ini dipergunakan sebagai persembunyian para pejuang. Lalu di era 60 an gua ini menjadi tempat peribadatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, beberapa barang seperti tembikar dan peralatan rumah tangga lain pertama kali ditemukan oleh seorang pastur berkebangsaan Belanda yang saat ini mengajar di Seminari Mataloko Kabupaten Ngada Flores Tengah bernama Theodore Verhoeven secara tidak sengaja pada tahun 1965. Penemuan Theodore ini kemudian dilanjutkan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) pada tahun 1978 – 1989, yang dilanjutkan melalui kerjasama dengan Universitas New England dan Universitas Wollongong, Australia dari tahun 2001 hingga saat ini.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Gambar-reka-ulang-fosil-manusia-purba-yang-memiliki-nama-lain-Homo-Floresiensis-di-Liang-Bua-JKW-PWI.jpg" alt="" class="wp-image-1210" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Gambar-reka-ulang-fosil-manusia-purba-yang-memiliki-nama-lain-Homo-Floresiensis-di-Liang-Bua-JKW-PWI.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Gambar-reka-ulang-fosil-manusia-purba-yang-memiliki-nama-lain-Homo-Floresiensis-di-Liang-Bua-JKW-PWI-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Gambar-reka-ulang-fosil-manusia-purba-yang-memiliki-nama-lain-Homo-Floresiensis-di-Liang-Bua-JKW-PWI-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Gambar reka ulang fosil manusia purba yang memiliki nama lain Homo Floresiensis di Liang Bua (JKW-PWI)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Penemuan fosil manusia purba yang memiliki nama lain Homo Floresiensis di Liang Bua ini sempat menggegerkan dunia arkeologi Nasional maupun mancanegara. Didalam gua ini juga terdapat gua-gua kecil yang hanya dapat diakses dengan cara merangkak sejauh 4 meter. Diperkirakan, gua-gua kecil ini digunakan sebagai tempat untuk sembunyi manusia purba dari gangguan binatang buas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Didalam gua ini juga terdapat lubang sedalam 23 meter. Pernah ada seorang peneliti arkeolog asal Australia yang turun ke lubang ini dengan menggunakan tali dengan dilengkapi tabung oksigen, karena semakin kedalam semakin tipis kadar oksigennya. Menurut info, di kedalam tersebut terdapat ruangan yang tak kalah besarnya dari Liang Bua ini,” jelas Ovan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ovan menambahkan bahwa fosil asli manusia kerdil dan hewan purba yang ditemukan di Liang Bua saat ini di bawa ke Jakarta untuk dilakukan penelitian lanjutan dan tindakan perawatan benda-benda purbakala. Sementara, fosil manusia kerdil purba atau hobbit kini dibuatkan replika yang dipamerkan di musium Liang Bua yang terletak tidak jauh dari lokasi gua./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/tim-jelajah-kebangsaan-wartawan-pwi-kunjungi-situs-arkeologi-liang-bua-di-ruteng/">Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-PWI Kunjungi Situs Arkeologi Liang Bua Di Ruteng</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1208</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunung Nona, Si Cantik dari Enrekang</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/travel/tourism/gunung-nona-si-cantik-dari-enrekang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[eR Bee]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2022 02:14:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Nona]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah Kebangsaan Wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[JKW-PWI]]></category>
		<category><![CDATA[Pesona Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Wonderful Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=1253</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gunung Nona Keindahan Indonesia Timur memang cukup membuat mulut lupa terkatup. Bayangkan saja langit yang cenderung selalu biru, menyatu dengan birunya laut ataupun alur pegunungan yang begitu cantik jadi magnet bagi para pelancong. Salah satu yang juga menjadi daya tarik untuk dikunjungi adalah Gunung Nona atau warga sekitar menyebutnya Buttu Kabobon. Terletak di Kabupaten Enrekang, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/tourism/gunung-nona-si-cantik-dari-enrekang/">Gunung Nona, Si Cantik dari Enrekang</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Gunung Nona</h2>
<p>Keindahan Indonesia Timur memang cukup membuat mulut lupa terkatup. Bayangkan saja langit yang cenderung selalu biru, menyatu dengan birunya laut ataupun alur pegunungan yang begitu cantik jadi magnet bagi para pelancong.</p>


<p class="wp-block-paragraph">Salah satu yang juga menjadi daya tarik untuk dikunjungi adalah <strong>Gunung Nona</strong> atau warga sekitar menyebutnya <strong>Buttu Kabobon</strong>. Terletak di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Keberadaan destinasi ini juga cukup membuat penasaran tim Jelajah Kebangsaan Wartawan &#8211; PWI yang kebetulan memang tengah berada di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun untuk melihat secara jelas memang tidak harus mendatangi gunung tersebut, karena penampakan gunung yang mirip dengan organ kewanitaan itu dapat dilihat dari spot/ gardu pandang dan kedai &#8211; kedai yang ada di jalan Poros Enrekang-Toraja, Enrekang, Sulawesi Selatan. Bentuk itu hadir dengan adanya gundukan-gundukan tanah di gunung tersebut yang membentuk garis yang dikatakan mirip kelamin wanita.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Pengunjung-tengah-menikmati-suasana-gardu-pandang-Gunung-Nona-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-1254" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Pengunjung-tengah-menikmati-suasana-gardu-pandang-Gunung-Nona-Ibonk.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Pengunjung-tengah-menikmati-suasana-gardu-pandang-Gunung-Nona-Ibonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Pengunjung-tengah-menikmati-suasana-gardu-pandang-Gunung-Nona-Ibonk-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Pengunjung tengah menikmati suasana gardu pandang Gunung Nona (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Hanya menempuh jarak tak lebih dari 12 km dari tempat mereka menginap di daerah Cakke, Angeraja, tim JKW-PWI dengan mudah dapat mencapai tempat yang dimaksud.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti pengunjung lain yang tertarik dengan hal yang sama, duduk di kedai &#8211; kedai kopi sederhana menjadi pilihan terbaik. Hamparan pemandangan topografi gunung api purba yang telah lama mati ini memiliki tumbuhan endemi khas seperti ilalang liar. Sejauh mata memandang, pemandangan asri bisa mudah terlihat bahkan hingga di puncak pegunungan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi yang ingin menikmati gunung ini dari dekat ataupun sekedar tracking diharapkan bisa membawa guide lokal sebagai pemandu. Tidak usah membawa peralatan macam-macam, cukup membawa pakaian ringan namun harus mampu menutupi tubuh. Karena gunung ini memiliki karakter kering dengan bebatuan yang cukup besar bahkan terjal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Intensitas cahaya matahari cukup menyengat membuat penguapan cairan tubuh lebih cepat terjadi disarankan untuk membawa perbekalan air yang cukup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tertarik untuk<em> tracking</em> atau sekedar menikmati gunung Nona ini dari jauh? Semua tergantung anda kawan…/ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/tourism/gunung-nona-si-cantik-dari-enrekang/">Gunung Nona, Si Cantik dari Enrekang</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1253</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim JKW PWI Sambangi Desa Bebas Asap Rokok dari Enrekang, Sulawesi Selatan</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/travel/tim-jkw-pwi-sambangi-desa-bebas-asap-rokok-dari-enrekang-sulawesi-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Morteza]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2022 05:52:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Bebas Asap Rokok]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Bone Bone]]></category>
		<category><![CDATA[Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah Kebangsaan Wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[JKW-PWI]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=1241</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjadi terkenal karena sesuatu yang baik merupakan sebuah keberhasilan sendiri. Apalagi jika dilakukan secara masif dan menghasilkan hasil yang lebih besar. Seperti yang bisa kita temukan di Desa Bone Bone, Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Desa ini cukup terkenal dengan aturan ketatnya sebagai daerah tanpa asap rokok dan bahkan melarang penyebaran rokok. Memasuki pintu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/tim-jkw-pwi-sambangi-desa-bebas-asap-rokok-dari-enrekang-sulawesi-selatan/">Tim JKW PWI Sambangi Desa Bebas Asap Rokok dari Enrekang, Sulawesi Selatan</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Menjadi terkenal karena sesuatu yang baik merupakan sebuah keberhasilan sendiri. Apalagi jika dilakukan secara masif dan menghasilkan hasil yang lebih besar. Seperti yang bisa kita temukan di <strong>Desa Bone Bone</strong>, Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Desa ini cukup terkenal dengan aturan ketatnya sebagai daerah tanpa asap rokok dan bahkan melarang penyebaran rokok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memasuki pintu gerbang desa itu, nuansa anti rokok sudah sangat terasa. Karena setiap orang akan melewati pintu gerbang desa yang terletak di ketinggian 1500 mdpl, di kaki gunung Latimojong ini dengan adanya baliho besar yang bertuliskan tanda larangan merokok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Desa ini telah dinyatakan sebagai desa bebas rokok sejak tahun 2000 silam, dan desa ini dinyatakan sebagai desa pertama di dunia yang bebas dari asap rokok. Semua memang tak lepas dari usaha keras Kepala Desa Bone Bone, Muhammad Idris sebagai inisiator keberhasilan usahanya ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini juga yang menjadikan tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-PWI yang tengah berada di daerah ini untuk menyambangi Desa Bone Bone dan bertemu dengan Muhammad Idris untuk sekedar mendengar info terkini sejak peraturan desa yang bebas asap rokok diterapkan sejak 21 tahun silam.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Gerbang-Desa-Bone-Bone-Baraka-Enrekang-Sulsel-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-1245" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Gerbang-Desa-Bone-Bone-Baraka-Enrekang-Sulsel-Ibonk.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Gerbang-Desa-Bone-Bone-Baraka-Enrekang-Sulsel-Ibonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Gerbang-Desa-Bone-Bone-Baraka-Enrekang-Sulsel-Ibonk-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Gerbang Desa Bone Bone, Baraka, Enrekang Sulsel (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Ditemani oleh <strong>Irman</strong>, salah seorang tokoh pemuda di Enrekang, <strong>Indrawan Ibonk</strong>, <strong>Sonny Wibisono</strong> dan <strong>Adji Tunang Pratama</strong> minus <strong>Yanni Krisnayanni</strong> yang tengah mendaki gunung Latimojong bersama-sama menunggang kuda besi masing masing ke desa yang berhawa sejuk ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan siang itu sedikit tertunda karena kepala desa Bone Bone tersebut tengah berada di ladang miliknya, dan barulah menjelang maghrib mereka dapat bertemu di kediaman <strong>Muhammad Idris</strong> di lereng Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Aturan larangan merokok itu kami terapkan pada tahun 2000. Ketika itu Bone Bone masih berstatus dusun. Lewat kesepakatan dengan 4 tokoh masyarakat disini, aturan ini kami buat. Awalnya tidak langsung ekstrim. Tapi lewat larangan untuk menjual rokok, lalu setelah 2 tahun ditingkatkan lagi untuk tidak boleh merokok di tempat umum dan seterusnya sampai larangan permanen diseluruh lingkungan desa&#8221;, ungkap lulusan Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Alauddin Makassar ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesungguhan Idris ingin menerapkan perarturan ekstrim di desa ini karena keprihatinannya terhadap keadaan penduduk desa yang jauh dari kata maju. &#8220;Banyak kawan kawan saya yang putus sekolah. Ketika ditelusuri banyak dari mereka tidak melanjutkan pendidikan mereka karena putus biaya, tapi untuk membeli rokok mereka mampu,&#8221; sesal Idris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belum lagi banyaknya anak-anak yang tak bersekolah karena tak punya biaya. Namun orang tua mereka mampu membeli rokok. &#8220;Itu yang membuat saya begitu ingin membuat perubahan agar potensi desa ini bisa bangkit dengan banyaknya orang yang bisa mengecap pendidikan.&#8221;</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Muhammad-Idris-Kepala-Desa-Bone-Bone-Enrekang-Ibonk-.jpg" alt="" class="wp-image-1244" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Muhammad-Idris-Kepala-Desa-Bone-Bone-Enrekang-Ibonk-.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Muhammad-Idris-Kepala-Desa-Bone-Bone-Enrekang-Ibonk--300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Muhammad-Idris-Kepala-Desa-Bone-Bone-Enrekang-Ibonk--360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Muhammad Idris, Kepala Desa Bone Bone, Enrekang (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Pada awalnya penolakan penolakan cukup gencar dilakukan oleh penduduk yang menganggap ajakan ini merupakan hal yang aneh. Untuk hal tersebut Idris mendatangi penduduk yang protes dan ia ajak mereka debat. Umumnya, penduduk beralasan tak bisa bekerja jika tak sambil merokok. Apalagi udara Bone-Bone dingin. Idris mematahkan alasan itu bahwa ia pun bisa bekerja tanpa merokok. Ia juga mendatangi penjual rokok yang protes karena penghasilannya berkurang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Malah ketika saya meminta dukungan kepada pemerintah daerah disini dianggap hal lucu oleh mereka. Saya ditertawakan. Ketika pusat mendengar (Kementerian Kesehatan), dan saya diundang ke Jakarta disitulah dukungan mulai muncul dari mana-mana,&#8221; akunya lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Idris mengungkapkan, peraturan larangan merokok ini juga berlaku bagi setiap tamu yang datang berkunjung ke Desa Bone Bone. Apabila ada yang kedapatan melanggar aturan, diberikan sanksi kerja sosial, antara lain mengakui perbuatannya dengan mengucapkan ikrar tidak melanggar aturan lagi lewat pengeras suara secara berulang ulang, membersihkan rumah ibadah (masjid), sekolah, membersihkan lingkungan desa seperti irigasi, lapangan dan lainnya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Signed-larangan-merokok-di-Desa-Bone-Bone-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-1243" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Signed-larangan-merokok-di-Desa-Bone-Bone-Ibonk.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Signed-larangan-merokok-di-Desa-Bone-Bone-Ibonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Signed-larangan-merokok-di-Desa-Bone-Bone-Ibonk-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Signed larangan merokok di Desa Bone Bone (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Sanksi kedua justru diperuntukkan kepada pejabat dari Kabupaten Enrekang yang datang ke desa tersebut justru mereka malah merokok. Idris mengadukannya kepada Bupati La Tinro dan memanggil semua kepala dinas yang baru pulang dari sana. Di depan seluruh penduduk, para pejabat itu meminta maaf telah melanggar aturan desa. Mereka juga bersedia membayar denda. Dalam aturan, dendanya hanya Rp 100 ribu. Para pejabat itu membayar Rp1,5 juta, Rp1 juta dan Rp500 ribu tergantung dari kedudukannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan ketegasan dan dukungan penuh Bupati itu, pada 2012 Bone-Bone dinobatkan sebagai Desa Teladan Tingkat Nasional. Idris kian sering bepergian karena diundang ceramah ke banyak tempat untuk bercerita bagaimana ia memimpin desa dengan efektif dan berhasil, termasuk sampai ke Cina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menjaga agar desa ini terus dapat mempertahankan keberadaan ini, peraturan yang awalnya dianggap neko neko tersebut telah dibakukan menjadi Peraturan Desa (Perdes) yang mengikat. Salah satunya adalah pemimpin desa yang baru diwajibkan bukan dari kalangan perokok untuk tetap menjadi contoh bagi penduduk desa Bone Bone dan sekitarnya./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/tim-jkw-pwi-sambangi-desa-bebas-asap-rokok-dari-enrekang-sulawesi-selatan/">Tim JKW PWI Sambangi Desa Bebas Asap Rokok dari Enrekang, Sulawesi Selatan</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1241</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan &#8211; PWI Buktikan Ketangguhan Motor Kawasaki</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/lifestyle/automotive/tim-jelajah-kebangsaan-wartawan-pwi-buktikan-ketangguhan-motor-kawasaki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ibonk]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2021 08:22:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Automotive]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah Kebangsaan Wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[JKW-PWI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=2086</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keterlibatan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) menjadi sangat penting dalam perjalanan tim Turing Jelajah Kebangsaan Wartawan &#8211; PWI mengelilingi Nusantara. Perjalanan yang menempuh jarak sejauh 17.000 km ini memang membutuhkan sosok kuda besi yang tangguh dan handal di segala medan jalan dan cuaca. Hal ini dibuktikan sendiri oleh para rider, diantaranya: Sonny Wibisono (otomotif1.com), Indrawan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/lifestyle/automotive/tim-jelajah-kebangsaan-wartawan-pwi-buktikan-ketangguhan-motor-kawasaki/">Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan &#8211; PWI Buktikan Ketangguhan Motor Kawasaki</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Keterlibatan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) menjadi sangat penting dalam perjalanan tim Turing Jelajah Kebangsaan Wartawan &#8211; PWI mengelilingi Nusantara. Perjalanan yang menempuh jarak sejauh 17.000 km ini memang membutuhkan sosok kuda besi yang tangguh dan handal di segala medan jalan dan cuaca.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini dibuktikan sendiri oleh para rider, diantaranya: <strong>Sonny Wibisono</strong> (otomotif1.com), <strong>Indrawan Ibonk </strong>(JourneyofIndonesia.com), <strong>Agus &#8216;Blues&#8217; Asianto</strong> (trenzindonesia.com), dan <strong>Yanni Krishnayanni</strong> (askara.co), yang terlibat dalam perjalanan Kebangsaan menjelajahi 34 provinsi serta melintasi 15 pulau di seluruh Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 2 unit motor Kawasaki W175TR, 1 unit motor Kawasaki KLX 150 dan 1 unit motor Kawasaki KLX 230 saat ini telah menempuh jarak sejauh 1.766 km selama 13 hari perjalanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketangguhan mesin Kawasaki W175TR melintasi tanjakan di rute pegunungan memang harus diakui dan tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Handling tetap stabil walaupun motor sudah ditambah dengan beban muatan yang cukup berat.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Keempat-motor-Kawasaki-yang-dipakai-untuk-event-Jelajah-Kebangsaan-Wartawan-keliling-Nusantara-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-2087" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Keempat-motor-Kawasaki-yang-dipakai-untuk-event-Jelajah-Kebangsaan-Wartawan-keliling-Nusantara-Ibonk.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Keempat-motor-Kawasaki-yang-dipakai-untuk-event-Jelajah-Kebangsaan-Wartawan-keliling-Nusantara-Ibonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Keempat-motor-Kawasaki-yang-dipakai-untuk-event-Jelajah-Kebangsaan-Wartawan-keliling-Nusantara-Ibonk-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Keempat motor Kawasaki yang dipakai untuk event Jelajah Kebangsaan Wartawan keliling Nusantara (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Begitupun juga dengan tunggangan berjenis trail KLX 150 dan KLX 230, keraguan akan penggunaan ban tahu pada kedua motor ini kini sudah terbantahkan melalui pembuktian selama hampir 265 jam perjalanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gejala slip pada ban ketika dipakai di jalanan aspal dan getaran pada kemudi yang membuat tangan mati rasa hampir tidak pernah terjadi. Semuanya terasa stabil dikarenakan komposisi tekanan angin dan rebound shockbreaker sudah disesuaikan dengan beban yang ada pada kedua motor tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disamping itu semua, tingkat kehati-hatian dan kondisi fisik yang prima disaat melakukan perjalanan di beragam kondisi jalanan ini menjadi syarat khusus agar segalanya dapat berjalan lancar./<strong><em> JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">By Ibonk November 10, 2021 431</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/lifestyle/automotive/tim-jelajah-kebangsaan-wartawan-pwi-buktikan-ketangguhan-motor-kawasaki/">Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan &#8211; PWI Buktikan Ketangguhan Motor Kawasaki</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2086</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-PWI Buktikan Ketangguhan Ban Kingland Jaguar Lintasi 7 Provinsi dan 1766 Kilometer</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/events/tim-jelajah-kebangsaan-wartawan-pwi-buktikan-ketangguhan-ban-kingland-jaguar-lintasi-7-provinsi-dan-1766-kilometer/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ibonk]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2021 01:52:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Automotive]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Blues Asianto]]></category>
		<category><![CDATA[Indrawan Ibonk]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah Kebangsaan Wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[JKWPWI]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Suseno]]></category>
		<category><![CDATA[Kingland]]></category>
		<category><![CDATA[Kingland Jaguar]]></category>
		<category><![CDATA[PWI]]></category>
		<category><![CDATA[Sonny Wibisono]]></category>
		<category><![CDATA[Yanni Krishnayanni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=946</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan (JKW) &#8211; Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kini sudah melintas ribuan kilometer yang mulai start tepat di hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2021 lalu. Tanpa terasa tim yang terdiri dari satu rider perempuan Yanni Krishnayanni (askara.co), dan tiga pria penunggang motor yaitu Agus &#8220;Blues&#8221; Asianto (trenzindonesia.com), Indrawan Ibonk (journeyofindonesia.com) serta [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/events/tim-jelajah-kebangsaan-wartawan-pwi-buktikan-ketangguhan-ban-kingland-jaguar-lintasi-7-provinsi-dan-1766-kilometer/">Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-PWI Buktikan Ketangguhan Ban Kingland Jaguar Lintasi 7 Provinsi dan 1766 Kilometer</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph"><strong>Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan (JKW) &#8211; Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)</strong> kini sudah melintas ribuan kilometer yang mulai start tepat di hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2021 lalu. Tanpa terasa tim yang terdiri dari satu rider perempuan <strong>Yanni Krishnayanni</strong> (askara.co), dan tiga pria penunggang motor yaitu <strong>Agus &#8220;Blues&#8221; Asianto</strong> (trenzindonesia.com), <strong>Indrawan Ibonk</strong> (journeyofindonesia.com) serta<strong> Sonny Wibisono</strong> (otomotif1.com) saat ini sudah singgah di kaki gunung Kerinci, Kayu Aro, Jambi (16/11/21).</p>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph">Ketiga rider itu beristirahat sembari mengabadikan momen foto bersama, sementara Yanni menjalani kegiatan hobinya yang akan capai rekor MURI, mendaki puncak gunung Kerinci.</p>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph">Perjalanan melintas tujuh provinsi ini bukanlah trek yang biasa mereka lalui. Keempat rider yang berprofesi sebagai jurnalis harus menghadapi segala rintangan dan resiko yang dihadapinya, seperti medan yang berliku dan sangat bervariasi setiap harinya.</p>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph">Belum lagi cuaca yang tak menentu, terik panasnya matahari serta hantaman air hujan yang deras menyelimuti tubuh mereka. Penunggang Kawasaki dan difasilitasi dengan ban Kingland tersebut tetap memacu motornya sesuai dengan rencana yang sudah ditentukan sebelumnya.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/11/Kembangan-ban-Kingland-Jaguar-dengan-di-desain-modern-tetap-tangguh-di-segala-medan-jalanan-Ibonk-1.jpeg" alt="" class="wp-image-948" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/11/Kembangan-ban-Kingland-Jaguar-dengan-di-desain-modern-tetap-tangguh-di-segala-medan-jalanan-Ibonk-1.jpeg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/11/Kembangan-ban-Kingland-Jaguar-dengan-di-desain-modern-tetap-tangguh-di-segala-medan-jalanan-Ibonk-1-300x150.jpeg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/11/Kembangan-ban-Kingland-Jaguar-dengan-di-desain-modern-tetap-tangguh-di-segala-medan-jalanan-Ibonk-1-360x180.jpeg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption>Kembangan ban Kingland Jaguar dengan di desain modern tetap tangguh di segala medan jalanan (Ibonk)</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph">&#8220;Teriknya matahari, butiran-butiran air hujan yang deras menyelimuti kami serta jalan bebatuan, aspal, rusak tidak menjadi kendala bagi kami berempat. Kami berempat yakin dengan fasilitas yang kami pergunakan ini. Apalagi Kingland tire sudah memasilitasi dengan ban unggulannya, Kingland Jaguar,&#8221; kata Sonny Wibisono.</p>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph">Sonny demikian nama panggilan untuknya ini menuturkan, walaupun Kingland sudah teruji ketangguhannya, namun ia dan tim sekarang ini benar-benar merasakan ketangguhan ban Jaguar yang dipasang di motor Kawasaki. Terbukti saat kami melintas diberbagai tikungan tajam, jalan pasir serta jalan yang licin. Jaguar tetap pada porosnya, menapak dan kokoh di jalan itu.</p>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph">&#8220;Dari Jakarta hingga saat ini, kami tim JKW-PWI sudah menyelesaikan perjalanannya sejauh 1766 kilometer. Apalagi ketika tim melintas di kawasan puncak menuju Sungai Penuh, jalan yang kami lintas itu penuh dengan perjuangan. Bayangkan, jalan licin berlumur tanah merah basah akibat longsor. Namun ban Kingland tetap nyaman dikendarai. Kami tidak mengalami kendala apapun saat menggelindingkan Jaguar di trek itu,&#8221; kata rider yang menggunakan Kawasaki W175 TR tersebut.</p>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph">Kingland Jaguar yang di desain modern ini tetap memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengendara roda dua. &#8220;Ternyata ban Kingland tipe Jaguar ini bisa melibas segala medan. Bentuk kembangan alurnya juga menarik, lebih variatif. Ban ini cocok untuk touring jarak jauh. Ini yang kami buktikan ketangguhannya yang sudah melintas di tujuh provinsi, 265 jam perjalanan,&#8221; ucapnya.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/11/Ban-Kingland-Jaguar-ini-cukup-cocok-untuk-touring-jarak-jauh-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-949" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/11/Ban-Kingland-Jaguar-ini-cukup-cocok-untuk-touring-jarak-jauh-Ibonk.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/11/Ban-Kingland-Jaguar-ini-cukup-cocok-untuk-touring-jarak-jauh-Ibonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/11/Ban-Kingland-Jaguar-ini-cukup-cocok-untuk-touring-jarak-jauh-Ibonk-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Ban Kingland Jaguar ini cukup cocok untuk touring jarak jauh (Ibonk)</em></figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph">Apalagi pihak Kingland Tire memberikan fasilitas ke tim JKW-PWI untuk melakukan pengecekan ban di titik titik yang telah ditentukan di Indonesia. &#8220;Kami yakin, perjalanan tim JKW-PWI makin mantap dan tetap<em> safety</em>,&#8221; kata Sonny.</p>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph"><strong>Joko Suseno</strong>, <em>Marketing Division Head Kingland Tire</em> mengatakan, pihak Kingland terus berkomunikasi dengan rider JKW-PWI. Rencana terdekat, jika tidak ada kendala tim teknis Kingland juga akan menuju Banda Aceh untuk bergabung dengan para tim JKW-PWI.</p>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph">&#8220;Selain akan memantau secara fisik. Sekaligus kami dari Kingland akan uji produk baru di jalur Banda Aceh hingga Medan atau Riau. Setelah itu bila tidak ada hambatan kami akan memperkenalkan produk baru kami,&#8221; kata Joko Suseno./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/events/tim-jelajah-kebangsaan-wartawan-pwi-buktikan-ketangguhan-ban-kingland-jaguar-lintasi-7-provinsi-dan-1766-kilometer/">Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan-PWI Buktikan Ketangguhan Ban Kingland Jaguar Lintasi 7 Provinsi dan 1766 Kilometer</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">946</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
