<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ketahanan Keluarga Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/ketahanan-keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/ketahanan-keluarga/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Apr 2026 09:21:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Ketahanan Keluarga Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/ketahanan-keluarga/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Kartini di Mata Anis Byarwati Sebagai Sosok Penjaga Peradaban Bangsa</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/news/kartini-di-mata-anis-byarwati-sebagai-sosok-penjaga-peradaban-bangsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 01:52:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Byarwati]]></category>
		<category><![CDATA[BPS 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Emansipasi Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Peradaban Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Raden Ajeng Kartini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=22904</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Bicara tentang Raden Ajeng Kartini sering kali membuat kita terjebak pada romantisme kebaya dan seremoni tahunan. Padahal, jika kita menyelami lebih dalam surat-suratnya, ada kegelisahan yang jauh lebih besar dari sekadar urusan emansipasi. Kartini adalah seorang visioner yang menyadari bahwa fondasi sebuah negara tidak dibangun di atas aspal atau gedung pencakar langit, melainkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/kartini-di-mata-anis-byarwati-sebagai-sosok-penjaga-peradaban-bangsa/">Kartini di Mata Anis Byarwati Sebagai Sosok Penjaga Peradaban Bangsa</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Bicara tentang Raden Ajeng Kartini sering kali membuat kita terjebak pada romantisme kebaya dan seremoni tahunan. Padahal, jika kita menyelami lebih dalam surat-suratnya, ada kegelisahan yang jauh lebih besar dari sekadar urusan emansipasi. Kartini adalah seorang visioner yang menyadari bahwa fondasi sebuah negara tidak dibangun di atas aspal atau gedung pencakar langit, melainkan di atas kualitas pemikiran manusianya. Ia melihat pendidikan bukan hanya sebagai tiket untuk bekerja, melainkan sebagai jalan memuliakan akhlak dan memperkuat karakter bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lahir di tengah kungkungan adat yang kaku, Kartini tidak membalas keterbatasan itu dengan kemarahan, melainkan dengan gagasan. Lewat literatur klasik Habis Gelap Terbitlah Terang, ia menitipkan pesan kuat bahwa pendidikan adalah hak asasi yang akan membawa peradaban keluar dari kegelapan. Spirit ini sebenarnya selaras dengan pesan langit dalam QS. Al-Mujadilah: 11, yang menjanjikan derajat lebih tinggi bagi mereka yang beriman dan berilmu. Bagi Kartini dan juga dalam konteks spiritual, ilmu adalah kompas yang menuntun manusia menuju kemuliaan yang hakiki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kita menengok data terkini dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, angka-angka yang muncul sebenarnya cukup menyejukkan hati. Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk anak usia 7 hingga 12 tahun sudah menembus angka di atas 99 persen. Artinya, hampir seluruh anak Indonesia di jenjang sekolah dasar sudah mendapatkan haknya. Di level pendidikan tinggi, World Bank dalam Indonesia Country Gender Assessment bahkan mencatat tren partisipasi perempuan yang terus menanjak, di mana dalam beberapa titik tertentu, jumlahnya mulai melampaui laki-laki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, di balik gemilangnya statistik tersebut, kita perlu berhenti sejenak dan bertanya: apakah kuantitas ini sudah berbanding lurus dengan kualitas? Data BPS juga memberikan &#8220;catatan kaki&#8221; bahwa rata-rata lama sekolah perempuan di Indonesia masih berkisar di angka 8 hingga 9 tahun. Ini menjadi alarm bahwa banyak anak perempuan kita yang belum tuntas mengenyam pendidikan menengah. Belum lagi urusan kesenjangan antara fasilitas pendidikan di kota besar dengan pelosok desa yang masih timpang. Angka memang penting, tapi kebermanfaatan nyata jauh lebih krusial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemajuan perempuan di masa kini seharusnya tidak hanya diukur dari seberapa tinggi gelar akademik yang diraih, tapi dari seberapa besar dampaknya bagi kehidupan. Ada empat pilar utama yang tetap relevan untuk diperjuangkan: kualitas ilmu yang berbalut akhlak, ketahanan keluarga sebagai benteng pertama masyarakat, kesehatan ibu dan anak, serta kontribusi sosial yang nyata. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” (HR. Ahmad). Di sinilah letak peran strategis perempuan sebagai pendidik pertama dalam keluarga sekaligus penggerak sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Realitas yang kita hadapi hari ini adalah arus modernitas yang begitu deras. Tanpa pegangan nilai yang kuat, pendidikan hanya akan melahirkan robot-robot pintar yang hampa empati. Kartini hadir bukan hanya untuk membuka pintu akses, tapi juga untuk memastikan kita tidak kehilangan arah. Ia mengajarkan bahwa perubahan dimulai dari cara kita berpikir dan kesadaran akan tanggung jawab. Hal ini senada dengan prinsip keseimbangan yang tertuang dalam QS. Al-Baqarah: 228, bahwa perempuan memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya secara patut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meneladani Kartini berarti melanjutkan amanah peradaban yang belum selesai. Semangatnya harus tetap hidup bukan sebagai artefak sejarah, melainkan sebagai energi yang menguatkan keluarga dan menjaga kualitas manusia Indonesia. Selama kita masih memuliakan ilmu dan menjaga nilai-nilai luhur, maka cahaya yang dulu diperjuangkan Kartini akan terus benderang, menerangi setiap langkah bangsa ini menuju masa depan yang lebih bermartabat./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Nuhaa</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/kartini-di-mata-anis-byarwati-sebagai-sosok-penjaga-peradaban-bangsa/">Kartini di Mata Anis Byarwati Sebagai Sosok Penjaga Peradaban Bangsa</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22904</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Anis Byarwati Sebut Perempuan Harus Mampu Menjadi Penjaga Ekonomi Keluarga</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/news/anis-byarwati-sebut-perempuan-harus-mampu-menjadi-penjaga-ekonomi-keluarga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 08:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Byarwati]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 1447H]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi XI DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=22420</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Di balik keriuhan perayaan Idul Fitri, terselip realitas ekonomi yang masih menantang, memaksa setiap rumah tangga untuk menata ulang strategi bertahan hidup. Di sinilah, sosok perempuan muncul sebagai jangkar yang menjaga kapal keluarga tetap stabil di tengah ombak fluktuasi harga kebutuhan pokok yang belum sepenuhnya bersahabat. Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/anis-byarwati-sebut-perempuan-harus-mampu-menjadi-penjaga-ekonomi-keluarga/">Anis Byarwati Sebut Perempuan Harus Mampu Menjadi Penjaga Ekonomi Keluarga</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Di balik keriuhan perayaan Idul Fitri, terselip realitas ekonomi yang masih menantang, memaksa setiap rumah tangga untuk menata ulang strategi bertahan hidup. Di sinilah, sosok perempuan muncul sebagai jangkar yang menjaga kapal keluarga tetap stabil di tengah ombak fluktuasi harga kebutuhan pokok yang belum sepenuhnya bersahabat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Anggota Komisi XI DPR RI</em>, <strong>Anis Byarwati</strong>, menangkap fenomena ini bukan sekadar angka statistik, melainkan tentang daya lentur seorang ibu. Menurutnya, dalam situasi ekonomi saat ini, perempuan memegang peran yang sangat krusial dalam menjaga keseimbangan rumah tangga. Kemampuan manajerial di dapur kini menjadi penentu napas panjang sebuah keluarga. “Dalam kondisi sekarang, perempuan itu benar-benar jadi penopang utama di keluarga. Para ibu harus makin pintar mengatur keuangan keluarga, memastikan kebutuhan terpenuhi, walaupun kondisi ekonomi sedang tidak mudah,” ujar Anis dalam sebuah perenungan momentum Lebaran di Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Realitas di pasar memang berbicara jujur. Tekanan ekonomi dirasakan nyata oleh masyarakat, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok hingga daya beli yang belum sepenuhnya pulih. Anis tidak menampik bahwa beban ini sering kali memaksa perempuan melampaui batas peran domestiknya. Ia melihat banyak ibu yang kini turun tangan, mencari celah kreatif demi menambah pundi-pundi penghasilan keluarga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita tidak bisa menutup mata, harga-harga kebutuhan sehari-hari masih terasa tinggi bagi banyak keluarga. Situasi ini membuat perempuan sering kali harus mencari cara tambahan, bahkan ikut menambah penghasilan keluarga,” lanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, ada garis filosofis yang ditebalkan oleh Anis. Baginya, kontribusi ekonomi perempuan di masa sulit adalah bentuk heroisme, namun bukan berarti menggeser tanggung jawab fundamental. Ia menegaskan bahwa mencari nafkah bukanlah tugas utama perempuan, melainkan tanggung jawab yang pada dasarnya berada pada laki-laki. Keterlibatan istri dalam mencari nafkah adalah penyangga, sebuah bentuk kemitraan yang lahir dari kasih sayang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Perlu dipahami, mencari nafkah bukan tugas utama perempuan. Maka ketika perempuan ikut berkontribusi dalam ekonomi keluarga, itu adalah bentuk dukungan dan kekuatan tambahan, bukan kewajiban utama,” tegas Anis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kunci dari ketahanan ini, menurutnya, terletak pada komunikasi yang cair antara suami dan istri. Ekonomi keluarga bukan hanya soal berapa besar pendapatan yang masuk ke rekening, melainkan bagaimana mengelolanya dengan kesepakatan yang sehat. Ia percaya bahwa beban yang dipikul bersama akan terasa lebih ringan dan menghindarkan keluarga dari keretakan akibat tekanan finansial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Anis juga menyoroti pentingnya dukungan sistemik dari pemerintah. Ketangguhan perempuan Indonesia tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri tanpa payung kebijakan yang berpihak. Sektor UMKM yang banyak digeluti perempuan harus mendapatkan perhatian lebih, mulai dari akses permodalan yang mudah hingga pelatihan yang relevan agar mereka bisa naik kelas secara ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Idul Fitri kali ini pun menjadi pengingat tentang pentingnya kohesi sosial. Semangat gotong royong dan saling membantu antartetangga menjadi jaring pengaman sosial yang paling organik. Di tengah situasi yang menantang, kepedulian terhadap sesama yang terdampak ekonomi menjadi cermin dari kesucian hari raya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menutup pandangannya, Anis menitipkan harapan agar ke depannya perempuan Indonesia memiliki ruang gerak yang lebih luas namun tetap dengan dukungan kemitraan yang seimbang dalam keluarga. “Harapan saya, perempuan Indonesia bisa semakin tangguh tanpa harus menanggung beban sendirian. Dengan kerja sama yang baik antara suami dan istri, serta saling memahami peran masing-masing, keluarga akan menjadi lebih kokoh. Dari keluarga yang kuat dan harmonis, insyaAllah ketahanan ekonomi bangsa juga akan semakin terjaga,” pungkasnya./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA </em></strong>| iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/anis-byarwati-sebut-perempuan-harus-mampu-menjadi-penjaga-ekonomi-keluarga/">Anis Byarwati Sebut Perempuan Harus Mampu Menjadi Penjaga Ekonomi Keluarga</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22420</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
