<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Marsha Aruan Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/marsha-aruan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/marsha-aruan/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2023 04:57:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Marsha Aruan Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/marsha-aruan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Kembalinya Anak Iblis, Teror Iblis dengan Petualangan Yang Mencekam</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/kembalinya-anak-iblis-teror-iblis-dengan-petualangan-yang-mencekam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulia Dewi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2019 04:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Megantara]]></category>
		<category><![CDATA[Al Ghazali]]></category>
		<category><![CDATA[Atta Halilintar]]></category>
		<category><![CDATA[Endy Arfian]]></category>
		<category><![CDATA[Fauzi Baadilah]]></category>
		<category><![CDATA[Marsha Aruan]]></category>
		<category><![CDATA[Mikha Tambayong]]></category>
		<category><![CDATA[RA Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Raffi Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[Rudi Soedjarwo]]></category>
		<category><![CDATA[Sreffi Zamora]]></category>
		<category><![CDATA[Valerie Thomas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=853</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kembalinya Anak Iblis merupakan sekuel dari film sebelumnya yang bertajuk &#8220;13 The Haunted&#8220;. Film produksi RA Pictures milik Raffi Ahmad ini dipastikan lebih mencekam dan menegangkan dari film sebelumnya. Lewat tema drama, horor, dan thriller, film yang dibintangi oleh pemain-pemain muda seperti Marsha Aruan, Sreffi Zamora, Al Ghazali, Endy Arfian, Valerie Thomas, Mikha Tambayong, Achmad [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/kembalinya-anak-iblis-teror-iblis-dengan-petualangan-yang-mencekam/">Kembalinya Anak Iblis, Teror Iblis dengan Petualangan Yang Mencekam</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kembalinya Anak Iblis merupakan sekuel dari film sebelumnya yang bertajuk &#8220;<em>13 The Haunted</em>&#8220;. Film produksi <em>RA Pictures</em> milik Raffi Ahmad ini dipastikan lebih mencekam dan menegangkan dari film sebelumnya. Lewat tema drama, horor, dan <em>thriller</em>, film yang dibintangi oleh pemain-pemain muda seperti <strong>Marsha Aruan</strong>, <strong>Sreffi Zamora</strong>, <strong>Al Ghazali</strong>, <strong>Endy Arfian</strong>, <strong>Valerie Thomas</strong>, <strong>Mikha Tambayong</strong>, <strong>Achmad Megantara</strong> hingga <strong>Atta Halilintar</strong> ini memberi warna baru di tengah persaingan film bergenre horor yang tayang akhir-akhir ini.</p>



<p>Cerita diawali dengan adegan cukup sadis, pembantaian satu keluarga dan karyawan sebuah <em>resort </em>di sebuah lokasi yang bernama pulau Ayunan. Pembantaian sadis itu dilakukan oleh sang ayah yang melakukan ritual dengan makhluk gaib. Jika di film sebelumnya arwah mereka menjadi penunggu <em>resort </em>tersebut yang didatangi oleh sekelompok anak muda yang berpetualang karena kebutuhan konten horor yang mereka buat. Arwah penasaran tersebut akhirnya meneror mereka dan mengakibatkan hilangnya Hana (Marsha Aruan) dan Fira (Mumuk Gomez).</p>



<p>Diceritakan kemudian Rama (Al Ghazali) yang sangat terpukul dan sangat kalut kehilangan adiknya dan kekasihnya Celsi (Valerie Thomas) dirawat di rumah sakit jiwa. Ditambah lagi dengan teror oleh anak iblis penunggu <em>resort </em>yang menewaskan Quinsy (Steffi Zamoea) di kediamannya. Ia pun kemudian memutuskan untuk kembali ke pulau ayunan bersama dengan Garin (Endy Arfian), dan Farel (Atta Halilintar) untuk menemukan jenazah Hana dan Fira.</p>



<p>Dengan bantuan Clara (Mikha Tambayong) dan Joy (Achmad Megantara) kelima sahabat ini kemudian kembali ke resort yang telah memberikan pengalaman yang mengerikan bagi mereka. Berbekal panduan sebuah kitab kuno &#8220;13 Cara Menutup Gapuro Tentrem&#8221; selain menemukan jenazah kedua sahabatnya, kelima anak muda ini juga berusaha untuk mengembalikan arwah penasaran itu ke alamnya agar tidak mengganggu manusia lagi sekaligus menutup pintu teror di gerbang pulang Ayunan selamanya.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/08/Rudi_Sujarwo_dan_Raffi_Ahmad_tengah_menyamp.jpg" alt="" class="wp-image-855" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/08/Rudi_Sujarwo_dan_Raffi_Ahmad_tengah_menyamp.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/08/Rudi_Sujarwo_dan_Raffi_Ahmad_tengah_menyamp-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/08/Rudi_Sujarwo_dan_Raffi_Ahmad_tengah_menyamp-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Rudi Sujarwo dan Raffi Ahmad pada saat memberikan keterangan pada awak media (Yulia)</em></figcaption></figure></div>



<p>Namun tak semudah yang dibayangkan, semua yang dilakukan oleh kelima sahabat ini terbentur dengan arwah penasaran yang bernama Ranti yang justru mengerikan dan membahayakan nyawa mereka. Bukan hanya menginginkan teman, arwah Ranti menyimpan dendam kesumat karena di bunuh sang ayah untuk tumbal agar resort tersebut ramai dikunjungi.</p>



<p>Celsi yang dianggap terganggu jiwanya ternyata tubuhnya di bawah kekuasaan hantu Ranti. Tanpa disadari oleh mereka, arwah Ranti memasuki salah satu jiwa mereka namun semuanya seakan sudah terlambat, karena ternyata korban jiwa kembali berjatuhan.</p>



<p>Berhasilkah kelima sahabat ini keluar dari situasi tersebut? Berhasilkah mereka dengan misinya? Jawabannya semua ada di tanggal 5 September 2019.</p>



<p>Film garapan sutradara <strong>Rudi Soedjarwo</strong> ini berhasil menyuguhkan sajian horor yang mencekam. Dari awal film ini sudah sangat kuat kesan misteri yang ingin disampaikan. Plot twist yang disajikan pun tidak terduga, walau terkesan mengambang. Sehingga penonton berfikir film ini tidak akan berakhir sampai disini, masih ada kisah kelanjutannya tentang resort tersebut.</p>



<p>Para pemain muda yang ditampilkan disini, berperan cukup sesuai dengan porsinya masing-masing, ditambah sisipan sedikit komedi sehingga film ini tidak hanya menampilkan ketegangan semata. Film yang digarap dua tahun lalu bersamaan dengan syuting film sebelumnya karena sulitnya mengumpulkan beberapa cast yang memang sedang menjadi idola para milenial ini menampilkan horor adventure yang kaya akan pesan bagi para kaum muda.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/08/Film_garapan_sutradara_Rudi_Soedjarwo_ini_berhasil_menyuguhkan_sajian_horor_yang_mencekam_Yulia.jpg" alt="" class="wp-image-856" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/08/Film_garapan_sutradara_Rudi_Soedjarwo_ini_berhasil_menyuguhkan_sajian_horor_yang_mencekam_Yulia.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/08/Film_garapan_sutradara_Rudi_Soedjarwo_ini_berhasil_menyuguhkan_sajian_horor_yang_mencekam_Yulia-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/08/Film_garapan_sutradara_Rudi_Soedjarwo_ini_berhasil_menyuguhkan_sajian_horor_yang_mencekam_Yulia-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Film garapan sutradara Rudi Soedjarwo ini berhasil menyuguhkan sajian horor yang mencekam (Yulia)</em></figcaption></figure></div>



<p>&#8220;Pesan dari film ini adalah bagi para anak muda jangan mencari masalah, kalau ada masalah harus tanggung jawab dan menyelesaikan masalahnya sendiri sampai selesai,&#8221; ujar <strong>Raffi Ahmad</strong> di sela acara media screening di kawasan Grand Indonesia, Jakarta Selatan pada Selasa (3/8/2018).</p>



<p>Kembalinya Anak Iblis memang tak bisa dilepaskan dari film 13 The Haunted. Namun para penonton yang belum menonton film sebelumnya tidak perlu khawatir, karena di awal film ini diceritakan sedikit mengenai latar belakang dari film Kembalinya Anak Iblis.</p>



<p>Dengan set tempat dan pencahayaan yang redup ditambah lagi dengan kemunculan para makhluk gaib yang tiba-tiba membuat Kembalinya Anak Iblis mendapatkan efek seram walau inti ceritanya terkesan biasa saja.</p>



<p>Hanya satu yang mengganggu, scoring film yang terlalu berisik membuat adegan yang seharusnya dramatis jadi terganggu dengan <em>scoring </em>yang terlalu menggelegar. Namun, film ini bisa dibilang menjadi salah satu film terbaik dari film horor yang pernah diproduksi oleh RA Pictures. Penasaran dengan film Kembalinya Anak Iblis? Selain dibintangi para bintang muda, film ini juga dibintangi oleh <strong>Fauzi Baadilah</strong>./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/kembalinya-anak-iblis-teror-iblis-dengan-petualangan-yang-mencekam/">Kembalinya Anak Iblis, Teror Iblis dengan Petualangan Yang Mencekam</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">853</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Misteri Dibalik Lagu Lingsir Wengi</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/misteri-dibalik-lagu-lingsir-wengi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulia Dewi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2019 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Aisyah Aqilah]]></category>
		<category><![CDATA[Andhika Lazuardi]]></category>
		<category><![CDATA[Dee Cinema]]></category>
		<category><![CDATA[Erlyn]]></category>
		<category><![CDATA[Farras Fatik]]></category>
		<category><![CDATA[Marsha Aruan]]></category>
		<category><![CDATA[MD Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Meisya Siregar]]></category>
		<category><![CDATA[Rizal Mantovani]]></category>
		<category><![CDATA[Tembang Lingsir]]></category>
		<category><![CDATA[Teuku Rifku Wikana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=666</guid>

					<description><![CDATA[<p>Satu lagi sebuah film diangkat oleh sutradara Rizal Mantovani dari sebuah mitos yang berkembang di masyarakat tentang lagu &#8216;Lingsir Wengi&#8217;. Siapapun yang mendengar tembang ini apalagi di malam hari, pastinya membuat bulu kuduk merinding. Konon katanya, lagu Lingsir Wengi adalah sebuah tembang Jawa yang digunakan untuk memanggil sosok Kuntilanak. Nah, seram kan? Sebagai sebuah tema [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/misteri-dibalik-lagu-lingsir-wengi/">Misteri Dibalik Lagu Lingsir Wengi</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Satu lagi sebuah film diangkat oleh sutradara <strong>Rizal Mantovani</strong> dari sebuah mitos yang berkembang di masyarakat tentang lagu &#8216;Lingsir Wengi&#8217;. Siapapun yang mendengar tembang ini apalagi di malam hari, pastinya membuat bulu kuduk merinding. Konon katanya, lagu Lingsir Wengi adalah sebuah tembang Jawa yang digunakan untuk memanggil sosok Kuntilanak. Nah, seram kan?</p>



<p>Sebagai sebuah tema film &#8220;<strong>Tembang Lingsir</strong>&#8220;, cerita disini memang cukup seram, apalagi dengan dukungan visual dan audio yang ditampilkan pastinya sebuah film akan memunculkan sebuah cerita mistis yang menguatkan mitos tersebut.</p>



<p>Film dimulai dengan sebuah sosok seorang wanita yang bernama Nawang (<strong>Erlyn</strong>) menyanyikan lagu Lingsir Wengi dengan mimik wajah ketakutan. Peristiwa aneh pun terjadi, muncul akar dengan cepat menjalar ke seantero rumah Nawang dan berusaha mengejar putrinya, Mala (<strong>Marsha Aruan</strong>).</p>



<p>Nawang yang tahu apa dan siapa dibalik akar itu berusaha melindungi Mala dengan melemparkan lampu minyak yang digantung di dinding rumahnya. Sekejap api membakar akar dan juga mulai membakar rumahnya yang terbuat dari kayu.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="640" height="360" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/02_Marsha_Aruan_Ist.jpg" alt="" class="wp-image-668" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/02_Marsha_Aruan_Ist.jpg 640w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/02_Marsha_Aruan_Ist-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption><em>Marsha Aruan (Ist)</em></figcaption></figure></div>



<p>Nawang tahu saat itu adalah jelang kematiannya, sebelum api membakar tubuhnya Nawang membisikkan pesan ke Mala agar ketika tiba saatnya nanti selalu ingat untuk menyanyikan lagu Lingsir Wengi yang sudah diajarinya sejak kecil.</p>



<p>Namun bersamaan dengan itu, akar melepaskan diri dari kaki Mala. Tiba-tiba sebuah ujung akar mencapai kerongkongan Mala dan membuat suara Mala kini &#8220;<em>terkunci</em>&#8220;. Mala yang sudah yatim piatu dibawa adik Nawang, Gatot (<strong>Teuku Rifku Wikana</strong>) dan Gladys (<strong>Meisya Siregar</strong>), untuk tinggal bersama mereka. Pasangan ini mempunyai dua anak, Desi (<strong>Aisyah Aqila</strong>) dan Ronald (<strong>Farras Fatik</strong>), dua sepupu Mala yang sudah lama tidak bertemu.</p>



<p>Di rumah omnya tersebut, Mala menemukan banyak keanehan, seperti pintu bergerak-gerak, gamelan berbunyi sendiri, munculnya sosok perempuan seram di kamarnya yang selalu memanggil namanya, dan sesosok perempuan misterius di halaman yang selalu ada dibenak Mala. Di rumah itu juga dihuni oleh Mbak Rahma (<strong>Ida Zein</strong>), asisten rumah tangga yang tidak suka dengan kemunculan Mala di rumah itu. Anehnya, sosok perempuan yang selalu ada di benak Mala ternyata juga ada selalu dibenak Desi. Mereka berdua menggambarkannya ke dalam sebuah sketsa di buku gambar.</p>



<p>Suatu malam, sosok wanita yang selalu memanggil nama Mala menyodorkan sebuah sobekan kertas dengan tulisan yang sangat cocok dengan bagian yang hilang di salah satu halaman buku tebal milik Gatot. Belakangan diketahui bahwa sobekan kertas itu berisi lirik lagu Lingsir Wengi.</p>



<p>Perlahan teror demi terorpun dialami seisi rumah, namun latar belakang dibalik hilangnya suara Mala mulai terkuak. Mampukah Mala menghadapi teror demi teror di rumah itu? Bagaimana nasib keluarga Gatot?</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="640" height="360" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_Salah_satu_adegan_film_Tembang_Lingsir_Ist.jpg" alt="" class="wp-image-669" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_Salah_satu_adegan_film_Tembang_Lingsir_Ist.jpg 640w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_Salah_satu_adegan_film_Tembang_Lingsir_Ist-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption><em>Salah satu adegan film Tembang Lingsir (Ist)</em></figcaption></figure></div>



<p>Tembang Lingsir atau Lingsir Wengi bila orang awam yang mendengarnya bisa menimbulkan rasa takut karena bernuansa mistis dan menyeramkan. Apalagi Rizal Mantovani pernah menggunakan lagu ini di film Kuntilanak tahun 2006 lalu yang dipakai untuk menanggil sosok hantu tersebut.</p>



<p>Coba simak sebagian lirik dari lagu tersebut: “<em>Lingsir wengi, sepi durung biso nendro, kagodho mring wewayang, kang ngreridhu ati. Kawitane mung sembrono njur kulino, ra ngiro yen bakal nuwuhke tresno</em>” artinya:… <em>Menjelang tengah malam, saat menjelang tengah malam, sepi tidak bisa tidur tergoda bayanganmu di dalam hatiku. Permulaannya hanya bercanda kemudian terjadi tidak mengira akan jadi cinta</em>….</p>



<p>Ada beragam tafsir masyarakat terhadap Lingsir Wengi. Banyak yang meyakininya sebagai tembang pemanggil hantu (spesifik lagi, kuntilanak), ada yang menyebut sebagai pengusir hantu, dan ada juga yang berupaya meluruskan bahwa tembang Jawa ini tak ada sangkut pautnya dengan hantu. Seperti yang dilakukan Rizal Mantovani.</p>



<p>Penulis skenario <strong>Andhika Lazuardi</strong> mencoba untuk menafsirkan Lingsir Wengi dengan suasana yang berbeda dari film Rizal sebelumnya, lagu ini digunakan lebih kepada pengusiran tokoh jahat dalam film ini.</p>



<p>Dari sisi cerita sebetulnya film ini mempunyai cerita yang kuat, ditambah dengan akting para pemainnya yang cukup bagus. Sinematografi juga tidak mengecewakan dan cukup membawa penonton ke dalam suasana seram dan teror yang tidak terduga di film ini.</p>



<p>Namun ketika cerita sampai ke klimaksnya, film ini menjadi datar dan tidak ada kejutan lain selain dengan beberapa <em>jump-scare</em> yang disajikan.</p>



<p>Sayangnya tembang Lingsir Wengi yang menjadi kekuatan di film ini tidak disajikan dengan baik. Marsha Aruan kurang dapat membawakan lagu ini dengan baik, sehingga tembang yang seharusnya mempunya daya magis ini hanya terdengar datar dan biasa saja.</p>



<p>Film garapan Dee Cinema dan MD Pictures ini tayang pada 31 Januari 2019, namun pada hari pertama tayang film ini hanya mampu meraih penonton sebanyak 17.272 saja./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="jeg_video_container jeg_video_content"><iframe loading="lazy" title="Tembang Lingsir - Official Trailer | Marsha Aruan, Aisyah Aqila" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/xGMuEFXCUcE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/misteri-dibalik-lagu-lingsir-wengi/">Misteri Dibalik Lagu Lingsir Wengi</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">666</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DreadOut, Misteri Lorong Alam Gaib Lewat Latar Belakang Budaya Sunda</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dreadout-misteri-lorong-alam-gaib-lewat-latar-belakang-budaya-sunda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulia Dewi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2019 08:53:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Caithlin Halderman]]></category>
		<category><![CDATA[Cathy Natafitria]]></category>
		<category><![CDATA[Ciccio Manassero]]></category>
		<category><![CDATA[CJ Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Happiness]]></category>
		<category><![CDATA[DreadOut]]></category>
		<category><![CDATA[Iryadillah]]></category>
		<category><![CDATA[Jefri Nichol]]></category>
		<category><![CDATA[Kimo Stamboel]]></category>
		<category><![CDATA[LytoGame]]></category>
		<category><![CDATA[Marsha Aruan]]></category>
		<category><![CDATA[Nimpuna Sinem]]></category>
		<category><![CDATA[Rachmat Imron]]></category>
		<category><![CDATA[Rima Melati]]></category>
		<category><![CDATA[Sky Media]]></category>
		<category><![CDATA[Susan Sameeh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=611</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membuka awal tahun 2019, sebuah film yang diadaptasi dari sebuah game DreadOut dirilis. Ini merupakan film bergenre horor pertama yang diangkat dari game horor karya developer Indonesia (Digital Happiness) yang telah sukses secara Internasional. Game ini sendiri memang berasal dari para creator game asal Bandung, Rachmat Imron. Film garapan rumah produksi Goodhouse.id ini didukung oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dreadout-misteri-lorong-alam-gaib-lewat-latar-belakang-budaya-sunda/">DreadOut, Misteri Lorong Alam Gaib Lewat Latar Belakang Budaya Sunda</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Membuka awal tahun 2019, sebuah film yang diadaptasi dari sebuah <em>game </em><strong>DreadOut</strong> dirilis. Ini merupakan film bergenre horor pertama yang diangkat dari game horor karya developer Indonesia (<em>Digital Happiness</em>) yang telah sukses secara Internasional. Game ini sendiri memang berasal dari para creator game asal Bandung, <strong>Rachmat Imron</strong>.</p>



<p>Film garapan rumah produksi <a href="http://Goodhouse.id" class="ek-link">Goodhouse.id</a> ini didukung oleh beberapa partner, yaitu CJ Entertainment, Sky Media, Nimpuna Sinema dan LytoGame. LytoGame merupakan perusahaan game terbesar di Indonesia yang mendukung diangkatnya game DreadOut ke layar lebar.</p>



<p><strong>Kimo Stamboel</strong> sebagai sutradara memang ingin mempertahankan identitas dari game DreadOut yang berasal dari Jawa Barat. &#8220;<em>Gue </em>me-<em>respect</em> <em>game </em>aslinya dan bahasanya, ada bahasa Sunda dan juga mengambil latar belakang budaya Sunda. Penciptanya yang meng-<em>create </em>itu,&#8221; kata Kimo Stamboel di Grand Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (2/1/2019).</p>



<p>Film ini merupakan sebuah prekuel dari <em>game </em>yang menceritakan kelompok siswa SMA yang berharap mendapatkan popularitas di media sosial.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/02_DreadOut_Istimewa.jpg" alt="" class="wp-image-613" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/02_DreadOut_Istimewa.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/02_DreadOut_Istimewa-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Salah satu adegan dalam film DreadOut (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Film diawali oleh sebuah ritual yang diikuti oleh beberapa orang dewasa dan satu anak kecil. Dalam ritual tersebut ada seorang sosok yang terbujur kaku dengan ditutupi oleh kain batik yang meronta-ronta ingin terlepas dari pegangan beberapa orang pria. Sosok tersebut mengeluarkan bunyi seperti sebuah monster yang tidak suka kenyamanannya diusik.</p>



<p>Di sisi lain diperlihatkan bagaimana satu orang perempuan yang dipaksa untuk membacakan sebuah mantra. Belakangan diketahui mantra tersebut digunakan untuk mengambil sebuah keris dari dalam tubuh yang tertutup kain. Di ruangan itu juga ada seorang anak kecil yang ketakutan melihat ritual tersebut. Keris pun berhasil dikeluarkan, dan beberapa orang polisi tiba-tiba masuk membubarkan ritual tersebut. Sampai di sini penonton pun dibuat menerka-nerka kejadian selanjutnya.</p>



<p>Beberapa tahun kemudian, ada sekelompok siswa SMA ini pergi ke apartemen kosong, mereka sengaja mengunjungi apartemen tersebut dimalam hari untuk merekam kegiatan mereka selama di sana.</p>



<p>Namun karena rasa penasaran, salah seorang dari mereka Linda (<strong>Caithlin Halderman</strong>) tanpa sengaja membuka portal misterius dan menyeret mereka ke dalam petualangan menyeramkan dan mengancam jiwa mereka.</p>



<p>Dari awal cerita penonton disuguhkan dengan <em>jumpscare </em>yang naik turun. Meskipun terkadang penonton kecele dengan suasana tegang yang ditampilkan, DreadOut memberikan rasa berbeda ketika memperlihatkan sosok hantu yang kerap muncul di film-film horor. Efek suara tidak mengejutkan, sehingga adegan tetap dapat dinikmati penonton. Kimo cukup baik memainkan emosi penonton dengan efek dramatis yang ditampilkan.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_DreadOut_Istimewa.jpg" alt="" class="wp-image-614" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_DreadOut_Istimewa.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_DreadOut_Istimewa-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Salah satu adegan dalam film DreadOut (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Suasana berubah tegang ketika kelima remaja tersebut tanpa sengaja masuk ke lorong gaib di dalam apartemen. Ketiga orang berhasil kembali ke dunia nyata, namun Linda dan Jessica (<strong>Marsha Aruan</strong>) masih terperangkap di dunia lain dan mendapat teror dari makhluk yang mengerikan.</p>



<p>Dari sini adegan terasa lambat dan membosankan, <em>jumpscare </em>yang diperlihatkan ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi yang sudah dibayangkan sebelumnya. Sosok hantu yang muncul sedemikian mudahnya diusir hanya dengan bermodalkan sinar dari <em>flash </em>ponsel yang dibawa Linda dari dunia nyata. Lucu? Sah aja sih, namanya juga hantu millenial. Lucunya lagi ponselnya masih tetap hidup ketika berpindah ke dunia lain yang harus melalui sebuah putaran air.</p>



<p>Film ini bergenre horor survival, tapi horor yang ditampilkan tidak membuat penonton <em>ngos-ngosan</em> dari berbagai rintangan yang ditampilkan. Hantu yang muncul memang menyeramkan tetapi hanya ditampilkan sekedarnya saja. Kemunculan hantu berkebaya merahpun tak mampu membuat penonton ketakutan, dengan menggunakan bahasa Sunda sosok misteri ini agak tidak nyambung dengan diawal cerita.</p>



<p>Meskipun dia mencari keris yang entah dari mana datangnya tiba-tiba ada di tangan Linda. Sedikit nyambung dengan alur di awal cerita, tapi sama sekali tidak ditampilkan asal usul si Kebaya Merah. Kimo cukup berhasil menampilkan sebuah kolam berair di dalam apartemen sebagai pintu ke alam gaib. Tapi sepanjang <em>scene </em>DreadOut tidak bisa membawa penonton ke suasana yang mencekam.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/04_DreadOut_Istimewa.jpg" alt="" class="wp-image-615" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/04_DreadOut_Istimewa.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/04_DreadOut_Istimewa-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Salah satu adegan dalam film DreadOut (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Adegan hanya terpaku kedua lokasi apartemen dan alam gaib yang memperlihatkan sebuah hutan dan rumah adat Sunda. Keluar masuk, tanpa ada kejutan lain yang biasa ditampilkan di film horor survival. Jujur capek nontonnya.</p>



<p>Mungkin yang patut diapresiasi adalah dari sisi <em>CGI</em>, sang sutradara cukup apik menampilkan beberapa adegan ketika si Kebaya Merah (<strong>Rima Melati</strong>) melayang-layang di udara. Begitupun dengan kemunculan hantu yang muncul dari dalam tanah dan beberapa adegan seram lainnya. semuanya kelihatan natural. Dari salah satu scene, Kimo juga terlihat apik menempatkan camera sehingga adegan yang ditampilkan sangat mirip di dalam gamenya.</p>



<p>DreadOut sendiri tidak menampilkan adegan sadis yang berdarah-darah, hanya ada salah satu <em>scene </em>saja yang memperlihatkan satu karakter yang terpotong tangannya. Dari sisi cerita, DreadOut menampilkan alur yang kurang kuat. Akan tetapi plot twist pada akhir cerita disajikan dengan tidak terduga, meskipun masih bisa ditebak sih.</p>



<p>Pada film DreadOut, selain tiga nama diatas film ini masih diperkuat dengan kehadiran Erik (<strong>Jefri Nichol</strong>), Dian (<strong>Susan Sameeh</strong>), Beni (<strong>Iryadillah</strong>), Alex (<strong>Ciccio Manassero</strong>), dan Ira (<strong>Cathy Natafitria</strong>). Semuanya mampu membuat suasana menjadi hidup. Akting para pemain terutama Caitlin Halderman cukup baik, sehingga penonton tidak menduga kalau ini adalah film horor Caitlin pertama kalinya.</p>



<p>Satu hal yang membuat risih adalah dialog antar pemain, memang sih film ini ingin menampilkan latar belakang budaya Sunda. Alangkah baiknya jika para pemain yang terlibat mendalami dialog Sunda. Jadi yang disebut bukan hanya nama salah satu binatang saja (<em>Anj****</em>), cukup mengganggu dengarnya. Apa iya bahasa Sunda identik hanya dengan satu kata itu saja? Gak ada lucunya sama sekali.</p>



<p>DreadOut awalnya menyasar penonton usia remaja, tapi bagi yang belum berusia 17+ dilarang untuk menontonnya, meskipun tidak ada adegan romantis sedikitpun. Penasaran? DreadOut sudah mulai tayang sejak tanggal 3 Januari 2019 kemarin./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="jeg_video_container jeg_video_content"><iframe loading="lazy" title="Official Trailer DREADOUT (2019) - Caitlin Halderman, Jefri Nichol" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/N9ymyIhAUV0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dreadout-misteri-lorong-alam-gaib-lewat-latar-belakang-budaya-sunda/">DreadOut, Misteri Lorong Alam Gaib Lewat Latar Belakang Budaya Sunda</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">611</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berikut Cerita Mistis Dibalik Syuting DreadOut</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/berikut-cerita-mistis-dibalik-syuting-dreadout/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulia Dewi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jan 2019 04:11:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[DreadOut]]></category>
		<category><![CDATA[Irsyadillah]]></category>
		<category><![CDATA[Kimo Stamboel]]></category>
		<category><![CDATA[Marsha Aruan]]></category>
		<category><![CDATA[Rima Melati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=633</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hantu Kebaya Merah merupakan sosok penting dan ikonik dalam film DreadOut. Sosok seram berkebaya merah lengkap dengan sanggulnya ini mampu membuat penonton film besutan Kimo Stamboel menjadi merinding. Rima Melati menceritakan pengalamannya selama syuting film DreadOut di mana dirinya dituntut untuk menggunakan sling selama proses syuting, ”Aku harus pakai sling terus menerus, karena Kebaya Merah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/berikut-cerita-mistis-dibalik-syuting-dreadout/">Berikut Cerita Mistis Dibalik Syuting DreadOut</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hantu Kebaya Merah merupakan sosok penting dan ikonik dalam film <strong>DreadOut</strong>. Sosok seram berkebaya merah lengkap dengan sanggulnya ini mampu membuat penonton film besutan <strong>Kimo Stamboel</strong> menjadi merinding.</p>



<p><strong>Rima Melati</strong> menceritakan pengalamannya selama syuting film DreadOut di mana dirinya dituntut untuk menggunakan <em>sling </em>selama proses syuting, ”Aku harus pakai sling terus menerus, karena Kebaya Merah itu banyak adegan melayang dan jujur aja <em>scene </em>aku di film ini berat banget. lni jadi pengalaman baru buat aku, tapi yang pasti ini seru banget.&#8221; kata Rima dalam acara Media Gathering DreadOut di Jakarta, Kamis (17/1).</p>



<p>Selain itu Rima harus menjalankan proses <em>make up</em> selama lima jam untuk menjadi sosok Kebaya Merah. <em>Make up</em> Kebaya Merah dilakukan secara Iangsung oleh <em>make up artist</em> yang sudah berpengalaman untuk merias wajah berkarakter.</p>



<p>”Aku sempat kaget melihat hasil <em>make up</em>-nya, seram banget! Kebayang dong ya, pas ngaca lihat mukaku berubah drastis, keren banget. Salut buat tim make up dari DreadOut. Aku berasa kebaya merah itu <em>real </em>banget dan aku pas meranin karakter kebaya merah berasa kebaya merah itu nyatu banget,” sambung Rima Melati.</p>



<p>Rima merasa tidak menjadi dirinya sendiri, apalagi film ini merupakan film horor pertamanya sejak vakum dibidang akting. “Aku kayak orang lain gitu, berasa bukan Rima yang meranin sosok kebaya merah tapi berasa real kebaya merah. DreadOut ini film horor pertamaku setelah rehat, suatu kebanggan sendiri bisa <em>join </em>di film ini. Aku terima kasih kepada tim yang sudah kasih kesempatan buatku,” ujarnya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/02_Rima_Yulia.jpg" alt="" class="wp-image-635" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/02_Rima_Yulia.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/02_Rima_Yulia-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Rima Melati yang berperan sebagai Hantu Kebaya Merah (Yulia)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Tidak hanya Rima, selama proses syuting DreadOut menyisakan cerita mistis yang dialami oleh <strong>Marsha Aruan</strong>. Saat berperan sebagai Jessica, Marsha harus memerankan tokoh yang menjadi sasaran serangan Hantu Kebaya Merah. Setelah terjebak di portal gaib, Jessica di sandera dan dikendalikan oleh Kebaya Merah.</p>



<p>Ternyata dalam adegan tersebut benar dihadiri sosok gaib, hal lini diceritakan Marsha saat bertemu dengan media di Cirebon.</p>



<p>Marsha Aruan menceritakan pengalaman mistisnya saat syuting film DreadOut. “Sepupuku ada yang indigo gitu. Dia bisa lihat hantu. Aku awalnya nggak tahu apa-apa, kan. Terus diceritain kalau pas adegan itu (dikendalikan Hantu Kebaya Merah) di belakang kita (Marsha dan Rima Melati) ada satu sosok lagi. Muka hantunya ketutupan sama rambut panjang, terus pakai baju merah gitu lah. Mirip kuntilanak.”</p>



<p>la pun bercerita kalau tim promo DreadOut pernah beberapa kali melihat Hantu Kebaya Merah di dekat kantornya daerah Cipete dan Hantu Kebaya Merah yang dia temui berambut panjang dan terurai ke depan.</p>



<p>Pengalaman mistis lainnya juga dialami oleh <strong>Irsyadillah </strong>yang memerankan sebagai Beni, di lokasi syuting. Irsyad mengaku sempat bertemu dengan sosok ibu-ibu yang awalnya dikira istri salah satu kru ternyata sosok makhluk halus. “Jadi aku sama Cicio itu sedang lewat kemah para kru, aku lihat ada seorang ibu sama anak kecil di dalam tenda. Aku terus sapa ibu itu. Saat aku tanya salah satu kru, ternyata dia nggak ada ajak istrinya. Dan mereka bilang gak ada orang di tenda tersebut. Jadi aku dan Cio langsung merinding. Untung gak diganggu yang aneh-aneh selama syuting” tuturnya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_DreadOut_Istimewa-1.jpg" alt="" class="wp-image-636" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_DreadOut_Istimewa-1.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_DreadOut_Istimewa-1-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>DreadOut (Istimewa)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Sesama pemain yang berada dalam set saat itu, Irsyadillah mengungkapkan, ”Kita baru sadar sehabis rilis <em>teaser</em>. Pocong yang di calling itu cuma ada 10 atau 11 paling. Tapi habis take foto bersama pemain dan kru, ternyata di foto jumlah pocongnya bertambah satu atau dua.” katanya.</p>



<p><strong>Wida Handoyo</strong> mengungkapkan, &#8220;Sangat senang dengan antusiasme dan apresiasi positif masyarakat, hingga saat ini film DreadOut telah menembus 800.000 penonton. Hal ini membuktikan bahwa film yang diangkat dari adaptasi game memiliki potensi yang menjanjikan di Indonesia”</p>



<p>Film DreadOut mengambil Iatar cerita sebelum kejadian dalam <em>game </em>terjadi (<em>prekuel</em>). Film DreadOut menceritakan sekelompok siswa SMA yang berharap mendapatkan popularitas di media sosial. Sekelompok siswa SMA ini pergi ke apartemen kosong, mereka sengaja mengunjungi apartemen tersebut di malam hari untuk merekam kegiatan mereka selama di sana. Tidak sengaja, salah satu anggota kelompok, Linda, membuka portal misterius dan membangunkan setan yang dapat menyeret mereka ke dalam neraka.</p>



<p>Film DreadOut disutradarai dan diproduseri oleh Kimo Stamboel (”Rumah Dara&#8221;, ”Killers&#8221; ”Headshot”), Wida Handoyo (”Petak Umpet Minako&#8221;), dan Edwin Nazir (&#8220;9 Summers 10 Autumns”) telah rilis 3 Januari 2019./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/berikut-cerita-mistis-dibalik-syuting-dreadout/">Berikut Cerita Mistis Dibalik Syuting DreadOut</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">633</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Film Tembang Lingsir, Cerita Horor dari Mitos Jawa</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/film-tembang-lingsir-cerita-horor-dari-mitos-jawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulia Dewi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2018 08:41:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Aisyah Aqilah]]></category>
		<category><![CDATA[Dee Company]]></category>
		<category><![CDATA[Dheeraj Kalwani]]></category>
		<category><![CDATA[Jennifer Rochelle]]></category>
		<category><![CDATA[Marsha Aruan]]></category>
		<category><![CDATA[Meisya Siregar]]></category>
		<category><![CDATA[Rizal Mantovani]]></category>
		<category><![CDATA[Tembang Lingsir]]></category>
		<category><![CDATA[Teuku Rifnu Wikana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=601</guid>

					<description><![CDATA[<p>MD Pictures dan Dee Company kembali mempersembahkan sebuah film horor yang berasal dari sebuah mitos Jawa &#8220;Tembang Lingsir&#8221;. Judul tersebut diambil dari sebuah lagu ‘Lingsir Wengi’ yang menjadi legenda di tanah air. Menurut mitos Jawa, lagu ini sangat disukai hantu wanita yang biasanya dapat memanggil sosok hantu yang disebut kuntilanak. Namun, di film ini, Rizal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/film-tembang-lingsir-cerita-horor-dari-mitos-jawa/">Film Tembang Lingsir, Cerita Horor dari Mitos Jawa</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>MD Pictures dan Dee Company kembali mempersembahkan sebuah film horor yang berasal dari sebuah mitos Jawa &#8220;Tembang Lingsir&#8221;. Judul tersebut diambil dari sebuah lagu ‘Lingsir Wengi’ yang menjadi legenda di tanah air. Menurut mitos Jawa, lagu ini sangat disukai hantu wanita yang biasanya dapat memanggil sosok hantu yang disebut kuntilanak. Namun, di film ini, <strong>Rizal Mantovani</strong> yang didampuk sebagai sutradara memberikan penampakan hantu wanita yang berbeda dan biasa dipanggil Kanjeng Ratu.</p>



<p>Dalam <em>trailer </em>yang berdurasi 130 menit tersebut, terungkap bagaimana lagu ‘Lingsir Wengi’ menjadi senjata untuk mempertahankan diri dari godaan makhluk gaib.</p>



<p>&#8220;Lingsir Wengi setelah riset adalah sebuah mitos yang asal usulnya menjadi sebuah misteri. Yang saya tahu dia mengikuti sebuah filsafat, tetapi isi liriknya sendiri sebetulnya bukan seperti itu. Ada misteri yang menarik untuk diangkat. Bukan untuk memanggil kuntilanak, kita coba ada pendekatan lain di balik itu,&#8221; kata Rizal Mantovani di Metropole, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (10/12).</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/04_Rizal_Montovani_Yulia.jpg" alt="" class="wp-image-603" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/04_Rizal_Montovani_Yulia.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/04_Rizal_Montovani_Yulia-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption><em>Rizal Mantovani (Yulia)</em></figcaption></figure></div>



<p>Sebagai sutradara spesialis film horor, Rizal Mantovani menampilkan objek yang berbeda kali ini. Ia menciptakan sebuah sosok bukan saja unik tetapi memiliki unsur etnik dan ciri khasnya film ini.</p>



<p>&#8220;Setelah diskusi dan mencari sosok yang tepat secara design saya memilih objek akar dengan pondasi utamanya. Kenapa? Kekuatan sosok itu berasal dari akar yang nantinya akan dilihat bagaimana ia menampilkan kekuatannya dari akar tersebut,&#8221; papar Rizal.</p>



<p>&#8220;Ide awalnya memang saya ingin mengangkat sebuah film yang diangkat dari lagu yang fenomenal dan dikenal masyarakat. Dan jujur sebenarnya gara-gara pak Rizal yang membuat lagu ini jadi terkenal di masyarakat. Sampai banyak yang ikut uji nyali, makanya kita ingin kupas lagu ini,&#8221; ungkap <strong>Dheeraj Kalwani</strong>, Produser Dee Company.</p>



<p>Film ini berkisah tentang hidup Mala (<strong>Marsha Aruan</strong>) yang senantiasa berurusan dengan tembang Lingsir, tembang yang diajarkan ibunya sejak kecil. Setelah insiden kebakaran misterius yang menewaskan ibunya, Mala kehilangan suaranya.</p>



<p>Kemudian, Mala tinggal di rumah pamannya, Gatot (<strong>Teuku Rifnu Wikana</strong>) dan istrinya, Tante Gladys (<strong>Meisya Siregar</strong>) bersama dua anak mereka, Daisy (<strong>Aisyah Aqilah</strong>) dan adiknya, Ronald. Di rumah tersebut, juga ada Mbok Rahma, yang mengurus keperluan mereka.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_Press_Conference_Film_Tembang_Lingsir_Yulia.jpg" alt="" class="wp-image-604" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_Press_Conference_Film_Tembang_Lingsir_Yulia.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/03_Press_Conference_Film_Tembang_Lingsir_Yulia-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption><em>Press Conference Film Tembang Lingsir (Yulia)</em></figcaption></figure></div>



<p>Daisy, anak millenials yang super up to date, merasa terganggu dengan kehadiran Mala yang dianggapnya freak dan kampung. Sementara Ronald yang memang tidak akrab dengan kakaknya, malah senang dengan kehadiran Mala.</p>



<p>Namun sejak kedatangan Mala, suasana rumah tidak lagi sama. Banyak kejadian aneh yang muncul. Mbok Rahma menuduh Mala lah penyebab semua kekacauan ini. Namun, Mala merasa ada rahasia besar di dalam rumah ini yang membuat semua teror tersebut muncul. Apalagi ketika dia mengetahui bahwa ternyata dia memiliki saudara kembar fratemal, kembar tidak identik, yang tidak pernah dia kenal sebelumnya.</p>



<p>“Kami yakin film yang dikembangkan dari mitos di masyarakat membuat film lebih mudah diterima penonton,” ujar Dheeraj Kalwani, Produser Dee Company.</p>



<p>Film Tembang Lingsir dibintangi Marsha Aruan, Aisyah Aqilah, <strong>Jennifer Rochelle</strong>, Teuku Rifnu Wikana, Meisya Siregar dan lainnya. Film yang diangkat dari kisah lagu “Lingsir” ini dapat disaksikan di bioskop tanggal 31 Januari 2019./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="jeg_video_container jeg_video_content"><iframe loading="lazy" title="Tembang Lingsir - Official Trailer | Marsha Aruan, Aisyah Aqila" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/xGMuEFXCUcE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/film-tembang-lingsir-cerita-horor-dari-mitos-jawa/">Film Tembang Lingsir, Cerita Horor dari Mitos Jawa</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">601</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
