<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Melly Goeslaw Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/melly-goeslaw/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/melly-goeslaw/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Jan 2026 07:51:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Melly Goeslaw Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/melly-goeslaw/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Menelusuri Jejak 30 Tahun Miles Films: Saat Musik Tak Sekadar Latar</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/menelusuri-jejak-30-tahun-miles-films-saat-musik-tak-sekadar-latar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 00:36:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[.this/PLAY]]></category>
		<category><![CDATA[Anto Hoed]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Lokananta]]></category>
		<category><![CDATA[Melly Goeslaw]]></category>
		<category><![CDATA[Mira Lesmana]]></category>
		<category><![CDATA[MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Riri Riza]]></category>
		<category><![CDATA[Sigit D. Pratama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=21423</guid>

					<description><![CDATA[<p>SURAKARTA — Di sudut-sudut Galeri Lokananta yang sarat sejarah, sebuah narasi baru tentang perjalanan sinema Indonesia mulai disenandungkan. Bukan melalui layar perak yang megah, melainkan lewat helaian partitur, instalasi bunyi, dan arsip visual yang selama tiga dekade terakhir telah menyatukan jutaan perasaan penontonnya. Miles Films, rumah produksi yang menjadi pilar kebangkitan film nasional, kini mengajak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/menelusuri-jejak-30-tahun-miles-films-saat-musik-tak-sekadar-latar/">Menelusuri Jejak 30 Tahun Miles Films: Saat Musik Tak Sekadar Latar</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">SURAKARTA — Di sudut-sudut Galeri Lokananta yang sarat sejarah, sebuah narasi baru tentang perjalanan sinema Indonesia mulai disenandungkan. Bukan melalui layar perak yang megah, melainkan lewat helaian partitur, instalasi bunyi, dan arsip visual yang selama tiga dekade terakhir telah menyatukan jutaan perasaan penontonnya. Miles Films, rumah produksi yang menjadi pilar kebangkitan film nasional, kini mengajak publik kembali &#8220;mendengar&#8221; melalui ekshibisi bertajuk <a href="https://www.instagram.com/milesfilms/" type="link" id="https://www.instagram.com/milesfilms/">“MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar”</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran yang digelar mulai 27 Januari hingga September 2026 ini bukan sekadar perayaan ulang tahun ke-30. Ini merupakan sebuah upaya pembacaan ulang terhadap hubungan simbiosis antara nada dan gambar yang telah menjadi identitas estetika Mira Lesmana dan Riri Riza sejak 1995. Bertempat di Ruang Pamer Temporer Galeri Lokananta, Surakarta, kolaborasi antara Miles Films, .this/PLAY, dan Lokananta ini menyajikan pengalaman multisensori yang melintasi batas-batas era analog menuju digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejarah mencatat bagaimana Miles Films secara konsisten menempatkan musik sebagai elemen fundamental dalam bercerita. Dari fenomena Petualangan Sherina di awal milenium hingga babak baru Rangga &amp; Cinta pada 2025, setiap karya Miles selalu meninggalkan jejak bunyi dalam ingatan kolektif. <em>Creative Director Miles Films</em>, <strong>Riri Riza</strong>, menekankan bahwa kehadiran musik dalam setiap produksinya memiliki posisi yang setara dengan elemen sinematik lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Musik dalam film memegang peran penting sebagai elemen yang menyatu dengan dialog dan desain suara, membangun emosi dan ritme serta mendukung adegan. Nada-nada dalam film-film Miles bukan sekadar pelengkap, melainkan unsur penting yang membentuk pengalaman emosional penonton dan menandai zamannya,” ujar Riri Riza menjelaskan filosofi di balik karya-karyanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedalaman artistik ini tidak lepas dari deretan maestro yang telah membersamai perjalanan Miles. Nama-nama seperti Elfa Secioria, Thoersi Argeswara, Djaduk Ferianto, hingga pasangan <em>Melly Goeslaw &amp; Anto Hoed</em> menjadi bagian dari jalinan kreatif tersebut. Belum lagi keterlibatan Indra Lesmana, Andy Ayunir, Aksan Sjuman, Basri S. Sila, Erwin Gutawa, Juang Manyala, Lie Indra Perkasa, hingga talenta masa kini seperti Aria Prayogi dan Sherina Munaf. Kekuatan lagu tema pun kian dipertegas oleh kolaborasi bersama musisi lintas genre, mulai dari Eross Candra, Garasi, Mocca, Float, Nidji, Gigi, hingga Anggun C. Sasmi dan Iwa K.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keunikan pameran ini terletak pada pendekatan desain ruang yang digarap oleh <a href="https://www.instagram.com/this.play/?hl=en" type="link" id="https://www.instagram.com/this.play/?hl=en">.this/PLAY Studio</a>. Mereka tidak menyajikan arsip secara statis, melainkan melalui instalasi eksperimental yang akan terus berkembang sepanjang masa pameran. Pengunjung dapat menyentuh proses kreatif mulai dari draf lirik asli hingga memasuki instalasi studio rekaman untuk merasakan &#8220;magisnya&#8221; proses penyatuan suara ke dalam gambar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sigit D. Pratama</strong>, <em>Founder &amp; Lead Spatial Designer</em> .this/PLAY, menuturkan bahwa pameran ini dirancang sebagai ringkasan perjalanan visual yang utuh. Menurutnya, “Pameran ini secara personal memberikan gambaran bagaimana musik menjadi bagian dari perjalanan visual dalam tubuh film yang utuh. Pameran ini hadir dengan pendekatan tematik dan ruang eksperimental dalam linimasa 30 tahun Miles Films, menjadi perayaan atas relasi dua arah bagaimana Musik/Suara dan Film melalui metode gambar bergerak menjadi satu, utuh dan melengkapi untuk bercerita. Ruang yang menjadi ringkasan perjalanan selama 30 tahun terus hadir mendekatkan gambar dan suara dengan berbagai medium kepada kita para penikmat melalui karya-karyanya.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemilihan Lokananta sebagai rumah bagi eksibisi ini pun menyimpan makna simbolis yang mendalam. Sebagai cagar budaya musik tertua di Indonesia, Lokananta menjadi jangkar yang menghubungkan warisan musik masa lalu dengan dinamika kontemporer perfilman nasional. <strong>Wendi Putranto</strong>, <em>CEO Lokananta</em>, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah sebuah penghormatan besar bagi institusi yang ia pimpin, terutama menjelang perayaan ke-70 Lokananta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sungguh kehormatan dan kebanggaan besar bagi Lokananta, dalam perayaan menuju 70 tahun, dapat berkolaborasi dengan Miles Films melalui pameran ini. Selama tiga dekade, Miles Films telah menjadi zeitgeist perfilman Indonesia, melahirkan terobosan-terobosan yang menghidupkan kembali sinema nasional, membuka ruang bagi narasi-narasi baru, serta menegaskan kuatnya relasi antara film, musik, dan gagasan budaya. Kami mengundang publik untuk mendengar kembali, memahami ulang, dan merayakan jejak kreatif Miles Films sebagai bagian tak terpisahkan dari petualangan budaya populer Indonesia,” tutur Wendi dengan penuh antusias.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi <strong>Mira Lesmana</strong>, produser yang telah melahirkan banyak karya ikonik, pameran ini adalah jendela bagi publik untuk melihat kerumitan di balik harmoni yang mereka dengar di bioskop. Ia menceritakan bagaimana pencarian musik selalu dimulai sejak awal sebuah gagasan film lahir, sebuah proses yang ia sebut penuh tantangan namun membahagiakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pencarian musik untuk film adalah sebuah proses panjang, yang dilakukan sejak awal menggagas film dengan berkolaborasi bersama musisi. Bersama-sama kami melalui proses belajar dan melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan bentuk musik yang dapat memperkuat film sekaligus bermakna sebagai karya musik itu sendiri. Semoga lewat jejak bunyi, nada dan gambar yang kami tampilkan dalam pameran ini, publik yang berkunjung bisa merasakan semangat kami dalam berkarya, bagaimana perjalanan kreatif ini proses yang menantang sekaligus menyenangkan!” pungkas Mira.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran “MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar” secara resmi dapat dinikmati oleh masyarakat umum mulai 27 Januari 2026. Ini adalah undangan bagi siapapun untuk merayakan kembali petualangan imajinasi yang telah menemani perjalanan hidup kita melalui nada dan cahaya./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Ismed Nompo</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/menelusuri-jejak-30-tahun-miles-films-saat-musik-tak-sekadar-latar/">Menelusuri Jejak 30 Tahun Miles Films: Saat Musik Tak Sekadar Latar</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21423</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Teaser Resmi Film Rangga &#038; Cinta Tayang Hari Ini, Sebuah Reinterpretasi Cinta Ikonik Generasi Baru</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/teaser-resmi-film-rangga-cinta-tayang-hari-ini-sebuah-reinterpretasi-cinta-ikonik-generasi-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2025 12:47:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Ada Apa dengan Cinta?]]></category>
		<category><![CDATA[El Putra Sarira]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Leya Princy]]></category>
		<category><![CDATA[Melly Goeslaw]]></category>
		<category><![CDATA[Miles Films]]></category>
		<category><![CDATA[Mira Lesmana]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Nicholas Saputra]]></category>
		<category><![CDATA[Rangga & Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Riri Riza]]></category>
		<category><![CDATA[Toto Prasetyanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=18776</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Penantian panjang para penggemar kisah cinta legendaris akhirnya terjawab. Teaser perdana film Rangga &#38; Cinta, karya terbaru dari rumah produksi ternama Miles Films, resmi dirilis hari ini di kanal media sosial mereka. Film ini menjadi reinterpretasi modern dari Ada Apa dengan Cinta?, yang dulu melekat kuat dalam ingatan kolektif generasi 2000-an. Disutradarai oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/teaser-resmi-film-rangga-cinta-tayang-hari-ini-sebuah-reinterpretasi-cinta-ikonik-generasi-baru/">Teaser Resmi Film Rangga &amp; Cinta Tayang Hari Ini, Sebuah Reinterpretasi Cinta Ikonik Generasi Baru</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA – Penantian panjang para penggemar kisah cinta legendaris akhirnya terjawab. Teaser perdana film <em>Rangga &amp; Cinta</em>, karya terbaru dari rumah produksi ternama <em>Miles Films</em>, resmi dirilis hari ini di kanal media sosial mereka. Film ini menjadi reinterpretasi modern dari <em>Ada Apa dengan Cinta?</em>, yang dulu melekat kuat dalam ingatan kolektif generasi 2000-an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disutradarai oleh sineas kenamaan Riri Riza dan diproduseri oleh Mira Lesmana bersama Nicholas Saputra dan Toto Prasetyanto, film Rangga &amp; Cinta menghadirkan wajah-wajah baru dengan semangat yang segar. El Putra Sarira dipercaya menghidupkan karakter Rangga, sementara Leya Princy tampil sebagai Cinta—tokoh sentral yang penuh daya tarik. Keduanya tampil dengan <em>chemistry</em> yang kuat, sebagaimana diperlihatkan dalam teaser berdurasi singkat namun menggugah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya itu, Leya Princy juga menyumbangkan suaranya dalam lagu &#8216;Bimbang&#8217;, ciptaan Melly Goeslaw, yang digunakan sebagai latar musik dalam teaser. Lagu ini dulu menjadi ikon emosional dari film Ada Apa dengan Cinta?, dan kini dihadirkan kembali dengan aransemen baru yang lebih segar namun tetap menyentuh. </p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/Rangga-dan-Cinta-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-18778" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/Rangga-dan-Cinta-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/Rangga-dan-Cinta-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/Rangga-dan-Cinta-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Rangga dan Cinta (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">“Saya harap teaser ini bisa memberikan sedikit bocoran yang memuaskan rasa ingin tahu banyak orang tentang film ini. Penonton bisa melihat bagaimana sentuhan baru diberikan, termasuk oleh para pemain muda berbakat yang kami pilih,” ungkap Mira Lesmana dalam pernyataan resmi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Rangga_%26_Cinta">Rangga dan Cinta</a>, film ini juga akan menampilkan karakter-karakter ikonik lainnya yang dihidupkan kembali oleh generasi baru. Jasmine Nadya sebagai Alya, Kyandra Sembel sebagai Maura, Katyana Mawira sebagai Milly, Daniella Tumiwa sebagai Karmen, Rafly Altama sebagai Mamet, dan Rafi Sudirman sebagai Borne. Nama-nama ini mewakili talenta muda yang menjanjikan di industri perfilman Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film Rangga &amp; Cinta saat ini tengah berada dalam tahap pasca produksi dan dijadwalkan tayang dalam waktu dekat. Tanggal resmi perilisan akan segera diumumkan melalui media sosial resmi Miles Films.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/Rangga-Cinta-Teaser-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-18779" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/Rangga-Cinta-Teaser-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/Rangga-Cinta-Teaser-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/06/Rangga-Cinta-Teaser-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Rangga &amp; Cinta Teaser (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Selama tiga dekade berkarya, Miles Films telah membentuk jejak kuat dalam dunia sinema nasional, mulai dari Petualangan Sherina (2000), Laskar Pelangi (2008), hingga Ada Apa dengan Cinta? 2 (2016). Banyak karyanya juga diakui secara internasional dan meraih berbagai penghargaan, termasuk di Festival Film Indonesia dan Festival Film Internasional Venesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karya-karya <a href="https://www.instagram.com/milesfilms/?hl=en">Miles Films</a> selalu dikenal karena kemampuan mereka merangkul generasi baru, tanpa kehilangan esensi cerita yang kuat. Hal ini kembali tercermin dalam Rangga &amp; Cinta, sebuah film yang bukan sekadar remake, melainkan penafsiran ulang kisah cinta yang relevan untuk masa kini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pantau terus akun media sosial resmi Miles Films dan film Rangga &amp; Cinta untuk informasi terbaru, termasuk tanggal rilis dan detail promosi lainnya./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Ismed Nompo</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/teaser-resmi-film-rangga-cinta-tayang-hari-ini-sebuah-reinterpretasi-cinta-ikonik-generasi-baru/">Teaser Resmi Film Rangga &amp; Cinta Tayang Hari Ini, Sebuah Reinterpretasi Cinta Ikonik Generasi Baru</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">18776</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
