<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Na Willa Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/na-willa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/na-willa/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Dec 2025 04:50:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Na Willa Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/na-willa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Film &#8220;Na Willa&#8221;, Hidupkan Kembali Keajaiban Masa Kecil di Lebaran 2026</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/film-na-willa-hidupkan-kembali-keajaiban-masa-kecil-di-lebaran-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 00:54:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Anggia Kharisma]]></category>
		<category><![CDATA[Film Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Na Willa]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Otomotif]]></category>
		<category><![CDATA[Reda Gaudiamo]]></category>
		<category><![CDATA[Ryan Adriandhy]]></category>
		<category><![CDATA[Visinema Studios]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=21121</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Dunia dalam ingatan seorang anak kecil sering kali terasa lebih luas, lebih berwarna, dan penuh dengan rahasia yang menunggu untuk disingkap. Sensasi rasa ingin tahu yang murni inilah yang coba ditangkap kembali oleh Visinema Studios melalui proyek film terbaru mereka bertajuk Na Willa. Setelah sebelumnya sukses besar dan mencetak sejarah lewat film Jumbo, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/film-na-willa-hidupkan-kembali-keajaiban-masa-kecil-di-lebaran-2026/">Film &#8220;Na Willa&#8221;, Hidupkan Kembali Keajaiban Masa Kecil di Lebaran 2026</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Dunia dalam ingatan seorang anak kecil sering kali terasa lebih luas, lebih berwarna, dan penuh dengan rahasia yang menunggu untuk disingkap. Sensasi rasa ingin tahu yang murni inilah yang coba ditangkap kembali oleh <a href="https://www.instagram.com/visinemastudios/">Visinema Studios</a> melalui proyek film terbaru mereka bertajuk Na Willa. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah sebelumnya sukses besar dan mencetak sejarah lewat film Jumbo, jajaran kreator di balik fenomena tersebut kini bersatu kembali untuk merajut sebuah kisah live-action yang intim dan personal. Dijadwalkan menyapa penonton pada momen Lebaran 2026, Na Willa bukan sekadar tontonan keluarga biasa, melainkan sebuah undangan untuk pulang ke dalam diri kita yang pernah menjadi kanak-kanak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Narasi <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/meracik-cerita-lintas-generasi-filosofi-3f-visinema-studios-di-balik-sukses-jumbo-dan-proyek-na-willa/">Na Willa</a> berakar kuat dari buku cerita legendaris karya penulis<strong> Reda Gaudiamo</strong>. Cerita ini membawa penonton melintasi waktu, kembali ke Indonesia di era 1960-an, tepatnya di sebuah gang di Surabaya. Di sana, seorang gadis kecil berusia enam tahun bernama Na Willa memandang dunia sekitarnya dengan kacamata yang berbeda. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Baginya, setiap sudut rumah, nyanyian yang mengalun dari radio tua, hingga interaksi di kios langganan adalah kepingan keajaiban yang hidup. Film ini tidak mengejar konflik dramatis yang meledak-ledak, melainkan memilih untuk merayakan perubahan-perubahan sunyi dan emosi kecil yang sering kali terlupakan oleh orang dewasa.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Na-Willa-membawa-penonton-melintasi-waktu-kembali-ke-Indonesia-di-era-1960-an-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-21123" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Na-Willa-membawa-penonton-melintasi-waktu-kembali-ke-Indonesia-di-era-1960-an-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Na-Willa-membawa-penonton-melintasi-waktu-kembali-ke-Indonesia-di-era-1960-an-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Na-Willa-membawa-penonton-melintasi-waktu-kembali-ke-Indonesia-di-era-1960-an-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Na Willa membawa penonton melintasi waktu, kembali ke Indonesia di era 1960-an (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Sutradara sekaligus penulis naskah Na Willa, <strong>Ryan Adriandhy</strong>, mengungkapkan bahwa kejujuran adalah napas utama dalam penggarapan film ini. Menurutnya, ada kepekaan khusus yang hanya dimiliki oleh anak-anak dalam melihat realitas. “Na Willa adalah film tentang bagaimana seorang anak memandang dunia dengan kejujuran, rasa kagum, dan kepekaan yang sering kita lupakan saat dewasa. Kami ingin menghadirkan keajaiban lewat realisme yang terasa magis ketika dilihat dari sudut pandang anak,” tutur Ryan Adriandhy menjelaskan visi artistiknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehangatan yang ditawarkan film ini tercermin kuat dalam cuplikan teaser berdurasi 1 menit 31 detik yang baru saja dirilis. Melalui lensa yang penuh detail, penonton diajak menyusuri ritme keseharian yang tenang namun bermakna. Karakter Na Willa, yang diperankan dengan apik oleh pendatang baru Luisa Adreena, menjadi jembatan nostalgia bagi penonton untuk mengingat kembali masa di mana dunia terasa begitu dekat dan penuh rasa ingin tahu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran aktor Junior Liem yang berperan sebagai Pak dan Irma Rihi sebagai Mak melengkapi dinamika keluarga yang organik, menciptakan potret domestik Indonesia yang terasa akrab bagi siapa saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Visinema Studios, pemilihan waktu penayangan di momen Lebaran bukanlah tanpa alasan. Libur panjang tersebut dianggap sebagai ruang sakral bagi keluarga Indonesia untuk berkumpul dan berbagi cerita. <em>Chief Content Officer Visinema Studios</em>, <strong>Anggia Kharisma</strong>, yang juga bertindak sebagai produser, melihat adanya kerinduan yang besar dari masyarakat akan film keluarga yang berkualitas setelah melihat kesuksesan Jumbo tahun lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anggia Kharisma menegaskan betapa pentingnya film yang mampu membekas di hati penonton bahkan setelah mereka meninggalkan bangku bioskop. “Respons penonton terhadap Jumbo di Lebaran tahun lalu menunjukkan satu hal yang sangat jelas, keluarga Indonesia merindukan film yang hangat yang bisa ditonton bersama, lalu dibicarakan dan dibawa pulang setelah keluar dari bioskop,” ujar Anggia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan bahwa lewat Na Willa, mereka ingin menghadirkan pengalaman yang bermakna bukan hanya bagi anak-anak masa kini, tetapi juga bagi sisi kekanak-kanakan yang masih tersimpan di dalam diri setiap orang dewasa.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Melalui-lensa-yang-penuh-detail-penonton-diajak-menyusuri-ritme-keseharian-yang-tenang-namun-bermakna-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-21122" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Melalui-lensa-yang-penuh-detail-penonton-diajak-menyusuri-ritme-keseharian-yang-tenang-namun-bermakna-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Melalui-lensa-yang-penuh-detail-penonton-diajak-menyusuri-ritme-keseharian-yang-tenang-namun-bermakna-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Melalui-lensa-yang-penuh-detail-penonton-diajak-menyusuri-ritme-keseharian-yang-tenang-namun-bermakna-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Melalui lensa yang penuh detail, penonton diajak menyusuri ritme keseharian yang tenang namun bermakna (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Proses adaptasi ini pun berjalan dengan penuh rasa hormat terhadap materi aslinya. Reda Gaudiamo sebagai penulis buku memberikan restu penuh kepada tim produksi untuk menghidupkan dunia imajinasinya ke layar lebar. Kepercayaan ini menjadi fondasi kuat bagi Visinema dalam menjaga semangat asli cerita sembari menerjemahkannya ke dalam bahasa visual yang memukau. Alih-alih mengandalkan elemen fantasi yang berlebihan, kekuatan Na Willa terletak pada realisme magis, bagaimana hal-hal sederhana dalam keseharian bisa menjadi petualangan besar yang luar biasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan Na Willa di layar lebar nantinya akan memperlihatkan bagaimana sebuah dunia kecil yang semula terasa statis dan aman perlahan-lahan mulai berubah. Na Willa diajak untuk melangkah ke ruang-ruang baru, belajar tentang keberanian dalam menghadapi perubahan, dan menyadari bahwa keajaiban tidak pernah benar-benar hilang; ia hanya berpindah tempat dan berganti rupa. Ini adalah pesan universal tentang tumbuh dewasa yang dibungkus dengan kelembutan dan kejujuran emosi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai penutup, film ini diharapkan menjadi oase di tengah gempuran film-film dengan tempo cepat dan konflik berat. Na Willa diposisikan sebagai kawan bagi keluarga Indonesia untuk merayakan kebersamaan. “Kami berharap Na Willa bisa menjadi teman bagi keluarga Indonesia di Lebaran 2026, film yang ditonton bersama, dirasakan bersama, dan dibicarakan pelan-pelan setelah lampu bioskop menyala kembali,” pungkas Anggia Kharisma. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan segala persiapan yang matang dan rasa cinta pada cerita, Na Willa siap memeluk hati penonton Indonesia dua tahun mendatang./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Ismed Nompo</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/film-na-willa-hidupkan-kembali-keajaiban-masa-kecil-di-lebaran-2026/">Film &#8220;Na Willa&#8221;, Hidupkan Kembali Keajaiban Masa Kecil di Lebaran 2026</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21121</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Meracik Cerita Lintas Generasi, Filosofi 3F Visinema Studios di Balik Sukses JUMBO dan Proyek Na Willa</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/meracik-cerita-lintas-generasi-filosofi-3f-visinema-studios-di-balik-sukses-jumbo-dan-proyek-na-willa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 04:30:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Anggia Kharisma]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa]]></category>
		<category><![CDATA[Herry B. Salim]]></category>
		<category><![CDATA[Jumbo]]></category>
		<category><![CDATA[Na Willa]]></category>
		<category><![CDATA[Visinema Group]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=20847</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA — Industri perfilman nasional kembali menorehkan babak baru lewat kekuatan cerita bertema keluarga dan anak. Di tengah derasnya arus hiburan yang serba instan, Visinema Group muncul sebagai lokomotif yang membuktikan bahwa kisah-kisah hangat dan relevan memiliki peluang luas, bahkan mampu mengubah lanskap sinema. Dampak nyata ini terungkap dalam diskusi bertajuk &#8220;Stories That Touch The [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/meracik-cerita-lintas-generasi-filosofi-3f-visinema-studios-di-balik-sukses-jumbo-dan-proyek-na-willa/">Meracik Cerita Lintas Generasi, Filosofi 3F Visinema Studios di Balik Sukses JUMBO dan Proyek Na Willa</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">YOGYAKARTA — Industri perfilman nasional kembali menorehkan babak baru lewat kekuatan cerita bertema keluarga dan anak. Di tengah derasnya arus hiburan yang serba instan, <a href="https://www.instagram.com/visinemaid/">Visinema Group</a> muncul sebagai lokomotif yang membuktikan bahwa kisah-kisah hangat dan relevan memiliki peluang luas, bahkan mampu mengubah lanskap sinema.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dampak nyata ini terungkap dalam diskusi bertajuk &#8220;Stories That Touch The Hearts Of Indonesian Families: Behind the Milestone of JUMBO, Beyond The Next Stories With Na Willa&#8221; pada hari pertama JAFF Market 2025. Dua arsitek utama di balik keberhasilan Visinema Studios, Herry B. Salim dan Anggia Kharisma, berbagi resep rahasia mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesuksesan film animasi JUMBO menjadi studi kasus paling mutakhir. <em>CEO Visinema Studios dan President Visinema Group</em>, <strong>Herry B. Salim</strong>, mengungkapkan bahwa karya tersebut tidak hanya mencapai target penonton, tetapi juga membukukan sejarah. “Kesuksesan JUMBO membuat kami semakin yakin bahwa cerita yang mampu menyentuh hati keluarga Indonesia akan selalu menemukan tempatnya dan dicintai,” ujar Herry.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Visinema-Studios-tengah-mempersiapkan-karya-bertema-keluarga-Na-Willa-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-20850" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Visinema-Studios-tengah-mempersiapkan-karya-bertema-keluarga-Na-Willa-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Visinema-Studios-tengah-mempersiapkan-karya-bertema-keluarga-Na-Willa-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Visinema-Studios-tengah-mempersiapkan-karya-bertema-keluarga-Na-Willa-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Visinema Studios tengah mempersiapkan karya bertema keluarga, Na Willa (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/selebritas-nobar-film-animasi-jumbo-di-momen-lebaran-hangatkan-kebersamaan-keluarga/">JUMBO</a> dinobatkan sebagai Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa untuk kategori film animasi, menyabet Piala Antemas FFI 2025, dan meraih Piala Citra Film Animasi Panjang Terbaik. Lebih jauh, film ini memborong lima Piala AMI Awards 2025 dan yang paling mencengangkan, menjadi film animasi pertama yang masuk nominasi Piala Citra Film Cerita Panjang Terbaik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Herry, capaian ini bukan sekadar tentang jumlah penonton, melainkan visi jangka panjang perusahaan. Visinema Studios berpegangan pada prinsip membangun kekayaan intelektual (IP) yang tak lekang oleh waktu, atau yang mereka sebut evergreen IP. “Jika sebuah karya hanya dipikirkan sampai target penonton, maka perjalanannya akan berhenti di situ. Di Visinema Studios, hal tersebut baru jadi fase pertama. Fase berikutnya adalah bagaimana mengubah audiens menjadi fans, agar kisahnya bisa terus hidup melampaui generasi,” jelas Herry B. Salim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, apa yang membuat sebuah cerita keluarga mampu berbicara lintas generasi? Produser sekaligus <em>Chief Content Officer Visinema Studios</em>, <strong>Anggia Kharisma</strong>, meyakini kuncinya adalah kemampuan cerita untuk menyentuh sisi personal penonton melalui nilai-nilai universal, sehingga muncul rasa kedekatan. “Kami percaya film keluarga yang baik bukan hanya menghibur, tapi juga membuka diskusi dengan diri sendiri juga dengan keluarga. Di tengah derasnya hiburan yang serba instan, ruang untuk cerita keluarga yang hangat dan relevan masih luas peluangnya,” tutur Anggia.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Na-Willa-Poster-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-20849" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Na-Willa-Poster-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Na-Willa-Poster-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Na-Willa-Poster-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Na Willa Poster (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Untuk mencapai kedalaman emosional tersebut, Visinema Studios memegang teguh filosofi proses kreatif yang disebut 3F: Focus, Fun, &amp; Freedom. Penjabarannya adalah Focus: Fokus pada esensi cerita yang akan dikerjakan. Fun: Menciptakan cerita dalam satu medium yang menyenangkan (make it fun) dan Freedom: Memberikan kebebasan berekspresi kepada para kreator. “Tiga hal itu menjadi fundamental dalam menciptakan cerita,” tutup Anggia, menekankan pentingnya ruang bebas bagi talenta kreatif untuk menghasilkan karya terbaik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komitmen untuk menciptakan evergreen IP berlanjut. Visinema Studios kini tengah mempersiapkan proyek terbarunya, Na Willa, yang diproyeksikan tayang pada momen Lebaran 2026. Film ini merupakan adaptasi dari buku cerita karya Reda Gaudiamo yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa asing. Kursi sutradara kembali diisi oleh Ryan Adriandhy, sosok di balik kesuksesan JUMBO.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anggia menuturkan bahwa proyek Na Willa bertujuan menjelajahi berbagai medium cerita keluarga. Melalui adaptasi buku, film ini berupaya menghidupkan kembali memori kolektif penting: momen kebersamaan orangtua saat membaca buku bersama anak. Sebuah momen kehangatan yang dinilai sangat menarik untuk dieksplorasi dalam karya layar lebar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami percaya cerita yang kami buat adalah cerita untuk kita semua, anak-anak kita dan anak-anak di dalam diri kita,” pungkas Anggia Kharisma, menegaskan bahwa cerita-cerita Visinema adalah pelukan hangat bagi setiap hati lintas usia./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Ismed Nompo</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/meracik-cerita-lintas-generasi-filosofi-3f-visinema-studios-di-balik-sukses-jumbo-dan-proyek-na-willa/">Meracik Cerita Lintas Generasi, Filosofi 3F Visinema Studios di Balik Sukses JUMBO dan Proyek Na Willa</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20847</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
