<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pameran Seni Jakarta Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/pameran-seni-jakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/pameran-seni-jakarta/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Jul 2026 10:52:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Pameran Seni Jakarta Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/pameran-seni-jakarta/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Alaya Kala, Saat Patung-Patung Adi Gunawan Pulang ke &#8220;Rumah&#8221; di ASHTA District 8</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/events/alaya-kala-saat-patung-patung-adi-gunawan-pulang-ke-rumah-di-ashta-district-8/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 10:51:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Adi Gunawan]]></category>
		<category><![CDATA[Alaya Kala]]></category>
		<category><![CDATA[ASHTA District 8]]></category>
		<category><![CDATA[ASRI]]></category>
		<category><![CDATA[CURATED LIVING]]></category>
		<category><![CDATA[Desain interior Joglo]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran Seni Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[SANKHARA]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Patung Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Troy Fridatama]]></category>
		<category><![CDATA[Where Design Meets Lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=24100</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Puluhan tahun berkarya, pematung Indonesia Adi Gunawan mengaku selalu menghadapi persoalan yang sama setiap kali menggelar pameran tunggal. Karyanya berakhir berjajar di atas pedestal dengan komposisi yang itu-itu saja. Kali ini, ia memutuskan untuk mencoba cara berbeda dengan mengubah total cara publik menikmati karyanya, yakni membiarkan patung-patungnya &#8220;tinggal&#8221; di dalam sebuah rumah, lengkap [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/events/alaya-kala-saat-patung-patung-adi-gunawan-pulang-ke-rumah-di-ashta-district-8/">Alaya Kala, Saat Patung-Patung Adi Gunawan Pulang ke &#8220;Rumah&#8221; di ASHTA District 8</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Puluhan tahun berkarya, <em>pematung Indonesia</em> <strong>Adi Gunawan</strong> mengaku selalu menghadapi persoalan yang sama setiap kali menggelar pameran tunggal. Karyanya berakhir berjajar di atas pedestal dengan komposisi yang itu-itu saja. Kali ini, ia memutuskan untuk mencoba cara berbeda dengan mengubah total cara publik menikmati karyanya, yakni membiarkan patung-patungnya &#8220;tinggal&#8221; di dalam sebuah rumah, lengkap dengan sofa, tanaman, dan pencahayaan hangat layaknya hunian yang benar-benar ditempati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gagasan itu yang menjadi jantung dari <em>Alaya Kala</em>, pameran utama dalam rangkaian CURATED LIVING yang digelar <a href="https://ashta.co.id" type="link" id="https://ashta.co.id">ASHTA District 8</a> pada 3–26 Juli 2026. Mengusung tema <em>Where Design Meets Lifestyle</em>, program ini mempertemukan karya seni, desain interior, dan gaya hidup dalam satu ruang yang dirancang bukan sebagai galeri, melainkan sebagai rumah kolektor seni yang hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alaya Kala berlangsung di Melting Pot, Ground Floor ASHTA District 8, menghadirkan 15 karya patung Adi Gunawan yang dipadukan dengan desain interior garapan SANKHARA bersama POLA Studio EST. 2016, Theory of Living, dan Quatro Design Studio. Nama Alaya Kala sendiri diambil dari bahasa Sanskerta, di mana Alaya berarti tempat bernaung dan Kala berarti waktu, merepresentasikan ruang yang menyimpan perjalanan, jejak, dan ingatan.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Pengguntingan-pita-tanda-dibukanya-Alaya-Kala-Pameran-Patung-Adi-Gunawan-iBonk.jpg" alt="" class="wp-image-24106" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Pengguntingan-pita-tanda-dibukanya-Alaya-Kala-Pameran-Patung-Adi-Gunawan-iBonk.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Pengguntingan-pita-tanda-dibukanya-Alaya-Kala-Pameran-Patung-Adi-Gunawan-iBonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Pengguntingan-pita-tanda-dibukanya-Alaya-Kala-Pameran-Patung-Adi-Gunawan-iBonk-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Pengguntingan-pita-tanda-dibukanya-Alaya-Kala-Pameran-Patung-Adi-Gunawan-iBonk-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Pengguntingan-pita-tanda-dibukanya-Alaya-Kala-Pameran-Patung-Adi-Gunawan-iBonk-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Pengguntingan pita tanda dibukanya Alaya Kala, Pameran Patung Adi Gunawan (iBonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Konsep ruang tersebut merupakan interpretasi kontemporer dari rumah Joglo, arsitektur tradisional Jawa yang menjadi akar budaya perjalanan berkarya Adi Gunawan di Yogyakarta. Bukan replika literal, melainkan reka ulang yang lebih relevan dengan kehidupan urban masa kini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Adi, seluruh konsep ruang datang dari tim desain interior, sementara ia berperan menyesuaikan karya. &#8220;Konsep ruangannya dirancang oleh tim interior. Mereka menghadirkan interpretasi rumah Joglo dalam pendekatan desain modern. Mereka juga memilih karya-karya saya yang paling sesuai, bahkan ada beberapa yang saya buat ulang agar menyatu dengan konsep tersebut,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seluruh karya yang dipamerkan merupakan hasil produksi tiga tahun terakhir. Sebagian berasal dari galeri pribadi Adi Gunawan di Kemang, Jakarta, sementara sebagian lainnya sengaja diproduksi ulang di Yogyakarta lantaran tiap karya dibuat dalam edisi terbatas, maksimal delapan edisi per patung. &#8220;Proses persiapan pameran ini memakan waktu sekitar lima bulan, mulai dari pemilihan karya, tata letak, hingga pencahayaan agar komposisi ruang tetap proporsional, baik untuk patung berukuran kecil yang diletakkan di atas meja maupun karya besar yang membutuhkan area lebih luas,&#8221; terang Adi lagi.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" width="1024" height="512" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Salah-satu-dari-karya-Adi-Gunawan-iBonk-1024x512.jpg" alt="" class="wp-image-24105" style="width:856px;height:auto" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Salah-satu-dari-karya-Adi-Gunawan-iBonk-1024x512.jpg 1024w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Salah-satu-dari-karya-Adi-Gunawan-iBonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Salah-satu-dari-karya-Adi-Gunawan-iBonk-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Salah-satu-dari-karya-Adi-Gunawan-iBonk-1536x768.jpg 1536w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Salah-satu-dari-karya-Adi-Gunawan-iBonk-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Salah-satu-dari-karya-Adi-Gunawan-iBonk-750x375.jpg 750w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Salah-satu-dari-karya-Adi-Gunawan-iBonk-1140x570.jpg 1140w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Salah-satu-dari-karya-Adi-Gunawan-iBonk.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Salah satu dari karya Adi Gunawan (iBonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Di balik bentuk patungnya yang menggemaskan, Adi Gunawan menyimpan gagasan kritis yang sudah ia perjuangkan sejak hampir dua dekade lalu. Ia selalu gelisah dengan standar kecantikan perempuan yang selama bertahun-tahun dibentuk media, yakni sosok tinggi, langsing, berkulit mulus, dan berambut lurus. Sebagai bentuk perlawanan, Adi menciptakan figur perempuan bertubuh bulat dan berambut keriting, namun tetap tampil percaya diri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Cantik versi Adi Gunawan tuh gendut, bulat, kribo, <em>blentek</em>,&#8221; ujarnya menjelaskan asal-usul karakter yang kini menjadi identitas artistiknya. Karakter tersebut lambat laun berkembang, tidak hanya pada figur perempuan, tetapi juga tokoh laki-laki hingga berbagai figur binatang yang tampil dengan bentuk sama-sama membulat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gaya khas ini lahir dari proses pencarian panjang yang sempat membuatnya nyaris putus asa. Sebelum menemukan karakternya, Adi mengaku karyanya kerap dianggap meniru gaya seniman lain, sesuatu yang menurutnya nyaris membuatnya stres berat. Titik baliknya terjadi pada 2007, ketika ia hendak menggelar pameran tunggal di Bentara Budaya Yogyakarta dengan konsep karya konseptual yang sudah disetujui setahun sebelumnya. Menjelang pameran, ia justru mengganti total konsep karyanya menjadi figur-figur bulat yang baru ia temukan.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Adi-Gunawan-iBonk.jpg" alt="" class="wp-image-24103" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Adi-Gunawan-iBonk.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Adi-Gunawan-iBonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Adi-Gunawan-iBonk-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Adi-Gunawan-iBonk-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Adi-Gunawan-iBonk-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Adi Gunawan (iBonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Karena zaman 2007 itu pematung Indonesia semua serius, konseptual, nggak ada yang lucu,&#8221; kenang Adi. Keputusan nekat itu berbuah manis, karyanya mendapat sambutan luar biasa, bahkan seluruh karya dalam pameran tunggal tersebut diborong oleh seorang kolektor asal Singapura.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak saat itu, figur bulat menjadi ciri khas yang terus melekat pada karya-karya Adi Gunawan, termasuk sejumlah karya monumental di ruang publik, salah satunya patung setinggi sekitar enam meter yang berdiri di kawasan Sunter, Jakarta Utara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran Alaya Kala tidak lepas dari strategi kurasi yang secara konsisten diterapkan ASHTA District 8 sebagai destinasi gaya hidup di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. <strong>Troy Fridatama</strong>, <em>GM Corporate Communications &amp; Affairs ASRI</em>, menjelaskan bahwa pameran seni digelar rutin setiap bulan dengan kurasi yang selalu berbeda, dan secara sengaja diarahkan pada karya seni yang lebih personal ketimbang pameran brand mainstream pada umumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami lebih senang yang begini, sangat sesuai dengan DNA. Karena memang ASRI itu dibangun khusus untuk <em>local brand</em>,&#8221; ujar Troy.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Sebuah-karya-paling-ikonik-dari-Adi-Gunawan-iBonk.jpg" alt="" class="wp-image-24104" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Sebuah-karya-paling-ikonik-dari-Adi-Gunawan-iBonk.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Sebuah-karya-paling-ikonik-dari-Adi-Gunawan-iBonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Sebuah-karya-paling-ikonik-dari-Adi-Gunawan-iBonk-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Sebuah-karya-paling-ikonik-dari-Adi-Gunawan-iBonk-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Sebuah-karya-paling-ikonik-dari-Adi-Gunawan-iBonk-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Sebuah karya paling ikonik dari Adi Gunawan (iBonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan bahwa pemilihan seniman maupun karya yang dipamerkan selalu melalui jalur galeri, bukan komunikasi langsung dengan seniman. Pada Alaya Kala, kurasi karya Adi Gunawan dilakukan bersama SANKHARA. &#8220;Kalau kurasi dari senimannya kita biasanya itu kerja sama sama galeri,&#8221; kata Troy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan kali pertama ASHTA District 8 menggandeng Adi Gunawan. Menurut Troy, kolaborasi terakhir bersama Adi digelar setahun sebelumnya. Permintaan untuk kembali menghadirkan karya Adi Gunawan datang karena respons pasar yang positif. &#8220;Setiap kali pameran di sini itu mereka happy banget karena feedback nya bagus,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep menggabungkan karya seni dengan desain interior fungsional, menurut Troy, merupakan pendekatan yang baru pertama kali diterapkan di ASHTA District 8 dan berpotensi menjadi format yang akan diulang, meski dengan tema serta desain yang berbeda di masa mendatang. &#8220;Kalau kemungkinan akan kita bawa lagi dengan penggabungan interior dan sebuah karya, mungkin akan ada. Tapi pastinya dengan konsep dan desain yang berbeda,&#8221; katanya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Para-penikmat-seni-karya-Adi-Gunawan-iBonk.jpg" alt="" class="wp-image-24102" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Para-penikmat-seni-karya-Adi-Gunawan-iBonk.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Para-penikmat-seni-karya-Adi-Gunawan-iBonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Para-penikmat-seni-karya-Adi-Gunawan-iBonk-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Para-penikmat-seni-karya-Adi-Gunawan-iBonk-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Para-penikmat-seni-karya-Adi-Gunawan-iBonk-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Para penikmat seni karya Adi Gunawan (iBonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Selain Alaya Kala, rangkaian CURATED LIVING turut menghadirkan instalasi Beyond The Walls di area Connecting Langham, ASHTA District 8. Instalasi ini menampilkan lima karya patung kontemporer yang sengaja ditempatkan di berbagai titik, menciptakan perjumpaan tak terduga bagi pengunjung yang tengah melintas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan ini menegaskan gagasan besar CURATED LIVING, bahwa seni tidak harus berhenti di ruang pamer. Karya-karya yang tersebar di sepanjang kawasan menjadi ruang jeda bagi pengunjung untuk berhenti sejenak, mengamati, dan menemukan koneksi baru dengan seni di tengah aktivitas keseharian mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui CURATED LIVING, ASHTA District 8 kembali menegaskan posisinya bukan sekadar pusat perbelanjaan, melainkan ruang kreatif yang mempertemukan seniman, arsitek, desainer, dan komunitas dalam satu ekosistem. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi pencinta seni, desain interior, maupun arsitektur, pameran ini menjadi salah satu agenda yang layak dikunjungi selama Juli 2026 di Jakarta, mengingat pengalaman serupa belum tentu akan hadir dengan format yang sama di masa mendatang./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/events/alaya-kala-saat-patung-patung-adi-gunawan-pulang-ke-rumah-di-ashta-district-8/">Alaya Kala, Saat Patung-Patung Adi Gunawan Pulang ke &#8220;Rumah&#8221; di ASHTA District 8</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24100</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lebih dari Sekadar Hotel, Paviliun Raden Saleh Hadirkan Simfoni Seni dan Sejarah di Jantung Cikini</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/travel/hotels/lebih-dari-sekadar-hotel-paviliun-raden-saleh-hadirkan-simfoni-seni-dan-sejarah-di-jantung-cikini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 04:41:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hotels]]></category>
		<category><![CDATA[Artotel Curated]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Kesenian Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Eduard Rudolf Pangkerego]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel Estetik Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran Seni Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Paviliun Raden Saleh]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Cikini]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Ismail Marzuki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=22890</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Menyebut kawasan Cikini di Jakarta Pusat, ingatan kita tak akan bisa lepas dari geliat seni, kebudayaan, dan jejak panjang sejarah ibu kota. Taman Ismail Marzuki (TIM) telah bertahun-tahun menjadi episentrum kreativitas para seniman Tanah Air. Kini, denyut nadi seni tersebut berdetak semakin kencang seiring dengan resmi beroperasinya Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated. Tempat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/hotels/lebih-dari-sekadar-hotel-paviliun-raden-saleh-hadirkan-simfoni-seni-dan-sejarah-di-jantung-cikini/">Lebih dari Sekadar Hotel, Paviliun Raden Saleh Hadirkan Simfoni Seni dan Sejarah di Jantung Cikini</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Menyebut kawasan Cikini di Jakarta Pusat, ingatan kita tak akan bisa lepas dari geliat seni, kebudayaan, dan jejak panjang sejarah ibu kota. Taman Ismail Marzuki (TIM) telah bertahun-tahun menjadi episentrum kreativitas para seniman Tanah Air. Kini, denyut nadi seni tersebut berdetak semakin kencang seiring dengan resmi beroperasinya <a href="https://www.instagram.com/reel/DSr6sbmkeB4/" type="link" id="https://www.instagram.com/reel/DSr6sbmkeB4/">Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated</a>. Tempat ini hadir bukan sekadar menawarkan ranjang yang nyaman untuk merebahkan diri, melainkan menjelma menjadi sebuah lorong waktu yang merangkum memori sang maestro lukis kebanggaan Indonesia, Raden Saleh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menandai hari pertama operasionalnya, hotel yang merupakan hasil kolaborasi antara <a href="https://www.instagram.com/artotelgroup/" type="link" id="https://www.instagram.com/artotelgroup/">Artotel Group</a>, PT Jakarta Propertindo (Perseroda), dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) ini memilih cara yang tak biasa. Alih-alih sekadar selebrasi potong pita, mereka menyuguhkan sebuah pameran arsip bertajuk “Raden Saleh &amp; Cikini, Genealogi Ruang, Seni, dan Ingatan”. Pameran istimewa yang berlokasi di Selasar Nashar, lantai 8 Paviliun Raden Saleh, sudah mulai membuka pintunya bagi masyarakat luas, pencinta seni, dan para tamu sejak 21 April 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi mereka yang kerap melintasi Cikini, mungkin belum banyak yang menyadari bahwa kawasan TIM sejatinya dahulu adalah bagian dari hamparan luas kediaman Raden Saleh. Melalui pendekatan kuratorial berbasis arsip ini, pengunjung diajak menelusuri kembali silsilah ruang dan memori yang mengukuhkan identitas Cikini. Berbagai dokumentasi visual hingga narasi sejarah ditata sedemikian rupa untuk memberikan pengalaman yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga sarat akan nilai edukasi.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Deluxe-King-ARTOTEL-Curated-Ist-2.jpg" alt="" class="wp-image-22892" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Deluxe-King-ARTOTEL-Curated-Ist-2.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Deluxe-King-ARTOTEL-Curated-Ist-2-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Deluxe-King-ARTOTEL-Curated-Ist-2-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Deluxe-King-ARTOTEL-Curated-Ist-2-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Deluxe-King-ARTOTEL-Curated-Ist-2-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Deluxe King ARTOTEL Curated (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Visi untuk menjadikan akomodasi ini sebagai wadah pertemuan budaya ditegaskan oleh <strong>Eduard Rudolf Pangkerego</strong>, <em>Chief Operating Officer Artotel Group.</em> “Kehadiran Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated bukan sekadar sebagai hotel, melainkan sebagai platform yang menghidupkan kembali dialog antara seni dan masyarakat. Pameran ini menjadi langkah awal kami untuk menghadirkan program-program budaya yang relevan dan berkelanjutan,&#8221; ungkap Eduard.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menambahkan sebagai bagian dari ekosistem seni di Taman Ismail Marzuki, Paviliun Raden Saleh diharapkan dapat menjadi ruang kolaboratif bagi seniman, kurator, komunitas, serta publik luas untuk saling bertukar gagasan dan inspirasi. Dengan mengusung semangat “Cultural Symphony, Artistic Hospitality”, Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated berkomitmen untuk terus menghadirkan pengalaman menginap yang tidak hanya nyaman, tetapi juga kaya akan nilai artistik dan budaya.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menyambung ucapan terima kasihnya kepada pihak-pihak yang terus menjaga nyala api kesenian di ibu kota. “Dalam kesempatan ini izinkan Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dewan Kesenian Jakarta atas kolaborasi dan dukungan yang telah terjalin dalam mewujudkan pameran “Raden Saleh &amp; Cikini”. Kerja sama ini menjadi bukti pentingnya sinergi antara pelaku industri hospitality dan institusi seni dalam menghidupkan kembali narasi sejarah serta memperkaya ekosistem budaya di Jakarta.” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, kehadiran fasilitas akomodasi representatif di dalam kompleks TIM sebenarnya adalah sebuah oase yang telah teramat lama dinantikan. Bayangkan saja, selama lebih dari tiga dekade, para pelaku seni terutama yang datang dari luar Jakarta, kerap kesulitan mencari &#8220;wisma seni&#8221; di sekitar pusat kegiatan mereka.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="840" height="420" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Family-Bunked-ARTOTEL-Curated-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-22891" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Family-Bunked-ARTOTEL-Curated-Ist.jpg 840w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Family-Bunked-ARTOTEL-Curated-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Family-Bunked-ARTOTEL-Curated-Ist-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Family-Bunked-ARTOTEL-Curated-Ist-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Family-Bunked-ARTOTEL-Curated-Ist-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 840px) 100vw, 840px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Family Bunked ARTOTEL Curated (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Realita ini diamini betul oleh Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Bambang Prihadi. Baginya, nama hotel ini memiliki makna historis yang sangat mendalam bagi keberlangsungan seni dan ilmu pengetahuan di Indonesia. “Dewan Kesenian Jakarta turut bangga atas dibukanya Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated. Nama tersebut diusulkan DKJ sebagai pengingat bagi kita bahwa seorang pelukis besar; Raden Saleh Syarif Bustaman berkontribusi pada gerakan seni dan ilmu pengetahuan,&#8221; ungkap Bambang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga hari ini semangat itu terwujud dengan hadirnya Planetarium dan ekosistem seni yang dijaga oleh DKJ. Kebutuhan atas tempat penginapan yang berada di kawasan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Ismail_Marzuki" type="link" id="https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Ismail_Marzuki">Taman Ismail Marzuki</a> cukup mendesak. Setelah lebih dari 30 tahun, TIM kehilangan wisma seni yang mendukung kebutuhan pelaku seni khususnya yang berasal dari luar kota Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sebagai salah satu fasilitas kawasan seni, Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated bukan sekadar penginapan, melainkan ruang pertemuan gagasan kebudayaan dan percakapan lintas seni. Segaris semangat dengan Artotel Group yang berpihak pada pengembangan dan pemanfaatan karya seni. Tak aneh bila lobby lantai 8, dinamai Selasar Nazar, sebagai salah satu ruang yang akan terintegrasi dengan kalender program seni di kawasan TIM,” tambahnya lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai penutup manis untuk merayakan fase pembukaannya, Paviliun Raden Saleh menawarkan pengalaman menginap dengan harga spesial yang cukup menggiurkan, yakni mulai dari Rp 630.000 per malam. Ini tentu menjadi momentum yang tepat bagi kaum urban maupun pelancong yang ingin merasakan harmoni antara keramahtamahan modern dan kentalnya atmosfer budaya seni di jantung kota Jakarta./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/travel/hotels/lebih-dari-sekadar-hotel-paviliun-raden-saleh-hadirkan-simfoni-seni-dan-sejarah-di-jantung-cikini/">Lebih dari Sekadar Hotel, Paviliun Raden Saleh Hadirkan Simfoni Seni dan Sejarah di Jantung Cikini</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22890</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
