<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pidato Kebudayaan Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/pidato-kebudayaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/pidato-kebudayaan/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 Nov 2024 09:55:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Pidato Kebudayaan Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/pidato-kebudayaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Garin Nugroho Beri Tujuh Pesan untuk Presiden Prabowo dalam Pidato Kebudayaan DKJ 2024</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/events/garin-nugroho-beri-tujuh-pesan-untuk-presiden-prabowo-dalam-pidato-kebudayaan-dkj-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2024 08:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Garin Nugroho]]></category>
		<category><![CDATA[Graha Bhakti Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato Kebudayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=15955</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Seniman sekaligus sutradara kenamaan, Garin Nugroho, menyampaikan tujuh pesan strategis untuk Presiden Prabowo guna memperkuat kebudayaan Indonesia. Pesan ini disampaikan Garin dalam Pidato Kebudayaan di Graha Bhakti Budaya (GBB), Taman Ismail Marzuki (TIM), pada Minggu, 10 November 2024. Menurut Garin, Presiden Prabowo diharapkan mampu mengangkat seni dan budaya setara dengan hak politik dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/events/garin-nugroho-beri-tujuh-pesan-untuk-presiden-prabowo-dalam-pidato-kebudayaan-dkj-2024/">Garin Nugroho Beri Tujuh Pesan untuk Presiden Prabowo dalam Pidato Kebudayaan DKJ 2024</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>JAKARTA – Seniman sekaligus sutradara kenamaan, <strong><a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/film-tepatilah-janji-pengingat-pentingnya-kepemimpinan-yang-berpihak-pada-rakyat/">Garin Nugroho</a></strong>, menyampaikan tujuh pesan strategis untuk Presiden Prabowo guna memperkuat kebudayaan Indonesia. Pesan ini disampaikan Garin dalam Pidato Kebudayaan di Graha Bhakti Budaya (GBB), <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Ismail_Marzuki">Taman Ismail Marzuki</a> (TIM), pada Minggu, 10 November 2024.</p>



<p>Menurut Garin, Presiden Prabowo diharapkan mampu mengangkat seni dan budaya setara dengan hak politik dan ekonomi masyarakat. &#8220;Hak atas budaya dan seni adalah hak dasar yang mesti didukung, dilindungi, dan diberi ruang untuk berkembang dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa,&#8221; ungkap Garin penuh harap.</p>



<p>Garin juga menekankan perlunya kebijakan yang menciptakan ekosistem budaya yang sehat, dengan melindungi para seniman, komunitas, dan lembaga kebudayaan. &#8220;Kepemimpinan Presiden Prabowo seharusnya memastikan strategi ekonomi yang didukung kebijakan politik untuk merawat proses kreasi dan apresiasi seni budaya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Ia mengkritisi kegagalan revolusi digital di pemerintahan sebelumnya yang dinilainya kurang memanfaatkan teknologi untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Di era digital, pemerintah Jokowi gagal menjadikan teknologi sebagai motor penggerak peningkatan kualitas bangsa,” ujarnya. Garin menganggap pemerintahan saat itu lebih berfungsi seperti organisasi hiburan digital daripada pemerintahan yang seharusnya, sehingga bangsa kehilangan arah.</p>



<p>Dalam rangka balas budi kepada rakyat, Garin menyarankan agar pemerintahan Prabowo membangun strategi budaya untuk merespons revolusi industri 4.0 dan 5.0 dengan fokus pada hak-hak warga negara sebagai pijakan kebangkitan bangsa.</p>



<p>Ia mengajak pemerintah untuk belajar dari industri kreatif negara lain, seperti drama Korea, yang berhasil bukan hanya karena pemasaran, tetapi juga melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul. &#8220;Gelombang industri kreatif seperti drama Korea dibangun dengan SDM profesional dan strategi pengembangan pasar yang matang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Garin juga mengingatkan tentang peran pemimpin dalam sejarah Nusantara, yang kadang hanya menjadi pengawas bagi korporasi besar asing. Menurutnya, pemimpin yang tidak siap menghadapi perubahan zaman akan menjadi seperti &#8220;mandor korporasi&#8221; yang memanfaatkan sumber daya alam dan tenaga kerja Indonesia. Kritik ini ditujukan kepada 10 tahun pemerintahan Joko Widodo, yang menurut Garin, cenderung melayani kepentingan oligarki.</p>



<p>Sebagai contoh, Garin menyoroti proses pengesahan Undang-Undang Tenaga Kerja yang dinilainya dilakukan tergesa-gesa tanpa sosialisasi yang layak, yang seharusnya menjadi standar dalam demokrasi. Kunjungan pemimpin ke daerah juga, menurutnya, kadang hanya memperlihatkan gaya &#8220;mandor daerah&#8221; yang bertujuan menarik investasi.</p>



<p>Pidato Kebudayaan yang diselenggarakan <a href="https://dkj.or.id/tata-kelola-pusat-kesenian-jakarta-taman-ismail-marzuki-terkait-dengan-pengelolaan-wisma-seni-sikap-dan-keberpihakan-dewan-kesenian-jakarta/">Dewan Kesenian Jakarta</a> pertama kali digelar pada tahun 1969 dan menjadi tradisi tahunan setiap tanggal 10 November, bertepatan dengan ulang tahun Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Pidato ini adalah ruang untuk menampilkan pemikiran kritis tokoh-tokoh budaya, menjawab isu-isu aktual dengan perspektif kebudayaan yang jernih./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA </em></strong>| iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/events/garin-nugroho-beri-tujuh-pesan-untuk-presiden-prabowo-dalam-pidato-kebudayaan-dkj-2024/">Garin Nugroho Beri Tujuh Pesan untuk Presiden Prabowo dalam Pidato Kebudayaan DKJ 2024</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">15955</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buah Pikir Kang Sobari, Sujiwo Tejo dan Okky Madasari di Gelar Pidato Kebudayaan</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/events/buah-pikir-kang-sobari-sujiwo-tejo-dan-okky-madasari-di-gelar-pidato-kebudayaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Morteza]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Feb 2024 00:06:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[DR. Mohamad Sobari]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Okky Madasari]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sujiwo Tejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=11476</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Tiga nama DR. Mohamad Sobari, Sujiwo Tejo, dan Okky Madasari menjadi pembicara dalam gelaran Pidato Kebudayaan, di Balai Budaya, Menteng, Jakarta Pusat, 2 Februari 2024. Latar belakang diadakannya diskusi yang dipenuhi ungkapan sangat bermutu ini, lebih kepada menyoroti segala isu sosial budaya khusus nya politik negeri saat ini. Acara yag di mulai ba&#8217;da [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/events/buah-pikir-kang-sobari-sujiwo-tejo-dan-okky-madasari-di-gelar-pidato-kebudayaan/">Buah Pikir Kang Sobari, Sujiwo Tejo dan Okky Madasari di Gelar Pidato Kebudayaan</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>JAKARTA &#8211; Tiga nama <strong>DR. Mohamad Sobari</strong>, <strong>Sujiwo Tejo</strong>, dan <strong>Okky Madasari</strong> menjadi pembicara dalam gelaran Pidato Kebudayaan, di Balai Budaya, Menteng, Jakarta Pusat, 2 Februari 2024. Latar belakang diadakannya diskusi yang dipenuhi ungkapan sangat bermutu ini, lebih kepada menyoroti segala isu sosial budaya khusus nya politik negeri saat ini.</p>



<p>Acara yag di mulai <em>ba&#8217;da</em> Isya selepas hujan yang mengguyur Jakarta sejak sore ini dibuka dengan oleh sastrawan dan sosiologi Okky Madasari yang membacakan pidato berjudul &#8220;Martabak Politik dan Intelektual Martabak&#8221;.</p>



<p>Teks pidatonya sendiri menggambarkan tentang hasrat untuk berkuasa terus dilakukan tanpa martabat. “Ini sebetulnya tulisan dengan judul metafora yang pernah saya terbitkannya pada tahun 2020,” ujar Okky.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/Okky-Madasari-saat-menyampaikan-pidatonya-iBonk.jpg" alt="" class="wp-image-11478" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/Okky-Madasari-saat-menyampaikan-pidatonya-iBonk.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/Okky-Madasari-saat-menyampaikan-pidatonya-iBonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/Okky-Madasari-saat-menyampaikan-pidatonya-iBonk-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Okky Madasari saat menyampaikan pidatonya (iBonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Relevan dengan keadaan saat ini, Okky seolah tengah memotret kondisi politik Indonesia, di mana hasrat untuk terus berkuasa, dilakukan tanpa martabat. Segala upaya digunakan untuk memperlakukan jabatan sebagai sebuah warisan yang bisa diteruskan oleh anak, cucu, ipar, keponakan.</p>



<p>Penggunaan kata martabak sendiri oleh Okky diungkapkan sebagai metafora dan tidak lepas dari subjek yang ingin disindirnya.</p>



<p>Okky Madasari juga mengingatkan akan sejarah kekuasaan beraroma intrik dan licik yang pernah terjadi di negeri ini, ketika Soekarno kata revolusi menjadi mitos, di era Soeharto mitos dengan berhiaskan kata pembangunan. Sekarang ini kata kekuasaan malah melahirkan mitos untuk melanggengkan kekuasaan.</p>



<p>Pada tampilan kedua, hadir budayawan eksentrik Ki Sujiwo Tejo. Sebelum memulai pidatonya, Sujiwo Tejo meniupkan trompet dan memainkan sepenggal karya Janis Joplins yang berjudul &#8216;Summertime&#8217;. Sebagai sebuah pesan tersirat, tiupan terompet itu sendiri memberi<a href="https://journeyofindonesia.com/events/intan-pariwara-luncurkan-smart-book-dukung-metode-belajar-yang-inovatif/"> warna</a> pada gelaran Pidato Kebudayaan bertajuk Merawat Kewarasan dan Manumbuhkan Kesadaran Masyarakat Indonesia.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/Sujiwo-Tejo-iBonk.jpg" alt="" class="wp-image-11479" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/Sujiwo-Tejo-iBonk.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/Sujiwo-Tejo-iBonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/Sujiwo-Tejo-iBonk-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Sujiwo Tejo (iBonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Sujiwo Tejo dalam pidatonya melihat politik sekarang ini tidak seperti sebagian budayawan lainnya. Dia menyebut nama Butet Kartaredjasa, Eros Djarot yang kecewa, bahkan saking kecewanya budayawan Gunawan Mohamad perlu menangis di televisi.</p>



<p>&#8220;Mereka yang menangis itukan karena menganggap kekuasan Jokowi berbeda di awal dengan di masa akhir. Saya dari 2014 biasa saja melihat kekuasaan Jokowi. Jadi, sekarang pun perasaan saya biasa saja. Satu hal lagi saya ingin sekali mengetahui bagimana rasa sakit kecewa mereka terhadap Jokowi,&#8221; ungkap Sujiwo Tejo.</p>



<p>Bagi mantan wartawan yang kini menjadi aktor dan budayawan itu politik tangan besi mematikan nyali dan kekuasaan yang dinafikan mematikan nalar.</p>



<p>Sementara pada saat sesi pidato DR. Mohamad Sobari yang kerap dipanggil Kang Sobari, pikiran dan ceramahnya cukup dikenal dengan membawa pesan tentang kebudayaan sebagai sistem yang membawa pengaruh dalam berbagai aspek kehidupan.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/DR.-Mohamad-Sobari-DSP.jpg" alt="" class="wp-image-11480" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/DR.-Mohamad-Sobari-DSP.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/DR.-Mohamad-Sobari-DSP-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/02/DR.-Mohamad-Sobari-DSP-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>DR. Mohamad Sobari (DSP)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Dari apa yang disampaikannya, Kang Sobari menyebutkan seni tidak bisa dipisahkan dengan ilmu pengetahuan. Karena seni adalah ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan adalah seni. Lirik lirik dalam seni puisi memberi pesan, tidak sekadar kesan. Ada dialektis di sana, sama halnya seperti halnya dalam dialektis dalam perpolitikan Indonesia.</p>



<p>Jatuh bangun suatu kekuasaan itu di alami sepanjang sejarah Indonesia, jadi Soeharto runtuh menangis. Seperti halnya dalam dialektis dalam perpolitikan Indonesia. Jatuh bangun suatu kekuasaan itu di alami sepanjang sejarah Indonesia, jadi tidak perlu menangis.</p>



<p>&#8220;Makanya kalau suasana politik sekarang seperti ini, ya itu dialektis, biasa saja. Kekuasaan itu memang ada kalanya jatuh dan bangun,&#8221; tegas Kang Sobari. Banyak orang mengeluh dan merasa sedih ketika Soekarno jatuh dari kekuasaan. Begitu juga ketika kekuasaan Soeharto runtuh oleh air mata dan darah</p>



<p>Dia memberi kiasan, apa yang dirasakan oleh seseorang suasana politik sekarang ini. ya dirasakan oleh banyak orang juga. &#8220;Kalau kekuasaan itu diumpakan matahari, ada satu orang merasakan panasnya matahari, jutaan orang juga merasakan panas yang sama,&#8221; kata Budayawan bergelar doktor dari Monash University Australia itu./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/events/buah-pikir-kang-sobari-sujiwo-tejo-dan-okky-madasari-di-gelar-pidato-kebudayaan/">Buah Pikir Kang Sobari, Sujiwo Tejo dan Okky Madasari di Gelar Pidato Kebudayaan</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11476</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
