<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ramayana Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/ramayana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/ramayana/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 May 2022 00:44:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Ramayana Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/ramayana/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Epos Ramayana dalam Balutan Sunset di Uluwatu, Bali</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/culture/epos-ramayana-dalam-balutan-sunset-di-uluwatu-bali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ibonk]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2018 00:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Epos Ramayana]]></category>
		<category><![CDATA[Kecak]]></category>
		<category><![CDATA[Pesona Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ramayana]]></category>
		<category><![CDATA[Show]]></category>
		<category><![CDATA[Uluwatu]]></category>
		<category><![CDATA[Wonderful Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=1392</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mungkin anda sudah puluhan kali diajak untk menyaksikan atraksi budaya di Uluwatu, Bali ini, namun tidak pernah terpenuhi. Saran JOI pada anda, segeralah luangkan waktu untuk hadir disini sekali saja. Datanglah untuk menikmati hari, dekap semburat jingga matahari terbenam dan sendratari Ramayana yang melegenda. Terus terang, Pura Uluwatu Bali selalu punya pemandangan cantik saat sunset. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/culture/epos-ramayana-dalam-balutan-sunset-di-uluwatu-bali/">Epos Ramayana dalam Balutan Sunset di Uluwatu, Bali</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Mungkin anda sudah puluhan kali diajak untk menyaksikan atraksi budaya di Uluwatu, Bali ini, namun tidak pernah terpenuhi. Saran <em>JOI</em> pada anda, segeralah luangkan waktu untuk hadir disini sekali saja. Datanglah untuk menikmati hari, dekap semburat jingga matahari terbenam dan sendratari Ramayana yang melegenda.</p>



<p>Terus terang, Pura Uluwatu Bali selalu punya pemandangan cantik saat sunset. Pilihan terbaik menyaksikan tari Kecak adalah pada pukul 18.00-19.00 WITA. Harga tiketnya dibagi menjadi dua, untuk turis lokal akan dikenakan biaya Rp 100.000 per orang, sedangkan turis mancanegara Rp 120.000 per orangnya.</p>



<p>Tapi jangan salah, agar mendapatkan posisi yang paling baik di panggung <em>amphitheater</em> terbuka tersebut, anda harus datang awal sekali. Ambil posisi paling tinggi dan dibelakang menghadap ke arah matahari. Resikonya mungkin akan terpapar sinar terik matahari sore lebih lama. Tapi yakinlah, itulah posisi yang paling menguntungkan. Menikmati jalannya cerita sambil menyaksikan terbenamnya mentari.</p>



<p>Awalnya, pada tari ini, si penari utama yang memerankan Sang Hyang akan kemasukan roh dan bisa berkomunikasi dengan para dewa atau leluhur. Kemudian pada tahun 1930-an, tari kecak mulai disisipkan dengan cerita Ramayana.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Penonton-yang-hadir-berasal-dari-berbagai-negara-tampak-sabar-menunggu-epos-Ramayana-ditampilkan-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-1393" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Penonton-yang-hadir-berasal-dari-berbagai-negara-tampak-sabar-menunggu-epos-Ramayana-ditampilkan-Ibonk.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Penonton-yang-hadir-berasal-dari-berbagai-negara-tampak-sabar-menunggu-epos-Ramayana-ditampilkan-Ibonk-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption><em>Penonton yang hadir berasal dari berbagai negara (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Sudah cukup banyak yang mengetahui, bahwa Tari Kecak merupakan tarian Bali yang paling unik. Karena tidak diiringi dengan alat musik apa pun, hanya suara penarinya yang bersahut-sahutan seirama menyerukan lafal Cak, Cak, Cak, Cak, Cak tanpa henti. Begitu atraksi dimulai, para penari kecak yang berjumlah sekitar 40 orang akan masuk sambil bernyanyi. Mereka akan mengelilingi perapian dan mulai duduk melingkar.</p>



<p><em>.. dan Epos Ramayana yang begitu terkenal itupun dimulailah</em>. Tak berapa lama, Dewi Sinta yang cantik muncul menari bersama Rama dan Laksama. Di ceritakan bahwa Rama pergi meninggalkan Sinta dan Laksamana untuk mencari kijang emas. Namun Rama tak kunjung kembali, dan Laksamana pergi untuk mencari Rama. Sedangkan Sinta ditinggal sendirian di hutan Ayodya Pura. Rahwana yang mengetahui Sinta sendirian kemudian menculik sang Dewi tersebut. Pada kemunculan pertama, Rahwana tidak berhasil untuk menculik Sinta. Sehingga akhirnya Rahwana berubah wujud menjadi seorang tua (Bhagawan) yang kehausan.</p>



<p>Merasa kasihan akhirnya Sinta memberikan Bhagawan minum. Seketika itu, Bhagawan langsung membawa lari Sinta, lalu menjerit minta tolong dan langsung ditolong oleh Garuda. Namun Garuda tak berhasil menolong Sinta karena sayap Garuda ditebas oleh Rahwana. Lalu Sinta pun dibawa oleh Rahwana ke Alengka Pura. </p>



<p>Di sisi lain, Rama bersama Laksamana meminta bantuan Hanoman yang adalah kera putih untuk membebaskan istrinya, Dewi Sinta. Aksi Hanoman pun dimulai dengan muncul memanjat tembok. Aksi ini membuat penonton terkejut dan tertawa melihatnya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Para-penari-Kecak-tengah-beraksi-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-1394" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Para-penari-Kecak-tengah-beraksi-Ibonk.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/05/Para-penari-Kecak-tengah-beraksi-Ibonk-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption><em>Para penari Kecak tengah beraksi (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Bak seorang pahlawan, Hanoman berdiri di atas tembok sambil menggaruk-garuk badannya. Kemudian Hanoman turun dan mulai dengan aksi penyelamatan Sinta. Namun tak langsung menyelamatkan Sinta, ia malah menuju ke penonton dan mulai menjahili penonton yang ada di sekitar arena tari.</p>



<p>Namun aksi penyelamatan Sinta tak langsung berhasil. Hanoman mengobrak-abrik Alengka Pura dan membuat abdi Alengka Pura marah besar. Kemudian abdi tersebut menyuruh raksasa-raksasa untuk menangkap Hanoman dan di bakar. Hanomanpun tertangkap, diikat dan dimasukkan ke dalam api. Namun karena kesaktiannya, Hanoman bisa meloloskan diri dari api dan menyelamatkan Sinta. Barulah Rama datang dan duel dengan Rahwana, dan Rahwana dikalahkan oleh pedang sakti yang dimiliki oleh Rama. Maka, bertemu kembalilah Rama dan permaisurinya, Dewi Sinta.</p>



<p>Bisa jadi pertunjukkan sendratari ini akan sangat membosankan jika ditampilkan di gedung pertunjukan. Namun menjadi tak menjemukan ketika dihidangkan dalam balutan sunset di batas horison dan juga lelucon-lelucon pemainnya yang melibatkan lebih dari seribuan penonton.</p>



<p>Begitulah, usai pertunjukkan, para penari pasti menjadi korban keganasan penonton yang ada untuk dijadikan objek foto bareng untuk di <em>upload</em> di media social masing-masing orang. Penampilan sendratari ini memang memukau, dan tarian kecak di Pura Uluwatu bisa menjadi pilihan untuk menikmati sunset dengan gaya yang berbeda./<strong><em> JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/culture/epos-ramayana-dalam-balutan-sunset-di-uluwatu-bali/">Epos Ramayana dalam Balutan Sunset di Uluwatu, Bali</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1392</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ASEAN Puppetry Association</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/culture/asean-puppetry-association/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HW]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2017 03:16:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[Danny Liwanag]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Wayang]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Luar Negeri RI]]></category>
		<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[PEPADI]]></category>
		<category><![CDATA[Pungkasiadi]]></category>
		<category><![CDATA[Ramayana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=869</guid>

					<description><![CDATA[<p>ASEAN Puppetry Association (APA) Joint Performance, adalah sebuah pertunjukan bersama; cultural performances, di Pendopo Kabupaten Mojokerto, Jum’at malam (02/12/2016), yang mengisahkan lakon “Ramayana” tersebut sangat memberi makna; tentang persaudaraan sejati ASEAN. Tentang pentingnya integrasi ASEAN; keserasian fungsi yang lebih kuat, dalam rangka meningkatkan hubungan antar manusia di antara negara-negara anggota ASEAN melalui gerakan kebudayaan. Pentas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/culture/asean-puppetry-association/">ASEAN Puppetry Association</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>ASEAN Puppetry Association (APA) Joint Performance</strong>, adalah sebuah pertunjukan bersama; <em>cultural performances</em>, di Pendopo Kabupaten Mojokerto, Jum’at malam (02/12/2016), yang mengisahkan lakon “Ramayana” tersebut sangat memberi makna; tentang persaudaraan sejati ASEAN. Tentang pentingnya integrasi ASEAN; keserasian fungsi yang lebih kuat, dalam rangka meningkatkan hubungan antar manusia di antara negara-negara anggota ASEAN melalui gerakan kebudayaan.</p>



<p>Pentas “Ramayana” tersebut merupakan bagian dari acara The 7th Meeting of APA, Its 10th Anniversary and ASEAN Puppetry Festival 2016, yang digelar sejak 30 November &#8211; hingga 6 Desember 2016. Joint Performance ini menampilkan para artis, <strong>Mr. Anucha Sumaman</strong> (Thailand), <strong>Mr. Pangna Phranakhone</strong> (Laos),<strong> Mr. Mann Kosal</strong>, dan<strong> Mr. Sang Thorn Chek</strong> (Kamboja), <strong>PG Kamarudin PG HJ Othman</strong> (Brunei Darussalam), <strong>Donarose Marzan</strong>, dan <strong>Kiarra Poblacion</strong> (Philippines), <strong>Tin Tin Oo</strong>, <strong>Thet Thet Htwe Oo</strong>, dan <strong>Myint Mo</strong> (Myanmar), <strong>Mr. Suzlaifan Sulaimin</strong> (Singapore), <strong>Bui Duy Hieu</strong>, <strong>Nguyen Hong Phong</strong>, dan <strong>Nguyen Ngoc Triu</strong> (Vietnam), dan <strong>Mr. Wahyu Dunung Raharjo</strong>, <strong>Mr. Bimo Sinung Widagdo</strong>, dan <strong>Ms. Santi Dwisaputri</strong> (Indonesia).</p>



<p>Ikut menyaksikan pertunjukan ini Presidium Chairman of APA, <strong>Danny Liwanag</strong> (Philippines), Sekjen ASEAN Puppetry Association (APA), <strong>Suparmin Sunjoyo</strong> (Indonesia), <strong>Prof. Dr. Ghulam</strong> (Malaysia), Wakil Bupati Mojokerto, <strong>Pungkasiadi</strong>, pejabat perwakilan dari Direktur Kerjasama ASEAN fungsional, Kementerian Luar Negeri RI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, anggota dan Pengurus SENAWANGI (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia), PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia), serta sejumlah tokoh, seniman, budayawan, dan masyarakat Mojokerto dan sekitarnya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/08/02_Festival_Wayang_Asean_Eddie_Karsito.jpg" alt="" class="wp-image-871" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/08/02_Festival_Wayang_Asean_Eddie_Karsito.jpg 600w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/08/02_Festival_Wayang_Asean_Eddie_Karsito-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption><em>Festival Wayang ASEAN (EdKar)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>ASEAN Puppetry Festival 2016, sebelumnya juga menampilkan pragmen arak-arakan yang melibatkan 10 wakil-wakil organisasi pewayangan dari negara anggota ASEAN, meliputi Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Philipina, Singapore, Thailand dan Vietnam. Acara ini juga menampilkan dalang cilik putri Ike Nur Kumalasari, siswi SMKN 12 Surabaya, dan Dalang Terbaik Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional, Joko Wicaksono, siswa SDN Banyulegi Dawar Blandong Mojokerto. Kedua dalang cilik anggota dari Sanggar Candra Siswa Mojokerto ini, tampil melalui pakeliran padat, yang digelar di Pendapa Agung Trowulan, Sabtu (03/12/2016).</p>



<p>Sampai dipenghujung acara Festival Wayang ASEAN 2016, masih ada sejumlah penampil dengan berbagai jenis pertunjukan Wayang ASEAN, diantaranya Wayang Air dari Vietnam, Black Theatre dari Philipina, String Puppet (Wayang Tali) dari Myanmar, Shadow Puppet dari Singapore, Human Puppet dari Thailand, dan beberapa jenis pertunjukan Wayang Indonesia./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/culture/asean-puppetry-association/">ASEAN Puppetry Association</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">869</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
