<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sundance Film Festival 2026 Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/sundance-film-festival-2026/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/sundance-film-festival-2026/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Apr 2026 06:45:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Sundance Film Festival 2026 Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/sundance-film-festival-2026/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Film Para Perasuk, Menyelami Pesta Kerasukan di Desa Latas</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/film-para-perasuk-menyelami-pesta-kerasukan-di-desa-latas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 06:30:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Angga Yunanda]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Film Para Perasuk]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sinema Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sundance Film Festival 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Wregas Bhanuteja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=22836</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Keberhasilan menembus salah satu festival film internasional paling bergengsi dengan hanya sepuluh film terpilih membuktikan kualitas sinema ini. Wregas, yang sebelumnya kita kenal lewat keberhasilan film &#8220;Penyalin Cahaya&#8221;, kali ini membawa kita ke Desa Latas. Sebuah desa fiktif di mana kerasukan bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan sebuah tradisi komunal yang dirayakan layaknya pesta [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/film-para-perasuk-menyelami-pesta-kerasukan-di-desa-latas/">Film Para Perasuk, Menyelami Pesta Kerasukan di Desa Latas</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>JAKARTA &#8211; Keberhasilan menembus salah satu festival film internasional paling bergengsi dengan hanya sepuluh film terpilih membuktikan kualitas sinema ini. Wregas, yang sebelumnya kita kenal lewat keberhasilan film &#8220;Penyalin Cahaya&#8221;, kali ini membawa kita ke Desa Latas. Sebuah desa fiktif di mana kerasukan bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan sebuah tradisi komunal yang dirayakan layaknya pesta rakyat di bawah terik matahari.</p>



<p>Para warga di desa ini dengan sukarela memasrahkan diri mereka untuk menari mengikuti irama musik dan mantra yang dibacakan oleh seorang Perasuk. Kesadaran mereka seolah berpindah ke dimensi lain yang disebut Alam Sambetan demi mencari kesenangan semu. Konflik cerita pun memanas saat Guru Asri, karakter perasuk senior yang diperankan oleh Anggun C. Sasmi, membuka sayembara untuk mencari penerusnya. Dari sinilah ambisi Bayu, diperankan oleh Angga Yunanda, mulai tersulut.</p>



<p>Menariknya, ambisi Bayu untuk menjadi perasuk utama bukan sekadar haus kekuasaan belaka. Di balik itu, Desa Latas sedang menghadapi ancaman nyata yakni penggusuran mata air keramat yang menjadi tempat para perasuk mencari roh. Wregas menyelipkan isu hak ulayat dan perlawanan masyarakat adat di sini. Inspirasi cerita ini ternyata lahir dari pengalaman personal keluarga Wregas di Bantul, Yogyakarta, saat memprotes akuisisi sumber air oleh korporasi.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Meski-kental-dengan-aroma-tradisi-kerasukan-Wregas-tepis-anggapan-dirinya-bermaksud-menyindir-kultur-daerah-tertentu-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-22837" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Meski-kental-dengan-aroma-tradisi-kerasukan-Wregas-tepis-anggapan-dirinya-bermaksud-menyindir-kultur-daerah-tertentu-Ist.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Meski-kental-dengan-aroma-tradisi-kerasukan-Wregas-tepis-anggapan-dirinya-bermaksud-menyindir-kultur-daerah-tertentu-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Meski-kental-dengan-aroma-tradisi-kerasukan-Wregas-tepis-anggapan-dirinya-bermaksud-menyindir-kultur-daerah-tertentu-Ist-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Meski-kental-dengan-aroma-tradisi-kerasukan-Wregas-tepis-anggapan-dirinya-bermaksud-menyindir-kultur-daerah-tertentu-Ist-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Meski-kental-dengan-aroma-tradisi-kerasukan-Wregas-tepis-anggapan-dirinya-bermaksud-menyindir-kultur-daerah-tertentu-Ist-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption">Meski kental dengan aroma tradisi kerasukan, Wregas tepis anggapan dirinya bermaksud menyindir kultur daerah tertentu (Ist)</figcaption></figure>
</div>


<p>Wregas menjelaskan bagaimana masyarakat kerap menciptakan mitos lokal sebagai salah satu cara bertahan demi menjaga kelestarian alam. Menurutnya, hal tersebut bukanlah tindakan klenik semata. &#8220;Di berbagai tempat itu, ada banyak yang berpotensi untuk menjadi tambang, pabrik, dan biasanya sekitarnya juga jadi kering. Nah, banyak warga yang kemudian membuat suatu mitos tertentu. Misalnya kalau di mata air itu ada peri, jadi nggak boleh diganggu,&#8221; ujarnya saat menjelaskan keterikatan spiritualitas dengan alam.</p>



<p>Hal menarik lainnya adalah terlibatnya Anggun seorang penyanyi internasional ikut menjalani debut layar lebar dengan cara yang tak biasa—tanpa naskah detail, penuh improvisasi, dan langsung tampil di panggung dunia seperti Sundance Film Festival.</p>



<p>Dalam konferensi pers, Anggun mengaku pengalaman pertamanya di dunia film menjadi momen yang tak terlupakan sepanjang hidupnya. “Ini pengalaman yang enggak akan aku lupakan seumur hidup. Film pertama langsung Sundance, itu luar biasa banget,” ujar Anggun saat press screening dan press conference film Para Perasuk di XXI Epicentrum, Selasa (14/4/2026).</p>



<p>Anggun mengungkapkan bahwa awalnya ia sempat kebingungan saat membaca naskah karya Wregas Bhanuteja. Alur cerita yang tidak konvensional membuatnya harus beradaptasi dengan pendekatan baru dalam berakting. “Pas pertama baca, jujur aku bingung. Tapi akhirnya aku memutuskan untuk percaya sepenuhnya sama visi sutradara,” kata Anggun.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Para-Perasuk-sukses-tampil-di-panggung-dunia-seperti-Sundance-Film-Festival-iBonk.jpg" alt="" class="wp-image-22838" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Para-Perasuk-sukses-tampil-di-panggung-dunia-seperti-Sundance-Film-Festival-iBonk.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Para-Perasuk-sukses-tampil-di-panggung-dunia-seperti-Sundance-Film-Festival-iBonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Para-Perasuk-sukses-tampil-di-panggung-dunia-seperti-Sundance-Film-Festival-iBonk-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Para-Perasuk-sukses-tampil-di-panggung-dunia-seperti-Sundance-Film-Festival-iBonk-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/04/Para-Perasuk-sukses-tampil-di-panggung-dunia-seperti-Sundance-Film-Festival-iBonk-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Para Perasuk sukses tampil di panggung dunia seperti Sundance Film Festival (iBonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Meski kental dengan aroma tradisi kerasukan, Wregas menepis anggapan bahwa film panjang ketiganya ini bermaksud menyindir kultur daerah tertentu. Menurutnya, konsep kerasukan bersifat universal dan ada di belahan dunia mana pun. &#8220;Perasuk&#8221; di sini justru menjadi metafora dari kondisi psikologis kita sendiri yang kerap kali kehilangan kontrol saat dikejar obsesi. Sutradara berbakat ini mengingatkan, &#8220;Ketika kita haus akan kekuasaan, validasi, atau kekuatan kadang kita jadi lupa dengan orang-orang yang sayang dengan kita.&#8221;</p>



<p>Menerjemahkan naskah yang sarat makna ini ke dalam layar lebar tentu mengharuskan para aktornya keluar dari zona nyaman. Angga Yunanda bahkan mengaku langsung didera banyak pertanyaan saat pertama kali membaca skenarionya. Ia harus menghadapi adegan-adegan fisik yang tak biasa, mulai dari ditampar sosis hingga dituang air dari galon. Untuk mendalami karakter Bayu yang kompleks, Angga menjalani latihan fisik dan meditasi intensif selama dua bulan, termasuk belajar meniup alat musik slompret dalam kondisi tubuh terbalik dan merayap layaknya lintah hingga perutnya kram.</p>



<p>&#8220;Mungkin saking keras dia berusaha, awalnya itu ambisi. Sampai akhirnya menjadi obsesi yang gak bisa dihentikan. Jadi, aku ngerasa sangat sedih melihat dinamika yang ditulis sama Kak Regas tentang Bayu ini,&#8221; tutur Angga saat menggambarkan kejatuhan emosional karakternya yang berujung pada kehancuran batin.</p>



<p>Film yang digarap sejak 2024 ini memang tidak main-main. Menurut produser Iman Usman, skala produksinya terbilang masif karena melibatkan sekitar seribu orang figuran untuk adegan-adegan penting, meski sempat terbentur keterbatasan anggaran. Setelah menuai apresiasi tinggi di Sundance dan diproyeksikan tampil di festival film Miami, Brasil, hingga Eropa, penonton tanah air akhirnya bisa menyaksikan langsung kedalaman cerita &#8220;Para Perasuk&#8221; di bioskop mulai 23 April 2026. Selain Angga dan Anggun, film ini juga didukung oleh jajaran aktor papan atas seperti Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="jeg_video_container jeg_video_content"><iframe title="Para Perasuk - Official Trailer" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/lJrFTu_PTXU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/film-para-perasuk-menyelami-pesta-kerasukan-di-desa-latas/">Film Para Perasuk, Menyelami Pesta Kerasukan di Desa Latas</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22836</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dari Lokasi Syuting, Maudy Ayunda Lahirkan Dua Lagu untuk Film Para Perasuk</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dari-lokasi-syuting-maudy-ayunda-lahirkan-dua-lagu-untuk-film-para-perasuk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 07:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Angga Yunanda]]></category>
		<category><![CDATA[Anggun C. Sasmi]]></category>
		<category><![CDATA[Fantaspoa Brasil]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Lafa Pratomo]]></category>
		<category><![CDATA[Maudy Ayunda]]></category>
		<category><![CDATA[Miami Film Festival]]></category>
		<category><![CDATA[MOOOV Belgia]]></category>
		<category><![CDATA[OST Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Para Perasuk]]></category>
		<category><![CDATA[Rekata Studio]]></category>
		<category><![CDATA[Sundance Film Festival 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Trinity Optima Production]]></category>
		<category><![CDATA[Wregas Bhanuteja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=22516</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA — Ketika seorang penyanyi sekaligus aktris terlibat begitu dalam dalam sebuah film, batas antara peran dan ekspresi diri kerap menjadi kabur dan di situlah musik yang sesungguhnya lahir. Itulah yang terjadi ketika Maudy Ayunda menciptakan dua lagu untuk film Para Perasuk karya sutradara Wregas Bhanuteja. Bukan sekadar pengisi suara, melainkan sebuah refleksi emosional yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dari-lokasi-syuting-maudy-ayunda-lahirkan-dua-lagu-untuk-film-para-perasuk/">Dari Lokasi Syuting, Maudy Ayunda Lahirkan Dua Lagu untuk Film Para Perasuk</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>JAKARTA — Ketika seorang penyanyi sekaligus aktris terlibat begitu dalam dalam sebuah film, batas antara peran dan ekspresi diri kerap menjadi kabur dan di situlah musik yang sesungguhnya lahir. Itulah yang terjadi ketika <strong>Maudy Ayunda</strong> menciptakan dua lagu untuk film Para Perasuk karya sutradara <strong>Wregas Bhanuteja</strong>. Bukan sekadar pengisi suara, melainkan sebuah refleksi emosional yang tumbuh organik dari dalam proses pembuatan filmnya sendiri.</p>



<p><a href="https://www.rekata.co" type="link" id="https://www.rekata.co">Rekata Studio</a> bersama <a href="https://www.trinityproduction.com" type="link" id="https://www.trinityproduction.com">Trinity Optima Production</a> resmi merilis lirik video &#8216;Aku yang Engkau Cari&#8217; sekaligus memperkenalkan single kedua &#8216;Di Tepi Lamunan&#8217;, pada 30 Maret 2026. Keduanya menjadi bagian dari original soundtrack (OST) Para Perasuk yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026.</p>



<p>Yang membuat kedua lagu ini istimewa bukan hanya kualitas musiknya, tetapi juga kisah di balik penciptaannya. Maudy mengaku inspirasinya datang langsung saat ia masih berada di lokasi syuting. Suasana Desa Latas, sebuah latar fiktif dalam film beserta karakter-karakter yang hidup di dalamnya terasa begitu nyata hingga mendorongnya untuk menerjemahkan pengalaman itu ke dalam nada dan lirik. &#8220;Prosesnya sangat intuitif. Tidak pakai logika naratif biasa, namun menggunakan rasa. Ini proyek pertama baik secara film dan penggarapan lagu yang prosesnya sangat membebaskan aku,&#8221; kata Maudy Ayunda.</p>



<p>Untuk mewujudkan visi musikalnya, Maudy menggandeng produser Lafa Pratomo, sosok yang ia percaya mampu menangkap warna dan rasa khas Para Perasuk. Kolaborasi keduanya pun menghasilkan sesuatu yang mengejutkan yakni &#8216;Aku yang Engkau Cari&#8217; tercipta dalam waktu kurang dari setengah jam. Hasilnya adalah sebuah lagu yang, menurut Maudy, memiliki lapisan emosi seperti bisikan, tenang dan menghanyutkan di permukaan, namun menyimpan kegelisahan yang dalam.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Tanya-Jawab-mengenai-proses-pembutan-film-dan-OST-Para-Perasuk-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-22519" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Tanya-Jawab-mengenai-proses-pembutan-film-dan-OST-Para-Perasuk-Ist.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Tanya-Jawab-mengenai-proses-pembutan-film-dan-OST-Para-Perasuk-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Tanya-Jawab-mengenai-proses-pembutan-film-dan-OST-Para-Perasuk-Ist-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Tanya-Jawab-mengenai-proses-pembutan-film-dan-OST-Para-Perasuk-Ist-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Tanya-Jawab-mengenai-proses-pembutan-film-dan-OST-Para-Perasuk-Ist-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Tanya Jawab mengenai proses pembutan film dan &#8216;OST Para Perasuk&#8217; (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Lafa Pratomo sendiri mengungkapkan bahwa secara musikalitas, ia ingin menghadirkan sentuhan yang berbeda untuk Maudy kali ini, suasana yang lebih imajinatif dan sedikit mistis, agar musik mampu membawa pendengar masuk ke dalam alam lain. Sementara itu, video musik &#8216;Di Tepi Lamunan&#8217; disutradarai langsung oleh Wregas Bhanuteja, menjadikan kesinambungan antara dunia visual film dan musiknya terasa utuh dan tidak terpisahkan.</p>



<p>Secara tematik, kedua lagu ini ditulis dari sudut pandang Bayu, karakter utama yang diperankan Angga Yunanda. Bayu adalah seorang perasuk, sosok yang bertugas memandu para pelamun ke dalam pengalaman kerasukan dalam tradisi Pesta Sambetan di Desa Latas. Ia bertekad menjadi pemimpin para perasuk, namun di balik ambisinya tersimpan kerinduan mendalam akan penerimaan dan pelukan yang tak pernah ia temukan.</p>



<p>Angga Yunanda sendiri mengakui betapa beratnya tantangan dalam memerankan karakter ini. &#8220;Di film Para Perasuk, aku berusaha menghadapi tantangan baru yang cukup berat. Salah satunya adalah proses teknis bertapa dengan digantung secara terbalik, dan itu bikin kepalaku berat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Di tengah perjalanan Bayu, hadir Laksmi, karakter yang diperankan Maudy Ayunda sendiri. Perempuan asal Jakarta ini datang ke Desa Latas bukan sebagai turis biasa, melainkan sebagai seseorang yang ingin menyembuhkan luka lamanya melalui Pesta Sambetan. &#8220;Kalau biasanya orang healing ke Bali atau Jepang, ini healing-nya ke Desa Latas untuk menghilangkan trauma dengan cara kerasukan. Laksmi dimintai tolong oleh Bayu untuk menemani latihan, supaya Bayu bisa menjadi pimpinan dari Perasuk,&#8221; ungkap Maudy Ayunda.</p>



<p>Bagi Maudy, peran Laksmi juga menjadi cermin bagi banyak penonton. &#8220;Laksmi adalah karakter yang ingin lepas dari trauma masa lalunya. Tentunya banyak dari kita yang memiliki trauma masa lalu dan berusaha untuk melepasnya agar bisa melangkah ke depan,&#8221; tambahnya. Film Para Perasuk sekaligus menandai dua dekade perjalanan berkarya Maudy di industri hiburan Indonesia.</p>



<p>Di balik estetika supranatural dan tradisi kerasukan yang eksotis, Para Perasuk menyimpan pesan yang justru sangat manusiawi. Wregas Bhanuteja — sutradara yang sebelumnya dikenal lewat Penyalin Cahaya (2021) dan Budi Pekerti (2023) ingin menawarkan narasi yang berbeda dari arus utama sinema modern. &#8220;Saya merasa dunia kita saat ini sudah terlalu penuh dengan cerita balas dendam dan amarah. Saya ingin menawarkan sesuatu yang berbeda, yakni berdamai, saling berpelukan, menerima masa lalu, dan move on. Itulah esensi penerimaan yang ingin saya sampaikan,&#8221; ujar Wregas Bhanuteja.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="1024" height="512" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Maudy-Ayunda-saat-melantunkan-Di-Tepi-Lamuman-salah-satu-single-OST-Para-Perasuk-Ist-1024x512.jpg" alt="" class="wp-image-22517" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Maudy-Ayunda-saat-melantunkan-Di-Tepi-Lamuman-salah-satu-single-OST-Para-Perasuk-Ist-1024x512.jpg 1024w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Maudy-Ayunda-saat-melantunkan-Di-Tepi-Lamuman-salah-satu-single-OST-Para-Perasuk-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Maudy-Ayunda-saat-melantunkan-Di-Tepi-Lamuman-salah-satu-single-OST-Para-Perasuk-Ist-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Maudy-Ayunda-saat-melantunkan-Di-Tepi-Lamuman-salah-satu-single-OST-Para-Perasuk-Ist-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Maudy-Ayunda-saat-melantunkan-Di-Tepi-Lamuman-salah-satu-single-OST-Para-Perasuk-Ist-750x375.jpg 750w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Maudy-Ayunda-saat-melantunkan-Di-Tepi-Lamuman-salah-satu-single-OST-Para-Perasuk-Ist-1140x570.jpg 1140w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/03/Maudy-Ayunda-saat-melantunkan-Di-Tepi-Lamuman-salah-satu-single-OST-Para-Perasuk-Ist.jpg 1310w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Maudy Ayunda saat melantunkan &#8216;Di Tepi Lamunan&#8217; salah satu single OST Para Perasuk (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Salah satu kejutan terbesar dalam Para Perasuk adalah kehadiran Anggun C. Sasmi dalam peran Guru Asri, debut aktingnya di layar lebar Indonesia. Legenda musik yang telah bernyanyi sejak usia 12 tahun dan menorehkan nama di panggung internasional ini mengakui bahwa terjun ke dunia akting adalah tantangan yang sama sekali berbeda dari panggung musik. &#8220;Guru Asri adalah sosok yang tegas dan berkharisma. Namun, ada salah satu scene di mana aku mewawancarai Bayu yang ingin menjadi pemimpin dari para perasuk, bikin aku nangis. Menjalani syuting di film Para Perasuk juga cukup sulit bagiku, karena prosesnya sangat berbeda dengan menyanyi di atas panggung. Di panggung, kita cukup menyanyi sekali, tapi kalau adegan untuk film, itu harus diulang berkali-kali,&#8221; cerita Anggun.</p>



<p>Sebelum sampai ke penonton Indonesia, Para Perasuk telah lebih dulu getarkan panggung internasional. Film ini mendapat standing ovation saat world premiere di Sundance Film Festival 2026, sekaligus menjadikannya film Indonesia pertama yang berkompetisi di program World Cinema Dramatic Competition Sundance dalam 13 tahun terakhir.</p>



<p>Tak berhenti di sana, Para Perasuk kini resmi terpilih untuk berkompetisi di Miami Film Festival 43 dalam program Marimbas Award, masuk sebagai official selection di program Artful Visions &amp; Asian Frontier pada MSPIFF Amerika Serikat, berkompetisi di Fantaspoa Brasil, serta terpilih di MOOOV Belgia. Sebuah perjalanan festival yang membuktikan bahwa cerita dari desa kecil di pinggiran kota pun mampu berbicara kepada dunia.</p>



<p>Para Perasuk tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026, dua OST-nya, &#8220;Aku yang Engkau Cari&#8221; dan &#8220;Di Tepi Lamunan&#8221;, kini sudah dapat dinikmati lengkap dengan lirik videonya di platform digital./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dari-lokasi-syuting-maudy-ayunda-lahirkan-dua-lagu-untuk-film-para-perasuk/">Dari Lokasi Syuting, Maudy Ayunda Lahirkan Dua Lagu untuk Film Para Perasuk</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22516</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
