<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tumbuh Makna Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/tumbuh-makna/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/tumbuh-makna/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Oct 2023 07:08:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Tumbuh Makna Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/tumbuh-makna/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Dalam Situasi Konflik Geopolitik, Investor Harus Cermat Dalam Melakukan Investasi</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/news/dalam-situasi-konflik-geopolitik-investor-harus-cermat-dalam-melakukan-investasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Administrator]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Oct 2023 04:32:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Benny Sufami]]></category>
		<category><![CDATA[CSIS]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Fajar Bambang Hirawan]]></category>
		<category><![CDATA[Hamas]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Makna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=10237</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Dinamika global masih diterpa ketidakpastian, dan mengalami turbulensi kembali. Belum usai konflik antara Rusia-Ukraina, gejolak Hamas dan Israel memicu ketegangan di wilayah Timur Tengah. Pasokan komoditas kembali tersendat, naiknya harga minyak memberi dampak ke berbagai negara. Di saat negara-negara sedang mengalami permasalahan inflasi, ketegangan politik di kawasan memicu permasalahan lainnya. Data International Monetary [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/dalam-situasi-konflik-geopolitik-investor-harus-cermat-dalam-melakukan-investasi/">Dalam Situasi Konflik Geopolitik, Investor Harus Cermat Dalam Melakukan Investasi</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA – Dinamika global masih diterpa ketidakpastian, dan mengalami turbulensi kembali. Belum usai konflik antara Rusia-Ukraina, gejolak Hamas dan Israel memicu ketegangan di wilayah Timur Tengah. Pasokan komoditas kembali tersendat, naiknya harga minyak memberi dampak ke berbagai negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di saat negara-negara sedang mengalami permasalahan inflasi, ketegangan politik di kawasan memicu permasalahan lainnya. Data I<em>nternational Monetary Fund (IMF)</em> bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi global bisa melambat menjadi 2,9% pada 2024 dari perkiraan sebelumnya di angka 3%.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang disampaikan oleh <em>Ketua Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (<a href="https://www.csis.or.id">CSIS</a>)</em>, <strong>Fajar Bambang Hirawan</strong> dalam diskusi Tumbuh Makna, bertema ‘Menakar Efek Gejolak Timur Tengah Terhadap Ekonomi Indonesia,’ yang diselenggarakan di Casa Living Senopati, Jakarta bahwa negara-negara Timur Tengah merupakan produsen minyak mentah, sehingga sudah tentu perang Hamas-Israel akan memicu ketidakstabilan mengganggu pasokan energi dan pangan yang berujung naiknya harga minyak dan komoditi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sektor energi dan pangan ini adalah faktor pemicu inflasi secara global. Padahal sebelum ada perang tersebut, kita berpikir bahwa pressure dari inflasi global sudah mulai menurun, namun ternyata kita dikagetkan oleh perang Hamas dan Israel. Ini seperti kembali pada titik sebelumnya,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fajar menambahkan ketidakpastian global juga dipicu perlambatan <a href="https://journeyofindonesia.com/news/indonesia-dipastikan-mampu-hadapi-kontraksi-ekonomi-dunia-asalkan-fokus-energi-terbarukan-dan-investasi-sesuai-profil-risiko/">ekonomi</a> Amerika dan Tiongkok. Saat ini Amerika berada pada tekanan inflasi, sehingga memaksa The Fed harus menahan daya beli masyarakat. Namun pada sisi lain mereka juga harus bisa menjaga jumlah uang yang beredar. Sementara Tiongkok saat ini sedang mengalami kisruh Evergrande yang mengalami permasalahan keuangan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">“IMF melaporkan bahwa pada triwulan ketiga 2023, ada semacam pesimisme dikarenakan pressure inflasi tetap ada dan pertumbuhan ekonomi cenderung stagnan atau bahkan menurun akibat ketidakpastian global. Kita berharap ketegangan Amerika dan Tiongkok pun mereda sehingga ada normalisasi yang dapat membuat iklim ekonomi kembali membaik,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski begitu, di tingkat nasional, ia optimis bahwa ekonomi Indonesia bisa tumbuh di angka 5%. Apalagi tahun politik akan mendorong belanja masyarakat. Ia mendorong pemerintah untuk meningkatkan sektor komoditas dan industri manufaktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. “Perlu diketahui, 50 % dari pertumbuhan ekonomi itu berasal dari konsumsi rumah tangga, sisanya dari investasi, kemudian ekspor dan impor. Untuk itu, kita harus menjaga daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas harga komoditas,” ujarnya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/Suasana-talkshow-literasi-investasi-dengan-tema-‘Menakar-Efek-Gejolak-Timur-Tengah-Terhadap-Ekonomi-Indonesia-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-10239" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/Suasana-talkshow-literasi-investasi-dengan-tema-‘Menakar-Efek-Gejolak-Timur-Tengah-Terhadap-Ekonomi-Indonesia-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/Suasana-talkshow-literasi-investasi-dengan-tema-‘Menakar-Efek-Gejolak-Timur-Tengah-Terhadap-Ekonomi-Indonesia-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/10/Suasana-talkshow-literasi-investasi-dengan-tema-‘Menakar-Efek-Gejolak-Timur-Tengah-Terhadap-Ekonomi-Indonesia-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Suasana talkshow literasi investasi dengan tema ‘Menakar Efek Gejolak Timur Tengah Terhadap Ekonomi Indonesia (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, <em>Co-Founder Tumbuh Makna</em> <strong>Benny Sufami</strong>, memiliki penilaian serupa bahwa dinamika yang terjadi justru membuahkan peluang. Salah satunya pada sektor investasi. Menurutnya, para investor pasti melihat efek global yang saat ini terjadi. Contohnya pada aset kelas Fixed Income, yang disebut paling sensitif terhadap perubahan tingkat suku bunga, yang justru bisa menghadirkan kesempatan bagi pelaku investasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tingkat US treasury yield kemungkinan sudah hampir mendekati puncak atas siklus pengetatan tingkat suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral AS. Sebagai contoh saat ini tingkat imbal hasil US treasury tenor 2 tahun berada di level yang lebih tinggi dari pada imbal hasil US treasury dengan dengan tenor yang lebih panjang yakni 10 tahun dan 30 tahun. Di minggu lalu US treasury yield 2 tahun telah berada di atas kisaran 5,1% sementara yang 10 tahun masih sedikit di bawah 5 % yakni sekitar 4,9%, dimana kondisi tersebut kita kenal dengan istilah Inverted Yield Curve,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi yang terjadi saat ini, menurut Benny, juga merupakan salah satu indikasi awal akan terjadinya resesi, walaupun resesi yang ada kemungkinan cenderung ringan. Bahkan terdapat kemungkinan AS bisa menghindari resesi dan melakukan<em> soft landing</em>. “Terlepas dari terjadinya resesi maupun <em>soft landing</em>, biasanya ekonomi cenderung akan cooling down yang biasanya berdampak positif terhadap kelas aset pendapatan tetap dimana tingkat imbal hasil akan cenderung menurun,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kelas aset ekuitas ke depan akan cukup menantang di tengah kondisi tingkat imbal hasil obligasi yang cukup tinggi saat ini sehingga membuat ekspektasi investor atas risk premium dari kelas aset ekuitas akan lebih tinggi. “Antisipasi yang sama juga berlaku di pasar domestik kita, apalagi dengan melihat tingkat imbal hasil terakhir SBN tenor 10 tahun telah mencapai 7 %. Ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam 12 bulan ke depan, kelas aset ekuitas diperkirakan laba per sahamnya atau <em>earning per share (EPS</em>) dari IHSG akan tumbuh 5 % hingga 6% dan bisa diperdagangkan pada <em>price earning (PE)</em> 14,6 kali. “Maka IHSG, menurut kami, masih sangat berpeluang untuk mencapai level 7700 hingga akhir kuartal III 2024. Dan pada akhir tahun ini, berdasarkan riset yang kami lakukan, kami telah melihat bahwa ada kecenderungan IHSG akan tumbuh terbatas, sehingga kami menyarankan investor perlu memiliki <em>time horizon</em> yang lebih panjang,” imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun investor harus cermat dalam melakukan investasi. Salah satunya untuk melek terhadap literasi keuangan dan mengedepankan data yang valid. “Pertama, mendiversifikasi ke lebih satu instrumen per kelas aset. Kedua, investor disarankan memiliki time horizon yang lebih panjang dalam menganalisis dengan data yang tepat. Ketiga, berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing,” tutupnya./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/dalam-situasi-konflik-geopolitik-investor-harus-cermat-dalam-melakukan-investasi/">Dalam Situasi Konflik Geopolitik, Investor Harus Cermat Dalam Melakukan Investasi</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">10237</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Dipastikan Mampu Hadapi Kontraksi Ekonomi Dunia, Asalkan Fokus Energi Terbarukan dan Investasi Sesuai Profil Risiko</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/news/indonesia-dipastikan-mampu-hadapi-kontraksi-ekonomi-dunia-asalkan-fokus-energi-terbarukan-dan-investasi-sesuai-profil-risiko/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Administrator]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Sep 2023 09:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Mana Pulungan]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[EPS growth]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[The Fed]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Makna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=9704</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keadaan ekonomi global saat ini diketahui tengah mengalami ketidakpastian akibat pengaruh kebijakan suku bunga The Fed, kenaikan harga minyak dunia, serta efek perang berkepanjangan Rusia dan Ukraina. Semua ini dilatarbelakangi oleh kenaikan harga minyak, salah satunya minyak mentah berjangka Brent menjadi 92,06 dolar AS per barel atau naik sekitar 1,42 dolar AS. Sementara The Fed [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/indonesia-dipastikan-mampu-hadapi-kontraksi-ekonomi-dunia-asalkan-fokus-energi-terbarukan-dan-investasi-sesuai-profil-risiko/">Indonesia Dipastikan Mampu Hadapi Kontraksi Ekonomi Dunia, Asalkan Fokus Energi Terbarukan dan Investasi Sesuai Profil Risiko</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Keadaan ekonomi global saat ini diketahui tengah mengalami ketidakpastian akibat pengaruh kebijakan suku bunga <a href="https://www.federalreserve.gov">The Fed</a>, kenaikan harga minyak dunia, serta efek perang berkepanjangan Rusia dan Ukraina. Semua ini dilatarbelakangi oleh kenaikan harga minyak, salah satunya minyak mentah berjangka Brent menjadi 92,06 dolar AS per barel atau naik sekitar 1,42 dolar AS. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara The Fed diproyeksikan akan tetap mempertahankan suku bunga pada kisaran 5,25-5,50 persen. Terlebih, serta imbas perang Rusia-Ukraina masih memaksa suplai komoditi menjadi lebih terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Abdul Manap Pulungan</strong> selaku <em>Peneliti dari Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan INDEF</em> menuturkan bahwa gejolak ekonomi dunia itu memberikan pengaruh berbeda di tiap negara, termasuk Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan <em>talkshow</em> bertemakan <em>“Outlook Ekonomi Dunia dan Pengaruhnya Bagi Indonesia”</em> di Jakarta tersebut Abdul Manap Pulungan menjabarkan, misalnya di Amerika, yang keadaannya berbeda dengan Inggris dan Eropa. Amerika hanya bermasalah di inflasi, sementara di sisi tingkat pengangguran, Amerika terbilang cukup bagus sehingga tekanan dari harga minyak global ini akan relatif minor bagi Amerika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi bagi negara yang situasinya berbeda seperti Inggris dan negara-negara Eropa lainnya, tentu dampaknya akan lebih terasa karena negara-negara tersebut memiliki masalah tingkat inflasi yang tinggi dan juga pengangguran yang tinggi,” ujarnya pada Kamis (14/9/2023).</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya melihat kenaikan harga minyak ini sebetulnya temporer saja, tidak akan signifikan seperti tahun 2022,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara terkait <a href="https://journeyofindonesia.com/news/tumbuh-makna-tingkatkan-literasi-investasi-dan-keuangan-bagi-masyarakat/">kebijakan</a> suku bunga The Fed, bahwa bank sentral AS itu memiliki pengaruh yang kuat untuk mengubah situasi ekonomi global. “Ketika The Fed mengubah suku bunganya tentu akan diikuti oleh negara lain. The Fed adalah <em>leader</em> di pasar keuangan global. Jadi, apa yang dilakukan The Fed umumnya akan diikuti oleh bank sentral lainnya, karena The Fed menjadi benchmark bagi negara-negara lain untuk suku bunganya. Oleh karena itu, ada istilah ketika The Fed bersin maka negara-negara lain akan mabok,” ungkap Abdul Manap.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/09/Abdul-Manap-Pulungan-Peneliti-dari-Pusat-Ekonomi-Makro-dan-Keuangan-INDEF-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-9706" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/09/Abdul-Manap-Pulungan-Peneliti-dari-Pusat-Ekonomi-Makro-dan-Keuangan-INDEF-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/09/Abdul-Manap-Pulungan-Peneliti-dari-Pusat-Ekonomi-Makro-dan-Keuangan-INDEF-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/09/Abdul-Manap-Pulungan-Peneliti-dari-Pusat-Ekonomi-Makro-dan-Keuangan-INDEF-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Abdul Manap Pulungan, Peneliti dari Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan INDEF (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Lalu bagaimana dampak gejolak ekonomi dunia di Indonesia? Abdul meyakini bahwa Indonesia akan mampu melewati situasi dari gejolak tersebut, mengingat Indonesia pernah melewati situasi tekanan ekonomi yang lebih sulit. Hanya saja, Indonesia menurutnya, perlu melakukan penyesuaian secara mendalam dan melakukan langkah-langkah strategis agar turbulensi ekonomi dunia tidak mendorong hal terburuk terjadi di tingkat domestik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya melihat, Indonesia cenderung siap menghadapi gejolak ekonomi global saat ini. Karena Indonesia sudah pernah melewati situasi yang lebih buruk dari itu. Tinggal bagaimana kita melakukan penyesuaian internal dari kenaikan harga minyak itu. Sebenarnya sudah banyak wacana-wacana yang berkembang terkait bagaimana meningkatkan diversifikasi produksi yang tidak hanya terbatas pada bahan-bahan mentah seperti minyak, tetapi bisa shifting ke energi terbarukan,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Abdul menekankan bahwa mesti ada kebijakan strategis untuk menekan negara-negara produsen minyak, agar kedepan pembatasan produksi minyak dunia dapat dikontrol sebagaimana mestinya. Terlebih di dalam negeri, kenaikan harga minyak dunia tersebut tentu dapat mendorong pemerintah Indonesia dalam menaikan harga BBM. Hal tersebut dapat dilakukan demi merawat fiskal agar tetap defisit dibawah 3%.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Founder Tumbuh Makna, Muliadi San, menganalisis lebih jauh mengenai kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menjelaskan bahwa dalam konteks pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya dalam perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), masih dapat dikategorikan tergolong cukup stabil dalam merespons gejolak ekonomi dunia yang terjadi belakangan ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya melihat valuasi IHSG kita cenderung atraktif. Kami telah mengumpulkan data di berbagai tahun. Berdasarkan data dari 2013 sampai 2022, pada bulan September itu, IHSG ada di zona merah sebanyak 6 tahun dari 10 tahun. Artinya adalah di bulan September, IHSG itu kecenderungannya mengalami koreksi. Sementara di bulan Oktober, IHSG kita selama 8 tahun ada di zona hijau, dan hanya 2 tahun berada di zona merah. Jadi probabilitasnya di bulan Oktober IHSG itu mengalami kenaikan. Secara statistik hal ini cukup menarik untuk pasar saham kita di sisa bulan semester II 2023,” jelasnya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/09/Muliadi-San-Founder-Tumbuh-Makna-Ist-1.jpg" alt="" class="wp-image-9708" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/09/Muliadi-San-Founder-Tumbuh-Makna-Ist-1.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/09/Muliadi-San-Founder-Tumbuh-Makna-Ist-1-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/09/Muliadi-San-Founder-Tumbuh-Makna-Ist-1-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Muliadi San, Founder Tumbuh Makna (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, menurutnya, terdapat peluang yang baik di sisi ekonomi yang lain di Indonesia. Hal tersebut, dalam analisanya, justru bisa dimanfaatkan dengan baik dan rasional oleh berbagai investor. Namun, ia menyampaikan, para investor tentu harus memahami profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan melakukan investasi. Contohnya dengan melakukan strategi pendekatan profil risiko agar dapat melakukan investasi secara kondusif dan aman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya melihat untuk 12 bulan ke depan tentunya sentimen pasar akan lebih kondusif dan konstruktif. Sisi kondusif disini terlihat karena adanya faktor risiko perubahan moneter dan fiskal yang akan lebih minim. Jadi pertimbangan sektor dan kelas aset yang lebih diuntungkan untuk diterapkan di portofolio akan lebih mudah diprediksi. Sementara untuk sisi konstruktif memiliki arti bahwa akan ada hal yang baik dan prospektif di dalam sektor IHSG. Ini terlihat karena pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia masih cukup positif. Itu yang membuat kami bertahan dengan pandangan bahwa IHSG masih berpotensi mencapai level 7.400, dengan pertimbangan<em> EPS growth</em> di angka 9%-10%,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan bahwa obligasi dengan durasi tenor menengah bisa menjadi pilihan yang tepat bagi para investor, karena itu salah satu pilihan yang menarik di tahun 2024. “Jika melihat data-data yang ada, tentu saya sangat optimis dengan saat ini, khususnya dengan obligasi-obligasi yang tenornya menengah sehingga dapat menjadi satu pilihan menarik bagi para investor,” sebutnya lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara untuk investor yang cenderung konservatif, bisa melihat peluang pada Sukuk Ritel 019 yang telah diterbitkan Kementerian Keuangan yang dapat membantu progres kegiatan investasi dan mendorong pemerintah melakukan perkembangan ekonomi nasional./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/indonesia-dipastikan-mampu-hadapi-kontraksi-ekonomi-dunia-asalkan-fokus-energi-terbarukan-dan-investasi-sesuai-profil-risiko/">Indonesia Dipastikan Mampu Hadapi Kontraksi Ekonomi Dunia, Asalkan Fokus Energi Terbarukan dan Investasi Sesuai Profil Risiko</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9704</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tak Perlu Panik, Suku Bunga The Fed Naik? Ini Sektor Investasi Paling Bergairah</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/news/tak-perlu-panik-suku-bunga-the-fed-naik-ini-sektor-investasi-paling-bergairah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ibonk]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Aug 2023 10:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Benny Sufami]]></category>
		<category><![CDATA[Bhima Yudhistira Adhinegara]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Suku Bunga]]></category>
		<category><![CDATA[Talkshow]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Makna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=9210</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed) saat ini berada di level 5,25-5,50 persen. Angka ini disebut menjadi yang tertinggi sejak lebih dari dua dekade lalu. Lalu apa dampaknya bagi ekonomi global dan bagaimana pengaruhnya terhadap ekonomi domestik Indonesia? Paparan tersebut tersaji dalam diskusi Talkshow Tumbuh Makna yang menawarkan tema “Pengaruh Kenaikan Suku Bunga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/tak-perlu-panik-suku-bunga-the-fed-naik-ini-sektor-investasi-paling-bergairah/">Tak Perlu Panik, Suku Bunga The Fed Naik? Ini Sektor Investasi Paling Bergairah</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Suku bunga acuan <em>The Federal Reserve (The Fed)</em> saat ini berada di level 5,25-5,50 persen. Angka ini disebut menjadi yang tertinggi sejak lebih dari dua dekade lalu. Lalu apa dampaknya bagi ekonomi global dan bagaimana pengaruhnya terhadap ekonomi domestik Indonesia?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Paparan tersebut tersaji dalam diskusi <em><a href="https://journeyofindonesia.com/news/tumbuh-makna-tingkatkan-literasi-investasi-dan-keuangan-bagi-masyarakat/">Talkshow</a> Tumbuh Makna</em> yang menawarkan tema “Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The Fed Terhadap Ekonomi Global dan Indonesia”. Dalam agenda yang dilakukan di Jakarta tersebut, dihadiri narasumber <em>Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS)</em> <strong>Bhima Yudhistira Adhinegara</strong> dan <em>Co-Founder Tumbuh Makna</em> <strong>Benny Sufami</strong>. ​</p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://twitter.com/i/flow/login?redirect_after_login=%2Fbhimayudhistira">Bhima Yudhistira Adhinegara</a> menjelaskan, kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat sangat jelas memiliki pengaruh bagi negara-negara berkembang. Namun bagi Indonesia, kenaikan ini ternyata tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Mengapa?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Faktornya banyak, karena menaikan suku bunga secara agresif dapat berdampak pada pinjaman konsumen yang akan jauh lebih mahal dan akan mengganggu pemulihan konsumsi domestik. Selain itu, banyak industri yang juga akan terpengaruh dengan kenaikan suku bunga tersebut,” ungkap Bhima yang dikutip hari ini Senin, 14/8/2023.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh, Bhima bahkan menganalisis bahwa roda ekonomi Indonesia lebih terhubung dengan pergerakan Tiongkok ketimbang Amerika, sehingga kenaikan suku bunga The Fed tidak secara otomatis mengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Karena Tiongkok adalah salah satu negara asal investasi yang terbesar, dan mitra investasi Indonesia. Kedua, mereka adalah mitra dagang. Kita ekspor ke Tiongkok itu bisa seperempat dari total ekspor Indonesia, kira-kira sekitar 25 persen kita kirim ke Tiongkok, dan itu tentu sangat mempengaruhi,” lanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan Bhima kembali menjelaskan dengan mengambil riset sebuah studi, bahwa setiap satu persen penurunan ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat, pengaruhnya ke Indonesia hanya 0,01 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda apabila ekonomi Tiongkok turun 1 persen saja dalam PDB mereka, maka imbas ke Indonesia bisa mencapai 0,3 persen. “Jadi kita lebih sensitif dengan ekonomi Tiongkok. Sehingga kenaikan suku bunga AS belum tentu berdampak langsung ke capital market maupun surat utang di Indonesia, setidaknya dalam jangka waktu yang dekat,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski fundamental ekonomi nasional kuat, Bhima menyatakan bahwa pada tahun depan Indonesia perlu mewaspadai gejolak ekonomi yang akan terjadi. Semester II 2023 dan 2024 akan banyak dinamika yang terjadi. The Fed tetap penting untuk diperhatikan tapi mesti ditambah dengan faktor-faktor lainnya sehingga bisa dimitigasi beberapa risiko. Inflasi di Indonesia saat ini masih bisa ditahan, cadangan devisanya masih bagus, suku bunga pun masih bisa ditahan, tapi jika Amerika suku bunganya masih terus 5,25 persen, maka kita harus tawarkan bunga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena bila ada penyesuaian jangka panjang, kasihan industri karena suku bunga pinjaman juga akan menjadi mahal dan pengaruhnya juga pada penyaluran pertumbuhan kredit perbankan dan berdampak pada imbal hasil yang harus ditawarkan oleh berbagai instrumen investasi di Indonesia,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bhima meyakini ekonomi kuartal III 2023 nanti akan banyak tantangan yang mesti diwaspadai, terutama mengenai ketidakseimbangan antara pendapatan dan kebutuhan.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/08/Talkshow-Tumbuh-Makna-dengan-tema-Pengaruh-Kenaikan-Suku-Bunga-The-Fed-Terhadap-Ekonomi-Global-dan-Indonesia-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-9212" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/08/Talkshow-Tumbuh-Makna-dengan-tema-Pengaruh-Kenaikan-Suku-Bunga-The-Fed-Terhadap-Ekonomi-Global-dan-Indonesia-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/08/Talkshow-Tumbuh-Makna-dengan-tema-Pengaruh-Kenaikan-Suku-Bunga-The-Fed-Terhadap-Ekonomi-Global-dan-Indonesia-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/08/Talkshow-Tumbuh-Makna-dengan-tema-Pengaruh-Kenaikan-Suku-Bunga-The-Fed-Terhadap-Ekonomi-Global-dan-Indonesia-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Talkshow Tumbuh Makna bertema Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The Fed Terhadap Ekonomi Global dan Indonesia (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">“Di kuartal III ini, ada kebutuhan yang terus meningkat, meskipun inflasi kita terbilang cukup baik dan terkendali bahkan agak sedikit menurun, tapi yang perlu diketahui di kuartal II adalah ini tidak ada momen musiman dimana masyarakat bergerak untuk berwisata secara masif, itu tantangannya. Di kuartal III biasanya belanja pemerintah mulai meningkat tetapi belum setinggi di kuartal IV. Meski begitu, kemungkinan pertumbuhan pada kuartal III berada pada kisaran 4,9 persen,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Senada dengan apa yang disampaikan Co-Founder Tumbuh Makna, Benny Sufami yang memprediksi situasi ekonomi global saat ini tidak memberikan tekanan yang signifikan bagi ekonomi domestik di Indonesia. Hal itu didapati karena fakta bahwa ekonomi nasional pada kuartal II sangat baik, khususnya angka PDB Indonesia yang berada di atas 5 persen dengan tren inflasi yang relatif stabil, yang tentunya menunjukan sentimen positif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Berdasarkan data riset yang Tumbuh Makna peroleh, ekonomi kuartal II 2023 PDB kita 5,17 persen. IMF menyatakan bahwa maksimal pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan bertumbuh maksimal 3 persen, itu sudah cukup bagus bagi ekonomi domestik kita. Itu sudah cukup baik di tengah kondisi tekanan ekonomi global. Kedua, data inflasi awal bulan sudah diumumkan, dan hasilnya inflasi harga konsumen lebih rendah dari kuartal sebelumnya yakni dari 3,52 persen ke 3,08 persen (yoy),” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Untuk peluang, kami melihat ada di pasar saham dan pasar obligasi, valuasinya juga masih sangat menarik. Tantangannya adalah investor hanya perlu lebih bersabar. Sebab kita lihat di semester I, Indeks Harga Saham Gabungan stagnan, sementara di semester kedua ini lah kami melihat akan sangat menarik.” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu mengapa IHSG bisa menarik dan perlu ditunggu investor? Benny melihat peluang IHSG akan naik kembali terbuka. “Jadi di semester II, kami melihat peluang naiknya IHSG sangat terbuka. Yang pertama karena penurunan harga komoditas sudah terbatas. Kedua, karena adanya kegiatan domestik yang disinyalir akan meningkat, sebab KPU dan DPR hingga pemerintah sendiri sudah menyetujui budget Pemilu sekitar Rp76 triliun,&#8221; ungkap Benny.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Benny optimistis bahwa IHSG akan menguat. Analisa ini diperkuat berdasarkan riwayat data IHSG jelang pemilu di tahun politik. Berdasarkan data yang dikumpulkan, biasanya 6 bulan sebelum pemilu IHSG mengalami kenaikan. Ini pernah terjadi misalnya di tahun 2014 dan 2019.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Di mana pada tahun 2014, 6 bulan sebelum pemilu, IHSG mengalami kenaikan 19,6 persen, lalu pada tahun 2019 pun IHSG mengalami kenaikan 11,7 persen. Memang tidak ada jaminan ini akan berulang, tapi polanya selalu seperti itu. Untuk itu, kami optimistis di semester II ini, IHSG bisa mengalami kenaikan,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia pun meyakini bahwa pasar obligasi akan naik dan itu merupakan kesempatan yang mesti dimanfaatkan oleh para investor. Hal ini dapat dilihat ada ruang untuk Bank Indonesia di awal tahun 2024 untuk menurunkan tingkat suku bunga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami ambil benchmark-nya, untuk surat utang negara (SUN) Seri 10 tahun, saat ini yield-nya berada pada posisi 6,3 persen dan kami melihat tahun depan itu bisa di posisi 6,1 persen. Jadi ada potensi kenaikan harga obligasi. Ada kesempatan dan peluang untuk dimanfaatkan menjadi keuntungan. Ke depan dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup terjaga di atas 5 persen, bahkan walaupun turun di angka 4,8 persen atau 4,9 persen, kami masih melihat peluang investasi, khususnya di equity dan obligasi,” tutup Benny yakin./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/tak-perlu-panik-suku-bunga-the-fed-naik-ini-sektor-investasi-paling-bergairah/">Tak Perlu Panik, Suku Bunga The Fed Naik? Ini Sektor Investasi Paling Bergairah</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9210</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ditengah Gejolak Global, Fundamental Ekonomi Indonesia Dinyatakan Kuat dan Rupiah Stabil</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/news/ditengah-gejolak-global-fundamental-ekonomi-indonesia-dinyatakan-kuat-dan-rupiah-stabil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ibonk]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jul 2023 22:27:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Makna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=8708</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gejolak perekonomian global masih dalam kondisi tidak pasti. Efek berkepanjangan konflik Rusia dan Ukraina, perang dagang semikonduktor dua kekuatan ekonomi dunia antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, serta krisis energi dunia masih menjadi faktor yang mempengaruhi ekonomi domestik suatu negara. Bahkan dalam Global Economic Prospects edisi Juni 2023, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara-negara maju [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/ditengah-gejolak-global-fundamental-ekonomi-indonesia-dinyatakan-kuat-dan-rupiah-stabil/">Ditengah Gejolak Global, Fundamental Ekonomi Indonesia Dinyatakan Kuat dan Rupiah Stabil</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Gejolak perekonomian global masih dalam kondisi tidak pasti. Efek berkepanjangan konflik Rusia dan Ukraina, perang dagang semikonduktor dua kekuatan ekonomi dunia antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, serta krisis energi dunia masih menjadi faktor yang mempengaruhi ekonomi domestik suatu negara. Bahkan dalam Global Economic Prospects edisi Juni 2023, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara-negara maju masih akan melambat di level 0,7% pada 2023 dari kondisi 2022 yang tumbuh 2,6%. Proyeksi ini melihat bahwa masih ada tekanan terhadap negara-negara dari turbulensi ekonomi global yang belum baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlebih pada Juni 2023, The Fed menahan suku bunga acuan di rentang 5%-5,25%. Keputusan ini dinilai mengakhiri tren kenaikan suku bunga secara beruntun. Kenaikan suku bunga tersebut disebut berbagai pihak dalam rangka mencegah inflasi berlebihan dan menjaga stabilitas ekonomi. Pada sisi lain, Tiongkok mengalami perlambatan ekonomi yang signifikan dengan hanya membukukan produk domestik bruto (PDB) sebesar 4,5% pada kuartal pertama 2023. Pada April 2023, impor Tiongkok mengalami kontraksi tajam sebesar 7,9%, sementara ekspor hanya 8,5%, dibandingkan Maret lalu yang berada pada kisaran 14,8%.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menanggapi tren ekonomi global yang mengalami tekanan, <em>Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (I<a href="https://indef.or.id/en/">NDEF</a>)</em> <strong>Eko Listiyanto</strong> menjelaskan bahwa efek dan tekanan ekonomi yang dihadapi para negara-negara besar di dunia, tentu dapat berimbas secara global. “Raksasa ekonomi dunia ini ketika bermasalah tentu akan mempengaruhi ekonomi global, sehingga diharapkan pertumbuhannya selalu baik. Tapi dalam konteks Tiongkok, nyatanya saat ini belum seperti yang diharapkan,” tuturnya saat diskusi ekonomi Tumbuh Makna dengan tema “Pengaruh Tingkat Suku Bunga AS dan Perlambatan Ekonomi Tiongkok Terhadap Ekonomi Indonesia”, di Satrio Tower, Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eko menambahkan, dalam konteks ekonomi Tiongkok, diproyeksikan pertumbuhannya dapat mencapai sampai 6%, namun kemudian berbagai indikatornya tidak terlihat menuju pertumbuhan yang cukup. “Revisinya ada di angka 5 setengah dan angka ini pun sebenarnya belum cukup maksimal, karena untuk sekelas Tiongkok minimal di angka 7% bila ingin pulih. Hal ini berbeda dengan Indonesia yang hanya di angka 5% saja sudah cukup. Sementara itu, untuk Amerika sendiri, tingkat inflasinya sudah cukup rendah di angka 3%, tinggal ditunggu saja, apakah konsisten atau sifatnya sementara,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski gejolak ekonomi global sedang tinggi, Eko meyakini fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, Menurut Eko, fenomena ekonomi global tidak langsung berdampak dengan ekonomi Indonesia. Karena menurutnya, ekonomi Indonesia sumber utamanya adalah domestik yang memungkinkannya akan terus tumbuh dan kebal dengan tekanan dari luar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Indonesia bagaimana? Ekonomi Indonesia driver utamanya adalah domestik. Jadi selama domestiknya masih bisa bergulir, sebetulnya kita masih bisa tumbuh sekitar 4,8%. Memang tidak se-impresif pemerintah yang memiliki target 5,3%, tapi kalau sedikit di bawah 5% menurut saya masih mungkin yah, karena mempertimbangkan kelesuan yang terjadi pada tataran ekonomi global,” kata Eko menambahkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eko juga mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam hal efektifitas pembelanjaan agar mencapai target pajak yang sesuai dari sisi penerimaan. Terlebih Eko mendorong agar pemerintah melakukan government spending agar anggaran negara segara dapat dipompa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. “Sejauh ini ekonomi nasional masih terbilang stabil. Oleh karena itu, sudah saatnya melakukan government spending. Anggaran ini harus segera dipompa untuk ke ekonomi riil, dieksekusi di sektor rill untuk kemudian menghasilkan PDB,” tuturnya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Fenny-Tjahyadi-Co-Founder-Tumbuh-Makna-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-8711" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Fenny-Tjahyadi-Co-Founder-Tumbuh-Makna-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Fenny-Tjahyadi-Co-Founder-Tumbuh-Makna-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/07/Fenny-Tjahyadi-Co-Founder-Tumbuh-Makna-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Fenny Tjahyadi, Co Founder Tumbuh Makna (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, <em>Co-Founder Tumbuh Makna</em>, <strong>Fenny Tjahyadi</strong> mengatakan bahwa indikator perlambatan ekonomi di Indonesia belum terlihat, meskipun telah terjadi tekanan global kenaikan suku bunga AS. Salah satu faktor ekonomi Indonesia masih sehat, menurut Fenny, antara lain adalah nilai tukar mata uang Indonesia, yakni rupiah yang masih terbilang stabil di antara nilai tukar mata uang negara lainnya di dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Melihat pasar makro di Indonesia pada beberapa bulan terakhir lebih cenderung ke arah positif. Melihat tanda-tanda ini, jadi analisanya adalah perlambatan ekonomi di Indonesia sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Ini dapat dilihat ketika terjadi inflasi yang mengalami perlambatan pasca libur hari raya waktu itu. Bahkan pada Juli ini inflasi sudah masuk ke rentang target Bank Indonesia. Awal bulan Juli pun inflasi kita turun ke level 3,52%. Untuk kategori transportasi mengalami deflasi sebesar 0,1%. Sedangkan untuk sektor makanan dan minuman inflasinya melambat di bawah 0,5 persen,” katanya menjelaskan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan Fenny melihat, BI kemungkinan akan menurunkan suku bunga dalam beberapa waktu ke depan sehingga dinilai sangat kondusif dan sangat bagus bagi para investor untuk mengambil peluang yang ada. Selanjutnya dari sektor IHSG 2023, Fenny menilai, valuasi yang terjadi saat ini sangat menarik untuk para investor. “Jadi valuasi ini mirip dengan awal pandemi. Jadi sebenarnya cukup berpeluang untuk bisa mengambil posisi lagi di pasar, hanya saja para investor perlu mewaspadai potensi risiko yang ada,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sektor saham, Fenny melihat setidaknya ada dua sektor yang memilki potensi bagus, terutama menjelang pemilu 2024, yakni sektor properti dan telekomunikasi. “Kalau sektor mungkin bisa mempertimbangkan sektor-sektor yang terdampak oleh penurunan suku bunga tadi, mungkin misalnya seperti properti atau menjelang pemilu ini, sektor telekomunikasi dengan penunjangnya itu juga akan menarik,” tambah Fenny menganalisa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat kondisi global dan pasar yang begitu dinamis, <em>Analis dan Perencana Keuangan</em> <strong>Benny Sufami</strong> menekankan bagi para investor untuk sabar dalam melakukan investasi pada 2023. Menurutnya, potensi pasar yang saat ini sangat menarik dan menguntungkan harus dapat dicermati dengan baik dan tepat. “Investor harus sabar dan menunggu karena ada potensi yang cukup menarik pada 2023 ini. Tren ini seperti Maret 2020 lalu di mana akan ada pertumbuhan yang positif sehingga dalam 12 bulan kita bisa melesat bila berkaca pada awal pandemi,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski optimis melihat data makro pada 2023 ini, Benny menekankan bahwa para investor harus tetap berpatokan pada profil risiko masing-masing. “Saya rasa dengan fakta dan data yang ada, kita mesti optimis ekonomi kita akan berkembang. Hanya saja kita mesti hati-hati dalam mengambil kesempatan ini. Dalam konteks investasi, investor perlu memahami risikonya, sesuai dengan profil risiko masing-masing, baru kemudian melihat return-nya,” katanya./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/ditengah-gejolak-global-fundamental-ekonomi-indonesia-dinyatakan-kuat-dan-rupiah-stabil/">Ditengah Gejolak Global, Fundamental Ekonomi Indonesia Dinyatakan Kuat dan Rupiah Stabil</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8708</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tumbuh Makna Tingkatkan Literasi Investasi dan Keuangan Bagi Masyarakat</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/news/tumbuh-makna-tingkatkan-literasi-investasi-dan-keuangan-bagi-masyarakat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[eR Bee]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jun 2023 09:34:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Makna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=7863</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Sebagai upaya memberikan informasi umum tentang pengetahuan investasi dan pemahaman yang mendalam pada sektor keuangan, finansial dan bisnis,platform diskusi para ahli investasi Tumbuh Makna diluncurkan pada Rabu 31 Mei 2023 di Satrio Tower, Kuningan, Jakarta Selatan. Peluncuran platform Tumbuh Makna ini bertujuan untuk lebih menyentuh ke akar persoalan keuangan termasuk investasi yang bisa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/tumbuh-makna-tingkatkan-literasi-investasi-dan-keuangan-bagi-masyarakat/">Tumbuh Makna Tingkatkan Literasi Investasi dan Keuangan Bagi Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA – Sebagai upaya memberikan informasi umum tentang pengetahuan investasi dan pemahaman yang mendalam pada sektor keuangan, finansial dan bisnis,platform diskusi para ahli investasi Tumbuh Makna diluncurkan pada Rabu 31 Mei 2023 di Satrio Tower, Kuningan, Jakarta Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peluncuran platform Tumbuh Makna ini bertujuan untuk lebih menyentuh ke akar <a href="https://journeyofindonesia.com/news/prudential-indonesia-dan-prudential-syariah-luncurkan-2-produk-terbarunya/">persoalan</a> keuangan termasuk investasi yang bisa dijadikan partner untuk mendiskusikan topik-topik terkait pengelolaan keuangan dan kekayaan pribadi, produk-produk investasi keuangan, serta analisa terkait risiko dan potensi di pasar modal.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Founder Tumbuh Makna</em> <strong>Muliadi San</strong> mengatakan hadirnya Tumbuh Makna tidak terlepas dari dorongan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat menerapkan berbagai keterampilan keuangan, seperti manajemen tabungan, membuat penganggaran, pengelolaan uang, dan investasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai dengan namanya, Tumbuh artinya bertambah besar atau sempurna. Jadi, kami ingin masyarakat bertambah pengetahuan investasinya saat melihat sesi diskusi ini. Kemudian Makna, yang berarti sesuatu hal pasti memiliki maksud yang baik dan mengandung sesuatu,&#8221; ujar Muliadi dihadapan awak media pada press conference peluncuran Tumbuh Makna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Muliadi San juga mengungkapkan bahwa kurangnya pengetahuan dasar tentang investasi, yang berimbas pada ketakutan dan ketidakpercayaan terhadap pasar keuangan juga memberikan motivasi yang besar kepada Tumbuh Makna agar terus mendorong penguatan literasi investasi di tanah air.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dilatarbelakangi hal tersebut, Tumbuh Makna juga hadir untuk membangkitkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan pribadi serta kurangnya pemahaman terkait risiko yang terkandung atas produk-produk investasi keuangan yang seringkali menyebabkan masyarakat terjebak pada dua sisi. &#8220;Di satu sisi ada yang meremehkan risiko yang akhirnya terjebak pada instrumen dengan risiko yang melebihi batas toleransinya,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tumbuh Makna juga tergerak untuk dapat membantu gerakan pemerintah untuk membawa masyarakat Indonesia bertransformasi dari saving society menuju investment society. &#8220;Pentingnya pemahaman atas risiko merupakan elemen penyeimbang penting agar kita dapat melahirkan investment society yang dewasa dan bijak dalam mengelola keuangan pribadi dan berinvestasi,&#8221; ujar Muliadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan data yang diolah dari World Bank, rasio dana simpanan terhadap PDB di Indonesia berada di angka 33,07% per akhir 2021. Dimana Indonesia berada pada peringkat 20 di dunia, sementara di ASEAN Indonesia ada di peringkat 2, di bawah Singapura (44,5%) dan di atas Vietnam (32,65%). Data ini merupakan cerminan bagaimana sesungguhnya Indonesia telah berada di tahap <em>saving society.</em></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2023/06/Muliadi-San-Founder-Tumbuh-Makna-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-7865"/><figcaption class="wp-element-caption"><em>Founder Tumbuh Makna Muliadi San (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Lebih dalam lagi, berdasarkan data distribusi simpanan bank umum yang dirilis LPS per Maret 2023, telah terdapat lebih dari 511 juta rekening simpanan dengan total dana simpanan mencapai Rp8.045 Triliun. Di mana jumlah rekening tersebut telah tumbuh lebih dari 65% dan total dana simpanan yang tumbuh sekitar 33% sejak tahun 2019.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Upaya pemerintah untuk mentransformasi Indonesia menjadi <em>investment society</em> sesungguhnya telah tercermin dari beberapa langkah, hal ini dapat dilihat dalam perkembangan data-data terakhir. Misalnya, pemerintah secara aktif terus menerbitkan obligasi seri ritel baik konvensional maupun syariah seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel (SR), Saving Bond Retail (SBR), dan Sukuk Tabungan (ST). Seri obligasi ritel ini, selain tersedia dengan nominal minimum transaksi yang lebih kecil agar terjangkau oleh segala lapisan masyarakat, juga menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan seri non-ritel dengan tenor penerbitan yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia hanya sebesar 49,68%. Meski naik dari tahun 2019 yang hanya 38,03%. Data tersebut menandakan bahwa masih ada sebagian dari masyarakat Indonesia yang belum memiliki pemahaman yang memadai tentang konsep dasar keuangan sehingga sering memicu kejadian yang akhirnya membuat banyak pihak terjebak dalam kasus penipuan dan kecerobohan investasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikesempatan yang sama <strong>Fenny Tjahyadi</strong> selaku <em>Co-Founder Tumbuh Makna</em> menyebutkan banyak manfaat dari seri diskusi investasi yang akan dilakukan oleh platform literasi Tumbuh Makna. Hal tersebut diharapkan bisa memberikan pendidikan informal tentang investasi dab membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang berbagai produk investasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Di samping itu, kami juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang adanya berbagai produk investasi yang beredar, sehingga mereka bisa melakukan perencanaan keuangan, dan pada akhirnya akan mendorong partisipasi dan kemandirian keuangan,” sebutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, hadirnya Tumbuh Makna diapresiasi oleh<em> Head of Marketing &amp; Communications PT. Moduit Digital Indonesia</em>, <strong>Ari Prastowo</strong> yang mengatakan peluncuran Tumbuh Makna sebagai platform literasi investasi sangat penting bagi ekosistem keuangan di Indonesia. Melalui kolaborasi dari keduanya ini platform Tumbuh Makna menjadikan masyarakat dapat menggunakan pengetahuan yang diterima untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam berinvestasi./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/news/tumbuh-makna-tingkatkan-literasi-investasi-dan-keuangan-bagi-masyarakat/">Tumbuh Makna Tingkatkan Literasi Investasi dan Keuangan Bagi Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7863</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
