<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Widi Mulia Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/widi-mulia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/widi-mulia/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Jun 2022 06:15:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Widi Mulia Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/widi-mulia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Buku Harianku, Film Sangat Sarat Pesan</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/buku-harianku-film-sangat-sarat-pesan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ibonk]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2020 02:11:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[A. Alim Sudio]]></category>
		<category><![CDATA[Andri Putra]]></category>
		<category><![CDATA[Angling Sagaran]]></category>
		<category><![CDATA[Bluesheep Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Bro’s Studio]]></category>
		<category><![CDATA[Dwi Sasono]]></category>
		<category><![CDATA[Ence Bagus]]></category>
		<category><![CDATA[Gary Iskak]]></category>
		<category><![CDATA[Kila Putri Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Slamet Rahardjo Djarot]]></category>
		<category><![CDATA[Tizza Radia]]></category>
		<category><![CDATA[Widi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Widuri Puteri]]></category>
		<category><![CDATA[Wina Marrino]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=1135</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sedikit melawan arus, pada kwartal pertama di tahun 2020 ini Bro’s Studio bersama Bluesheep Entertainment mengisi bioskop tanah air lewat film bertema keluarga. Mengambil judul &#8220;Buku Harianku&#8221;, film ini mencoba jujur mengalirkan cerita yang sarat akan pesan yang dikemas lewat lagu sehingga menjadi tontonan yang sangat cocok untuk seluruh keluarga. Cerita yang ditulis oleh A. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/buku-harianku-film-sangat-sarat-pesan/">Buku Harianku, Film Sangat Sarat Pesan</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sedikit melawan arus, pada kwartal pertama di tahun 2020 ini <em>Bro’s Studio</em> bersama <em>Bluesheep Entertainment</em> mengisi bioskop tanah air lewat film bertema keluarga. Mengambil judul &#8220;Buku Harianku&#8221;, film ini mencoba jujur mengalirkan cerita yang sarat akan pesan yang dikemas lewat lagu sehingga menjadi tontonan yang sangat cocok untuk seluruh keluarga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cerita yang ditulis oleh <strong>A. Alim Sudio</strong> ini bercerita tentang Kila, anak berusia 8 tahun yang ceria, cerdas, kritis, namun keras kepala. Kila senang mencurahkan isi hati dengan menulis di buku harian. Suatu ketika, oleh ibunya Kila dititipkan sementara sekaligus mengisi masa liburan ke rumah kakeknya, Prapto Winoyo, di Desa Goalpara, Sukabumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di desa yang asri tersebut Kila bertemu kembali dengan kawan lamanya, Rintik, yang diproteksi oleh ibunya karena menyandang disabilitas. Melalui penggunaan bahasa isyarat mereka berdua bisa lancar berkomunikasi dan menjadi sahabat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keceriaan Kila semakin bertambah karena mendapatkan teman-teman baru yang sebaya di desa tersebut. Bersama mereka menghabiskan waktu dengan bermain, bernyanyi riang, bahkan ikut latihan baris-berbaris dengan komando Kakek Prapto yang seorang pensiunan tentara. Kila yang biasa hidup diperkotaan, merasa senang dan betah tinggal bersama sang kakek, meski awalnya Kila merasa kesal dengan kakeknya karena apapun yang dilakukannya selalu salah dimata kakek Prapto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ternyata tanpa mereka sadari, keceriaan bermain di desa tersebut terusik oleh masalah yang ditimbulkan oleh seorang pengusaha properti bersama dua asistennya. Rasa penasaran dirinya dan kepedulian terhadap sekelilingnya, membuat Kila bersama teman-teman ciliknya berhasil menggagalkan akal bulus pengusaha tersebut untuk menjerat warga desa untuk menjual tanah mereka.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Para-pendukung-film-Buku-Harianku-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-2239" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Para-pendukung-film-Buku-Harianku-Ibonk.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Para-pendukung-film-Buku-Harianku-Ibonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Para-pendukung-film-Buku-Harianku-Ibonk-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Para pendukung film Buku Harianku (Ibonk)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya sampai disitu saja. Film ini cukup mengaduk-aduk perasaan dengan berbagai hal, seperti petualangan Kila bersama Rintik dan kawan-kawan lainnya. Terutama cerita Kila dengan orang-orang kesayangannya seperti kakek Prapto dan sang ibu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa karakter di dalamnya menggambarkan prilaku positif dari setia karakter yang diperankan. Film yang dibintangi oleh <strong>Kila Putri Alam</strong>, <strong>Slamet Rahardjo Djarot</strong>, <strong>Widuri Puteri</strong>, <strong>Widi Mulia</strong>, dan <strong>Dwi Sasono</strong> ini menawarkan suatu paket komplit lengkap, antara anak dengan ayah, mertua dan menantu, kakek dengan cucu, ibu dan anaknya, suami dengan istri, dan juga konflik sesama anak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ada kesedihan dan perasaan haru. Sangat menyentuh. Cocok sebagai tontonan anak dan dewasa. Jadi secara singkat film Buku Harianku ini bahan dasarnya adalah keluarga, sementara bumbunya adalah musikal,” ungkap <strong>Angling Sagaran</strong> selaku sutradara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak awal, film Buku Harianku sudah diisi oleh suara merdu dari penyanyi cilik Kila Putri Alam, Ya, Kila yang berusia 10 tahun itu adalah alumni Indonesian Idol Junior 2014. Selain bermain, Kila juga turut mengisi album soundtrack film ini yang berisi 10 lagu. Album yang diproduksi Bro’s Music ini sudah bisa didengarkan melalui berbagai platform musik digital karena telah diluncurkan sejak 14 Februari 2020.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa lagu dalam album tersebut, antara lain &#8216;Burung Parkit&#8217;, &#8216;Bahasa Isyarat&#8217;, dan &#8216;Buku Harianku&#8217; yang menghadirkan duet Kila dengan aktor senior Slamet Rahardjo Djarot (71 tahun), pemeran Kakek Prapto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proyek film panjang perdana Bro’s Studio dan Bluesheep Entertainment ini aslinya memang berawal dari niat memproduksi album musik. Melihat ketertarikan Kila pada dunia akting, akhirnya disepakati untuk membuat pula sebuah film yang landasan ceritanya berdasarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Kila.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Unsur utama film ini adalah lagu, di mana lagu-lagu tersebut ditulis untuk anak-anak, dengan bahasa anak-anak, dan aransemennya tetap dibuat menghibur untuk anak-anak. Setelah menonton filmnya, orang masih bisa menikmati lagu-lagunya. Hal tersebut membuat pengalaman menikmati Buku Harianku tidak berhenti cuma lewat film saja,”kata <strong>Andri Putra</strong>, salah satu eksekutif produser dari Bluesheep Entertainment kepada awak media di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin (9/3).</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="740" height="370" data-id="2240" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Para-pemeran-Buku-Harianku-Ibonk.jpg" alt="" class="wp-image-2240" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Para-pemeran-Buku-Harianku-Ibonk.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Para-pemeran-Buku-Harianku-Ibonk-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2022/06/Para-pemeran-Buku-Harianku-Ibonk-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption>Para pemeran Buku Harianku (Ibonk)</figcaption></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat lagu-lagu inilah, Kila juga menyampaikan pesan kepada penonton dengan memberikan beberapa nasihat lewat lagu. Banyak nilai-nilai yang ingin disampiakan di film ini, bagaimana caranya berani untuk meminta maaf, berterima kasih dan hormat kepada yang lebih tua, mengajarkan rasa empati dan mau mengakui kesalahan semuanya disampaikan di sini tanpa bersifat menggurui. Semuanya mengalir dengan cerita yang sederhana namun mudah untuk dipahami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimana kedua sahabat ini seolah mengajarkan anak-anak lain, termasuk penonton untuk mau menerima berbagai perbedaan di dalam hidup sejak usia sedini mungkin. Ditunjukkan bagaimana anak-anak berteman dengan seseorang penyandang disabilitas. Lewat bahasa isyarat, Kila dan Rintik bisa lancar berkomunikasi satu sama lain hingga mereka semakin dekat sebagai seorang sahabat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang diakui oleh Dwi Sasono yang berperan sebagai ayah sekaligus sebagai seorang anak membuatnya terharu ketika menonton film ini. “Ini pertama kali posisi saya berperan sebagai bapak dan sebagai anak juga. Kakek Prapto ini tokoh Bapak, sosok yang saya idolakan. Dalam kehidupan nyata, saya tidak sempat untuk melakukan hal seperti ini kepada ayah saya,” ungkap Dwi Sasono haru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mirip yang diungkapkan sang suami, Widi Mulia sangat berharap dengan adanya film bertema keluarga ini. Apalagi film ini membawa dampak yang baik bagi penonton. “Sebagai seorang ibu, saya terus terang agak sulit kalau mau ajak nonton anak sulit banget sekarang. Saya harus memilih film mana yang cocok untuk ditonton anak-anak saya, selalu film ang nonton akan semakin banyak solusi tentang keluarga, contohnya tetang alzheimer ini. Jarang ada film yg dibuat ada dampaknya, buat saya sebagai ibu senang sekali dengan dampak dari film ini,” pungkas Widi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara Slamet Rahardjo Djarot mengatakan bahwa film ini bukan film anak-anak, ini adalah film keluarga. &#8220;Ya, ini film keluarga yang dibintangi oleh anak-anak. Tapi lihat saja jalan cerita dan pesan yang disampaikannya, semua rentang usia bisa menikmatinya,&#8221; ungkap Slamet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film yang akan tayang mulai tanggal 12 Maret 2020 ini juga melibatkan nama-nama lainnya seperti <strong>Gary Iskak</strong>, <strong>Ence Bagus</strong>, <strong>Wina Marrino</strong>, <strong>Tizza Radia</strong>, dan lain-lain. Jaga tanggal tayangnya, karena ini merupakan salah satu film terbaik di awal tahun 2020./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/buku-harianku-film-sangat-sarat-pesan/">Buku Harianku, Film Sangat Sarat Pesan</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1135</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Toko Barang Mantan, Cinta Yang Terkendala Gengsi</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/toko-barang-mantan-cinta-yang-terkendala-gengsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ibonk]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Feb 2020 05:06:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Dea Panendra]]></category>
		<category><![CDATA[Gading Marten]]></category>
		<category><![CDATA[Iedil Putra]]></category>
		<category><![CDATA[Marsha Timothty]]></category>
		<category><![CDATA[MNC Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Mpok Atiek]]></category>
		<category><![CDATA[Niken Anjani]]></category>
		<category><![CDATA[Reza Rahadian]]></category>
		<category><![CDATA[Roy Marten]]></category>
		<category><![CDATA[Shareefaa Daanish]]></category>
		<category><![CDATA[Stella Cornelia]]></category>
		<category><![CDATA[Syifa Hadju]]></category>
		<category><![CDATA[Titien Wattimewa]]></category>
		<category><![CDATA[Widi Mulia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=1096</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menyimak dari judulnya, film Toko Barang Mantan pastinya toko ini memajang barang-barang yang berkaitan dengan mantan. Judul yang cukup menarik perhatian ini dipilih MNC Pictures sebagai salah satu film andalannya di awal tahun 2020. Judul dan cerita yang unik ini terlihat biasa, tapi menjadi tema yang menarik diangkat di film kali ini. Menceritakan toko milik [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/toko-barang-mantan-cinta-yang-terkendala-gengsi/">Toko Barang Mantan, Cinta Yang Terkendala Gengsi</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Menyimak dari judulnya, film Toko Barang Mantan pastinya toko ini memajang barang-barang yang berkaitan dengan mantan. Judul yang cukup menarik perhatian ini dipilih <em>MNC Pictures</em> sebagai salah satu film andalannya di awal tahun 2020. Judul dan cerita yang unik ini terlihat biasa, tapi menjadi tema yang menarik diangkat di film kali ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menceritakan toko milik Tristan (<strong>Reza Rahadian</strong>) yang menjual dan membeli barang-barang pemberian dari mantan kekasih untuk orang-orang yang ingin <em>move on</em> dan melupakan kekasihnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penampilannya yang urakan dan tidak pedulian menjadi karakter kuatnya. Ia juga dikenal sebagai mahasiswa abadi yang lebih memilih mendirikan toko. Selain itu dulunya gemar <em>gonta</em> ganti pacar, sehingga dia menjadi legenda di kampusnya. Satu hal lagi yang menjadi <em>handicap </em>dirinya adalah Tristan nyaris tak percaya cinta. Sejak ayah Tristan (<strong>Roy Marten</strong>) menikah dengan Meti (<strong>Widi Mulia</strong>) setahun setelah ibu Tristan meninggal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan dibantu dua asistennya, Amel (<strong>Dea Panendra</strong>) dan Rio (<strong>Iedil Putra</strong>), Toko Barang Mantan berjalan dengan berbagai problematik di dalamnya. Semua barang-barang yang dijual-belinya mempunyai cerita masing-masing, hingga bukan hanya barang yang diperjual belikan, tetapi <em>history </em>dibalik barang tersebut yang kerap menarik perhatian. Namun ternyata menjual barang mantan tak semudah yang dibayangkan Tristan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Cuplikan_adegan_Toko_Barang_Mantan_Ist.jpeg" alt="" class="wp-image-1101" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Cuplikan_adegan_Toko_Barang_Mantan_Ist.jpeg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Cuplikan_adegan_Toko_Barang_Mantan_Ist-300x150.jpeg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Cuplikan_adegan_Toko_Barang_Mantan_Ist-360x180.jpeg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Salah satu adegan Toko Barang Mantan (Ist)</em></figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Para pelanggan yang datang ke tokonya itu juga beragam, sampai terkesan tak ada yang aneh hari-hari yang dijalani Tristan bersama kedua sahabatnya. Sampai kemudian kehidupannya berubah sejak Laras (<strong>Marsha Timothty</strong>), mantan kekasih terindahnya datang ke tokonya. Sebetulnya tidak bisa dibilang mantan, karena Laras pergi begitu saja meninggalkan Tristan. Laras membawa sejuta kenangan bagi Tristan. Bedanya, Laras datang dengan membawa kejutan lain, ia tengah beranjak ke fase selanjutnya dan datang dengan maksud mencari souvenir untuk pernikahannya. Tristan yang kehidupannya tak pernah berubah seketika syok dan terkejut, apa yang harus dilakukannya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Makin intens berinteraksi dengan Laras, Tristan sadar ia masih cinta. Namun baginya, cinta tak penting untuk diungkapkan. Cinta bisa dirasakan dari perbuatan. Lambat laun terkuak kenapa Laras memilih meninggalkan Tristan. Apakah Tristan sanggup <em>move on</em> dari Laras?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film yang ber-<em>genre</em> komedi romantis ini dari awal terlihat kesulitan dalam membangun cerita. Namun, tiga sahabat yang dihidupkan oleh Reza Rahadian, Dea Panendra dan Iedil Putra sanggup membangkitkan tiga karakter yang berbeda ini. Ketiganya sanggup membangun <em>chemistry </em>dengan celetukan-celetukan ringan dengan bahasa sehari-hari. Interaksi ketiganya patut diacungi jempol, dengan karakter yang alami dan menyenangkan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Cuplikan_adegan_Toko_Barang_Mantan_2_Ist.jpg" alt="" class="wp-image-1098" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Cuplikan_adegan_Toko_Barang_Mantan_2_Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Cuplikan_adegan_Toko_Barang_Mantan_2_Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/Cuplikan_adegan_Toko_Barang_Mantan_2_Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption><em>Tristan (Reza Rahadian)&nbsp; dan Laras (Marsha Timothy)</em></figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Amel yang paling ramai dan ceria kadangkala dibuat gemas dengan tingkah Tristan, si bos yang terlalu santai dan tidak peduli. Namun Tristan juga kerap tak bisa berkutik dengan apa yang dikatakan Amel, sebagai bos yang mempunyai sifat pemarah dan pengerutu, Amel sanggup memuat tokoh Tristan menjadi penurut. Disisi lain ada Rio yang kalem dan pasif, tapi cukup menambah keriaan dari tiga sahabat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara garis besar, tak banyak cerita dan konflik yang ditampilkan <strong>Titien Wattimewa</strong> kali ini. Dinamika hubungan antar sahabat dan bagaimana cara menghadapi mantanlah yang ingin disampaikan di sini. Cerita yang baru bagi perfilman tanah air. Hubungan cinta antara Tristan dan Laras, serta bagaimana masing-masing karakter menangkap apa itu kata cinta menjadi suatu yang menarik untuk dibahas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Tristan, cinta cukup ditunjukkan dengan perbuatan. Bukan dengan kata-kata. Namun, justru hal tersebut yang membuat Tristan tak bisa menjalin cinta dengan Laras (Marsha Timothy), wanita yang disukainya. Film yang disutradari oleh Viva Westi ini juga menghadirkan beberapa tokoh sebagai cameo, seperti <strong>Syifa Hadju</strong>, <strong>Niken Anjani</strong>, <strong>Stella Cornelia</strong>, <strong>Shareefaa Daanish</strong>, <strong>Mpok Atiek</strong> hingga <strong>Gading Marten</strong>. Kisah polemik cinta yang disajikan dalam film Toko Barang Mantan produksi MNC Pictures ini, bisa disaksikan di bioskop mulai 20 Februari 2020./<strong><em> JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="jeg_video_container jeg_video_content"><iframe loading="lazy" title="Official Trailer TOKO BARANG MANTAN - Mulai Buka 20 Februari 2020 di Bioskop!" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/t0S_n0D8NSY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/toko-barang-mantan-cinta-yang-terkendala-gengsi/">Toko Barang Mantan, Cinta Yang Terkendala Gengsi</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1096</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
