<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Youngkie Vincent Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/youngkie-vincent/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/youngkie-vincent/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Feb 2026 17:22:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Youngkie Vincent Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/youngkie-vincent/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>Yongkie Vincent, Performer atau Song Writer? Ah, Kamu Keren!</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/yongkie-vincent-performer-atau-song-writer-ah-kamu-keren/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 11:06:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Youngkie Vincent]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=21885</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah catatan pinggir dari Gideon Momongan…. JAKARTA &#8211; Seorang pianis muda, dengan wajah selalu senyum. Santai dan supel ke semua orang. Buat dia,&#160;music if sun&#160;eh maksudnya&#160;music is fun, katanya. Dan ia mulai menari-narikan jari-jemarinya di atas tuts pianonya. Kerennya! Lugas, gesit, bak aerodinamislah! Jari-jemarinya bermain begitu bebas, sebebas-bebasnya. Etapi gini ya, dengan pilihan penampilan band [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/yongkie-vincent-performer-atau-song-writer-ah-kamu-keren/">Yongkie Vincent, Performer atau Song Writer? Ah, Kamu Keren!</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading"><em>Sebuah catatan pinggir dari Gideon Momongan….</em></h2>



<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Seorang pianis muda, dengan wajah selalu senyum. Santai dan supel ke semua orang. Buat dia,&nbsp;<em>music if sun</em>&nbsp;eh maksudnya&nbsp;<em>music is fun</em>, katanya. Dan ia mulai menari-narikan jari-jemarinya di atas tuts pianonya. Kerennya! Lugas, gesit, bak aerodinamislah!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jari-jemarinya bermain begitu bebas, sebebas-bebasnya. Etapi gini ya, dengan pilihan penampilan band yang bebas, sangat bebas begitu, berapa kali latihannya sih? Pemain bassnya tersenyum lebar dan becanda bilang,”Apa itu latihan?” Latihan, ada sih jadwalnya sekali-sekali. “Tapi isinya, lebih banyak makan-makan dan ngobrol aja.” Ini ditimpali si penyanyi, dua perempuan di grup ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau gitarisnya berucap begini, kudu punya nyali aja untuk main. Latihan, ya gimana ya jadi ga perlu. Perlu sih, tapi terpenting gimana nyali untuk ikut main. Si gitaris tersenyum lebar, dan menambahkan, “Itulah uniknya band ini, dan aku sih ok.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Drummernya, mengaku sudah bermain bareng si pianis sejak tahun 2011. Dalam sebuah acara, kita ketemu. Lalu terus main bareng. “Memang begitulah konsep mainnya band ini. Bebas aja. Hahaha, harus jeli aja mendengar pianonya kemana, jadi bisa menebak oh lagu ini. Lalu ya kita&nbsp;<em>nyampur</em>&nbsp;deh.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ok, si pianis adalah&nbsp;<strong>Yongkie Natanael Vincent</strong>, yang lebih populer dengan nama <strong>Yongkie Vincent</strong>. Ia lahir di Jakarta, 19 Agustus 1993. Orangtuanya adalah Peter Sie dan Ariyes Aryani. Yang bukan musisi, apalagi pianis. Tapi orang tuanya membelikannya sebuah&nbsp;<em>upright acoustic piano</em>, waktu ia berusia 4 tahun.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eh ayahnya Peter Sie namanya, tapi bukan Peter Sie yang fashion designer legendaris itu. Lain orang, namanya saja yang sama. Lanjut lagi, punya piano lalu main aja sendiri. Main-main asal, baru di umur 10 tahun-an, Yongkie belajar piano secara serius. Dan sejak itu, ia rajin belajar dengan berganti-ganti guru.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="900" height="450" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Yongkie-Vincent2-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-21887" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Yongkie-Vincent2-Gideon-Momongan.jpg 900w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Yongkie-Vincent2-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Yongkie-Vincent2-Gideon-Momongan-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Yongkie-Vincent2-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Yongkie-Vincent2-Gideon-Momongan-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Ia menyebut antara lain belajar dengan Ferdinand Marsa, Vera Soeng. Lanjut dengan Cendi Luntungan juga. Ke Sri Hanuraga. Sampai juga ke Tjut Nyak Deviana Daudsjah. Guru-gurunya itulah yang membentuk penampilannya, juga mengarahkannya atas music yang dipilihnya untuk dimainkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi Yongkie menyebut bahwa sumber inspirasinya untuk bermain piano, secara jazz, adalah sosok almarhum Elfa Secioria. Ia ga pernah belajar langsung dengan bang E’el itu. Ia hanya pernah satu kali bertemu, untuk diperkenalkan dengan idolanya itu, oleh Vera Soeng. Kalau tak salah sekitar tahun 2011. Vera, guru pianonya bilang ketika ia berjabat tangan dengan Elfa Secioria, “Nah ini Yongkie bang Eel. Dan Yongkie nanti harus kayak bang Eel ini ya mainnya.” Tangan keduanya disatukan dan digenggam Vera.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada perjalanan kemudian ia memang sangat terinspirasi Elfa Secioria. Walau kemudian ia juga mengapresiasi lalu menyukai juga permainan almarhum&nbsp;<strong>Idang Rasjidi</strong>. Ia juga mengagumi&nbsp;<strong>Bubi Chen</strong>. Dan mengaku kagum juga dengan permainan dan ide-ide bermain dari gurunya,&nbsp;<strong>Tjut Nyak Deviana</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menyoal&nbsp;<em>favourite musicians</em>&nbsp;yang internasional, Yongkie menyebut&nbsp;<strong>Diana Krall</strong>,&nbsp;<strong>Oscar Peterson</strong>,&nbsp;<strong>Bob James</strong>. Juga&nbsp;<strong>David Foster</strong>,&nbsp;<strong>Sergio Mendez</strong>,&nbsp;<strong>Ramsey Lewis</strong>, Ia juga menyukai&nbsp;<strong>Dave Grusin</strong>&nbsp;terutama bersama&nbsp;<em>GRP All-Stars</em>nya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menyebut nama seorang&nbsp;<em>Jamaican-American</em>&nbsp;pianist legendaris, yang terkenal dengan&nbsp;<em>Carribean sound</em>&nbsp;–&nbsp;<em>influenced</em>&nbsp;yang merasuki musiknya dipadukan dengan&nbsp;<em>bright swinging-feeling</em>,&nbsp;<strong>Monty Alexander</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seorang Yongkie Vincent pada akhirnya lantas menjelma menjadi pianis yang boleh banget dianggap,&nbsp;<em>extra-ordinary</em>. Berbeda,&nbsp;<em>en</em>&nbsp;ga ada duanya. Ia bermain bebas dan sesuka hati. Ia sungguh menikmati musik yang dimainkannya. Moodnya membentuk karakter permainan khasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika pertama kali melihatnya bermain, terasa ia seperti “pengganti” seorang Idang Rasjidi.&nbsp;<em>Entertain</em>&nbsp;musik yang dimainkannya. Segar,, renyah, empuk. Kadang “jenaka”, diselipkan beberapa kejutan yang menyenangkan. Ketika ia bermain solo dengan lumayan efektif, Yongkie&nbsp;&nbsp;bisa menjelma menjadi seorang Elfa Secioria.&nbsp;</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="850" height="425" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Yongkie-Vincent-3-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-21889" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Yongkie-Vincent-3-Gideon-Momongan.jpg 850w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Yongkie-Vincent-3-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Yongkie-Vincent-3-Gideon-Momongan-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Yongkie-Vincent-3-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/Yongkie-Vincent-3-Gideon-Momongan-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Tapi pada dasarnya, lewat perjalanan bermusiknya selama ini, perlahan tapi pasti, ia memiliki karakter bermain yang unik dan khas. Memang lantas menjadi seperti “ngeri-ngeri sedap” bermain dengannya, apalagi kalau bernyanyi dengan diiringi Yongkie dan bandnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tantangannya seru juga, kata penyanyi-penyanyi yang pernah diiringinya. Yongkie sering banyak banget kejutan mainnya, kata para penyanyi. Yongkie, karena mengidolakan Elfa Secioria, mengaku sangat menyukai momen bermain bersama Elfa’s Singers. “Segar dan menyenangkan. Harus nonton dong…,”ucap dan ajak Yongkie</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bandnya saat ini, dengan Shaku Hachi (perkusionis),&nbsp;<strong>Sheila Permatasaka</strong>&nbsp;(bassist),&nbsp;<strong>Giovanny Gerry</strong>&nbsp;(drummer) dan&nbsp;<strong>Thomas Budi Handoyo</strong>&nbsp;(gitaris akustik nylon), dan vokalisnya, bersuara merdu dan cantik wajahnya, Olive Latuputty.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sudah berjalan bersamanya beberapa waktu. Ia mengaku, sudah menyukai banget teman-teman bermainnya. Sudah berasa pas dengannya. “Aku ga kepikiran ganti band, atau ganti musisi. Cukup satu ini dan terus aja. Semoga kita akan jalan bersama untuk waktu yang panjang,”harap Yongkie.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cukup dengan kedua kakak perempuanku yang baik hati, kadang agak cerewet tapi menyenangkan kok. Yaitu “kak” Sheila dan Olive. Dengan “abang”ku, Shaku. Serta dengan “paman”ku yang orangnya tenang tapi sering lucu juga, “oom” Thomas. “Aku dan mereka bisa saling mengisi sih,”jelas Yongkie menambahkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Udah kayak keluarga, lebih dari sebuah band, jadinya ya? Dan memang memungkinkan Yongkie bermain bebas dan lepas. Berlari-larian kesana-kemari, memanjat , merayap. Bersuka cita. Di…<em>Playground</em>-nya.&nbsp;<em>This is his Playground, the place that he can be play more and more. More and lots more of Fun! Yes, really interesting…</em></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="900" height="450" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-11-at-12.24.14-PM-dM.jpg" alt="" class="wp-image-21917" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-11-at-12.24.14-PM-dM.jpg 900w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-11-at-12.24.14-PM-dM-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-11-at-12.24.14-PM-dM-768x384.jpg 768w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-11-at-12.24.14-PM-dM-360x180.jpg 360w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-11-at-12.24.14-PM-dM-750x375.jpg 750w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Di sela-sela showcase-nya kemarin, Yongkie sempat melempar pertanyaan ke saya, “Aku ini&nbsp;<em>performer</em>&nbsp;atau&nbsp;<em>song-writer,oom</em>? Saya lantas&nbsp;&nbsp;memberi jawaban, dua-duanya sama bagusnya. Tapi sebagai performer, Yongkie juga punya keunikan tersendiri. Yang menghibur semua yang menonton…</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga musikku diterima ya, dimanapun aku main. Aku sendiri nyaman banget main ya dimanapun. Terutama di DSS, rumahnya Mas Donny Hardono misalnya. Mas Donny sangat mengerti musikku. Di Deheng House sini juga menyenangkan, “Karena Oom Lexi itu memberi keleluasaan untukku. Sambutan di sini menyenangkan, oom.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabar yang saya terima,&nbsp;<strong>Yongkie Vincent and His-Playgroun</strong>d akan bermain rutin di Deheng House. Tapi, sambung&nbsp;<strong>Lexi Budiman</strong>,&nbsp;<em>owner</em>&nbsp;Deheng House, “Terserah Yongkie untuk waktunya. Sesuka dia. Kalau dia bisa, ya silahkan saja main di sini. Pintu di sini terbuka lebar untuk Yongkie”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara untuk penonton di malam kemarin itu, yang kebetulan sempat tampil bareng diiringi Yongkie dan bandnya, mengatakan, “Yongkie itu menyenangkan tapi ngeri juga!” Ada “habib”&nbsp;<strong>Hasyim Arsal</strong>, ada&nbsp;<strong>Hendra Sinadia</strong>, ada juga&nbsp;<strong>Luqi.</strong>&nbsp;Dan drummer yang ternyata bersuara bagus,&nbsp;<strong>Ferry Hk.&nbsp;</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka puas sih, tapi legaaa betul. Tantangannya seru main dengan Yongkie itu…..”*/<strong><em><strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong>&nbsp;</em></strong>|<strong><em> *</em></strong>dM</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/yongkie-vincent-performer-atau-song-writer-ah-kamu-keren/">Yongkie Vincent, Performer atau Song Writer? Ah, Kamu Keren!</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21885</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menikmati Candaan Jazznya, Yongkie Vincent</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/menikmati-candaan-jazznya-yongkie-vincent/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 03:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Deheng House]]></category>
		<category><![CDATA[Jaz-Lounge]]></category>
		<category><![CDATA[Jazz]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kemang]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Restu Fortuna]]></category>
		<category><![CDATA[Youngkie Vincent]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=21433</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah catatan pinggir dari Gideon Momongan…. JAKARTA &#8211; Ada spesial dibuatkan sebuah “playground”. Very special. Tempatnya di Jaz-Lounge di Lantai 3 Deheng House Kemang. Memang sih, bukan untuk umum. Namanya juga very special, ya khusus untuk seseoranglah. Ia pianis muda. Yang senang sekali tersenyum ke semua orang. Yongkie Vincent namanya. Senyumnya yang tulus, pasti disambut [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/menikmati-candaan-jazznya-yongkie-vincent/">Menikmati Candaan Jazznya, Yongkie Vincent</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading"><em>Sebuah catatan pinggir dari Gideon Momongan….</em></h2>



<p class="wp-block-paragraph">JAKARTA &#8211; Ada spesial dibuatkan sebuah “playground”. <em>Very special.</em> Tempatnya di Jaz-Lounge di Lantai 3 Deheng House Kemang. Memang sih, bukan untuk umum. Namanya juga <em>very special</em>, ya khusus untuk seseoranglah. Ia pianis muda. Yang senang sekali tersenyum ke semua orang. Yongkie Vincent namanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Senyumnya yang tulus, pasti disambut orang-orang yang diberikannya senyum. Dan penontonpun bakal melemparkan senyum lebar, tulus ikhlas, kalau menonton dan menyimak permainan pianonya. Yongkie Vincent <em>gettoooo looooh!</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Taman Bermain! Well, demikianlah adanya. Ada sebuah grand piano elektrik sebagai alat permainan. Dan “tersedia” (eh lebih tepatnya disetujuilah ya…) beberapa temannya yang akan menemaninya bercengkrama, berlarian, bercandaan, usil-usilan. Ada Giovanny Gerry (drums), lalu pada <em>acoustic nylon guitar</em> ada Thomas Budi Handoyo, Bassist dihadirkan Sheila Permatasaka. Hadir pula Shaku Rasjidi pada perkusi dan masih ditambah vokalis, manis suara dan wajahnya, Olive Latuputty.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka yang terjadi adalah, Yongkie memang bermain-main. Jazz dan piano menjadi mediumnya untuk mengajak penonton, sekaligus penyimak musik sajiannya, untuk turut bermain. Paling tidak, sila menikmati candaan demi candaan Yongkie lewat permainan pianonya. Ah, dia usil betul!</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Olive-Latuputty-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-21435" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Olive-Latuputty-Gideon-Momongan.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Olive-Latuputty-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Olive-Latuputty-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Olive Latuputty (Gideon Momongan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Sesekali jangan kaget saja, usilnya agak “kelewatan”! Dikarenakan dengan sangat enteng, Santai, relaxnya Yongkie bisa menari-narikan jari-jemarinya dengan sangat sangat bebasnya. Maka tetiba ia bisa memainkan secara <em>medley</em>, dan spontan <em>uhuuuyyy </em>lah, lagu-lagunya David Foster! Itu tanpa rencana alias ga pakai skenario.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bebas banget. Kan jazz? Yongkie yang pengagum permainan pianonya almarhum Elfa Secioria ini, melihat dan merasakan jazz memang sebagai medianya untuk berekspresi seni musik. Ah kira-kira begitulah adanya. Dan yang seru, ketika ia mengajak penonton untuk mencoba jammin’s dengannya sebagai penyanyi. Saat itulah, sang penyanyi bak diajaknya bermain….<em>roller-coaster.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Eng ing eng!</em> Intronya mah tenang, amanlah. Pastinya, “sang penyanyi” akan santai berekspresi. Mengeluarkan kemampuannya. Leluasa pula meliuk-likukkan suaranya, biar jazz dan terlihat “sangat jazz”. Ga kalah dong dengan permainan piano Yongkie. Kudu ya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi lewati intronya yang “relatif nyaman” bagi si penyanyi, pada phase berikutnya ni die cuy! Berabe. Harus pandai-pandai ikut menyelaraskan rasa, hati, pancaindera, pendengaran ah pokoknya begitulah deh. Apa deh, maksudnya? Yongkie bermain begitu bebas dan lepasnya. Ia begitu asyik. Asyik dan…liar <em>euy!</em> Sarat dengan unsur-unsur <em>surprising</em>. Sudahlah, si penyanyi itu, siapapun dia, kudu menajamkan rasa dan memantapkan indera pendengarannya. <em>Well, sort of feels so good lah</em> begitu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi tidak berarti Yongkie ingin “mencelakai” si penyanyi. Tidak begitu. Bukan dong. Yang jelas, Yongkie akan memberikan pengalaman “spiritual” baru dalam menyanyi, kepada setiap penyanyi yang tampil dengannya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Thomas-Budi-Handoyo-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-21436" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Thomas-Budi-Handoyo-Gideon-Momongan.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Thomas-Budi-Handoyo-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Thomas-Budi-Handoyo-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Thomas Budi Handoyo (Gideon Momongan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Yongkie sih sebenarnya ya, hanya mengajak si penyanyi untuk ekstra hati-hati. Kalau ditonton baik-baik, disimak. Seolah-olah seperti Yongkie melempar tanya pada sang penyanyi, “Hola, are you jazz singer? Are you jazz enough? Come on, let’s jazz…” Dan ia menatap si penyanyi, kadang cukup meliriknya lalu melihat para penonton di depannya. Begitu terus. Jari-jarinya terus menari-nanri di atas tuts. Alhasil, penyanyinya terjun bebas?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ga lah. Tidak begitu. Tanyakan pada Restu Fortuna dan habib Hasyim Arsal Alhabsyi, yang memberanikan diri secara spontan ikut tampil ke atas panggung. Restu adalah jazz luar dalem, jam terbang ekstra tinggipun begitulah citranya bagi sebagian orang yang kebetulan mengenalnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara pada kenyataannya, Restu jauh lebih banyak mengenal orang-orang, ia terlihat dekat en familiar apalagi dengan “tokoh-tokoh masyarakat”. Ya kira-kira begitulah seorang Restu nan Fortuna. Seorang penyanyi baik dan bagus sekian lama….</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah gini ya, saat bersama Yongkie Vincent, Restu seperti “dituntun” seorang Yongkie yang jauh lebih muda usianya, mengamati dan menyimak sosok Al Jarreau pada sisi atau perspektif lebih luas dan lebar. Kebetulan Restu memang mengidolai betul Al Jarreau, dimana pada setiap candaannya acapkali diselipkannya, “Suara Al Jarreau sulit saya samai atau tiru, tapi warna kulitnya kan bisa saja…”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka bagi yang mengenal Restu, malam itu kita akan merasakan penampilan “berbeda” dari Restu. Baguslah juga, so pasti! Demikianlah halnya juga dengan Habib Hasyim, yang tentunya mengalami semacam pengalaman “rohani” baru dan berbeda saat ia menyanyi diiringi Yongkie. Tidurnya bisa lebih nyenyak kan ya?</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Yongkie-Vincent-sangat-mengagum-permainan-piano-almarhum-Elfa-Secioria-Gideon-Momongan.jpg" alt="" class="wp-image-21437" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Yongkie-Vincent-sangat-mengagum-permainan-piano-almarhum-Elfa-Secioria-Gideon-Momongan.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Yongkie-Vincent-sangat-mengagum-permainan-piano-almarhum-Elfa-Secioria-Gideon-Momongan-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2026/01/Yongkie-Vincent-sangat-mengagum-permainan-piano-almarhum-Elfa-Secioria-Gideon-Momongan-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Yongkie Vincent sangat mengagumi permainan piano almarhum Elfa Secioria (Gideon Momongan)</em></figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Well, ditangan Yongkie Vincent. Dengan cara khas dan uniknya memimpin bandnya, lagu-lagu populer tertentu ambil contoh, “Greatest Love of All” atau “Through the Fire” misal ya. Sampai pada lagu tradisional “Paris Berantai”, “Anging Mamiri”. Atau lagu “Juwita Malam” deh misalnya. Bunyinya berbeda betul, dengan yang disajikan musisi lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yongkie juga sempat secara khusus memanggil Yoesrie Madjid. Ia menyebutnya salah satu pianis yang dihormatinya, salah satu gurunya. Maka Yoesrie pun maju, menggantikan Yongkie sebagai pianis. Suasana jadi makin variative tentunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suguhan canda-gurau dan berbagai bentuk keusilan seorang Yongkie menjadi sajian yang menyegarkan di malam itu. Yongkie kelahiran 19 Agustus 1993 di Jakarta, mengaku belajar piano sejak usia balita. Well, bakatnya emang khusus juga anak muda ini. Dia sungguh <em>extra-ordinary pianist</em>. Sehat selalu dan selalu nge-jazz, Yongkie!…. / <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | *dM</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/music/menikmati-candaan-jazznya-yongkie-vincent/">Menikmati Candaan Jazznya, Yongkie Vincent</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21433</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
