JAKARTA – Koridor ARTOTEL Harmoni Jakarta pada Minggu siang, 15 Maret 2026 kemarin tidak terasa seperti lorong hotel pada umumnya. Cahaya matahari menerobos masuk lewat desain interior yang terbuka, lensa kamera bergerak ke sana ke mari, dan model berpose di antara dinding-dinding yang biasanya hanya jadi latar belakang tamu yang melintas. Hari itu, hotel di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, ini resmi berubah jadi studio fotografi raksasa.
Itulah suasana yang terbangun sepanjang kompetisi foto bertajuk “Elegance Beauty”, sebuah ajang yang digagas ARTOTEL Harmoni Jakarta untuk memberi ruang nyata bagi para fotografer mengeksplorasi keanggunan lewat lensa mereka.
Puluhan peserta hadir, beragam latar belakangnya, ada fotografer profesional yang sudah kenyang pengalaman pemotretan fashion, ada pula pegiat fotografi dari komunitas yang sehari-harinya memotret karena cinta. Mereka bersatu dalam satu misi: menangkap keanggunan di antara arsitektur kontemporer hotel yang memang dirancang dengan sentuhan seni.

Acara dirancang dalam dua sesi yang masing-masing punya tantangan tersendiri. Sesi pertama, pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, memaksimalkan cahaya alami yang mengalir bebas melalui desain interior hotel yang terbuka, kondisi ideal untuk menghasilkan foto dengan nuansa bersih dan natural. Sesi kedua, pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, menawarkan tantangan berbeda: cahaya buatan dan senja yang dramatis menjadi alat para fotografer untuk menciptakan mood yang lebih intens dan teatrikal.
Kolaborasi dengan Mitha Gunadi sebagai mitra kreatif memastikan sisi visual acara tidak setengah-setengah. Tata rias dan busana model disiapkan sepenuhnya sesuai tema “Elegance” yang memberi para peserta “bahan visual” yang memang layak untuk diperebutkan melalui kamera.
Biaya registrasi sebesar Rp150.000 sudah mencakup fasilitas makan, menjadikan acara ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga kesempatan bertemu dan berbagi perspektif dengan sesama kreator visual dalam suasana yang jauh dari kata formal.
Bagi pemenang, menanti hadiah total voucher kamar senilai Rp5.000.000, sekaligus pengalaman menginap langsung di hotel yang jadi latar pemotretan mereka hari itu. General Manager ARTOTEL Harmoni Jakarta, Arbiter Gerhard, menggambarkan filosofi di balik acara ini dengan gamblang. “Kami percaya bahwa seni tidak hanya harus dipajang di dinding, tetapi juga dirayakan melalui interaksi manusia. Melalui kompetisi ‘Elegance Beauty’, kami ingin menjadikan ARTOTEL Harmoni Jakarta sebagai ‘kanvas hidup’ bagi para fotografer untuk menuangkan visi kreatif mereka,” ujarnya.

Pernyataan itu bukan sekadar jargon. ARTOTEL Harmoni Jakarta memang menempatkan seni sebagai bagian dari DNA-nya sejak awal bukan ornamen tambahan, melainkan identitas. Hotel butik berlantai modern di Jalan KH. Zainul Arifin ini sudah lama dikenal sebagai salah satu ruang kreatif di pusat kota, dan “Elegance Beauty” menjadi bukti terbaru dari komitmen itu.
Yang membuat acara ini terasa berbeda bukan semata hadiahnya. Justru atmosfernya peserta yang saling berbagi teknik, model yang beradaptasi dengan tiap fotografer berbeda, dan ruang hotel yang memberi kemungkinan tak terbatas untuk dijadikan latar. Seperti yang terlihat dari antusias peserta, kompetisi semacam ini tidak hanya melahirkan foto-foto bagus, tetapi juga koneksi antar manusia yang jarang terjadi di luar komunitas kreatif.
Ke depan, ARTOTEL Harmoni Jakarta menyebut “Elegance Beauty” bukan akhir, melainkan awal. Program-program kreatif serupa tengah disiapkan, dengan visi jangka panjang membangun ekosistem kolaborasi antara industri perhotelan dan para kreator visual lokal. Sebuah langkah kecil yang, jika konsisten, bisa jadi penanda penting bahwa hotel bukan hanya tempat menginap, NMAUNtapi tempat sesuatu yang bermakna bisa terjadi./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















