JAKARTA – Bulan suci Ramadan kembali menjadi ruang bagi kolaborasi sosial lintas sektor yang digagas oleh Himpunan Anak Media (HAM). Organisasi yang mewadahi para pekerja media ini mengajak berbagai pemangku kepentingan, mulai dari industri perhotelan, pemegang jenama, hingga pelaku pariwisata untuk memperkuat program tanggung jawab sosial perusahaan.
Melalui kegiatan bertajuk “Ramadan Berbagi dan Peduli Yatim 1447 H” yang diselenggarakan di Arion Suites Hotel Kemang, HAM berupaya mengubah konsep santunan menjadi sebuah gerakan kolektif yang lebih bermakna.
Ketua HAM, Fatkhurrohim, menekankan bahwa ajakan kolaborasi ini bukan sekadar rutinitas tahunan untuk berbagi materi. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat (13/3/2026), ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang silaturahmi sekaligus komunikasi strategis bagi para pelaku industri yang bersentuhan langsung dengan sektor pariwisata dan gaya hidup.
Menurutnya, Ramadan adalah waktu yang sangat tepat bagi perusahaan untuk menghadirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyentuh masyarakat secara langsung melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan hotel, brand, komunitas, hingga media.
Lebih jauh lagi, kegiatan sosial semacam ini dipandang sebagai sarana efektif untuk memperkuat jejaring industri dengan menghadirkan ruang pertemuan informal, berbagai pemangku kepentingan yang selama ini bergerak dalam ekosistem pariwisata dan gaya hidup perkotaan dapat saling bertukar pikiran.

Target pelaksanaan kegiatan ini mencakup sekitar 40 hingga 50 anak yatim piatu yang berasal dari Rumah Yatim Arrahman serta Majelis Taklim At Taubah Bangka. Format acaranya pun dibuat dinamis, memadukan pemberian santunan dengan buka puasa bersama serta obrolan santai antara perwakilan manajemen hotel dan media.
Pendekatan ini mencerminkan tren CSR modern yang tidak lagi terpaku pada aktivitas filantropi satu arah. Nilai empati dan keberlanjutan dikedepankan sebagai bagian dari pembangunan ekosistem sosial yang lebih luas.
Pandangan senada juga datang dari Andhy Irawan yang mengapresiasi langkah HAM dalam menggabungkan misi sosial dengan dialog strategis mengenai perkembangan industri. Sebagai pimpinan dari MORA Group, Andhy Irawan menilai industri pariwisata memerlukan aksi nyata yang dibangun melalui kolaborasi lintas sektor agar setiap kebijakan yang muncul tetap relevan dengan kebutuhan lapangan.
Andhy menekankan bahwa tata kelola industri yang sehat tidak akan tercipta hanya dari narasi sepihak. Diperlukan proses komunikasi yang terbuka dan partisipatif antara pelaku industri, pemerintah, dan media.
Di sisi lain, General Manager Arion Suites Hotel Kemang, Eky A. Zaky, menyatakan bahwa keterlibatan sektor hospitality dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen tahunan perusahaan. Baginya, aktivitas sosial di tengah persaingan industri gaya hidup urban yang kompetitif justru mampu memperkuat reputasi dan citra positif sebuah brand di mata komunitas sekitar.
Fenomena kegiatan sosial di bulan Ramadan memang telah bergeser menjadi sarana untuk membangun keterikatan yang lebih dalam dengan publik. Kolaborasi yang didukung oleh jajaran mitra seperti MORA Group, ARTOTEL Group, Natta Hospitality Management, Power Pro Hotel System, Odilia Infinity Corp, Archipelago, WIT Indonesia, Azana Hospitality, Hyper Mega Shipping, hingga Atria Hotel Magelang dan Atria Hotel Gading Serpong ini diharapkan menjadi pemantik sinergi jangka panjang.
Dengan demikian, program sosial dan pengembangan pariwisata berkelanjutan dapat berjalan beriringan demi masa depan industri yang lebih inklusif./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















