JAKARTA – Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan sebuah perjalanan untuk kembali menemukan esensi berbagi dan mempererat silaturahmi. Semangat inilah yang coba dipotret oleh Lumire Hotel Jakarta melalui program Iftar teranyar mereka bertajuk “Spirit of Ramadan – The Joy of Giving.” Bertempat di kawasan strategis Jakarta Pusat, hotel bintang empat ini menawarkan pengalaman berbuka puasa yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyentuh sisi kenyamanan batin melalui suasana yang akrab.
Berbeda dengan konsep ruang makan tertutup pada umumnya, Lumire memilih area Terrazo sebagai pusat perayaan. Lokasi yang terletak tepat di samping kolam renang ini memberikan semilir angin segar dan atmosfer semi-terbuka yang lebih cair. Konsep ini sengaja dipilih untuk menciptakan ruang bagi para tamu agar dapat bercengkerama lebih leluasa bersama keluarga maupun kolega.

Food & Beverage Manager Lumire Hotel Jakarta, Julian menegaskan bahwa pemilihan lokasi ini merupakan bagian dari strategi memberikan pengalaman yang berbeda. “Kami memilih Terrazo karena suasananya yang nyaman, santai, serta memiliki konsep outdoor yang unik bersebelahan dengan kolam renang, sehingga memberikan pengalaman berbuka puasa yang lebih intimate dan berkesan,” ujarnya dalam acara Media Gathering & Networking Dinner baru-baru ini.
Eksplorasi kuliner yang dihadirkan tahun ini terbilang ambisius namun tetap membumi. Kolaborasi antara Director of Sales & Marketing Lumire Hotel Jakarta, Friska Yuniarti Situmorang, bersama Executive Chef Iyan, melahirkan kurasi menu yang melintasi batas geografis. Dalam balutan konsep all-you-can-eat buffet, para tamu diajak bertualang mulai dari hidangan tradisional Indonesia, kekayaan rempah Timur Tengah, hingga sajian internasional yang elegan.
Salah satu yang menjadi primadona dan diprediksi akan menjadi buruan utama adalah Sate Domba Afrika. Hidangan ini menonjol dengan racikan rempah yang meresap sempurna ke dalam serat daging, memberikan sensasi rasa yang kuat namun tetap lembut di mulut. Selain itu, bagi pencinta hidangan laut, tersaji Seafood on Ice yang menghadirkan kesegaran udang, kepiting, kerang, hingga cumi dalam kondisi prima. Tak ketinggalan, Martabak Kari yang dimasak langsung (live cooking) turut menambah deretan menu favorit yang menggugah selera saat azan magrib berkumandang.

Menariknya, Lumire Hotel Jakarta tidak hanya mengejar kepuasan rasa. Di tengah tren gaya hidup sehat yang kian meningkat, hotel ini memperkenalkan konsep wellness dining. Seluruh bahan baku yang digunakan dipastikan berasal dari produk lokal segar berkualitas tinggi tanpa tambahan bahan kimia berbahaya.
Inovasi ini dipertegas dengan hadirnya aneka minuman kesehatan buatan sendiri (homemade). Para tamu dapat membatalkan puasa dengan minuman peningkat imunitas, isotonik alami, hingga alkaline drink yang dirancang khusus untuk menjaga kebugaran tubuh selama bulan suci. Integrasi antara kuliner lezat dan nutrisi seimbang ini menjadi nilai tambah bagi mereka yang tetap ingin menjaga performa fisik selama berpuasa.

Meskipun menawarkan fasilitas dan variasi menu yang mewah, Lumire tetap mematok harga yang cukup kompetitif untuk pasar Jakarta Pusat. Seluruh rangkaian pengalaman berbuka puasa ini dibanderol dengan harga Rp 230.000 net per orang. Harga tersebut dianggap sebagai jembatan untuk mewujudkan tema “The Joy of Giving”, di mana kebahagiaan berbuka puasa berkualitas dapat diakses oleh lebih banyak kalangan.
Melalui program ini, Lumire Hotel Jakarta berharap dapat menjadi destinasi utama bagi masyarakat yang merindukan momen autentik Ramadan. Kehangatan di Terrazo, racikan tangan dingin Chef Iyan, serta keramahan yang ditawarkan menjadi paket lengkap untuk merayakan kemenangan di bulan yang penuh berkah./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















