BANJARBARU – Langkah ekspansi Artotel Group di tanah Borneo memasuki babak baru. Pada Rabu, 25 Februari 2026, jaringan manajemen hotel gaya hidup terkemuka ini secara resmi mengibarkan bendera Hotel Grand Maya by ARTOTEL di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kehadiran hotel butik ini bukan sekadar menambah deretan akomodasi, melainkan menjadi jawaban atas dahaga akan fasilitas hospitality papan atas di wilayah yang kini menyandang status sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan tersebut.
Peresmian hotel ini ditandai dengan prosesi pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Walikota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby. Acara yang berlangsung khidmat tersebut turut disaksikan oleh jajaran direksi Artotel Group serta perwakilan dari PT Solindo Bersatu Makmur selaku perusahaan pemilik. Kehadiran tokoh nomor satu di Banjarbaru ini menegaskan betapa strategisnya peran sektor swasta dalam membangun wajah kota yang modern.
Sejak pusat pemerintahan berpindah dari Banjarmasin ke Banjarbaru pada tahun 2022, kota ini bertransformasi menjadi magnet pertumbuhan ekonomi baru. Arus mobilitas aparatur sipil negara, pelaku bisnis, hingga wisatawan terus melonjak tajam. Apalagi dengan keberadaan Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor yang berada di wilayah ini, Banjarbaru praktis menjadi gerbang utama Kalimantan Selatan. Lonjakan aktivitas ini menuntut ketersediaan infrastruktur pendukung, terutama sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Berdiri megah di lintasan utama, tepatnya di Jl. Ahmad Yani KM 21,7, Grand Maya by ARTOTEL mengusung konsep hotel butik kelas menengah ke atas yang kental dengan nuansa gaya hidup kontemporer. Sebanyak 168 kamar tersedia dengan berbagai pilihan tipe, mulai dari Deluxe, Executive, Suite, hingga kasta tertinggi, Presidential Suite. Desainnya dirancang khusus untuk memikat ceruk pasar yang beragam, dari pejabat pemerintahan hingga keluarga yang ingin menghabiskan akhir pekan.
Salah satu kekuatan utama hotel ini terletak pada fasilitas MICE yang ambisius. Sebuah ballroom berkapasitas hingga 1.200 orang disiapkan untuk menampung perhelatan berskala nasional, didukung oleh empat ruang pertemuan fleksibel untuk kapasitas 20 hingga 200 orang. Tak hanya soal bisnis, sisi gaya hidup juga menjadi jualan utama melalui tiga gerai makanan dan minuman: All Day Dining Restaurant, Lobby Lounge, dan yang paling dinantikan, Rooftop Restaurant & Bar yang menawarkan panorama kota dari ketinggian.
Eduard Rudolf Pangkerego, Chief Operating Officer Artotel Group, memberikan pandangan optimis terhadap proyek ini, bahwa hadirnya Hotel Grand Maya by ARTOTEL menjawab kebutuhan akomodasi di Kota Banjarbaru, khususnya hotel butik dengan konsep gaya hidup masa kini yang menjadi ciri khas jaringan Artotel Group.

“Dengan ekosistem yang dimiliki Artotel Group, kami optimistis hotel ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi pemilik, PT Solindo Bersatu Makmur, tetapi juga bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kenyamanan tamu, kesejahteraan karyawan, hingga kontribusi terhadap masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan daerah. Kami juga melihat potensi besar dari kegiatan perjalanan bisnis, kunjungan pemerintahan, penyelenggaraan MICE berskala besar, hingga pasar liburan keluarga,” ujarnya.
Untuk memanjakan tamu yang menginap, hotel ini juga dilengkapi fasilitas rekreasi komprehensif. Mulai dari kolam renang luar ruang, area bermain anak yang tersedia di indoor maupun outdoor, pusat kebugaran modern, hingga layanan spa. Perpaduan fasilitas bisnis dan hiburan ini diharapkan mampu menjadikan Grand Maya sebagai episentrum baru kegiatan sosial dan ekonomi di Banjarbaru.
Sebagai perayaan masa pembukaan, Grand Maya by ARTOTEL menawarkan harga perdana yang cukup kompetitif, yakni mulai dari Rp 788.000 nett per malam. Harga tersebut sudah mencakup menginap di kamar tipe Deluxe dan santap pagi untuk dua orang. Bagi publik yang ingin mencicipi pengalaman menginap di hotel butik terbaru ini, informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi atau kanal media sosial mereka./ JOURNEY OF INDONESIA | Morteza


















