Saturday, May 2, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Jaga Potensi Hutan, Masyarakat Malagufuk Hidup Bermartabat di Tanah dan Hutan Adatnya

by Redaksi
05/07/2024
Reading Time: 3 mins read
Jaga Potensi Hutan, Masyarakat Malagufuk Hidup Bermartabat di Tanah dan Hutan Adatnya

Pemandangan rumah di hutan adat Gelek Malak Kalawilis Pasa di Distrik Sayosa, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

SORONG – Kampung ekowisata Malagufuk, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, telah menjadi destinasi utama pengamatan burung di dunia. Hutan Klaso yang terletak di sana merupakan habitat bagi berbagai jenis burung endemik Papua Barat seperti Lesser bird-of-paradise, Northern Cassowary, Twelve-wired Bird-of-Paradise, King Bird-of-Paradise, dan lainnya.

Pada periode Agustus hingga Desember, Kampung Malagufuk ramai dikunjungi tamu, terutama fotografer satwa, peneliti, dan wisatawan yang menuju atau kembali dari Raja Ampat. Masa ini bertepatan dengan musim kawin burung-burung, menjadikannya waktu terbaik untuk pengamatan.

Baca juga :

Langkah Berani Agung Podomoro di Awal 2026, Jemput Untung Lewat Monetisasi Aset

Dinamika Karakter dan Tantangan Para Bintang Sinetron “Beri Cinta Waktu”

Hangatnya Akhir Pekan di Lidah Lokal Senayan, Memadukan Cita Rasa Dunia dalam Tradisi Sunday Brunch

Masyarakat Malagufuk berhasil mengembangkan ekonomi mereka sambil tetap menjaga kelestarian hutan. Komunitas Gelek Kalami Malagufuk dan Gelek Magablo, yang berasal dari Suku Moi, merawat tanah dan melindungi hutan adat mereka. Mereka memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Opyor Kalami, seorang generasi muda Malagufuk sekaligus pemandu pengamatan burung, menyatakan pentingnya menjaga hutan. “Hutan harus terus dijaga, bahkan setelah generasi saya. Prinsip hidup saya, ‘kau jaga hutan, kau jaga alam, maka alam akan jaga kamu nanti. Dengan prinsip ini, saya yakin kita bisa berkembang dan mandiri,” sebutnya.

Pencapaian ini bukanlah hasil instan. Kegigihan dan kekompakan warga kampung telah terjalin sejak tahun 1990-an. Mereka bekerja sama dengan kelompok masyarakat sipil lain serta NGO seperti Yayasan Pusaka Bentala Rakyat.

Burung cendrawasih kecil (lesser bird of paradise) terlihat di hutan hujan dataran rendah Malagufuk (Ist)

Namun, tantangan besar menghadang dengan adanya ekspansi pembalakan hutan legal dan ilegal, perluasan perkebunan kelapa sawit, dan bisnis ekstraktif mengancam keberlanjutan mereka. Pada Maret 2024, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengizinkan pembangunan smelter nikel dan pabrik baja di KEK Sorong, yang bisa mengancam keberadaan Kampung Malagufuk dan Hutan Klaso.

Komunitas Gelek Malak Kalawilis Pasa juga menghadapi ancaman serupa. Mereka harus waspada terhadap perusahaan logging yang sering masuk tanpa izin. Menurut Laporan Pemantauan Deforestasi Papua 2024, deforestasi mencapai 25.457 hektar pada tahun 2023, meningkat dari tahun sebelumnya.

Masyarakat adat merasakan dampak deforestasi secara langsung, mulai dari kesulitan mencari sumber makanan, penurunan kualitas air, hingga potensi kekeringan dan gagal panen. Ini berujung pada masalah kesehatan, gizi buruk, serta masalah sosial dan ekonomi lainnya.

Warga Kampung Malalilis, yang tinggal di daerah HGU perkebunan sawit PT. Henrison Inti Persada, juga merasakan dampaknya. Yeheskiel Malak, mantan buruh perkebunan, menceritakan kesulitan hidup di sana. “Buruh di sini bergantung pada penjual sayur dan ikan keliling. Air bersih pun harus dibeli. Jika gaji terlambat, mereka terpaksa berutang, yang kemudian dipotong dari gaji. Ini membuat buruh terus terlilit utang,” keluhnya.

Masyarakat Malagufuk yakin bahwa kemandirian adalah kunci untuk hidup bermartabat. Gelek Malak Kalawilis Pasa, komunitas marga di Kampung Sayosa, telah kembali ke tanah adat mereka. Mereka adalah yang pertama memperoleh SK Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Suku Moi dari Pemerintah Kabupaten Sorong.

Yeheskiel Malak dengan hasil tangkapan berburu di hutan adat Gelek Malak Kalawilis Pasa (Ist)

Seperti yang disampaikan Franky Samperante selaku Direktur Eksekutif Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, menegaskan pentingnya negara menghormati hak masyarakat adat. “Negara memiliki kewajiban memajukan hak dasar rakyat, termasuk menghormati dan melindungi hak masyarakat adat. Negara harus melindungi sumber daya ekonomi dan wilayah kehidupan masyarakat adat dari ancaman ekonomi ekstraktif,” harapnya.

Gelek Malak berharap agar komunitas marga lain juga berkomitmen menjaga tanah adat. Harapan ini tetap ada, meskipun tantangan terus datang. “Tanpa hutan, manusia tidak bisa hidup. Kita memanfaatkan sumber makanan dan obat-obatan dari hutan. Jika tanah dijual, uang bisa habis dalam sebulan. Tapi tanah adat bisa menopang hidup selamanya,” tegas Korneles Malak, tetua adat.

Cara Kampung Malagufuk mengembangkan ekowisata bisa menjadi inspirasi bagi komunitas marga lain di Papua. Mereka berhasil hidup selaras dengan alam, memenuhi kebutuhan hidup, dan menjaga tanah serta hutan adat. Prinsip perlindungan hutan memungkinkan komunitas adat di Malagufuk hidup bermartabat dan berkelanjutan./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: Desa AdatDestinasiFranky SamperanteGelek Malak Kalawilis PasaJourney of IndonesiaMalagufukNewsOpyor KalamiPapua Barat DayaPesona IndonesiaWonderful Indonesia
Share242Tweet151

Related Posts

Hangatnya Akhir Pekan di Lidah Lokal Senayan, Memadukan Cita Rasa Dunia dalam Tradisi Sunday Brunch
Hotels

Hangatnya Akhir Pekan di Lidah Lokal Senayan, Memadukan Cita Rasa Dunia dalam Tradisi Sunday Brunch

30/04/2026
Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional
Culture

Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

30/04/2026
Puncak dan Surakarta Diprediksi Jadi Destinasi Favorit di Libur Hari Buruh 2026
Travel

Puncak dan Surakarta Diprediksi Jadi Destinasi Favorit di Libur Hari Buruh 2026

27/04/2026
Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026
Culture

Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

25/04/2026
Hangatnya Aroma Roti Sourdough di Sudut BSD, Humble Baker Hadirkan Konsep ‘Homy’ untuk Semua Kalangan
Culinary

Hangatnya Aroma Roti Sourdough di Sudut BSD, Humble Baker Hadirkan Konsep ‘Homy’ untuk Semua Kalangan

25/04/2026
Next Post
Yuk Bernostalgia Jajanan Jadul di Jakarta Fair 2024

Yuk Bernostalgia Jajanan Jadul di Jakarta Fair 2024

ADVERTISEMENT

Recomended

edit post
Langkah Berani Agung Podomoro di Awal 2026, Jemput Untung Lewat Monetisasi Aset
News

Langkah Berani Agung Podomoro di Awal 2026, Jemput Untung Lewat Monetisasi Aset

02/05/2026
edit post
Dinamika Karakter dan Tantangan Para Bintang Sinetron “Beri Cinta Waktu”
Entertainment

Dinamika Karakter dan Tantangan Para Bintang Sinetron “Beri Cinta Waktu”

01/05/2026
edit post
Hangatnya Akhir Pekan di Lidah Lokal Senayan, Memadukan Cita Rasa Dunia dalam Tradisi Sunday Brunch
Hotels

Hangatnya Akhir Pekan di Lidah Lokal Senayan, Memadukan Cita Rasa Dunia dalam Tradisi Sunday Brunch

30/04/2026
edit post
Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional
Culture

Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

30/04/2026
edit post
30 Tahun Frank & co., Sebuah Penelusuran Jejak Cinta dan Keabadian Berlian di Gedung A.A. Maramis
Fashion

30 Tahun Frank & co., Sebuah Penelusuran Jejak Cinta dan Keabadian Berlian di Gedung A.A. Maramis

30/04/2026
edit post
Sienna Spiro, Hadir di Panggung The Icon Indonesia dan Cerita tentang Kejujuran dalam Bermusik
Profile

Sienna Spiro, Hadir di Panggung The Icon Indonesia dan Cerita tentang Kejujuran dalam Bermusik

28/04/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.