JAKARTA – Antusiasme masyarakat di kawasan Asia untuk menyambut musim semi 2026 menunjukkan pergeseran perilaku yang menarik. Berdasarkan insight terbaru dari 900 wisatawan di sembilan pasar utama mulai dari Singapura, Indonesia, hingga India walaupun Jepang tetap kokoh berada di puncak destinasi impian dengan perolehan 78 persen.
Posisi ini kemudian disusul oleh Korea Selatan sebesar 52 persen dan Tiongkok Daratan yang mencapai 42 persen. Ketertarikan yang masif ini didorong oleh keinginan kuat untuk menikmati atraksi khas musim semi yang hanya muncul dalam waktu terbatas.
Vice President Global Marketing Klook, Marcus Yong, mengungkapkan bahwa pola pikir wisatawan saat ini telah berkembang menjadi lebih terencana namun tetap adaptif. “Melalui Spring Readiness Index, kami melihat bagaimana wisatawan kini menerapkan fleksibilitas yang lebih besar dalam merencanakan perjalanan, sambil tetap memprioritaskan pengalaman yang paling bermakna bagi mereka, mulai dari menjelajahi budaya lokal hingga mencicipi kuliner khas. Insight ini juga membantu membentuk cara Klook dalam mendukung wisatawan, baik secara daring maupun di lapangan, sepanjang musim perjalanan berlangsung,” ucapnya.

Fenomena ini selaras dengan laporan Travel Pulse 2026 yang menempatkan pemandangan alam musiman, terutama periode mekarnya bunga, sebagai prioritas utama. Menariknya, kini muncul tren discovery-driven travel, di mana pelancong tidak lagi hanya terpaku pada satu kota besar. Kota-kota metropolitan kini lebih banyak berfungsi sebagai pintu gerbang menuju destinasi yang lebih eksploratif. Data internal menunjukkan lonjakan minat pada wilayah berkembang seperti Fukuoka dan Hiroshima di Jepang, Gyeonggi-do di Korea Selatan, hingga Lijiang City di China.
Meskipun semangat berlibur sangat tinggi, kekhawatiran mengenai kepadatan di lokasi wisata masih menjadi isu utama yang dipikirkan oleh 47 persen responden. Selain itu, sebanyak 41 persen wisatawan merasa khawatir jika mereka melewatkan momen puncak mekarnya bunga sakura. Hal inilah yang mendorong tujuh dari sepuluh orang untuk baru memesan aktivitas atau tur dalam kurun waktu dua bulan sebelum keberangkatan. Jendela pemesanan yang singkat ini sengaja dipilih agar mereka bisa menyesuaikan jadwal dengan prakiraan cuaca dan kondisi alam yang paling akurat.

Guna menjawab tantangan tersebut, Klook menghadirkan solusi inovatif berupa Bloom Back Guarantee. Jaminan ini memberikan ketenangan pikiran bagi wisatawan yang memesan tur sakura tertentu di Jepang dan Korea Selatan. Apabila bunga sakura terbukti tidak mekar selama periode prakiraan resmi, wisatawan berhak mendapatkan pengembalian dana sebesar 30 persen. Langkah ini menjadi solusi nyata untuk mengubah ketidakpastian musim menjadi kenyamanan perjalanan.
Tak hanya itu, aspek pendampingan di lapangan juga diperkuat. Setelah melalui proses seleksi ketat dari 150 kandidat, kini telah terbentuk dewan yang terdiri dari 25 Chief Spring Officers. Mereka akan ditempatkan di Jepang, Korea Selatan, dan China mulai 20 Maret hingga 10 April 2026 untuk memberikan informasi terkini secara real-time. Konten dan panduan praktis dari dewan ini dapat dipantau oleh para pelancong melalui media sosial resmi di Instagram @klook.id.
Kerja sama dengan mitra lokal juga terus ditingkatkan untuk memberikan pengalaman yang lebih intim dan eksklusif. Salah satunya adalah kolaborasi dengan Everland, taman hiburan terbesar di Korea Selatan, yang membuka akses ke Secret Garden.
Melalui pemandu berpengalaman, wisatawan diajak menjelajahi area-area tersembunyi yang jarang dikunjungi publik, baik dalam suasana tur siang hari maupun keindahan tur malam hari yang ditutup dengan pertunjukan kembang api megah. Segala kemudahan koordinasi dan tips perjalanan ini kini dapat diakses secara terpusat melalui laman resmi di https://www.klook.com/id/tetris/promo/discoverspring/ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















