Monday, January 26, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Pulau Cina, Menikmat Belai Laut di Pesisir Jakarta

by Morteza
10/02/2019
Reading Time: 5 mins read
Pulau Cina, Menikmat Belai Laut di Pesisir Jakarta

Pulau Cina, sebuah tempat wisata anti mainstream (Morteza)

Share on FacebookShare on Twitter

Masih teringat dengan jelas pagi itu terasa amat syahdu, saat gumul ombak menari riang di tepian pantai. Dari arah Timur, sang surya naik menyingsing pudarkan kecantikan purnama yang memancar semalaman suntuk.

Sayangnya pagi itu sayat mentari tak menoreh lepas, dibendung kelam awan Desember. Bukan berarti harus ku bungkus rasa penasaran untuk mengitari indahnya pulau ini. Tanpa alas kaki kupijak saja pasir putih susuri pantai ke arah dermaga kayu tempat perahu bersandar.

Baca juga :

Bekali Calon Jamaah, Harum Travel Rutin Bedah Persiapan Umroh Lewat Webinar Gratis Setiap Pekan

Nikmati Indahnya Boekit Saila, Wisata Asik Berkemah di Sentul

Strategi DADA Tbk Perkuat Struktur Bisnis Melalui Ekspansi Hunian Tapak

Hanya bermodal kacamata snorkeling di atas kening lalu ku hempas tubuh tuk melarung di lautan, menerawang eksotisme Pulau Cina di pesisir Jakarta. Makin menyelam ke bawah dermaga, nampak ratusan ikan warna-warni renang berseliweran menggoda mata. Bila ditengok, mereka mengumpat malu di balik terumbu karang. Meskipun sesekali mengilaukan warnanya, ikan-ikan besar itu terlihat enggan untuk mendekat.

Pulau Cina, mungkin nama tersebut tergolong asing bagi traveler koper. Karena memang di lokasi tersebut tak menyediakan losmen bahkan hotel berbintang, non fasilitas mentereng pemanja tubuh manusia yang ingin merebah tubuh di atas kasur empuk.

Menurut Aminah, 45 tahun, yang sudah 2 tahun menarik retribusi peserta camping di pulau, memang terdapat resort di Pulau Cina, namun telah terbengkalai selama bertahun-tahun tak layak ditempati.

Dermaga kecil di Pulau Cina (Morteza)

Terletak di jantung Taman Nasional Kepulauan Seribu, tentu tak mudah untuk mencapainya. Harus mengobar sabar untuk menggapai surga tropis di ujung Ibu Kota. Aminah menyebut, dinamakan Pulau Cina hanya karena sang pembangun resort diketahui adalah orang Cina Indo, namun asetnya terlantar didiamkan begitu saja tidak terkelola dengan baik.

“Namanya Pulau Cina. Ini pulau yang punya orang Cina Indo. Memang agak kurang terawat sih resort nya tak bisa digunakan. Biasanya yang ke sini adalah peserta camping dan wisatawan yang ingin snorkeling juga mancing. Karena terumbu karang di bawah dermaga sangat bagus, ikannya banyak,” tutur Aminah.

“Maka itu saya masuk ke sini, tarik retribusi untuk orang camping. Biar, ya istilahnya uang kebersihanlah. Kan kita bersih-bersih pulau dari sampah yang ditelantarkan oleh para pendatang,” ucapnya menambahkan.

Dengan minimnya transportasi ke arah sana, maka opsi utama adalah menginjakkan kaki terlebih dahulu di Pulau Harapan. Selanjutnya, bisa menyewa jasa pemandu wisata lokal, yang siap mengantar melihat gugusan pulau-pulau kecil di sana. Dari atas perahu motor satu mesin, guide lokal siap menahkodai rasa penasaran pengunjung di seputar kawasan wisata alam bahari, dalam gugusan Kepulauan Seribu yang berada di utara teluk Jakarta.

Verby Bagastian, 24 tahun, mengatakan yang ‘dijual’ di Pulau Cina adalah privasi klimaks tanpa batas. Seperti tinggal di pulau pribadi menurutnya, cocok sekali untuk melepas jenuh akan rutinitas harian dengan suasana senyap sepi, bagi pribadi yang menyukai.

Wisman tengah menikmati suasana di Pulau Cina (Morteza)

“Tepat banget kalau ingin membuang jenuh dan stress… ya di sini tempatnya. Juga yang suntuk dengan aroma perkotaan, yang isinya kebut-kebutan orang cuman buat kerja. Terbayar sih semua rasa bosan kalau datang ke pulau Cina, walaupun nyoba ‘surga’ yang cuma sesaat dan singkat,” imbuhnya.

Cukup mengeluarkan kocek Rp. 10.000/ orang sudah dapat memasuki Pulau Cina, dan bersenang ria sepanjang hari. Bila ingin singgah, biaya inap camping di sini adalah Rp. 20.000 per orang untuk satu malamnya. Dijamin pelancong akan takjub dengan paras cantik alam dan ekosistem pulau tersebut.

“Memang kalau yang namanya traveling ya butuh nekat pastinya dong. Justru untuk curi waktu liburan itu yang mahal kan. Sementara saya sudah tersita boring-lah dengan rutinitas kerja di perkotaan dari Senin-Jumat, begitu terus. Kerja terus, apa saya yang dikerjain ya, lalu kapan waktu saya buat menikmati hidup ini,” tukas Bagas terkekeh-kekeh.

Untuk menuju Kepulauan Seribu, Bagas 5 sekawan telah tiba di Pelabuhan Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara sejak Sabtu pukul 06.30. Dari Jumat malam, ia mengaku harus rela tidak tidur hanya untuk membeli mimpinya, guna menjejali panorama indah di Pulau Cina yang belum mainstream seperti Pulau Pramuka, Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Untung Jawa, pulau-pulau yang padat penduduk.

“Nggak nyampe keluarin dana Rp 50.000, kita sudah bisa naik perahu motor minta diantar ke Pulau Harapan. Katanya sih, paling top memang pulau Harapan diantara pulau berpenduduk padat lainnya untuk motret lah dan menikmati bening lautnya,” kata dia.

Tepat pukul 08.00 WIB ia bersama 4 temannya, berangkat menuju Pulau Harapan, lokasi transit utama menuju Pulau Cina. 3 jam menjenuhkan kapalnya melarung buas menerjang ombak. Ia mengaku musti duduk di dek depan kapal, agar terhindar dari rasa mual alias mabuk laut.

Kondisi pulau Cina yag terancam abrasi butuh ditanam mangrove (Morteza)

Dia bersama puluhan pelancong lain menanti tak sabar dari atas perahu. Satu per satu penumpang diturunkan sesuai permintaan untuk kunjungan wisata ke Pulau Pramuka, Pulau Pari, Pulau Tidung, Pulau Untung Jawa, Pulau Harapan, Pulau Kelapa yang menyiapkan home stay plus paket makanan diimingi agenda jalan-jalan susur pulau.

“Saya tujuan ke sini memang untuk camping kan, cari suasan beda. Kalau nginap di home stay penduduk, mirip di rumah dong, tidur di kasur, makan dibuatin, pakai AC, jelas kurang sedap ini nggak ada bedanya dong. Saya beda dengan pelancong lain, tujuan saya ke sini ingin camping. Nah, saya bawa bebek kukus, ayam kukus sama beli ikan segara buat bakar-bakar hangatkan malam,” urainya.

Sementara Eko, 32 tahun, sahabat Bagas, mengaku berlibur ke Pulau Cina hanya mengikuti ajakan kawan. Eko merupakan pria yang hobi mancing dan penasaran dengan ucapan kawannya bila di Pulau Cina dapat menjawab ekspektasinya.

“Kata Bagas di sana banyak ikan, Bagas juga tahu dari orang sih atau dari medsos gitu. Tetapi tak apalah, saya ikut dia saja bergrup, karena memang ya bosan juga lah sama rutinitas kerja ini. Saya butuh refreshing, maka itu saya niat bawa joran buat mancing. Nanti ikannya buat kita santap juga bareng-bareng,” kata Eko.

Setiba di Pulau Harapan, maka selanjutnya para pelancong harus ke dermaga kecil untuk minta diantarkan oleh pemandu wisata lokal dengan rentang harga Rp.300.000 – Rp.400.000 untuk disinggahi 1 hari di Pulau Cina, Pulau Dolphin atau Pulau Karya, lokasi ternama di pulau seribu tempatnya ‘camping ceria’.

Mojol, 30 tahun, yang bekerja sebagai guide wisata di Pulau Harapan mengatakan bila wisata camping memang menjadi tren cukup populer bagi anak muda beberapa waktu belakangan ini. Dengan ramainya pengunjung terutama tiap akhir pekan yang menggunakan jasanya, maka ia bisa terus mendulang rupiah untuk biaya hidupnya harian.

“Besar kedatangan pengujung di Sabtu-Minggu. Saya kan punya home stay di Pulau Harapan, ya pokoknya kalau tidur di situ sudah sepaket lah dengan makan dan diajak jalan-jalan susur pulau. Namun kalau untuk wisata camping beda lagi ya, karena itu jasa saya juga kan untuk antar dan jemput penumpang,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, “Sejauh ini saya senang dengan ramainya kunjungan wisatawan di weekend, karena dapat membantu pula ekonomi warga lokal. Saya berharap Gubernur DKI harus menggeliatkan lagi wisata di Jakarta, dan perbanyak tempat sampah agar lingkungan tidak gampang kotor” pungkasnya./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: CampingJakartaKepulauan SeribuPulau CinaPulau HarapanWisataWisata Anti Mainstream
Share515Tweet322

Related Posts

Bekali Calon Jamaah, Harum Travel Rutin Bedah Persiapan Umroh Lewat Webinar Gratis Setiap Pekan
Travel

Bekali Calon Jamaah, Harum Travel Rutin Bedah Persiapan Umroh Lewat Webinar Gratis Setiap Pekan

22/01/2026
Sanggraloka Ubud Bali Jadi Barometer Baru “Eco-Luxury Retreat” di Indonesia
Tourism

Sanggraloka Ubud Bali Jadi Barometer Baru “Eco-Luxury Retreat” di Indonesia

22/01/2026
Nikmati Indahnya Boekit Saila, Wisata Asik Berkemah di Sentul
Tourism

Nikmati Indahnya Boekit Saila, Wisata Asik Berkemah di Sentul

21/01/2026
Menyesap Keheningan di Bukit Tanarara, “Ombak Beku” Berbalut Savana dari Sumba Timur
Tourism

Menyesap Keheningan di Bukit Tanarara, “Ombak Beku” Berbalut Savana dari Sumba Timur

10/01/2026
Lan Zhou Mee Tarik Hadirkan Kehangatan Mi Tarik Legendaris Lanzhou di Pesisir Jakarta
Culinary

Lan Zhou Mee Tarik Hadirkan Kehangatan Mi Tarik Legendaris Lanzhou di Pesisir Jakarta

08/01/2026
Next Post
Curug Citaman, Air Terjun Indah di Kaki Gunung Salak

Curug Citaman, Air Terjun Indah di Kaki Gunung Salak

ADVERTISEMENT

Recomended

Dwiki Dharmawan dan Anagnorisis, Cendera Matanya dari Yunani
Music

Dwiki Dharmawan dan Anagnorisis, Cendera Matanya dari Yunani

25/01/2026
Bounce Street Asia Bintaro Resmi Beroperasi Sebagai Pusat ‘Sportainment’ Keluarga
Health

Bounce Street Asia Bintaro Resmi Beroperasi Sebagai Pusat ‘Sportainment’ Keluarga

24/01/2026
Menikmati Candaan Jazznya, Yongkie Vincent
Music

Menikmati Candaan Jazznya, Yongkie Vincent

24/01/2026
Menelusuri Jejak 30 Tahun Miles Films: Saat Musik Tak Sekadar Latar
FIlm

Menelusuri Jejak 30 Tahun Miles Films: Saat Musik Tak Sekadar Latar

24/01/2026
Luncurkan ID. Buzz BOZZ White Signature Edition, Volkswagen Tawarkan Karya Seni Premium
Automotive

Luncurkan ID. Buzz BOZZ White Signature Edition, Volkswagen Tawarkan Karya Seni Premium

23/01/2026
Bekali Calon Jamaah, Harum Travel Rutin Bedah Persiapan Umroh Lewat Webinar Gratis Setiap Pekan
Travel

Bekali Calon Jamaah, Harum Travel Rutin Bedah Persiapan Umroh Lewat Webinar Gratis Setiap Pekan

22/01/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.