Menikmati Langsung Nasi Bogana di Keraton Kacirebonan

By Ibonk August 31, 2020 140
Menikmati Langsung Nasi Bogana di Keraton Kacirebonan Nasi Bogana Cirebon (Ibonk)

Selain terkenal akan peninggalan sejarah dan budayanya, kota Cirebon juga memiliki banyak kuliner khas yang menjadikan kota udang ini juga menonjol sebagai pusat makanan khas dan enak. Tentu saja telinga kita tidak asing dengan nama nama makanan khas seperti Empal Gentong, Nasi Lengko, ataupun Nasi Jamblang.

Nah selain beberapa makanan yang disebutkan diatas tadi, ada satu jenis makanan yang mempunyai sejarah panjang dan terkait erat dengan tradisi leluhur orang Cirebon yaitu Nasi Bogana. Sudah sejak lama Nasi Bogana ini menjadi menu andalan saat gelar upacara adat di kompleks Keraton.

Seperti yang dijelaskan oleh Siti Solecha selaku Kabid Kebudayaan Dinas Kepemudaan Olah Raga Kota Cirebon pada saat menerima kunjungan wartawan yang tergabung dalam Forwaparekraf pada kegiatan Press Tour & Seminar Series: Bandung, Kuningan dan Cirebon 2020 kemarin, bahwa Nasi Bogana merupakan kuliner tradisional yang lekat dengan kehidupan para Sultan jaman dulu.

"Hingga sekarang, Nasi Bogana masih terus dipromosikan sebagai salah satu kuliner khas yang bercitarasa tempo dulu. Nasi Bogana ini memiliki arti nasi seadanya yang merupakan nasi syukuran khas Keraton Cirebon. Bogana sendiri berasal dari bahasa Sunda yakni Saboga-bogana yang berarti seadanya atau semuanya," ungkap Siti.

Ditilik dari sejarah, Nasi Bogana sendiri adalah ungkapan dari rasa syukur kepada Tuhan serta memiliki makna kesederhanaan. Berbentuk tumpeng nasi kuning dengan tampilan cukup sederhana. Karena semua isian lauk pauk seperti tahu, tempe, telur ayam, dan ayam semuanya dimasak dengan bumbu kuning dan diletakkan di dalam kerucut tumpeng tersebut.

"Nah jika hendak disantap barulah Nasi Bogana ini diurai sehingga isian didalamnya jadi terlihat," ungkap Siti Solecha lagi.

Sultan Keraton Kacirebonan PR Abdul Gani Natadiningrat IbonkSultan Keraton Kacirebonan PR Abdul Gani Natadiningrat (Ibonk)

Acara yang dilakukan di Pawon Bogana di lingkungan Keraton Kacirebonan ini juga dihadiri langsung oleh Sultan Keraton Kacirebonan PR Abdul Gani Natadiningrat. Sultan yang dikenal sangat dekat dengan masyarakat dan tamunya ini terlihat tidak canggung untuk memotong Nasi Bogana dan membagikannya kepada salah seorang perwakilan Dispar Cirebon dan Ketua Forwaparekraf, Johan Sompotan.

"Nasi Bogana ini biasanya dihidangkan pada saat acara syukuran. Dalam hal ini adalah memanjatkan doa kepada Allah SWT agar permohonan kita bisa terkabul. Di kalangan masyarakat, keberadaan Nasi Bogana ini sempat redup dan mulai tergantikan dengan nasi kuning. Jadi kami berharap agar pemerintah kota Cirebon bisa terus mempromosikan kuliner peninggalan Sunan Gunung Jati ini," ujar Sultan Keraton Kacirebonan PR Abdul Gani Natadiningrat.

PR Abdul Gani Natadiningrat juga menyebutkan bahwa Nasi Bogana adalah olahan nasi yang kuat dengan aroma rempah-rempah. "Keraton telah mengenalkan kepada masyarakat untuk datang dan mencoba Nasi Bogana di Pawon Bogana ini. Sayangnya saat ini lagi vakum dulu, karena dalam masa pandemi. Kedepannya akan dibuka kembali dengan mengusung protokol kesehatan."

Gerbang Keraton Kacirebonan IbonkGerbang Keraton Kacirebonan (Ibonk)

Dalam sejarahnya Nasi Bogana Cirebon adalah kuliner istimewa khas keraton-keraton Cirebon seperti Keraton Kacirebonan, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kaprabonan. Awalnya Nasi Bogana merupakan sedekah pihak keraton untuk masyarakat yang ada di sekitar lingkungan mereka, sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.

Inti dari sedekah adalah berbagi dengan yang membutuhkan, tidak ada ketentuan bentuk ataupun nilai nominalnya kecuali sumber sedekah yang sebaiknya harus bersih. Menurut pihak keraton, bersedekah tidak harus mewah, seadanya yang kita punya, seadanya yang bisa diberikan. Maka muncul istilah saboga-bogana. Maksudnya adalah mengolah makanan dengan seadanya bahan dan bumbu di dapur keraton saat itu.

Hidangan Nasi Bogana berbentuk kerucut seperti nasi tumpeng pada umumnya yang berwarna kuning. Bentuk mengerucut ke atas melambangkan kesyukuran atas apa yang telah diberikan oleh Tuhan, sedangkan warna kuning sebagai simbol keagungan, kemakmuran, dan kejayaan.

Nasi Bogana telah menjadi kuliner turun temurun di keempat keraton Cirebon, disajikan sebagai hidangan dalam berbagai upacara dan perayaan adat di keraton, seperti tradisi Sura-an, Rajab-an, dan Syaban-an. Nasi Bogana biasanya dibagikan di lingkungan masjid Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai ucapan syukur karena telah khatam membaca Al Quran. Sedangkan di Keraton Kacirebonan, Nasi Bogana hanya dihidangkan saat perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha./ JOURNEY OF INDONESIA