Pasar Terapung Lok Baintan, Target Utama Tim JKW PWI ke Kalimantan Selatan

By David December 22, 2021 153
Pasar Terapung Lok Baintan, Target Utama Tim JKW PWI ke Kalimantan Selatan Para Ibu Ibu pedagang sungai Lok Baintan (Ibonk)

Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan PWI yang melakukan Touring keliling Indonesia yang terdiri dari Agus 'Blues' Asianto, Indrawan Ibonk, Sonny Wibisono serta Yanni Krishnayanni menyambangi sejumlah tempat wisata di Kalimantan Selatan, salah satunya Pasar Terapung Lok Baintan yang terletak di Kabupaten Banjar.

Didampingi Pengurus PWI Provinsi Kalsel Zainal Helmie, keempatnya menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit dari pusat Kota Banjarmasin dengan menggunakan perahu mesin (klotok). Sepanjang perjalanan mereka sibuk mengabdikan sejumlah momen kehidupan masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Martapura tersebut.

Salah satu anggota tim, Sonny Wibisono mengatakan, pengalaman naik klotok bukan hal baru bagi mereka. Sebelumnya mereka juga sempat menaiki perahu mesin saat mengeksplore wisata di Kalimantan Timur.

“Tapi yang membuatnya berbeda. Banyak hal menarik ditemukan di sini. Masyarakat terlihat masih mempertahankan kearifan lokal dengan memanfaatkan sungai sebagai bagian dari keseharian mereka. Mulai dari mandi hingga kegiatan lain,” ucapnya di tengah perjalanan menuju Pasar Terapung Lok Baintan, Rabu (22/12/2021).

Setibanya di Lok Baintan mereka disambut oleh puluhan jukung (perahu) yang menjajakan kerajinan tangan dan buah lokal. Bahkan guna menarik perhatian beberapa acil-acil (ibu-ibu) yang berjualan melantunkan pantun. “Baju biru dibeli Rhoma Irama, Kalau ada yang baru jangan lupakan yang lama,” sapa acil-acil tersebut yang disambut tawa rombongan.

Acil Acil pedagang sungai Lok Baintan tengah menampilkan pantun terbaik mereka IstAcil Acil pedagang sungai Lok Baintan tengah menampilkan pantun terbaik mereka (Ist)

Sambil mencicipi buah dan jajanan lokal dari acil-acil penjual, banyak momen yang diabadikan. Bahkan salah satu anggota tim JKW PWI, Yanni berkesempatan menumpang salah satu jukung untuk merasakan sensasinya. “Ini momen langka, tidak ada di tempat lain. Ini hanya bisa ditemui disini, jadi sangat sayang jika dilewatkan begitu saja,” ucap Yanni.

Meski memiliki beberapa catatan, mereka berharap kearifan lokal seperti ini harus terus dipertahankan. Kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan di sini. Jangan sampai kearifan lokal yang telah mendunia ini hilang akibat digerus jaman.

Sementara itu Ketua PWI Provinsi Kalsel, Zainal Helmie yang mendampingi Tim JKW PWI menjelaskan bahwa keberadaan pasar terapung ini sudah ada sejak jaman Kerajaan Banjar. Menurutnya keberadaan pasar terapung adalah refleksi dari kehidupan masyarakat Banjar yang hidup berdampingan dengan sungai.

“Sejak dulu masyarakat Banjar hidup berdampingan dengan sungai. Banyak kegiatan masyarakat yang bergantung dengan sungai. Itulah yang menyebabkan Banjarmasin bergelar Kota Seribu Sungai, selain juga di kota ini banyak ditemukan anak-anak sungai,” ucap Helmie.

Ia berharap kehadiran Tim JKW PWI dapat membantu promosi pariwisata di daerah ini. Selain mengunjungi Pasar Terapung Lok Baintan, mereka juga sempat mencicipi kuliner khas setempat, yakni Soto Banjar Bang Amat yang berada di tepian Sungai Martapura kawasan Jalan Banua Anyar Kecamatan Banjarmasin Timur.

Kemudian mereka juga menyambangi salah satu masjid tertua di Banjarmasin, yakni Masjid Sultan Suriansyah yang berada di kawasan Jalan Pangeran Kelurahan Kuin Selatan./ JOURNEY OF INDONESIA