Tuesday, January 20, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Joko Anwar Tembus Berlinale 2026, Mengurai Borok Kekuasaan Lewat ‘Ghost in the Cell’

by Redaksi
16/01/2026
Reading Time: 3 mins read
Joko Anwar Tembus Berlinale 2026, Mengurai Borok Kekuasaan Lewat ‘Ghost in the Cell’

GITC The International Poster (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Dunia sinema internasional kembali melirik narasi tajam dari tanah air. Sutradara kenamaan Joko Anwar melalui karya terbarunya, Ghost in the Cell, dipastikan akan mengibarkan bendera Indonesia di ajang Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. Film ini terpilih masuk dalam kategori ‘Forum’, sebuah ruang kurasi yang dikenal sangat selektif dan prestisius di festival film kelas A tersebut.

Berlinale Forum bukanlah sekadar panggung pemutaran biasa. Seksi ini memiliki reputasi sebagai rumah bagi film-film yang memiliki visi sinematik progresif, berani secara estetika, serta memiliki ketajaman dalam membedah realitas sosial dan politik. Dengan terpilihnya Ghost in the Cell, Joko Anwar memperpanjang tradisi sinema yang mendorong batas-batas konvensional, menawarkan perspektif tidak lazim di tengah dominasi genre horor yang kian menjamur.

Baca juga :

Telusuri Labirin Kekuasaan dan Mistik Lewat Film “Ratu Malaka” Karya Angga Dwimas Sasongko

Menelusuri Gelapnya Jalur Mitos dalam Film “Alas Roban”, Saat Teror Terasa Nyata

Dilema di Persimpangan Iman dan Restu dalam “Patah Hati yang Kupilih”

Pemilihan film ini ke dalam kategori Forum bukan tanpa alasan yang kuat. Sejarah mencatat bahwa seksi ini pernah menjadi tempat bagi karya-karya besar yang memiliki identitas artistik kuat namun tetap menyentuh isu sosial yang mendalam, seperti Snowpiercer karya Bong Joon-ho maupun fenomena horor Korea Exhuma. Masuknya Ghost in the Cell menempatkan film ini sejajar dengan karya-karya yang mampu menjaga keseimbangan antara kualitas arthouse dan daya pikat genre bagi publik luas.

“Kami sangat bangga film Ghost in the Cell terpilih di section ini di Berlinale karena section ini dikenal sebagai section yang secara kuratorial selalu memilih film yang bukan sekadar mengandalkan cerita, tetapi juga relevansinya kuat dengan situasi sosial dan politik negara asal setiap film yang masuk seleksi ini,” kata Joko Anwar menjelaskan alasan di balik kebanggaannya terhadap pencapaian ini.

Secara naratif, Ghost in the Cell mengambil latar tempat yang mencekam, sebuah penjara di Indonesia yang menjadi muara kekerasan dan ketidakadilan. Melalui medium horor, film ini tidak hanya bertujuan meneror penonton secara fisik, tetapi juga membongkar bagaimana sistem kekuasaan bekerja melindungi dirinya sendiri di balik jeruji besi. Film ini menjadi kritik pedas terhadap institusi yang seharusnya berfungsi sebagai ruang hukuman namun justru berubah menjadi arena opresi.

Perjalanan internasional film ini akan dimulai dengan world premiere yang dijadwalkan berlangsung di bioskop bersejarah Delphi Filmpalast am Zoo pada 13 Februari 2026. Sepanjang rangkaian Berlinale yang berlangsung dari 12 hingga 22 Februari 2026, film ini akan diputar sebanyak tiga kali di hadapan komunitas sinema global, mulai dari kritikus, kurator, hingga pelaku industri papan atas dunia.

Keberhasilan menembus pasar internasional ini juga dipandang sebagai jaminan mutu bagi penonton domestik. Produser film Ghost in the Cell, Tia Hasibuan, menekankan bahwa apresiasi dari Berlin adalah sinyal positif bagi kualitas produksi yang mereka usung. “Ini sekaligus sinyal yang membuat Ghost in the Cell sebagai film yang menjanjikan kekuatan cerita, Bahasa sinema, dan gagasan yang kuat dan menarik untuk segera dinikmati penonton bioskop Indonesia,” kata Tia.

Film yang diproduksi oleh Come and See Pictures berkolaborasi dengan RAPI Films dan Legacy Pictures ini juga menarik perhatian pasar global melalui keterlibatan Barunson E&A sebagai sales agent untuk perilisan internasional. Langkah ini semakin mengukuhkan posisi film Indonesia yang kini semakin berani melakukan eksplorasi teknis dan substansi. Setelah melalui perjalanan panjang di Berlin, film ini dijadwalkan segera menyapa penonton di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada tahun ini juga./ JOURNEY OF INDONESIA | Ismed Nompo

Tags: Berlin International Film FestivalBerlinale 2026Come and See PicturesFilm IndonesiaGhost In The CellHororJoko AnwarLegacy PicturesPrestasi FilmRapi FilmsSinema
Share114Tweet71

Related Posts

Menggantikan Detak Jantung Ibu dengan Algoritma, Refleksi Kehilangan dalam Film “Esok Tanpa Ibu”
FIlm

Menggantikan Detak Jantung Ibu dengan Algoritma, Refleksi Kehilangan dalam Film “Esok Tanpa Ibu”

20/01/2026
Menakar Kedewasaan Emosi dalam Sadali, Ketika Cinta Bukan Sekadar Soal Memilih
FIlm

Menakar Kedewasaan Emosi dalam Sadali, Ketika Cinta Bukan Sekadar Soal Memilih

19/01/2026
Jejak Baru Oliver Roberts di ‘Asmara Gen Z’, Antara Restu Ibu dan Mentoring Sang Kakak
FIlm

Jejak Baru Oliver Roberts di ‘Asmara Gen Z’, Antara Restu Ibu dan Mentoring Sang Kakak

17/01/2026
“Penerbangan Terakhir” Ketika Karisma di Balik Kokpit Menjadi Jerat Manipulasi
FIlm

“Penerbangan Terakhir” Ketika Karisma di Balik Kokpit Menjadi Jerat Manipulasi

14/01/2026
Strategi Berani Inchcape GWM Indonesia, Memikat Pasar Lewat Inovasi Diesel dan Listrik
FIlm

Strategi Berani Inchcape GWM Indonesia, Memikat Pasar Lewat Inovasi Diesel dan Listrik

14/01/2026
Next Post
Jejak Baru Oliver Roberts di ‘Asmara Gen Z’, Antara Restu Ibu dan Mentoring Sang Kakak

Jejak Baru Oliver Roberts di 'Asmara Gen Z', Antara Restu Ibu dan Mentoring Sang Kakak

ADVERTISEMENT

Recomended

Menggantikan Detak Jantung Ibu dengan Algoritma, Refleksi Kehilangan dalam Film “Esok Tanpa Ibu”
FIlm

Menggantikan Detak Jantung Ibu dengan Algoritma, Refleksi Kehilangan dalam Film “Esok Tanpa Ibu”

20/01/2026
Uncategorized

Pernikahan Semalam, Blues dengan Jazz. Menyenangkan!

20/01/2026
Menakar Kedewasaan Emosi dalam Sadali, Ketika Cinta Bukan Sekadar Soal Memilih
FIlm

Menakar Kedewasaan Emosi dalam Sadali, Ketika Cinta Bukan Sekadar Soal Memilih

19/01/2026
Jejak Baru Oliver Roberts di ‘Asmara Gen Z’, Antara Restu Ibu dan Mentoring Sang Kakak
FIlm

Jejak Baru Oliver Roberts di ‘Asmara Gen Z’, Antara Restu Ibu dan Mentoring Sang Kakak

17/01/2026
Joko Anwar Tembus Berlinale 2026, Mengurai Borok Kekuasaan Lewat ‘Ghost in the Cell’
FIlm

Joko Anwar Tembus Berlinale 2026, Mengurai Borok Kekuasaan Lewat ‘Ghost in the Cell’

16/01/2026
Menakar Kilau Emas 2026, Proyeksi Harga Menuju Puncak Baru dan Strategi Menjadi Investor Cerdas
News

Menakar Kilau Emas 2026, Proyeksi Harga Menuju Puncak Baru dan Strategi Menjadi Investor Cerdas

15/01/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.