JAKARTA – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 di Sekolah Mahatma Gandhi Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/11/2025) menjadi momentum yang berkesan. Bukan sekadar seremoni tahunan, perayaan ini menjadi panggung kolaborasi harmonis antara orang tua murid, komite sekolah, dan dunia mode.
Sebanyak 49 tenaga pendidik di sekolah tersebut menerima kado istimewa: seragam kerja batik rancangan eksklusif dari desainer ternama, Nina Nugroho. Busana ini dipandang bukan sekadar pakaian, melainkan sebuah medium komunikasi visual yang bertujuan memperkuat otoritas dan profesionalisme guru di era modern.
Desainer Nina Nugroho menjelaskan, persembahan seragam untuk guru ini bukanlah yang pertama kali ia lakukan. Baginya, busana memiliki peran krusial dalam membentuk citra sebuah institusi. “Jadi bagaimana kualitas sekolah, kualitas guru kualitas pendidikan, kualitas institusi itu terlihat melalui visualisasi luar dari seragamnya,” ujar Nina Septiana, CEO Nina Nugroho Internasional di sela puncak peringatan HGN di aula Sekolah Mahatma Gandhi Kemayoran.

Menurut Nina, busana yang profesional dapat membangun kepercayaan publik atas budaya kerja di sekolah yang bersangkutan. Lebih jauh, di tengah pergeseran nilai hubungan antara guru dan siswa, busana juga mampu mengirimkan pesan otoritas yang tegas. “Busana khas Nina Nugroho dapat mendelivery dan meningkatkan otoritas guru di hadapan murid, orang tua murid, sehingga dapat membangun otoritas, kehormatan dan keberdayaan guru menjadi meningkat,” jelasnya.
Rancangan yang disiapkan pun didesain secara spesifik. Warna navy yang dipilih mencerminkan otoritas dan profesionalisme, sementara motif bunga bernuansa lembut melambangkan pertumbuhan, keindahan, dan kesabaran seorang guru. “Ada ketegasan juga ada kelembutan yang kami sampaikan melalui busana batik,” kata Nina.
Kado busana batik ini merupakan inisiasi tulus dari Komite Sekolah SD Mahatma Gandhi. Ketua Komite, Dhiti Prabawa, mengungkapkan bahwa peringatan Hari Guru tahun ini dirancang sebagai bentuk apresiasi murni dari para orang tua kepada pendidik. “Mereka adalah pahlawan yang senantiasa menyalakan cahaya dan kami beriktikad memberikan hal terbaik pada hari guru,” jelas Dhiti.
Ia menambahkan, anggaran untuk acara dan seragam ini sepenuhnya berasal dari iuran orang tua, bukan dari dana sekolah, menegaskan acara ini benar-benar “dari orang tua untuk para guru.” Pemilihan batik sebagai tema utama perayaan juga disengaja, dipandang sebagai warisan budaya Indonesia yang sangat tepat untuk dipersembahkan kepada para “pahlawan tanpa tanda jasa.”

Kolaborasi antara komite sekolah dan desainer ini menunjukkan kuatnya komunitas di Mahatma Gandhi School. Vrushalee Kanago, Coordinator Academic, menyoroti warisan pendidikan sekolah yang mencapai 75 tahun sebagai fondasi terbentuknya komunitas yang solid antara guru, murid, dan orang tua.
“Kami sangat menghargai komite sekolah, orang tua, dan tentunya Ibu Nina yang hadir merayakan Hari Guru. Banyak guru yang sudah mengabdi lebih dari 30 tahun. Itulah kekuatan komunitas kami,” ujar Vrushalee, yang juga melihat busana baru tersebut sebagai medium visual yang memperkuat karakter guru.
Sementara Kepala Sekolah SD Mahatma Gandhi, Nonie Oley, menyampaikan rasa berbahagianya atas terselenggaranya kegiatan apresiasi yang begitu bermakna ini. Ia menilai momen Hari Guru menjadi waktu terbaik untuk memberikan penghargaan kepada tenaga pendidik yang telah berdedikasi. “Pada hari ini kami sangat berbahagia sekali karena momen yang paling baik untuk memperingati Hari Guru Nasional yang ke-80. Semua guru sangat senang mendapatkan seragam yang begitu indah dari desainer terkenal, Ibu Nina Nugroho,” ujar Nonie.
Nonie juga menegaskan bahwa sekolahnya selalu menekankan keseimbangan antara pengembangan akademik dan kegiatan non-akademik, serta terus menjaga komunikasi dan pendampingan yang baik untuk mencegah masalah seperti perundungan (bullying). “Rata-rata anak-anak sangat bahagia sekolah di sini. Mereka punya banyak kegiatan, akademik dan non-akademik, dan guru-guru kami sangat profesional,” pungkasnya.
Perayaan HGN yang meriah, hangat, dan sarat apresiasi ini menjadi cerminan dari ekosistem pendidikan yang ideal: sekolah, guru, orang tua, dan siswa yang semuanya bergerak bersama dalam kerja kolaboratif. Ini membuktikan bahwa ketika guru dihargai dan didukung, lingkungan belajar yang sehat dan positif akan terbentuk secara alami./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















